title cover

title cover

Tuesday, September 3, 2013

Headline News 03.09.13

US & GLOBAL
• Kemungkinan ditundanya aksi militer AS di Suriah dan meningkatnya data ekonomi dari Cina dan Eropa telah mengangkat pasar saham di hari Senin dan memicu melemahnya obligasi pemerintah, emas dan yen Jepang. Harga minyak rebound seiring membaiknya prospek ekonomi, setelah awalnya jatuh menyusul keputusan Presiden AS Barack Obama mengesampingkan aksi militer terhadap Suriah sampai anggota parlemen memiliki kesempatan untuk memberikan suara pada rencana tersebut.

• Wall Street tutup berkenaan dengan perayaan Hari Buruh di AS dimana kondisi ini telah membatasi pergerakan di pasar global.
• Pelaku pasar saat ini tengah menantikan sidang bank‐bank sentral dalam pekan ini serta rilis data non‐farm payrolls AS untuk melihat kemungkinan langkah pengurangan stimulus moneter The Fed.

• Prospek ekonomi global terlihat membaik berdasarkan rilis data PMI sektor manufaktur untuk periode Agustus. Data PMI di Cina menunjukkan terjadi ekspansi terpesat di sektor manufaktur selama lebih dari setahun terakhir, mengurangi kekhawatiran pada investor mengenai terjadinya kejatuhan ekonomi di negara tersebut dalam tahun ini.

• Peningkatan serupa juga terlihat di Eropa, dimana kegiatan manufaktur meningkat pada level terpesatnya selama lebih dari 2 tahun terakhir, dan manufaktur di Spanyol tengah bertumbuh untuk pertama kalinya sejak April 2011. Indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3> ditutup naik 1,8%, dalam lonjakan harian terbesarnya sejak awal Juli. Rilis optimis data manufaktur Inggris juga turut mengangkat sterling.

• Di AS, pasar saham berjangka menguat, dengan S&P 500 futures naik 16,5 poin, Dow Jones industrial average futures <DJc1> bertambah 117 poin dan Nasdaq 100 futures <NDc1> naik 35,5 poin.

• Sebaliknya, kondisi yang kontras terjadi di India, dimana kegiatan pabrikan di negara ekonomi terbesar ketiga di Asia tersebut malah mengalami penurunan di bulan Agustus untuk pertama kalinya selama lebih dari 4 tahun terakhir, melanjutkan tekanan pada rupee dan menambah kelesuan ekonomi negara. Data tersbeut telah menghambat rebound rupee, dimana melemah 0,4% ke 66 terhadap dolar dan tidak jauh dari posisi terendahnya di 68,80 yang tercipta di pekan lalu.

• Indeks ekuitas global naik 0,6% setelah mencatat penurunan dalam 4 pekan berturut‐turut disebabkan investor memposisikan diri untuk kemungkinan The Fed memulai langkah pengurangan stimulusnya, yang kemungkinan pada sidangnya bulan September ini.

• Membaiknya ekonomi CIna telah membantu aset emerging market dan mengangkat Aussie yang memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan Cina. Aussie tercatat menguat 0,9% di $0,8990.

Harga tembaga juga meningkat dipicu membaiknya ekonomi Cina sebagai konsumen utama, rebound 2% ke $7235 per ton setelah merosot dalam 4 hari berturut‐turut.



GOLD & COMMODITIES
Emas ditutup sedikit dibawah level $1.400 per ons Senin lalu karena kemungkinan ditundanya serangan militer AS terhadap Suriah dan membuktikan kondisi ekonomi yang membaik di Cina dan Eropa yang mendorong hasrat terhadap aset‐aset beresiko, yang mengurangi ketertarikan terhadap safe haven (seperti emas juga)

Dengan pengecualian silver/perak yang naik hingga 3,8 persen pada awalnya, diuntungkan dari data sektor manufaktur Cina bulan Agustus yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya yang lebih dari satu tahun. Dimana salah satunya akan membutuhkan silver sebagai bahan baku utamanya.

Spot gold turun 0,3 persen ke level $1.391,51 per ons pada pukul 1543 GMT, setelah anjlok ke level terendah satu minggunya $1.374, 10 pada awalnya. Harga juga mencatatkan penurunan dalam rangkaian tiga harinya.

Para trader mengatakan volume penjualan kemungkinan untuk tipis dalam hariannya, dikarenakan pasar AS ditutup untuk liburan Labor Day.

Presiden AS Barack Obama mengatakan akan mencari dukungan otorisasi kongres untuk serangan militer terhadap Suriah, hampir menunda segala bentuk serangan hingga recess musim panas Washington berakhir 9 Sept.


OIL & COMMODITIES
Harga benchmark Brent crude oil mencatatkan kenaikan tipis hariannya Senin lalu, membalikkan penurunan tajam awalnya ditengah optimisme data ekonomi, gejolak output dari North Sea dan laporan dari Perancis terbaru pada serangan kimia yang digunakan di Suriah.

Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa dia akan mencari otorisasi kongres untuk tindakan militer terhadap Suriah, hampir pasti mendorong kembali serangan udara sampai recess musim panas Washington yang berakhir tanggal 9 Sept., dimana ini telah menekan harga oil anjlok lebih dari $2 per barrel pada pembukaan perdagangannya.

Tetapi mood pasar kembali berbalik bullish pada oil yang mendapatkan dorongan, dari membaiknya factory activity di Cina dan zona euro, yang memicu harapan kebangkitan dalam pertumbuhan ekonomi dan permintaan oil.

Berkenaan dengan peringatan libur Labor Day, pasar AS tidak akan mengeluarkan rilis harga settlement untuk hari Senin lalu.

Aktivitas factory Cina mengalami ekspansi kefase tercepatnya yang lebih dari satu tahun pada bulan Agustus dengan menguatnya new orders.

