title cover

title cover

Thursday, August 29, 2013

Headline NEws 29.08.13

US & GLOBAL
• Kekhawatiran terhadap kemungkinan AS memimpin serangan ke Suriah telah mendorong naiknya harga minyak pada hari Rabu dan memicu naiknya emas dan dolar sebagai aset aman resiko.

• Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober ditutup naik $2,25 atau 1,97% di $116,61 per barel setelah menembus level tertinggi 6 bulan di $117,34. Kekhawatiran terhadap persiapan Barat untuk menyerang Suriah telah menambah keprihatinan terhadap keamanan pengiriman minyak dari Timur Tengah, yang memproduksi sepertiga minyak dunia. Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS berakhir naik $1,09 atau 1% di $110,10 per barel, setelah mencatat intraday high di $112,24, level tertinggi sejak Mei 2011.

• "The regional implications have perhaps been underestimated by the market and could potentially impact major producers like Iraq and Iran, as well as the wider region," kata Katherine Spector, head of commodity strategy pada CIBC World Markets di New York.

• Bank Societe Generale Perancis mengatakan Brent berpotensi menembus $150 jika konflik di Suriah meluas dan mengganggu distribusi minyak di wilayah tersebut. Produksi minyak Suriah sendiri telah turun menjadi 50.000 barel per hari (bph) dari sekitar 350.000 bph ketika kerusuhan mulai terjadi 2 tahun silam.

• Dewan Keamanan PBB dibentuk untuk mengatasi konfrontasi di Suriah pada hari Rabu, menyusul Inggris mencari otorisasi untuk melakukan aksi militer Barat dimana Rusia menyebutnya sebagai langkah yang terburu‐buru dan  berupaya mencegah terjadinya serangan militer.

• Dalam upaya mencari investasi yang aman, maka investor memburu emas hingga harganya menembus level puncak 3‐1/2 bulan di atas $1430 per ons, dan juga membeli dolar menyusul keyakinan bahwa dolar sebagai perlindungan utama dari risiko gejolak intensif di Timur Tengah.

• Meskipun demikian, bursa saham AS berhasil ditutup menguat pasca koreksi tajamnya hari Selasa yang mencatatkan performa terburuk indeks S&P 500 sejak Juni. Naiknya harga minyak telah mengangkat saham sektor energi.

• Mata uang safe‐haven seperti franc Swiss dan yen mengalami koreksi pasca kenaikannya di hari Selasa sebelumnya, setelah investor lebih memilih dolar. Dolar, yen dan franc Swiss dikategorikan kedalam mata uang safe‐haven dan cenderung menguat disaat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak menentu.

• Mata uang negara berkembang masih mengalami tekanan seiring ekepsktasi pengurangan stimulus oleh The Fed. Mata uang lira Turki dan rupee India menembus rekor terendah terhadap dolar. Demikian juga dengan rupiah Indonesia, dan pasar ekuitas global jatuh secara umum.

• Di Timur Tengah, indeks saham Dubai merosot 1,3% dan menambah kerugian 7% yang dicapai hari Selasa, menempatkannya mendekati level terendah 6 pekan.

• Selama perdagangan hari Rabu, saham energi menguat 1,8%, sektor yang memberi dukungan terbesar bagi kenaikan indeks S&P 500. Chevron Corp <CVX.N> naik 2,5% ke $121,81 sementara Exxon Mobil <XOM.N> naik 2,3% ke $88,84.

• "If you want a hedge against Middle East uncertainty, energy shares will serve you well," kata Jim McDonald, kepala strategis pada Northern Trust Global Investments yang berbasis di Chicago.

• Dow Jones Industrial average <.DJI> ditutup naik 48,38 poin atau 0,33% di 14824,51. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 4,48 poin atau 0,27% di 1634,96. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> naik 14,82 poin atau 0,41% di 3593,35.

• CBOE Volatility Index <.VIX>, sebagai barometer untuk menakar kekhawatiran investor, turun 1,7%, meskipun masih naik lebih dari 17% di pekan ini.

• Di Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 3,80 poin atau 0,3% ke 1198,56,

• Harga Treasury AS terkoreksi pada hari Rabu setelah mencatat kenaikan dalam 3 hari berturut‐turut. Kakhawatiran terhadap terjadinya serangan militer ke Suriah telah mendorong investor memburu aset aman resiko seperti obligasi pemerintah AS di awal pekan ini, namun seiring meredanya kekhawatiran maka mereka juga terlihat melepas kepemilikan obligasi mereka. Treasury AS tenor 10 tahun turun 21/32 dengan yield 2,785 persen, dari 2,71% di hari Selasa sebelumnya. 


GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga spot emas sempat menguat di atas 1.430 dollar/ounce ke level tertinggi tiga pekan dan level tertinggi yang tersentuh dalam kurun waktu setengah bulan pada hari Rabu dimana para investor melakukan aksi pembelian aset yang dinilai aman membeli seiring Amerika Serikat dan sekutunya tampak mengatur guna meluncurkan serangan militer terhadap Suriah.

• Sementara U.S. futures ditutup lebih rendah pada hari itu, emas naik untuk sesi hari kelima berturut‐turut seiring Suriah bersiap diri tentang rencana yang diuraikan oleh pejabat AS seiring rencana untuk serangan multi‐nasional yang bisa berlangsung selama berhari‐hari, sebagai respon dari serangan gas pekan lalu yang menewaskan ratusan warga sipil di pinggiran kota yang dikuasai pemberontak dari Damaskus.

• Meningkatnya U.S. crude futures sebesar satu persen di tengah kekhawatiran bahwa setiap tindakan terhadap Suriah bisa melebar menjadi konflik Timur Tengah, memberikan dampak terhadap meningkatnya inflasi dan emas sebagai solusi lindung nilai.

• "We are seeing the risk profile for the credit market shift in favor of gold in the near term until the contour of the Syria crisis is better understood," ucap Ed Lashinski, director of global strategy and execution di RBC Capital Markets' futures group.

• Pergerakan spot emas <XAU=> menguat 0,1 persen ditutup dengan nilai 1,416.86 dollar/ounce, setelah sebelumnya mencapai nilai 1,433.31 dollar/ounce, level penutupan perdagangan tertinggi sejak 14 Mei.

• Emas berjangka AS untuk periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 1,40 dollar/ounce dengan nilai 1,418.60 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 10 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Brent crude naik Rabu lalu untuk mencapai level tertinggi dalam enam bulannya dalam kenaikan terbesar rally dua harinya sejak bulan November karena ancaman dari negara Barat melibatkan konflik Suriah yang memicu permasalahan berkenaan dengan pasokan oil Timur Tengah.

• Internatioal benchmark telah melonjak lebih dari $5 persen dalam dua harinya karena pejabat AS menggambarkan rencana serangan multi nasional terhadap (serangan dari) Presiden Bashar al‐Assad, yang menyalahkan serangan gas beracun minggu lalu.

• Suriah tidaklah produsen terbesar oil, tetapi pasar keuangan mengkhawatirkan bahwa kekerasan disana dapat mengganggu eksportir oil di TImur Tengah.

• "The regional implications have perhaps been underestimated by the market, and could potentially impact major producers like Iraq and Iran, as well as the wider region," kata Katherine Spector, kepala dari commodity strategy pada CIBC World Markets di New York.

