title cover

title cover

Friday, July 26, 2013

Headline News 26.07.13

US & GLOBAL
• Dolar dan ekuitas global jatuh dalam perdagangan hari Kamis setelah laporan beragam sejumlah perusahaan dan kekhawatiran baru mengenai pertumbuhan ekonomi di CIna telah menekan sentimen investor, namun lonjakan 30% pada saham Facebook Inc telah berhasil mengangkat indeks saham AS dari keterpurukan.

• Facebook membukukan prosentase kenaikan harian terbesarnya, sehari setelah jejaring sosial No. 1 dunia tersebut melaporkan peningkatan yang lebih baik dari perkiraan untuk mobile advertising. Facebook adalah saham komponen Nasdaq yang paling laris diperdagangkan.

• Di akhir sesi, saham AS berhasil menguat menyusul pasar ekuitas global melemah setelah peringatan laba di Eropa oleh saham kelas berat Jerman BASF dan Siemens. Pendapatan perusahaan Amerika sebagian besar telah gagal untuk mengesankan, meskipun General Motors <GM.N> dan Dow Chemical Co <DOW.N> mencatat hasil yang kuat.

"The market is anticipating a pick‐up in corporate profits, looking to later parts of this year, but we're not seeing robust earnings in the here and now," kata Kevin Caron, market strategist pada Stifel, Nicolaus & Co di Florham Park, New Jersey.

• Dari 233 perusahaan dalam komponen S&P 500 yang telah melaporkan hasil pendapatannya di hari Kamis, 67,8% berhasil melampaui ekspektasi, sedikit lebih baik dibandingkan 4 kuartal terakhir dan di atas prosentase rata‐rata 63% sejak 1994.

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 13,37 poin atau 0,09% di 15555,61. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 4,31 poin atau 0,26% di 1690,25. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> bertambah 25,59 poin atau 0,71% di
3605,19.

• Bursa global dalam indeks MSCI turun 0,.1% sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3>ditutup me;emah 0,45% di 1209,11. Indeks saham di Inggris, Perancis dan Jerman juga ditutup melemah.

• Di London, saham pertambangan menyumbang tekanan yang besar, dipimpin saham Anglo American dan Rio Tinto, seiring karena memuncaknya kekhawatiran tentang Cina menghentikan rally pemulihan di sektor ini.

• Dolar jatuh terhadap euro dan juga yen setelah investor melihat laporan ekonomi yang positif di Eropa, namun meningkatnya rencana belanja bisnis AS di kuartal ketiga bulan Juni belum mampu untuk mendongkrak dolar.

• Obligasi pemerintah Jerman melemah menyusul rilis data ekonomi Eropa yang lebih baik di pekan ini mendorong investor untuk menjauhi aset aman resiko.

• Indeks kepercayaan bisnis Jerman meningkat dalam 3 bulan berturut‐turut di bulan Juli, tingkat pengangguran Spanyol turun untuk pertama kali dalam 2 tahun dan pertumbuhan ekonomi Inggris meningkat di kuartal kedua.

Yield obligasi Jerman tenor 10 tahun naik 3,2 basis poin di 1,67%, sementara Bund futures Jerman melemah 44 poin di 142,28. Sementara untuk Treasury AS tenor 10 tahun naik 1/32 dengan yield 2,579 persen.

• Euro mendekati level puncak 1 bulan di sesi New York pasca rilis survey Ifo Jerman. Indeks kepercayaan bisnis tersebut naik ke 106,2 di bulan Juli dari 105,9 di bulan Juni sebelumnya, sedikit di atas ekspektasi 106,1.

• Indeks dolar turun 0,7% ke 81,683, sementara euro naik ke $1,3295, level tertinggi sejak 20 Juni, dan terakhir tercatat di $1,3291, atau naik 0,7%. Dolar melemah 1,2% terhadap yen di 99,04 yen.

• Harga minyak berhasil naik setelah awalnya sempat tertekan oleh rilis buruk data ekonomi Cina yang menyuramkan prospek permintaan di negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut. Produksi minyak mentah AS menembus level tertinggi selama lebih dari 2 dekade terakhir. Brent crude oil <LCOc1> naik 46 sen ke $107,65 per barel dan U.S. crude futures <CLc1> naik 10 sen di $105,49 per barel.



OIL & COMMODITIES
Harga oil sedikit menguat pada perdagangan yang sepi Kamis lalu dengan dibantu oleh sedikit merosotnya dollar AS, sementara itu gasoline futures anjlok mendekati 4 sen per gallon, ditekan melemah dari cepat turunnya biaya untuk ethanol credit (bahan kimia pengolah bahan bakar).

Dollar AS melemah, dilemahkan dari laporan ekonomi yang positif pada zona euro. Survei oleh Ifo Jerman menunjukkan business morale Eropa lebih baik dari ekspektasinya, yang mana mendorong mata uang Eropa ke level puncaknya terhadap
dollar AS $1,32 per euro.

Pelemahan dollar juga membantu mendorong harga Brent dan oil AS, menurut Phil Flynn, seorang analis pada Price Futures Group di Chicago. Penurunan dollar biasanya mendukung dollar‐denominated commodities.
  • RBOB gasoline futures diperdagangkan merosot 3,7 sen untuk di settle pada $3,0170 per gallon.

EURO ZONE
German business morale menguat tipis untuk bulan ketiga secara beruntun pada bulan Juli memberikan indikasi bahwa perekonomian negara terbesar di Eropa yang membaik dan dirilis dengan tingkat pertumbuhan moderat dalam pemilu tahun ini, meskipun kekhawatiran terhadap zona euro masih membebani trend pemulihan.

• Jerman, negara dengan kekuatan perekonomian yang kokoh dalam tahun‐tahun awal krisis blok mata uang, ekonomi Jerman nyaris mengalami resesi pada awal tahun 2013 seiring memburuknya outlook global dimana ketertaikan akan produk berkurang dan juga kemauan untuk berinvestasi.

• Namun data terakhir menunjukkan pertumbuhan Eropa pulih akibat dampak dari permintaan domestik ‐ kabar baik bagi mitra dagang Jerman dalam zona euro, di mana pertumbuhan industri swasta bangkit kembali di bulan ini.

• Ifo mengatakan pada hari Kamis bahwa indeks iklim bisnis, berdasarkan survei bulanan pada sekitar 7.000 perusahaan, naik menjadi 106,2 pada bulan Juli dari 105,9 di bulan Juni. Menurut jajak pendapat Reuters angka indeks di atas akan dirilis sebesar 106,1 merupakan jajak pendapat Reuters terhadap 40 ekonom.

"July's small rise in the German Ifo adds to evidence that the economy is recovering, but the recovery is likely to be modest," ucap Jennifer McKeown di Capital Economics. "Recent weak hard data on trade and industrial production were a warning not to get too carried away about the speed of the recovery."

• Ekonom Ifo Klaus Wohlrabe mengatakan pihaknya sekarang memperkirakan ekonomi telah meningkat 0,9 persen pada kuartal kedua, menguat setelah hanya meningkat sebesar 0,1 persen dalam tiga bulan pertama 2013, memberikan indikasi pertumbuhan perekonomian selama satu tahun penuh sebesar 0,6 persen.


U.K.
Sterling awalnya jatuh terhadap dolar pada hari Kamis setelah data menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh 0,6% di kuartal kedua, sesuai prediksi pasar namun mengecewakan  sejumlah pelaku pasar yang memprediksi untuk tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. 