EURO ZONE
• Permintaan yang kuat terhadap barang‐barang manufaktur membantu euro zone factory activity menguat dan meningkat hingga menyentuh level tertinggi hingga lebih dari dua tahun pada bulan Agustus.

• Pemulihan perekonomian zona euro dapat terus meningkat seiring survey compiler Markit mengatakan kondisi perekonomian membaik termasuk Perancis sebagai negara utama zona euro.

• Indeks Markit Manufacturing Purchasing Managers '(PMI) naik menjadi 51,4 dari 50,3 pada bulan Juli – untuk pertama kalinya indeks berada di atas garis 50 yang menandakan ekspansi sejak Februari 2012.

"Although gains are still only modest, companies reported the strongest improvement in business conditions for just over two years, with a pick‐up in new orders growth suggesting the upturn will be sustained into September," ucap Chris Williamson, Markit's chief
economist.


U.K.
Pemulihan  ekonomi  Inggris  memperoleh  dukungan  ketika  sebuah  survey  menunjukkan  sektor  manufaktur  mencatat  ekspansi  lebih  pesat  dari  perkiraan. Markit/CIPS Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI) melonjak ke 57,2 bulan lalu dari 54,8 di bulan Juli sebelumnya, ekspansi  dalam 5 bulan berturut‐turut dan mencatat level tertinggi 2‐1/2 tahun. Sterling menguat ke level tertinggi 2 bulan terhadap euro dan berhasil  rebound terhadap dolar sementara yield obligasi pemerintah Inggris menembus level tertinggi 2 tahun. Kondisi ini nampaknya akan memberikan  pertimbangan baru bagi BoE dalam memandang prospek ekonomi setelah mengalami masa stagnasi yang panjang. 

Bulan lalu, BoE menegaskan akan mempertahankan suku bunga 0,5% hingga tingkat pengangguran turun menjadi 7%, sebuah target yang mungkin  akan dicapai pada akhir 2016. Namun  banyak investor memprediksi tingkat pengangguran akan turun lebih cepat. Inflasi juga memperlihatkan  sinyal kenaikan dipicu naiknya harga bahan mentah yang dimotori oleh naiknya harga minyak. BoE mengatakan akan menaikkan suku bunga jika  inflasi terindikasi akan menembus 2,5% dalam kurun 18‐24 bulan. 

Setelah  sidang  BoE  yang  akan  digelar  pada  hari  Kamis,  maka  pandangan  pasar  akan  tertuju  pada  data  pekerjaan  AS  di  hari  Jumat  untuk  mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan stimulus moneter oleh The Fed. 

Meredanya kekhawatiran terhadap kemungkinan intervensi militer di Suriah juga turut mendukung apresiasi sterling setelah Presiden AS Barack  Obama mengatakan dia akan meminta persetujuan kongres untuk kemungkinan mengambil aksi militer terhadap rezim Assad. Obama dijadwalkan  akan bertemu dengan beberapa kepala DPR dan komite Senat kunci secara pribadi pada hari Selasa ini. 


JAPAN
Rilis data Capital expenditure beberapa perusahaan Jepang terdapat indikasi membaiknya perekonomian pada kuartal 2 periode bulan April hingga Juni dibandingkan dengan rilis data forecast resmi, dua pekan yang lalu – suatu perkembangan yang positif, dimana data yang telah dirilis menjadi pemicu akan rencana kenaikan pajak penjualan negara.

Corporate investment statistics melihat bahwa investasi menyumbang sekitar 10% terhadap PDB Jepang – rilis data ini sangat penting sebagai indicator tentang prospek perekonomian Jepang.

"Abenomics" ‐ Program moneter dan fiskal‐‐stimulus Perdana Menteri Shinzo Abe – dimana telah berhasil meningkatkan belanja konsumen dan ekspor, dimana sektor ekspor mendapat dampak positif dari melemahnya yen.


AUSTRALIA
Aussie dollar ditutup menguat Senin lalu dengan terjadi kenaikan 0.98 dengan mencatatkan level tertingginya 0.9013.

Dengan pasar AS ditutup Senin lalu berkenaan dengan libur nasional Labor Day, dengan analis mengatakan pergerakan minggu ini dari mata uang kemungkinan akan ditentukan oleh perkembangan dari data ekonomi minggu ini, termasuk yang utama adalah laporan tenaga kerja Jumat ini.

Dengan data non‐farm payrolls AS akan sangat diperhatikan dengan apakah mendukung ekspektasi bahwa the Fed AS akan memangkas kembali stimulus dibulan September.

Perekonomian Australia berjalan dengan baik, tetapi masih mendapatkan permasalahan dalam kuartal ketiganya.

Gambaran pendapatan nasional dari Australian Bureau of Statistics (ABS), yang dirilis Rabu ini, diekspektasi menunjukkan bahwa gross domestic product (GDP) bertumbuh 0.6 persen dalam kuartalan bulan Juni, menurut survei AAP dari 13 ekonom.

Approvals untuk konstruksi new homes melonjak diatas ekspektasi karena pengaruh dari tingkat suku bunga pada level terendahnya.

Harga obligasi Australia melemah didukung oleh penguatan yang melebih ekspektasinya data building approvals.

Building approvals diseluruh Australia naik 10.8 persen pada bulan, menurut gambaran dari Australian Bureau of Statistics Senin lalu, yang memperluas ekspektasi para ekonom dari empat persen kenaikan dalam bulanan.
  • Approvals naik 28.3 persen sepanjang tahun hingga bulan Juli.


SWISS
Sektor manufaktur Swiss mencatat ekspansi untuk kelima kalinya secara berturut‐turut di bulan Agustus, meskipun dalam level yang lebih rendah  dibanding data bulan sebelumnya, menyusul produksi dan stok penjualan jatuh yang mengisyaratkan pemulihan masih rentan tekanan. Indeks PMI  sektor manufaktur tercatat turun menjadi 54,6 di bulan Agustus dari 57,4 levelnya di bulan Juli sebelumnya. Data juga dirilis di bawah ekspektasi  pasar di 55,9. 