• Harga oil mendapat dorongan juga dari data pemerintah AS yang menunjukkan persediaan oil di Cushing, Oklahoma, pusat dari penyimpanan AS merosot dalam rangkaian delapan minggunya. Total dari persediaan crude oil naik menjadi 3 juta barrel menjadi 362 juta barrel, tetapi menyisakan 2,5 juta barrel dibawah level setahun yang lalu.

EURO ZONE
• Pinjaman kepada sektor swasta zona euro mengalami kontraksi lebih lanjut pada bulan Juli, terkena dampak dari pemulihan ekonomi zona euro dan tetap menekan Bank Sentral Eropa untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ekspansif nya.

• Data yang dirilis ECB pada hari Rabu menunjukkan bahwa pinjaman sektor swasta menyusut 1,9 persen dari bulan yang sama tahun lalu.

• Setelah diteliti lebih jauh dengan melihat seluruh zone euro, yang sesuai dengan jajak pendapat Reuters terhadap beberapa ekonom mengenai peningkatan terendah perbaikan perekonomian, membuktikan bahwa pemulihan perekonomian tidak merata di seluruh zona euro.

• Data yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan secara jelas utuh bahwa ECB telah terikat 'forward guidance' mengenai skenario suku bunga terhadap prospek inflasi dan dinamika moneter.

• "This reinforces the view that underlying inflation pressures in the euro zone remain very subdued, enabling the ECB to keep interest rates at current low levels for an extended period," ucap Martin van Vliet ING economist.

• ECB mengatakan bahwa Euro zone M3 money supply – indeks besaran kas umum dalam perekonomian ‐ tumbuh pada laju tahunan 2,2 persen pada bulan Juli, melambat dari 2,4 persen pada bulan Juni tetapi di atas perkiraan konsensus 2,1 persen dalam jajak pendapat Reuters terhadap beberapa analis.

• Lemahnya pasokan uang dan angka pinjaman bertentangan dengan data yang lebih positif lainnya, meskipun pemulihan blok itu telah dipimpin oleh Jerman, di mana sentimen bisnis mencapai level tertinggi dalam 16 bulan pada bulan Agustus.

• Dengan beberapa negara di zona euro masih mengalami resesi, investasi dan pengeluaran cenderung tanpa perubahan yang positif, sementara bank menahan pinjaman untuk memperbaiki neraca mereka ‐ kombinasi yang berisiko dan memberikan dampak negative terhadap zona euro tersebut.


U.K.
• Bank of England (BoE) kemungkinan akan menggelontorkan lebih banyak uang kedalam ekonomi Inggris jika pasar finansial mengancam proses pemulihan ekonomi,  demikian gubernur bank sentral mengatakan. Dalam testimoni pertamanya sejak menjabat sebagai Gubernur BoE, Mark Carney mengatakan pemulihan telah meluas  dan nampaknya akan berlanjut. Namun ia menegaskan bahwa tingkat pengangguran belum akan turun tajam ke level yang dapat mendorong BoE untuk menaikkan  suku bunga berdasarkan forward‐guidance plan yang diumumkan bulan ini. 

• Pasar finansial memprediksi  BoE akan  menaikkan suku bunga di pertengahan tahun  2015, jauh  lebih cepat  dari perkiraan BoE bahwa tingkat pengangguran akan  mencapai 7% di akhir 2016, turun dari levelnya saat ini di 7,8%. 

• Sterling berhasil rebound dari level terendah 2 pekan terhadap dolar setelah pernyataan Carney sedikit menaikkan ekspektasi bahwa suku bunga akan dinaikkan lebih  cepat dafri perkiraan, menyusul ekspektasi dari pasar finansial. Sterling menguat ke $1,5528 pasca komentar Carney, naik dari level terendah 2 pekan di $1,5427  sesaat usai muncul komentar Carney. 


JAPAN
• Yield dari bellwether obligasi bertenor 10‐tahun pemerintah Jepang melemah Rabu pagi lalu karena para investor melakukan pembelian aset yang dianggap safe‐haven ditengah memuncaknya tensi di Suriah.

• Harga dari September futures contract untuk obligasi bertenor 10‐tahun naik 0.25 poin menjadi 144.24 pada Tokyo Stock Exchange.

• Rilis dari data Jepang hari ini adalah penjualan ritel untuk bulan Juli lalu yang diprediksi anjlok menjadi 0.6% dari 1.6% bulan sebelumnya.

• Peluang untuk EURJPY merosot masih bisa terjadi dengan meningkatnya tensi di Suriah yang terjadi dan belum berakhir secepatnya, apalagi ancaman dari pihak Barat untuk melakukan penyerangan ke negara tersebut.


AUSTRALIA
• Kegiatan konstruksi melemah pada kuartal kedua di bulan Juni, namun terlihat akan menjadi lebih baik kedepannya dibandingkan dengan apa yang terjadi pada masa lalu.

• Para Ekonom tengah terfokus kepada pasar keuangan dan melihat data dari Biro Statistik Australia pada hari Rabu, yang dijadikan pedoman untuk data‐data pertumbuhan ekonomi pekan depan.

• Tingkat pertumbuhan rata‐rata jangka panjang untuk produk domestik bruto adalah sekitar 0,8 dalam setiap kuartalnya.

• Kita sudah tahu data akan retail trade dirilis tanpa ada perubahan pada kuartal kedua di bulan Juni dan sekarang kegiatan konstruksi turun sebesar 0,6 persen.

• Jadi peningkatan GDP yang diperkirakan akan di bawah nilai normalnya menjadi pesan dari neraca nasional. Tapi kuartal kedua di bulan Juni telah berakhir dua bulan yang lalu.

• The Housing Industry of Australia‐Commonwealth Bank Housing Afford ability Index telah menunjukkan tren peningkatan selama tiga tahun terakhir sekarang.

• "These are certainly encouraging results for those entering the market at this time in the cycle”.

• "The considerable reduction in interest rates is more than offsetting recent dwelling price increases," ucap Harley Dale dalam sebuah note setelah rilis data pada hari rabu, HIA chief economist.


SWISS
• Setelah mengalami tekanan jual di hari Selasa sebelumnya, dolar kemudian berhasil rebound terhadap franc Swiss, masih terkait keprihatinan terhadap  konflik Suriah. Dolar dan franc Swiss dikategorikan kedalam mata uang safe‐haven, dimana mereka diuntungkan disaat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak  menentu. 

• Amerika  Serikat  dan  sekutunya  tampaknya  bersiap‐siap  untuk  melakukan  serangan  militer  terhadap  Suriah,  mungkin  dalam  beberapa  hari,  sebagai  hukuman atas serangan senjata kimia pekan lalu yang dituduhkan kepada pemerintah Presiden Bashar al‐Assad. 


• Dolar menguat 0,5% ke sekitar 0,9215 franc, dibandingkan posisi penutupan New York hari Selasa. Indeks dolar juga berhasil rebound dan terakhir tercatat  menguat 0,3% di sekitar 81,415. 

Wednesday, August 28, 2013

Headline News 28.08.13

US & GLOBAL
• Ketidakpastian geopolitik seputar kemungkinan AS memimpin serangan militer terhadap pasukan Presiden Bashar al‐Assad telah mendorong naiknya harga minyak ke level tertinggi 6 bulan pada hari Selasa dan memicu koreksi tajam pada bursa global. Harga minyak Brent dan crude AS keduanya naik lebih dari $3 per barel menyusul kekhawatiran memuncak bahwa intervensi Barat akan memicu ketidakstabilan lebih lanjut di wilayah Timur Tengah, yang memproduksi sepertiga dari minyak dunia.

