title cover

title cover

Thursday, August 22, 2013

Headline News 22.08.13

US– FOMC minutes

Hanya beberapa dari anggota pembuat kebijakan Federal Reserve berpendapat untuk segera
"memperlambat" laju pembelian obligasi bank sentral pada sidangnya bulan lalu, sementara yang lain menekankan kesabaran dalam memutuskan kapan untuk mulai mengurangi program stimulus.

Minutes dari sidang bank sentral AS 30-31 Juli, yang dirilis malam tadi, menunjukkan bahwa hampir semua dari 12 anggota dewan kebijakan Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market Committee) menyetujui perubahan stimulus itu belum tepat.

Investor masih cemas dalam memprediksi kapan The Fed akan mulai untuk memperlambat
pembelian aset bulanannya yang senilai $85 milyar.

Para pembuat kebijakan mencatat bahwa tingkat pengangguran AS - yang sebesar 7,4 persen bulan lalu - telah menurun "jauh" sejak putaran terbaru dari pembelian obligasi diluncurkan pada bulan September, meskipun ada ketidaksepakatan pada peningkatan kumulatif yang diberikan, misalnya, tingginya jumlah warga Amerika yang tidak lagi memburu pekerjaan.

Pada akhirnya, The Fed tidak melakukan perubahan kebijakan formal pada pertemuan bulan lalu, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 31 Juli bahwa ekonomi AS masih terus membutuhkan dukungan.

Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis minutes tersebut yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan September.
Euro menembus level intraday low di $1,3334 dan terakhir bergerak di sekitar $1,3362, atau turun 0,4%. Sedangkan terhadap yen, dolar menguat ke level intraday high di 97,98 yen dan terakhir bertengger di sekitar 97,90 yen, atau naik 0,6%.


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global dan harga obligasi terkoreksi sementara dolar menguat pada hari Rabu setelah minutes dari sidang terakhir The Fed tidak mengubah ekspektasi untuk terjadinya pengurangan stimulus di bulan September.

• Ekuitas AS turun ke level intraday low, lalu rebound untuk kembali ke zona positif, dan kemudian turun kembali setelah rilis minutes dari sidang The Fed bulan Juli. Hasil minutes menunjukkan adanya perbedaan pandangan diantara anggota dewan kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee) mengenai kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi program stimulusnya, meskipun hal tersebut tidak mengubah ekspektasi pasar untuk terjadinya pengurangan stimulus di bulan
September.

• "If investors were looking for strong, clear signals from this month's FOMC minutes, they were disappointed. All is open for a September decision on tapering, but this still depends on the economic data in coming days and weeks pointing to a firm upturn in the economy," kata Andrew Milligan, kepala strategi global pada Standard Life Investments di Edinburgh.

• Yield untuk Treasury AS tenor 10 tahun melejit hampir 2,9%, level tertinggi sejak akhir Juli 2011.

• Investor dan traders telah bertindak hati‐hati belakangan ini, dengan indeks S&P 500 merosot dalam 5 sesi dari 6 sesi terakhir, ditengah ketidakpastian terhadap kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulannya.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 105,44 poin atau 0,70% di 14897,55. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 9,55 poin atau 0,58% di 1642,80. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 13,80 poin atau 0,38% di 3599,79.

• Indeks MSCI turun 0,85% di 367,09, sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0,6% di 1207,71.

• Dolar rebound dari posisi terendah 6 bulan terhadap euro dan menguat terhadap yen. Euro terkoreksi 0,43% di $1,3358. Sedangkan indeks dolar, sebagai barometer untuk nilai tukar dolar terhadap sejumlah rival utamanya, naik 0,51% ke 81,315. Terhadap yen, dolar menguat 0,5% ke 97,75 yen.

• Harga Treasury AS turun, demikian juga dengan harga obligasi Jerman sebelum rilis The Fed minutes. Treasury AS tenor 10 tahun turun 21/32 dengan yield 2,8935 persen.

• Yield obligasi Jerman tenor 10 tahun naik setinggi 1,892 persen, sedikit di bawah level hari Senin yang mencatat level tertinggi sejak Maret 2012, dan terakhir yield tercatat 1,87 persen. Bund futures <FGBLc1> Jerman tercatat melemah 47 poin di 140,14.

• Sebelum minutes dirilis, sebuah laporan menunjukkan harga penjualan rumah di AS meningkat di bulan Juli ke level tertinggi selama lebih dari 3 tahun, mengisyaratkan kenaikan tajam pada nilai KPR hanya memberikan dampak yang terbatas pada proses pemulihan pasar perumahan AS. National Association of Realtors melaporkan existing home sales melonjak 6,5%, jauh di atas ekspektasi pasar, dengan level tahunan mencapai 5,39 juta unit.

• Data non‐farm payrolls periode Agustus yang akan dirilis pada 6 September mendatang akan dicermati investor dan juga dewan kebijakan bank sentral AS untuk menilai apakah peningkatan di pasar tenaga kerja telah cukup untuk mendukung langkah pengurangan stimulus. Sebanyak 50% ekonom yang disurvey Reuaters memprediksi Federal Open Market Committee akan mulai mengurangi pembelian obligasi di bulan September.

• Harga minyak Brent turun di bawah $110 per barel dipicu laporan beberapa ekspor minyak Libya mungkin akan segera aktif kembali dan berita bahwa pipa minyak mentah Seaway telah tutup, menghentikan pengiriman dari Midwest AS ke Gulf Coast. Harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Oktober ditutup melemah 34 sen di $109,81 per barel. Sedangkan U.S. October oil
<CLc1> turun $1,26 di $103,85 per barel. 



GOLD & COMMODITIES
• Perdagangan Emas hampir diseluruh sesi perdagangan tidak mengalami perubahan yang berarti di sesi perdagangan Rabu, seiring pada trader mencerna hasil dari minute the latest Federal Reserve policy meeting yang menunjukkan sedikit petunjuk tentang waktu guna menerapkan kembali pembelian stimulus obligasi.

• Investor cemas menunggu kapan The Fed akan mulai memperlambat pembelian nya atas obligasi bulanan sebesar 85 milyar dollar, dengan sebagian besar memprediksi pada bulan September seiring awal dari berakhirnya program quantitative easing.

• Harga emas cukup berfluktuatif setelah menit Fed, perubahan yang cukup besar di bursa ekuitas AS. Kenaikan yield US Treasury, dipandang sebagai ukuran suku bunga, berdampak negative terhadap pergerakan harga logam mulia dan ekuitas di seluruh bursa.

