title cover

title cover

Monday, July 15, 2013

Headline News 15.07.13

US & GLOBAL
• Saham di bursa global mencatat kenaikan mingguan terbaiknya sejak November pada hari Jumat, ditopang oleh laporan laba korporasi  dan pernyataan dari sejumlah petinggi The Fed yang meredakan kekhawatiran investor mengenai kebijakan bank sentral AS tersebut. Di  bursa Wall Street, Dow dan S&P 500 menembus level penutupan tertinggi untuk hari kedua, dan S&P 500 menguat untuk 7 hari berturut‐ turut. Indeks tercatat naik 3% dalam sepekan terakhir, prosentase kenaikan terbaiknya sejak awal Januari. Harga saham dan obligasi serta  komoditas telah menguat dalam sepekan kemarin sementara dolar jatuh setelah Kepala The Fed Ben Bernanke memberikan sinyal bahwa  bank  sentral  AS  kemungkinan  belum  akan  mengurangi/mengakhiri  program  pembelian  obligasi  sebelum  tingkat  pengangguran  benar‐ benar solid. 

• Indeks MSCI naik 0,1% di hari Jumat kemarin dan naik 3,4% dalam sepekan, prosentase kenaikan mingguan terbaiknya sejak November,  sementara FTSEurofirst 300 <.FTEU3> berakhir melemah 0,1%. 

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 3,38 poin atau 0,02% di 15464,30. Sementara Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik  5,17 poin atau 0,31% di 1680,19. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 21,78 poin atau 0,61% di 3600,08.  

• Hasil laba yang lebih baik dari perkiraan pada sejumlah bank AS, JPMorgan Chase <JPM.N> dan Wells Fargo <WFC.N>, telah membantu  mengangkat indeks saham, sementara saham United Parcel Service Inc. <UPS.N> memberi tekanan pada S&P 500 setelah memberikan  laporan laba yang mengecewakan.  UPS, perusahaan pengiriman paket terbesar di dunia, dan rivalnya FedEx menjadi barometer ekonomi  karena tingginya volume dari barang‐barang yang mereka kirim di seluruh dunia. 

• Saham Boeing juga memberi tekanan setelah tercatat turun 4,7% ke $101,87 setelah sebuah Dreamliner yang dioperasikan oleh Ethiopian  Airlines terbakar di bandara Heathrow Inggris pada hari Jumat. 

• Investor memilih menahan diri menjelang rilis data GDP‐Q2 Cina dan juga sebelum pasar Eropa dibuka di hari Senin, yang akan menjadi  sangat penting bagi sektor pertambangan. 

• Setelah  mengalami  gejolak  dalam  sepekan,  pasar  uang  kembali  tenang.  Indeks  dolar,  yang  mengukur  kekuatan  dolar  terhadap  6  rival  utamanya, naik 0,2%. Sebelumnya, indeks dolar mencatat koreksi 1,8% dalam sepekan, penurunan terburuknya sejak awal Juni. 

• "There is some argument for suggesting that the shock effect of a dovish Bernanke has largely been digested. Even if he tries to avoid  changing his tone, any policy surprises are more likely to be in a positive dollar direction than the reverse," kata Alan Ruskin, global head of  foreign exchange strategy pada Deutsche Bank di New York.  

• Harga  Treasury  AS  terkoreksi  akibat  profit‐taking  investor.  Treasury  tenor  10  tahun  bergerak  stabil  di  akhir  sesi,  dengan  yield  2,59%.  Sebelumnya, harga naik setinggi 15/32, dengan yield 2,518%. 

• Harga emas melemah di hari Jumat, namun mencatat kenaikan mingguan terbesarnya selama hampir 2 tahun. Namun demikian, bahwa  kenaikan baru‐baru ini dalam ekuitas AS di tengah beberapa tanda‐tanda positif bagi perekonomian dan tidak ada indikasi pengurangan  aliran keluar dari exchange‐traded funds dapat menekan emas. 

• Banyak pasar komoditas telah menguat dalam sepekan kemarin menyusul indikasi bank‐bank sentral akan melanjutkan stimulusnya guna  mendorong pertumbuhan ekonomi. 

• Harga minyak ditutup naik tajam di hari Jumat, dipicu kenaikan yang besar pada bensin berjangka tahun ini. Brent naik $1,08 dan ditutup  di $108,81 per barel sementara minyak mentah AS naik $1,04 di $105,95 per barel. 

• Obligasi pemerintah Portugis turun lagi setelah Lisbon meminta dilakukan penundaan dalam review program bailout berikutnya akibat  krisis politik di negara tersebut. Tekanan meningkat dalam sepekan kemarin setelah Presiden Portugal. 


GOLD & COMMODITIES
• Emas sedikit melemah pada sesi perdagangan Jumat, namun tetap mencatatkan peningkatan mingguan terbesar dalam hampir dua tahun seiring kekhawatiran akan segera berakhirnya stimulus moneter Federal Reserve AS untuk saat ini.

• Spot bullion menguat 4,8 persen untuk satu pekan, kenaikan mingguan terbesar sejak bulan Oktober 2011. Logam menguat setelah Ketua Fed Ben Bernanke pada hari Rabu mengatakan bahwa bank sentral AS perlu untuk menjaga kebijakan stimulus moneter guna menjaga inflasi tetap rendah dan tidak menentunya kinerja market.

• Tanda‐tanda berkurangnya emas, seperti yang tercermin pada premi tinggi dan record volume di Shanghai Futures Exchange dan lonjakan harga sewa emas, membantu untuk membatasi kerugian emas pada hari Jumat.

• Para analis mengatakan, bagaimanapun, kenaikan yang baru terjadi pada ekuitas AS di tengah beberapa tanda‐tanda positif bagi perekonomian dan tidak ada indikasi pengeluaran dari exchange‐traded funds emas yang dapat menekan logam.

• "The fact that the leading U.S. equity indices closed at record highs yesterday ‐ which could prompt investors to switch once again from gold ETFs to equities ‐ is problematic for gold," ucap Eugen Weinberg, head of commodity research di Commerzbank.

• "Any prolonged recovery of the gold price is almost inconceivable unless the ETF outflows abate," ucap Weinberg.

• Harga spot emas melemah 0,2 persen dengan nilai 1,282.06 dollar/ounce, melemah setelah kenaikan empat hari sesi perdagangan beruntun.

• Data Reuters menunjukkan bahwa kontrak US Comex emas berjangka periode agustus <GCQ3> turun sebesar 2,30 dollar dengan nilai 1,277.60 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.



OIL & COMMODITIES
• Oil mengalami rebound Jumat lalu, dipimpin oleh kenaikan terbesar pada gasoline futures tahun ini karena serangkaian kilang yang  tidak beroperasi yang memicu kekhawatiran mengenai pasokan bahan bakar dipusat AS dari lagi berlangsungnya musim panas. 

• Berita  yang  tidak  diharapkan  dari  gangguan  pada  lebih  dari  dua  refineries  disepanjang  Pantai  Atlantik  menambah  rangkaian  permasalahan  minggu  ini  pada  North  America,  kedepannya  memicu  kenaikan  15  persen  dalam  gasoline  bulan  ini,  kenaikan  terbesarnya sejak bulan Maret 2011. 

• "We're hearing about a lot of refining issues and this comes as oil prices came off that 15‐month high," kata Phil Flynn, analis pada  Price Futures Group di Chicago.   

• "Put it all together and I think you're seeing some panic buying by the wholesalers afraid they're going to run out of supply."  


EURO ZONE
• Rilis data produksi pabrik zona eropa melemah di bulan Mei untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada hari jumat, mengindikasikan bahwa pemulihan  yang rapuh dan tidak merata, dan sedang berjuang untuk mengurangi tingkat pengangguran dan diperbaharui ketegangan politik di Eropa selatan. 

• Rilis data dari kantor statistik Uni Eropa Eurostat menunjukkan bahwa produksi industri di 17 negara yang menggunakan mata uang tunggal turun 0,3 persen  pada bulan ini, setelah direvisi naik 0,5 persen pada bulan April.  