Sterling terkoreksi ke level intraday low $1,5264, namun kemudian rebound di sesi New York setelah data ekonomi AS dirilis beragam, dimana membuat investor untuk berhati‐ hati dalam mengantisipasi rilis data PDB‐Q2 AS pada hari Rabu pekan depan. 

Durable goods orders AS naik 4,2% di bulan Juni, namun pengiriman untuk core capital goods ‐‐ yang dugunakan untuk menghitung belanja peralatan dan software dalam laporan  PDB ‐‐ turun 0,9% bulan lalu. Penurunan ini, setelah kenaikan 1,9% di bulan Mei, memberikan indikasi untuk terjadinya pelambatan ekonomi AS di kuartal kedua. Sementara data  lain menunjukkan jobless claims AS meningkat 7000 menjadi 343.000 di pekan lalu.  

Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan PDB‐Q2 AS akan tumbuh 1,4% di kuartal kedua. 

Sterling tercatat bergerak di sekitar $1,5390, naik 0,5% dibandingkan posisi penutupan New York hari Rabu, setelah mencatat intraday high di $1,5433 yang merupakan level  tertinggi sejak 26 Juni. 

Namun pelaku pasar masih terus waspada sebelum muncul laporan Inflasi BoE pada 7 Agustus mendatang dan juga sikap BoE yang kemungkinan akan berjanji di bulan depan  untuk mempertahankan  suku bunga  rendah  hingga  ekonomi  benar‐benar  tumbuh. Pelaku  pasar  juga  tengah menantikan hasil  keputusan  suku  bunga BoE dan  juga  program  quantitative easing di pekan depan. 
  • Meskipun demikian, tren penguatan dolar nampaknya masih akan berlanjut menyusul investor fokus pada kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi stimulus moneternya. 


JAPAN
• Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan Kamis lalu bahwa pentingnya untuk mengambil langkah dalam menurunkan utang pemerintah dan menjamin bahwa keuangan publik membaik.

• "We need to take steady steps toward fiscal consolidation. We must maintain market confidence in Japan's fiscal sustainability," Aso mengatakan dalam seminar di Tokyo.

• Beban utang publik Jepang memburuk ditengah negara‐negra utama yang lebih dari dua kali ukuran ekonomi pada $5 trilyun.

• Pemerintah harus memutuskan pada musim gugur untuk menaikkan pajak penjualan, yang mana adalah langkah penting pertama untuk memperbaiki keuangan publik.


AUSTRALIA
• Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan retail Australia menghadapi tantangan yang cukup besar seiring semakin banyaknya orang menolak paham komersialisme dan memilih untuk menabung untuk pensiun.

• Hampir setengah dari 2.502 responden (BCG) survei konsumen terbaru Boston Consulting Group mengatakan kebanyakan masyarakat lebih suka untuk menyimpan daripada menghabiskan, naik dari 40 persen tahun lalu.

• Banyak yang mengatakan “saving” itu untuk mencoba dan memenuhi biaya pensiun dan kesehatan.

• Meningkatnya persaingan dan kekhawatiran tentang ekonomi juga telah memberikan kontribusi guna berhati‐hati untuk melakukan tindakan konsumsi.

"Australian consumers are threatening to go on strike," ucap BCG's Jane Danziger.

"Fears about the economy and job security are certainly factors, and these have noticeably increased the past year."

• Kebanyakan masyarakat juga mengatakan mereka menolak budaya konsumen modern ‐ 54 persen dari mereka yang disurvei, naik dari 49 persen tahun lalu.

"Australian consumers are increasingly jaded with the very idea of buying new things," ucap Ms Danziger.

"They are becoming quite critical of companies pushing sales in an increasingly difficult economic climate. "The results clearly show retailers would be foolish to pin their hopes for
a spending recovery on an uptick in the Australian economy."

“The increase in online shopping is driven by better range and availability rather than lower prices” ucap Ms Danziger.
  • Riset dari BCG, juga menunjukkan bahwa Australia memiliki frekuensi tertinggi pembelian online dari penujual di luar negeri, dibandingkan dengan negara‐negara maju lainnya.


SWISS
Dolar  terkoreksi  terhadap  franc  Swiss  pada  hari  Kamis  setelah  data  ekonomi  AS  dirilis  beragam,  dimana  membuat  investor  untuk  berhati‐hati  dalam  mengantisipasi rilis data PDB‐Q2 AS pada hari Rabu pekan depan. 

Durable goods orders AS naik 4,2% di bulan Juni, namun pengiriman untuk core capital goods ‐‐ yang dugunakan untuk menghitung belanja peralatan dan  software dalam laporan PDB ‐‐ turun 0,9% bulan lalu. Penurunan ini, setelah kenaikan 1,9% di bulan Mei, memberikan indikasi untuk terjadinya pelambatan  ekonomi AS di kuartal kedua. Sementara data lain menunjukkan jobless claims AS meningkat 7000 menjadi 343.000 di pekan lalu.  

Hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan PDB‐Q2 AS akan tumbuh 1,4% di kuartal kedua. 

Meskipun demikian, tren penguatan dolar nampaknya masih akan berlanjut menyusul investor fokus pada kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi  stimulus moneternya. 


Dolar terakhir tercatat melemah ke 0,9280 franc, level terendahnya sejak 21 Juni, sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0,9290 franc, atau melemah 0,8%. 

Wednesday, July 24, 2013

Headline News 24.07.13

US & GLOBAL
• Bursa saham global naik ke level tertinggi 5 tahun pada hari Selasa, terdorong oleh pandangan bahwa Cina bergerak untuk mendukung pendinginan ekonominya, sementara dolar jatuh ke level terendah 1 bulan. Indeks saham utama AS bergerak tipis, dengan Dow menguat dan Nasdaq terkoreksi setelah laporan laba yang beragam, termsuk dari perusahaan kimia DuPont dan perusahaan asuransi Travelers.

• Indeks Standard & Poor's 500 mengakhiri rally‐nya selama 4 hari terakhir. Indeks awalnya terapresiasi hanya 2 poin di bawah level 1700 sebelum akhirnya kembali melemah. Sedangkan Dow juga mencatat intraday high terbaru.

• Harga tembaga rebound pasca koreksinya di awal sesi, setelah presiden Cina, , Xi Jinping, menekankan tekad pemerintah untuk merestrukturisasi perlambatan perekonomian negara. Yield untuk obligasi Jerman dan AS naik menyusul naiknya harga ekuitas yang menggerus minat terhadap aset
aman resiko.

• Harga minyak juga naik ditengah optimisme pada langkah Cina. Media lokal di Cina melaporkan pemerintah sedang berupaya meningkatkan investasi dalam proyek‐proyek kereta api untuk membantu meringankan kelebihan kapasitas pada baja, semen dan proyek konstruksi lainnya.

"Managing to keep (Chinese growth) above 7 percent will certainly be viewed as a positive stance," kata analis IG Markets Alastair McCaig di London.

• Indeks ekuitas dunia MSCI naik 0,1% ke 376,02, mendekati level tertinggi 5 tahun yang dicapai di bulan Mei.

Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir naik 22,19 poin atau 0,14% di 15567,74. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup melemah 3,14 poin atau 0,19% di 1692,39. Sementarae Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup melemah 21,11 poin atau 0,59% di 3579,27.
Setelah tutup pasar, Apple Inc. <AAPL.O> melaporkan hasil kuartal ketiga lebih kuat dari perkiraan di $7,47 per saham, mengangkat saham produsen iPhone dan iPad sebesar 4,5%. Sebelum mengumumkan hasilnya, saham Apple ditutup melemah 1,7% di $418,99.