• Bursa saham AS dan Eropa mencatat kinerja terburuk sejak Juni. Kekhawatiran investor tercermin pada lonjakan hampir 12% pada CBOE volatility index <.VIX>, yang juga disebut sebagai barometer kecemasan Wall Street.

• Sejumlah negara dan kelompok, seperti Inggris, Perancis, Kanada dan Liga Arab, bergabung dengan Amerika Serikat dalam mendorong respon tegas kepada pemerintah Bashar al‐Assad dan mengatakan dunia tidak akan dapat berdiri jika menggunakan senjata kimia. Rusia, sekutu utama Suriah dan pemasok senjata, menentang aksi militer.

• Sumber‐sumber Barat yang menghadiri pertemuan di Istanbul mengatakan "tindakan untuk mencegah penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh rezim Assad bisa terjadi secepatnya dalam beberapa hari ke depan."

• Turut menambah aksi jual, Menteri Keuangan AS Jack Lew mengatakan adalah penting bagi Kongres untuk menaikkan batas pinjaman pemerintah pada pertengahan Oktober atau negara akan menghadapi gagal bayar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

• Kenaikan pada harga obligasi pemerintah AS dan menguatnya mata uang Swiss dan Jepang mengindikasikan meningkatnya minat pada aset aman resiko. Treasury AS tenor 10 tahun naik 20/32 dengan yield 2,7123 persen.

• Mata uang safe‐haven seperti yen dan franc Swiss menguat sedangkan mata uang beresiko seperti Aussie dan kiwi melemah seiring meningkatnya tekanan geopolitik. Dolar terakhir kali terlihat diperdagangkan melemah 1,5% terhadap yen, di 97,04 yen, tidak jauh dari level terendah 1 pekan di 96,97 yen yang dicapai sebelumnya dan jauh meninggalkan level tertinggi selama hampir 3 pekan di 99,15 yen yang dicapai pada hari Jumat. Euro juga tertekan terhadap yen, terkoreksi 1,3% ke 129,94 yen. Terhadap franc Swiss, dolar merosot 0,6% ke 0,9178 franc, sementara euro turun 0,5% di 1,2286 franc. Aussie turun 0,4% di $0,8994, sementara terhadap yen, Aussie melemah 1,8% ke 87,28 yen. Dolar Selandia Baru atau kiwi tercatat melemah 2,1% terhadap yen ke 75,74 yen.

• Harga emas terapresiasi lebih dari 1% ke $1423,41, level tertingginya selama lebih dari 3 bulan.

• Mata uang negara berkembang seperti lira Turki dan rupee India mengalami tekanan akibat situasi di 
Suriah. Rupee India anjlok sebanyak 2,5% ke level rekor terendah 65,93 per dolar, sedangkan lira Turki turun ke 2,03 terhadap dolar, juga rekor terendahnya. Sedangkan indeks saham Turki tersungkur ke level terendah dalam setahun terakhir.

• Indeks S&P 500 turun di bawah MA‐100 untuk pertama kalinya sejak 24 Juni, sebuah sinyal pelemahan dalam jangka pendek kedepan. Penurunan ini sebagai respon lanjutan atas ketidakpastian seputar kapan kiranya The Fed akan mulai untuk mengurangi kebijakan stimulus moneternya.

• Dow Jones industrial average <.DJI> berakhir melemah 170,33 poin atau 1,14% di 14776,13. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 26,30 poin atau 1,59% di 1630,48. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 79,05 poin atau 2,16% di 3578,52.

• Brent crude futures <LCOc1> berakhir di $114,36 per barel, naik $3,63 atau 3,28%, prosentase kenaikan harian terbesarnya sejak awal Mei. Sementara U.S. crude <CLc1> ditutup di $109,01 per barel, naik $3,09 atau 2,92%.

• Rubel Rusia, yang biasanya diuntungkan dari harga minyak yang lebih kuat, mencapai titik terendah empat tahun terhadap sejumlah rival dolareuro akibat kekhawatiran atas situasi di Suriah.

• Rusia telah mendesak Washington untuk tidak menggunakan kekuatan militer terhadap pemerintah Assad. Para pedagang mengatakan responnya terhadap setiap tindakan AS terhadap Suriah akan menjadi kunci untuk melihat apakah beralihnya minat pada aset‐aset aman resiko akan menjadi sebuah gelombang besar.

• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> berakhir melemah 1,7% di 1202,36, memangkas 
keuntungannya yang dicapai sejak awal Juli menjadi 4,4%.

• Pasar saham Asia merosot 1,2%, sementara indeks Nikkei berakhir melemah 0,7%. Sedangkan indeks ekuitas dunia MSCI turun 1,4%.


GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas menguat 1 persen menyentuh level tertinggi penutupan perdagangan lebih dari tiga bulan pada hari Selasa, seiring investor mencari solusi yang aman dari dampak meningkatnya ketegangan geopolitik, dimana kekuatan Barat akan menyerang Suriah.

• Pasukan Barat bisa menyerang Suriah dalam beberapa hari, Amerika Serikat dan sekutunya telah memberitahukan kepada pemberontak yang melawan Presiden Bashar al‐Assad, membuka risiko baru dengan peperangan dimana akan menyebar kebencian di Timur Tengah.

• "The possibility of U.S. military action against Syria is driving demand for safe‐haven assets including gold," ucap Jeffrey Sherman, commodities portfolio manager di DoubleLine.

• U.S. home prices menguat pada bulan Juni, namun peningkatan keuntungan sedikit melambat, akibat 
suku bunga KPR yang lebih tinggi.

• Data ekonomi AS yang mengecewakan baru‐baru ini ditambah kebingungan tentang keputusan Fed tentang keputusan kebijakan yang akan mengurangi stimulus pembelian obligasi, telah berdampak terhadap suku bunga AS yang mendekati rekor terendah dan meningkatkan daya tarik hard assets.

• Harga spot emas menguat 0,9 persen di level 1,417.10 dollar/ounce, setelah pada sesi perdagangan sebelumnya mencapai nilai 1,423.41 dollar/ounce, yang menyentuh level penutupan perdagangan tertinggi sejak 15 Mei.

• Emas berjangka AS untuk periode Desember <GCZ3> ditutup naik 27,10 dollar di level 1,420.20 dollar/ounce. telah terjadi transaksi perdagangan sebesar 156.000 lot, sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.

• Sentiment beli semakin membaik setelah data dari Dana Moneter Internasional menunjukkan Turki, Rusia dan Azerbaijan meningkatkan cadangan emas mereka pada bulan Juli karena harga emas pulih dari level terendah selama tiga tahun.


OIL & COMMODITIES
• Brent crude melonjak ke level tertinggi dalam enam bulannya Selasa lalu, naik lebih dari $3 dalam volume perdagangan yang besar untuk berada pada level tertinggi $114 per barrel karena kekuatan Barat mempertimbangkan serangan militer terhadap Suriah mengikuti dugaan serangan senjata kimia minggu lalu.

• Crude AS juga naik lebih dari $3 per barrel karena kekhawatiran yang memuncak bahwa intervensi Barat dapat kedepannya tidak menstabilkan Timur Tengah, yang mana memasok lebih dari sepertiga minyak dunia.

• "As the rhetoric ratchets up around Syria, the geopolitical risk premium in the price of oil is once again widening," Dominick Chirichella dari Energy Management Institute mengatakannya.