• "The Fed minutes didn't disclose any information about the anticipated tapering. Gold was initially helped by short covering but its rally faded with the bond yields rising," ucap Frank McGhee, head precious metals trader di Integrated Brokerage Services LLC.

• Harga spot emas melemah 25 sen di level 1,370.42 dollar/ounce.

• US Comex emas berjangka untuk periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 2,50 dollar/ounce di level 1,370.10 dollar, dengan volume perdagangan sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak global merosot Rabu lalu karena penurunan besar‐besaran dalam crude AS yang melebar pada trans‐Atlantic untuk rangkaian dua harinya ditengah tanda‐tanda ekspor Libia yang kemungkinan berlanjut dan indikasi oil telah mengalir kembali dalam pusat penyimpanan yang telah menipis di Cushing.

• Melebarnya jarak antara Brent dan West Texas Intermediate (WTI), benchmark pengiriman AS pada Cushing, Oklahoma, mencapai lebih dari $6 barrel, yang telah melebar sejak bulan Juni. Telah mengalami ekspansi yang lebih dari $3 sejak Selasa lalu, pergerakan terbesar harian sejak awal Februari, karena para trader memperkirakan pengetatan pasokan Midwest yang telah diperlonggar.

• Data pemerintah Rabu lalu menunjukkan persediaan oil Cushing adalah yang terendah sejak Maret 2012, penurunan 25 persen dalam tujuh minggunya. Tetapi para trader meskipun begitu memfokuskan pada berita bahwa pengiriman melalui kereta api telah memasok kembali pada tangki persediaan lokal untuk pertama kalinya dalam setahun.

U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 2 bulan terhadap dolar pada hari Rabu setelah sebuah survey menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap pemulihan  ekonomi Inggris, dimana telah memperkuat ekspektasi untuk suku bunga dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan oleh BoE. Namun, apresiasi sterling kemudian  mengendur pasca rilis FOMC minutes. 

• Sebuah survey dari Confederation of British Industry menunjukkan order manufaktur mencatat kondisi terbaiknya dalam 2 tahun di bulan Agustus, memberi dukungan  positif pada ekonomi. 

• Hasil survey ini telah meredakan kekecewaan atas rilis buruk pinjaman publik Inggris yang mencatat defisit 62 juta pound bulan lalu, defisit pertamanya di bulan Juli ‐‐‐  yang biasanya menunjukkan surplus berkat pembayaran pajak ‐‐‐ sejak 2010. Data tersebut kontras dengan ekspektasi terjadi surplus sebesar 2,45 milyar. 

• Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis FOMC minutes yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan  September. Setelah mencatat intraday high di $1,5714, apresiasi sterling mengendur dan terakhir bergerak di sekitar $1,5695, atau naik 0,2% dibandingkan posisi  penutupan New York hari Selasa. 

• Sedangkan euro melemah terhadap sterling setelah ECB berjanji akan mempertahankan suku bunga rendah untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.  Euro terkahir bergerak di sekitar 0,8525 pound, atau turun 0,4%.


EURO ZONE
• Bank Sentral Eropa menggunakan sebuah pedomanan kebijakan bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan tidak menandai sebuah era baru dalam kebijakan moneter, Anggota Dewan Pemerintahan ECB Jens Weidmann mengatakan dalam sebuah magazine interview.

• ECB bulan lalu mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk "extended period" – kebijakan pertama yang diterapkan, dimana kebijakan itu biasa disebut “forward guidance”.

• "Forward guidance is an instrument to better communicate our monetary policy course in uncertain times," Weidmann mengatakan kepada German magazine Capital dalam sebuah wawancara yang telah dirilis pada hari Rabu.

• "But it is not a change of era, it will not change our monetary policy action," ucap Weidmann, seorang yang juga berprofesi sebagai head of Germany's Bundesbank.


JAPAN
• Jepang kemungkinan untuk bangkit dari tahun lalu pada kontraksi ekonominya yang terpendek dalam 60 tahunnya, temuan dari forum pemerintah menunjukkannya, karena optimisme yang dihasilkan oleh kebijakan reflationary Perdana Menteri Shinzo Abe yang membawa kenaikan dalam konsumsi pribadi.

• Beberapa anggota forum pemerintah, yang ditujukan dengan mengukur siklus perekonomian Jepang, meskipun perekonomian kemungkinan telah terpukul anjlok pada bulan November tahun lalu yang dinilai dari tren indeks coicident indicators, pengukuran dalam kondisi perekonomian saat ini.

• Tetapi forum memutuskan bahwa lebih banyak data dan bukti akan dibutuhkan sebelum kesimpulan, meskipun data GDP yang dirilis pada awal bulan menunjukkan perekonomian mengalami ekspansi 2.6 persen dari basis tahunan dalam kuartal kedua tahun ini, melambat dari pertumbuhan 3.8 persen dalam kuartal pertama.

• Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan Rabu lalu bahwa dia belum mendengar alasan yang meyakinkan kenapa pemerintah harus menunda rencana kenaikan pajak penjualan untuk tahun depan.


AUSTRALIA
• Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap di bawah tren hingga tahun baru seiring Australia berjuang memasuki masa transisi dengan kebijakan‐kebijakan perekonomian yang terfokus di sektor pertambangan.

• The Westpac / Melbourne Institute Leading Index, yang menunjukkan laju kemungkinan kegiatan ekonomi tiga sampai sembilan bulan ke depan, merilis data perekonomian sebesar 3,6 persen pada bulan Juni, turun dari 4,3 persen pada bulan Januari.

• Westpac chief economist Bill Evans mengkonfirmasi dalam besaran angka bahwa pertumbuhan ekonomi akan sedikit lebih lambat tahun depan.

• "We expect growth in the year to the June quarter 2014 to be only 2.4 per cent, which is below trend growth of around three per cent," ucap Bill Evans.

• "The Reserve Bank of Australia has cut its growth forecast in 2013 from 2.5 per cent to 2.25 per cent, although it has maintained its growth forecast out to June 2014 at 2.5 per cent."

• Selanjutnya pertemuan dewan RBA pada tanggal 3 September, empat hari sebelum pemilihan federal, dimana Westpac tidak mengharapkan akan penurunan suku bunga.

• "The board's minutes for the August meeting stated clearly that rates are likely to be on hold in September but that the board has not closed off the possibility of reducing rates further," ucap Mr Evans.
  • "That is consistent with our own view that more rate cuts can be expected over the course of the next six months.".


SWISS
• Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis FOMC minutes yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan  September. 