• Bursa Eropa berakhir melemah menyusul maraknya tekanan jual, dengan grup seikonduktor STMicroelectronics memimpin pelemahan pasca melaporkan hasil laba yang rendah. FTSE Eurofirst 300 index <.FTEU3> ditutup melemah 0,3% di 1207,16. Produsen chip StMicroelectronics <STMP.PA> merosot 10,4% menjadi 6,735 euro. Namun saham pertambangan menguat menyusul laporan dari Cina, dengan Anglo American <AAL.L> naik 2,1% dan BHP Billiton <BLT.L> naik 2%.

• Di pasar Asia, upgrade untuk outlook ekonomi dari pemerintah Jepang telah mengangkat indeks Nikkei untuk naik 0,82% ke 14778,51.

• Dolar jatuh ke level terendah 1 bulan terhadap sejumlah rival utamanya, setelah rebound gagal berlanjut. Investor kembali menjual dolar setelah melihat The Fed masih akan melanjutkan program pembelian obligasi dan mempertahankan suku bunga rendah untuk mendukung pemulihan ekonomi.

• Meningkatnya ekspektasi bahwa pemerintah Jepang akan tetap berpegang pada kebijakan ekspansif setelah pemilihan umum akhir pekan kemarin telah melemahkan dolar terhadap yen pada hari Senin. Kemenangan dalam pemilihan majelis tinggi parlemen pada hari Minggu telah memperkuat posisi kekuasaan Perdana Menteri Shinzo Abe dan memberinya mandat kuat untuk melanjutkan program merangsang pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di dunia.

• Treasury AS tenor 10 tahun turun 8/32 dengan yield 2,514 persen, naik 3 basis poin. Sedangkan yield Bund Jerman tenor 10 tahun 1,552 persen,
relatif stabil dibandingkan posisi penutupan Senin.

• Indeks dolar terkoreksi 0,3% ke 81,971. Dolar telah melemah 0,12% terhadap yen di 99,50 yen, setelah sempat menembus di atas 100 yen, sementara melemah 0,4% terhadap euro di $1,3231.

• Di pasar komoditas, harga tembaga naik 0,27% di $7048 per ton di London, menghapus kerugiannya 
di awal sesi.

• Harga minyak rebound terkait langkah kebijakan Cina dalam menopang pemulihan ekonominya. Harga minyak Brent naik 27 sen atau 0,25% di $108,42 per barel, sementara harga minyak mentah AS berakhir naik 29 sen atau 0,27% di $107,23 per barel.

• Harga emas berbalik menguat di akhir sesi, mencatat kenaikan 4 hari berturutan. Emas terakhir tercatat naik 0,64% di $1343,50 per ons seiring melemahnya dolar. Emas telah rebound lebih dari $160 dari level terendah 3 tahun di $1180,71 yang dicapai pada 28 Juni.


GOLD & COMMODITIES
• Perdagangan emas menguat ke level tertinggi satu bulan pada hari Selasa seiring para spekulan entry posisi beli dalam keadaan bearish menjelang berakhirnya opsi akhir pekan ini setelah rally logam yang terus berkelanjutan atas ambang batas teknikal 1.300 dollar/ounce telah tertembus pada
sesi sebelumnya.

• Setelah perdagangan sebelumnya sebagian besar tanpa arah, emas mengalami reli pada akhir hari perdagangan musim panas yang tipis sebagai dolar jatuh diminta dana, takut pembalikan tren menurun, untuk menutup posisi pendek mereka.

"There are some options‐related buying as traders cover short positions in the options market, which adds to buying in the underlying futures," ucap David Meger, director of metals trading di futures brokerage Vision Financial Markets.

• Aksi jual yang cukup tajam sejak pertengahan April telah memicu minat dalam menggunakan opsi emas untuk mendapatkan keuntungan dari peningkatan volatilitas.

• Pergerakan harga spot emas menguat 0,6 persen pada 1,342.74 dollar/ounce, setelah mencapai level tertinggi satu bulan di 1,346.11 dollar/ounce.

• Dari awal tahun hingga hari ini, emas masih melemah 20 persen lebih setelah membukukan keuntungan tahunan selama 12 tahun beruntun.

• Emas berjangka AS untuk periode Agustus <GCQ3> melemah 1,30 dollar/ounce menjadi 1,334.70 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 5 persen di atas MA‐30 hari.

• Indikasi tehnikal buying dapat membantu reli emas, kata analis. "A hold above the 50‐day moving average of $1,331 an ounce on the spot market may have provided some support for bullion prices," ucap James Steel, HSBC's chief metal analyst.


OIL & COMMODITIES
Oil futures sedikit menguat Selasa lalu dalam perdagangan yang volatile dalam pandangan yang mendekati kisaran yang berada antara international benchmark Brent dan crude oil futures AS.

Brent premium terhadap oil futures AS yang mana turun tajam minggu lalu dan secara singkat berbalik Jumat lalu, melemah untuk rangkaian dua harinya dalam perdagangan yang berseberangan yang terlihat mendekati $1,75.

Walter Zimmerman, kepala analis teknikal pada United‐ICAP di Jersey, mengatakan bahwa masih terlalu awal untuk mengatakan jika pergerakan menandai pembalikan dari menyempitnya penyebaran, tetapi menambahkan dapat menyeimbang dalam pergerakan kedepannya.

"The bigger picture suggests that WTI just completed a bull market correction, then almost certainly the WTI‐Brent spread is heading higher."

Data inventori mingguan dari American Petroleum Institute merilis Selasa lalu cadangan crude melemah hingga 1,4 juta barrel dalam mingguan hingga 19 Juli, dengan penurunan yang tidak diekspektasi dalam keduanya persediaan gasoline dan hasil penyulingan. Pasar menunggu Energy Information Administration AS Rabu malam ini.

EURO ZONE
Euro zone consumer morale mencapai nilai tertinggi untuk dua tahun pada bulan Juli dan masih di bawah rata‐rata nilai jangka panjang tetapi dengan harapan pemulihan di paruh kedua 2013.

European Commission mengatakan pada hari Selasa bahwa Consumer confidence di 17 negara yang menggunakan mata uang euro meningkat menjadi ‐17,4 poin pada Juli dari ‐18,8 poin pada Juni, mengalahkan ekspektasi pasar untuk naik menjadi ‐18,30 poin.

Peningkatan ini terlihat sebagai yang terbaik sejak Agustus 2011, ketika berada pada nilai ‐16,8. Di seluruh Uni Eropa, indeks kepercayaan konsumen pulih lebih cepat ke ‐14,8 dari ‐17,5 di bulan
Juni.

Consumer confidence yang meningkat memberikan dampak pada sektor manufaktur menjadi lebih baik di pekan ini dan menunjuk ke sebuah pemulihan pada semester kedua tahun ini untuk menarik zona euro keluar dari resesi terpanjang sejak penciptaan mata uang pada tahun 1999.

Consumer optimism adalah sebuah data tentang perekonomian yang masih di bawah rata‐rata jangka panjang di Uni Eropa, bagaimanapun, masih akan berjuang untuk mendukung pemulihan yang diharapkan.

