NEW YORK (Reuters) - Gold was little changed on Thursday afternoon, retreating from a record high after another strong earthquake hit Japan.
In early trading, gold rose to a record for a third straight session on inflation worries and expectations that the
European Central Bank's first rate hike since 2008 would weaken the dollar.
Crude oil and global equities also retreated after a strong earthquake shook Japan, pressuring gold. The dollar strengthened against the euro instead of weakening as many had expected, which put further pressure on gold.
Even though the European Central Bank raised rates, investors were not convinced that more rate hikes were on the way.
"You're back to a dollar story for the first time in a long time." said Frank McGhee, head precious metals trader of Integrated Brokerage Services. "Gold prices and the dollar both benefit from that rate hike because it increases the differentials between euro zone and the U.S. interest rates."
Rising interest rates generally are negative for gold, but investors bought bullion immediately after the ECB rate hike because they expected the dollar to weaken in the future.
Spot gold hit a record $1,464.80 an ounce and was later down 0.1 percent to $1,456.14 at 1:14 p.m. EDT. U.S. gold futures for June delivery eased 0.1 percent to $1,357.50 an ounce.
The ECB raised rates by 25 basis points to 1.25 percent to counter inflation pressure. Gold has risen more than 2 percent this week, benefiting from rallies in crude oil and corn and as Portugal requested a European Union rescue package.
"Of course the ECB will be vigilant in monitoring inflation developments very closely. But it is more inflation expectations that made the ECB concerned, and less the actual increase (in inflation)," said Peter Fertig, a consultant at Quantitative Commodity Research.
ECB President Jean-Claude Trichet said the rate hike was not necessarily the start of a series, disappointing some who had expected a more hawkish tone.
The traditional inverse correlation between gold and the dollar appeared to be strengthening this week to a negative 0.8, as gold hit successive records, but the link could be erratic in the near term. A correlation of minus 1 indicates a perfect inverse link, while a correlation of plus 1 indicates that both are moving in perfect tandem.
SILVER EDGES UP, BUT OFF 31-YEAR HIGH
Among other precious metals, silver gained 0.2 percent at $39.50 an ounce, just off the previous session's 31-year high at $39.75.
Silver has not shaken its image of an unpredictable metal with high volatility and chronic oversupply, but investors seem set on driving prices beyond the recent 31-year high.
On fundamentals, industrial demand for silver is expected to rise less than 10 percent this year, after prices more than doubled to 31-year highs since late 2010, the head of metals research and consultant GFMS said on Thursday.
Platinum was down 0.4 percent to $1,781 an ounce, while palladium shed 0.2 percent to $776.50.
(Additional reporting by Jan Harvey in London)
title cover
Friday, April 8, 2011
Thursday, April 7, 2011
Headline News 07.04.11
US & GLOBAL
• Indeks S&P500 berhasil menguat diatas level teknis penting 1333 yang telah bertahan dalam beberapa sesi terakhir, meskipun volume
perdagangan relatif masih tipis. Investor sangat selektif dalam memilih saham yang dibeli untuk menghindari spekulasi menjelang
earning korporasi. Saham‐saham teknologi menguat, pasar mendapat sokongan dari komentar Chief Executive Cisco John Chambers.
Saham Cisco Systems Inc naik 4,9% setelah Chambers mengakui perusahaannya telah kehilangan arah dan memerlukan waktu untuk
mengembalikan kredibilitasnya. Indeks semikonduktor PHLX <. SOX> naik 1,5%, didukung kenaikan Hewlett‐Packard Co yang menguat
2,2% dan Microsoft Corp yang naik 1,4%.
• Bursa saham AS juga mendapat dukungan dari pernyataan Presiden The Fed asal Atlanta ‐ Dennis Lockhart, yang mengatakan Fed akan
meneruskan program pembelian obligasi senilai 600 miliar USD sesuai jadwal hingga Juni mendatang, Lockhart menilai tidak ada alasan
untuk mengakhiri program tersebut lebih awal. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 32,85 poin atau 0,27% ke 12,426.75, S&P500 <. SPX> naik
2,91 poin atau 0,22% ke 1,335.54 dan Nasdaq <. IXIC> maju 8,63 poin atau 0,31% ke 2,799.82.
• Emas mencapai rekor tertinggi dalam sejarah ditengah kenaikan harga minyak dunia kelevel tertinggi 2‐1/2 tahun, memicu kekhawatiran
akan inflasi yang dapat merugikan perekonomian dunia. Emas telah berperan lebih sebagai mata uang daripada komoditas dalam
beberapa waktu terakhir, investor mengambil emas sebagai mekanisme lindung nilai terhadap pelemahan dolar dan masalah politik yang
membebani nilai mata uang lainnya. Harga spot emas <XAU=> sempat naik hingga 1461.91, USD per troy ounce, level tertinggi sepanjang
sejarah, ditutup menguat lebih dari 5 USD di 1460 USD per troy ounce.
• Harga minyak dunia naik level tertinggi 2‐1/2 tahun didukung oleh kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara serta pelemahan dolar.
Minyak mentah Crude AS <CLc1> naik hampir 0.5% ke 108,83 USD per barel ‐ penutupan tertinggi sejak September 2008. Sementara
harga minyak Brent London <LCOc1> ditutup stagnan di 122,30 USD per barel setelah sempat naik di atas 123 USD per barel ‐ level
tertinggi sejak Agustus 2008.
• Euro berhasil menguat terhadap dollar AS ke level tertinggi dalam kurun 14‐bulan terakhir menyusul spekulasi kenaikan lanjutan ECB
setelah kenaikan April ini. Yen turun ke level terendah 11‐bulan terhadap euro dan terendah 6‐bulan terhadap dollar. Yen diperkirakan
akan melanjutkan pelemahannya seiring mulai maraknya aksi carry trade dari para investor dan institusi keuangan selaras dengan
pandangan bahwa BOJ masih akan mempertahankan suku bunganya dalam waktu yang lebih panjang, sementara bank sentral negara
maju lainnya mulai melakukan pengetatan moneter.
• Dalam sidangnya Kamis 07 April ini ECB secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, akan menjadi
kenaikan pertama sejak Juli 2008. Saat ini para analis memperkirakan Presiden ECB Jean‐Claude Trichet akan menambah nada hawkish
terhadap inflasi, yang akan meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga lanjutan dari ECB. Sementara disisi lain, kondisi
ekonomi AS masih terlalu rapuh bagi The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga, demikian pernyataan dari petinggi The Fed asal Atlanta
‐ Dennis Lockhart.
• Euro naik hingga level 1,4350 <EUR=>, tertinggi sejak akhir Januari 2010, ditutup menguat 0,8% ke 1,4334, tidak terlalu terpengaruh
berita bahwa otoritas Portugal telah meminta bantuan finansial dari Uni‐Eropa. Sementara itu euro naik 1,4% terhadap yen ke 122,45
yen, setelah sempat mencapai level tertinggi 11‐bulan di 122.61 yen <EURJPY=>. Dollar AS naik 0,6% ke 85,43 yen <JPY=>, setelah
mencapai level puncak 6‐bulan di 85,52 yen. Terhadap the basket of currencies, dollar AS turun 0,5% ke 75,540 <DXY.>.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertinggi dalam dua harinya berturut‐turut Rabu lalu dan minyak mentah melejit kelevel terbarunya dalam 2‐1/2
tahun, memicu kekhawatiran pada inflasi yang dapat menekan pada perekonomian dunia yang paling diandalkan.
• Tekanan harga dari kenaikan negara‐negara ekonomi berkembang Asia – yang telah menjadi katalis/acuan pada recovery dunia dari
krisis finansial ‐‐ dan tidak mungkin mereda secepatnya, Asian Development Bank memperingatkannya.
• "High and volatile oil and food prices will, in particular, reverberate through the world economy, and they are likely to stay that way in
2011‐2012," ADB mengatakannya.
• "They will thus be a significant source of global inflation, especially in developing countries where recovery is firmly under way," Manilaberbasis
agen mengungkapkannya dalam sebuah laporan.
• Harga spot gold <XAU=>, yang menggambarkan perdagangan emas/bullion, naik ke level tertingginya sepanjang masa pada level
$1461,91 per ons, naik lebih dari $5 dari level puncak Selasa lalu. Pada perdagangan futures, U.S. gold untuk pengiriman bulan Juni
<GCM1> menguat setengah persen ke level tertingginya $1467,00 per ons.
• Perak /Silver <XAG=>, mencapai level tertingginya dalam 31‐tahun ke level $39.75 per ons pada perdagangan spot.
• Indeks S&P500 berhasil menguat diatas level teknis penting 1333 yang telah bertahan dalam beberapa sesi terakhir, meskipun volume
perdagangan relatif masih tipis. Investor sangat selektif dalam memilih saham yang dibeli untuk menghindari spekulasi menjelang
earning korporasi. Saham‐saham teknologi menguat, pasar mendapat sokongan dari komentar Chief Executive Cisco John Chambers.
Saham Cisco Systems Inc naik 4,9% setelah Chambers mengakui perusahaannya telah kehilangan arah dan memerlukan waktu untuk
mengembalikan kredibilitasnya. Indeks semikonduktor PHLX <. SOX> naik 1,5%, didukung kenaikan Hewlett‐Packard Co yang menguat
2,2% dan Microsoft Corp yang naik 1,4%.
• Bursa saham AS juga mendapat dukungan dari pernyataan Presiden The Fed asal Atlanta ‐ Dennis Lockhart, yang mengatakan Fed akan
meneruskan program pembelian obligasi senilai 600 miliar USD sesuai jadwal hingga Juni mendatang, Lockhart menilai tidak ada alasan
untuk mengakhiri program tersebut lebih awal. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 32,85 poin atau 0,27% ke 12,426.75, S&P500 <. SPX> naik
2,91 poin atau 0,22% ke 1,335.54 dan Nasdaq <. IXIC> maju 8,63 poin atau 0,31% ke 2,799.82.
• Emas mencapai rekor tertinggi dalam sejarah ditengah kenaikan harga minyak dunia kelevel tertinggi 2‐1/2 tahun, memicu kekhawatiran
akan inflasi yang dapat merugikan perekonomian dunia. Emas telah berperan lebih sebagai mata uang daripada komoditas dalam
beberapa waktu terakhir, investor mengambil emas sebagai mekanisme lindung nilai terhadap pelemahan dolar dan masalah politik yang
membebani nilai mata uang lainnya. Harga spot emas <XAU=> sempat naik hingga 1461.91, USD per troy ounce, level tertinggi sepanjang
sejarah, ditutup menguat lebih dari 5 USD di 1460 USD per troy ounce.
• Harga minyak dunia naik level tertinggi 2‐1/2 tahun didukung oleh kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara serta pelemahan dolar.
Minyak mentah Crude AS <CLc1> naik hampir 0.5% ke 108,83 USD per barel ‐ penutupan tertinggi sejak September 2008. Sementara
harga minyak Brent London <LCOc1> ditutup stagnan di 122,30 USD per barel setelah sempat naik di atas 123 USD per barel ‐ level
tertinggi sejak Agustus 2008.
