title cover

title cover

Monday, August 26, 2013

Headline News 26.08.13

US & GLOBAL
• Indeks saham global berakhir menguat pada hari Jumat, sementara dolar terkoreksi setelah sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan penjualan rumah baru mengalami penurunan tajam dan menambah keraguan terhadap waktu pelaksanaan pengurangan program stimulus oleh The Fed.

• New home sales turun 13,4% di bulan juli ke level tahunan 394.000, jauh di bawah ekspektasi pasar, demikian dilaporkan Departemen Tenaga Kerja AS, menyuramkan sejumlah indikasi positif yang mendukung pemulihan ekonomi AS.

• Sedangkan pasar saham Eropa berlanjut menguat, tapi perhatian tetap kuat pada Asia setelah terjadi fluktuasi cukup tajam sepekan kemarin telah menggerus miliaran dolar dari pasar negara berkembang untuk kedua kalinya dalam dua bulan.

• Yield Treasury AS melemah namun masih bergerak di sekitar level tertinggi 2 tahun, dengan investor enggan untuk menembus kisaran perdagangan saat ini, menyusul ketidakpastian mengenai waktu pemangkasan stimulus The Fed. Treasury AS tenor 10 tahun naik 18/32, dengan yield di 2,818 persen.

• Adapun sidang The Fed berikutnya akan digelar pada 17‐18 September mendatang.

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 46,77 poin atau 0,31% ke 15010,51, sedangkan S&P 500 <.SPX> naik 6,54 poin atau 0,39% ke 1663,50 dan Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 19,085 poin atau 0,52% ke 3657,792.

• Resiko terbesar yang akan dihadapi ekonomi AS adalah sebuah langkah pengetatan kebijakan yang prematur oleh The Fed, demikian pendapat dari ekonom Stanford University, Robert Hall, yang dilontarkannya dalam konferensi tahunan Kansas City Federal Reserve Bank di Jackson Hole, Wyoming.

• Indeks saham pasar negara berkembang MSCI mencatat kenaikan pertamanya setelah dalam 6 sesi berada di zona merah, sementara tekanan jual pada rupee India mereda setelah mengalami minggu terburuknya terhadap dolar dalam dekade terakhir.

• Dolar menyerahkan keuntungannya terhadap sejumlah rival utamanya setelah awalnya menguat ke level puncak 3 pekan terhadap yen, ditopang oleh kenaikan yield obligasi AS ditengah ekspektasi The Fed akan mengurangi pembelian obligasi bulan depan.

• Turbulansi yang terjadi sepekan kemarin dipicu oleh keyakinan bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya, sebuah optimisme yang kemudian didukung oleh membaiknya rilis data ekonomi global.

• Jerman malaporkan ekonomi tumbuh 0,7% di kuartal kedua, sementara Inggris merevisi tingkat pertumbuhan ekonominya.

• Sementara data PMI sepekan kemarin menunjukkan terjadi ekspansi yang lebih baik dari perkiraan di zona euro, rebound pada sektor manufaktur Cina dan aktifitas manufaktur AS pada level tertinggi 5 bulan.

• Indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, terapresiasi 0,4%. Rebound pada pasar saham Asia dan Eropa telah membantu indeks saham global MSCI naik 0,8%, meskipun masih belum cukup kuat untuk menghindarkannya dari pelemahan selama 3 pekan berturutturut.

• Brent dan US crude mendapat support dari terganggunya ekspor minyak Libya. Brent crude <LCOc1> naik 1% ke $111,01 per barel, dan U.S. crude <CLc1> naik 1,3% ke $106,43 per barel.



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas menguat hampir 2 persen pada hari Jumat, menyentuh level tertinggi penutupan perdagangan dalam lebih dari dua bulan terakhir mendekati level 1.400 dollar/ounce, seiring penurunan besar dalam data U.S. new home sales, di tengah harapan baru bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan stimulus ekonomi.

• Untuk minggu ini, emas naik 1,6 persen menyentuh level kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Emas telah menguat selama enam dari tujuh pekan terakhir sejak emas jatuh ke level terendah tiga tahun di level 1.180 dollar/ounce pada tanggal 28 Juni.

• Sales of new single‐family homes di Amerika Serikat melemah lebih dari 13 persen pada bulan Juli ke level terendah dalam sembilan bulan. Data Departemen Perdagangan jauh lebih lemah dari yang diekspektasikan, bahkan ketika stimulus Fed tetap menerapkan kebijakan stimulusnya.

• "The new home sales number is terrible, so the fear is clearly that higher interest rate (are) going to topple this housing recovery, which means the Fed has to ease and not tighten," ucap Axel Merk, portfolio manager of Merk Funds yang mengelola sekitar 500 juta dollar dalam bentuk currency mutual‐fund assets.

• Bullion ikut menyoroti ketika tiga pejabat Fed mengungkapkan pandangan yang berbeda tentang kapan harus mengurangi pembelian obligasi bulanan bank sentral sebesar 85 milyar dollar. Investor telah mencoba untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada pertemuan kebijakan Fed bulan depan.

• Harga spot emas spot naik 1,6 persen di level 1,396.56 dollar/ounce, setelah mencapai level 1,398.20, dollar, level tertinggi perdagangan sejak tanggal 7 Juni.

• US Comex emas berjangka untuk periode Desember <GCZ3> ditutup menguat 25 dollar di level 1,395.80 dollar/ounce, dengan volume perdagangan Comex sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Kenaikan dalam gasoline futures membantu harga oil menguat Jumat lalu mengikuti berita penghentian unit pada refinery East Coast Kanada.

• Sementara itu volume perdagangan untuk kontrak Brent crude menguat, naik dari kontrak futures AS melampaui terhadap international benchmark. Brent premium terhadap WTI dipersempit menjadi $4.16 per barrel selama dalam hariannya, setelah melonjak $3 per barrel pada awalnya minggu ini yang membawa rentang menjadi $6 untuk pertama kalinya sejak akhir bulan Juni.

• Pengamat pasar mengaitkan pergerakan tiba‐tiba dari pelemahan pada dollar setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan penurunan lebih besar dari ekspektasinya dalam new home sales AS ke level terendah dalam sembilan bulannya.

• Volume perdagangan Brent 8 persen dibawah rata‐rata moving average harian yang hanya dibawah kontrak 500.000, sementara itu crude AS mendekati 40 persen dibawah rata‐rata dari 370.000 kontraknya.

• Terminal ekspor crude oil terbesar di Libia, Es Sider dan pelabuhan minyak Zuetina masih ditutup, Deputi Kementerian Oil Omar Shakmak mengatakan meskipun beberapa perbaikan terlihat pada pelabuhan minyak lainnya.


EURO ZONE
• Permintaan domestik menguat secara signifikan dengan ekspansi kuartalan Jerman yang sangat kuat dalam lebih dari satu tahun antara bulan April hingga Juni, memicu optimisme di negara Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa akan mengalami kinerja yang sangat bagus di tahun 2013 dan mendukung pemulihan zona euro .

• Detail akan data dirilis pada hari Jumat menunjukkan sebuah keraguan akan sektor konstruksi setelah musim dingin yang keras, keinginan perusahaan 'yang kuat untuk mesin dan peralatan dan konsumsi swasta yang sehat, semua didukung kenaikan kuartalan produk domestik bruto sebesar 0,7 persen.

• Para analis mengatakan bangkit kembalinya Jerman meningkatkan revisi perkiraan pertumbuhan 2013 dan mendukung pemulihan tentatif di ekonomi zona euro.