"Euro zone consumers continue to face high and rising unemployment, generally muted wage growth and tight fiscal policy," ucap Howard Archer, chief European economist di IHS Global Insight.
Kepercayaan konsumen naik di seluruh dunia pada kuartal kedua pada tren pekerjaan lebih optimis, keuangan pribadi dan niat belanja di Amerika Serikat, China dan Jepang. Namun, Portugal masih memiliki konsumen yang paling pesimis.

"The main good news for euro zone consumers is that the squeeze on their purchasing power is being limited by generally moderate consumer price inflation," Archer menambahkan.

Inflasi di zona euro 17‐negara adalah 1,6 persen pada bulan Juni, di bawah target Bank Sentral Eropa yang hanya di bawah 2 persen. Para ekonom memperkirakan inflasi akan tetap di bawah target untuk sisa tahun ini.


U.K.
Sterling menguat tipis terhadap dolar pada hari Selasa dan masih bertengger di dekat level tertinggi 4 minggu, menyusul ekspektasi bahwa data PDB‐Q2 Inggris pekan  ini akan mempertegas berlangsungnya pemulihan ekonomi di negeri kerajaan tersebut. 

Sterling juga mendapat dukungan dari menyempitnya spread antara yield Treasury AS tenor 10 tahun dan Gilt Inggris dipicu meredanya ekspektasi bahwa The Fed  akan mengurangi stimulus moneter dalam jangka pendek kedepan. 

Namun demikian, pelaku pasar terlihat enggan untuk memborong sterling secara agresif karena BoE namapknya akan mempertahankan kebijakan moneter longgar  meskipun terjadi peningkatan pada data ekonomi Inggris. 

Sterling bergerak di sekitar $1,5375. Setelah mencatat intraday high di $1,5391, yang merupakan level tertinggi yang baru sejak 26 Juni. Euro juga terlihat naik tipis  terhadap sterling setelah bergerak di sekitar 0,8595, menyusul investor menahan diri sebelum rilis data PMI zona euro pada hari Rabu ini. 

Sedangkan di Inggris, data ekonomi yang akan dirilis hari Kamis diprediksi akan menunjukkan ekonomi tumbuh 0,6% di kuartal kedua dari kuartal pertama dan 1,4%  dalam basis tahunan. Data PDB‐Q2 diharapkan akan menjadi tolok ukur kebangkitan ekonomi Inggris. 


JAPAN
Jepang harus menaikkan tingkat pajak penjualan tahun depan karena jadwal yang menunjukkan keseriusan mengenai perbaikan keuangan yang compangcamping, Menteri Keuangan mengatakannya Selasa lalu karena pemerintah menaikkan gambarannya mengenai perekonomian dan mengatakan deflasi yang turun.

Pajak penjualan yang naik menjadi 8 persen dari 5 persen bulan April, dan kemudian menjadi 10 persen bulan Oktober 2015. Perdana Menteri Shinzo Abe telah mengatakan dia akan memutuskan berikutnya tahun ini apakah kedepannya naik, mencatatkan permasalahan mengenai pelemahan ekonomi.

Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan penundaan kenaikan akan berlanjut menentang komitmen yang dibuat pada grup G20 dari negara maju dan berkembang dimana Jepang akan memperbaiki keuangannya, dan mengatakan pemerintah akan dapat melangkah untuk mengurangi dampak ekonomi.

"We need to consider an extra budget. It's better to moderate economic fluctuations (from the tax hike)," Aso mengatakan pada konferensi media setelah meeting kabinet.


AUSTRALIA
• Kontrak berjangka obligasi Australia hampir tidak ada perubahan seiring para trader menunggu data rilis pada hari Rabu untuk data inflasi kuartalan periode Juni.

• UBS interest rate strategist Matthew Johnson mengatakan kontrak berjangka obligasi Australia telah berada dalam kisaran yang cukup sempit di tengah sepinya sesi perdagangan yang pada hari Selasa.

"There was a bit of a sell off in US Treasuries overnight and basically traded sideways during the day," ucap Matthew . "Very much sideways, very much waiting for CPI."

• Jika consumer price index (CPI) yang tiba‐tiba tinggi, harga obligasi akan turun karena kemungkinan penurunan suku bunga akan berkurang.

"The consensus is that inflation will be low and, if it is not, then it will rule out a rate cut and that will have a very big impact," ucap Mr Johnsonsaid.

• Tingkat tahunan untuk consumer price index (CPI) diperkirakan menjadi 2,5 persen, tepat di tengah‐tengah 2‐3 persen dari kisaran target inflasi RBA.

• Pada hari Selasa, kontrak berjangka obligasi September untuk jatuh tempo 10 tahun diperdagangkan dengan nilai 96,340 (menyiratkan hasil 3.660 persen), turun dari 96,345 (3,655 persen) di hari Senin.
  • Kontrak berjangka obligasi dengan jatuh tempo 3 tahun untuk periode September berada di 97,370 (2,630 persen), naik dari 97,360 (2,640 persen).


SWISS
Franc  Swiss  bergerak  relatif  stabil  terhadap  dolar  pada  hari  Selasa,  dengan  sejumlah  katalis  mendorong  naik  tajamnya  franc  menyusul  sepertiga  dari  perusahaan‐perusahaan dalam indeks 
S&P 500 akan melaporkan laba kuartal kedua dalam pekan ini. 

Menurunnya yield Treasury  AS  dalam  2 pekan terakhir telah menjaga  stabilitas dolar terhadap euro meskipun muncul  pertanyaan mengenai  kesehatan  perbankan Spanyol dan bailout Yunani. 

Portugal  memberikan  dukungan  moril  pada  investor  mata  uang  tunggal  dengan  memberikan  beberapa  alasan  untuk  investor  tetap  optimisme  setelah  Presiden Anibal Cavaco Silva mengatakan pemerintah saat ini akan terus menjaga berjalannya bailout internasional. 

Euro/dollar diprediksi akan bergerak sideways dalam beberapa hari kedepan.  

Pelaku pasar saat ini akan mencermati data new home sales dan jobless claims AS dalam pekan ini untuk memastikan kemajuan pemulihan ekonomi negara  tersebut. Selain itu, data suvey PMI zona euro juga akan dicermati untuk melihat perkembangan kawasan dalam mengatasi resesi. 


Dolar melemah tipis sekitar 0,1% di 0,9350 franc sedangkan euro naik 0,2% di sekitar 1,2370 franc.

Tuesday, July 23, 2013

Headline News 23.07.13

US & GLOBAL
• Harga saham global naik mendekati level tertinggi 5 tahun pada hari Senin seiring meningkatnya optimisme investor setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperkuat posisinya, sehingga menambah besarnya peluang untuk rencananya memacu pertumbuhan ekonomi. Indeks Standard & Poor's 500 menembus level penutupan tertinggi untuk sesi ketiga berturut‐turut.

• Optimisme investor juga kian bertambah berkat hasil keputusan sidang G20 pada Sabtu lalu yang berjanji untuk menempatkan pertumbuhan sebelum penghematan, berusaha untuk menghidupkan kembali ekonomi global yang masih terlihat "terlalu lemah."

• Yen mengalami rebound pasca koreksinya di sesi Tokyo, namun pelaku pasar memandang bahwa rebound ini hanya sementara saja menyusul kemenangan Abe di majelis tinggi pada hari Minggu.

• Aset Berisiko, termasuk obligasi zona euro, mendapat dorongan setelah presiden Portugal berupaya untuk menjaga pemerintah koalisi negara itu tetap utuh.