EURO ZONE
• Sebuah peningkatan di sektor manufaktur memberikan dampak positif terhadap sentimen bisnis Jerman, meningkat ke level tertinggi dalam 16 bulan pada bulan Agustus, menambah bukti bahwa negara terbesar di Eropa memiliki tingkat perekonomian yang kembali membaik.

• Pada hari Selasa indeks iklim bisnis, berdasarkan survei bulanan sekitar 7.000 perusahaan, naik lebih baik dari perkiraan 107,5 pada bulan Agustus, level tertinggi sejak April 2012.

• Indeks iklim bisnis naik dari 106,2 pada bulan Juli dan membaik tepat di bawah perkiraan tertinggi dalam jajak pendapat Reuters dari 33 ekonom sebesar 107,8.

• "The German economy moved up a gear," ucap Kai Carstensen, Ifo economist. "Companies are more satisfied with their current business situation. Their optimism regarding future business developments ‐ although slightly cautious ‐ also grew."

• European Central Bank interest rates akan dijaga untuk tetap rendah "atau lebih rendah" dalam jangka waktu tertentu, anggota penentu pembuat kebijakan ECB Benoit Coeure mengatakan pada Selasa karena bank Dewan Pemerintahan bersiap untuk bertemu pekan depan.

• "The Governing Council of ECB has been very clear in saying that rates ... will remain at the current level or lower for an extended period of time," Coeure mengatakan dalam sebuah diskusi meja bundar di Gothenburg.


U.K.
• Dalam  3  bulan  terakhir,  perusahaan  sektor  jasa  Inggris  telah  menikmati  kenaikan  tercepat  dalam  volume  bisnis  sejak  booming  di  tahun  2007  dan  memprediksi  terjadi  pertumbuhan  yang  berkelanjutan  di  tahun  ini,  demikian  sebuah  survey  menunjukkan.  Jajak  pendapat  yang  dilakukan  oleh  Confederation  of  British  Industry  (CBI),  yang  juga  menemukan adanya peningkatan optimisme dalam sektor utama ekonomi, turut menambah serangkaian tanda‐tanda baru bahwa pemulihan Inggris sedang terus digalakan. 

• Sterling  tergelincir  ke  level  terendah  dalam  sepekan  terhadap  dolar  dan  euro  pada  hari  Selasa  ditengah  ekspektasi  bahwa  Gubernur  BoE  Mark  Carney  kemungkinan  akan  mencoba untuk menghentikan pembicaraan mengenai kenaikan tajam tingkat suku bunga pasar Inggris, dan menegaskan kembali janjinya untuk mempertahankan suku bunga  rendah hingga akhir 2016. Carney dijadwalkan akan memberikan testimoninya di Nottingham pada hari Rabu ini. 

• Tekanan jual pada sterling juga terkait oleh masalah konflik di Suriah, menyusul masalah ini telah menyedot perhatian investor sehingga mendorong tertekannya mata uang  beresiko. Laporan data ekonomi seperti survey sentimen bisnis Jerman (Ifo index) diabaikan investor karena mereka fokus pada konflik di Timur Tengah. 

• Berita terkini menyebutkan Amerika Serikat mengatakan bakal menyerbu Suriah paling cepat lusa (Kamis) pekan ini. Seorang pejabat senior militer mengatakan di Gedung Putih  menyusul tekanan Internasional atas penggunaan senjata kimia di negara Presiden Basyar al‐Assad itu. 

• Sterling melemah 0,3% di $1,5537, setelah menembus $1,5482 yang merupakan level terendah sejak medio Agustus. 

• Diawal Agustus Carney berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga tingkat pengangguran turun menjadi 7%, yang nampaknya akan sulit dicapai dalam kurun  waktu 3 tahun, namun membaiknya data ekonomi telah menguatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan dinaikkan lebih cepat dari yang diperkirakan. 

• Sementara di hari Senin kemarin, Wakil Gubernur BoE Charlie Bean menjelaskan bahwa BoE sedang memberikan “sinyal jelas” bahwa suku bunga belum akan dinaikkan dalam  waktu dekat.

JAPAN
• Jepang mengekspektasi untuk membelanjakan senilai $257 milyar untuk layanan debt selama tahun fiskal berikutnya, sebuah dokumen diperoleh oleh Reuters menunjukkannya, menggarisbawahi besarnya beban yang dibuat oleh borrowing pemerintah.

• Jumlah yang dialokasikan untuk debt‐servicing untuk setahun yang dimulai pada 1 April mendekati besaran yang sama dengan gross domestic product dari Singapura, yang mana World Bank meletakkan $275 milyar pada akhir tahun 2012.

• Japan's Ministry of Finance (MOF)/ Kementerian Keuangan Jepang, dibebankan dengan penyusunan bujet negara dan mengeluarkan obligasi pemerintah, yang akan meminta 25.3 trilyun yen ($257 milyar) dalam biaya debt‐servicing dibawah bujet, dokumen menunjukkan Selasa lalu.

• Itu akan naik 13.7 persen dari sejumlah yang disisihkan untuk tahun fiskal, merefleksikan rencana kementerian untuk menjaga terhadap besaran kenaikan dalam suku bunga jangka panjang.

• Menteri Perekonomian Jepang Akira Amari mengatakan Selasa lalu bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe telah memberikan instruksi untuk memikirkan pemotongan pajak perusahaan dinegara tersebut.

• Amari membuat pernyataan dalam konferensi berita setelah meeting kabinet reguler.

• Pejabat pemerintah telah mengatakan pemangkasan pajak perusahaan kemungkinan diantara pilihan dari administrasi Abe yang dipertimbangkan untuk melonggarkan tekanan dari ekspektasi kenaikan dalam pajak penjualan yang dimulai tahun depan.


AUSTRALIA
• Sebuah data federal government yang baru rilis seperti pertumbuhan upah perusahaan yang telah dibuat dalam suatu kesepakatan terakhir,memberikan sebuah ancaman kepada prospek inflasi.

• Departemen Pendidikan, Ketenagakerjaan dan Workplace Relations data yang dirilis hari Selasa menunjukkan kenaikan upah tahunan rata‐rata melalui perjanjian bersama selama kuartal di bulan Juni adalah 3,4 persen, turun dari 3,8 persen dalam tiga bulan sebelumnya.

• Tingkat tahunan bagi sektor swasta turun 0,2 poin persentase menjadi 3,5 persen pada kuartal bulan September, sementara public sector agreements turun sebesar 0,7 poin menjadi 3,2 persen.

• Secara keseluruhan, tingkat kenaikan upah sejalan dengan perkiraan Reserve Bank of Australia's untuk kuartal yang sama.

• Pada kuartal bulan Juni, data indeks tentang tingkatan nilai upah, yang dirilis awal bulan Agustus oleh Biro Statistik Australia, sebesar 2,9 persen ‐ jauh di bawah 4,5 persen, level yang dianggap biasa dan dinilai mengancam prospek inflasi.


SWISS
• Konflik di Suriah telah menyedot perhatian investor sehingga mendorong menguatnya mata uang aman resiko seperti franc Swiss dan yen, menyusul negara‐negara  Barat siap untuk mengambil tindakan militer terhadap pemerintah Suriah. 

• Laporan data ekonomi seperti survey sentimen bisnis Jerman (Ifo index) diabaikan investor karena mereka fokus pada konflik di Timur Tengah. 

• Berita terkini menyebutkan Amerika Serikat mengatakan bakal menyerbu Suriah paling cepat lusa (Kamis) pekan ini. Seorang pejabat senior militer mengatakan di  Gedung Putih menyusul tekanan Internasional atas penggunaan senjata kimia di negara Presiden Basyar al‐Assad itu. 