• "The composition of the growth is very good. It is being driven more strongly from within, which is good for Germany and the euro zone," ucap economist Holger Sandte di Nordea. "It is also positive that firms are investing more in equipment and are not so hesitant anymore."

• Permintaan domestik naik 0,5 poin terhadap PDB di kuartal 2 dan perdagangan 0,2 poin persentase asing.

• "Growth is broadly supported ‐ two‐thirds comes from domestic demand, a third from trade... This could be the start of a long upturn for investment. Low interest rates and returning confidence provide a sound basis for this," ucap Christian Schulz di Berenberg Bank.


U.K.
• Sterling  menyerahkan  keuntungan  pada  hari  Jumat  dipicu  kekhawatiran  Kepala  Bank  of  England  (BoE)  Mark  Carney  akan  menghentikan  pembicaraan  mengenai kenaikan tajam tingkat suku bunga pasar Inggris, yang mungkin akan dilakukan pada awal pekan ini, dan menegaskan kembali janjinya untuk  mempertahankan suku bunga rendah hingga akhir 2016 seperti yang tercantum dalam rencana arahan kedepan (forward guidance) bank. Kondisi ini telah  menekan sterling yang pada awalnya sempat menguat pasca rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris yang melampaui perkiraan. 

• Meskipun data perumahan AS dirilis buruk,  namun  sterling gagal memanfaatkan momentum  tersebut,  tidak seperti halnya euro yang berhasil menguat  0,3% terhadap dolar. Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1,5570, atau turun 0,1% dari posisi penutupan New York hari Kamis, setelah menembus  level terendah 1 pekan di $1,5538. 

• Meskipun BoE  berjanji  untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga tingkat pengangguran turun  menjadi 7%, yang nampaknya  akan  sulit  dicapai  dalam kurun waktu 3 tahun, namun membaiknya data ekonomi telah menimbulkan keraguan pada asumsi tersebut dan mendukung sterling di akhir sesi. 

• Sterling pada awalnya menguat terhadap dolar dan juga euro setelah data PDB‐Q2 Inggris mencatat ekspansi 0,7%, melampaui ekspektasi pasar 0,6%. Hal  ini memperkuat prospek untuk terjadinya kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan BoE. 

• Sementara itu, tumbuhnya ekspektasi bahwa The Fed akan menjadi bank sentral pertama dunia yang mengurangi stimulusnya, yang kemungkinan akan  dilakukan bulan depan, berpotensi mendorong apresiasi dolar terhadap sterling. 

• Euro berhasil menguat terhadap sterling setelah data kepercayaan konsumen di zona euro melonjak ke level tertinggi dalam 2 tahun, menambah sinyal  positif terhadap proses pemulihan ekonomi kawasan. 

• Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pekan ini diantaranya data revisi PDB‐Q2, durable goods orders dan consumer confidence. Jika data dirilis optimis,  maka akan memperkuat kembali ekspektasi pengurangan stimulus The Fed dan berpotensi memicu apresiasi dolar. 

JAPAN
• Kebanyakan perusahaan Jepang tidak akan menambah pengangkatan (pekerja) untuk tahun 2014 dan lebih dari satu dari enam akan mengambil langkah tambahan dalam pemangkasan biaya karena rencana kenaikan pajak penjualan tahun depan dari memburuknya kondisi ekonomi, menurut polling Reuters yang menggarisbawahi skeptisnya kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe.

• Hasil dari Survei Reuters Corporate menawarkan catatan laporan jangka menengah yang membawa ketenangan dari "Abenomics" karena memfokuskan perubahan dari awal untuk stimulus moneter dan fiskal terhadap kekhawatiran mengenai deregulasi dan usaha untuk mengatasi utang publik Jepang yang besar.

• Abe telah berjanji memutuskan pada apakah untuk bergerak kedepannya dengan mengusulkan kenaikan pajak penjualan setelah rangkaian pemeriksaan pemerintah yang diatur mulai minggu depan dengan para ekonom dan pemimpin bisnis seperti Presiden Toyota Motor Corp's <7203.T> Akio Toyoda.

• Keberhasilan kebijakan Abe akan bergantung apakah Japan Inc dapat meyakinkan untuk mengangkat lebih banyak pekerja, mendorong penggajian dan investasi lebih dari operasi mereka untuk menggerakan perekonomian hingga pertumbuhan yang berkelanjutan dan target inflasi 2 persen oleh bank sentral. Tetapi survei Reuters dilakukan antara 2 Agust. dan 19 Agust. yang menunjukkan lebih banyak kehati‐hatian daripada optimisme dikalangan bisnis.


AUSTRALIA
• Kontrak obligasi berjangka Australia telah mengakhiri dua hari sesi pelemahan perdagangan secara beruntun, yang dipicu oleh ekspektasi kebijakan stimulus ekonomi di AS.

• Antisipasi bahwa Federal Reserve AS akan meredakan program pembelian obligasi bulanan sebesar 85 miliar dollar dimana telah menyebabkan melemahnya obligasi AS dan Australia selama dua pekan terakhir.

• Commonwealth Bank interest rate strategist Philip Brown tidak terkejut dengan koreksi di pasar Australia pada hari Jumat.

• "We had a fair bit of a sell off in the last few days, so it's probably enough to calm down a little bit," ucapnya.

• "The first day after a big move normally does go the other way."

• Kontrak obligasi berjangka Australia dengan jatuh tempo 10 tahun untuk periode September diperdagangkan di level 95,945 naik dari level 95,915 pada hari Kamis.


SWISS
• Dolar gagal melanjutkan apresiasinya terhadap franc Swiss dipicu rilis buruk data perumahan AS. Data new home sales periode Juli mencatat turun 13,4% ke  level tahunan 394.000 unit, lebih rendah dari perkiraan 490.000. Sedangkan data bulan Juni juga mengalami revisi turun menjadi 455.000 dari laporan awal  497.000. Data mencatat penurunanke level terendah dalam 9 bulan. 

• Kondisi ini mengisyaratkan kenaikan suku bunga KPR nampaknya tengah membebani proses pemulihan ekonomi AS. Data tersebut berpotensi mengurangi  peluang The Fed untuk memangkas program stimulusnya di akhir tahun ini. Kondisi ini juga memberikan keraguan atas ekspektasi Wall Street bahwa The  Fed akan mengurangi pembelian obligasinya di bulan September mendatang. 

• Suku bunga hipotek (KPR) telah meningkat tajam sejak Mei dipicu ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi pembelian obligasi dengan segera. Pasar  perumahan, yang telah memberi tekanan besar pada ekonomi AS sejak resesi 2007‐09, terlihat mulai bangkit di awal tahun lalu ketika harga rumah mulai  mengalami kenaikan. 

• Hingga berita ini ditulis, pasar tengah menantikan pernyataan dari Wakli Kepala The Fed Janet Yellen yang dijadwalkan memberikan pernyataan pada hari  Sabtu (24/8) untuk melihat kejelasan mengenai peluang The Fed untuk mengurangi pembelian obligasi. 

• Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pekan ini diantaranya data revisi PDB‐Q2, durable goods orders dan consumer confidence. Jika data dirilis optimis,  maka akan memperkuat kembali ekspektasi pengurangan stimulus The Fed dan berpotensi memicu apresiasi dolar. 

• Sementara dari dalam negeri Swiss data yang akan dirilis pekan ini adalah UBS indicator, non‐farm payrolls dan KOF leading indicator. 


• Dolar terakhir tercatat di sekitar 0,9215 franc, atau melemah 0,2% dari posisi penutupan New York hari Kamis. 