• Naun demikian, laporan earnings yang mengecewakan dari McDonald’s telah mengurangi minat terhadap ekuitas setelah perusahaan makanan siap saji tersebut memberikan hasil laba yang lebih rendah dari perkiraan.

"McDonald's (earnings) headlines were a little weak, but I think we are still in the strong start of the earnings season," kata Ryan Detrick, senior technical strategist pada Schaeffer's Investment Research di Cincinnati, Ohio.

• Data menunjukkan terjadinya penurunan pada U.S. existing‐home sales di bulan Juni juga turut menghambat aksi beli yang pada ekuitas dan juga aset beresiko.

• Indeks MSCI naik 0,44% ke 375,49 ditopang kenaikan 0,47% pada indeks Nikkei Tokyo. Indeks sekitar 7 poin di bawah level tertinggi 5 tahun yang dicapai di akhir bulan Mei.

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 1,81 poin atau 0,01% di 15545,55. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 3,44 poin atau 0,20% di 1695,53. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 12,77 poin atau 0,36% di 3600,39.

• Kedua indeks, S&P 500 dan Dow menembus level all‐time highs pekan lalu menyusul berkurangnya kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mengurangi stimulus pembelian obligasi akhir tahun ini jika ekonomi terus membaik.

• Di Eropa, laporan laba dari produsen elektronik Belanda, Philips, dan bank Swiss, UBS dan Julius Baer, mendorong naiknya harga saham eropa, namun kenaikannya tersebut kemudian terpangkas oleh aksi ambil‐untung. Indeks ekonomi Eropa berakhir naik 0,14% di 1210,70.

• Sedikit jeda dalam rally saham musim panas memberikan dukungan lebih lanjut untuk obligasi pemerintah ditengah komentar dari Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke yang mengisyaratkan bank sentral akan mempertahankan suku bunga jangka pendek mendekati nol untuk waktu yang lama bahkan jika bank sentral menghentikan langkah pembelian obligasi. Harga Treasury AS tenor 10 tahun awalnya mencatat 2,465%, level terendahnya dalam 2 pekan, sebelum kembali ke 2,480%, yang berarti unchanged dari posisi Jumat.

• Bund futures Jerman relatif stabil di level 144,25.

• Yen berasil rebound pasca mengalami tekanan di sesi Tokyo. Dolar terkoreksi 1,1% terhadap yen di 99,53 yen, merosot dari posisi intraday high di 100,71. Sementara euro turun 0,52% di 131,25 yen, jauh di bawah intraday high di 132,43. Indeks dolar melemah 0,48% di 82,207, melanjutkan depresiasinya dari level tertinggi 3 tahun yang dicapai awal bulan ini.

• Komoditas menguat berkat melemahnya dolar. Harga emas mencatat kenaikan harian terbesarnya selama lebih dari setahun terakhir ke level tertinggi dalam sebulan. Emas terakhir tercatat naik hampir 3% di $1334,36 per ons. Sedangkan harga tembaga naik 1,6% ke $7023,75 per ton.

• Harga minyak bergerak beragam setelah memangkas keuntungannya. Harga minyak Brent di London naik 8 sen atau 0,07% di $108,15 per barel sedangkan harga minyak mentah AS turun $1,14 atau 1,06% di $106,91 per barel setelah menembus level yang mendekati level tertinggi 16 bulan di $109,32 yang dicapainya di hari Jumat lalu. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas menguat sebesar 3 persen dan mencapai level penutupan perdagangan tertinggi satu bulan pada sesi perdagangan Senin, melonjak di atas level di 1.300 dollar/ounce seiring para spekulan takut pembalikan tren penurunan harga baru‐baru ini dan kembali bersiap untuk entry posisi apabila kembali bearish.

• Peningkatan ini merupakan gold's heftiest one‐day gain dalam 13 bulan dan rally penguatan selama tiga hari merupakan rally terbesar dalam hampir dua tahun. akibat berkontribusi dari heavy short covering.

"With more shorts being built over the last couple of months, it's not surprising to see that the shorts have to cover their positions with the increase of prices," ucap Carlos Sanchez, director of commodities and asset management di CPM Group.

Technical buying membantu bullion untuk memperoleh keuntungan setelah spot emas bergerak di atasMA‐50 hari dan untuk pertama kalinya sejak November 2012.

• Namun analis mengatakan bahwa kemungkinan akan kembali entry posisi untuk kondisi bearish menurut funds yang mengkombinasikan dengan berita yang beredar di India mengenai pengetatan aturan impor emas menunjukkan harga emas kembali akan tertekan.

• Spot emas <XAU=> naik 3 persen pada 1,334.31 dollar/ounce, setelah mencapai level penutupan perdagangan tertinggi dengan nilai 1,338.91 dollar/ounce, harga tertinggi sejak 20 Juni.

• Emas berjangka AS untuk periode Agustus <GCQ3> menguat naik 43,10 dollar/ounce menjadi 1.336 dollar/ounce, dengan transaksi volume perdagangan sekitar 15 persen di atas MA‐30hari.


OIL & COMMODITIES
Harga crude AS sempat tertekan tajam Senin lalu dari level tertinggi dalam 16 bulannya karena para trader melakukan aksi jual untuk ambil untung dari rally singkatnya yang membawa crude AS hingga diatas Brent untuk pertama kalinya yang mendekati tiga tahunnya.

Benchmark Eropa Brent crude naik kembali diatas US West Texas Intermediate Senin lalu, dengan kontrak bulan September diperdagangkan menguat $1,47 diatas AS bersamaan dengan dukungan dari pengetatan pasokan AS yang melemah.

Kontrak bulan Agustus WTI merosot lebih dari 1 persen dan ditutup dibawah level $107 per barrel dari kedepannya masa berakhirnya hari Senin lalu, sementara itu kontrak September menunjukkan penurunan tipisnya.

"We thought $110 was a price target but the more the market dips into this range the more you'll see profiteers," kata Rich Ilczyszyn, chief market strategist dan founder of iitrader.com LLC di Chicago.

EURO ZONE
Ekonomi Jerman menunjukkan pertumbuhan yang kuat di kuartal kedua tahun ini, didorong oleh produksi sektor industri dan konstruksi, Bundesbank mengatakan pada hari Senin, menambahkan bahwa ekonomi akan tumbuh lebih lambat setelah itu.

"The assessment that, after the weather‐related weak start to 2013, the German economy expanded strongly in the second quarter, has been confirmed by the current indicators," ucap German central bank dalam bulletin laporan bulanan.

"Looking into the summer quarter, signs of a slowing down of economic growth are stronger."

Berdampak pada uang dan pertumbuhan kredit, Bundesbank mengatakan bahwa data moneter tidak menunjuk pada satu resiko kenaikan inflasi di zona euro, dan data ini menunjukkan bahwa guncangan negatif bisa menghambat pasokan kredit hingga perekonomian di negara‐negara pinggiran.

"This could, as it is linked to further contraction in money and credit volumes, increase downward risks to price stability," ucap Bundesbank.

Namun dampak dari kebijakan moneter hanya bereaksi terhadap negara‐negara yang memiliki tingkat resiko tertentu jika mereka membahayakan stabilitas harga di zona euro secara keseluruhan


U.K.
Sterling menembus level tertinggi 4 pekan terhadap dolar pada hari Senin menyusul ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan ekonomi Inggris akan menopang penguatan mata uang lokal. Namun 
demikian,  investor  belum  secara  agresif  memburu  sterling  karena  BoE  nampaknya  akan  tetap  mempertahankan  kebijakan  moneter  longgar  meskipun  terjadi  peningkatan  pada  data‐data 
ekonomi Inggris.  