• Hasil minutes semalam menunjukkan hanya beberapa dari anggota pembuat kebijakan Federal Reserve berpendapat untuk segera "memperlambat" laju pembelian  obligasi bank sentral pada sidangnya bulan lalu, sementara yang lain menekankan kesabaran dalam memutuskan kapan untuk mulai mengurangi program stimulus. 

• Minutes dari sidang bank sentral AS 30‐31 Juli, yang dirilis malam tadi, menunjukkan bahwa hampir semua dari 12 anggota dewan kebijakan Komite Pasar Terbuka  (Federal Open Market Committee) menyetujui perubahan stimulus itu belum tepat. 

• Investor masih akan terus mencermati perkembangan data ekonomi AS terutama data PDB, inflasi dan pasar tenaga kerja. Jika kesemua faktor ekonomi tersebut terus  membaik, maka akan memperkuat dugaan The Fed akan mengurangi stimulusnya di bulan September. 


• Dolar berhasil rebound hingga mencatat intraday high di 0,9234 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0,9220 franc, atau naik 0,5% dari posisi penutupan New  York hari Selasa. 

Wednesday, August 21, 2013

Headline News 21.08.13

US & GLOBAL
• Yield obligasi pemerintah AS terkoreksi dari level tertinggi 2 tahun pada hari Selasa dipicu maraknya minat beli pada aset‐aset aman resiko seiring anjloknya bursa saham dunia ke level terendahnya selama lebih dari sebulan terakhir karena ekspektasi bahwa berkurangnya stimulus moneter AS akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

• Saham Wall Street berhasil melawan arus tekanan global, dengan Standard & Poor's 500 index berhasil rebound pasca terkoreksi dalam 4 sesi berturutturut, yang merupakan koreksi terlamanya tahun ini.

• Dolar jatuh terhadap sejumlah rivalnya, menembus level terendah 6 bulan terhadap euro ditengah ketidakpastian apakah The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya, meskipun melemahnya dolar telah membantu harga emas tetap stabil.

• Spekulasi mengenai apakah The Fed akan memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasinya pada sidangnya bulan depan telah memicu turunnya harga minyak sebalum akhirnya rebound tipis menyusul berita mengenai pertempuran di Libya, yang meningkatkan kekhawatiran tentang ekspor minyak dari Timur Tengah.

• The Federal Open Market Committee, sebuah lembaga yang memutuskan kebijakan bank sentral AS, malam nanti akan merilis minutes dari sidang reguler The Fed periode 30‐31 Juli lalu. Pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan The Fed akan memberikan indikasi pengurangan program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulan pada sidangnya tanggal 17‐18 September mendatang. Kekhawatiran bahwa dewan kebijakan AS akan melanjutkan kembali putaran ketiga pelonggaran kuantitatif The Fed, atau QE3, telah diikuti oleh kekhawatiran the Fed ingin menaikkan suku bunga jangka pendek, meskipun pejabat Fed telah meyakinkan pasar bahwa hal ini tidak akan terjadi untuk waktu yang lama.

• Yield oTreasury AS tenor 10 tahun turun ke 2,834 persen, turun 6 basis poin dari posisi hari Senin, ketika menembus 2,90 persen, level tertinggi sejak akhir Juli 2011. Yield Treasury adalah nilai acuan untuk suku bunga hipotek domestik dan juga suku bunga pinjaman jangka panjang. Sejumlah ekonom khawatir bahwa naiknya yield sejak Mei akan menghambat pemulihan sektor perumahan, penjualan otomotif dan sektor‐sektor sensitif lainnya di AS.

• Yield obligasi Jerman juga turun mengikuti penurunan yield AS, mencatat penurunan ke 1,839 persen setelah mencatat level puncaknya di 1,924 persen pada hari Senin. Ini adalah level tertinggi sejak Maret 2012. Naiknya yield treasury telah memberi tekanan pada saham sejak pekan lalu.

• Saham Wall Street mampu menahan tekanan terlamanya di tahun 2013 menyusul laporan positif untuk perolehan laba sektor ritel, mengisyaratkan meningkatnya kembali minat beli konsumen ditengah pertumbuhan upah yang minim dan naiknya pajak tahun ini. Saham peritel elektronik Best Buy Co's <BBY.N> melonjak 13% ke $34,80, sementara operator department store J.C. Penney Co <JCP.N> naik 6% di $14,01.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 7,75 poin atau 0,05% di 15002,99. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 6,29 poin atau 0,38% di 1652,35. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 24,50 poin atau 0,68% di 3613,59.

• Indeks saham Eropa ditutup melemah 0,8% di 1214,78 setelah menembus level terendahnya selama lebih dari 2 pekan, sementara emerging stocks <.MSCIEF> turun 1,26% ke 932,92 ke level terendah 6 pekan, meskipun kedua indeks berhasil rebound dari level intraday low.

• Indeks Nikkei <.N225> Jepang tercatat jatuh 2,6%.

• Indeks saham global MSCI terkoreksi 0,2% di 370,20 setelah mencatat level terendah sejak 11 Juli sebelum akhirnya rebound Wall Street membantu mengurangi kerugiannya.

• Berkembangnya kekhawatiran mengenai apakah The Fed akan segera memangkas stimulusnya telah membawa indeks dolar untuk terkoreksi 0,4% setelah mencatat level terendah selama lebih dari 2 bulan. Euro menguat 0,65% terhadap dolar di $1,3422, di bawah level tertinggi 6 bulan di $1,3452 yang dicapai di awal sesi, sementara dolar turun 0,39% terhadap yen Jepang di 97,17 yen.

• Jika The Fed memberikan sinyal untuk mengurangi QE3 tahun ini, maka akan memicu penguatan dolar karena berkurangnya pembelian obligasi akan memicu naiknya yield obligasi AS dimana akan menaikkan minat pada aset‐aset AS.

• Di pasar komoditas, harga tembaga berjangka di London naik 0,23% ke $7322,50 per ton, memangkas kerugiannya di awal sesi. Harga emas naik 0,46% ke $1371,76 per ons, bergerak di sekitar level tertinggi 2 bulan yang telah dicapai hari Senin.

• Harga minyak berhasil rebound dan ditutup naik 25 sen atau 0,23% di $110,15 per barel tertekan oleh spekulasi kebijakan The Fed meskipun mendapat dukungan oleh hilangnya ekspor minyak Libya serta kekhawatiran bahwa kerusuhan yang terus berlanjut di Mesir bisa menyebar dan mengganggu pasokan. Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Oktober turun $1,71, atau 1,6% pada $105,15. 