Friday, August 23, 2013

Headline News 23.08.13

US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global menguat pada hari Kamis, bahkan disaat lebih dari 3000 saham yang listing di Nasdaq terhenti transaksinya selama lebih dari 3 jam, dan harga obligasi turun setelah sebuah survey bisnis menunjukkan terjadinya ekspansi ekonomi global.

• Data ekonomi telah memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi program stimulus pembelian obligasi di bulan September. Survey PMI menunjukkan terjadinya ekspansi yang lebih baik dari perkiraan di zona euro, rebound di sektor manufaktur besar Cina dan aktifitas manufaktur AS meningkat ke level tertinggi 5 bulan di periode Agustus.

• Data dari Departemen Tenaga Kerja AS juga menunjukkan jumlah klaim untuk dana kesejahteraan bagi kaum pengangguran mendekati level terendah 6 tahun di pekan lalu, menambah indikasi akan positifnya pemulihan ekonomi AS. Sementara jobless claims menunjukkan kenaikan 13000 menjadi 336000, sedikit di atas ekspektasi pasar, namun data four‐week moving average turun ke level terendah sejak November 2007. Data 4‐week average dipandang sebagai barometer yang lebih baik untuk melihat tren pasar tenaga kerja AS, yang
mengisyaratkan ekonomi AS sedang mengalami pemulihan yang cukup untuk menopang pertumbuhan pekerjaan. Rilis data tersebut tidak mengubah ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi stimulusnya di bulan depan.

• "The Fed tapering theme continues. Yesterday's Fed minutes reinforced expectations that the Fed will taper its quantitative easing program in September and today's jobless claims didn't really change that. The jobless claims rose, but they were not really that far off from the consensus forecast," kata Greg Moore, seorang strategist mata uang di TD Securities di Toronto.

• Pasar ekuitas global menguat, dengan saham‐saham Eropa mencatat sesi terbaiknya sejak awal Agustus. Sedangkan MSCI's all‐country world index naik 0,44%. FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index naik 0,94% dan ditutup di 1219,03.

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 66,19 poin atau 0,44% di 14963,74. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 14,16 poin atau 0,86% di 1656,96. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 38,92 poin atau 1,08% di 3638,71.

• Perdagangan dilanjutkan pada efek yang tercatat di unit Nasdaq OMX <NDAQ.O>, operator bursa terbesar kedua AS, setelah kesalahan dalam penyebaran saham kutipan menghentikan semua lalu lintas sahamnya. Saham Nasdaq ditutup turun 3,4 persen pada $30,46.]

• Bursa saham Eropa mengakhiri serangkaian koreksinya selama 3 sesi berturut‐turut setelah data survey manufaktur untuk bulan Agustus menunjukkan terjadinya ekspansi di Eropa. Markit's Flash Composite Purchasing Managers' Index menunjukkan aktifitas bisnis di zona euro meningkat lebih pesat dari perkiraan, naik ke 51,7 dari posisi bulan sebelumnya di 50,5.

• "If you want to understand whether there is a positive or a negative outlook for equities, then PMIs are quite a good measure. We've seen a gradual improvement in PMIs since last July and now we're in growth territory," kata James Butterfill, global equity strategist pada Coutts.

• Yield obligasi pemerintah Jerman menembus level tertingginya sejak Maret 2012 setelah investor melepas Bunds pasca rilis data PMI dan ekspektasi bahwa The Fed akan segera mengurangi stimulusnya. Yield obligasi Jerman tenos 10 tahun naik setinggi 1,943 persen dan ditutup naik 4 basis poin di 1,92 persen. German Bund futures <FGBLc1> jatuh serendah 139,46, level terendahnya sejak Oktober 2012. Bunds ditutup melemah 41 poin di 139,73.

• Harga Treasury AS juga jatuh, dan mendorong naiknya yield. Treasury tenor 10 tahun naik 1/32 dengan yield 2,8881 persen.

• Dolar menembus level tertinggi lebih dari 2 pekan terhadap yen di 98,80 yen, menembus level puncak 15 Agustus di 98,66 yen. Dolar terakhir ergerak di 98,72 yen, atau naik 1,09%. Euro memangkas kerugiannya dan diperdagangkan mendekati titik impas (break‐even). Euro terakhir tercatat di $1,3355, atau turun 0,01%.

• Harga minyak Brent mendekati $110 per abrel dipicu rilis optimis data ekonomi Cina dan Eropa yang memperkuat optimisme terhadap meningkatnya permintaan minyak dari kedua negara, sementara ekspor minyak dari Libya masih tetap dibatasi oleh pemogokan dan kerusuhan. October Brent crude <LCOc1> ditutup di $109,90 per barel, atau naik 9 sen. Sedangkan U.S. crude <CLc1> naik $1,18 ke $105,03. 



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan Emas menguat pada sesi perdagangan Kamis seiring data manufaktur China mengalami peningkatan, memberikan dampak positif terhadap aksi lindung nilai negara China, tetapi keuntungan bullion tampak rentan seiring ekonomi global yang lebih baik dan Federal Reserve AS yang direncanakan kembali stimulus ekonomi yang dapat memberikan dampak negative berupa penurunan harga.

• Sesi perdagangan bullion cukup berfluktuatif dimana volume perdagangan berada di bawah rata‐rata, rilis data juga menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS minggu lalu mendekati level posisi terendah enam tahun dan aktivitas manufaktur AS naik, menunjukkan ekonomi mulai menemukan pijakan yang lebih kuat.

• China's Purchasing Managers' Index (PMI), sebuah indicator penting mengenai sektor manufaktur, menunjukkan bahwa upaya oleh para pejabat ekonomi di negara terbesar kedua di dunia untuk menghentikan slide pertumbuhan mungkin akan terlunasi.

• "China's PMI came in positive. And all the data around the world, not just in the United States, is pointing toward improvement," ucap Carlos Sanchez, director of commodities and asset management di CPM Group.

• "I am a bit surprised gold holds up so well, with the Fed set to begin to taper later this year. Tapering would not be supportive of commodities and gold."

• Harga spot emas menguat 0,5 persen di level 1,372.06 dollar/ounce setelah naik sebanyak 1 persen.

• Emas berjangka AS untuk periode Desember <GCZ3> ditutup naik 70 sen/ounce di level 1,370.80 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Crude oil AS naik lebih dari $1 Kamis lalu, sementara itu Brent crude menguat kurang dibawahnya dan premi berkenaan dengan crude AS dipersempit daripada $1 dalam perdagangan yang tipis dihariannya.

• Minggu ini telah terlihat perdagangan yang volatile dalam pasar oil, dengan crude AS memangkas pelebarannya kurang dari $3 hingga $6, kemudian menyempit kembali untuk ditutup Kamis lalu dibawah $5.

• Dalam minggu baru‐baru ini, tensi politik dalam Timur Tengah dan Afrika Utara telah mendorong harga Brent, tetapi laporan dari beberapa pelabuhan Libia siap untuk melakukan ekspor yang melonggarkan permasalahan pasokan.

• "If Libyan production comes back on line, that's going to drive the spread more narrow. But if Libya's back online, and there's still geopolitical risk, that's a tug of war," kata Rich Ilczyszyn, pendiri dari iitrader.com di Chicago, Illinois.

EURO ZONE
• Data kementerian keuangan menunjukkan pada hari Kamis bahwa Germany's tax melonjak hingga 1,9 persen di tahun ini pada bulan Juli menjadi 44 miliar euro.