• Ekonom yang telah disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan 0,2 persen di bulan Mei. 

• Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, produksi pabrik di bulan Mei turun seperti yang diharapkan sebesar 1,3 persen, setelah melemah  pada bulan April sebesar 0,6 persen. 

• Tingkat  produksi  dalam  dua  perekonomian  negara  eropa  terbesar,  Jerman  dan  Perancis,  turun  di  bulan  Mei,  dengan  Italia  dan  Spanyol  menunjukkan  peningkatan kecil. Secara keseluruhan, produksi pabrik mengalami penurunan 2,3 persen dalam produksi barang durable goods, seperti mobil dan TV. 


U.K.
• Sterling terkoreksi terhadap dolar pada hari Jumat dan berpotensi melanjutkan depresiasinya dipicu perbedaan kebijakan antara BoE dan The Fed. Bank sentral Inggris  (BoE) berjanji untuk mempertahankan suku bunga tetap rendah, sementara The Fed cenerung untuk menarik stimulusnya yang mana langkah tersebut telah memicu  apresiasi dolar secara umum. 

• Sterling melemah 0,5% ke sekitar $1,5110, masih bertahan di atas level terendah 3 tahun di $1,4814 yang dicapai di hari Selasa sebelumnya. Jika koreksi berlanjut,  maka sterling berpotensi tes ke level terendah 23 Mei di $1,5014. 

• Sementara data inflasi Inggris yang akan dirilis hari Selasa pekan ini berpotensi memberi arah pergerakan sterling, fokus pasar akan tertuju pada hasil minutes dari  sidang terakhir BoE. 

• Minutes  dari  hasil  sidang  BoE  akan  dirilis  Rabu  pekan  ini  dan  investor  akan  mencermatinya  untuk  melihat  apakah  gubernur  BoE  yang  baru,  Mark  Carney,  akan  mengadopsi  kebijakan  pembelian  aset  yang  agresif.  BoE  telah  memberi  kejutan  pada  pasar  dalam  sidangnya  di  pekan  sebelumnya  setelah  berjanji  akan  mempertahankan suku bunga rendah.  


JAPAN
• Industrial output Jepang naik 1.9 persen pada bulan Mei dari bulan sebelumnya, data revisi menunjukkannya Jumat lalu, memperkirakan bertahannya kenaikan dalam  aktivitas factory berkenaan dengan penguatan permintaan domestik.  

• Gambaran dibandingkan dengan laporan awal dari kenaikan 2.0 persen dan mengikuti kenaikan 0.9 persen pada bulan April. Indeks capacity utilisation naik 2.3 persen  pada bulan Mei dari awal bulan menjadi 98.1.  

• Jepang kemungkinan anjlok tahun ini karena top billing pada saham global yang mana didorong dari pelemahan yen kemungkinan untuk melambat disuatu negara  dimana ekspor kurang dari sepertujuh pada total economic output. 


AUSTRALIA
• Indicator Pasar perumahan bergerak menuju pemulihan seiring rekor tingkat suku bunga yang rendah mendorong orang untuk membeli rumah mereka sendiri.

• Mortgage numbers menguat 1,8 persen pada bulan Mei, Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas tingkat suku bunga menjadi 2,75 persen. 

• Kepala riset properti ANZ Paul Braddick mengatakan angka yang menunjukkan tingkat suku bunga yang lebih rendah mendapatkan traksi di pasar perumahan, dengan  sentimen homebuyer tetap kuat. 

• "It stands in pretty stark contrast to the weakness we've seen in a lot of the broader economic data over the last month," ucap Paul.  

• "Markedly  better  housing  affordability,  improved  buyer  sentiment  and  substantial  pent‐up  homebuyer  demand  are  supporting  growth  in  home  sales,  prices  and  lending."  

• Ekonom dari JP Ben Jarman mengatakan nilai pinjaman kepada owner‐occupiers, berbeda dari setiap investor, telah tumbuh hampir delapan persen selama enam  bulan terakhir, pertumbuhan yang terkuat sejak ekspansi pertama akan  homebuyer di tahun 2009. 

• Tetapi meskipun sektor perumahan tampaknya pulih, itu terjadi lebih lambat dari yang diharapkan, kata ekonom senior Westpac Matthew Hassan. 

• "Given the degree of stimulus that we've seen, particularly from interest rate cuts, you might expect a stronger recovery at this stage, so in a sense, it's still a little bit  disappointing," ucap Mr Hassan.  

• "The question is whether that recovery is strong enough, given the drag starting to come through from the mining sector.  "Given where interest rates are and the  requirements for non‐mining sectors to pick up the slack from the mining downturn, there's quite a high hurdle here for maintaining growth." 


SWISS
• Dolar berhasil rebound dan kemudian bergerak relatif stabil terhadap franc Swiss di hari Jumat pasca koreksi tajamnya hari Kamis. Franc melonjak ke level tertinggi 2  pekan  di  hari  Kamis  setelah  Kepala  The  Fed  Ben  Bernanke  menggugurkan  ekspektasi  bahwa  pihaknya  akan  segera  mengurangi  stimulusnya  di  bulan  September,  dimana telah memicu aksu jual dolar. 

• Sebelum muncul kmentar Bernanke, pelaku pasar awalnya optimis bahwa The Fed akan segera mengurangi atau mengakhiri program pembelian asetnya menyusul  rilis data ekonomi AS yang belakangan membaik. 

• Namun demikian, analis memprediksi bahwa franc Swiss masih berpotensi melemah terhadap dolar meskipun tidak setajam seperti bulan Juni lalu. 

• Dolar  bergerak  cukup  stabil  terhadap  franc  di  sekitar  0.9465  franc  dibandingkan  penutupan  New  York  hari  Kamis.  Sedangkan  euro  melemah  terhadap  franc  dan  bergerak di sekitar 1,2360 franc, turun 0,3%. 


• Adapun sejumlah data ekonomi Swiss yang akan dicermati pasar dalam pekan ini antara lain data producer/import prices periode Juni (Senin), ZEW investor sentiment  periode Juli (Rabu) dan trade balance periode Juni (Kamis). 

Friday, July 12, 2013

Headline News 12.07.13

US & GLOBAL
• Bursa saham dunia mencatat kenaikan di hari Kamis, dengan indeks Dow dan S&P 500 menembus level penutupan tertingginya sepanjang masa, sementara dolar jatuh setelah Ketua The Fed Ben Bernanke mengisyaratkan bank sentral belum akan mengurangi stimulusnya dalam waktu dekat.

• Harga tembaga dan emas juga naik menyusul pandangan bahwa berlanjutnya stimulus The Fed dan bank sentral lainnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi global.harga tembaga menembus level tertinggi selama hampir sebulan.

• Bernanke mengatakan pada hari Rabu bahwa pesan keseluruhan dari bank sentral adalah bahwa "kebijakan yang sangat akomodatif diperlukan di masa mendatang." Pernyataan ini telah cukup mengubah pandangan investor, meskipun hasil minutes dari sidang The Fed bulan Juni menunjukkan separuh dari anggota The Fed memperkirakan program stimulus $85 milyar per bulan akan segera berakhir di akhir tahun.

• Program stimulus The Fed telah menjaga suku bunga tetap rendah dan membantu mengangkat bursa saham AS ke rekor tertingginya tahun ini. Investor khawatir pemulihan ekonomi AS akan terhambat jika The Fed menghapus program stimulus tersebut dalam waktu dekat.

• Di Wall Street, Nasdaq ditutup di level tertinggi sejak Oktober 2000. Setelah menembus level rekor tertinggi pada 21 Mei, S&P di bulan Juni membukukan penurunan bulanan untuk pertama kalinya dalam 8 bulan terakhir setelah Bernanke mengisyaratkan The Fed akan segera menarik stimulusnya tahun ini.

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 169,26 poin atau 1,11% untuk ditutup di 15460,92. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 22,40 poin atau 1,36% di 1675,02. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 57,55 poin atau 1,63% di 3578,30.

• Indeks ekuitas global MSCI melonjak 1,9%, sementara FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup naik 0,6%.