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas naik pada hari Selasa seiring dolar melemah dan yield obligasi Treasury AS melemah ketika Federal Reserve akan mengurangi program stimulus ekonomi.

• Emas turun hampir 1 persen di awal sesi perdagangan, kemudian berbalik lebih tinggi karena spekulan membeli kontrak berjangka untuk menghadapi kemungkina bearish menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan Fed bulan Juli.

• hari Rabu Para pedagang mengatakan ketidakpastian pergerakan harga ketika bank sentral AS akan meruncingkan pembelian obligasi bulanan dari nilai 85 milyar dollar, memeberikan manfaat terhadap pergerakan harga emas.

• "I have noticed a small reversal in call skew. People are starting to bid for calls again and the discount is diminishing," ucap Albert Ng, market maker and portfolio manager diAurum Options Strategies, New York.

• Pergerakan Spot emas <XAU=> menguat 0,5 persen di level 1,372.67 dollar/ounce, rebound $ 20 dari level terrendah di level 1,352.20 dollar/ounce.

• US Comex emas berjangka <GCZ3> untuk periode Desember ditutup naik 6,90 dollar di level 1,372.60 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 70 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.

• Emas naik karena indeks dolar <. DXY> turun 0,4 persen, sedangkan yield obligasi Treasury AS untuk jatuh tempo 10 tahun turun dari level tertinggi dua tahun seiring para investor membeli obligasi AS relatif lebih murah.


OIL & COMMODITIES
• Crude oil futures AS melemah tajam Selasa lalu karena para trader melakukan aksi jual untuk menutup posisi dari kedepannya front‐month contract berakhir dan dalam reaksi terhadap berita jaringan pipa Seaway telah terhenti yang menutup pengapalan dari Oklahoma ke Gulf Coast.

• "We have a huge amount of net length and this is just rolling contracts and profit taking," kata Rich Ilczyszyn, kapala market strategist dan pendiri dari iitrader.com LLC di Chicago.

• "We've got a lot of data coming out tomorrow. Whether or not it's a downward trend we'll have to wait until tomorrow to see."
  • Grup industri API telah merilis laporan persediaan oil Selasa lalu. Energy Information Administration AS akan mengeluarkan datanya Rabu ini.


EURO ZONE
• Berkembangnya tanda‐tanda bahwa mulai melemahnya kehidupan perekonomian di negara Eropa ini memulai memperlambat perputaran ekspektasi berdampak pada inflasi.

• Sampai saat ini para ekonom dan investor khawatir masalah zona euro bisa memperlambat inflasi ke titik di mana harga mulai jatuh, tetapi baru‐baru peningkatan dalam sektor perekonomian tampaknya telah berubah pandangan akan inflasi.

• Obligasi Eropa yang memberikan perlindungan terhadap inflasi ‐ yang dikenal sebagai "linker" ‐ telah mulai mengungguli obligasi nominal untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Swap inflasi, indikator lain yang memberikan dampak positif juga naik.

• "When you think back a couple of months ago the market was really contemplating disinflation scenarios but now, even though the ECB (European Central Bank) has been quite explicit about keeping inflation expectations anchored, the growth side of the equation is picking up," ucap Commerzbank strategist Michael Leister.



U.K.
• Sterling diperdagangkan mendekati level tertinggi 2 bulan pada hari Selasa terhadap dolar, setelah mata uang AS tersebut tertekan oleh anjloknya yield obligasi pemerintah dan  keraguan terhadap kapan kiranya The Fed akan mengurangi program stimulusnya. 

• Sementara pasar secara luas mengharapkan Fed minutes malam nanti akan memberikan beberapa kejelasan tentang rencana stimulus, investor khawatir bahwa langkah bank  sentral  mungkin  jauh  dari  harapan  dan  dolar  berpotensi  terkoreksi.  Imbal  hasil  obligasi  AS  tenor  10‐tahun  juga  turun  setelah  mencapai  level  tertinggi  dua  tahun  di  sesi  sebelumnya. 

• Apresiasi sterling juga mendapat dukungan dari membaiknya data ekonomi Inggris yang mengisyaratkan suku bunga BoE kemungkinan akan dinaikkan lebih cepat dari perkiraan. 

• Sterling menguat 0,2% di sekitar $1,5682 setelah mencatat intraday peak di $1,5696, yang merupakan level tertinggi sejak 18 Juni.  

• Di awal bulan ini, Gubernur BoE Mark Carney menjanjikan untuk mempertahankan suku bunga di level rendah hingga tingkat pengangguran turun menjadi 7%, sebuah level yang  nampaknya tidak  akan  dapat dicapai  oleh bank sentral dalam  waktu 3  tahun  kedepan.  Namun  dengan membaiknya data  ekonomi  Inggris belakangan ini  telah menimbulkan  keraguan  apakah  suku  bunga  akan  tetap  dipertahankan  di  level  rendah  hingga  tahun  2016  mendatang.  Carney  juga  menambahkan  beberapa  peringatan  yang  akan  memungkinkan bank untuk mengetatkan kebijakan jika inflasi naik lebih cepat dari yang diharapkan atau jika stabilitas keuangan terancam. 

• Jika The Fed nanti malam memberikan indikasi yang jelas mengenai langkah pengurangan stimulusnya, maka akan berpeluang mendorong penguatan dolar. Sedangkan sterling  juga berpotensi tertekan jika BoE tetap terindikasi akan mempertahankan suku bunganya di level rendah. 


JAPAN
• Perekonomian Jepang mengalami recovery yang diekspektasi masih terjadi dalam tahun ini dibantu oleh proyek pekerjaan publik dan menguatnya pembelanjaan konsumen tetapi akan melambat mengikuti tahun fiskal berkenaan dengan ekspektasi kenaikan pada pajak penjualan, sebuah polling Reuters menunjukkannya.

• Consumer prices diekspektasi untuk anjlok sejenak dari tujuan Bank of Japan, dan terdapat 60 persen peluang bahwa bank sentral dapat memperluas pembelian asetaset hingga akhir tahun, polling menunjukkannya.

• Negara dengan perekonomian terbesar ketiga ini diperkirakan bertumbuh 2.6 persen dalam tahun fiskal hingga Maret 2014, sebuah polling Reuters dari 21 para ekonom menunjukkannya. Survei dilakukan pada 13‐16 Agust yang sedikit berubah dari polling bulan Juli.

• Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda Selasa lalu mengulangi pandangannya bahwa pemerintah harus melanjutkan dengan kenaikan yang direncanakan pada pajak penjualan negara untuk memperbaiki keuangan yang compang –camping.