• Laporan bulanan kementerian keuangan menunjukkan bahwa penghasilan pajak Jerman meningkat 3,2 persen lebih tinggi pada tahun ini antara bulan Januari hingga Juli, peningkatan ini berdasarkan dari tingginya pendapatan pajak penghasilan Jerman, pasar tenaga kerja yang stabil dan kenaikan upah yang kuat.

• Data awal yang dirilis pekan lalu menunjukkan output ekonomi Jerman naik sebesar 0,7 persen pada kuartal kedua, rebound dari stagnasi antara bulan Januari hingga Maret.

• Kementerian itu mengatakan bahwa pemulihan ekonomi ini akan terus berlanjut hingga semester kedua tahun ini dan menunjuk ke peningkatan permintaan untuk produk industri, dimana ordernya naik sebesar 3,8 persen pada bulan Juni, dan membaiknya sentiment indicators.

• Kementerian mengatakan bahwa Konsumsi swasta, menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pada kuartal kedua, dan akan terus meningkat, menjadi salah satu pilar utama yang mendukung sektor perekonomian Jerman tahun ini.

• Sementara Jerman secara tradisional menjadi bangsa yang gemar menabung, namun suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank memberikan dampak negative terhadap kegiatan menabung. Upah lebih tinggi dan pasar pekerjaan yang stabil telah mendorong semangat konsumen ke level tertinggi dalam hampir enam tahun. 


U.K.
• Sebuah pemulihan ekonomi yang mulus belum terjamin dan Bank of England tidak mengesampingkan langkah‐langkah stimulus baru, demikian pernyataan salah satu pembuat  kebijakan utama dari bank sentral Inggris mengatakan pada hari Rabu. Martin Weale mengatakan kepada surat kabar Telegraph bahwa dia cenderung setuju dengan langkah  pembelian aset lebih lanjut di samping langkah bank baru‐baru ini untuk memberikan arahan ke depan (forward gudance) pada tingkat suku bunga. Komentar ini menunjukkan  sisi dovish Weale yang jarang sekali terjadi dimana ia mendukung kenaikan suku bunga pada tahun 2011 dan satu‐satunya dari 9 anggota di Komite Kebijakan Moneter yang  menentang rencana arahan (guidance plan) yang diajukan awal bulan ini oleh Kepala BoE Mark Carney. Keadaan yang mungkin menjamin pelonggaran lebih lanjut diantaranya  guncangan lebih lanjut dari zona euro, gejolak baru di pasar negara berkembang atau pemulihan ekonomi domestik yang masih rapuh, katanya. 

• Sterling melemah pada hari Kamis dari level tertinggi 2 bulan terhadap dolar, dipicu hasil minutes The Fed yang mendukung ekspektasi bank sentral akan mengurangi program  stimulusnya dengan segera. Kenaikan yield obligasi Inggris sedikit tertinggal terhadap yield obligasi AS dengan investor optimis bahwa The Fed akan menjadi bank sentral pertama  yang mengurangi program pembelian obligasi, yang kemungkinan akan dilakukan di bulan September. 

• Sebaliknya, mereka memperkirakan Kepala Bank of England (BoE)  Mark Carney  akan menghentikan pembicaraan mengenai  kenaikan tajam  tingkat suku  bunga pasar  Inggris,  mungkin pada awal pekan depan, dan menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga akhir 2016 seperti yang tercantum dalam rencana arahan  kedepan (forward guidance) bank. Kondisi ini memicu investor untuk berhati‐hati, meskipun sterling mampu memangkas kerugiannya setelah data jobless claims AS semalam  menunjukkan kenaikan. Sterling terakhir tercatat melemah 0,4% di $1,5595, turun dari posisi teratas 2 bulan di $1,5718 yang dicapai hari sebelumnya. Sterling juga melemah  terhadap euro setelah mata uang tunggal Eropa mendapat sokongan dari rilis optimis data PMI, utamanya dari Jerman. Euro tercatat menguat 0,3% terhadap sterling di sekitar  0,8555, jauh di atas level terendah 1‐1/2 bulan di 0,8505 yang tercatat pekan lalu


JAPAN
• Optimisme manufaktur Jepang membaik ke level tertingginya dalam tiga tahun, sebuah polling Reuters menunjukkannya, karena pelemahan yen mendorong earning untuk para eksportir dari tekstil, kimia, baja dan logam lainnya.

• Indeks dari sentimen yang berasal dari survei bulanan Reuters pada manufaktur yang naik 3 poin menjadi plus 16 bulan Agustus, yang mana yang menyamai level bulan November 2010. Laporan positif menunjukkan optimisme yang melebihi jumlah dari pesimisme.

• Indeks di ekspektasi untuk naik kembali pada plus 18 dibulan November pada survei Reuters, yang mana menguat berhubungan dengan mendekati survei tankan kuartalan dari Bank of Japan.

• Para pembuat mobil dan elektronik, kurang optimis berkenaan dengan kekhawatiran dari melambatnya pertumbuhan pada pasar negara berkembang, menyoroti resiko dari perekonomian luar negeri yang ditimbulkan oleh kebijakan reflationary Perdana Menteri Shinzo Abe.
  • "Sales are doing much better than we initially anticipated," salah satu pembuat kimiawi mengatakan dalam polling 2‐9 Agustus dari 400 perusahaan menengah dan besar, yang mana terdiri dari 276 respon.


AUSTRALIA
• Berdasarkan rencana pemerintah, menjelang pelaporan tahunan saat ini yang tercatat sebesar 2 juta dolar dalam bentuk omset tahunan, dimana akan ditingkatkan menjadi 20 juta dollar, yang dimana rencana ini akan mengizinkan sebanyak 1,35 juta bisnis untuk laporan laporan keuangannya hanya sekali setahun.

• Rudd mengatakan hal ini akan memberikan operator bisnis lebih banyak waktu untuk fokus menjalankan bisnis mereka.

• Pengumuman rencana ini dampak dari kelanjutan pengumuman lainnya guna memperpendek bisnis administrasi termasuk free Small Business Superannuation Clearing House dan perampingan persyaratan untuk usaha kecil.

• Rudd mengatakan pemerintah memahami bahwa sektor perekonomian berada dalam masa transisi seiring akhir cerita dari boomingnya sektor invests pertambangan China dari China pertambangan booming investasi.

• "To create jobs beyond the boom, we need to promote economic growth across a range of sectors rather than having all our eggs in one basket," ucapnya.

• Rudd mengatakan usaha kecil dan menengah dari Australia adalah kunci utama untuk peningkatan sektor tenaga kerja.

• "We must reduce red tape and compliance costs so small business owners and operators can focus on running their businesses which will allow them to grow and create new jobs," ucapnya.
  • "Reducing the GST compliance burden on small businesses is another way Labor is building jobs for the future."


SWISS
• Franc Swiss melemah terhadap dolar pada hari Kamis setelah minutes dari hasil sidang The Fed bulan Juli menunjukkan dukungan untuk terjadinya pemangkasan stimulus tahun  ini, mendorong naiknya yield Treasury AS dan juga dolar. 

• Naiknya yield obligasi AS telah memicu naiknya biaya pinjaman secara global, menekan pasar ekuitas akibat melemahnya minat pada aset beresiko meskipun data menunjukkan  aktifitas di sektor manufaktur Cina, sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia, menembus level tertinggi 4 bulan di periode Agustus seiring meningkatnya  kembali order baru. 