• Indeks dolar, sebagai barometer nilai tukar dolar terhadap 6 mata uang utama dunia, jatuh ke 82,412, level terendahnya sejak 25 Juni dan turun 2,8% dari level tertinggi 3 tahun di 84,753 yang dicapainya di hari Selasa. Indeks dolar terakhir tercatat melemah 1,5% di 82,750.

• Volatilitas pada mata uang, saham dan obligasi dalam beberapa pekan terakhir telah memberikan gambaran betapa sulitnya bagi The Fed dan bank sentral dunia lainnya untuk mengubah rencana stimulus mereka tanpa menyebabkan banyaknya gangguan di pasar.

• Obligasi Portugis, Spanyol dan Italia dan pasar saham Lisbon <. PSI20> melemah karena ketegangan terus berlanjut seputar utang negaranegara zona euro.

• Harga obligasi pemerintah AS naik berkat komentar Bernanke, yang memberi kepastian pada pasar bahwa bank sentral AS akan menjaga suku bunga tetap rendah mendekati 0% untuk jangka waktu yang lama.

• Para pelaku pasar mengatakan pernyataan Bernanke setidaknya secara tidak langsung membantu lelang obligasi Departemen Keuangan tenor 30 tahun senilai $13 milyar, mengurangi kegelisahan tentang jangka waktu penerapan kebijakan moneter.

• Kenaikan jobless claims di pekan lalu yang diluar dugaan juga menjadi faktor lain dibelakang maraknya minat terhadap obligasi AS. Treasury tenor 10 tahun naik 28/32 dengan yield 2,5683 persen.

• Harga kontrak tembaga tenor 3 bulan ditutup naik $175 di $7000 oer ton di London Metal Exchange. Harga mencapai level puncak di $7049,25 selama sesi kemarin, level tertinggi sejak 18 Juni. Sementara harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus berakhir naik 2,6% di $1279,90 per ons, setelah sempat mencatat intraday high di $1297,20, yang merupakan level tertinggi 2‐1/2 minggu.

• Harga minyak berjangka jatuh. Brent crude oil futures <LCOc1> turun 78 sen ke $107.73 setelah laporan bulanan IEA menghapus sentimen positif di pasar. U.S. crude <CLc1> mencatat kejatuhan terparahnya dalam 3 pekan akibat aksi ambil‐untung investor pasca kenaikan tajamnya selama 3 pekan. Harga minyak turun $1,61 di $104,91 per barel setelah mencapai puncak di $107,45 sebelumnya.



GOLD & COMMODITIES
• Emas naik 1,3 persen mendekati level tertinggi 3 pekan pada sesi perdagangan Kamis, dengan spread yang cukup mencolok sebesar 1.300 dollar/ounce, seiring investor berbondong‐bondong ke pasar emas dengan tujuan untuk lindung nilai setelah Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke menegaskan kembali bahwa stimulus moneter akan tetap dilaksanakan untuk beberapa waktu.

• Bullion memperpanjang kemenangan beruntun untuk hari keempat berturut‐turut setelah Bernanke pada hari Rabu mengatakan dalam sebuah konferensi ekonomi di Cambridge, Massachusetts bahwa "highly accommodative policy is needed for the foreseeable future."

• Komentar Bernanke, yang memicu rally Wall Street dan kerugian dalam dolar, terjadi setelah pertemuan Fed bulan Juni menunjukkan banyak pejabat ingin bahwa jaminan kerja lebih besar sebelum tidak memberikan stimulus perekonomian.

• "Investors prefer to focus on the probability that the Fed will remain easier for far longer," ucap Edward Meir, metals analyst di INTL FCStone.

• Sebelum perdagangan hari Rabu, ekonom memperkirakan bank sentral AS mungkin mulai skala kembali melakukan pembelian obligasi bulanan pada bulan September sebesar 85 milyar dollar.

• Harga spot emas meningkat sebanyak 2,7 persen menjadi 1,298.36, dollar/ounce tertinggi sejak 24 Juni. Itu terakhir diperdagangkan naik 1,4 persen menjadi 1,281.40 dollar/ounce.

• US Comex emas berjangka <GCQ3> ditutup naik 32,50 dollar dengan nilai 1,279.90 dollar/ounce, dengan volume perdagangan mencapai 225.000 lot.


OIL & COMMODITIES
• Crude oil AS telah melemah tajam dalam level terendah tiga minggunya Kamis lalu, merosot dari level tertinggi dalam 15 bulannya karena  para  trader  melakukan  aksi  ambil  untung  dari  rally  tiga  minggunya  yang  mengangkat  harga  kembali  untuk  melakukan  penyesuaian  pasarnya. 

• Kekhawatiran mengenai pengintensifan pengetatan pasokan minyak pada Cushing, Oklahoma, membawa poin untuk mengangkat kenaikan  harga pada crude AS vs Brent bulan ini. Bahwa rally menunjukkan tanda‐tanda untuk breaking Kamis ini, dengan Brent/WTI melemah untuk  mendekati $3 setelah menyentuh $1,32, level tersempit sejak akhir tahun 2010. 

• "The rally overextended itself and the market's been a little overdone for some profit‐taking," dikatakan Gene McGillian,  seorang analis  pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut. 

EURO ZONE
• Jens Weidmann pembuat kebijakan ECB pada hari Kamis mengatakan bahwa Bank Sentral Eropa tidak "tied itself to the mast" terhadap saran akan tingkat suku bunga  rendah. 

• ECB mengatakan pekan lalu akan mempertahankan suku bunga pada tingkat ini atau lebih rendah untuk "jangka waktu yang panjang" ‐ penggunaan pertama dari apa  yang disebut maju bimbingan. 

• Komentar baru dari Ketua Fed Ben Bernanke memicu gejolak lebih pada hari Kamis dimana ECB mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam  menanggapi volatilitas pasar, yang terjadi setelah Federal Reserve AS bulan lalu menetapkan sebuah rencana untuk mulai memperlambat stimulus.  

• kepastian tentang kapan The Fed akan mengakhiri stimulus, pasar sedang mencoba untuk menilai berapa lama "periode panjang" tingkat rendah ECB bisa bertahan ‐  nada berbagai komentar dari pembuat kebijakan ECB selama sepekan terakhir. 

• Weidmann,  seorang  pembela  gigih  mandat  ECB  untuk  menahan  inflasi,  menekankan  bahwa  stance  kebijakan  moneter  ECB  itu  tergantung  pada  perkembangan  ekonomi. 

• "It is not an absolute advanced commitment of the interest rate path," ucapnya dalam sebuah pidato di Munich. "The ECB Council has not, like Odysseus, simply tied  itself to the mast."


U.K.
• Sterling menjauhi level terendah 3 tahun terhadap dolar pada hari Kamis menyusul dolar menghadapi tekanan setelah komentar Ketua The Fed  memicu keraguan  mengenai kapan kiranya stimulus moneter akan segera dicabut. Yields pada Treasury AS turun setelah komentar Ben Bernanke dan spread dengan obligasi Inggris  menyempit, menawarkan penangguhan tekanan untuk pound Inggris yang telah kehilangan lebih dari 7 persen terhadap dolar tahun ini. 

• Sterling terkoreksi ke level terendah 3 tahun di $1,4814 pada hari Selasa, dipicu perbedaan pandangan kebijakan antara The Fed dan BoE. Sementara BoE berjanji  untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk mendorong pemulihan ekonomi yang tengah berlangsung saat ini, The Fed justru terlihat siap untuk mengurangi  program pembelian obligasinya, yang kemungkinan secepatnya akan dilakukan di bulan September.  

• Namun dalam pidatonya Kamis pagi kemarin, Bernanke mengatakan bank sentral AS akan terus mengupayakan kebijakan moneter yang akomodatif untuk saat ini  karena  tingkat  inflasi    yang  masih  rendah  dan  tingkat  pengangguran  yang  masih  membayangi  sektor  tenaga  kerja.  Hal  ini  yang  akhirnya  membuat  investor  mempertimbangkan kembali ekspektasi mereka sebelumnya mengenai pengurangan stimulus The Fed di bulan September. 