• Sebagai mata uang aman resiko, franc Swiss dan yen diuntungkan oleh kondisi geopolitik yang tidak menentu dan tekanan pada pasar finansial. 


• Dolar merosot 0,5% di sekitar 0,9180 franc, sementara dolar anjlok lebih dari 1% terhadap yen setelah tercatat bergerak di sekitar 97,05 yen, dibandingkan posisi  penutupan New York hari Senin. 

Tuesday, August 27, 2013

Headline News 27.08.13

US & GLOBAL
• Obligasi pemerintah AS menguat pada hari Senin setelah durable goods orders periode Juli dirilis lebih rendah dari perkiraan, sementara Wall Street melemah dipicu kekhawatiran di Suriah.

• Pasar ekuitas global, termasuk bursa saham AS bergerak relatif tenang sepanjang perdagangan kemarin. Namun indeks saham kemudian melemah setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan semua negara harus mengedepankan untuk akuntabilitas atas penggunaan senjata kimia di Suriah, menambahkan elemen ketidakpastian geopolitik ke pasar.

• Investor juga mengkhawatirkan kondisi di Italia, dimana resiko terjadinya krisis pemerintahan baru telah memicu jatuhnya saham dan obligasi.

• Di AS, order untuk produk barang tahan lama (durable goods orders) mencatat penurunan tertajam selama hampir setahun terakhir, dan barometer untuk belanja bisnis juga anjlok. Buruknya data telah mendorong naiknya harga obligasi AS tenor 10 tahun 8/32 dengan yield 2,7871 persen.

• Meskipun data dirilis buruk, namun sebagian besar ekonom masih memprediksi bahwa The Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasi yang saat ini senilai $85 milyar per bulan pada bulan September mendatang.

• "If there is anything that is driving the markets today, it is that the durable goods numbers were weaker than expected and that raises the question whether the Federal Reserve might not begin to taper," kata Hugh Johnson, chief investment officer pada Hugh Johnson Advisors LLC di Albany, New York.

• Perdebatan mengenai rencana The Fed dan dampaknya terhadap ekonomi negara berkembang telah mendominasi pasar dalam beberapa pekan terakhir.

• Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 64,05 poin atau 0,43% di 14946,46. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> terkoreksi 6,72 poin atau 0,40% di 1656,78. Sementara Nasdaq Composite Index <.IXIC> turun 0,22 poin atau 0,01% di 3657,57.

• Di Italia, para anggota dari partai sayap kanan Berlusconi, People of Freedom, mengatakan pada hari Minggu mereka akan memaksa pemilihan awal jika sekutu koalisi kiri‐tengah mereka memilih bulan depan untuk mengusir mantan perdana menteri Italia atas keyakinan penggelapan pajak.

• Saham Italia berakhir melemah 2,1%, namun indeks saham Eropa hanya turun tipis 0,2%. Obligasi Italia jatuh, dan menyeret jatuhnya obligasi Spanyol dan Portugis.

• Investor khawatir bahwa rencana Italia untuk memperbaiki keuangannya akan berantakan jika koalisi runtuh dan jika Italia berjalan tanpa pemerintahan yang solid bisa membuat sulit bagi Bank Sentral Eropa untuk melindunginya dari tekanan pasar.

• "If you have new elections now there is a high risk you would not have a majority government, so that is why we are seeing a widening of spreads in the periphery," kata ING rate strategist Alessandro Giansanti. He noted the timing is poor, given Italy is set to sell bonds this week.

• Setelah mengalami gejolak pekan lalu, indeks saham di India menguat, meskipun ada sedikit penurunan di Indonesia dan mata uang kedua negara kembali melemah terhadap dolar.

• Rupee India melemah pada hari Senin, sementara permintaan dolar akhir bulan dari importir juga menyeret mata uang lebih rendah. Bank sentral negara itu melakukan intervensi dengan menjual dolar untuk mencoba menahan penurunan, yang telah memukul rupee ke rekor terendah.

• Terhadap yen, dolar bergerak di sekitar 98,42 yen, turun dari level puncak hari Jumat di 99,15 yen, sementara euro bergerak di $1,3369, setelah mendaki setinggi $1,3410.

• Harga emas terus membumbung tinggi hingga di atas $1400 per ons untuk pertama kalinya sejak awal Juni, melanjutkan rally 1,5% di hari Jumat. Emas terakhir bergerak naik 0,4%.
  • U.S. crude <CLc1> turun 0,1% ke $106,28 per barel, sementara Brent <LCOc1> naik tipis di $111,13. 



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik ke level tertinggi 11 pekan pada hari Senin setelah laporan mengejutkan akan data U.S. durable goods yang melemah mendorong harapan bahwa Federal Reserve akan memperpanjang kebijakan stimulus tentang pembelian obligasi.

• Indeks metal menembus level 1.400 dollar untuk pertama kalinya sejak 7 Juni setelah rilis data long‐lasting U.S. manufactured goods menunjukkan penurunan terbesar mereka dalam hampir satu tahun 
pada bulan Juli, sementara data business spending atas barang modal juga ikut melemah.

• Rally pergerakan harga emas kini telah meningkat lebih dari 200 dollar sejak akhir bulan Juni ketika harga mencapai level perdagangan terendahuntuk tiga tahun. Dan data ekonomi AS yang baru saja dirilis cukup mengecewakan ditambah masalah kepastian keputusan The Fed guna mengekang stimulus pembelian obligasi, yang telah mempertahankan suku bunga AS mendekati rekor terendah dan meningkatkan daya tarik real aset.

• "The gains were mainly from short covering. If gold can't convincingly break above $1,400, we may see profit taking," ucap Howard Wen, metals analyst di HSBC.

• Spot pergerakan harga emas <XAU=> menguat tipis sebesar 0,3 persen di level 1,400.61 dollar/ounce, setelah sebelumnya mencapai puncaknya di level 1,406.10 dollar/ounce.
  • U.S. COMEX gold futures periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 2,70 dollar di level 1,393.10 dollar/ounce.


OIL & COMMODITIES
• Harga Brent crude oil mencapai level tertinggi lima bulannya diatas level $111 per barrel Senin lalu karena AS menandai pergerakan kearah kemungkinan respon militer untuk dugaan serangan kimia di Siria, tetapi harga sedikit melemah dalam perdagangan yang choppy karena pelemahan data ekonomi AS yang menekan.

• Dalam kebanyakan reaksi AS yang kuat sejak dugaan serangan kimia Rabu sebelumnya, Sekretaris Negara AS John Kerry menuduh pemerintah Siria dalam usaha menutupi dan mengatakan Presiden Barrack Obama "believes there must be accountability for those who would use the world's most heinous weapons against the world's most vulnerable people."

• Analis oil pada Barclays mengatakan kemungkinan tumbuhnya beberapa bentukan respon militer AS menaikkan tensi di Timur Tengah "compounding concerns about the stability of the world's key oil producing region and will likely exert upward pressure on prices."

• "The fear that the situation in the Middle East could spiral out of control is keeping sellers from coming out of woodwork," kata Gene McGillian, seorang analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

EURO ZONE
• Anggota European Central Bank Governing Council Jens Weidmann mendesak pemerintah untuk tidak bergantung pada guna ECB untuk memecahkan masalah mereka, mengatakan bank sentral akan melakukan yang terbaik dengan tetap berpegang pada mandatnya.