• Euro berhasil menguat terhadap dollar AS ke level tertinggi dalam kurun 14‐bulan terakhir menyusul spekulasi kenaikan lanjutan ECB
setelah kenaikan April ini. Yen turun ke level terendah 11‐bulan terhadap euro dan terendah 6‐bulan terhadap dollar. Yen diperkirakan
akan melanjutkan pelemahannya seiring mulai maraknya aksi carry trade dari para investor dan institusi keuangan selaras dengan
pandangan bahwa BOJ masih akan mempertahankan suku bunganya dalam waktu yang lebih panjang, sementara bank sentral negara
maju lainnya mulai melakukan pengetatan moneter.
• Dalam sidangnya Kamis 07 April ini ECB secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, akan menjadi
kenaikan pertama sejak Juli 2008. Saat ini para analis memperkirakan Presiden ECB Jean‐Claude Trichet akan menambah nada hawkish
terhadap inflasi, yang akan meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga lanjutan dari ECB. Sementara disisi lain, kondisi
ekonomi AS masih terlalu rapuh bagi The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga, demikian pernyataan dari petinggi The Fed asal Atlanta
‐ Dennis Lockhart.
• Euro naik hingga level 1,4350 <EUR=>, tertinggi sejak akhir Januari 2010, ditutup menguat 0,8% ke 1,4334, tidak terlalu terpengaruh
berita bahwa otoritas Portugal telah meminta bantuan finansial dari Uni‐Eropa. Sementara itu euro naik 1,4% terhadap yen ke 122,45
yen, setelah sempat mencapai level tertinggi 11‐bulan di 122.61 yen <EURJPY=>. Dollar AS naik 0,6% ke 85,43 yen <JPY=>, setelah
mencapai level puncak 6‐bulan di 85,52 yen. Terhadap the basket of currencies, dollar AS turun 0,5% ke 75,540 <DXY.>.
GOLD & COMMODITIES
• Emas mencapai level tertinggi dalam dua harinya berturut‐turut Rabu lalu dan minyak mentah melejit kelevel terbarunya dalam 2‐1/2
tahun, memicu kekhawatiran pada inflasi yang dapat menekan pada perekonomian dunia yang paling diandalkan.
• Tekanan harga dari kenaikan negara‐negara ekonomi berkembang Asia – yang telah menjadi katalis/acuan pada recovery dunia dari
krisis finansial ‐‐ dan tidak mungkin mereda secepatnya, Asian Development Bank memperingatkannya.
• "High and volatile oil and food prices will, in particular, reverberate through the world economy, and they are likely to stay that way in
2011‐2012," ADB mengatakannya.
• "They will thus be a significant source of global inflation, especially in developing countries where recovery is firmly under way," Manilaberbasis
agen mengungkapkannya dalam sebuah laporan.
• Harga spot gold <XAU=>, yang menggambarkan perdagangan emas/bullion, naik ke level tertingginya sepanjang masa pada level
$1461,91 per ons, naik lebih dari $5 dari level puncak Selasa lalu. Pada perdagangan futures, U.S. gold untuk pengiriman bulan Juni
<GCM1> menguat setengah persen ke level tertingginya $1467,00 per ons.
• Perak /Silver <XAG=>, mencapai level tertingginya dalam 31‐tahun ke level $39.75 per ons pada perdagangan spot.
Monday, April 4, 2011
Headline News 04.04.11
US & GLOBAL
• Bursa saham AS memulai perjalanan April dengan pijakan yang cukup kuat didukung oleh data sektor ketenagakerjaan AS yang membaik. April merupakan
bulan dimana secara tradisonal performa saham-saham AS menguat signifikan. Pertumbuhan sektor ketenagakerjaan yang kuat dan dukungan komentar
korporasi dari pejabat teras The Fed menduung kinerja bursa pada akhir pekan lalu, namun pelaku pasar diperkirakan akan mengamati rilis earning
kedepannya untuk mendukung kinerja bursa lebih tinggi lagi. Dudley menyatakan pelonggaran kuantitatif yang mencapai 600 milyar USD untuk pembelian
obligasi diperkirakan akan berjalan hingga Juni, komentar ini berlawanan dengan komentar hawkish dari pejabat The Fed lainnya.
• Indeks Dow Jones <. DJI> mencapai 12,419.71 - level intraday tertinggi sejak Juni 2008 - dan ditutup menguat 56,99 poin atau 0,46% ke 12,376.72,
sementara S&P500 <. SPX> naik 6,58 poin atau 0,50% ke 1,332.41 dan Nasdaq <. IXIC> naik 8,53 poin atau 0,31% ke 2,789.60. Dalam sepekan terakhir,
Dow naik 1,3%, S & P menguat 1,4% dan Nasdaq naik 1,7%.
• Penguatan dollar AS menekan kinerja emas pada sesi Jumat akhir pekan lalu, meskipun kemudian kekhawatiran akan kondisi hutang Uni-Eropa dan
-nya. Harga spot emas <XAU=> turun 0,6% ke 1,428.20 per troy ounce. Dalam sepekan terakhir kerusuhan di Timur Tengah mengangkat emas dari low
emas tercatat menguat 0,5%, mencetak kenaikan dalam 2-pekan berturut-turut, setelah sempat naik ke rekor tertinggi 1,447.40 USD per troy ounce pada
pekan lalu. Emas mencatat penguatan beruntun dalam 10-kuartal berturut-turut, naik 0.7% pada kuartal pertama 2011 yang merupakan kenaikan terkecil
sejak krisis keuangan 2008.
• Sementara itu harga minyak melonjak tajam ke level tertinggi sejak 2008 didukung oleh membaiknya data sektor ketenagakerjaan AS yang memperkuat
ekskeptasi pertumbuhan ekonomi sementara konflik Libya dan kerusuhan di Timur Tengah terus menebar ancaman akan pasokan minyak. Harga minyak
mentah Brent untuk Mei <LCOc1> naik 1,34 USD ke 118,70 USD per barel, penutupan tertinggi sejak Agustus 2008 dan mencatat kenaikan 3,11 dalam
sepekan terakhir. Harga minyak mentah Crude AS <CLc1> naik 1,22 USD ke 107,94 USD per barel, sempat mencatat kenaikan hingga 108,47 USD per barel.
• Penambahan lebih dari 200.000 pekerjaan di Amerika belum cukup untuk mengangkat kinerja dollar AS terhadap euro yang masih ditopang kuatnya
ekspektasi kenaikan suku bunga. Laporan data sektor ketenaga kerjaan menunjukkan tingkat pengangguran AS turun menjadi 8,8% pada Maret lalu
sempat mengangkat dollar AS hingga 84 yen, level tertinggi dalam kurun 6-bulan.
• Adalah komentar Presiden The Fed New York - William Dudley yang kemudian membebani rally dollar terhadap euro, Dudley mengatakan ia belum
melihat cukup landasan untuk menyesuaikan kebijakan moneter longgar bank sentral meskipun data pekerjaan membaik. Komentar Dudley ini mereduksi
sentimen hawkish yang sebelumnya sempat dihembuskan beberapa anggota The Fed tentang kemungkinan pengetatan moneter, karena Dudley
merupakan anggota yang kuat pengaruhnya dalam sidang FOMC. Kondisi ini kontras dengan ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pada sidang April ini,
kenaikan mana diperkirakan akan menjadi dasar bagi beberapa kenaikan berikutnya. Euro naik 0,5% ke 1,4231 <EUR=>.
• Stress test perbankan di Irlandia pada Kamis 31 Maret memperlihatkan bahwa perbankan di Irlandia memerlukan tambahan bantuan 24 miliar euro untuk
menutupi potensi kerugiannya. Namun demikian, masalah tersebut dan kombinasinnya dengan krisis yang terjadi di Portugal belum cukup untuk menekan
euro dibawah level 1,40 dalam beberapa minggu terakhir, hal tersebut tertutupi ekspektasi kenaikan suku bunga. Sementara itu BOJ yang menggelar
sidangnya pekan ini juga diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, terutama sejak terdampak gempa dan tsunami pertengahan
Maret lalu. Kondisi tersebut membantu kinerja dollar AS dan euro terhadap yen. Dollar AS naik 1,2% ke 84,15 yen <JPY=>, performa mingguan terbaik
sejak Desember 2009. Sementara itu euro naik 1,5% ke 119.60 <EURJPY=> setelah menguat hingga level tertinggi dalam 11-bulan.
GOLD & COMMODITIES
• Emas tergelincir pada hari Jumat saat laporan pekerjaan mendorong dolar AS, meskipun kekhawatiran utang zona euro dan kerusuhan di Timur Tengah mengangkat emas dari level intraday low .
• Rilis optimis data nonfarm payrolls dan manufaktur menegaskan penguatan ekonomi AS, namun kalangan ekonom mengatakan berita tersebut tidak cukup kuat untuk mendorong Federal Reserve melepaskan kebijakan moneter super longgar, dimana hal ini telah memberi sentimen positif bagi emas hingga mencapai rekor tertingginya.
• Emas telah menguat sekitar 0,5% selama sepekan kemarin, merupakan kenaikan mingguan kedua secara berturut-turut. Emas mencapai level rekor tertinggi di $1447.40 per ons pekan sebelumnya.
• Kerusuhan politik di Timur Tengah dan masalah utang negara zona euro telah menopang penguatan emas, dan alokasi dana akhir-kuartal juga mendorong logam awal pekan kemarin sebelum perdagangan melemah pada hari Jumat.
• Penjualan sukses obligasi Portugal pada hari Jumat tidak banyak mengubah ekspektasi bahwa negara tersebut akan masuk daftar negara yang
membutuhkan bailout , sementara peringkat utang Irlandia dipangkas setelah hasil stress tests bank mengecewakan.
• Meskipun terjadi rally pada harga energi, namun pertumbuhan upah yang stagnan nampaknya bukan pertanda baik bagi emas sebagai aset lindung nilai Meskipun terjadi rally terhadap inflasi.
• Walaupun sebagian besar ekonom pasar setuju The Fed tidak akan mengetatkan kebijakan moneter dalam jangka pendek, namun seju mlah komentar petinggi The Fed (yang cenderung mengarah pada prospek kenaikan suku bunga) telah membebani emas. Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker
mengatakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun untuk mengekang kenaikan inflasi Emas cenderung menderita ketika suku bunga dinaikkan. Harga emas kemungkinan besar akan menderita lebih jauh akibat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga bulan ini.
Friday, April 1, 2011
Headline News 01.04.11
US & GLOBAL
• Bursa saham AS mengakhiri perdagangan kuartal pertama dengan solid, meskipun volume perdagangan masih tipis seiring penantian investor pada rilis data sektor ketenagakerjaan AS yang diharapkan akan memberikan katalis pendukung kenaikan indeks untuk mencapai level tertinggi tahunannya.