• Sementara itu, minutes dari hasil sidang BoE akan dirilis Rabu pekan depan dan investor akan mencermatinya untuk melihat apakah gubernur BoE yang baru, Mark  Carney,  akan  mengadopsi  kebijakan  pembelian  aset  yang  agresif.  BoE  telah  memberi  kejutan  pada  pasar  dalam  sidangnya  pekan  lalu  setelah  berjanji  akan  mempertahankan suku bunga rendah. 



JAPAN
• Bank of Japan mengatakan negara dengan ekonomi terbesar ketiga didunia ahirnya mengalami recovery karena menjaga kebijakan moneter bertahan, gambaran yang lebih optimistik dalam dua setengah tahun yang merefleksikan pengaruh dari pelemahan yen dan stimulus moneter yang besar‐besaran dalam aktivitasnya.

• Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mengatakan Kamis lalu dengan ekonomi luar negeri melemah daripada ekspektasi yang akan mengimbangi membaiknya pembelanjaan konsumen domestik dan naiknya pembelanjaan modal, dan sehingga masih confident dari meeting target dari kenaikan inflasi menjadi 2 persen kirakira dalam dua tahun.

• Japan kemungkinan menekan Cina pada global meeting minggu depan untuk lebih banyak informasi mengenai perlambatan dalam perekonomian terbesar kedua didunia itu dan resiko mencatatkan sistem perbankan "shadow", diplomat utama Tokyo mengatakannya Kamis lalu.

• Pasar global finansial telah ditekan oleh pertumbuhan yang goyah dan stabilitas keuangan di Cina, selain kekhawatiran atas capital outflows dari pasar berkembang, karena investor mengantisipasi the Fed AS akan menurunkan kebijakan moneter.

• Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan Kamis lalu bahwa ekonomi negara dan harga‐harga bergerak kira‐kira sejalan dengan proyeksi bank sentral yang dibuat bulan April.

• "Overseas economies are somewhat weaker than expected while domestic demand is somewhat stronger than expected," Kuroda mengatakan dalam konferensi berita.

• "Taken together, economic growth is moving in line with prior expectations."



AUSTRALIA
• Queensland Premier Campbell Newman menargetkan tingkat pengangguran sebesar 4,0 persen namun tergelincir jauh dengan tingkat pengangguran tertinggi dalam hampir satu  decade yang pernah tercatat. 
• Tingkat pengangguran meningkat sebesar setengah persen pada bulan  Juni menjadi 6,4 persen,  jauh di  atas  rata‐rata nasional sebesar  5,7 persen dan  tingkat pengangguran  negara tertinggi sejak Oktober 2003. 
• Queensland kini memiliki tingkat pengangguran tertinggi kedua setelah Tasmania. 
• Angka‐angka pengangguran yang cukup memprihatinkan ini jauh dari janji kampanye Mr Newman untuk menurunkan tingkat pengangguran menjadi 4,0 persen selama enam  tahun. 
• Deputi Pemimpin Oposisi Tim Mulherin mengatakan Queensland akan mundur. 
• "These are shocking figures that are an indictment on the Newman government's economic management," ucap dia.  
• Ia menyalahkan tingkat pengangguran pekerjaan pelayanan publik besar‐besaran dari pemerintah Newman dan pemotongan anggaran. 
• Queensland memiliki 13.700 full‐time jobs sejak Campbell Newman memimpin. 
• Perdana Menteri Kevin Rudd pada Kamis mengibaratkan Queensland sebagai contoh dari apa yang bisa terjadi pada negara di bawah Pemimpin Oposisi Tony Abbott "slash and  burn" tentang rencana penghematan bagi bangsa ini. 
• "We have seen how that works in Queensland under Campbell Newman where business and consumer confidence has been shaken by the sacking of thousands of people, and the  shrinking of critical government services," ucap Kevin rudd. 


SWISS
• Franc Swiss menguat pada hari Kamis, seiring dengan naiknya euro atas dolar, setelah komentar dovish (pro pelonggaran moneter) dari Ketua Federal Reserve AS Ben  Bernanke memukul nilai dolar. 
• Bernanke mengatakan bank sentral AS akan terus mengupayakan kebijakan moneter yang akomodatif untuk saat ini karena tingkat inflasi  yang masih rendah dan  tingkat  pengangguran  yang  masih  membayangi  sektor  tenaga  kerja.  Hal  ini  yang  akhirnya  membuat  investor  mempertimbangkan  kembali  ekspektasi  mereka  sebelumnya mengenai pengurangan stimulus The Fed di bulan September. 
• Franc menguat terhadap euro, tetapi analis di Credit Agricole mengatakan mereka memperkirakan keuntungan akan dibatasi, menyusul perubahan kebijakan moneter  Bank Nasional Swiss nempaknya belum mungkin dilakukan untuk saat ini. 

• Dolar terkoreksi ke 0,9404 franc, level terendahnya sejak 27 Juni, dan terakhir terpantau bergerak di kisaran 0,9460 franc, atau turun 1,3% dari penutupan New York  hari Rabu. Sedangkan euro melemah 0,3% terhadap franc ke sekitar 1,2390 franc. 

Wednesday, July 10, 2013

Headline News 10.07.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global melanjutkan keuntungannya pada hari Selasa dan dolar menembus level tertinggi 3 tahun, dipicu optimisme diantara investor setelah laporan awal yang menggembirakan untuk musim laporan laba perusahaan AS dan rilis positif data pekerjaan AS.

• Investor cenderung optimis laporan laba akan melampaui ekspektasi. Sementara turut menambah optimisme adalah laporan pekerjaan AS yang meningkat di bulan Mei, memberikan indikasi positif untuk pasar tenaga kerja AS.

• Pasar ekuitas awalnya merespon positif laporan laba produsen alumunium, Alcoa, setelah membukukan laba yang menggembirakan di hari Senin. Sebanyak 9 dari 10 sektor industri mengalami peningkatan. Saham industri dan material mencatat kenaikan terbesar, meskipun Alcoa ditutup melemah 0,01% di $7,91 per saham usai dibuka menguat. Alcoa mengatakan pihaknya melihat adanya pertumbuhan permintaan global yang solid di tahun ini. Indeks S&P 500 ditutup melemah 1% di bawah level penutupan tertingginya sepanjang masa di 1669,16 yang dicapai pada 21 Mei lalu.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 75,65 poin atau 0,50% di 15300,34. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 11,86 poin atau 0,72% di 1652,32. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 19,43 poin atau 0,56% di 3504,26.

• Berdasarkan data Thomson Reuters hingga awal Selasa, ekspektasi analis untuk laporan laba perusahaan S&P 500 akan naik 2,9% di kuartal kedua dari setahun lalu, sedangkan pendapatan diperkirakan akan meningkat 1,5%. Dari 23 perusahaan yang tergabung kedalam indeks S&P 500 yang
telah melaporkan hasil labanya, 65,2% berhasil melampaui ekspektasi analis, 21,7% sesuai ekspektasi dan 13% di bawah ekspektasi.

• Saham perusahaan tambang turut mendukung kenaikan saham Eropa ke level penutupan tertingginya dalam sebulan, dipicu laporan laba dan pendapatan Alcoa yang melampaui ekspektasi dan membantu mendukung sentimen positif di sektor tersebut. Komentar dari Deutsche Bank juga turut memberi dukungan positif pada saham‐saham sumber daya (resource), yang mana masih mencatat turun 27,7% tahun ini akibat kekhawatiran earnings.

• FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> menembus level tertingginya dalam sebulan sebelum memangkas keuntungannya, menyusul kesepakatan untuk memberikan Yunani angsuran bailout terbaru senilai 68 milyar euro telah mendukung suasana optimis. Indeks saham Eropa naik 0,79% untuk ditutup di 1188,95. Sedangkan indeks ekuitas global dalam MSCI naik 0,75%.

• Yunani mengatakan, kesepakatan telah membantu obligasi Yunani dan Portugal melanjutkan apresiasinya dalam beberapa hari terakhir. Hal ini juga turut mengangkat nilai tukar euro dari posisi terendah 7 pekan sejak ECB memperjelas sikapnya di pekan lalu yang berencana memangkas kembali suku bunganya.