Meningkatnya  permintaan  domestik  telah  mengangkat  perekonomian  Swiss.  Namun  sektor  ekspor  masih  terkendala  seiring  menurunnya  permintaan  dari  Eropa,  sebagai  mitra  dagang  terbesar  Swiss.  Namun  demikian,  dengan  level  rata‐rata  untuk  pesanan  masih  meningkat  mengindikasikan produksi bakal naik di masa mendatang. 

Sementara  data  KOF  indicator  Swiss  yang  dirilis  Jumat  lalu  meningkat  ke  level  tertinggi  sejak  November,  mengindikasikan  ekonomi  akan  memperoleh momentumnya di bulan‐bulan mendatang seiring dengan membaiknya prospek ekonomi zona euro. 

Swiss franc melemah terhadap dolar dan euro pada hari Senin menyusul data makroekonomi meningkat dari Cina dan kekhawatiran surut tentang  serangan militer terhadap Suriah, sehingga mendorong investor menjauhi mata uang safe haven seperti franc dan yen.  

Data final untuk HSBC/Markit Purchasing Managers' Index (PMI) Cina menunjukkan meningkat ke 50,1 di bulan Agustus, naik tajam dari data bulan  Juli di 47,7, menunjukkan meningkatnya aktifitas pabrikan di Cina dalam 4 bulan terakhir. 


Kekhawatiran  tentang  kemungkinan  intervensi  militer  di  Suriah  seketika  menurun  setelah  Presiden  AS  Barack  Obama  mengatakan  dia  akan  meminta  persetujuan  kongres  untuk  kemungkinan  mengambil  aksi  militer  terhadap  rezim  Assad.  Obama  dijadwalkan  akan  bertemu  dengan  beberapa kepala DPR dan komite Senat kunci secara pribadi pada hari Selasa ini.   

Monday, September 2, 2013

Headline News 02.09.13



US & GLOBAL
Bursa saham anjlok dan harga Treasury naik pada hari Jumat setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry menegaskan indikasi bahwa AS akan menghukum Presiden Suriah Bashar al‐Assad atas dugaan pengguanaan senjata kimia untuk meyerang warga sipil. Pernyataan Kerry telah memicu kekhawatiran bahwa AS telah siap melancarkan serangan militer terhadap Suriah dan memicu menurunnya aktifitas perdagangan menjelang libur
akhir pekan selama 3 hari di AS berkenaan dengan peringatan Hari Buruh. Kerry juga menekankan bahwa Amerika Serikat akan bertindak sangat hati‐hati dan cermat dan tidak akan bertindak gegabah dengan cara apapun menyerupai invasi AS ke Afghanistan dan Irak, atau intervensi untuk membantu menggulingkan mantan diktator Libya Muammar Gaddafi. Kerry mengatakan AS tahu pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia beberapa kali tahun ini.

Kekhawatiran terhadap aksi militer AS telah menyurutkan minat investor kepada obligasi pemerintah AS dan mendorong kenaikan pada dolar ke level tertinggi 4 pekan.

Bursa AS melemah, dengan indeks S&P 500 menutup bulan Agustus dengan kinerja bulanan terburuknya selama lebih dari setahun. Dow Jones industrial average <.DJI> turun 30,64 poin atau 0,21% di 14801,09. Sedangkan Standard & Poor's 500 Index <.SPX> turun 5,20 poin atau 0,32% di 1632,97. Sementara Nasdaq Composite Index
<.IXIC> turun 30,44 poin atau 0,84% di 3589,87.

Di pasar obligasi, yield pada Treasury tenor 10 tahun menurun menjadi 2,7747 persen. Indeks dolar sebagai barometer kekuatan dolar terhadap 6 mata uang utama dunia, tercatat di 82,067, tidak jauh dari level tertinggi 4 pekan di 82,263 yang dicapai sebelumnya.

Di pasar negara berkembang, rupee India anjlok 10,4% terhadap dolar selama bulan Agustus dan mencatat koreksi bulanan tertajamnya.

Investor terlihat mulai menjauhi aset beresiko menjelang sidang reguler The Fed pada 17‐18 September yang diperkirakan akan memutuskan untuk mengurangi program stimulus moneternya serta kemungkinan serangan militer AS terhadap Suriah.

Konflik Suriah juga telah memicu turunnya harga minyak meskipun kekhawatiran konflik lebih luas di Timur Tengah telah berkurang sedikit setelah Inggris mengatakan tidak akan bergabung dengan aksi militer, meskipun Prancis mengatakan masih mendukung langkah untuk menghukum pemerintah Suriah atas serangan gas beracun terhadap warga sipilnya. Melemahnya harga saham minyak turut menekan indeks saham Eropa, dengan STOXX
Europe 600 index <.STOXX> turun 0,9%, mencatat kerugian mingguan menjadi sekitar 2,4%. Harga emas juga mengalami penurunan, menjauhi level tertinggi 3‐1/2 bulan yang dicapai Rabu sebelumnya.



GOLD & COMMODITIES
Emas anjlok untuk berada dibawah level $1.400 per ons Jumat lalu karena dollar AS mengalami rally ke level tertinggi dalam empat minggunya, dengan para investor menggandakan posisinya pada akhir bulan dan mengantisipasi kenaikannya baru‐baru ini dari adanya libur panjang AS hingga Senin yang merupakan libur Labor Day.

Para analis melihat penurunan emas terjadi utamanya dari mengantisipasi akhir bulan sehingga menggandakan posisinya dan aksi ambil untung setelah harga Rabu lalu mencapai level tertinggi sejak pertengahan bulan Mei. Investor juga mengantisipasi prediksi adanya aksi militer AS terhadap Suriah.