Tercatat menguat 5,4% pada kuartal pertama, indeks S&P500 berada dikisaran level 1.330, level teknis yang belum bisa dipecahkan lebih lanjut dalam beberapa bulan terakhir. Jika data Non-Farm Payrolls dirilis lebih tinggi dari perkiraan, maka bursa saham AS akan mendapat tambahan momentum penguatan lebih lanjut. Dow Jones <. DJI> turun 30,88 poin atau 0,25% ke 12,319.73, S&P500 <. SPX> melemah 2,43 poin atau 0,18% ke 1,325.83
sedangkan Nasdaq <IXIC.> naik tipis 4,28 poin atau 0,15% ke 2,781.07. Selama Maret, Dow naik tipis 0,76%, S&P turun 0,1% dan Nasdaq melemah 0,04%.
Sedangkan dalam kuartal pertama 2011, Dow naik 6,4%, S&P menguat 5,4% sementara Nasdaq naik 4,8%.
• Harga emas naik hampir 1%, mencatat kenaikan beruntun dalam 10-kuartal terakhir seiring pelemahan dollar AS dan maraknya demonstrasi di negara pengeskppor minyak yang meningkatkan daya tarik emas sebagai mekanisme lindung nilai terhadap inflasi. Kombinasi antara kebijakan moneter ultra-longgar oleh bank sentral, kekhawatiran kondisi hutang zona euro dan kerusuhan politik di Timur Tengah telah menjadi pendorong laju kenaikan emas, meskipun terbilang sebagai kenaikan kuartalan terkecil sejak 2008. Harga spot emas <XAU=> naik 0,8% ke 1,435.10 USD per troy ounce.
• Harga minyak mencatat penutupan tertinggi dalam 2-1/2 tahun terakhir dalam perdagangan akhir-kuartal yang tipis. Harga minyak Brent naik mendekati level tertinggi dalam satu kuartal terakhir dan naik 22 USD sejak Januari seiring meningkatnya konflik Libia dan kerusuhan di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak. Kinerja minyak mendapat dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik Timur tengah dan mulai munculnya sinyal sejak akhir 2008 silam. Minyak pemulihan pertumbuhan ekonomi AS. Pergerakan minyak dalam kuartal pertama tercatat sebagai yang paling volatile mentah Brent untuk pengiriman Mei <LCOc1> naik 2,23 USD ke 117,36 USD per barel, penutupan tertinggi sejak Agustus 2008 dan mencetak penguatan 23,9% dalam Q1 2011. Sedangkan harga minyak Crude AS <CLc1> naik 2,45 USD ke 106,72 USD per barel, penutupan tertinggi sejak September 2008, dan mencatat kenaikan 16,8% selama Q1 2011.
• Euro berhasil mencatat penguatan terhadap dollar AS pada kuartal pertama 2011 yang didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga zona euro. Namun sehubungan dengan masih berlanjutnya kekhawatiran pada kondisi hutang sebagian negara di kawasan tersebut, laju penguatan euro diperkirakan akan terhambat. Terlebih penting lagi, prospek fundamental ekonomi Uni-Eropa masih redup, terutama dibeberapa negara denagn taraf ekonomi kecil.
Tantangan terbaru untuk pemangku kebijakan di Uni-Eropa adalah hasil stress test perbankan di Irlandia yang mengindikasikan bahwa bank-bank negara
itu memerlukan modal senilai 24 miliar euro sebagai kompensasi menutup perkiraan kerugiannya. Menurut beberapa analis, persyaratan modal tersebut
akan sulit untuk dipenuhi dan pemerintah Irlandia harus merestrukturisasi industri perbankan secara keseluruhan. Kondisi inilah yang diperkirakan akan
memb ebani kinerja euro pada awal kuartal kedua.
• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat naik 0,4% ke 1,4178 <EUR=>. Euro tercatat menguat masing-masing 6% terhadap dolar dan 8% terhadap yen
pada kuartal pertama 2011, dimana penguatan tersebut disebabkan oleh ekspektasi kenikan suku bunga ECB mendhului The Fed dan Bank of Japan. Data inflasi Uni-Eropa yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pekan depan. Pasar Interest Rate Futures
saat ini melihat kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 125 basis poin dalam 12-bulan kedepan. Terhadap yen, euro tercatat menguat 0.7% ke 117.90
<EURJPY=> setelah sempat mencapai level tertinggi 10-bulan terakhir di 117,90 yen. Dollar AS berakhir menguat 0.3% terhadap yen ke 83.13 <JPY=>.
Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data Non-Farm Payrolls AS yang diperkirakan akan mengarahkan kinerja euro terhadap dollar AS dalam jangka dekat
kedepan. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan akan ada penambahan sekitar 190.000 pekerjaan (terangkum dalam data Non-Farm Payrolls ) pada bulan Maret setelah sebelumnya meningkat sebesar 192.000 pada Februari.
• Bursa saham AS mengakhiri perdagangan kuartal pertama dengan solid, meskipun volume perdagangan masih tipis seiring penantian investor pada rilis data sektor ketenagakerjaan AS yang diharapkan akan memberikan katalis pendukung kenaikan indeks untuk mencapai level tertinggi tahunannya.
Tercatat menguat 5,4% pada kuartal pertama, indeks S&P500 berada dikisaran level 1.330, level teknis yang belum bisa dipecahkan lebih lanjut dalam beberapa bulan terakhir. Jika data Non-Farm Payrolls dirilis lebih tinggi dari perkiraan, maka bursa saham AS akan mendapat tambahan momentum penguatan lebih lanjut. Dow Jones <. DJI> turun 30,88 poin atau 0,25% ke 12,319.73, S&P500 <. SPX> melemah 2,43 poin atau 0,18% ke 1,325.83
sedangkan Nasdaq <IXIC.> naik tipis 4,28 poin atau 0,15% ke 2,781.07. Selama Maret, Dow naik tipis 0,76%, S&P turun 0,1% dan Nasdaq melemah 0,04%.
Sedangkan dalam kuartal pertama 2011, Dow naik 6,4%, S&P menguat 5,4% sementara Nasdaq naik 4,8%.
• Harga emas naik hampir 1%, mencatat kenaikan beruntun dalam 10-kuartal terakhir seiring pelemahan dollar AS dan maraknya demonstrasi di negara pengeskppor minyak yang meningkatkan daya tarik emas sebagai mekanisme lindung nilai terhadap inflasi. Kombinasi antara kebijakan moneter ultra-longgar oleh bank sentral, kekhawatiran kondisi hutang zona euro dan kerusuhan politik di Timur Tengah telah menjadi pendorong laju kenaikan emas, meskipun terbilang sebagai kenaikan kuartalan terkecil sejak 2008. Harga spot emas <XAU=> naik 0,8% ke 1,435.10 USD per troy ounce.
• Harga minyak mencatat penutupan tertinggi dalam 2-1/2 tahun terakhir dalam perdagangan akhir-kuartal yang tipis. Harga minyak Brent naik mendekati level tertinggi dalam satu kuartal terakhir dan naik 22 USD sejak Januari seiring meningkatnya konflik Libia dan kerusuhan di Timur Tengah yang mengancam pasokan minyak. Kinerja minyak mendapat dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik Timur tengah dan mulai munculnya sinyal sejak akhir 2008 silam. Minyak pemulihan pertumbuhan ekonomi AS. Pergerakan minyak dalam kuartal pertama tercatat sebagai yang paling volatile mentah Brent untuk pengiriman Mei <LCOc1> naik 2,23 USD ke 117,36 USD per barel, penutupan tertinggi sejak Agustus 2008 dan mencetak penguatan 23,9% dalam Q1 2011. Sedangkan harga minyak Crude AS <CLc1> naik 2,45 USD ke 106,72 USD per barel, penutupan tertinggi sejak September 2008, dan mencatat kenaikan 16,8% selama Q1 2011.
• Euro berhasil mencatat penguatan terhadap dollar AS pada kuartal pertama 2011 yang didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga zona euro. Namun sehubungan dengan masih berlanjutnya kekhawatiran pada kondisi hutang sebagian negara di kawasan tersebut, laju penguatan euro diperkirakan akan terhambat. Terlebih penting lagi, prospek fundamental ekonomi Uni-Eropa masih redup, terutama dibeberapa negara denagn taraf ekonomi kecil.
Tantangan terbaru untuk pemangku kebijakan di Uni-Eropa adalah hasil stress test perbankan di Irlandia yang mengindikasikan bahwa bank-bank negara
itu memerlukan modal senilai 24 miliar euro sebagai kompensasi menutup perkiraan kerugiannya. Menurut beberapa analis, persyaratan modal tersebut
akan sulit untuk dipenuhi dan pemerintah Irlandia harus merestrukturisasi industri perbankan secara keseluruhan. Kondisi inilah yang diperkirakan akan
memb ebani kinerja euro pada awal kuartal kedua.
• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat naik 0,4% ke 1,4178 <EUR=>. Euro tercatat menguat masing-masing 6% terhadap dolar dan 8% terhadap yen
pada kuartal pertama 2011, dimana penguatan tersebut disebabkan oleh ekspektasi kenikan suku bunga ECB mendhului The Fed dan Bank of Japan. Data inflasi Uni-Eropa yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pekan depan. Pasar Interest Rate Futures
saat ini melihat kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 125 basis poin dalam 12-bulan kedepan. Terhadap yen, euro tercatat menguat 0.7% ke 117.90
<EURJPY=> setelah sempat mencapai level tertinggi 10-bulan terakhir di 117,90 yen. Dollar AS berakhir menguat 0.3% terhadap yen ke 83.13 <JPY=>.
Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data Non-Farm Payrolls AS yang diperkirakan akan mengarahkan kinerja euro terhadap dollar AS dalam jangka dekat
kedepan. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan akan ada penambahan sekitar 190.000 pekerjaan (terangkum dalam data Non-Farm Payrolls ) pada bulan Maret setelah sebelumnya meningkat sebesar 192.000 pada Februari.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas naik hampir 1 persen pada hari Kamis, mencatat kenaikan kuartalan ke-10 secara berturut-turut, dipicu jatuhnyaa dolar dan naiknya harga minyak serta gandum sehingga menambah daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
• Kebijakan moneter yang sangat longgar oleh sejumlah bank sentral, kekhawatiran hutang zona euro dan kerusuhan politik di Timur Tengah telah menjadi faktor pendorong utama bagi emas, meskipun logam mulia tersebut hanya naik 1 persen, kenaikan kuartalan terkecil sejak 2008, sebelum krisis keuangan melanda.
• non-farm payrolls AS hari Jumat untuk periode Maret, Emas juga mencatat kenaikan harian terbesarnya selama hampir 2 pekan, sehari sebelum rilis data yang dianggap sebagai indikator kunci kesehatan ekonomi AS.
• Investor membeli emas untuk lindung nilai terhadap ketidakpastian yang terkait dengan laporan pekerjaan hari Jumat. Kekhawatiran terhadap inflasi juga menguntungkan emas seiring kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran kurangnya pasokan dari Timur Tengah, dan juga melonjaknya harga gandum karena permintaan yang kuat. Emas diperkirakan akan terus melanjutkan rally -nya menuju level rekor $1500 per ounce.
• Emas juga didukung oleh penguatan euro atas dolar dipicu data inflasi yang meningkatkan peluang ECB untuk menaikkan suku bunganya, namun penguatan euro kemungkinan hanya sementara saja, karena masalah krisis utang kawasan masih menjadi faktor negatif di kuartal kedua tahun ini. Adapun kekhawatiran utang zona euro telah menjadi faktor utama kenaikan 30% harga emas di tahun lalu. Indikasi kemungkinan dilanjutkannya penurunan
peringkat utang negara zona euro oleh lembaga pemeringkat Moody’s pada hari Kamis kemarin juga masih berpotensi men-support emas lebih lanjut.