• Euro jatuh ke level intraday low terhadap dolar setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's memangkas peringkat utang Italia. Euro jatuh serendah $1,2754, level terendah 3 bulan, dan terakhir tercatat melemah 0,638% di sekitar $1,2781.

• Dolar menguat menembus level tertinggi 3 tahun belakangan ini terhadap sejumlah rival utamanya, dimana investor memprediksi apresiasi akan berlanjut menyusul The Fed bersiap untuk mengurangi program stimulusnya. Kenaikan terbesar dolar adalah terhadap sterling setelah rilis data ekonomi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan menyeret sterling mendekati level terendah 3 tahun dan mempertegas perbedaan kebijakan moneter antara Inggris dan AS. Indeks dolar naik 0,53% di 84,636.

• Euro memperoleh sejumlah dukungan setelah Yunani mengamankan bantuan untuk mencegahnya dari gagal bayar di bulan Agustus, namun komentar dari anggota ECB Joerg Asmussen memberi tekanan.

• Harga Treasury AS stabil setelah investor bersiap untuk penjualan $32 milyar obligasi tenor 3 tahun, bagian pertama dari $66 milyar couponbearing supply dalam pekan ini. Treasury tenor 10 tahun stabil dengan yield 2,677 persen.

• Perdagangan minyak Brent dan kontrak berjangka minyak mentah AS terlihat lesu ditengah tipisnya volume transaksi, dengan keuntungan menutup akhir sesi yang didorong oleh kenaikan pasar saham. Perdagangan melemah di awal sesi karena kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah membuat investor waspada. Brent <LCOc1> ditutup naik 38 sen menjadi $107,81 per barel. Minyak mentah AS naik 39 sen untuk menetap di $103,53 per barel. Setelah tutup pasar, harga minyak mentah AS melonjak lebih dari 1 persen menyusul rilis data American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah turun sebesar 9 juta barel, terhadap perkiraan untuk 3,3 juta barel. US light crude futures naik ke level tertinggi di $104,76.



GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat level tertinggi penutupan perdagangan satu pekan pada hari Selasa, karena dolar stabil di bawah level tertinggi tiga tahun dan data inflasi China meningkatkan daya tarik logam sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga di negara terbesar kedua di dunia pembeli logam.

• Data hari Selasa menunjukkan inflasi konsumen tahunan China meningkat cepat lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni.

• Harga spot emas menguat ke level tertinggi sejak 2 Juli di 1.260 dollar/ounce sebelumnya, dan diperdagangkan pada 1,254.71 dollar/ounce, naik 1,3 persen. Peningkatan yang terjadi memberikan indikasi lebih untuk kenaikan terbesar dalam tujuh sesi. Emas Comex <GCcv1> naik 18,50 dollar menjadi 1,253.50 dollar/ounce.

• Dolar berada di sekitar level tertinggi tiga tahun pada hari Senin, meskipun uptrend terlihat ketika Federal Reserve AS akan mulai memperlambat stimulus.

• Keadaan perekonomian akan mendukung kenaikan suku bunga dan meningkatkan dolar, membuat emas kurang menarik.

• Bullion telah jatuh hampir 10 persen sejak Ketua Fed Ben Bernanke mengatakan bulan lalu bahwa perekonomian mulai pulih dan cukup kuat untuk pengurangan stimulus pembelian obligasi bulanan bank sentral AS sebesar 85 milyar sesegera akhir tahun ini.

• Analis mengatakan bahwa pergeseran ke wilayah negatif Gold Forward Offered (GOFO) satu bulan dan tingkat tiga bulan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun juga memberikan Support.

• "It is interesting that in the past 24 hours there has been quite a lot of gold borrowing and the GOFO rate has turned negative," ucap Robin Bhar Societe Generale analyst.

• "Clearly there is some dislocation in the physical market and maybe because demand has been surprisingly strong that that has caused some temporary shortages," dia menambahkan.


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak mentah di kedua sisi Atlantik berakhir dengan peningkatan moderat pada hari Selasa, didukung oleh kemajuan pasar saham dan kekhawatiran atas Mesir. Tapi kenaikan dibatasi oleh dolar AS yang kuat. 

• Spread  nilai  kontrak  minyak  AS  untuk  bulan  Agustus  dan  September  melebar  sekitar  30  sen  ke  level  tertinggi  sebesar  57  sen  setelah  settlement di sesi perdagangan Selasa. 

• Kontrak berjangka U.S crude oil <CLc1> menguat lebih dari 1 dollar/barel setelah rilis data hingga menyentuh level penutupan perdagangan  tertinggi 104,76 dollar/barel. 

• Pada hari Rabu, pemerintah AS akan merilis data laporan persediaan. 

• Kontrak berjangka Brent crude oil <LCOc1> menguat 38 sen hingga menyentuh level 107,81 dollar/barel. Kontrak berjangka Brent crude oil  <LCOc1> ditutup menguat  39  sen dengan nilai  kontrak  103,53  dollar/barel, setelah  sempat ditransaksikan menyentuh level terendah di  level 102,31 dollar/barel. 

• Ketakutan bahwa kekerasan di Mesir dapat memicu konflik lebih luas di Timur Tengah, dimana timur tengah adalah pemasok sepertiga  minyak dunia, terus memberikan dampak bagi harga minyak. 

• "The majority of last week's near $5 gain is on the back of geopolitical risk premium," ucap Gene McGillian, analyst Tradition Energy di  Stamford, Connecticut. 

EURO ZONE
• Lembaga pemeringkat rating Standard & Poor memotong tingkat sovereign credit Italia pada hari Selasa menjadi BBB dari BBB‐plus dan memberikan dampak negatif, mengutip kekhawatiran  tentang prospek perekonomian yang terjebak dalam resesi terburuk sejak Perang Dunia II. 

• Pengumuman tersebut, memberikan dampak kurang baik dan melemahkan euro, pegumuman terjadi sehari sebelum Italia dijadwalkan untuk menjual 9,5 milyar euro Treasury bills di lelang dan  dua hari sebelum rencana penjualan hingga 6,5 miliar euro obligasi jangka menengah dan panjang. 

• "The rating action reflects our view of the effects of further weakening growth on Italy's economic structure and resilience, and its impaired monetary transmission mechanism," ucap S&P dalam  sebuah wawancara. 

• Perekonomian  Italia,  perekonomian  terbesar  ketiga  di  zona  Eropa,  negara  dengan  perekonomian  dimana  perkembangan  telah  menjadi  yang  paling  lamban  di  dunia  selama  lebih  dari  satu  dekade, tertahan karena daya saing yang rendah, sistem politik yang lemah dan utang publik lebih dari 130 persen dari produk domestik bruto. 

• S & P mencatat bahwa output ekonomi turun 8 persen antara kuartal akhir tahun 2007, pada malam krisis keuangan global, dan kuartal pertama tahun 2013, dan mengatakan bahwa data  menunjukkan penurunan tajam untuk tahun secara keseluruhan. 

• Penurunan output perekonomian yang memangkas proyeksi ekonomi setahun penuh dan menunjukkan kontraksi 1,9 persen, sejalan dengan perkiraan oleh Dana Moneter Internasional pekan  lalu. 

• Resesi yang terjadi mempersulit Perdana Menteri Enrico Letta untuk mencapai target anggaran Uni Eropa, sementara ada permintaan pemotongan pajak dari centre‐right coalition partners. 

• "Politically it's not welcome, coming at a time of high tension in the coalition over tax policies," ucap Erik Jones, professor of European studies di Johns Hopkins School of Advanced International  Studies, Bologna.  

• "The ratings agencies, traditionally behind the curve, have woken up late to the fact that Italy won't meet its deficit target," ucap Erik. 



U.K.
• Pemulihan ekonomi Inggris dari resesi terlihat belum merata dan pemerintah masih menunggu untuk beralih kedalam sektor ekspor sebagai penggerak ekonomi seperti yang  telah dijanjikan pasca krisis keuangan. 