AUSTRALIA
• Para Debitur mungkin harus menunggu setidaknya sampai Melbourne Cup day untuk  penurunan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh Reserve Bank of Australia. 

• Bank sentral telah mengambil sikap dengan sangat jelas bahwa ia tidak akan memotong tingkat suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, sebagian besar karena  melemahnya dollar Australia yang membantu meningkatkan perekonomian. 

• Tingkat pemotongan suku buka yang terakhir dilakukan oleh RBA la sebesar seperempat poin menjadi rekor baru rendah dengan tingkatan 2,5 persen pada August 6  board meeting. 

• "Members agreed that the bank should neither close off the possibility of reducing rates further, nor signal an imminent intention to reduce rates," ucap RBA minutes.  
  • "The board would continue to examine the data over the months ahead to judge whether policy was appropriately configured."  


SWISS
• Ketidakpastian terhadap langkah pengurangan stimulus The Fed telah memicu tertekannya dolar terhadap sejumlah rivalmnya termasuk franc Swiss. Investor juga  cenderung memburu franc Swiss sebagai mata uang aman resiko setelah anjloknya bursa saham global dan melemahnya mata uang di pasar negara berkembang. 

• Yield  obligasi  pemerintah  AS  tenor  10  tahun  melemah  setelah  menembus  level  tertinggi  2  tahun  di  sesi  sebelumnya  menyusul  antisipasi  terhadap  langkah  pengurangan stimulus The Fed. The Fed akan merilis minutes dari sidangnya di bulan Juli pada malam nanti yang diharapkan akan memberikan kejelasan apakah bank  sentral akan memangkas program pembelian obligasinya di bulan September. 

• Dolar terkoreksi 1% terhadap franc Swiss setelah menembus level terendah 2 bulan. Dolar terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9170 franc, atau melemah 0,7%  dibanding posisi penutupan New York hari Senin. 


• Sementara  itu  mata  uang  rupee  India  jatuh  ke  level  rekor  terendah  yang  baru,  mendorong  bank  sentral  negara  itu  untuk  melakukan  intervensi  di  pasar  uang  sementara nilai tukar rupiah Indonesia menembus level terendah 4 tahun yang baru. 

Tuesday, August 20, 2013

Headline News 20.08.13

US & GLOBAL
• Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS menembus level tertinggi 2 tahun mendekati 3% pada hari Senin dan mata uang negara berkembang dari India hingga Indonesia anjlok seiring berkembangnya spekulasi bahwa The Fed akan segera mengakhiri program stimulusnya.

• Indeks saham AS jatuh dalam 4 sesi berturut‐turut. Saham real‐estate yang sensitif terhadap perubahan suku bunga mengalami tekanan, dengan PHLOX Housing Sector Index losing turun 2,5%.

• Kekhawatiran bahwa The Fed akan segera mengakhiri program stimulusnya di bulan depan telah menekan Wall Street di akhir sesi, dengan indeks Dow pekan lalu mencatat penutupan mingguan terburuknya tahun ini. Sementara kekacauan politik di Italia juga menekan indeks saham Eropa.

• Minutes dari sidang terakhir the Fed akan dirilis pada Rabu malam atau Kamis dinihari dan diharapkan akan memberikan indikasi kapan kiranya rencana The Fed untuk mengakhiri program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulan. The Fed memprediksi ekonomi akan menguat di semester kedua tahun ini dan juga di tahun 2014, dan rilis data belekangan ini mengisyaratkan terjadinya perbaikan di pasar tenaga kerja dan naiknya tekanan inflasi. Kondisi ini telah mendorong naiknya suku bunga jangka panjang secara tajam dalam beberapa
bulan terakhir, dengan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menembus level tertinggi 2 tahun di 2,90 persen pada hari Senin, naik lebih dari 1 persen sejak Mei. Namun demikian, petinggai bank sentral AS juga mengatakan kemungkinan ditundanya pengetatan stimulus jika data ekonomi AS ternyata memburuk.

• Suku bunga hipotek AS tenor 30 tahun mengikuti naiknya yield Tresury, yang mana berpotensi menekan pemulihan pasar perumahan. Hal ini telah menekan saham real estate seperti Mace, yang anjlok 1,8%.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 70,73 poin atau 0,47% di 15010,74. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 9,77 poin atau 0,59% ke 1646,06. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup melemah 13,69 poin atau 0,38% di 3589,09

• Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun naik 1,3 basis poin menjadi 1,89 persen, setelah menembus level tertinggi sejak Maret 2012 di 1,92 persen.

• Bursa saham Eropa terlihat membaik dalam beberapa pekan terakhir. 17 negara zona euro telah mengakhiri resesinya selama 18 bulan di kuartal lalu, setelah mencatat pertumbuhan 0,3%, dan survey bisnis periode Agustus pekan ini nampaknya akan menunjukkan pemulihan tipis. Namun anjloknya bursa saham Italia pada hari Senin telah menekan indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, yang melemah 0,6%. Ketidakpastian terhadap kekuatan pemerintah koalisi Italia telah memukul saham. Sedangkan indeks saham global tercatat turun 0,4%.

• Naiknya suku bunga juga telah menekan pasar negara berkembang. Mata uang rupee India terkoreksi ke level terendah di 63,30 per dolar, sementara indkes saham negara tersebut merosot 1,4%, memperpanjang penurunan berturut‐turut sebesar 4% pada hari Jumat.

• "With the turnaround of developed markets, foreign institutional investors have greater investment opportunities in Western Europe and North America," kata Souring Bane, seorang profesor Warwick Business School di Inggris. "This situation is aggravated with the tapering of quantitative easing."

• Bank sentral India telah mencoba untuk membatasi berapa banyak uang warga India dan perusahaan yang dapat ditransfer keluar, tapi itu hanya menaikkan kekhawatiran kontrol modal langsung yang lebih lanjut akan merusak kepercayaan investor asing.

• Sedangkan mata uang rupiah Indonesia jatuh ke level terendah 4 tahun di 10485 per dolar dan indeks saham MSCI Asia Pasifik diluar Jepang turun 0,5%.

• Data manufaktur Cina dari HSBC akan dirilis hari Kamis dan akan menjadi sorotan pelaku pasar. Rilis data belakangan ini menunjukkan ekonomi relatif stabil, yang berpotensi meningkatkan kepercayaan investor Asia.

• Dolar bergerak flat di $1,3337 per euro dan juga relatif stabil di 97,55 yen.