• tercatat sebesar 2,18 juta Namun indikasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan ECB telah menggerogoti beberapa daya tarik emas, dimana net outflow ons, atau 3,5 persen, dari dana yang diperdagangkan di bursa utama tahun ini.
• Sementara jika pasar tenaga kerja AS terus membaik, maka akan mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan semula, dan hal ini akan berpotensi menekan kembali harga emas.
• Harga emas naik hampir 1 persen pada hari Kamis, mencatat kenaikan kuartalan ke-10 secara berturut-turut, dipicu jatuhnyaa dolar dan naiknya harga minyak serta gandum sehingga menambah daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
• Kebijakan moneter yang sangat longgar oleh sejumlah bank sentral, kekhawatiran hutang zona euro dan kerusuhan politik di Timur Tengah telah menjadi faktor pendorong utama bagi emas, meskipun logam mulia tersebut hanya naik 1 persen, kenaikan kuartalan terkecil sejak 2008, sebelum krisis keuangan melanda.
• non-farm payrolls AS hari Jumat untuk periode Maret, Emas juga mencatat kenaikan harian terbesarnya selama hampir 2 pekan, sehari sebelum rilis data yang dianggap sebagai indikator kunci kesehatan ekonomi AS.
• Investor membeli emas untuk lindung nilai terhadap ketidakpastian yang terkait dengan laporan pekerjaan hari Jumat. Kekhawatiran terhadap inflasi juga menguntungkan emas seiring kenaikan harga minyak akibat kekhawatiran kurangnya pasokan dari Timur Tengah, dan juga melonjaknya harga gandum karena permintaan yang kuat. Emas diperkirakan akan terus melanjutkan rally -nya menuju level rekor $1500 per ounce.
• Emas juga didukung oleh penguatan euro atas dolar dipicu data inflasi yang meningkatkan peluang ECB untuk menaikkan suku bunganya, namun penguatan euro kemungkinan hanya sementara saja, karena masalah krisis utang kawasan masih menjadi faktor negatif di kuartal kedua tahun ini. Adapun kekhawatiran utang zona euro telah menjadi faktor utama kenaikan 30% harga emas di tahun lalu. Indikasi kemungkinan dilanjutkannya penurunan
peringkat utang negara zona euro oleh lembaga pemeringkat Moody’s pada hari Kamis kemarin juga masih berpotensi men-support emas lebih lanjut.
• tercatat sebesar 2,18 juta Namun indikasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan ECB telah menggerogoti beberapa daya tarik emas, dimana net outflow ons, atau 3,5 persen, dari dana yang diperdagangkan di bursa utama tahun ini.
• Sementara jika pasar tenaga kerja AS terus membaik, maka akan mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan semula, dan hal ini akan berpotensi menekan kembali harga emas.
Survey BOJ-Tankan menguat tipis di Q1
Sentimen di kalangan pebisnis manufaktur Jepang menguat tipis di kuartal pertama tahun ini,
namun analis pasar mengantisipasi k emungkinan terjadi penurunan kepercayaan dalam
tahun ini setelah Jepang dilanda gempa dahsyat, tsunami dan juga krisis nuklir, demikian
data BOJ-Tankan menerangkan.
Data menunjukkan indeks untuk sentimen manufaktur besar sebesar plus 6 di periode Maret,
naik dari plus 5 di periode Desember. Data Maret sedikit lebih rendah dari ekspektasi plus 7.
Namun data Tankan tersebut belum merefleksikan dampak dari bencana gempa bumi,
tsunami dan juga krisis nuklir, karena survey BOJ dilakukan sebelum bencana melanda
negeri Sakura tersebut.
Adapun indeks untuk periode Juni (Q2) diperkirakan akan sebesar plus 2, menggambarkan
bahwa perusahaan memprediksi kondisi bisnis akan memburuk dalam 3 bulan kedepan.
Data Tankan juga menunjukkan bahwa perusahaan-peruahaan s kala besar berencana untuk
memangkas belanja modal mereka sebesar 0,4% di tahun fiskal Maret mendatang, kontras
dengan ekspektasi kenaikan 1,8%.
Oil jumps to 2-1/2-year highs, posts big Q1 gains
NEW YORK (Reuters) - Oil prices jumped to their highest close in 2-1/2 years on Thursday in thin end-of-quarter trading that left Brent near a record quarterly rise of more than $22 as Libya's conflict and Middle East unrest kept supply threats in focus and U.S. economic data added lift.
Oil remained supported by geopolitical supply risks and signs of economic growth after the most volatile quarter for the oil market since the end of 2008, analysts said.
Prices built on early gains after a report that U.S. jobless claims fell last week and data pointing to improving Midwest employment, all coming ahead of the closely watched March nonfarm payrolls report due on Friday.
"End of quarter positioning and today's jobless figures again surprised on the favorable side with further economic optimism likely to be on display tomorrow morning," Jim Ritterbusch, president at Ritterbusch & Associates said in a note.
Brent crude for May rose $2.23 to settle at $117.36 a barrel, highest close since August 2008 and up 23.9 percent for the quarter.
Brent reached $117.70 intraday on Thursday, leaving May Brent's $118.42 contract high ahead of the front-month 2-1/2-year intraday peak near $120 struck on February 24.
Brent's recovery comes after it fell below $108 in the aftermath of Japan's March 11 earthquake and tsunami.
U.S. crude rose $2.45 to settle at $106.72, highest close since September 2008, and jumping 16.8 percent for the quarter.
Prices rose to $106.83 intraday, close to the March 7 peak of $106.95 that is the highest intraday price since 2008.
"Crude bounced off $102.70 (on Tuesday), finding support there, and Libya looks like it will be shut for awhile and with the Middle East and improving economic data the market is looking for a catalyst to take out the 2011 high," said Gene McGillian, analyst, Tradition Energy in Stamford, Connecticut.
Trading volumes remained tepid, well below 30-day averages for both Brent and U.S. crude.
CONFLICT IN LIBYA
Investors' belief that a protracted conflict in Libya will keep exports shut off was reinforced as forces loyal to Muammar Gaddafi took back oil ports at Ras Lanuf and Brega. Rebels readying a counter-attack were both encouraged by and wary of news of covert U.S. support and the defection of Gaddafi's foreign minister.
Libya's top oil official Shokri Ghanem said from Tripoli that the country was continuing to produce some oil, although output was much reduced.
MIDDLE EAST UNREST
Investors also eyed Bahrain, where dozens were missing and more than 300 were detained after a crackdown targeting activists and Shi'ites, the opposition said.
"Friday prayers may be a key issue supporting the market now, and some of the focus is starting to shift back to Japan and the cost of rebuilding the country," said Thorbjoern Bak Jensen, an analyst at Global Risk Management.
The conclusion of Friday prayers has been a favored time for protests in the region.
Protests and unrest in Syria and Yemen have also been part of the geopolitical risk premium.
Oil remained supported by geopolitical supply risks and signs of economic growth after the most volatile quarter for the oil market since the end of 2008, analysts said.
Prices built on early gains after a report that U.S. jobless claims fell last week and data pointing to improving Midwest employment, all coming ahead of the closely watched March nonfarm payrolls report due on Friday.
"End of quarter positioning and today's jobless figures again surprised on the favorable side with further economic optimism likely to be on display tomorrow morning," Jim Ritterbusch, president at Ritterbusch & Associates said in a note.
Brent crude for May rose $2.23 to settle at $117.36 a barrel, highest close since August 2008 and up 23.9 percent for the quarter.
Brent reached $117.70 intraday on Thursday, leaving May Brent's $118.42 contract high ahead of the front-month 2-1/2-year intraday peak near $120 struck on February 24.
Brent's recovery comes after it fell below $108 in the aftermath of Japan's March 11 earthquake and tsunami.
U.S. crude rose $2.45 to settle at $106.72, highest close since September 2008, and jumping 16.8 percent for the quarter.
Prices rose to $106.83 intraday, close to the March 7 peak of $106.95 that is the highest intraday price since 2008.
"Crude bounced off $102.70 (on Tuesday), finding support there, and Libya looks like it will be shut for awhile and with the Middle East and improving economic data the market is looking for a catalyst to take out the 2011 high," said Gene McGillian, analyst, Tradition Energy in Stamford, Connecticut.
Trading volumes remained tepid, well below 30-day averages for both Brent and U.S. crude.
CONFLICT IN LIBYA
Investors' belief that a protracted conflict in Libya will keep exports shut off was reinforced as forces loyal to Muammar Gaddafi took back oil ports at Ras Lanuf and Brega. Rebels readying a counter-attack were both encouraged by and wary of news of covert U.S. support and the defection of Gaddafi's foreign minister.
Libya's top oil official Shokri Ghanem said from Tripoli that the country was continuing to produce some oil, although output was much reduced.
MIDDLE EAST UNREST
Investors also eyed Bahrain, where dozens were missing and more than 300 were detained after a crackdown targeting activists and Shi'ites, the opposition said.
"Friday prayers may be a key issue supporting the market now, and some of the focus is starting to shift back to Japan and the cost of rebuilding the country," said Thorbjoern Bak Jensen, an analyst at Global Risk Management.
The conclusion of Friday prayers has been a favored time for protests in the region.
Protests and unrest in Syria and Yemen have also been part of the geopolitical risk premium.
Thursday, March 31, 2011
Headline News 31.03.11
US & GLOBAL
• Bursa saham AS naik pada Rabu dengan aktivitas didominasi oleh pembelian dari manajer investasi pada saham-saham yang berperforma terbaik,
termasuk pada saham-saham energi dan saham yang tergolong small-caps , menjelang akhir kuartal. Volume perdagangan masih tipis, sekitar 6,8
miliar saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, jauh di bawah perkiraan rata-rata harian tahun lalu 8,47
miliar. Rilis data sektor ketenagakerjaan yang tidak terlalu mengecewakan cukup untuk mempe rtahankan sentimen pasar menjelang rilis data
Non-Farm Payrolls akhir pekan ini. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 71,60 poin atau 0,58% ke 12,350.61, indeks S&P500 <. SPX> naik 8.82 poin atau
0,67% ke 1,328.26 dan Nasdaq <. IXIC> naik 19,90 poin atau 0,72% ke 2,776.79.
• memangkas pelemahan 4-sesi sebelumnya seiring menguatnya minat Harga emas berbalik menguat dalam sesi perdagangan yang cukup volatile,
beli investor menjelang data sektor ketenagakerjaan AS pada akhir pekan ini. Harga spot emas <XAU=> naik 0,4% ke 1.422 USD per troy ounce,
setelah sebelumnya sempat membukukan kenaikan hingga 1430 USD.