Emas telah mencatatkan kenaikan 5,4 persen dalam bulanan dan rangkaian kenaikan dalam dua bulannya. Juga telah memangkas penurunannya dalam sore hari waktu setempat karena Sekretaris Negara AS John Kerry membuat suatu “keterbatasan” serangan terhadap Suriah, tetapi kemudian harga melemah kembali sebelum dia menyelesaikan pidatonya.

Spot gold <XAU=> melemah 0.93 persen ke level $1.394,51 per ons pada pukul 3:19 EDT (1919 GMT) setelah anjlok ke level terendahnya dalam level terendah harian $1.392,06 per ons. U.S. December gold futures <GCv1> berkurang $18.10 per ons ke level $1,394.8 per ons, yang merosot 1,28 persen.


OIL & COMMODITIES
Brent crude oil merosot dalam perdagangan yang volatile Jumat lalu dari libur panjang AS hingga Senin (Labor Day) di AS, karena Obama juga membuat adanya suatu “keterbatasan” serangan terhadap Suriah.

Setelah pidato Kerry juga, Obama masih merencanakan dalam mengantisipasi, salah satunya tidak akan terlibat dalam komitmen terbuka atau operasi militer besar‐besaran di Suriah.

"It's clear there's going to be a military strike of some kind, but it became clear that it's going to be limited in scope and that's why we sold off," kata John Kilduff, mitra pada Again Capital LLC.

Harga oil masih mencatatkan kenaikan terbesar bulannya dalam setahun, dengan Brent naik lebih dari 6 persen pada bulan Agustus, setelah gejolak yang memangkas produksi di Libia sekitar 1 juta barel perhari dan merosotnya produksi di Irak, Nigeria dan ditempat lainnya.

Momentum kenaikan harga oil sempat tertahan setelah parlemen Inggris dikalahkan oleh proposal dari Perdana Menteri David Cameron yang dapat membawa Inggris untuk terlibat dalam serangan ke Suriah.

Energy Information Administration AS mengungkapkan gangguan pasokan global mencapai 2,7 juta barrel per hari dibulan Juli, dengan para analis mengatakan pengurangan telah bertambah sejak itu. Kenaikan produksi dari Saudi Arabia dan kemungkinan rilis persediaan oil darurat dari International Energy Agency (IEA) dapat mengimbangi gangguan tersebut.

EURO ZONE
• Optimisme ekonomi zona euro meningkat tajam pada bulan Agustus namun masih tingginya tingkat pengangguran, khususnya di beberapa negara di zona euro, terlihar terdapat perbedaan yang memisahkan zona euro utara pulih namun selatan sedang berjuang.

• Kepercayaan diantara manajer bisnis yang disurvei oleh Komisi Eropa naik untuk bulan keempat berturut‐turut di zona euro, eksekutif Uni Eropa mengatakan pada Jumat. Tren positif sangat kuat di Jerman dan Belanda dan juga terlihat di Italia, Perancis dan Spanyol.

• Ukuran sentimen di zona euro pada bulan Agustus, berdasarkan business orders, kepercayaan industri dan faktor‐faktor lain seperti rencana pembukaan lapangan pekerjaan di beberapa perusahaan, meningkat sebesar 2,7 poin menjadi 95,2.

• Meningkatnya kepercayaan telah menginspirasi beberapa orang untuk memprediksi bahwa 17 negara yang menggunakan euro telah mengatasi keadaan terburuk dari krisis yang dipicu oleh investasi bank dalam utang hipotek berisiko dan kemudian berdampak terhadap beberapa negara yang menuju jurang kebangkrutan.


U.K.
Sterling mencatat kinerja bulanan terbaiknya terhadap euro dalam setahun terakhir di hari Jumat lalu, menyusul rilis optimis data ekonomi Inggris telah  melanjutkan peluang untuk kenaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan bank sentral Inggris (BoE). Data mortgage approvals Inggris menembus level  tertinggi  5  tahun  di  bulan  Juli,  sementara  kepercayaan  konsumen  di  bulan  Agustus  melejit  mendekati  level  tertinggi  4  tahun,  sebuah  indikator  yang  menambah kerpercayaan bahwa ekonomi Inggris terus memulih. 

Sejumlah data penting akan dirilis pekan ini dan berpotensi mempengaruhi pergerakan sterling, diantaranya keptusan sidang BoE mengenai suku bunga dan  pelonggaran kuantitatif (QE), data Purchasing Managers' Index (PMI) dan data non‐farm payrolls Amerika Serikat. 

Sterling mencatat kenaikan 2,5% terhadap euro di bulan Agustus. Sedangkan terhadap dolar, sterling tercatat melemah 0,2% di sekitar $1,5480, namun  masih jauh di atas level terendah 2 pekan di $1,5427 yang dicapai hari Rabu sebelumnya. 

Sementara itu, langkah serangan militer AS tampaknya akan tertunda setidaknya sampai penyelidik PBB melaporkan kembali setelah meninggalkan Suriah,  dan beberapa anggota parlemen terkemuka menyarankan bahwa Gedung Putih harus menahan diri agar tidak terburu‐buru untuk bertindak. Kondisi ini  dipersulit oleh keberangkatan Obama ke Swedia dan KTT G20 di Rusia pada hari Selasa. Dia diperkirakan tidak akan memerintahkan melakukan serangan  militer selama lawatannya di Swedia atau Rusia tersebut. Sebuah tim penyelidik PBB telah selesai mengumpulkan sampel dan bukti terkait dengan dugaan  serangan  senjata  kimia  yang  menewaskan  ratusan  orang  di  pinggiran  kota  dekat  Damaskus  pekan  lalu  dan  berkemas  pergi,  seorang  juru  bicara  PBB,  mengatakan Jumat lalu. 

Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada hari Jumat menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan begitu saja atas tindakan penggunaan senjata kimia  pemerintah  Suriah  yang  disebut  AS  sebagai  suatu  "kejahatan  terhadap  kemanusiaan."  Kerry  juga  menekankan  bahwa  Amerika  Serikat  akan  bertindak  sangat hati‐hati dan cermat dan tidak akan bertindak gegabah dengan cara apapun menyerupai invasi AS ke Afghanistan dan Irak, atau intervensi untuk  membantu  menggulingkan  mantan  diktator  Libya  Muammar  Gaddafi.  Kerry  mengatakan  AS  tahu  pemerintah  Suriah  telah  menggunakan  senjata  kimia  beberapa kali tahun ini. 
JAPAN
• Sebuah survey yang dilakukan oleh pemerintah tentang belanja modal perusahaan Jepang periode bulan April‐Juni akan memberikan dampak yang lebih berat karena bisa mempengaruhi rencana peningkatan pajak penjualan selama dua tahun ke depan.

• Jika survei pada hari Senin data revisi GDP kuartal kedua menurun dimana indeks tersebut sudah di bawah ekspektasi, revisi ini bisa menjadi alasan yang kuat guna menentang rencana kenaikan pajak penjualan hingga 8 persen bulan April dan kemudian 10 persen pada Oktober 2015.

• Terdapat beberapa data yang mengalami peningkatan setelah revisi, termasuk inflasi, lapangan kerja dan produksi data pada hari Jumat, menunjukkan ekonomi sedang memperkuat dan bisa menyerap kenaikan pajak.

• Jepang telah keluar dari kondisi deflasi, pemerintah mengatakan pada hari Jumat seiring data yang menunjukkan kenaikan harga, peningkatan pengangguran, pendapatan yang lebih tinggi dan factory activity gathering momentum memberikan indikasi bahwa pemulihan yang sedang berlangsung di ekonomi terbesar ketiga di dunia.

• Perdana Menteri Shinzo Abe dan Bank of Japan telah bertaruh tentang kebijakan stimulus fiskal dan moneter untuk meningkatkan perekonomian, semua indikasi ini memperkuat rencana kenaikan pajak.


AUSTRALIA
Aussie ditutup melemah dalam hariannya, masih mengacu dari berita serangan terhadap Suriah oleh pihak Barat dengan investor menghindari resiko terhadap hal tersebut, sehingga juga membuat dollar AS menguat dalam hariannya.

Pasar obligasi Australia mengalami sedikit penguatan dari kemungkinan serangan AS terhadap Suriah. AS masih mencari suatu “koalisi internasional” dalam merespon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia, itu yang dikatakan Sekretaris Pertahanan Chuck Hagel meskipun voting menentang aksi militer dari Perdana Menteri Inggris.

Rilis data untuk minggu depan utamanya Senin adalah TD‐MI inflation, begitu juga dengan building dan housing approvals yang diprediksi naik. Dan jika data‐data tersebut mengarah dominan positif maka akan membuat dukungan penguatan pada Aussie dan juga sebaliknya.


SWISS
Ekonomi Swiss akan mendapatkan momentum dalam beberapa bulan mendatang, sebagian didukung oleh peningkatan sentimen bisnis di negara‐negara  zona euro, demikian indikator utama Swiss menunjukkan. KOF leading indicator, barometer untuk melihat kinerja ekonomi Swiss dalam 6 bulan kedepan,  tercatat naik ke 1,36 di bulan Agustus, level tertingginya sejak November 2012, dari level revisi 1,25 di bulan Juli, melampaui ekspektasi di 1,33. Di bulan  Juni, pemerintah  Swiss  menaikkan sedikit proyeksi pertumbuhan ekonomi 2013  menjadi 1,4%,  sementara   Swiss National bank  (SNB) mempertahankan  proyeksinya di kisaran 1‐1,5 persen. Anggota SNB Fritz Zurbruegg di bulan Agustus kemarin menegaskan bahwa batasan nilai tukar minimum USD/CHF di  1,20 franc per dolar akan dipertahankan selama dibutuhkan. Adapun sidang SNB berikutnya dijadwalkan akan digelar pada 19 September mendatang. 

Langkah serangan militer AS tampaknya akan tertunda setidaknya sampai penyelidik PBB melaporkan kembali setelah meninggalkan Suriah, dan beberapa  anggota parlemen terkemuka menyarankan bahwa Gedung Putih harus menahan diri agar tidak terburu‐buru untuk bertindak. Kondisi ini dipersulit oleh  keberangkatan Obama ke Swedia dan KTT G20 di Rusia pada hari Selasa. Dia diperkirakan tidak akan memerintahkan melakukan serangan militer selama  lawatannya  di  Swedia  atau  Rusia  tersebut.  Sebuah  tim  penyelidik  PBB  telah  selesai  mengumpulkan  sampel  dan  bukti  terkait  dengan  dugaan  serangan  senjata kimia yang menewaskan ratusan orang di pinggiran kota dekat Damaskus pekan lalu dan berkemas pergi, seorang juru bicara PBB, mengatakan  Jumat lalu. 

Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada hari Jumat menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan begitu saja atas tindakan penggunaan senjata kimia  pemerintah  Suriah  yang  disebut  AS  sebagai  suatu  "kejahatan  terhadap  kemanusiaan."  Kerry  juga  menekankan  bahwa  Amerika  Serikat  akan  bertindak  sangat hati‐hati dan cermat dan tidak akan bertindak gegabah dengan cara apapun menyerupai invasi AS ke Afghanistan dan Irak, atau intervensi untuk  membantu  menggulingkan  mantan  diktator  Libya  Muammar  Gaddafi.  Kerry  mengatakan  AS  tahu  pemerintah  Suriah  telah  menggunakan  senjata  kimia  beberapa kali tahun ini. 


Franc Swiss bergerak stabil di akhir pekan kemarin menyusul investor kembali memusatkan perhatian mereka pada data‐data ekonomi AS yang akan dirilis  pekan ini, seiring dengan stabilnya pergerakan mata uang negara berkembang. Fokus investor saat ini tertuju pada data pekerjaan AS yang akan dirilis hari  Jumat untuk melihat peluang The Fed untuk mengurangi program stimulus moneternya.