• Harga minyak dunia turun 46 sen ke $107 per barel meskipun fokus pasar minyak pada kerusuhan dan kekerasan di Mesir, yang telah memicu kekhawatiran ekspor dari produsen minyak di Timur Tengah dan Afrika Utara.

• Harga tembaga turun 1,3% ke $7306 per ton setelah menembus level puncak 10 pekan di $7420 pada hari Jumat, sementara harga emas terkoreksi $9,08 ke $1366,70. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas merosot Senin lalu, menghentikan rangkaian kenaikan dalam tiga harinya, karena naiknya yields obligasi AS yang menandai the Fed dapat bergerak mendekati untuk mengurangi stimulus moneter bulan depan, kata para analis.

• Emas telah mengalami rally minggu‐minggu ini berkenaan dengan ketidakpastian waktu dari rencana stimulus the Fed, aksi teknikal buying yang memicu memecahkan diatas level utama $1350.00, dan inflowa terbaru terhadap bullion‐backed exchange funds.

• "Given the thin summer trading conditions, gold prices are likely to stay choppy ahead of the Fed Open Market Committee minutes release," kata James Steel, kepala precious metals analyst pada HSBC.


OIL & COMMODITIES
• Harga oil ditutup sedikit melemah dalam perdagangan yang kurang bergairah Senin lalu karena ditekan oleh aksi ambil untung tetapi gejolak di Mesir dan anjloknya ekspor oil di Libia masih ikut juga menekan harga hariannya.

• Brent crude oil futures untuk pengiriman bulan Oktober di settled merosot 50 sen ke level $109.90 per barrel setelah perdagangan ke level tertingginya $111.

• Para trader masih dalam pendekatan “wait and see” kedepannya dari kontrak bulan September yang berakhir, kata Andi Lebow, vice president pada Jefferies Bache.
  • "The spread's been under a lot of pressure," kata Lebow.

EURO ZONE
• Pertumbuhan ekonomi Jerman harus bertahan setelah penguatan kuartal keduanya, Bundesbank mengatakannya Senin lalu, ditambah bahwa European Central Bank's meneruskan petunjuk pada tingkat bunga rendah "not an unconditional commitment".

• Kinerja Jerman –negara dengan perekonomian terbesar dalam zona euro – adalah penting terhadap nasib blok tersebut, dan penguatan dari ekspektasi pertumbuhan Jerman dan Perancis membantu untuk mendorong mata uang keluar dari resesi dalam kuartal keduanya.

• Pembelanjaan oleh wisatawan di Yunani naik pada bulan Juni, data bank sentral menunjukkannya Senin lalu, mengkonfirmasi perkiraan bahwa musim panas dapat memberikan keringanan beban utang negara dengan masuknya dana segar asing.

• Dengan pembelanjaan domestik, keseluruhan investasi dan industrial production dalam langkah kemerosotan yang mendorong penghematan, dengan pembelanjaan oleh wisatawan asing menjadi satu‐satunya pertumbuhan yang mendorong perekonomian Yunani, yang mana diekspektasi merosot 4.2 persen tahun ini.

• Stress tests eksternal dari perbankan Slovenia akan diperluas termasuk 10 lenders dan hasilnya harus dirilis akhir tahun ini, bank sentral mengatakannya, yang mengindikasikan kedepannya penundaan overhaul dari permasalahan di sekor perbankan.


U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 7 bulan terhadap sejumlah rival utamanya pada hari Senin, ditopang oleh ekspektasi bahwa Bank of England berpeluang untuk  menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya menyusul meningkatnya pertumbuhan ekonomi. 

• Confederation of British Industry (CBI) pada Senin kemarin memprediksi produk domestik bruto Inggris akan naik 1,2% tahun ini dibandingkan dengan prediksi bulan  Mei di 1%, dan naik 2,3% di tahun 2014, dari 2% prediksi beberapa bulan lalu. CBI juga memprediksi tingkat pengangguran akan menurun dalam beberapa bulan  kedepan. 



JAPAN
• Ekspor Jepang naik di bulan Juli pada level tahunan  terpesatnya  selama hampir  3 tahun terakhir dipicu oleh melemahnya yen  dan maraknya penjualan  mobil dan eklektronik di AS, Asia dan Eropa. 

• Jepang masih bergulat dengan defisit perdagangan terbesar ketiga di 1,02 trilyun yen di bulan Juli, menyusul melemahnya yen dan naiknya harga minyak  membuat nilai impor energi membengkak, yang berpotensi menggerus keuntungan perusahaan kedepannya. 

• Kalangan  analis  pasar  memprediksi  Jepang  akan  melanjutkan  pemulihannya,  meskipun  masih  menghadapi  sejumlah  resiko  seperti  melambatnya  perekonomian Cina, sebagai mitra dagang terbesar Jepang. 
  • Pasar saat ini akan menantikan data Fed minutes untuk memastikan apakah bank sentral AS akan mengurangi/mengakhiri program stimulusnya. 


AUSTRALIA
• Pada  hari  Selasa  ini  pasar  akan  mencermati  hasil  minutes  dari  sidang  RBA  pada  6  Agustus  lalu  ketika  bank  sentral  memangkas  suku  bunganya  ke  level  terendah yang baru di 2,5%. 

• Jika minutes tersebut mengisyaratkan mengenai durasi pelonggaran moneter RBA maka akan menjadi penggerak utama Aussie dalam pekan ini. 

• Aussie bergerak melemah 0,8% terhadap dolar di $0,9108. Aussie telah melemah 12,33% terhadap dolar sepanjang tahun ini. 

• Disamping RBA minutes, pasar saat ini juga akan menantikan data Fed minutes untuk memastikan apakah bank sentral AS akan mengurangi/mengakhiri  program stimulusnya. 


SWISS
• Dolar melemah terhadap franc Swiss meskipun masih relatif terbatas pada hari Senin menyusul investor menantikan rilis Fed minutes dini hari nanti untuk  melihat indikasi kapan kiranya bank sentral AS akan mengurangi/menghapus program stimulusnya. 

• Sejumlah data ekonomi AS, termasuk penurunan klaim pengangguran mingguan mendekati level terendah 6 tahun, telah memperkuat dugaan bahwa The  Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasi paling awal di bulan September. 

• Minutes dari sidang The Fed pada 30‐31 Juli akan dirilis pada hari Rabu atau Kamis dinihari, dan akan menjadi poin penting untuk pasar dalam beberapa hari  kedepan. 


• Dolar melemah 0,3% ke 0,9237 franc dibandingkan dengan posisi penutupan New York hari Jumat. 