• Weidmann, yang juga presiden Bundesbank, juga menyerukan batas atas pada kepemilikan obligasi bank negara dan dukungan modal yang cukup untuk membantu mengurai hubungan dekat antara negara dan bank.

• Berbicara pada pertemuan dengan duta besar 'di Berlin, Weidmann mengatakan krisis tidak bisa diselesaikan dengan kebijakan moneter, mengulangi oposisinya terhadap obligasi pemerintah program pembelian ECB ‐ Transaksi Moneter Outright (OMT) ‐ yang belum digunakan

• "It is not a secret that I see specifically the government bond purchase programmes in a critical fashion," ucap Weidmann dalam sebuah pidato.

• Bank sentral zona euro akan mendistribusikan risiko yang berasal dari kebijakan anggaran tidak sehat pada semua negara euro jika mereka membeli obligasi pemerintah masing‐masing negara dengan kelayakan kredit miskin, katanya.
  • "That way monetary policy weakens the principle of individual responsibility and engages in a kind of redistribution that should be decided by governments," ucapnya.


U.K.
• Wakil  Gubernur  BoE  Charlie  Bean  menjelaskan  bahwa  BoE  sedang  memberikan  “sinyal  jelas”  bahwa  suku  bunga  belum  akan  dinaikkan  dalam  waktu  dekat  dengan  forward  guidance plan baru mereka. Keputusan BoE untuk memberikan forward guidance lebih dimaksudkan untuk memberikan kepercayaan kepada konsumen dan perusahaan untuk  melakukan belanja, demikian penjelasan Bean. 

• Penjelasan Bean tersebut sebagai tindak‐lanjut atas keputusan Gubernur BoE Mark Carney yang mengumumkan bahwa bank sentral belum akan menaikkan suku bunga hingga  tingkat pengangguran turun menjadi 7%. 

• Sterling bergerak relatif stabil terhadap dolar di sekitar $1,5575 pada hari Senin ditengah minimnya data ekonomi yang dirilis. Rilis data durable goods orders AS yang lebih buruk  dari  perkiraan  untuk  periode  Juli  turut  menekan  dolar  dan  menambah  keraguan  terhadap  peluang  pengurangan  stimulus  The  Fed.  Data  menunjukkan  order  untuk  produk  manufaktur tahan lama AS turun 7,3% di bulan Juli, penurunan tertajamnya selama hampir setahun terakhir, sementara barometer untuk melihat rencana belanja bisnis juga  anjlok. 

• Dolar telah mengalami tekanan di pekan lalu setelah data penjualan rumah baru (new home sales) AS merosot ke level terendah selama 9 bulan , menambah ketidakpastian  mengenai kepan kiranya The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya dan menyeret turunnya yield Treasury AS tenor 10 tahun. 

• Sementara sebagian besar pelaku pasar optimis bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya di bulan September, meskipun hal itu banyak bergantung pada hasil data  non‐farm payrolls periode Agustus yang akan dilaporkan pada 6 September mendatang. Data kemungkinan akan dirilis buruk yang berpotensi mengurangi peluang The Fed untuk  mengurangi program stimulusnya. 


JAPAN
• Pemerintah Jepang membuka hari Senin lalu dengar pendapat dengan para ekonom, pemimpin bisnis dan pengacara konsumen yang kemungkinan dapat membantu keputusan Perdana Menteri Shinzo Abe dari bagaimana rencana untuk meningkatkan pajak penjualan.

• Selama enam hari dengar pendapat hingga Sabtu, pemerintah mengumpulkan opini dari 60 orang pada reformasi fiskal yang signifikan dalam tahunannya – suatu perubahan yang tidak populer tetapi sama seperti yang diperlukan untuk mengurangi utang publik, yang mana baru‐baru ini telah mencapai 1.000 trilyun yen ($10 trilyun).

• Ini mengambil bagian termasuk dari para akademisi, konsumen dan kepala serikat pekerja dan para eksekutif dari bisnis yang kecil hingga raksasa otomotif Toyota Motor Corp <7203.T>.

• Pada hari Senin, kebanyakan dari tujuh partisipan, termasuk kepala pelobi bisnis, menyerukan pada pemerintah untuk melanjutkan pada jadwal tahap kedua kenaikan pajak untuk tahun depan.


AUSTRALIA
• Sektor ketenagakerjaan telah berjanji untuk membangun high speed rail antara Sydney hingga Melbourne pada tahun 2035, dengan Perdana Menteri Kevin Rudd menjanjikan sebuah multi‐billion dollar project dengan nilai 52 juta dollar segera akan dimulai.

• Rudd pada hari Senin mengatakan Labor government akan memperkenalkan undang‐undang untuk mempertahankan rel sepanjang 1.748 kilometer antara Melbourne dan Brisbane, dan mendirikan sebuah otoritas baru untuk mengawasi pembangunan proyek.

• Rudd mengatakan mengenai sebuah rencana tantang transportasi kereta api, dimana sektor ketenagakerjaan lihat hal penting untuk mendukung pekerjaan jauh di atas booming sektor pertambangan.

• Janji pendanaan dalam menanggapi laporan akhir dari Kecepatan Tinggi Rail Advisory Group, yang telah merekomendasikan penyelesaian tahap pertama antara Sydney dan Melbourne, melalui Canberra, di tahun 2035.


SWISS
• Franc  Swiss  melemah  tipis  terhadap  dolar  pada  hari  Senin,  dengan  analis  berekspektasi  dolar  cenderung  akan  rebound  terhadap  sejumlah  rivalnya  setelah  beberapa  pekan  mengalami pelemahan. 

• Dolar mengalami tekanan di pekan lalu setelah data penjualan rumah baru (new home sales) AS merosot ke level terendah selama 9 bulan , menambah ketidakpastian mengenai  kepan kiranya The Fed akan mengurangi program pembelian obligasinya dan menyeret turunnya yield Treasury AS tenor 10 tahun. 

• Rilis data durable goods orders AS yang lebih buruk dari perkiraan untuk periode Juli juga turut menekan dolar dan menambah keraguan terhadap peluang pengurangan stimulus  The  Fed.  Data  menunjukkan  order  untuk  produk  manufaktur  tahan  lama  AS  turun  7,3%  di  bulan  Juli,  penurunan  tertajamnya  selama  hampir  setahun  terakhir,  sementara  barometer untuk melihat rencana belanja bisnis juga anjlok. 

• Sementara sebagian besar pelaku pasar optimis bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya di bulan September, meskipun hal itu banyak bergantung pada hasil data  non‐farm payrolls periode Agustus yang akan dilaporkan pada 6 September mendatang. Data kemungkinan akan dirilis buruk yang berpotensi mengurangi peluang The Fed untuk  mengurangi program stimulusnya. 

• Adapun dari dalam negeri Swiss, pekan ini akan dirilis data UBS consumption indicator pada hari rabu dan KOF barometer pada hari Jumat. KOF diperkirakan akan naik ke 1,33 di  bulan Agustus dari 1,23 di bulan Juli. 


• Dolar bergerak di sekitar 0,9230 franc, atau naik 0,2% dari posisi penutupan New York hari Jumat.  

Monday, August 26, 2013

Headline News 26.08.13

US & GLOBAL
• Indeks saham global berakhir menguat pada hari Jumat, sementara dolar terkoreksi setelah sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan penjualan rumah baru mengalami penurunan tajam dan menambah keraguan terhadap waktu pelaksanaan pengurangan program stimulus oleh The Fed.