• Harga minyak dunia melemah pada sesi Rabu dalam sesi perdagangan dengan volume yang tipis, ditekan oleh naiknya stok minyak Amerika ke
rekor tertinggi. Minyak tidak terlalu terpengaruh ketidakpastian pasokan dari Libya dan Timur Tengah, namun saat ini performa minyak potensial
untuk membukukan kenaikan lebih dari 10% dalam kuartal pertama 2011. Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei <LCOc1> turun 3 sen ke
115,13 USD per barel, sementara harga minyak mentah Crude AS pengiriman Mei <CLc1> turun 52 sen ke 104,27 USD per barel.
• Euro mencapai level tertinggi 10-bulan terhadap yen dan mencatat penguatan terhadap dollar AS, menyusul semakin kuatnya ekspektasi
kenaikan suku bunga ECB, sementara itu Aussie dollar mencapai level tertinggi sejak awal tahun 1980. Euro menghapus penurunan pada awal
sesi setelah petinggi ECB menyatakan ECB bermaksud untuk menaikkan suku bunga secara bertahap, pernyataan ini menunjukkan kenaikan suku
bunga pada April diprediksi akan menjadi kenaikan pertama dari beberapa kenaikan suku bunga kedepannya.
• Prospek kenaikan suku bunga ECB menaikkan pandangan bahwa pemulihan ekonomi global telah membaik dan mendorong minat investor pada
aset-aset yang lebih beresiko, sebuah tren yang potensial mendukung berlanjutnya kinerja euro dalam bebe rapa pekan mendatang. Secara
khusus, euro telah menunjukkan daya tahan yang luar biasa, tercatat menguat 5% sejak awal 2011 meskipun masih terdapat masalah fiskal
dibeberapa negara anggotanya.
Euro mencapai sempat menguat hingga 1,4147 dan ditutup pada kisaran level 1,4128 <EUR=>, terhadap yen euro ditutup menguat ke 117,12 yen
• <EURJPY=R>, tepat di bawah level tertinggi sejak Mei 2010. Dollar AS naik 0.4% terhadap yen ke 82. 86 yen <JPY=> setelah sempat menguat
hingga 83.19 yang merupakan level tertinggi sejak 11 Maret. Investor juga mengamati dengan seksama penguatan tajam Aussie dollar yang
menguat hingga 1,0338 <AUD=> atau level tertinggi sejak awal tahun 1980 silam. Aussie dollar mencapai level tertinggi 10 bulan terhadap yen
<AUDJPY=>. Kenaikan ini diperkirakan akibat overestimasi pelaku pasar pada kemungkinan pengetatan kebijakan moneter The Fed, dan disisi lain
mengecilkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh RBA.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas terkoreksi dari level intraday high pada hari Rabu ditengah upaya pencapaian level tertingginya. Aksi profit-taking dan penurunan
harga minyak serta kondisi teknikal yang cenderung lemah telah memicu koreksi emas. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan ECB
AS turut mendorong pelemahan harga emas. Namun demikian emas akhirnya serta kekhawatiran terhadap hasil rilis data non-farm payrolls
berhasil ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama 4 sesi terakhir.
• Di awal sesi, harga emas dan minyak melemah setelah data menunjukkan peningkatan pada stok minyak mentah. Namun demikian, emas sekitar
$10 berada di bawah level intraday high meskipun harga minyak berhasil rebound .
• Emas gagal mencetak rekor puncak yang baru ditengah kuatnya volume transaksi dimana mengindikasikan investor mulai skeptis mengenai
prospek investasi dalam logam mulia tersebut.
• emas selama satu dekade, yang mencatat rekor tertinggi pekan lalu, tampaknya akan stabil Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan rally
pada kuartal kedua menyusul mulai bertambahnya risiko penurunan untuk logam mulia tersebut.
• Emas memperoleh keuntungan dari melemahnya dolar atas euro setelah salah seorang petinggi ECB mengatakan kenaikan suku bunga akan
dilakukan secara gradual, dan bursa saham dunia naik lebih dari 1% menyusul rilis optimis data ADP Employment mendorong kenaikan pasar AS
dan juga Eropa.
• Bursa saham AS naik pada Rabu dengan aktivitas didominasi oleh pembelian dari manajer investasi pada saham-saham yang berperforma terbaik,
termasuk pada saham-saham energi dan saham yang tergolong small-caps , menjelang akhir kuartal. Volume perdagangan masih tipis, sekitar 6,8
miliar saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, jauh di bawah perkiraan rata-rata harian tahun lalu 8,47
miliar. Rilis data sektor ketenagakerjaan yang tidak terlalu mengecewakan cukup untuk mempe rtahankan sentimen pasar menjelang rilis data
Non-Farm Payrolls akhir pekan ini. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 71,60 poin atau 0,58% ke 12,350.61, indeks S&P500 <. SPX> naik 8.82 poin atau
0,67% ke 1,328.26 dan Nasdaq <. IXIC> naik 19,90 poin atau 0,72% ke 2,776.79.
• memangkas pelemahan 4-sesi sebelumnya seiring menguatnya minat Harga emas berbalik menguat dalam sesi perdagangan yang cukup volatile,
beli investor menjelang data sektor ketenagakerjaan AS pada akhir pekan ini. Harga spot emas <XAU=> naik 0,4% ke 1.422 USD per troy ounce,
setelah sebelumnya sempat membukukan kenaikan hingga 1430 USD.
• Harga minyak dunia melemah pada sesi Rabu dalam sesi perdagangan dengan volume yang tipis, ditekan oleh naiknya stok minyak Amerika ke
rekor tertinggi. Minyak tidak terlalu terpengaruh ketidakpastian pasokan dari Libya dan Timur Tengah, namun saat ini performa minyak potensial
untuk membukukan kenaikan lebih dari 10% dalam kuartal pertama 2011. Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei <LCOc1> turun 3 sen ke
115,13 USD per barel, sementara harga minyak mentah Crude AS pengiriman Mei <CLc1> turun 52 sen ke 104,27 USD per barel.
• Euro mencapai level tertinggi 10-bulan terhadap yen dan mencatat penguatan terhadap dollar AS, menyusul semakin kuatnya ekspektasi
kenaikan suku bunga ECB, sementara itu Aussie dollar mencapai level tertinggi sejak awal tahun 1980. Euro menghapus penurunan pada awal
sesi setelah petinggi ECB menyatakan ECB bermaksud untuk menaikkan suku bunga secara bertahap, pernyataan ini menunjukkan kenaikan suku
bunga pada April diprediksi akan menjadi kenaikan pertama dari beberapa kenaikan suku bunga kedepannya.
• Prospek kenaikan suku bunga ECB menaikkan pandangan bahwa pemulihan ekonomi global telah membaik dan mendorong minat investor pada
aset-aset yang lebih beresiko, sebuah tren yang potensial mendukung berlanjutnya kinerja euro dalam bebe rapa pekan mendatang. Secara
khusus, euro telah menunjukkan daya tahan yang luar biasa, tercatat menguat 5% sejak awal 2011 meskipun masih terdapat masalah fiskal
dibeberapa negara anggotanya.
Euro mencapai sempat menguat hingga 1,4147 dan ditutup pada kisaran level 1,4128 <EUR=>, terhadap yen euro ditutup menguat ke 117,12 yen
• <EURJPY=R>, tepat di bawah level tertinggi sejak Mei 2010. Dollar AS naik 0.4% terhadap yen ke 82. 86 yen <JPY=> setelah sempat menguat
hingga 83.19 yang merupakan level tertinggi sejak 11 Maret. Investor juga mengamati dengan seksama penguatan tajam Aussie dollar yang
menguat hingga 1,0338 <AUD=> atau level tertinggi sejak awal tahun 1980 silam. Aussie dollar mencapai level tertinggi 10 bulan terhadap yen
<AUDJPY=>. Kenaikan ini diperkirakan akibat overestimasi pelaku pasar pada kemungkinan pengetatan kebijakan moneter The Fed, dan disisi lain
mengecilkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh RBA.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas terkoreksi dari level intraday high pada hari Rabu ditengah upaya pencapaian level tertingginya. Aksi profit-taking dan penurunan
harga minyak serta kondisi teknikal yang cenderung lemah telah memicu koreksi emas. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan ECB
AS turut mendorong pelemahan harga emas. Namun demikian emas akhirnya serta kekhawatiran terhadap hasil rilis data non-farm payrolls
berhasil ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama 4 sesi terakhir.
• Di awal sesi, harga emas dan minyak melemah setelah data menunjukkan peningkatan pada stok minyak mentah. Namun demikian, emas sekitar
$10 berada di bawah level intraday high meskipun harga minyak berhasil rebound .
• Emas gagal mencetak rekor puncak yang baru ditengah kuatnya volume transaksi dimana mengindikasikan investor mulai skeptis mengenai
prospek investasi dalam logam mulia tersebut.
• emas selama satu dekade, yang mencatat rekor tertinggi pekan lalu, tampaknya akan stabil Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan rally
pada kuartal kedua menyusul mulai bertambahnya risiko penurunan untuk logam mulia tersebut.
• Emas memperoleh keuntungan dari melemahnya dolar atas euro setelah salah seorang petinggi ECB mengatakan kenaikan suku bunga akan
dilakukan secara gradual, dan bursa saham dunia naik lebih dari 1% menyusul rilis optimis data ADP Employment mendorong kenaikan pasar AS
dan juga Eropa.
Yen hits 10-month low versus euro
LONDON (Reuters) - The yen hit a fresh 10-month low versus the euro on Thursday and touched a three-week trough against the dollar as expectations mounted that Japan would lag the euro zone and U.S.
central banks in raising interest rates.
Traders said significant quarter-end and fiscal year-end flows were likely to make trade in the major currency pairs volatile on the day.
European Central Bank Executive Board member Lorenzo Bini Smaghi on Wednesday implied that the central bank's policy is to gradually raise interest rates, with markets expecting the tightening cycle to begin in April.
Two U.S. Federal Reserve Bank officials on Wednesday said the Fed needs to exit its unprecedented monetary stimulus, suggesting the debate over future policy is heating up as the U.S. central bank nears the end of its current round of stimulus.
Anticipation that Japan would buck the global tightening cycle and leave interest rates low to support its quake-hit economy is encouraging players to sell the yen to fund higher-yielding investments, in a revival of the carry trade that flourished before the credit crisis began in 2007.
"Rate differentials are playing a big role, especially as there is no probability for the BOJ to become more hawkish, even in the medium- to long-term." said Manuel Oliveri, currency strategist at UBS in Zurich.
"There is scope for rate expectations to stay supported in the euro zone. German demand and the service sector is strong so price rises are likely to become domestically driven, not just commodity driven,"
Euro zone flash inflation data for March is due for release at 0900 GMT, with economists in a Reuters poll forecasting a 2.3 percent rise in prices on the month.
The euro rose to 117.54 yen in Asian trade, its highest since May 2010, up around 0.4 percent on the day.
"I see little resistance until 119.90, which was a pivotal area back in May 2010," said a London-based spot trader.
The dollar rose to a three-week high of 83.21 yen before running into selling by Japanese banks and foreign players along with some fiscal year-end yen demand from Japanese exporters. Strong offers were seen from 83.30 to 83.50, with more around 84.00.
The dollar was up around 9 percent from its record low of 76.25 yen set on March 17 before G7 central banks intervened in a rare coordinated move to stem the yen's rise. It was last at 82.85, unchanged on the day.