Monday, August 19, 2013

Headline News 19.08.13

US & GLOBAL
• Imbal hasil obligasi AS naik ke level tertinggi dua tahun pada hari Jumat seiring para investor khawatir Federal Reserve akan mulai kebijakan stimulus pada bulan depan, sementara indeks saham dunia jatuh menyentuh level penurunan mingguan terbesar mereka dalam hampir dua bulan.

• Kenaikan imbal hasil obligasi AS mendorong dolar naik terhadap mata uang utama, meskipun sempat melemah setelah data menunjukkan sentimen konsumen AS menurun pada bulan Agustus sedangkan perumahan baru dan izin naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Juli.

• Bursa saham AS berakhir lebih rendah, dengan Dow membukukan penurunan mingguan terbesar tahun ini karena kenaikan suku bunga berdampak negative . Saham Eropa berakhir lebih tinggi setelah mencapai tertinggi dua tahun pada awal pekan ini.

• "It's a further belief that the economy is on a more sustainable path," ucap Jennifer Vail, head of fixed income di U.S. Bank's wealth management group, Minneapolis. "The market believes that we are closer to the end of not only bond purchases, but also the end of near‐zero interest rate policy."

• Treasury note untuk jatuh tempo 10 tahun melemah 18/32, dengan yield 2,8288 persen. Ditengah volume transaksi perdagangan moderat, yield 10‐tahun mencapai level tertinggi 2,866 persen, level yang belumpernah tersentuh sejak 29 Juli 2011.

• Pasar obligasi telah mengalami penjualan tajam sejak Fed mulai berbicara kembali tentang pembelian obligasi. Yield obligasi dengan jatuh tempo 10 tahun telah meningkat dari sekitar 1,6 persen pada awal Mei.

• Sebuah jajak pendapat Reuters yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan Fed untuk mengurangi pembelian obligasi pada 17‐18 pertemuan kebijakan September, dengan konsensus mengharapkan bahwa bank sentral AS akan mengurangi pembelian hingga 15 miliar dolar awalnya sebesar 85 milyar dollar.

• Di Wall Street, saham mengalami tekanan seiring pertumbuhan pendapatan perusahaan dibawah ekspektasi. Dari Wal‐Mart <WMT.N> , Gap <GPS.N> , <MN> Macy, <MCD.N> McDonald merasakan dampak dari pemulihan ekonomi yang tidak merata.

• "We haven't seen the revenue growth the market was anticipating," ucap Rick Meckler, president of investment firm LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey.

• "We are unlikely to see a large‐scale correction in the market right now, but it certainly is losing the momentum that took it to strong highs earlier this year," ucap nya.

• Indeks saham dunia MSCI <. MIWD00000PUS>, gabungan dari pasar ekuitas terbesar untuk 45 negara, sedikit berubah pada hari Jumat melemah 1 persen di minggu ini, penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juni.

• Indeks Dow Jones industrial average <. DJI> anjlok 30.72 poin, atau 0,20 persen, menjadi ditutup pada 15,081.47. The Standard & Poor 500 Index <. SPX> kehilangan 5,49 poin, atau 0,33 persen, menjadi berakhir pada 1,655.83. Nasdaq Composite Index <. IXIC> melemah 3,34 poin, atau 0,09 persen, ke 3,602.78.

• Logam mulia seperti emas dan platinum telah meningakt dengan cukup baik, meskipun mereka bisa terancam jika Fed menerapkan kebijakan stimulus. Emas mencapai level tertinggi dua bulan $ 1,379.60 dengan platinum dan paladium juga di tertinggi dua bulan.

• Harga minyak berakhir lebih tinggi, dengan minyak Brent membukukan persentase kenaikan mingguan terbesar dalam enam minggu karena gejolak di Mesir dan Libya memicu kekhawatiran tentang keamanan pasokan minyak.

• Brent crude futures untuk periode Oktober naik 80 sen untuk menetap di $ 110,40 per barel. Minyak AS periode September naik 13 sen menjadi menetap di $ 107,46.



GOLD & COMMODITIES
• Emas naik hampir 1 persen ke level tertinggi dua bulan pada hari Jumat, dan emas mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lima minggu seiring data AS yang melemah dan memberikan dampak negatif untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

• Perak naik 1,5 persen selama sesi delapan hari perdagangan secara beruntun. silver menguat dan mengungguli emas, naik 14 persen minggu ini, menyentuh level kenaikan mingguan terbesar dalam hampir lima tahun.

• Daya tarik emas sebagai lindung nilai investasi meningkat setelah laporan ekonomi AS pada hari Jumat menunjukkan kepercayaan konsumen melemah pada bulan Agustus dan konstruksi perumahan yang lebih rendah dari perkiraan bulan lalu.

• "Uncertainty is re‐entering the economy and making money managers think," ucap Carlos Perez‐Santalla dari futures brokerage Marex Spectron.

• Spot gold <XAU=> was up 0.9 percent at $1,377.60 an ounce by 3:01 p.m. EDT (1901 GMT), having set a two‐month high of $1,379.60.

• Pergerakan Spot emas <XAU=> menguat 0,9 persen di level 1,377.60 dollar/ounce, setelah mencapai level tertinggi dua bulan di level 1,379.60.


OIL & COMMODITIES
• Oil futures pada kedua sisi dari Atlantik diakhiri menguat untuk rangkaian enam harinya Jumat lalu, dengan Brent oil mencatatkan persentase kenaikan terbesar mingguan dalam enam minggu karena gejolak di Mesir dan Libia menambah kekhawatiran mengenai keamanan pasokan minyak.

• Brent crude oil naik pada akhir hariannya setelah kembali dari penurunan pada awalnya pada waktu sore hari di New York. Perdagangan yang choppy karena para trader sold contracts kedepannya akhir pekan untuk membukukan keuntungan, kata broker.
  • Gejolak sipil di Yunani dan Libia ikut mendukung harga, kata analis. Meskipun Mesir bukanlah pemasok utama oil, para investor mengkhawatirkan gejolak dapat menyebar ke Timur Tengah, yang mana memasok lebih banyak daripada sepertiga minyak dunia.

EURO ZONE
• EU's statistics office Eurostat mengatakan pada hari Jumat bahwa surplus perdagangan zona euro cukup meningkat pesat pada bulan Juni dari tahun sebelumnya dan dari bulan sebelumnya seiring impor terus menurun.

• Angka perdagangan dan rilis data tingkat inflasi masih melemah menggarisbawahi bahwa pemulihan ekonomi zona euro memang masih terlihat rentan.