• Sterling menguat 0,6% terhadap dolar ke sekitar $1,5358, setelah mencatat intraday high di $1,5385 yang merupakan level tertinggi sejak 26 Juni.  Data  existing  home  sales  AS  periode  Juni  yang  dirilis  turun  1,2%  dibandingkan  dengan  ekspektasi  terjadi  kenaikan  0,6%,  juga  turut  memberi  tekanan  pada  dolar,  karena  mengendurkan  spekulasi terhadap langkah penarikan stimulus oleh The Fed. 

• Data ekonomi Inggris yang akan dirilis hari Kamis pekan ini diprediksi akan menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh 0,6% di kuartal kedua dari kuartal sebelumnya dan tumbuh 1,4% dalam basis  tahunan. Kondisi ini berpotensi mengangkat sterling utamanya terhadap euro dimana kawasan tersebut tengah bergulat dengan resesi. 

• Euro jatuh 0,2% ke 0,8581 pound, setelah mencatat intraday low di 0,8576 pound yang merupakan level terendah sejak 10 Juli. 

• Data retail sales Inggris yang dirilis di atas ekspektasi, meningkatnya kondisi pasar tenaga kerja dan hasil minutes sidang BoE yang menunjukkan seluruh anggota MPC menolak tambahan  stimulus, telah men‐support sterling. 

• Sementara desakan Jepang kepada Inggris pada hari Minggu untuk mempertahankan peran utama negara tersebut di Uni Eropa nampaknya juga telah memberikan dukungan marjinal kepada 
sterling.  Namun  pelaku  pasar  masih  terus  waspada  sebelum  muncul  laporan  Inflasi  BoE  pada  7  Agustus  mendatang  dan  juga  sikap  BoE  yang  kemungkinan  akan  berjanji  di  bulan  depan  untuk  mempertahankan suku bunga rendah hingga ekonomi benar‐benar tumbuh. 

• September masih waktu yang paling mungkin untuk Federal Reserve AS mengumumkan bahwa ia akan memangkas pembelian obligasi bulanan, menurut jajak pendapat Reuters yang diambil 
setelah testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke di depan Kongres pekan lalu. Dalam laporan semesteran kepada anggota parlemen, Bernanke mengatakan pembelian aset Fed akan tergantung 
pada  perkembangan  ekonomi  dan  keuangan.  Pernyataannya  memicu  rally  pasar  saham  karena  beberapa  pedagang  berspekulasi  The  Fed  kemungkinan  akan  memundurkan  waktu  untuk 
pengurangan/penghentian  program stimulus senilai $85 milyar per bulan. Tapi setelah mendengar testimoni Bernanke, 54 dari 56 ekonom tidak mengubah prediksi mereka mengenai saat 
atau hari ketika Fed akan mengurangi stimulus. 

• Sebanyak 38 dari 56 ekonom yang disurvei memprediksi bahwa akan terjadi pada bulan September. Enam belas mengatakan selama kuartal Oktober‐Desember, dan hanya dua analis yang 
memprediksi akan terjadi di awal tahun depan. Hal ini sejalan dengan temuan jajak pendapat serupa yang dilakukan setelah pertemuan bank sentral pada bulan Juni.  


JAPAN
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, masih segar dari kemenangan pemilu yang kuat, berjanji Senin lalu untuk tetap fokus dalam menghidupkan kembali perekonomian yang stagnan dan berusaha untuk menekan kecurigaan meskipun pergeseran mengarah pada agenda nasionalis.

Kemenangan dalam pemilu parlemen upper house Minggu lalu membawa dorongan kekuatan Abe dan memberikan dia kekuatan amanat untuk resep dalam menghidupkan kembali negara dengan ekonomi terbesar ketiga didunia.

Pada saat yang sama, dapat juga memberikan anggota parlemen dalam Liberal Democratic Party (LDP), dengan kecilnya hasrat untuk reformasi yang penting, lebih banyak kekuatan untuk melawan perubahan.

Anggota dewan Bank of Japan Takehiro Sato mengatakan Senin lalu untuk menaikkan pajak penjualan dalam langkah penting berkenaan dengan langkah untuk memulihkan kesehatan fiskal negara.

"The BOJ is buying 70 percent of newly issued Japanese government bonds under its bold policy, which could be interpreted as monetising government debt. To avoid such misinterpretation it is very important for the government to strive towards fiscal reform," Sato mengatakan dalam konferensi berita setelah meeting business pada pemimpin di Fukushima, perairan timur Jepang.


AUSTRALIA
Sekitar setengah dari para pelaku bisnis Australia mengatakan mereka mencatat bahwa tidak ada pertumbuhan dalam pendapatan yang mereka peroleh dalam 12 bulan terakhir, tetapi kebanyakan dari para pelaku bisnis percaya bahwa masa depan lebih cerah.

Sebuah survei ekonomi pada 450 pemilik bisnis dan eksekutif menemukan 51 persen perusahaan 
tidak mengalami pertumbuhan pendapatan selama tahun keuangan di 2012/13.

Namun Monitor pertumbuhan bisnis Australia, juga menunjukkan hasil survey mereka bahwa sebesar 60 persen dari para pelaku bisnis, diharapkan pendapatannya meningkat untuk tahun 2013/14.

These forecasts are in line with broader optimism about the Australian economy," ucap Marcus Moufarrige, Servcorp chief executive.

Banyak dari mereka yang disurvei berada dalam kondisi ekonomi yang sulit, belanja konsumen berkurang dan meningkatnya persaingan seiring hambatan terhadap pertumbuhan yang cukup signifikan.
  • Survei tersebut juga menunjukkan sekitar dua pertiga tidak puas terhadap dukungan pemerintah federal.


SWISS
Rilis buruk data existing home sales AS untuk periode Juni telah memicu tekanan jual pada dolar di hari Senin kemarin. Data existing home sales AS periode Juni yang  dirilis turun 1,2% dibandingkan dengan ekspektasi terjadi kenaikan 0,6%, memberi tekanan pada dolar, karena mengendurkan spekulasi terhadap langkah penarikan  stimulus oleh The Fed. 

Dengan absennya data ekonomi Swiss sepanjang pekan ini, maka pergerakan franc akan banyak terpengaruh oleh kondisi eksternal. 

Dolar merosot 0,5% di sekitar 0,9360 franc, setelah mencatat intraday low di 0,9321, yang merupakan level terendahnya sejak 25 Juni. Sedangkan euro juga melemah  0,2% di sekitar 1,2340 franc, setelah mencatat intraday low di 1,2319 franc yang merupakan level terendahnya sejak 4 Juli. 