• Sektor manufaktur melemah di bulan Mei pada level terpesatnya sejak Januari dan defisit perdagangan mencatat yang terlebar dalam 6 bulan, sebuah kondisi yang meredupkan  indikasi membaiknya perekonomian Inggris. Namun 3 data yang dirilis lebih awal menunjukkan adanya peningkatan pada harga rumah, kepercayaan bisnis dan pertumbuhan  penjualan ritel. 

• Perbedaan  pemulihan  di  sejumlah  sektor  ekonomi  nampaknya  sebagai  akibat  diberlakukannya  stimulus  darurat  oleh  BoE  dan  pemerintah,  yang  termasuk  mendukung  pasar  perumahan. 

• Sterling  melanjutkan  koreksinya  dan  jatuh  ke  level  terendah  3  tahun  terhadap  dolar  pasca  rilis  data  manufaktur  yang  lebih  rendah  dari  perkiraan,  yang  mana  telah  mempertahankan ekspektasi untuk diberlakukannya kebijakan moneter lebih agresif oleh BoE. Memburuknya data defisit perdagangan dan komentar dari IMF bahwa pemulihan  ekonomi Inggris masih lemah, turut menekan mata uang Inggris tersebut. Sterling jatuh ke $1,4814, turun hampir 1%, dan mencatat level terendahnya sejak Juni 2010. Sedangkan  euro memangkas keuntungannya dan kemudian bergerak relatif stabil terhadap sterling di sekitar 0,8605 pound. 


JAPAN
• Untuk pertama kalinya dalam enam bulan, percobaan ekonomi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tersandung di bulan Mei di tengah volatilitas pasar saham dan pasar obligasi. Tetapi penurunan dalam Breakingviews Abenomics Index menjadi 93,8, di bulan Mei dari 94,4 pada bulan April, mungkin sementara saja menyusul deflasi terus mereda. Penurunan tersebut adalah yang pertamakalinya sejak November tahun silam.

• Sebanyak 6 dari 10 komponen dalam indeks mengalami penurunan. Harga saham turun, ekspektasi inflasi memburuk, imbal hasil obligasi naik, surplus current account mengecil dan upah serta kredit bank melemah. Sedangkan yang memberi kontribusi positif pada indeks antara lain inflasi (harga konsumen) turun pada level yang lebih rendah di bulan Mei, volume belanja meningkat, manufaktur juga meningkat dan new housing starts mempercepat laju pertumbuhannya dalam 2 bulan terakhir.

• Pemerintah Jepang berncana untuk mengadopsi barometer inflasi yang berbeda untuk bank sentral, sebuah langkah yang berpotensi memperlama pendeklarasian negara bebas dari deflasi dan memberi amunisi bagi politisi pendukung kebijakan moneter longgar. Paket “Abenomics” Perdana Menteri Shinzo Abe untuk belanja pemerintah dan uang murah dari BOJ telah memicu naik tajamnya harga saham dan melemahkan yen tahun ini.

• Sementara bank sentral menargetkan kenaikan 2% untuk inflasi inti (core CPI) tahunan atau inflasi diluar harga makanan,pemerintah juga berencana untuk mengggunakan "corecore" CPI, yang juga diluar harga minyak. Perubahan ini secara efektif akan meningkatkan standar untuk tujuan inflasi Abe, yang berarti bahwa kenaikan harga energi tidak akan dimasukkan kedalam perhitungan. Keputusan untuk beralih ke "core‐core" CPI dimaksudkan untuk membantu memastikan bahwa negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut benar‐benar telah terbebeas dari cengkeraman deflasi.

• Core CPI berhenti turun di bulan Mei dan banyak ekonom memprediksi core CPI akan merangkak naik di atas level 0%. Meredanya deflasi sebagian disebabkan oleh naiknya harga impor minyak dan gas alam akibat melemahnya yen dan terhentinya pembangkit listrik tenaga nuklir pasca gempa dan tsunami di tahun 2011. Sedangkan kondisi yang kontras terlihat pada core‐core CPI, meskipun penurunannya terlihat berkurang, namun masih mencatat ‐0,4% y/y di bulan Mei. Kalangan ekonom memprediksi core‐core CPI akan menjadi positif di akhir tahun ini, meskipun pemerintah mengatakan pandangan tersebut terlampau optimis.


AUSTRALIA
• Kondisi bisnis perdagangan terburuk dalam empat tahun bisa mengakibatkan Reserve Bank of Australia (RBA) mengambil sikap untuk memangkas suku bunga pada awal bulan Agustus

• Federal Bendahara Chris Bowen mengatakan survei bisnis bulanan National Australia Bank dirilis pada Selasa menyoroti tantangan global dan struktural yang dihadapi perekonomian.

• Tetapi oposisi mengatakan ketidakpastian atas waktu pemilihan memiliki dampak negatif pada perekonomian Australia yang sudah rapuh.

• Survei NAB untuk bulan Juni dirilis melemah ke level terendah sejak Mei 2009, sedangkan tingkat kepercayaan adalah datar tanpa perubahan.

• Kondisi pertambangan dan manufaktur yang sangat lemah, sementara ritel merosot ke tingkat yang belum pernah tersentuh sejak survei dimulai pada tahun 1997.

• Dalam sebuah laporan mengatakan bahwa "All of this weakness has come about despite relatively easy monetary policy settings and the recent depreciation of the Australian dollar, which should be helping to improve Australia's competitiveness,".

• Indeks kondisi bisnis turun menjadi minus delapan untuk bulan Juni dari minus empat dalam bulan Mei, sedangkan tingkat kepercayaan naik menjadi nol dari minus satu.

• NAB mengatakan prospek kegiatan usaha tetap mengkhawatirkan, dengan perintah maju, saham, kondisi kerja dan pemanfaatan kapasitas semua di bawah rata‐rata historis.

• Sebuah perbaikan kecil dalam kepercayaan bisnis perusahaan dapat berdampak baik ke depan terhadap melemahnya dolar.


SWISS
• Franc Swiss dan juga euro melemah terhadap dolar pada hari Selasa, dimana trader masih menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai kapan kiranya The  Fed akan mengakhiri program stimulus moneternya ketika minutes dari sidang The Fed dirilis hari Rabu malam (Kamis dini hari). 

• Investor tertarik memburu dolar setelah The Fed memberikan sinyal akan  mengurangi/mengakhiri program pembelian  aset seiring membaiknya kondisi  ekonomi AS. 

• Sementara ECB di pekan lalu bertekad akan mempertahankan suku bunga di rekor terendah dalam periode yang lebih lama. 

• Adapun data ekonomi yang dirilis Selasa menunjukkan data penjualan ritel Swiss tercatat naik 1,8% y/y di bulan Mei dan turun 0,1% m/m. 


• Dolar melejit ke 0,9751 franc, level tertinggi sejak 29 Mei dan terakhir bergerak di sekitar 0,9740, atau naik lebih dari 1%. Sedangkan euro melanjutkan  rally‐nya atas franc dan terakhir bergerak menguat 0,3% di sekitar 1,2440 franc. 

Monday, July 8, 2013

Headline News 08.07.13

US & GLOBAL
• Bursa  saham  AS  melonjak  1%  pada  perdagangan  hari  Jumat,  sementara  dolar  juga  menguat  dan  harga  Treasury  turun  setelah rilis optimis data pekerjaan AS. Pertumbuhan pekerjaan di AS dirilis lebih baik dibanding perkiraan di bulan Juni dan  pertumbuhannya  dalam  2  bulan  terakhir  juga  mengalami  revisi  naik.  Yield  obligasi  naik  tajam,  menembus  level  tertinggi  sejak Agustus 2011, setelah data tersebut memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan segera memulai memangkas program  stimulusnya, yang dikenal dengan sebutan quantitative easing (QE) secepatnya di bulan Septenber. 

• Non‐farm payrolls naik 195.000 di bulan Juni dan tingkat pengangguran stabil di level 7,6%. Kalangan ekonom dari Goldman  Sachs  dan  JPMorgan  merevisi  pandangan  mereka  sebelumnya  mengenai  kebijakan  The  Fed,  dimana  saat  ini  mereka  meyakini bahwa program pembelian obligasi akan segera dikurangi di bulan September. 