• Sedangkan  euro  berhasil  memangkas  kerugiannya  atas  dolar  dan  menguat  secara  umum  terhadap  mata  uang  lainnya  (termasuk  franc  Swiss)  setelah  data  PMI  menunjukkan  aktifitas bisnis di zona euro meningkat melebihi perkiraan, utamanya dari Jerman. 

• Sementara dari dalam negeri Swiss dilaporkan data surplus perdagangan menipis menjadi 2,4 milyar franc di bulan Juli dari 2,8 milyar franc di bulan sebelumnya. 

• Kondisi ini membuat salah seorang anggota dewan kebijakan Swiss National Bank (SNB), Fritz Zurbruegg, mengatakan bahwa kebijakan pambatasan nilai tukar minimum EUR/CHF  di 1,20 franc per euro akan terus dipertahankan selama dibutuhkan meskipun nilai tukar franc Swiss belakangan ini terlihat melemah. SNB akan menggelar sidang berikutnya pada  19 September mendatang. 


• Dolar menguat ke level tertinggi 1 minggu terhadap franc Swiss di 0,9289 franc, sebelum akhirnya mengalami konsolidasi dan ditutup hampir flat di sekitar 0,9227 franc, atau naik  0,1% dari posisi penutupan New York hari Rabu. Sedangkan euro melanjutkan apresiasinya dan terakhir bergerak di sekitar 1,2330 franc atau naik 0,1%. 

Thursday, August 22, 2013

Headline News 22.08.13

US– FOMC minutes

Hanya beberapa dari anggota pembuat kebijakan Federal Reserve berpendapat untuk segera
"memperlambat" laju pembelian obligasi bank sentral pada sidangnya bulan lalu, sementara yang lain menekankan kesabaran dalam memutuskan kapan untuk mulai mengurangi program stimulus.

Minutes dari sidang bank sentral AS 30-31 Juli, yang dirilis malam tadi, menunjukkan bahwa hampir semua dari 12 anggota dewan kebijakan Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market Committee) menyetujui perubahan stimulus itu belum tepat.

Investor masih cemas dalam memprediksi kapan The Fed akan mulai untuk memperlambat
pembelian aset bulanannya yang senilai $85 milyar.

Para pembuat kebijakan mencatat bahwa tingkat pengangguran AS - yang sebesar 7,4 persen bulan lalu - telah menurun "jauh" sejak putaran terbaru dari pembelian obligasi diluncurkan pada bulan September, meskipun ada ketidaksepakatan pada peningkatan kumulatif yang diberikan, misalnya, tingginya jumlah warga Amerika yang tidak lagi memburu pekerjaan.

Pada akhirnya, The Fed tidak melakukan perubahan kebijakan formal pada pertemuan bulan lalu, dan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 31 Juli bahwa ekonomi AS masih terus membutuhkan dukungan.

Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis minutes tersebut yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan September.
Euro menembus level intraday low di $1,3334 dan terakhir bergerak di sekitar $1,3362, atau turun 0,4%. Sedangkan terhadap yen, dolar menguat ke level intraday high di 97,98 yen dan terakhir bertengger di sekitar 97,90 yen, atau naik 0,6%.


US & GLOBAL
• Pasar ekuitas global dan harga obligasi terkoreksi sementara dolar menguat pada hari Rabu setelah minutes dari sidang terakhir The Fed tidak mengubah ekspektasi untuk terjadinya pengurangan stimulus di bulan September.

• Ekuitas AS turun ke level intraday low, lalu rebound untuk kembali ke zona positif, dan kemudian turun kembali setelah rilis minutes dari sidang The Fed bulan Juli. Hasil minutes menunjukkan adanya perbedaan pandangan diantara anggota dewan kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Market Committee) mengenai kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi program stimulusnya, meskipun hal tersebut tidak mengubah ekspektasi pasar untuk terjadinya pengurangan stimulus di bulan
September.

• "If investors were looking for strong, clear signals from this month's FOMC minutes, they were disappointed. All is open for a September decision on tapering, but this still depends on the economic data in coming days and weeks pointing to a firm upturn in the economy," kata Andrew Milligan, kepala strategi global pada Standard Life Investments di Edinburgh.

• Yield untuk Treasury AS tenor 10 tahun melejit hampir 2,9%, level tertinggi sejak akhir Juli 2011.

• Investor dan traders telah bertindak hati‐hati belakangan ini, dengan indeks S&P 500 merosot dalam 5 sesi dari 6 sesi terakhir, ditengah ketidakpastian terhadap kapan kiranya The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulannya.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 105,44 poin atau 0,70% di 14897,55. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 9,55 poin atau 0,58% di 1642,80. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> melemah 13,80 poin atau 0,38% di 3599,79.

• Indeks MSCI turun 0,85% di 367,09, sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0,6% di 1207,71.

• Dolar rebound dari posisi terendah 6 bulan terhadap euro dan menguat terhadap yen. Euro terkoreksi 0,43% di $1,3358. Sedangkan indeks dolar, sebagai barometer untuk nilai tukar dolar terhadap sejumlah rival utamanya, naik 0,51% ke 81,315. Terhadap yen, dolar menguat 0,5% ke 97,75 yen.

• Harga Treasury AS turun, demikian juga dengan harga obligasi Jerman sebelum rilis The Fed minutes. Treasury AS tenor 10 tahun turun 21/32 dengan yield 2,8935 persen.

• Yield obligasi Jerman tenor 10 tahun naik setinggi 1,892 persen, sedikit di bawah level hari Senin yang mencatat level tertinggi sejak Maret 2012, dan terakhir yield tercatat 1,87 persen. Bund futures <FGBLc1> Jerman tercatat melemah 47 poin di 140,14.

• Sebelum minutes dirilis, sebuah laporan menunjukkan harga penjualan rumah di AS meningkat di bulan Juli ke level tertinggi selama lebih dari 3 tahun, mengisyaratkan kenaikan tajam pada nilai KPR hanya memberikan dampak yang terbatas pada proses pemulihan pasar perumahan AS. National Association of Realtors melaporkan existing home sales melonjak 6,5%, jauh di atas ekspektasi pasar, dengan level tahunan mencapai 5,39 juta unit.

• Data non‐farm payrolls periode Agustus yang akan dirilis pada 6 September mendatang akan dicermati investor dan juga dewan kebijakan bank sentral AS untuk menilai apakah peningkatan di pasar tenaga kerja telah cukup untuk mendukung langkah pengurangan stimulus. Sebanyak 50% ekonom yang disurvey Reuaters memprediksi Federal Open Market Committee akan mulai mengurangi pembelian obligasi di bulan September.

• Harga minyak Brent turun di bawah $110 per barel dipicu laporan beberapa ekspor minyak Libya mungkin akan segera aktif kembali dan berita bahwa pipa minyak mentah Seaway telah tutup, menghentikan pengiriman dari Midwest AS ke Gulf Coast. Harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Oktober ditutup melemah 34 sen di $109,81 per barel. Sedangkan U.S. October oil
<CLc1> turun $1,26 di $103,85 per barel. 



GOLD & COMMODITIES
• Perdagangan Emas hampir diseluruh sesi perdagangan tidak mengalami perubahan yang berarti di sesi perdagangan Rabu, seiring pada trader mencerna hasil dari minute the latest Federal Reserve policy meeting yang menunjukkan sedikit petunjuk tentang waktu guna menerapkan kembali pembelian stimulus obligasi.

• Investor cemas menunggu kapan The Fed akan mulai memperlambat pembelian nya atas obligasi bulanan sebesar 85 milyar dollar, dengan sebagian besar memprediksi pada bulan September seiring awal dari berakhirnya program quantitative easing.