September  masih  waktu  yang  paling  mungkin  untuk  Federal  Reserve  AS  mengumumkan  bahwa  ia  akan  memangkas  pembelian  obligasi  bulanan,  menurut  jajak  pendapat Reuters yang diambil setelah testimoni Kepala The Fed Ben Bernanke di depan Kongres pekan lalu. Dalam laporan semesteran kepada anggota parlemen,  Bernanke mengatakan pembelian aset Fed akan tergantung pada perkembangan ekonomi dan keuangan. Pernyataannya memicu rally pasar saham karena beberapa  pedagang  berspekulasi  The  Fed  kemungkinan  akan  memundurkan  waktu  untuk  pengurangan/penghentian    program  stimulus  senilai  $85  milyar  per  bulan.  Tapi  setelah mendengar testimoni Bernanke, 54 dari 56 ekonom tidak mengubah prediksi mereka mengenai saat atau hari ketika Fed akan mengurangi stimulus.  Sebanyak 38 dari 56 ekonom yang disurvei memprediksi bahwa akan terjadi pada bulan September. Enam belas mengatakan selama kuartal Oktober‐Desember, dan  hanya dua analis yang memprediksi akan terjadi di awal tahun depan. Hal ini sejalan dengan temuan jajak pendapat serupa yang dilakukan setelah pertemuan bank  sentral pada bulan Juni.

Monday, July 22, 2013

Headline News 22.07.13

US & GLOBAL
• Harga obligasi pemerintah naik dan pasar saham di seluruh dunia goyah pada hari Jumat ketika hasil earnings mengecewakan dari Microsoft dan Google membuat investor menghentikan perburuan saham setelah indeks saham AS menguat ke rekor tertingginya.

• Dalam sebuah langkah yang dapat mendukung ekonominya, Bank sentral Cina menghapus kontrol pada suku bunga kredit perbankan, menandakan tekad kepemimpinan baru untuk melaksanakan reformasi berorientasi pasar. Reaksi pasar terlihat sepi, namun Cina nampaknya akan menjadi sumber utama untuk pertumbuhan laba oleh negara‐negara multinasional terbesar.

• Bursa AS berhasil ditopang oleh General Electric Co <GE.N> dan saham lainnya yang melaporkan laba kuartalan yang berhasil melampaui ekspektasi , membantu mengangkat indeks S&P 500 ke level penutupan tertingginya. Dari 104 perusahaan dalam S&P 500 yang telah memberikan laporan perolehan labanya untuk periode kuartal kedua, 65,4% berhasil meraup laba melampaui ekspektasi, sebuah pencapaian yang sedikit di atas rata‐rata kuartalan belakangan ini.

• S&P 500 dan Dow mencatat kenaikan 4 minggu berturut‐turut, terangkat oleh penegasan The Fed yang akan fleksibel dalam mengakhiri stimulus moneternya. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan sebanyak 10 kali dalam 12 sesi terakhir, membukukan rekor tertinggi, termasuk level tertinggi sepanjang masa untuk intraday dan level penutupan tertinggi pada hari Kamis.indeks memangkas kerugian awalnya untuk kemudian ditutup menguat pada hari Jumat.

• Sementara Nasdaq bernasib lebih buruk dibandingkan 2 indeks utama AS lainnya (Dow dan S&P 500), setelah mencatat koreksi 0,66% pasca after Microsoft Corp <MSFT.O> dan Google Inc keduanya melaporkan perolehan laba dibawah ekspektasi pasar.

• Bursa saham Eropa berakhir flat namun menorehkan keuntungan 4 minggu berturut‐turut pada hari Jumat. Emerging market stocks merosot 0,7%. Indeks ekuitas global MSCI rebound setelah mencatat naik 0,07%. Sementara indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 0,01% untuk ditutup di 1209,00.

Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 4,80 poin atau 0,03% di 15543,74, namun S&P 500 <.SPX> bertambah 2,72 poin atau 0,16% ke 1692,09. Sedangkan Nasdaq composite <.IXIC> terkoreksi 23,66 poin atau 0,66% ke 3587,61.
Dalam sepekan, Dow naik 0,5%, S&P bertambah 0,7% dan Nasdaq turun 0,3%.

• Sentimen pasar terangkat setelah terjadi perubahan aturan kredit di Cina yang ditujukan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang tengah lesu. People's Bank of China memutuskan untuk menghapus batas minimum tingkat suku bunga bank‐bank komersial, yang berarti bahwa mereka dapat menurunkan suku bunga kredit sebanyak yang mereka mau untuk disesuaikan dengan kemampuan para debiturnya.

• Kalangan ekonom terlihat optimis terhadap prospek ekonomi AS dan mereka juga mulai memandang optimis pada perkembangan ekonomi Eropa.

• Harga Treasury AS tenor 10 tahun naik 14/32 dengan yield 2,4821 persen. Pasar obligasi kota AS turun tajam pada Jumat, sehari setelah Detroit mengajukan kebangkrutan terbesar dalam sejarah kota.

• Sementara harga obligasi pemerintah Jerman, Bunds futures, berakhir turun 1 poin di 144,22 setelah awalnya menyentuh intraday low di 143,99 setelah terjadi perubahan aturan kredit di Cina.

• Euro menguat 0,25% ke $1,3142, sementara indeks dolar turun 0,29% di 82,583. Dolar menembus level tertinggi 1 minggu di 100,86 yen, sebelum akhirnya terkoreksi tipis 0,01% di 100,39 yen.

Harga minyak Brent kontrak September turun 63 sen di $108,07 sementara harga minyak mentah AS kontrak September naik 1 sen di $108,05 per barel. 



GOLD & COMMODITIES
Pergerakan emas menguat pada sesi perdagangan Jumat untuk pekan kedua setelah banyak investor terhibur oleh jaminan Federal Reserve pekan ini bahwa ia akan berhati‐hati dalam keputusan stimulus ekonomi, meskipun beberapa investor bersiap akan penurunan lainnya di bullion.

Emas muncul sebagai alternatif dari melemahnya dollar dan saham AS, yang melemah pada hari Jumat dari rekor tertinggi.

Harga spot emas <XAU=> bergerak mendekati level 1.295 dollar/ounce, naik 0,8 persen pada kedua sesi dan pekan ini.

Emas berjangka AS untuk periode Agustus <2GCQ3> menetap di 1,292.90 dollar/ounce, naik 0,7 persen dalam satu hari sesi perdagangan dan 1,3 persen pada pekan ini.

Pada hari Rabu, emas jatuh sekitar 1 persen setelah Ketua Fed Ben Bernanke menegaskan kembali niat bank sentral AS pembelian obligasi bulanan senilai 85 milyar dollar, sebuah program yang telah memicu kenaikan harga logam mulia.

Kebijakan moneter ultra‐longgar The Fed telah mempertahankan tekanan pada suku bunga jangka panjang sementara stimulus telah menambah kekhawatiran inflasi, memicu harga emas.

"I'm still a bear, maybe on the wrong side of the camp, but with the stock market possibly hitting another record and with any slight uptick in interest rates, we could be looking at gold going very quickly below $1,100," ucap Frank McGhee, chief precious metal di Integrated Broking Services, Chicago.
  • "This market is so unpredictably violent that it could roll off a couple of hundred dollars in just three sessions."

EURO ZONE
Data industri orders Italia musiman naik 3,2 persen pada bulan Mei, peningkatan untuk bulan ketiga beruntun setelah kenaikan 0,8 persen pada bulan April, memberikan beberapa harapan guna mengangkat perekonomian.

National statistics bureau Istat merilis data industri orders pada bulan Mei melemah 1,1 % p.a penurunan bulanan ketujuh beruntun namun belum disesuaikan dibandingkan dengan penurunan tahunan sebelumnya untuk bulan April sebesar 1,6 persen.

Industrial sales menguat dan telah disesuaikan sebesar 0,1 persen MoM di bulan Mei, setelah kenaikan 0,6 persen pada bulan April, dan penurunan harian yang telah disesuaikan sebesar 5,1 persen.