• Setelah tutup pasar di New York,  Dow Jones industrial average <.DJI> naik 147,29 poin atau 0,98% ke 15135,84, sedangkan  S&P 500 <.SPX> bertambah 16,48 poin atau 1,02% ke 1631,89 dan Nasdaq Composite <.IXIC> naik 35,71 poin atau 1,04% ke  3479,38. 

• Indeks saham global MSCI turun 0,03%. 

• Meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi pembelian obligasi telah memicu yield Treasury tenor 10 tahun  ke level tertinggi 2,7324 persen, level tertinggi hampir 2 tahun. Sedangkan yield obligasi untuk tenor 5 dan 7 tahun berada di  level tertinggi sejak Juli 2011. 

• Data pekerjaan yang kuat juga membuat jelas bahwa kebijakan Federal Reserve akan segera mulai berbeda dari bank sentral  besar lainnya, sehingga mendukung mata uang AS. 

• Dolar menembus level tertinggi 5 pekan terhadap yen dan level puncak 6 pekan terhadap euro. Indeks dolar menembus  level tertinggi dalam 3 tahun. 

• Pasar  ekuitas  awalnya  mendapat  dukungan  dari  komentar  bank  sentral  Inggris  dan  juga  Eropa  pada  hari  Kamis,  yang  mengisyaratkan mereka belum terburu‐buru untuk mengurangi stimulusnya. Namun kondisi berbalik di hari Jumat dimana  ekuitas mengalami koreksi. FTSEurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 1,3% setelah naik 2,4% di hari Kamis.   

• Pasar AS tutup pada hari Kamis berkenaan dengan hari libur nasionalnya, Independence Day.  

• "The data is strong enough that it validates the ECB's (European Central Bank) and BOE's (Bank of England) attempts to try  to distinguish their policy actions from those in the U.S.," kata Alan Ruskin, head of G10 FX strategy pada Deutsche Bank di  New York.  

• Euro melemah 0,6% terhadap dolar di $1,2831 setelah menembus $1,2805, level terendahnya sejak 20 Mei. Terhadap yen,  dolar menembus level puncak di 101,22 yen, level tertingginya sejak 31 Mei. Dolar terakhir bergerak di sekitar 101,19 atau  naik 1,2%. 

• Naiknya dolar telah memicu turunnya sejumlah komoditas berbasis dolar dengan harga emas turun 2,1% ke $1223,10 per  ons, sementara tembaga turun 2,6% mendekati $6789 per ton. 

• Brent  crude  <LCOc1>,  naik  2,1%  ke  $107,70  per  barel  setelah  pemimpin  kelompok  yang  menyokong  Presiden  Mesir  Mohamed  Mursi  menyerukan  perlawanan,  memicu  kekhawatiran  eskalasi  konflik  di  negara  tersebut  dan  potensi  untuk  meluas ke tempat lain di Timur Tengah. WTI crude prices <CLc1> naik 2% ke $103,23 per barel, level tertinggi 14 bulan. Brent  mencatat  naik  5,4%  yang  merupakan  kenaikan  mingguan  terbesarnya  sejak  Juni  2012  ,  sedangkan  WTI  naik  7,1%  dalam  sepekan, kenaikan terbesarnya sejak akhir Februari 2011. 



GOLD & COMMODITIES
• Kekhawatiran  tentang  kapan  bank  sentral  AS  bisa  mulai  memangkas  stimulus  dan  telah  memicu  turbulensi  major  asset  utama di seluruh dunia.  

• "The jobs numbers we got today simply reinforce the market's forward‐looking position on where gold is likely to be down the  road," ucap Frank McGhee, head precious metals trader di Integrated Brokerage Services, Chicago.  

• "The market is looking 6 to 8 months out, pricing gold in a rising interest rates environment."  

• Harga  spot  emas  turun  <XAU=>  sebanyak  3,3  persen  ke  sesi  rendah  dengan  nilai  1,207.50  dollar/ounce.  Ditransaksikan  dikisaran 1.215 dollar, masih turun hampir 3 persen dan selama satu pekan berturut‐turut mengalami kerugian. 

• Emas berjangka AS untuk <GCcv1> Agustus turun 3,1 persen dengan nilai 1,212.70 dollar/ounce. 


OIL & COMMODITIES
• Harga oil naik mendekati $2 per barel Jumat lalu untuk mencatatkan kenaikan terbesar mingguannya dalam setahun, didorong oleh permasalahan  berkenaan dengan meningkatnya tensi di Mesir dan lebih baik dari ekspektasinya data ekonomi AS. 

• Mendorong  harga  oil  pada  awalnya  untuk  naik  tetapi  mengalami  rally  berikutnya  dalam  harian,  memperluas  kenaikan  mingguan  dalam  menyebarnya spekulasi bahwa pasokan oil US Midwest siap untuk diperketat.  

EURO ZONE
• Indikator yang dirancang untuk memprediksi tren siklus menunjukkan bahwa inflasi zona euro akan meringankan dalam beberapa bulan mendatang setelah tekanan harga tetap bertahan lebih dari tiga tahun pada level terendah pada bulan Mei,

• Eurozone Future Inflation Gauge, diterbitkan oleh Economic Cycle Research Institute, rilis data untuk bulan April 39‐bulan 90,7.

• "Euro zone inflation will remain in a downswing in the months ahead," ucap Lakshman Achuthan, ECRI's chief operations officer.

• Namun, data resmi diawal pekan ini menunjukkan harga konsumen sedang didorong oleh persedian energi yang stabil dan harga pangan. Inflasi naik menjadi 1,6 persen tahun‐ke‐tahun di bulan Juni dari 1,4 persen di bulan Mei.

• Angka inflasi bulan Juni adalah pergerakan naik kedua dari level terendah tiga tahun dari 1,2 persen pada bulan April, meskipun masih di bawah target Bank Sentral Eropa yang hanya di bawah 2 persenn.

• Sebuah penurunan dalam permintaan akan barang modal yang tak terduga sebesar 1,3 persen terhadap German industry orders untuk bulan Mei, menandakan bahwa kerapuhan dalam perekonomian terbesar di Eropa dan harapan yang mengecewakan namun mungkin dapat mendukung pertumbuhan regional.

• Penurunan bulanan kedua dan harga yang telah disesuaikan dengan order dibandingkan dengan perkiraan konsensus dalam jajak pendapat Reuters dari 37 ekonom untuk kenaikan 1,2 persen. Itu penurunan curam daripada perkiraan terendah untuk slide 0,7 persen.

• "The decline is a bitter disappointment," ucap Andreas Scheuerle, economist di Dekabank. "The fall in domestic orders for capital goods is worrying, as this points to a continued weakness in investment."

• Scheuerle mengatakan perusahaan‐perusahaan Jerman telah kembali berinvestasi sejak krisis utang zona euro meningkat pada tahun 2011.

• "We need at long last positive news on the debt crisis to reduce the uncertainty ‐ the events in Portugal were counterproductive in this regard," ucap Scheuerle.


U.K.
• Sterling melemah mendekati level terendah 4 bulan pada hari Jumat terhadap dolar, setelah data pekerjaan AS dirilis optimis dan memperkuat spekulasi akan segera  berakhirnya era stimulus The Fed. 

• Dolar  menguat  mendekati  level  tertinggi  3  tahun  di  84,53  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  dirilisnya  data  pekerjaan  AS  yang  lebih  baik  dari  perkiraan  dan  memperkuat  dugaan  untuk  segera  diakhirinya  program  pembelian  obligasi  oleh  The  Fed  secepatnya  di  bulan  September.  Futures  traders  juga  berspekulasi  bank  sentral AS akan mulai menaikkan suku bunga jangka pendek di bulan September tahun depan, sebuah langkah yang akan membuat aset‐aset dolar menjadi lebih  menarik. 