• New home sales turun 13,4% di bulan juli ke level tahunan 394.000, jauh di bawah ekspektasi pasar, demikian dilaporkan Departemen Tenaga Kerja AS, menyuramkan sejumlah indikasi positif yang mendukung pemulihan ekonomi AS.

• Sedangkan pasar saham Eropa berlanjut menguat, tapi perhatian tetap kuat pada Asia setelah terjadi fluktuasi cukup tajam sepekan kemarin telah menggerus miliaran dolar dari pasar negara berkembang untuk kedua kalinya dalam dua bulan.

• Yield Treasury AS melemah namun masih bergerak di sekitar level tertinggi 2 tahun, dengan investor enggan untuk menembus kisaran perdagangan saat ini, menyusul ketidakpastian mengenai waktu pemangkasan stimulus The Fed. Treasury AS tenor 10 tahun naik 18/32, dengan yield di 2,818 persen.

• Adapun sidang The Fed berikutnya akan digelar pada 17‐18 September mendatang.

• Dow Jones industrial average <.DJI> naik 46,77 poin atau 0,31% ke 15010,51, sedangkan S&P 500 <.SPX> naik 6,54 poin atau 0,39% ke 1663,50 dan Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 19,085 poin atau 0,52% ke 3657,792.

• Resiko terbesar yang akan dihadapi ekonomi AS adalah sebuah langkah pengetatan kebijakan yang prematur oleh The Fed, demikian pendapat dari ekonom Stanford University, Robert Hall, yang dilontarkannya dalam konferensi tahunan Kansas City Federal Reserve Bank di Jackson Hole, Wyoming.

• Indeks saham pasar negara berkembang MSCI mencatat kenaikan pertamanya setelah dalam 6 sesi berada di zona merah, sementara tekanan jual pada rupee India mereda setelah mengalami minggu terburuknya terhadap dolar dalam dekade terakhir.

• Dolar menyerahkan keuntungannya terhadap sejumlah rival utamanya setelah awalnya menguat ke level puncak 3 pekan terhadap yen, ditopang oleh kenaikan yield obligasi AS ditengah ekspektasi The Fed akan mengurangi pembelian obligasi bulan depan.

• Turbulansi yang terjadi sepekan kemarin dipicu oleh keyakinan bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya, sebuah optimisme yang kemudian didukung oleh membaiknya rilis data ekonomi global.

• Jerman malaporkan ekonomi tumbuh 0,7% di kuartal kedua, sementara Inggris merevisi tingkat pertumbuhan ekonominya.

• Sementara data PMI sepekan kemarin menunjukkan terjadi ekspansi yang lebih baik dari perkiraan di zona euro, rebound pada sektor manufaktur Cina dan aktifitas manufaktur AS pada level tertinggi 5 bulan.

• Indeks saham Eropa, FTSEurofirst 300 <.FTEU3>, terapresiasi 0,4%. Rebound pada pasar saham Asia dan Eropa telah membantu indeks saham global MSCI naik 0,8%, meskipun masih belum cukup kuat untuk menghindarkannya dari pelemahan selama 3 pekan berturutturut.

• Brent dan US crude mendapat support dari terganggunya ekspor minyak Libya. Brent crude <LCOc1> naik 1% ke $111,01 per barel, dan U.S. crude <CLc1> naik 1,3% ke $106,43 per barel.



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas menguat hampir 2 persen pada hari Jumat, menyentuh level tertinggi penutupan perdagangan dalam lebih dari dua bulan terakhir mendekati level 1.400 dollar/ounce, seiring penurunan besar dalam data U.S. new home sales, di tengah harapan baru bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan stimulus ekonomi.

• Untuk minggu ini, emas naik 1,6 persen menyentuh level kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Emas telah menguat selama enam dari tujuh pekan terakhir sejak emas jatuh ke level terendah tiga tahun di level 1.180 dollar/ounce pada tanggal 28 Juni.

• Sales of new single‐family homes di Amerika Serikat melemah lebih dari 13 persen pada bulan Juli ke level terendah dalam sembilan bulan. Data Departemen Perdagangan jauh lebih lemah dari yang diekspektasikan, bahkan ketika stimulus Fed tetap menerapkan kebijakan stimulusnya.

• "The new home sales number is terrible, so the fear is clearly that higher interest rate (are) going to topple this housing recovery, which means the Fed has to ease and not tighten," ucap Axel Merk, portfolio manager of Merk Funds yang mengelola sekitar 500 juta dollar dalam bentuk currency mutual‐fund assets.

• Bullion ikut menyoroti ketika tiga pejabat Fed mengungkapkan pandangan yang berbeda tentang kapan harus mengurangi pembelian obligasi bulanan bank sentral sebesar 85 milyar dollar. Investor telah mencoba untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada pertemuan kebijakan Fed bulan depan.

• Harga spot emas spot naik 1,6 persen di level 1,396.56 dollar/ounce, setelah mencapai level 1,398.20, dollar, level tertinggi perdagangan sejak tanggal 7 Juni.

• US Comex emas berjangka untuk periode Desember <GCZ3> ditutup menguat 25 dollar di level 1,395.80 dollar/ounce, dengan volume perdagangan Comex sekitar 20 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
• Kenaikan dalam gasoline futures membantu harga oil menguat Jumat lalu mengikuti berita penghentian unit pada refinery East Coast Kanada.

• Sementara itu volume perdagangan untuk kontrak Brent crude menguat, naik dari kontrak futures AS melampaui terhadap international benchmark. Brent premium terhadap WTI dipersempit menjadi $4.16 per barrel selama dalam hariannya, setelah melonjak $3 per barrel pada awalnya minggu ini yang membawa rentang menjadi $6 untuk pertama kalinya sejak akhir bulan Juni.

• Pengamat pasar mengaitkan pergerakan tiba‐tiba dari pelemahan pada dollar setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan penurunan lebih besar dari ekspektasinya dalam new home sales AS ke level terendah dalam sembilan bulannya.

• Volume perdagangan Brent 8 persen dibawah rata‐rata moving average harian yang hanya dibawah kontrak 500.000, sementara itu crude AS mendekati 40 persen dibawah rata‐rata dari 370.000 kontraknya.

• Terminal ekspor crude oil terbesar di Libia, Es Sider dan pelabuhan minyak Zuetina masih ditutup, Deputi Kementerian Oil Omar Shakmak mengatakan meskipun beberapa perbaikan terlihat pada pelabuhan minyak lainnya.


EURO ZONE
• Permintaan domestik menguat secara signifikan dengan ekspansi kuartalan Jerman yang sangat kuat dalam lebih dari satu tahun antara bulan April hingga Juni, memicu optimisme di negara Jerman sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Eropa akan mengalami kinerja yang sangat bagus di tahun 2013 dan mendukung pemulihan zona euro .

• Detail akan data dirilis pada hari Jumat menunjukkan sebuah keraguan akan sektor konstruksi setelah musim dingin yang keras, keinginan perusahaan 'yang kuat untuk mesin dan peralatan dan konsumsi swasta yang sehat, semua didukung kenaikan kuartalan produk domestik bruto sebesar 0,7 persen.

• Para analis mengatakan bangkit kembalinya Jerman meningkatkan revisi perkiraan pertumbuhan 2013 dan mendukung pemulihan tentatif di ekonomi zona euro.

• "The composition of the growth is very good. It is being driven more strongly from within, which is good for Germany and the euro zone," ucap economist Holger Sandte di Nordea. "It is also positive that firms are investing more in equipment and are not so hesitant anymore."