Germany's BGA export association pada hari Jumat menurunkan proyeksi untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi antara 0,5 hingga 0,75 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,7 sampai 0,8 persen, mengatakan negara dengan perekonomian terbesar Eropa itu bergerak ke "calm waters".


U.K.
Sterling  menguat  terhadap  euro  pada  hari  Jumat,  menyusul  investor  memborong  sterling  dipicu  ekspektasi  bahwa  data  pertumbuhan  ekonomi  Inggris  pekan depan dapat mempertegas posisi Inggris yang lebih baik dari Eropa. 

Sementara ekonomi Eropa tengah bergulat dengan resesi, ekonomi Inggris diprediksi mengalami ekspansi 0,6% di kuartal kedua dari kuartal sebelumnya  dan tumbuh 1,4% dalam basis tahunan. Data PDB‐Q2 Inggris dijadwalkan akan dirilis pada hari Kamis pekan ini. 

Namun demikian, penguatan sterling nampaknya masih akan terbatas, karena BoE diprediksi akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif   meskipun data ekonomi menunjukkan terjadinya peningkatan. 

Euro melemah 0,1% terhadap sterling di sekitar 0,8600 pound , setelah terkoreksi ke 0,8590 pound. Koreksi ini terjadi setelah euro mencatat level tertinggi  4 bulan di hari Rabu sebelumnya. 

Terhadap dolar, sterling menguat 0,3% di sekitar $1,5270 dan mencatat kenaikan mingguan kedua kalinya secara berturutan. 

Salah  satu  yang  menjadi  alasan  investor  untuk  tetap  berhati‐hati  terhadap  prospek  sterling  kedepannya  adalah  ekspektasi  bahwa  BoE,  ketika  mengumumkan forward guidance (pedoman kedepan) dalam Laporan Inflasi Triwulanan nya awal bulan depan, akan berjanji untuk mempertahankan suku  bunga rendah hingga pemulihan ekonomi benar‐benar stabil. 


JAPAN
Perusahaan‐perusahaan Jepang menginginkan partai Perdana Menteri Shinzo Abe menang pemilu hari Minggu ini, tetapi mereka khawatir kemenangan yang mutlak akan mengarahkannya untuk memprioritaskan kebijakan nasionalisasi pada beban bangunan yang naik berhubungan dengan langkah stimulusnya yang agresif, polling Reuters menunjukkannya.

The Reuters Corporate Survey mencatatkan kehati‐hatian tetap mempertahankan Japan Inc dari kenaikan upah atau kenaikan pembelanjaan modal yang agresif, meskipun "Abenomics" telah membawa dukungan melalui pasar saham Tokyo dan mulai mendorong pertumbuhan dan keuntungan.AUSTRALIA

Federation of Automotive Parts Manufacturers president Jim Griffin mengatakan sektor industri sangat prihatin tentang kurangnya konsultasi atas perubahan.

"We're doing a lot to try and drive sales into the industry and anything that's going to put people off buying a motor vehicle in this country is bad for the industry," ucap Jim Griffin.

Victorian Automobile Chamber of Commerce executive director David Purchase mengatakan 
perubahan yang kurang terpuji dan harus perbaiki.

"Policy on the run, no consultation whatsoever and there will be job losses, serious job losses," ucap David.

Mr Purchase mengatakan Australia harus membayar dengan harga yang tinggi guna mengatasi iklim perekonomian yang berubah.

"This has been put up as a necessary funding saving to fund an emissions trading scheme."

Consumer spending terus mengalami pertumbuh mengalahkan perekonomian, dalam hal tren, dengan pertumbuhan tahunan mencapai level tinggi untuk lima tahun setengah sebesar 8.7 persen.

Namun dalam hal penyesuaian musiman, dijelaskan oleh CBA seiring dengan lebih stabilnya, pengeluaran turun 2,1 persen untuk bulan lalu, turun dari peningkatan sebesar 5,4 persen pada Mei.

CommSec chief economist Craig James mengatakan data yang dirilis menunjukkan konsumen menghabiskan lebih banyak pada pelayanan jasa daripada barang seperti makanan dan pakaian.

"The Reserve Bank will be comforted by the latest data which reveals that consumers are responding to lower interest rates by continuing to spend, but spending more on services and goods from abroad rather than at Australian brick‐and‐mortar stores," ucap Craig James.

"What is promising for businesses is that we are now seeing consistent consumer spending patterns form, independent of external spending incentives or overtly positive economic news." .


AUSTRALIA
Federation of Automotive Parts Manufacturers president Jim Griffin mengatakan sektor industri sangat prihatin tentang kurangnya konsultasi atas perubahan.

"We're doing a lot to try and drive sales into the industry and anything that's going to put people off buying a motor vehicle in this country is bad for the industry," ucap Jim Griffin.

Victorian Automobile Chamber of Commerce executive director David Purchase mengatakan perubahan yang kurang terpuji dan harus perbaiki.

"Policy on the run, no consultation whatsoever and there will be job losses, serious job losses," ucap David.

Mr Purchase mengatakan Australia harus membayar dengan harga yang tinggi guna mengatasi iklim perekonomian yang berubah.

"This has been put up as a necessary funding saving to fund an emissions trading scheme."

Consumer spending terus mengalami pertumbuh mengalahkan perekonomian, dalam hal tren, dengan pertumbuhan tahunan mencapai level tinggi untuk lima tahun setengah sebesar 8.7 persen.

Namun dalam hal penyesuaian musiman, dijelaskan oleh CBA seiring dengan lebih stabilnya, pengeluaran turun 2,1 persen untuk bulan lalu, turun dari peningkatan sebesar 5,4 persen pada Mei.

CommSec chief economist Craig James mengatakan data yang dirilis menunjukkan konsumen menghabiskan lebih banyak pada pelayanan jasa daripada barang seperti makanan dan pakaian.

"The Reserve Bank will be comforted by the latest data which reveals that consumers are responding to lower interest rates by continuing to spend, but spending more on services and goods from abroad rather than at Australian brick‐and‐mortar stores," ucap Craig James.

"What is promising for businesses is that we are now seeing consistent consumer spending patterns form, independent of external spending incentives or overtly positive economic news." .


SWISS
Franc Swiss menguat terhadap dolar dan juga euro pada hari Jumat, namun apresiasi franc Swiss terhadap dolar dibatasi oleh ekspektasi The Fed  kemungkinan akan mengurangi program stimulus moneternya di akhir tahun ini. 

Dalam testimoninya pekan lalu, Kepala The Fed Ben Bernanke menegaskan kembali bahwa The Fed hanya akan mencabut program stimulusnya  jika ekonomi benar‐benar dipastikan telah cukup kuat dan stabil. Sedangkan perubahan rencana juga kemungkinan terjadi jika kondisi ekonomi  ternyata memburuk. 

Data terakini menunjukkan pemulihan ekonomi di AS tengah berjalan dengan aktifitas pabrikan di wilayah Mid‐Atlantic meningkat di awal Juli dan  jobless claims turun di pekan lalu. 

Dengan absennya data ekonomi Swiss sepanjang pekan ini, maka pergerakan franc akan banyak terpengaruh oleh kondisi eksternal. 


Dolar melemah 0,4% terhadap franc Swiss di sekitar 0,9405 franc, sedangkan euro terkoreksi 0,2% di sekitar 1,2363 franc, dibandingkan posisi  penutupan New York hari Kamis.