Friday, August 30, 2013

Update News GBP/USD

Update 10.30 WIB:
GBPUSD akan kembali ke areal 1.5000-1.4800…?

Sejak awal tahun 2013, GBPUSD mengalami penurunan dari level puncak 1.6380 hingga ke
areal lembah di bawah 1.5000 dengan dasar terendah di 1.4812.
Selama menyentuh areal lembahnya tersebut, GBPUSD bangkit hingga kenaikan mencapai
areal 1.5600-1.5750. Demikian dengan kondisi pergerakannya saat ini.

Apakah ini areal 1.5600-1.5750 ini memang merupakan areal yang akan menghambat
kenaikan GBPUSD untuk saat ini, dan untuk kemudian kembali ke lembah 1.5000-1.4800…?

Berikut adalah grafik harian GBPUSD beserta beberapa hal di dalamnya yang perlu
diperhatikan…



Kondisi:

• Sejak mencoba areal lembah 1.5000-1.4800, telah 3 kali hingga saat ini GBPUSD
rebound ke areal 1.5600-1.5750.
• Dalam 2 rebound sebelumnya senantiasa diikuti oleh tekanan kembali ke areal
lembahnya, ditandai oleh indikator RSI-14 yang berada di zona overbought. Dan di
rebound saat ini hal yang sama terjadi; yakni mencapai areal 1.5600-1.5700 diikuti
oleh kondisi RSI-14 yang overbought.
• Pola yang berulang dapat memberikan asumsi bahwa GBPUSD saat ini sedang dalam proses penurunannya menuju lembah 1.5000-1.4800.


Namun:

• GBPUSD masih berada dalam trend channel naik (garis hijau putus-putus)
• Dan masih di atas areal support 1.5420


Sehingga:

Menarik untuk diperhatikan apakah tekanan dapat menembus dan bertahan di bawah garis
trend channel naiknya dan/atau areal support 1.5420…?

Jika ya, maka ini dapat merupakan langkah awal bagi tekanan GBPUSD seperti yang terjadi
sebelumnya, menuju ke lembah 1.5000-1.4800.


Terima kasih sudah membaca.
Semoga bermanfaat dan dapat memberikan bahan bagi rencana maupun strategi
perdagangan Anda.

Headline News 30.08.13

US & GLOBAL
• Harga minyak turun tajam pada hari Kamis menyusul kemungkinan terjadinya serangan militer Barat ke Suriah masih belum pasti, sehingga memicu investor untuk melakukan profit‐taking menjelang libur panjang akhir pekan di AS, sementara sinyal menguatnya pertumbuhan ekonomi AS mendorong dolar ke level tertinggi 3 pekan. Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun $1,45 di $115,16 per barel, setelah ditransaksikan serendah $114,91 sesaat sebelum pasar tutup. Brent telah melonjak lebih dari 5% dalam 2 sesi terakhir, mencatat kenaikan 2 hari terkuatnya sejak Januari 2012.

• Amerika Serikat dan sekutu‐sekutunya telah bersiap‐siap untuk melakukan sebuah serangan dalam menanggapi laporan bahwa pemerintah Suriah menggunakan gas beracun terhadap warga sipil. Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis kemarin sedang mempertimbangkan respon "sangat menentukan dan terbatas" untuk setiap temuan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia.

• Namun, Amerika Serikat dan sekutunya belum memiliki "informasi yang benar‐benar pasti dan teruji" untuk membuktikan Assad secara pribadi memerintahkan serangan itu, kata beberapa pejabat keamanan nasional AS.

• Kurangnya kejelasan dari kekuatan Barat pada Kamis kemarin tentang apa langkah berikutnya nampaknya telah memicu kegelisahan di pasar dan mendorong investor untuk melakukan ambil‐untung.

• Dolar menguat ke level tertinggi lebih dari 3 pekan terhadap sejumlah rival utamanya setelah data semalam memperkuat dugaan bahwa The Fed akan mengurangi program stimulusnya bulan depan.

• Sedangkan indeks saham AS ditutup naik dalam volume yang tipis, melanjutkan rebound‐nya setelah mencatat koreksi harian terburuknya sejak Juni di awal pekan ini. Dalam 2 sesi terakhir, indeks S&P 500 mencatat naik 0,5% namun masih turun 1,5% dalam sepekan. Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 16,44 poin atau 0,11 % di 14840,95. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> ditutup naik 3,21 poin atau 0,20% di 1638,17. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> berakhir menguat 26,95 poin atau 0,75% di 3620,30.

• Di Eropa, keuntungan besar antara saham telekomunikasi didukung rebound dalam ekuitas setelah Vodafone <VOD.L> dikonfirmasi dalam pembicaraan dengan Verizon <VZ.N> untuk menjual saham dari perusahaan patungan AS. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup naik 0,7% di 1207,05 poin, kembali menguat setelah anjlok sekitar 2% dalam 2 hari terakhir. Indeks ekuitas MSCI naik 0,2%.

• Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Oktober berakhir melemah $1,30 per barel di $108,80, tidak jauh dari level intraday low di $108,40.

• Dolar menguat terhadap sejumlah rivalnya setelah data menunjukkan ekonomi AS tumbuh 2,5% di 
kuartal kedua, lebih cepat dari perkiraan. Sedangkan data lain menyebutkan klaim pengangguran yang membaik kian memperkuat dugaan bahwa The Fed akan mulai mengurangi program stimulusnya .

"This is a good report for those who expect the Fed to taper in September. One of the key concerns that the Fed has voiced recently has been the dichotomy between firm employment and soft GDP growth. This should ease some of those concerns," kata Vassili Serebriakov, analis mata uang pada BNP Paribas di New York.