Jefferies analyst Naomi Fink said the start of the new fiscal year could bring more yen selling although it was unlikely to fall in a straight line.
"I see a trend of greater tolerance. Households and companies have a lot of cash and they will need to invest in overseas ventures. Overseas investments in the new financial year should weaken the yen a bit more," she said.
STRESS TESTS
The euro rose 0.4 percent to $1.4180, still within its March range, with traders saying a break of option barriers at $1.4250 would be needed for fresh upside momentum.
BNP Paribas is recommending buying euros from $1.4120 to target $1.45 with a stop at $1.4020.
Ireland later on Thursday announces the results of stress tests that are expected to signal the effective nationalization of the entire financial system.
Tests are expected to reveal an additional 20-25 billion euro hole in Irish banks' capital and will be followed by a radical restructuring of the sector, the Irish Independent newspaper reported.
"Ireland is not a big risk to the euro as there is no systemic risk thanks to the euro zone rescue fund. Confidence is being driven by the larger euro zone countries," said Oliveri at UBS.
The Australian dollar hit a fresh 29-year high of $1.0348 after favorable retail sales and credit growth data.
The dollar index fell around 0.3 percent to 75.849 .DXY.
central banks in raising interest rates.
Traders said significant quarter-end and fiscal year-end flows were likely to make trade in the major currency pairs volatile on the day.
European Central Bank Executive Board member Lorenzo Bini Smaghi on Wednesday implied that the central bank's policy is to gradually raise interest rates, with markets expecting the tightening cycle to begin in April.
Two U.S. Federal Reserve Bank officials on Wednesday said the Fed needs to exit its unprecedented monetary stimulus, suggesting the debate over future policy is heating up as the U.S. central bank nears the end of its current round of stimulus.
Anticipation that Japan would buck the global tightening cycle and leave interest rates low to support its quake-hit economy is encouraging players to sell the yen to fund higher-yielding investments, in a revival of the carry trade that flourished before the credit crisis began in 2007.
"Rate differentials are playing a big role, especially as there is no probability for the BOJ to become more hawkish, even in the medium- to long-term." said Manuel Oliveri, currency strategist at UBS in Zurich.
"There is scope for rate expectations to stay supported in the euro zone. German demand and the service sector is strong so price rises are likely to become domestically driven, not just commodity driven,"
Euro zone flash inflation data for March is due for release at 0900 GMT, with economists in a Reuters poll forecasting a 2.3 percent rise in prices on the month.
The euro rose to 117.54 yen in Asian trade, its highest since May 2010, up around 0.4 percent on the day.
"I see little resistance until 119.90, which was a pivotal area back in May 2010," said a London-based spot trader.
The dollar rose to a three-week high of 83.21 yen before running into selling by Japanese banks and foreign players along with some fiscal year-end yen demand from Japanese exporters. Strong offers were seen from 83.30 to 83.50, with more around 84.00.
The dollar was up around 9 percent from its record low of 76.25 yen set on March 17 before G7 central banks intervened in a rare coordinated move to stem the yen's rise. It was last at 82.85, unchanged on the day.
Jefferies analyst Naomi Fink said the start of the new fiscal year could bring more yen selling although it was unlikely to fall in a straight line.
"I see a trend of greater tolerance. Households and companies have a lot of cash and they will need to invest in overseas ventures. Overseas investments in the new financial year should weaken the yen a bit more," she said.
STRESS TESTS
The euro rose 0.4 percent to $1.4180, still within its March range, with traders saying a break of option barriers at $1.4250 would be needed for fresh upside momentum.
BNP Paribas is recommending buying euros from $1.4120 to target $1.45 with a stop at $1.4020.
Ireland later on Thursday announces the results of stress tests that are expected to signal the effective nationalization of the entire financial system.
Tests are expected to reveal an additional 20-25 billion euro hole in Irish banks' capital and will be followed by a radical restructuring of the sector, the Irish Independent newspaper reported.
"Ireland is not a big risk to the euro as there is no systemic risk thanks to the euro zone rescue fund. Confidence is being driven by the larger euro zone countries," said Oliveri at UBS.
The Australian dollar hit a fresh 29-year high of $1.0348 after favorable retail sales and credit growth data.
The dollar index fell around 0.3 percent to 75.849 .DXY.
Wednesday, March 30, 2011
Headline News 30.03.11
US & GLOBAL
•Bursa saham global yang terpantau dari indeks MSCI naik 0,3%, membalikkan penurunan sebelumnya yang juga sebesar 0,3% tertekan pelemahan bursa
saham perbankan Eropa. Namun kemudian bursa saham global berbalik menguat didukung naiknya saham-saham AS, ditopang kenaikan saham-saham
teknologi dan energi. Volume perdagangan masih tipis, sehari setelah Wall Street mencatat volume terendah untuk 2011. Hanya sekitar 6,2 miliar saham
yang diperdagangkan dalam bursa New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, yang kedua terlemah selama 2011 dan jauh di bawah rata-rata
perdagangan harian tahun lalu 8,47 miliar. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 81.13 poin atau 0,67% ke 12,279.01, S&P500 <. SPX> menguat 9,25 poin atau
0,71% ke 1,319.44 dan Nasdaq <. IXIC> naik 26,21 poin atau 0,96% ke 2,756.89.
•Harga emas kembali melemah dalam 4-sesi berturut-turut terdesak meningkatnya tanda-tanda pengetatan moneter bank sentral dibeberapa negara yang
memicu aksi jual. Namun demikian, emas masih mendapat sedikit dukungan menyusul berita pemangkasan peringkat kredit Portugal dan Yunani serta
data consumer confidence AS yang lebih rendah dari perkiraan. Harga spot emas <XAU=> turun 0,1% ke 1,417.46 per troy ounce, setelah sebelumnya jatuh
kelevel terendah 1,410.85 USD per troy ounce.
•Harga minyak mentah naik pada Selasa 30 Maret didukung oleh faktor teknis dan volume perdagangan yang tipis ditengah masih berlanjutnya pesimisme
bahwa produksi ekspor minyak Libya akan kembali seperti semula. Harapan untuk percepatan restorasi produksi minyak Libya semakin berkurang setelah
pasukan pro-Khadafi berhasil mengalahkan pemberontak di beberapa kawasan. Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei <LCOc1> naik 36 sen ke 115,16
USD per barel, sementara Crude AS untuk pengiriman Mei <CLc1> naik 81 sen ke 104,79 USD per barel.
•Naiknya imbal hasil obligasi AS mengangkat dollar AS di atas 82 yen untuk pertama kalinya sejak intervensi gabungan akhir-akhir ini, indikator teknis
memungkinkan dorongan lanjutan bagi penguatan dollar AS dalam beberapa sesi mendatang. Euro juga naik ke level tertinggi terhadap yen sejak Mei
dimana pasar masih terpengaruh sentimen kenaikan suku bunga ECB. Namun mata uang tunggal Uni-Eropa tersebut tercatat stagnan terhadap dollar AS
setelah komentar terbaru dari petinggi The Fed mengindikasikan perlunya dimulai kembali pengetatan moneter.
•Dollar AS naik hingga 82,51 yen <JPY=>, level tertinggi dalam lebih dari 2-pekan terakhir. Euro sempat menyentuh session low di 1,4045 terhadap dolar AS,
namun kemudian tercatat menguat tipis 0.2% ke 1.4110 <EUR=>.Euro naik 1% terhadap yen ke 116,34 yen <EURJPY=R>, level tertinggi dalam kurun 10-
1/2-bulan terakhir.
•Kenaikan stabil imbal hasil AS mendapat dukungan dari pernyataan anggota The Fed yang mengatakan bank sentral harus mulai pengetatan kebijakan
moneter untuk menghindari inflasi. Para analis menyatakan bahwa pasar masih mengharapkan ECB akan mendahului The Fed dan BoE, sementara para
petinggi The Fed diperkirakan masih belum semuanya sepakat untuk melakukan pengetatan moneter. Sementara itu pemangkasan peringkat kredit
Portugal kembali terjadi, yang saat ini berdasarkan S&P memangkasn peringkat kredit Portugal hingga berada hanya satu tingkat di level " junk ", serta
menurunkan peringkat kredit Yunani dibawah level Mesir, kondisi mana semakin memperdalam kekhawatiran akan kondisi utang dua negara terlemah di zona euro.
GOLD & COMMODITIES
•Emas jatuh untuk keempat kalinya secara berturut-turut pada Selasa menyusul indikasi pengetatan moneter bank sentral telah mendorong aksi jual,
namun logam mulia mendapat support dari downgrade peringkat kredit di Portugal dan Yunani dan rilis pesimis data kepercayaan konsumen AS.
•Logam mulia gagal mencetak rekor puncak yang baru ditengah kuatnya volume transaksi dimana mengindikasikan investor mulai skeptis ketika bank
sentral hendak mengendalikan jumlah uang beredar untuk mencegah inflasi.
•Berkembangnya ekspektasi pengetatan moneter di AS dan zona euro juga membebani emas, setelah serangan udara Barat di Libya dan kerusuhan politik
di Timur Tengah dan Afrika Utara mendorong emas untuk mencetak rekor di $ 1,447.40 per ounce minggu lalu. Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice
mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintahan Obama tidak mengesampingkan kemungkinan mempersenjatai pemberontak Libya sebagai pilihan
untuk mencoba mengakhiri pemerintahan Muammar Gaddafi yang telah berlangsung selama 41 tahun.
•mendesak The Fed untuk mulai mengakhiri kampanye pelonggaran moneter, dimana hal itu bisa Kepala Federal Reserve St Louis James Bullard
mengatakan tingkat inflasi zona memangkas program pembelian obligasi $ 600 milyar sebesar $ 100 miliar, sementara kepala ECB Jean-Claude Trichet
euro "bertahan "di atas target bank.
•November lalu, The Fed memulai sebuah program pembelian obligasi $ 600 milyar - dijuluki QE2 karena putaran kedua pelonggaran kuantitatif - yang
dijadwalkan berakhir pada bulan Juni. Emas telah menjadi penerima manfaat utama sejak The Fed mempertahankan suku bunga jangka pendek
mendekati nol sejak Desember 2008.
•Dukungan positif emas lainnya adalah sinyal negatif dalam momentum ekonomi AS, seperti data kepercayaan konsumen yang turun di bulan Maret
peringkat utang Portugal dan Yunanai oleh Standard & Poor's juga turut menyusul kekhawatiran konsumen terhadap inflasi. Disamping itu, downgrade
bagi emas. memb erikan support
•Investor emas saat ini akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi pekan ini, termasuk data non-farm payrolls AS hari Jumat, data pekerjaan sektor
swasta dari ADP pada hari Rabu dan factory orders pada hari Kamis. Jika data-data tersebut dirilis positif, maka akan semakin membuka peluang kenaikan
suku bunga oleh The Fed dan membaiknya ekonomi global, yang akan berdampak buruk pada prospek kenaikan harga emas.