• Impor negara‐negara zona euro menunjukkan penurunan secara dua bulan beruntun sebesar 6 persen pada tahun ini untuk bulan Juni, sementara ekspor terus melemah menjadi 3,0 persen dan menunjukkan penurunan untuk bulanan kedua secara beruntun.

• Eurostat mengkonfirmasi tingkat inflasi tahunan yang tidak berubah diangka 1,6 persen pada bulan Juli secara beruntun untuk bulan kedua jauh di bawah target Bank Sentral Eropa yang hanya melemah di bawah angka 2 persen.

• Consumer prices melemah 0,5 persen pada bulan Juli dengan penurunan terjadi pada diseluruh sektor, kecuali jasa dan volatile energy costs.

• Zona euro keluar dari resesi pada kuartal kedua seperti yang diharapkan, tumbuh 0,3 persen dari kuartal sebelumnya setelah 18 bulan mengalami resisi.

• Pemulihan yang hampir terjadi diseluruh sektor lemah dan tidak merata, namun, seiring rilis data yang tercatat pengangguran dan keraguan atas keberlanjutan utang publik dan swasta di daerah itu mencegah rebound yang kuat. Analis melihat ada pertumbuhan yang sehat sebelum tahun 2015.
  • Bank Sentral Eropa, yang mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk beberapa waktu kedepan.


U.K.
• Sterling menyentuh level tertinggi selama dua bulan terakhir terhadap beberapa mata uang lainnya pada hari Jumat seiring membaiknya data Inggris, memberikan harapan lebih terhadap peningkatan bursa ketika suku bunga Inggris akan meningkat.

• Namun para pedagang mengatakan pound mungkin bisa meningkat lebih tinggi seiring penjulan meningkat cukup pesat.

• Trade‐weighted sterling <= GBP> terakhir di level 81,5, setelah mencapai nilai intraday tertinggi di level 81.6, dimana level penutupan perdagangan tertinggi ini pernah dicapai pada tanggal 17 Juni. Sterling terhadap dolar, ditutup edikit lebih rendah di level 1,5620 dollar.

• Bank of England governor Mark Carney menunjukkan bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level 0,5 persen sampai tingkat pengangguran turun menjadi 7 persen, kebijakan ini untuk mengantisipasi hingga akhir 2016.

• Namun dengan data Inggris yang baru‐baru ini dirilis, memberikan indikasi yang kuat akan sebuah pemulihan, ada keraguan tentang apakah bank dapat mempertahankan suku pada rekor terendah selama itu.

• “Markets were looking for concrete assurances from the BoE when it came to forward guidance and we didn't really get that," ucap Craig Erlam, market analyst di Alpari.

• "There were too many caveats and there was nothing conclusive that says interest rates will stay low for three years," ucapnya, menambahkan bahwa pergerakan sterling dapat menguji level 1,5750 dollar meskipun mungkin ada beberapa koreksi sebelumnya.


JAPAN
• Ekspor Jepang diperkirakan untuk mengalami pertumbuhan dalam bulan Juli pada fase tercepatnya yang hampir dalam tiga tahun, menurut polling Reuters, memperkirakan benefit dari pelemahan yen yang akhirnya mulai terasa.

• Perkiraan trade balance menjadi defisit untuk rangkaian 13 bulannya di bulan Juli, karena pelemahan yen membuat Jepang menambah impor energi meskipun mahal.

• Pengambil kebijakan Jepang mengindikasikan mereka menyetujui insentif pajak untuk mendorong investasi bisnis yang melemah daripada memangkas pajak corporate, karena pemerintah menandai confidence pada kebijakan stimulus yang telah membawa perekonomian dalam jalur untuk menjauh dari deflasi.

• Dalam pandangan yang paling optimis dalam prices selama empat tahun, pemerintah mengatakan bahwa Jepang mendekati akhir dari deflasi karena bertahan menguatnya perekonomian yang memungkinkan lebih banyak perusahaan untuk menyampaikan peningkatan biaya kepada konsumen.


AUSTRALIA
• Pengumuman Kevin Rudd tentang zona ekonomi khusus di Northern Territory belum terlaksana dengan baik di Australia Barat.

• Liberal leader Colin Barnett dan business groups khawatir akan sebuah rencana tingkat pajak perusahaan yang rendah, aturan‐aturan investasi yang disederhanakan dan regulasi yang dipermudah guna memberikan dampak yang cukup menarik bagi proyek‐proyek energi utama dibandingkan di WA's Kimberley region.

• Mr Barnett terus mendukung rencana untuk mengkomersilkan potensi gas Kimberley dan tetap bersikeras bahwa rencana James Price Point harus menjadi tempat fasilitas gas di darat, rencana ini cukup kontroversial dan sebuah rencana jangka panjang.

• Ada kesempatan yang adil bagi pemilik suara voting WA dimana mereka akan setuju dengan pernyataannya bahwa zona ekonomi khusus adalah sebuah "discriminatory" jika ternyata lapangan pekerjaan disektor minyak dan gas lebih sedikit.

• WA Labor leader Mark McGowan berhenti mengkritik rencana Rudd, tetapi telah bersumpah untuk "vigorously pursue the economic interests of WA, including the north".

• Minyak dan gas tetap menjadi fokus pembahasan pada hari kedua perjalanan kilat Perdana Menteri di WA, dengan pengumuman pusat penelitian eksplorasi minyak di fasilitas CSIRO pada bagian dalam Perth sub‐urban Kensington.


SWISS
• Pergerakan Swiss franc cukup stabil terhadap euro dan dolar pada hari Jumat, tetap ditutup menguat pada sesi perdagangan Kamis karena ketidakpastian atas penarikan stimulus Federal Reserve AS mengangkat volatilitas pasar dan berdampak negative pada saham AS dan bursa saham Asia.

• Data yang dirilis Kamis menunjukkan untuk pertama kalinya klaim pengangguran AS turun ke posisi terendah untuk enam tahun, menjadi suatu indikasi untuk Fed untuk segera memangkas program stimulus dan mensupport yields U.S. treasuries meningkat lebih tinggi dan meningkatkan daya tarik dolar.

• Pergerakan Franc terus mendekati pergerakan euro dengan erat sejak Bank Nasional Swiss menetapkan nilai tukar minimum sebesar 1,20 EUR/CHF, guna membantu menangkis resesi dan menghindari deflasi.


• Franc sedikit berubah terhadap dolar dibandingkan dengan penutupan perdagangan New York, pada level 0,9258 per dolar. Franc stabil terhadap euro di level 1,2356.