• Dolar terakhir terpantau naik 0,7% terhadap sejumlah rival utamanya di 81,958 setelah menembus 82,067, level tertinggi sejak 5 Agustus.
Sedangkan terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,7% di 98,28 yen.

• Di pasar negara berkembang, keputusan Brasil untuk menaikkan suku bunga ke level tertinggi 16 bulan di 9% pada hari rabu telah membantu menstabilkan real, sedangkan di Indonesia, rupiah menguat tipis setelah BI menaikkan suku bunganya.

• Rupee India naik setinggi 66,85 per dolar, naik tajam dari rekor terendah 68,85 per dolar pada hari Rabu ketika bank sentral India bergerak untuk menyediakan dolar langsung ke perusahaan minyak untuk memberikan beberapa bantuan mata uang.

• Treasury AS tenor 10 tahun berhasil menguat 6/32 dengan yield 2,745 persen, dari 2,765 persen di hari rabu sebelumnya.



GOLD & COMMODITIES
• Pergerakan harga emas melemah pada sesi perdagangan Kamis, menggoyahkan rally penguatan harga lima hari seiring serangan militer yang dipimpin AS di Suriah tampaknya tidak akan dilakukan dalam waktu dekat dan investor mengalihkan perhatian mereka ke pertumbuhan ekonomi AS yang kuat dan rencana Federal Reserve untuk mengendalikan program stimulus tersebut.

• Sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan bahwa peningkatan laju pertumbuhan perekonomian AS meningkatkan lebih cepat dari yang diharapkan pada kuartal kedua karena lonjakan ekspor, memperkuat alasan Federal Reserve untuk mengurangi program stimulus ekonomi utama.

"Gold is down on better GDP and as the risk of imminent military strikes is fading," ucap Frank McGhee, head precious metals trader di Integrated Brokerage Services LLC. "The market can sell off pretty hard tomorrow if we don't hear anything concrete about attacks on Syria."

• Daya tarik logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi menurun setelah data GDP dirilis. Sebelum melemah pada sesi perdagangan Kamis, emas rally 5 persen dalam lima sesi terakhir karena meningkatnya ketegangan geopolitik.

• Harga spot emas melemah 0,4 persen dengan nilai 1.412 dollar/ounce .

• Comex Emas berjangka AS periode Desember <GCZ3> ditutup melemah 5,90 dollar dengan nilai 1,412.90 dollar/ounce, dengan volume perdagangan sekitar 30 persen di bawah rata‐rata 30‐hari.


OIL & COMMODITIES
Harga oil keduanya pada Atlantik turun tajam beberapa menit sebelum pasar ditutup Kamis lalu karena para trader melakukan aksi jual kontrak dan melakukan aksi ambil untung dari kedepannya liburan mingguan karena AS memimpin serangan ke Suriah yang masih belum pasti.

AS dan sekutunya telah bersiap‐siap untuk melakukan penyerangan dalam merespon laporan bahwa pemerintah Suriah menggunakan gas beracun melawan pihak sipilnya.

Gedung Putih mengatakan Kamis lalu untuk memikirkan respon “very discrete and limited” terhadap banyaknya penemuan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia.

"People don't want to go home long or short the market," kata Rich Ilczyszyn, kepala market strategist dan pendirin dari iitrader.com LLC di Chicago.

Kenaikan sebelumnya harga oil mendorong International Energy Agency untuk merilis pernyataan Kamis lalu bahwa pasar oil membuat peredaman dari kekhawatiran tingginya harga yang mengancam recovery ekonomi.

EURO ZONE
Data dari Kantor Tenaga Kerja menunjukkan bahwa pada bulan Agustus, terlihat semakin banyak masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan di Jerman akibat terkena dampak dari jeda musim panas, namun tingkat pengangguran tetap berada di level terendah sejak negara itu bersatu lebih dari dua dekade lalu.

Kenaikan ini kontras dengan ekspektasi untuk penurunan dengan nilai 5.000, tetapi para analis mengatakan banyak perusahaan akan segera menunjukkan kecenderungan untuk membuka lapangan pekerjaan seiring perusahaanperusahaan tersebut yang terfokus terhadap rebound pertumbuhan perekonomian Jerman dari pada ketidakpastian berasal dari krisis utang zona euro.

Data pada Kamis menunjukkan pengangguran meningkat sekitar 7.000 sampai 2.943.000, setelah mengalami penyesuaian musiman pada bulan Agustus sejak bulan Mei.

"We were surprised by the rise in the seasonally‐adjusted figure. Still this is not a sign for a change of trend," ucap Eckart Tuchtfeld di Commerzbank. "It can take some months before the better mood in top management will feed through to additional jobs."

Rainer Sartoris dari HSBC Trinkaus mengatakan bahwa "the German economy is recovering. That will feed through to the labour market with delay. There's scope for a small autumn revival."
  • Kepala Kantor Perburuhan Frank‐Juergen Weise sependapat dan mengatakan "Companies are hiring less because of the summer holiday. When the holidays are over in the three big federal states, it will get better again,".


U.K.
Sterling menguat terhadap euro pada hari Kamis, rebound dari level terendah 3 pekan dan ditopang oleh naiknya yield obligasi setelah kepala BoE menunjukkan indikasi tidak ada  kekhawatiran langsung tentang dampaknya terhadap perekonomian. 

Yield obligasi pemerintah Inggris (Gilt) tenor 10 tahun menembus level tertinggi 2 tahun yang baru di 2,827 persen sementara gap dengan yield obligasi pemerintah Jerman  (Bund)  tenor 10  tahun melebar ke level tertinggi 3 tahun yang baru.  Sementara  yield tenor 10  tahun turun ke 2,79 persen di sesi sore, spread  tersebut adalah cukup  untuk  memberikan sterling dorongan terhadap euro. 