•Bursa saham global yang terpantau dari indeks MSCI naik 0,3%, membalikkan penurunan sebelumnya yang juga sebesar 0,3% tertekan pelemahan bursa
saham perbankan Eropa. Namun kemudian bursa saham global berbalik menguat didukung naiknya saham-saham AS, ditopang kenaikan saham-saham
teknologi dan energi. Volume perdagangan masih tipis, sehari setelah Wall Street mencatat volume terendah untuk 2011. Hanya sekitar 6,2 miliar saham
yang diperdagangkan dalam bursa New York Stock Exchange, NYSE Amex dan Nasdaq, yang kedua terlemah selama 2011 dan jauh di bawah rata-rata
perdagangan harian tahun lalu 8,47 miliar. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 81.13 poin atau 0,67% ke 12,279.01, S&P500 <. SPX> menguat 9,25 poin atau
0,71% ke 1,319.44 dan Nasdaq <. IXIC> naik 26,21 poin atau 0,96% ke 2,756.89.
•Harga emas kembali melemah dalam 4-sesi berturut-turut terdesak meningkatnya tanda-tanda pengetatan moneter bank sentral dibeberapa negara yang
memicu aksi jual. Namun demikian, emas masih mendapat sedikit dukungan menyusul berita pemangkasan peringkat kredit Portugal dan Yunani serta
data consumer confidence AS yang lebih rendah dari perkiraan. Harga spot emas <XAU=> turun 0,1% ke 1,417.46 per troy ounce, setelah sebelumnya jatuh
kelevel terendah 1,410.85 USD per troy ounce.
•Harga minyak mentah naik pada Selasa 30 Maret didukung oleh faktor teknis dan volume perdagangan yang tipis ditengah masih berlanjutnya pesimisme
bahwa produksi ekspor minyak Libya akan kembali seperti semula. Harapan untuk percepatan restorasi produksi minyak Libya semakin berkurang setelah
pasukan pro-Khadafi berhasil mengalahkan pemberontak di beberapa kawasan. Harga minyak Brent untuk pengiriman Mei <LCOc1> naik 36 sen ke 115,16
USD per barel, sementara Crude AS untuk pengiriman Mei <CLc1> naik 81 sen ke 104,79 USD per barel.
•Naiknya imbal hasil obligasi AS mengangkat dollar AS di atas 82 yen untuk pertama kalinya sejak intervensi gabungan akhir-akhir ini, indikator teknis
memungkinkan dorongan lanjutan bagi penguatan dollar AS dalam beberapa sesi mendatang. Euro juga naik ke level tertinggi terhadap yen sejak Mei
dimana pasar masih terpengaruh sentimen kenaikan suku bunga ECB. Namun mata uang tunggal Uni-Eropa tersebut tercatat stagnan terhadap dollar AS
setelah komentar terbaru dari petinggi The Fed mengindikasikan perlunya dimulai kembali pengetatan moneter.
•Dollar AS naik hingga 82,51 yen <JPY=>, level tertinggi dalam lebih dari 2-pekan terakhir. Euro sempat menyentuh session low di 1,4045 terhadap dolar AS,
namun kemudian tercatat menguat tipis 0.2% ke 1.4110 <EUR=>.Euro naik 1% terhadap yen ke 116,34 yen <EURJPY=R>, level tertinggi dalam kurun 10-
1/2-bulan terakhir.
•Kenaikan stabil imbal hasil AS mendapat dukungan dari pernyataan anggota The Fed yang mengatakan bank sentral harus mulai pengetatan kebijakan
moneter untuk menghindari inflasi. Para analis menyatakan bahwa pasar masih mengharapkan ECB akan mendahului The Fed dan BoE, sementara para
petinggi The Fed diperkirakan masih belum semuanya sepakat untuk melakukan pengetatan moneter. Sementara itu pemangkasan peringkat kredit
Portugal kembali terjadi, yang saat ini berdasarkan S&P memangkasn peringkat kredit Portugal hingga berada hanya satu tingkat di level " junk ", serta
menurunkan peringkat kredit Yunani dibawah level Mesir, kondisi mana semakin memperdalam kekhawatiran akan kondisi utang dua negara terlemah di zona euro.
GOLD & COMMODITIES
•Emas jatuh untuk keempat kalinya secara berturut-turut pada Selasa menyusul indikasi pengetatan moneter bank sentral telah mendorong aksi jual,
namun logam mulia mendapat support dari downgrade peringkat kredit di Portugal dan Yunani dan rilis pesimis data kepercayaan konsumen AS.
•Logam mulia gagal mencetak rekor puncak yang baru ditengah kuatnya volume transaksi dimana mengindikasikan investor mulai skeptis ketika bank
sentral hendak mengendalikan jumlah uang beredar untuk mencegah inflasi.
•Berkembangnya ekspektasi pengetatan moneter di AS dan zona euro juga membebani emas, setelah serangan udara Barat di Libya dan kerusuhan politik
di Timur Tengah dan Afrika Utara mendorong emas untuk mencetak rekor di $ 1,447.40 per ounce minggu lalu. Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice
mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintahan Obama tidak mengesampingkan kemungkinan mempersenjatai pemberontak Libya sebagai pilihan
untuk mencoba mengakhiri pemerintahan Muammar Gaddafi yang telah berlangsung selama 41 tahun.
•mendesak The Fed untuk mulai mengakhiri kampanye pelonggaran moneter, dimana hal itu bisa Kepala Federal Reserve St Louis James Bullard
mengatakan tingkat inflasi zona memangkas program pembelian obligasi $ 600 milyar sebesar $ 100 miliar, sementara kepala ECB Jean-Claude Trichet
euro "bertahan "di atas target bank.
•November lalu, The Fed memulai sebuah program pembelian obligasi $ 600 milyar - dijuluki QE2 karena putaran kedua pelonggaran kuantitatif - yang
dijadwalkan berakhir pada bulan Juni. Emas telah menjadi penerima manfaat utama sejak The Fed mempertahankan suku bunga jangka pendek
mendekati nol sejak Desember 2008.
•Dukungan positif emas lainnya adalah sinyal negatif dalam momentum ekonomi AS, seperti data kepercayaan konsumen yang turun di bulan Maret
peringkat utang Portugal dan Yunanai oleh Standard & Poor's juga turut menyusul kekhawatiran konsumen terhadap inflasi. Disamping itu, downgrade
bagi emas. memb erikan support
•Investor emas saat ini akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi pekan ini, termasuk data non-farm payrolls AS hari Jumat, data pekerjaan sektor
swasta dari ADP pada hari Rabu dan factory orders pada hari Kamis. Jika data-data tersebut dirilis positif, maka akan semakin membuka peluang kenaikan
suku bunga oleh The Fed dan membaiknya ekonomi global, yang akan berdampak buruk pada prospek kenaikan harga emas.
Tuesday, March 29, 2011
Headline News 29.03.11
US & GLOBAL
•korporasi yang tidak terlalu cerah dan masih kuatnya faktor eksternal yang Bursa saham AS melemah pada Senin awal pekan ini akibat prospek earning
meliputi kekhawatiran para investor. Volume perdagangan tercatat sebagai yang terendah sepanjang 2011 ini. Perkiraan prospek yang kurang
menggembirakan dari operator hotel terkemuka Marriott yang diikuti oleh proyeksi earning kuartal pertama 2011 Halliburton Co yang mengalami
penurunan, kemudian menekan saham-saham consumer. Saham Marriott International pun turun 6,3% sedangkan Halliburton turun 1,9%. Indeks Dow
Jones <. DJI> turun 22,71 poin atau 0,19% ke 12,197.88, S&P500 <. SPX> turun 3,61 poin atau 0,27% ke 1,310.19 dan Nasdaq <. IXIC> turun 12,38 poin atau
0,45% ke 2,730.68.
•Harga emas juga mengalami penurunan seiring penguatan dollar AS terhadap euro (emas cenderung mengikuti pergerakan euro), emas gagal berbalik
menguat meskipun pada akhirnya euro pulih dari keterpurukannya terhadap dollar. Harga spot emas <XAU=> ditutup pada level 1,418.65 USD per troy
ounce, turun dari 1,427.75 USD pada Jumat akhir pekan lalu.
•Harga Crude AS jatuh untuk ke 3-sesi berturut-turut dalam volume perdagangan terendah tahun ini. Pemberontak Libya kembali menduduki wilayah
penting semakin menyulitkan upaya pemulihan pasokan minyak dari negara anggota OPEC tersebut. Minyak Brent London untuk pengiriman Mei <LCOc1>
turun 79 sen ke 114,80 USD per barel, dan Crude AS <CLc1> merosot 1,42 USD ke 103,98 USD per barel.
•Dollar AS melanjutkan penguatannya terhadap yen menyusul naiknya rentang antara imbal hasil produk finansial AS dan Jepang yang mendukung kinerja
dollar AS. Namun analis mengingatkan adanya resiko tekanan terhadap dollar AS jika data ekonomi dirilis dibawah perkiraan. Imbal hasil obligasi ber tenor
2-tahun AS naik menjadi 0,77%, empat basis poin di atas penutupan Jumat dan naik 14 basis poin dalam lima hari terakhir, melebar lebih besar daripada
imbal hasil obligasi Jepang.
•Kondisi tersebut turut mendukung performa dollar AS ke level 81.84 yen <JPY=> yang merupakan level tertinggi sejak 18 Maret, momen pertama intervensi
gabungan antara bank sentral negara-negara G7. Hingga akhir sesi New York, dollar AS tercatat menguat 0,5% ke 81,71 yen.
•Sementara itu euro, berhasil bertahan diatas level psikologis 1.4 <EUR=> seiring persiapan pelaku pasar menghadapi kenaikan suku bunga ECB. Data dari
Departemen Perdagangan AS memperlihatkan bahwa tingkat belanja konsumen naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, kenaikan berturut-
turut dalam 8-bulan, namun demikian naiknya harga gas dan harga pangan diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan belanja masyarakat pada
kuartal pertama.
•Pelaku pasar memprediksi ECB akan menaikkan suku bunga pada sidangnya 7 April mendatang, pandangan yang memperoleh kepercayaan Senin ketika
Presiden ECB Jean-Claude Trichet mengatakan tingkat inflasi berada di atas target stabilitas bank sentral harga. Kemungkinan naiknya tingkat suku bunga
ECB pada awal bulan depan meredakan kekhawatiran pada turunnya popularitas partai berkuasa Jerman dalam pemilu.
•korporasi yang tidak terlalu cerah dan masih kuatnya faktor eksternal yang Bursa saham AS melemah pada Senin awal pekan ini akibat prospek earning
meliputi kekhawatiran para investor. Volume perdagangan tercatat sebagai yang terendah sepanjang 2011 ini. Perkiraan prospek yang kurang
menggembirakan dari operator hotel terkemuka Marriott yang diikuti oleh proyeksi earning kuartal pertama 2011 Halliburton Co yang mengalami
penurunan, kemudian menekan saham-saham consumer. Saham Marriott International pun turun 6,3% sedangkan Halliburton turun 1,9%. Indeks Dow
Jones <. DJI> turun 22,71 poin atau 0,19% ke 12,197.88, S&P500 <. SPX> turun 3,61 poin atau 0,27% ke 1,310.19 dan Nasdaq <. IXIC> turun 12,38 poin atau
0,45% ke 2,730.68.