• Harga emas cukup berfluktuatif setelah menit Fed, perubahan yang cukup besar di bursa ekuitas AS. Kenaikan yield US Treasury, dipandang sebagai ukuran suku bunga, berdampak negative terhadap pergerakan harga logam mulia dan ekuitas di seluruh bursa.

• "The Fed minutes didn't disclose any information about the anticipated tapering. Gold was initially helped by short covering but its rally faded with the bond yields rising," ucap Frank McGhee, head precious metals trader di Integrated Brokerage Services LLC.

• Harga spot emas melemah 25 sen di level 1,370.42 dollar/ounce.

• US Comex emas berjangka untuk periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 2,50 dollar/ounce di level 1,370.10 dollar, dengan volume perdagangan sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Harga minyak global merosot Rabu lalu karena penurunan besar‐besaran dalam crude AS yang melebar pada trans‐Atlantic untuk rangkaian dua harinya ditengah tanda‐tanda ekspor Libia yang kemungkinan berlanjut dan indikasi oil telah mengalir kembali dalam pusat penyimpanan yang telah menipis di Cushing.

• Melebarnya jarak antara Brent dan West Texas Intermediate (WTI), benchmark pengiriman AS pada Cushing, Oklahoma, mencapai lebih dari $6 barrel, yang telah melebar sejak bulan Juni. Telah mengalami ekspansi yang lebih dari $3 sejak Selasa lalu, pergerakan terbesar harian sejak awal Februari, karena para trader memperkirakan pengetatan pasokan Midwest yang telah diperlonggar.

• Data pemerintah Rabu lalu menunjukkan persediaan oil Cushing adalah yang terendah sejak Maret 2012, penurunan 25 persen dalam tujuh minggunya. Tetapi para trader meskipun begitu memfokuskan pada berita bahwa pengiriman melalui kereta api telah memasok kembali pada tangki persediaan lokal untuk pertama kalinya dalam setahun.

U.K.
• Sterling menembus level tertinggi 2 bulan terhadap dolar pada hari Rabu setelah sebuah survey menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan terhadap pemulihan  ekonomi Inggris, dimana telah memperkuat ekspektasi untuk suku bunga dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan oleh BoE. Namun, apresiasi sterling kemudian  mengendur pasca rilis FOMC minutes. 

• Sebuah survey dari Confederation of British Industry menunjukkan order manufaktur mencatat kondisi terbaiknya dalam 2 tahun di bulan Agustus, memberi dukungan  positif pada ekonomi. 

• Hasil survey ini telah meredakan kekecewaan atas rilis buruk pinjaman publik Inggris yang mencatat defisit 62 juta pound bulan lalu, defisit pertamanya di bulan Juli ‐‐‐  yang biasanya menunjukkan surplus berkat pembayaran pajak ‐‐‐ sejak 2010. Data tersebut kontras dengan ekspektasi terjadi surplus sebesar 2,45 milyar. 

• Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis FOMC minutes yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan  September. Setelah mencatat intraday high di $1,5714, apresiasi sterling mengendur dan terakhir bergerak di sekitar $1,5695, atau naik 0,2% dibandingkan posisi  penutupan New York hari Selasa. 

• Sedangkan euro melemah terhadap sterling setelah ECB berjanji akan mempertahankan suku bunga rendah untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.  Euro terkahir bergerak di sekitar 0,8525 pound, atau turun 0,4%.


EURO ZONE
• Bank Sentral Eropa menggunakan sebuah pedomanan kebijakan bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan tidak menandai sebuah era baru dalam kebijakan moneter, Anggota Dewan Pemerintahan ECB Jens Weidmann mengatakan dalam sebuah magazine interview.

• ECB bulan lalu mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk "extended period" – kebijakan pertama yang diterapkan, dimana kebijakan itu biasa disebut “forward guidance”.

• "Forward guidance is an instrument to better communicate our monetary policy course in uncertain times," Weidmann mengatakan kepada German magazine Capital dalam sebuah wawancara yang telah dirilis pada hari Rabu.

• "But it is not a change of era, it will not change our monetary policy action," ucap Weidmann, seorang yang juga berprofesi sebagai head of Germany's Bundesbank.


JAPAN
• Jepang kemungkinan untuk bangkit dari tahun lalu pada kontraksi ekonominya yang terpendek dalam 60 tahunnya, temuan dari forum pemerintah menunjukkannya, karena optimisme yang dihasilkan oleh kebijakan reflationary Perdana Menteri Shinzo Abe yang membawa kenaikan dalam konsumsi pribadi.

• Beberapa anggota forum pemerintah, yang ditujukan dengan mengukur siklus perekonomian Jepang, meskipun perekonomian kemungkinan telah terpukul anjlok pada bulan November tahun lalu yang dinilai dari tren indeks coicident indicators, pengukuran dalam kondisi perekonomian saat ini.

• Tetapi forum memutuskan bahwa lebih banyak data dan bukti akan dibutuhkan sebelum kesimpulan, meskipun data GDP yang dirilis pada awal bulan menunjukkan perekonomian mengalami ekspansi 2.6 persen dari basis tahunan dalam kuartal kedua tahun ini, melambat dari pertumbuhan 3.8 persen dalam kuartal pertama.

• Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan Rabu lalu bahwa dia belum mendengar alasan yang meyakinkan kenapa pemerintah harus menunda rencana kenaikan pajak penjualan untuk tahun depan.


AUSTRALIA
• Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap di bawah tren hingga tahun baru seiring Australia berjuang memasuki masa transisi dengan kebijakan‐kebijakan perekonomian yang terfokus di sektor pertambangan.

• The Westpac / Melbourne Institute Leading Index, yang menunjukkan laju kemungkinan kegiatan ekonomi tiga sampai sembilan bulan ke depan, merilis data perekonomian sebesar 3,6 persen pada bulan Juni, turun dari 4,3 persen pada bulan Januari.

• Westpac chief economist Bill Evans mengkonfirmasi dalam besaran angka bahwa pertumbuhan ekonomi akan sedikit lebih lambat tahun depan.

• "We expect growth in the year to the June quarter 2014 to be only 2.4 per cent, which is below trend growth of around three per cent," ucap Bill Evans.

• "The Reserve Bank of Australia has cut its growth forecast in 2013 from 2.5 per cent to 2.25 per cent, although it has maintained its growth forecast out to June 2014 at 2.5 per cent."

• Selanjutnya pertemuan dewan RBA pada tanggal 3 September, empat hari sebelum pemilihan federal, dimana Westpac tidak mengharapkan akan penurunan suku bunga.

• "The board's minutes for the August meeting stated clearly that rates are likely to be on hold in September but that the board has not closed off the possibility of reducing rates further," ucap Mr Evans.
  • "That is consistent with our own view that more rate cuts can be expected over the course of the next six months.".


SWISS
• Dolar melanjutkan apresiasinya pasca rilis FOMC minutes yang mengisyaratkan The Fed masih berpeluang untuk mengurangi program pembelian asetnya di bulan  September. 

• Hasil minutes semalam menunjukkan hanya beberapa dari anggota pembuat kebijakan Federal Reserve berpendapat untuk segera "memperlambat" laju pembelian  obligasi bank sentral pada sidangnya bulan lalu, sementara yang lain menekankan kesabaran dalam memutuskan kapan untuk mulai mengurangi program stimulus. 