• Permintaan domestik naik 0,5 poin terhadap PDB di kuartal 2 dan perdagangan 0,2 poin persentase asing.

• "Growth is broadly supported ‐ two‐thirds comes from domestic demand, a third from trade... This could be the start of a long upturn for investment. Low interest rates and returning confidence provide a sound basis for this," ucap Christian Schulz di Berenberg Bank.


U.K.
• Sterling  menyerahkan  keuntungan  pada  hari  Jumat  dipicu  kekhawatiran  Kepala  Bank  of  England  (BoE)  Mark  Carney  akan  menghentikan  pembicaraan  mengenai kenaikan tajam tingkat suku bunga pasar Inggris, yang mungkin akan dilakukan pada awal pekan ini, dan menegaskan kembali janjinya untuk  mempertahankan suku bunga rendah hingga akhir 2016 seperti yang tercantum dalam rencana arahan kedepan (forward guidance) bank. Kondisi ini telah  menekan sterling yang pada awalnya sempat menguat pasca rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris yang melampaui perkiraan. 

• Meskipun data perumahan AS dirilis buruk,  namun  sterling gagal memanfaatkan momentum  tersebut,  tidak seperti halnya euro yang berhasil menguat  0,3% terhadap dolar. Sterling terakhir tercatat bergerak di sekitar $1,5570, atau turun 0,1% dari posisi penutupan New York hari Kamis, setelah menembus  level terendah 1 pekan di $1,5538. 

• Meskipun BoE  berjanji  untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga tingkat pengangguran turun  menjadi 7%, yang nampaknya  akan  sulit  dicapai  dalam kurun waktu 3 tahun, namun membaiknya data ekonomi telah menimbulkan keraguan pada asumsi tersebut dan mendukung sterling di akhir sesi. 

• Sterling pada awalnya menguat terhadap dolar dan juga euro setelah data PDB‐Q2 Inggris mencatat ekspansi 0,7%, melampaui ekspektasi pasar 0,6%. Hal  ini memperkuat prospek untuk terjadinya kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan BoE. 

• Sementara itu, tumbuhnya ekspektasi bahwa The Fed akan menjadi bank sentral pertama dunia yang mengurangi stimulusnya, yang kemungkinan akan  dilakukan bulan depan, berpotensi mendorong apresiasi dolar terhadap sterling. 

• Euro berhasil menguat terhadap sterling setelah data kepercayaan konsumen di zona euro melonjak ke level tertinggi dalam 2 tahun, menambah sinyal  positif terhadap proses pemulihan ekonomi kawasan. 

• Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pekan ini diantaranya data revisi PDB‐Q2, durable goods orders dan consumer confidence. Jika data dirilis optimis,  maka akan memperkuat kembali ekspektasi pengurangan stimulus The Fed dan berpotensi memicu apresiasi dolar. 

JAPAN
• Kebanyakan perusahaan Jepang tidak akan menambah pengangkatan (pekerja) untuk tahun 2014 dan lebih dari satu dari enam akan mengambil langkah tambahan dalam pemangkasan biaya karena rencana kenaikan pajak penjualan tahun depan dari memburuknya kondisi ekonomi, menurut polling Reuters yang menggarisbawahi skeptisnya kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe.

• Hasil dari Survei Reuters Corporate menawarkan catatan laporan jangka menengah yang membawa ketenangan dari "Abenomics" karena memfokuskan perubahan dari awal untuk stimulus moneter dan fiskal terhadap kekhawatiran mengenai deregulasi dan usaha untuk mengatasi utang publik Jepang yang besar.

• Abe telah berjanji memutuskan pada apakah untuk bergerak kedepannya dengan mengusulkan kenaikan pajak penjualan setelah rangkaian pemeriksaan pemerintah yang diatur mulai minggu depan dengan para ekonom dan pemimpin bisnis seperti Presiden Toyota Motor Corp's <7203.T> Akio Toyoda.

• Keberhasilan kebijakan Abe akan bergantung apakah Japan Inc dapat meyakinkan untuk mengangkat lebih banyak pekerja, mendorong penggajian dan investasi lebih dari operasi mereka untuk menggerakan perekonomian hingga pertumbuhan yang berkelanjutan dan target inflasi 2 persen oleh bank sentral. Tetapi survei Reuters dilakukan antara 2 Agust. dan 19 Agust. yang menunjukkan lebih banyak kehati‐hatian daripada optimisme dikalangan bisnis.


AUSTRALIA
• Kontrak obligasi berjangka Australia telah mengakhiri dua hari sesi pelemahan perdagangan secara beruntun, yang dipicu oleh ekspektasi kebijakan stimulus ekonomi di AS.

• Antisipasi bahwa Federal Reserve AS akan meredakan program pembelian obligasi bulanan sebesar 85 miliar dollar dimana telah menyebabkan melemahnya obligasi AS dan Australia selama dua pekan terakhir.

• Commonwealth Bank interest rate strategist Philip Brown tidak terkejut dengan koreksi di pasar Australia pada hari Jumat.

• "We had a fair bit of a sell off in the last few days, so it's probably enough to calm down a little bit," ucapnya.

• "The first day after a big move normally does go the other way."

• Kontrak obligasi berjangka Australia dengan jatuh tempo 10 tahun untuk periode September diperdagangkan di level 95,945 naik dari level 95,915 pada hari Kamis.


SWISS
• Dolar gagal melanjutkan apresiasinya terhadap franc Swiss dipicu rilis buruk data perumahan AS. Data new home sales periode Juli mencatat turun 13,4% ke  level tahunan 394.000 unit, lebih rendah dari perkiraan 490.000. Sedangkan data bulan Juni juga mengalami revisi turun menjadi 455.000 dari laporan awal  497.000. Data mencatat penurunanke level terendah dalam 9 bulan. 

• Kondisi ini mengisyaratkan kenaikan suku bunga KPR nampaknya tengah membebani proses pemulihan ekonomi AS. Data tersebut berpotensi mengurangi  peluang The Fed untuk memangkas program stimulusnya di akhir tahun ini. Kondisi ini juga memberikan keraguan atas ekspektasi Wall Street bahwa The  Fed akan mengurangi pembelian obligasinya di bulan September mendatang. 

• Suku bunga hipotek (KPR) telah meningkat tajam sejak Mei dipicu ekspektasi bahwa The Fed akan mengurangi pembelian obligasi dengan segera. Pasar  perumahan, yang telah memberi tekanan besar pada ekonomi AS sejak resesi 2007‐09, terlihat mulai bangkit di awal tahun lalu ketika harga rumah mulai  mengalami kenaikan. 

• Hingga berita ini ditulis, pasar tengah menantikan pernyataan dari Wakli Kepala The Fed Janet Yellen yang dijadwalkan memberikan pernyataan pada hari  Sabtu (24/8) untuk melihat kejelasan mengenai peluang The Fed untuk mengurangi pembelian obligasi. 

• Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pekan ini diantaranya data revisi PDB‐Q2, durable goods orders dan consumer confidence. Jika data dirilis optimis,  maka akan memperkuat kembali ekspektasi pengurangan stimulus The Fed dan berpotensi memicu apresiasi dolar. 

• Sementara dari dalam negeri Swiss data yang akan dirilis pekan ini adalah UBS indicator, non‐farm payrolls dan KOF leading indicator. 


• Dolar terakhir tercatat di sekitar 0,9215 franc, atau melemah 0,2% dari posisi penutupan New York hari Kamis.