• Hampir keseluruhan laporan data pekerjaan AS untuk bulan Juni memberikan dampak positif bagi pasar, mengisyaratkan pasar tenaga kerja AS cenderung stabil.  Sebanyak 195.000 pekerjaan yang tercipta di bulan Juni, lebih banyak dari perkiraan 165.000, sementara tingkat pengangguran stabil sebesar 7,6%. Sedangkan data  payrolls bulan April dan Mei juga mengalami revisi yang menunjukkan terjadi penambahan 70.000 pekerjaan dari laporan awalnya. 

• Sterling  terkoreksi  lebih  dari  1%  di  $1,4890,  setelah  mencatat  intraday  low  di  $1,4855,  level  terendahnya  sejak  12  Maret.  Sedangkan  terhadap  sejumlah  rival  utamanya, sterling turun ke 79,7, level terendah sejak 22 April. Meskipun data ekonomi Inggris belakangan ini dirilis membaik, namun sterling mencatat pelemahan  dalam 3 pekan berturut‐turut. 

• Pasar akan menantikan hasil minutes dari sidang BoE pekan kemarin yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juli yang diharapkan akan memberikan gambaran lebih  jelas mengenai arah kebijakan gubernur BoE yang baru, Mark Carney, sekaligus reaksinya terhadap rilis data ekonomi Inggris yang belakangan ini membaik. 

• Pekan ini pasar akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke di Cambridge, Massachusetts mengenai sejarah 100 tahun bank sentral, catatan kebijakan,  dan  prospek  untuk  masa  depan.  Testimoni  dijadwalkan  akan  dilakukan  pada  Kamis  dini  hari,  tanggal  11  Juli  pukul  03.10  wib  pada  suatu  konferensi  yang  diselenggarakan oleh National Bureau of Economic Research.


JAPAN
• Lebih dari 80 persen dari rumah tangga Jepang mengekspektasi harga‐harga naik setahun dari sekarang, rasio tertingginya yang mendekati lima  tahun,  survei  Bank  of  Japan  menunjukkannya,  suatu  pertanda  janji  bank  untuk  mendorong  inflasi  2  persen  melalui  pembelian  aset‐aset  yang  agresif kemungkinan mengubah persepsi publik bahwa deflasi masih bertahan.  

• Survei  kuartalan  berisi  berita  baik  untuk  para  peritel  di  Jepang.  Sentimen  rumah  tangga  mengenai  ekonomi  dalam  perbaikan  yang  meningkat  dalam  tujuh  tahun  tertingginya,  memperkirakan  bahwa  pembelanjaan  konsumen  kemungkinan  yang  baru‐baru  ini  dapat  mempertahankan  keuntungan meskipun bertumbuh tipisnya upah.  

• Indeks  ekonomi  utama  Jepang  bulan  Mei  menunjukkan  ekonomi  dalam  fase  naiknya  perekonomian  Jepang  yang  telah  berbalik  positif  karena  depresiasi  dari  yen  yang  memicu  harapan  recovery  dalam  ekspor,  mendorong  perusahaan‐perusahaan  untuk  mendorong  produksi,  laporan  pemerintah mengatakannya Jumat lalu.  

• Grup  industri  perbankan  Jepang  mengatakan  akan  memperketat  pengawasan  dari  bagaimana  interbank  lending  rates  diatur,  merespon  untuk  bertumbuhnya ketidakpercayaan publik dalam suku bunga diseluruh dunia sesudah skandal rate‐rigging.  


AUSTRALIA
• Aktivitas di sektor konstruksi Australia telah melemah hingga bulan ke‐37 secara beruntun, namun laju penurunan telah melambat.

• Indeks konstruksi performance dari The Australian Industry Group/Housing Industry Association Australian (PCI) menguat 4,2 poin menjadi 39,5  pada bulan Juni. 

• Perkiraan aktivitas indeks di sektor ini yang berada di bawah 50 menunjukkan aktivitas di sektor ini yang melemah dan menyentuh level terendah  dan semakin besar kecepatan penurunan aktifitasnya. 

• Ai Group director of public policy Peter Burn mengatakan bahwa ada penurunan lanjutan dan memberikan beberapa tanda‐tanda yang baik dalam  new orders dan aktivitas untuk pembangunan perumahan dan komersial sub‐sektor. 

• "This is offsetting the slowing of activity and new orders in engineering construction as the expansion in new capacity in the mining sector is scaled  back," ucap Peter.  

• "There are two key factors that would help lock in the rebalancing of the construction sector: a pick‐up in household and business confidence and a  commitment to a much‐needed program of renewal of the nation's infrastructure."  

• Housing Industry Association chief economist Harley Dale mengatakan sebuah perjalan panjang sebelum sektor konstruksi mulai berkembang. 

• "While the move in June is a step in the right direction, today's figures emphasise the reality that the recovery is fragile," ucap Harley.  


SWISS
• Inflasi tahunan Swiss turun lebih tipis dibanding perkiraan di periode Juni, mengindikasikan kebijakan patokan nilai tukar franc Swiss tengah membantu mengurangi  tekanan deflasi. Inflasi turun 0,1% y/y , dibandingkan ekspektasi terjadi penurunan 0,4% setelah mencatat penurunan 0,5% di bulan Mei sebelumnya. Sedangkan  dalam basis bulanan, inflasi mencatat naik 0,1%, kontras dengan ekspektasi terjadi penurunan 0,1%. Kenaikan inflasi bulanan dipicu oleh naiknya harga buah‐buahan,  sayur‐mayur  dan  produk  minyak  yang  mengimbangi  awal  penjualan  musim  panas  untuk  pakaian  dan  sepatu.  Sementara  penurunan  inflasi  tahunan  adalah  yang  terkecil sejak Oktober 2011. 

• Di bulan September 2011 silam, SNB telah mematok nilai tukar minimum EUR/CHF di 1,20 franc per euro untuk mencegah deflasi. Dalam pernyataannya pekan lalu,  anggota SNB Fritz Zurbruegg mengatakan nilai patokan tersebut akan tetap menjadi instrumen kebijakan SNB, karena tanpanya akan memicu ketidakpastian lebih  lanjut yang akan mendorong penguatan franc terhadap euro. 

• Dalam sidangnya  bulan Juni  lalu, SNB mengatakan  inflasi masih akan rendah untuk masa‐masa mendatang  dan  memangkas proyeksinya untuk inflasi tahun 2013  menjadi ‐0,3% dari ‐0,2%. Sedangkan untuk tahun 2014 dan tahun 2015 bank sentral Swiss masing‐masing memprediksi inflasi akan naik 0,2% dan 0,7%. 

• Dolar  menguat  mendekati  level  tertinggi  3  tahun  di  84,53  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  dirilisnya  data  pekerjaan  AS  yang  lebih  baik  dari  perkiraan  dan  memperkuat  dugaan  untuk  segera  diakhirinya  program  pembelian  obligasi  oleh  The  Fed  secepatnya  di  bulan  September.  Futures  traders  juga  berspekulasi  bank  sentral AS akan mulai menaikkan suku bunga jangka pendek di bulan September tahun depan, sebuah langkah yang akan membuat aset‐aset dolar menjadi lebih  menarik. 

• Hampir keseluruhan laporan data pekerjaan AS untuk bulan Juni memberikan dampak positif bagi pasar, mengisyaratkan pasar tenaga kerja AS cenderung stabil.  Sebanyak 195.000 pekerjaan yang tercipta di bulan Juni, lebih banyak dari perkiraan 165.000, sementara tingkat pengangguran stabil sebesar 7,6%. Sedangkan data  payrolls bulan April dan Mei juga mengalami revisi yang menunjukkan terjadi penambahan 70.000 pekerjaan dari laporan awalnya. 


• Pekan ini pasar akan menantikan testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke di Cambridge, Massachusetts mengenai sejarah 100 tahun bank sentral, catatan kebijakan,  dan  prospek  untuk  masa  depan.  Testimoni  dijadwalkan  akan  dilakukan  pada  Kamis  dini  hari,  tanggal  11  Juli  pukul  03.10  wib  pada  suatu  konferensi  yang  diselenggarakan oleh National Bureau of Economic Research.