• Minutes dari sidang bank sentral AS 30‐31 Juli, yang dirilis malam tadi, menunjukkan bahwa hampir semua dari 12 anggota dewan kebijakan Komite Pasar Terbuka  (Federal Open Market Committee) menyetujui perubahan stimulus itu belum tepat. 

• Investor masih akan terus mencermati perkembangan data ekonomi AS terutama data PDB, inflasi dan pasar tenaga kerja. Jika kesemua faktor ekonomi tersebut terus  membaik, maka akan memperkuat dugaan The Fed akan mengurangi stimulusnya di bulan September. 


• Dolar berhasil rebound hingga mencatat intraday high di 0,9234 franc sebelum akhirnya bergerak di sekitar 0,9220 franc, atau naik 0,5% dari posisi penutupan New  York hari Selasa. 

Wednesday, August 21, 2013

Headline News 21.08.13

US & GLOBAL
• Yield obligasi pemerintah AS terkoreksi dari level tertinggi 2 tahun pada hari Selasa dipicu maraknya minat beli pada aset‐aset aman resiko seiring anjloknya bursa saham dunia ke level terendahnya selama lebih dari sebulan terakhir karena ekspektasi bahwa berkurangnya stimulus moneter AS akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

• Saham Wall Street berhasil melawan arus tekanan global, dengan Standard & Poor's 500 index berhasil rebound pasca terkoreksi dalam 4 sesi berturutturut, yang merupakan koreksi terlamanya tahun ini.

• Dolar jatuh terhadap sejumlah rivalnya, menembus level terendah 6 bulan terhadap euro ditengah ketidakpastian apakah The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya, meskipun melemahnya dolar telah membantu harga emas tetap stabil.

• Spekulasi mengenai apakah The Fed akan memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasinya pada sidangnya bulan depan telah memicu turunnya harga minyak sebalum akhirnya rebound tipis menyusul berita mengenai pertempuran di Libya, yang meningkatkan kekhawatiran tentang ekspor minyak dari Timur Tengah.

• The Federal Open Market Committee, sebuah lembaga yang memutuskan kebijakan bank sentral AS, malam nanti akan merilis minutes dari sidang reguler The Fed periode 30‐31 Juli lalu. Pelaku pasar mengantisipasi kemungkinan The Fed akan memberikan indikasi pengurangan program pembelian obligasi senilai $85 milyar per bulan pada sidangnya tanggal 17‐18 September mendatang. Kekhawatiran bahwa dewan kebijakan AS akan melanjutkan kembali putaran ketiga pelonggaran kuantitatif The Fed, atau QE3, telah diikuti oleh kekhawatiran the Fed ingin menaikkan suku bunga jangka pendek, meskipun pejabat Fed telah meyakinkan pasar bahwa hal ini tidak akan terjadi untuk waktu yang lama.

• Yield oTreasury AS tenor 10 tahun turun ke 2,834 persen, turun 6 basis poin dari posisi hari Senin, ketika menembus 2,90 persen, level tertinggi sejak akhir Juli 2011. Yield Treasury adalah nilai acuan untuk suku bunga hipotek domestik dan juga suku bunga pinjaman jangka panjang. Sejumlah ekonom khawatir bahwa naiknya yield sejak Mei akan menghambat pemulihan sektor perumahan, penjualan otomotif dan sektor‐sektor sensitif lainnya di AS.

• Yield obligasi Jerman juga turun mengikuti penurunan yield AS, mencatat penurunan ke 1,839 persen setelah mencatat level puncaknya di 1,924 persen pada hari Senin. Ini adalah level tertinggi sejak Maret 2012. Naiknya yield treasury telah memberi tekanan pada saham sejak pekan lalu.

• Saham Wall Street mampu menahan tekanan terlamanya di tahun 2013 menyusul laporan positif untuk perolehan laba sektor ritel, mengisyaratkan meningkatnya kembali minat beli konsumen ditengah pertumbuhan upah yang minim dan naiknya pajak tahun ini. Saham peritel elektronik Best Buy Co's <BBY.N> melonjak 13% ke $34,80, sementara operator department store J.C. Penney Co <JCP.N> naik 6% di $14,01.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 7,75 poin atau 0,05% di 15002,99. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> berakhir naik 6,29 poin atau 0,38% di 1652,35. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> ditutup naik 24,50 poin atau 0,68% di 3613,59.

• Indeks saham Eropa ditutup melemah 0,8% di 1214,78 setelah menembus level terendahnya selama lebih dari 2 pekan, sementara emerging stocks <.MSCIEF> turun 1,26% ke 932,92 ke level terendah 6 pekan, meskipun kedua indeks berhasil rebound dari level intraday low.

• Indeks Nikkei <.N225> Jepang tercatat jatuh 2,6%.

• Indeks saham global MSCI terkoreksi 0,2% di 370,20 setelah mencatat level terendah sejak 11 Juli sebelum akhirnya rebound Wall Street membantu mengurangi kerugiannya.

• Berkembangnya kekhawatiran mengenai apakah The Fed akan segera memangkas stimulusnya telah membawa indeks dolar untuk terkoreksi 0,4% setelah mencatat level terendah selama lebih dari 2 bulan. Euro menguat 0,65% terhadap dolar di $1,3422, di bawah level tertinggi 6 bulan di $1,3452 yang dicapai di awal sesi, sementara dolar turun 0,39% terhadap yen Jepang di 97,17 yen.

• Jika The Fed memberikan sinyal untuk mengurangi QE3 tahun ini, maka akan memicu penguatan dolar karena berkurangnya pembelian obligasi akan memicu naiknya yield obligasi AS dimana akan menaikkan minat pada aset‐aset AS.

• Di pasar komoditas, harga tembaga berjangka di London naik 0,23% ke $7322,50 per ton, memangkas kerugiannya di awal sesi. Harga emas naik 0,46% ke $1371,76 per ons, bergerak di sekitar level tertinggi 2 bulan yang telah dicapai hari Senin.

• Harga minyak berhasil rebound dan ditutup naik 25 sen atau 0,23% di $110,15 per barel tertekan oleh spekulasi kebijakan The Fed meskipun mendapat dukungan oleh hilangnya ekspor minyak Libya serta kekhawatiran bahwa kerusuhan yang terus berlanjut di Mesir bisa menyebar dan mengganggu pasokan. Harga minyak berjangka AS untuk pengiriman Oktober turun $1,71, atau 1,6% pada $105,15. 



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas naik pada hari Selasa seiring dolar melemah dan yield obligasi Treasury AS melemah ketika Federal Reserve akan mengurangi program stimulus ekonomi.

• Emas turun hampir 1 persen di awal sesi perdagangan, kemudian berbalik lebih tinggi karena spekulan membeli kontrak berjangka untuk menghadapi kemungkina bearish menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan Fed bulan Juli.

• hari Rabu Para pedagang mengatakan ketidakpastian pergerakan harga ketika bank sentral AS akan meruncingkan pembelian obligasi bulanan dari nilai 85 milyar dollar, memeberikan manfaat terhadap pergerakan harga emas.

• "I have noticed a small reversal in call skew. People are starting to bid for calls again and the discount is diminishing," ucap Albert Ng, market maker and portfolio manager diAurum Options Strategies, New York.

• Pergerakan Spot emas <XAU=> menguat 0,5 persen di level 1,372.67 dollar/ounce, rebound $ 20 dari level terrendah di level 1,352.20 dollar/ounce.

• US Comex emas berjangka <GCZ3> untuk periode Desember ditutup naik 6,90 dollar di level 1,372.60 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 70 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.