Euro  melemah  0,65%  terhadap  sterling  di  0,8537  pound,  setelah  menembus  level  tertinggi  3  pekan  di  0,8651  pound  pada  hari  Rabu.  Sterling  tercatat  telah  menguat  2,3%  terhadap euro sepanjang bulan Agustus ini. 

Terhadap dolar, sterling terkoreksi 0,1% di $1,5515, tapi berhasil mengungguli sebagian besar mata uang utama seperti euro, yang jatuh 0,7% terhadap dolar. 

Dolar juga menguat 0,6% terhadap yen dan sejumlah rival utamanya setelah data menunjukkan ekonomi AS terakselerasi lebih cepat dari yang diperkirakan di kuartal kedua,  mencatat pertumbuhan 2,5%, berkat meningkatnya ekspor. Sedangkan klaim pengangguran juga dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan. 

Fokus pasar untuk pekan depan terhadap data ekonomi Inggris nampaknya akan tertuju pada data PMI periode Agustus dan produksi industri dan manufaktur periode Juli. Jika  data menunjukkan adanya peningkatan pada sentimen bisnis dan kegiatan ekonomi maka akan berpotensi memicu penguatan sterling.  


JAPAN
Perekonomian global dapat terpukul jika penarikan dana dari emerging markets naik kedepannya dari ekspektasi pengurangan stimulus moneter the Fed AS, seorang anggota dewan Bank of Japan mengatakannya Kamis lalu.

Yoshihisa Morimoto juga memperingatkan pemerintah Jepang membutuhkan untuk melanjutkan rencana kenaikan bertingkat dalam pajak penjualan sebagai bagian dari usaha untuk memperbaiki keuangan yang amburadul, atau menghadapi reaksi pasar yang parah.

Dia mengabaikan kebutuhan untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam menghilangkan tekanan dari kenaikan pajak.

Utilitas mantan eksekutif terjebak kedalam penilaian BOJ bahwa perekonomian Jepang menghadapi recovery yang moderat, tetapi mencatatkan tantangan seperti resiko geo‐politik di Timur Tengah dan volatilitas pasar disebabkan oleh ekspektasi the Fed dapat memulai mengurangi program pembelian obligasi segera setelah bulan depan.

Kementerian pemerintah Jepang akan membuat permohonan bujet dengan mencatatkan total 99.2 trilyun yen ($1.02 trilyun) untuk tahun fiskal dari April berikutnya, sumber terpercaya dengan gambaran yang dikatakan Reuters, ditambahkan terhadap keuangan publik yang memburuk.

Perdana Menteri Shinzo Abe berjuang untuk menyeimbangkan kebutuhan stimulus ekonomi dan perlu untuk mengekang utang publik negara, yang mana berlipat ganda dalam ukuran terhadap GDP‐nya – yang terberat seperti beban diantara negara‐negara industri.


AUSTRALIA
Ledakan investasi pertambangan akan segera berakhir, dan ketika itu, mungkin tidak ada lagi pelanggaran yang banyak dilakukan.

Investasi bisnis Australia naik empat persen pada kuartal kedua di bulan Juni, mengalahkan ekspektasi para ekonom yang emningkat 0,8 persen, meliputi investasi barang modal seperti bangunan dan peralatan.

Kepala ekonom ANZ Ivan Colhoun mengatakan bahwa mining investment masih bertahan dan non‐mining investment sangat mengecewakan.

"We know there is going to be sharply weaker mining investment over the 2014 calendar year and in 2015, so we think that's not the number to focus on," ucap Mr Colhoun.

"The key number is to look at what's happening with non‐mining investment plans and they are not showing much life at this point in time. "It's still signalling that there isn't much in the way of this transition from mining investment to non‐mining investment going on."

Investasi non‐pertambangan naik sebesar 0,7 persen pada kuartal kedua di bulan Juni, tapi turun sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya.

Mr Colhoun mengatakan pemotongan suku bunga lebih lanjut bisa membantu untuk menyeimbangkan ekonomi seiring ledakan investasi pertambangan melambat, tetapi dolar Australia lebih rendah akan bantuan lagi.

CommSec ekonom Savanth Sebastian mengatakan ekonomi tidak siap untuk melakukan transisi dari pertambangan.
  • "What clearly can be seen is that the Reserve Bank has some work on its hands to disentangle the various parts of the economy," ucap Mr Sebastian.


SWISS
Rilis positif data ekonomi AS telah menambah optimisme terhadap membaiknya perekonomian negara adikuasa tersebut. Data pertumbuhan ekonomi dan klaim pengangguran  yang  dirilis  membaik  semalam  telah  memperkuat  ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  mulai  mengurangi  program  pembelian  obligasinya  di  bulan  September  mendatang.  Data  menunjukkan  ekonomi  AS  terakselerasi  lebih  cepat  dari  yang  diperkirakan  di  kuartal  kedua,  mencatat  pertumbuhan  2,5%,  berkat  meningkatnya  ekspor.  Sedangkan  klaim  pengangguran juga dirilis sedikit lebih baik dari perkiraan. 

Kekhawatiran investor tentang serangan militer yang mungkin dilakukan pihak Barat di Suriah juga nampaknya mendorong investor untuk mencari perlindungan dalam mata uang  AS. 

Meskipun franc Swiss juga berlaku sebagai safe‐haven currency, seperti halnya dengan dolar, namun franc mengalami tekanan jual dipicu melemahnya franc atas euro yang saat  ini bergerak di kisaran 1,23 franc per euro, jauh di atas batas minimum 1,20 franc per euro yang telah ditetapkan SNB. 

Meskipun kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik yang tidak menentu telah menguntungkan dolar, namun jika data ekonomi AS dirilis buruk, maka akan memicu  depresiasi dolar yang tajam. 


Rebound dolar berlanjut hingga mencatat intraday high di 0,9321 franc, level tertinggi 2 pekan, dan terakhir bergerak di sekitar 0,9310 franc, atau naik sekitar 1% dari posisi  penutupan New York hari Rabu.