• Emas naik karena indeks dolar <. DXY> turun 0,4 persen, sedangkan yield obligasi Treasury AS untuk jatuh tempo 10 tahun turun dari level tertinggi dua tahun seiring para investor membeli obligasi AS relatif lebih murah.


OIL & COMMODITIES
• Crude oil futures AS melemah tajam Selasa lalu karena para trader melakukan aksi jual untuk menutup posisi dari kedepannya front‐month contract berakhir dan dalam reaksi terhadap berita jaringan pipa Seaway telah terhenti yang menutup pengapalan dari Oklahoma ke Gulf Coast.

• "We have a huge amount of net length and this is just rolling contracts and profit taking," kata Rich Ilczyszyn, kapala market strategist dan pendiri dari iitrader.com LLC di Chicago.

• "We've got a lot of data coming out tomorrow. Whether or not it's a downward trend we'll have to wait until tomorrow to see."
  • Grup industri API telah merilis laporan persediaan oil Selasa lalu. Energy Information Administration AS akan mengeluarkan datanya Rabu ini.


EURO ZONE
• Berkembangnya tanda‐tanda bahwa mulai melemahnya kehidupan perekonomian di negara Eropa ini memulai memperlambat perputaran ekspektasi berdampak pada inflasi.

• Sampai saat ini para ekonom dan investor khawatir masalah zona euro bisa memperlambat inflasi ke titik di mana harga mulai jatuh, tetapi baru‐baru peningkatan dalam sektor perekonomian tampaknya telah berubah pandangan akan inflasi.

• Obligasi Eropa yang memberikan perlindungan terhadap inflasi ‐ yang dikenal sebagai "linker" ‐ telah mulai mengungguli obligasi nominal untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun. Swap inflasi, indikator lain yang memberikan dampak positif juga naik.

• "When you think back a couple of months ago the market was really contemplating disinflation scenarios but now, even though the ECB (European Central Bank) has been quite explicit about keeping inflation expectations anchored, the growth side of the equation is picking up," ucap Commerzbank strategist Michael Leister.



U.K.
• Sterling diperdagangkan mendekati level tertinggi 2 bulan pada hari Selasa terhadap dolar, setelah mata uang AS tersebut tertekan oleh anjloknya yield obligasi pemerintah dan  keraguan terhadap kapan kiranya The Fed akan mengurangi program stimulusnya. 

• Sementara pasar secara luas mengharapkan Fed minutes malam nanti akan memberikan beberapa kejelasan tentang rencana stimulus, investor khawatir bahwa langkah bank  sentral  mungkin  jauh  dari  harapan  dan  dolar  berpotensi  terkoreksi.  Imbal  hasil  obligasi  AS  tenor  10‐tahun  juga  turun  setelah  mencapai  level  tertinggi  dua  tahun  di  sesi  sebelumnya. 

• Apresiasi sterling juga mendapat dukungan dari membaiknya data ekonomi Inggris yang mengisyaratkan suku bunga BoE kemungkinan akan dinaikkan lebih cepat dari perkiraan. 

• Sterling menguat 0,2% di sekitar $1,5682 setelah mencatat intraday peak di $1,5696, yang merupakan level tertinggi sejak 18 Juni.  

• Di awal bulan ini, Gubernur BoE Mark Carney menjanjikan untuk mempertahankan suku bunga di level rendah hingga tingkat pengangguran turun menjadi 7%, sebuah level yang  nampaknya tidak  akan  dapat dicapai  oleh bank sentral dalam  waktu 3  tahun  kedepan.  Namun  dengan membaiknya data  ekonomi  Inggris belakangan ini  telah menimbulkan  keraguan  apakah  suku  bunga  akan  tetap  dipertahankan  di  level  rendah  hingga  tahun  2016  mendatang.  Carney  juga  menambahkan  beberapa  peringatan  yang  akan  memungkinkan bank untuk mengetatkan kebijakan jika inflasi naik lebih cepat dari yang diharapkan atau jika stabilitas keuangan terancam. 

• Jika The Fed nanti malam memberikan indikasi yang jelas mengenai langkah pengurangan stimulusnya, maka akan berpeluang mendorong penguatan dolar. Sedangkan sterling  juga berpotensi tertekan jika BoE tetap terindikasi akan mempertahankan suku bunganya di level rendah. 


JAPAN
• Perekonomian Jepang mengalami recovery yang diekspektasi masih terjadi dalam tahun ini dibantu oleh proyek pekerjaan publik dan menguatnya pembelanjaan konsumen tetapi akan melambat mengikuti tahun fiskal berkenaan dengan ekspektasi kenaikan pada pajak penjualan, sebuah polling Reuters menunjukkannya.

• Consumer prices diekspektasi untuk anjlok sejenak dari tujuan Bank of Japan, dan terdapat 60 persen peluang bahwa bank sentral dapat memperluas pembelian asetaset hingga akhir tahun, polling menunjukkannya.

• Negara dengan perekonomian terbesar ketiga ini diperkirakan bertumbuh 2.6 persen dalam tahun fiskal hingga Maret 2014, sebuah polling Reuters dari 21 para ekonom menunjukkannya. Survei dilakukan pada 13‐16 Agust yang sedikit berubah dari polling bulan Juli.

• Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda Selasa lalu mengulangi pandangannya bahwa pemerintah harus melanjutkan dengan kenaikan yang direncanakan pada pajak penjualan negara untuk memperbaiki keuangan yang compang –camping.


AUSTRALIA
• Para Debitur mungkin harus menunggu setidaknya sampai Melbourne Cup day untuk  penurunan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh Reserve Bank of Australia. 

• Bank sentral telah mengambil sikap dengan sangat jelas bahwa ia tidak akan memotong tingkat suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, sebagian besar karena  melemahnya dollar Australia yang membantu meningkatkan perekonomian. 

• Tingkat pemotongan suku buka yang terakhir dilakukan oleh RBA la sebesar seperempat poin menjadi rekor baru rendah dengan tingkatan 2,5 persen pada August 6  board meeting. 

• "Members agreed that the bank should neither close off the possibility of reducing rates further, nor signal an imminent intention to reduce rates," ucap RBA minutes.  
  • "The board would continue to examine the data over the months ahead to judge whether policy was appropriately configured."  


SWISS
• Ketidakpastian terhadap langkah pengurangan stimulus The Fed telah memicu tertekannya dolar terhadap sejumlah rivalmnya termasuk franc Swiss. Investor juga  cenderung memburu franc Swiss sebagai mata uang aman resiko setelah anjloknya bursa saham global dan melemahnya mata uang di pasar negara berkembang. 

• Yield  obligasi  pemerintah  AS  tenor  10  tahun  melemah  setelah  menembus  level  tertinggi  2  tahun  di  sesi  sebelumnya  menyusul  antisipasi  terhadap  langkah  pengurangan stimulus The Fed. The Fed akan merilis minutes dari sidangnya di bulan Juli pada malam nanti yang diharapkan akan memberikan kejelasan apakah bank  sentral akan memangkas program pembelian obligasinya di bulan September. 

• Dolar terkoreksi 1% terhadap franc Swiss setelah menembus level terendah 2 bulan. Dolar terakhir tercatat bergerak di sekitar 0,9170 franc, atau melemah 0,7%  dibanding posisi penutupan New York hari Senin. 


• Sementara  itu  mata  uang  rupee  India  jatuh  ke  level  rekor  terendah  yang  baru,  mendorong  bank  sentral  negara  itu  untuk  melakukan  intervensi  di  pasar  uang  sementara nilai tukar rupiah Indonesia menembus level terendah 4 tahun yang baru.