•Harga emas juga mengalami penurunan seiring penguatan dollar AS terhadap euro (emas cenderung mengikuti pergerakan euro), emas gagal berbalik
menguat meskipun pada akhirnya euro pulih dari keterpurukannya terhadap dollar. Harga spot emas <XAU=> ditutup pada level 1,418.65 USD per troy
ounce, turun dari 1,427.75 USD pada Jumat akhir pekan lalu.
•Harga Crude AS jatuh untuk ke 3-sesi berturut-turut dalam volume perdagangan terendah tahun ini. Pemberontak Libya kembali menduduki wilayah
penting semakin menyulitkan upaya pemulihan pasokan minyak dari negara anggota OPEC tersebut. Minyak Brent London untuk pengiriman Mei <LCOc1>
turun 79 sen ke 114,80 USD per barel, dan Crude AS <CLc1> merosot 1,42 USD ke 103,98 USD per barel.
•Dollar AS melanjutkan penguatannya terhadap yen menyusul naiknya rentang antara imbal hasil produk finansial AS dan Jepang yang mendukung kinerja
dollar AS. Namun analis mengingatkan adanya resiko tekanan terhadap dollar AS jika data ekonomi dirilis dibawah perkiraan. Imbal hasil obligasi ber tenor
2-tahun AS naik menjadi 0,77%, empat basis poin di atas penutupan Jumat dan naik 14 basis poin dalam lima hari terakhir, melebar lebih besar daripada
imbal hasil obligasi Jepang.
•Kondisi tersebut turut mendukung performa dollar AS ke level 81.84 yen <JPY=> yang merupakan level tertinggi sejak 18 Maret, momen pertama intervensi
gabungan antara bank sentral negara-negara G7. Hingga akhir sesi New York, dollar AS tercatat menguat 0,5% ke 81,71 yen.
•Sementara itu euro, berhasil bertahan diatas level psikologis 1.4 <EUR=> seiring persiapan pelaku pasar menghadapi kenaikan suku bunga ECB. Data dari
Departemen Perdagangan AS memperlihatkan bahwa tingkat belanja konsumen naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Februari, kenaikan berturut-
turut dalam 8-bulan, namun demikian naiknya harga gas dan harga pangan diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan belanja masyarakat pada
kuartal pertama.
•Pelaku pasar memprediksi ECB akan menaikkan suku bunga pada sidangnya 7 April mendatang, pandangan yang memperoleh kepercayaan Senin ketika
Presiden ECB Jean-Claude Trichet mengatakan tingkat inflasi berada di atas target stabilitas bank sentral harga. Kemungkinan naiknya tingkat suku bunga
ECB pada awal bulan depan meredakan kekhawatiran pada turunnya popularitas partai berkuasa Jerman dalam pemilu.
Monday, March 28, 2011
Nikkei falls; nuclear concerns dictate mood
TOKYO (Reuters) - Japan's Nikkei fell on Monday as any optimism from gains on Wall Street was dampened as concerns about a crippled nuclear plant in Japan remained the key focus for investors.
Analysts said that foreigners and short-term investors may still be engaging in ex-dividend date buying as well as dip buying, but domestic investors have probably already closed their positions ahead of the end of the fiscal year in March.
"There is still room to rise as foreign buying on dips is likely to continue although trading may be directionless before the end of the fiscal year," said Hajime Nakajima, a wholesale trader at Cosmo Securities.
At the midday break, the benchmark Nikkei .N225 was down 0.4 percent, or 34.49 points, at 9,501.64. The broader Topix .TOPX was nearly flat at 857.58.
Analysts added that while the market remains sensitive to changes in companies' earnings forecasts before the end of the fiscal year, Japan stocks are still oversold, with the Nikkei trading about 6 percent below its 25-day moving average of 10,062.
"Although investors are alert on news flows related to changes in companies' full-year forecasts and dividend payouts, the fundamental mood should not be that bad thanks to foreign buying," said Yumi Nishimura, a senior market analyst at Daiwa Securities Capital Markets.
Before the market opened on Monday, foreigners were seen placing orders to buy 14.9 million shares, the ninth consecutive day of pre-market buying.
Separately, foreign investors' net buying of Japanese shares reached a record high during the week of March 14, the week after a devastating earthquake hit northeastern Japan, Ministry of Finance data showed, and traders said their buying would continue this week.
Overseas investors bought a net 891 billion yen ($11 billion) of Japanese stocks in the week of March 14-18, the highest since records began in 2005.
The Nikkei is expected to trade between 9,400-9,600 on Monday, analysts said.
"Investors are still having a difficult time trying to figure out which Nikkei levels seem 'reasonable'. The 9,500-level may continue to be the key level until there are clear signs that manufacturers will resume normal operations and nuclear power concerns are stabilized," said Yoshinori Nagano, a senior strategist at Daiwa Asset Management.
JFE Holdings Inc (5411.T) climbed 2.7 percent to 2,427 yen after the Nikkei business daily reported that its JFE Steel Corp will boost output of materials for temporary housing by about 70 percent by extending operating hours at a Kobe facility that makes lightweight steel H-beams.
Tokyo Electric Power Co (9501.T) nosedived 15 percent to 720 yen after it became clear over the weekend that Japan faces a protracted struggle to bring the company's quake-stricken nuclear plant under control.
Tokyo Gas (9531.T) gained 3.0 percent to 375 yen after the company hiked its net profit forecast for the business year to March 31 to 98 billion yen ($1.21 billion) from 71 billion yen on a jump in demand from factories in January and February and an increase in gas use by households due to a cold winter.
Analysts said that foreigners and short-term investors may still be engaging in ex-dividend date buying as well as dip buying, but domestic investors have probably already closed their positions ahead of the end of the fiscal year in March.
"There is still room to rise as foreign buying on dips is likely to continue although trading may be directionless before the end of the fiscal year," said Hajime Nakajima, a wholesale trader at Cosmo Securities.
At the midday break, the benchmark Nikkei .N225 was down 0.4 percent, or 34.49 points, at 9,501.64. The broader Topix .TOPX was nearly flat at 857.58.
Analysts added that while the market remains sensitive to changes in companies' earnings forecasts before the end of the fiscal year, Japan stocks are still oversold, with the Nikkei trading about 6 percent below its 25-day moving average of 10,062.
"Although investors are alert on news flows related to changes in companies' full-year forecasts and dividend payouts, the fundamental mood should not be that bad thanks to foreign buying," said Yumi Nishimura, a senior market analyst at Daiwa Securities Capital Markets.
Before the market opened on Monday, foreigners were seen placing orders to buy 14.9 million shares, the ninth consecutive day of pre-market buying.
Separately, foreign investors' net buying of Japanese shares reached a record high during the week of March 14, the week after a devastating earthquake hit northeastern Japan, Ministry of Finance data showed, and traders said their buying would continue this week.
Overseas investors bought a net 891 billion yen ($11 billion) of Japanese stocks in the week of March 14-18, the highest since records began in 2005.
The Nikkei is expected to trade between 9,400-9,600 on Monday, analysts said.
"Investors are still having a difficult time trying to figure out which Nikkei levels seem 'reasonable'. The 9,500-level may continue to be the key level until there are clear signs that manufacturers will resume normal operations and nuclear power concerns are stabilized," said Yoshinori Nagano, a senior strategist at Daiwa Asset Management.
JFE Holdings Inc (5411.T) climbed 2.7 percent to 2,427 yen after the Nikkei business daily reported that its JFE Steel Corp will boost output of materials for temporary housing by about 70 percent by extending operating hours at a Kobe facility that makes lightweight steel H-beams.
Tokyo Electric Power Co (9501.T) nosedived 15 percent to 720 yen after it became clear over the weekend that Japan faces a protracted struggle to bring the company's quake-stricken nuclear plant under control.
Tokyo Gas (9531.T) gained 3.0 percent to 375 yen after the company hiked its net profit forecast for the business year to March 31 to 98 billion yen ($1.21 billion) from 71 billion yen on a jump in demand from factories in January and February and an increase in gas use by households due to a cold winter.
Friday, March 25, 2011
Headline News 25.03.11
US & GLOBAL
•
k o rpo ras i dan mar ak ny a pe mbe li an s ah am o le h i nv e sto r p ad a s aham- sah am
Bu rs a s aham A S be rha si l m en guat pad a s es i K ami s se iri ng op tim is me akan memb ai knya
e arn ing
ber per f orm a ter bai k yang ke mud ian men gan gkat in de ks S& P 50 0 di atas l evel t ekni s p en tin g. Saham- sah am s emi kon du ktor men jad i s ala h s atu s ek to r d enga n pe rfor ma te rba ik
dan tur ut m emb antu men gan gkat k i ner ja N asd aq s ete lah M ic ro n Te ch no lo gy In c men c atat l aba k uart alan yan g mel amp aui pro y ek s i an al is . P ert umb uh an l aba k orp or asi se ca ra
lu as d ih arap kan da pat m emb antu pas ar me ngat asi k ek haw ati ran ten tang ke rus uh an d i Ti mur Ten gah d an A fri ka Utara d an k r is is J epa ng tah un i ni . I nd eks Dow Jon es < . DJI > nai k
84, 54 p oin a tau 0, 70 % ke 1 2, 170 . 56, S & P5 00 <S PX . > n aik 12 ,1 2 p oi n atau 0 ,9 3% ke 1, 30 9. 66 dan N asd aq <. I XI C > n aik 38 ,1 2 p oi n atau 1 ,4 1% k e 2, 736 . 42.
•
Harga mi ny a k d an em as s edi k it m ele mah m enyu su l aks i amb il un tun g p el aku p asar s ete lah har ga ko mo di tas t ers ebu t be rhas i l men emb us leve l
res is ta nc e
tekn is . Har ga C ru de A S
<CL c 1> tu ru n 15 s en ke 10 5, 60 US D pe r bare l. Mi ny ak me ntah B re nt L on do n <L CO c1 > n ai k 17 s en k e 1 15, 72 U SD p er ba rel d i ten gah k e k haw ati ran t ent ang pas oka n mi ny ak L ibi a
set ela h b er ita ba hw a s eb uah j et tem pur P ran ci s - ya ng meru paka n bagi an dar i koal is i PB B - tel ah men ghan c urka n pes aw at Li bi a.
•
in v es tor s eb agai me kani sme am bi l un tun g. S eb el umn y a e mas s emp at men c etak
Harga ema s jat uh s etel ah b erh asi l men gua t ke re kor ter tin ggi , di tun j ang ol eh ak s i
tec hn ic al s el li ng
rek o r l eve l ter tin ggi s epa nj ang mas a di 1 ,4 47 .40 USD p er tr oy ou nc e, di duku ng o leh kekha wat iran akan ko ndi s i hu tang d i Un i-Er op a, k ek e ras an di Timu r Ten gah d an A fri ka U tara,
dan ket akuta n atas i nfl asi . Har ga s po t emas < XA U=> tu run 0 ,3 % k e 1, 432 .3 5 USD p er ou nc e.
•
Eur o b erh as il me ngu at t erh ada p d ol la r A S dit op ang ol eh op ti mis me bah w a p emi mpi n-p emi mp in Un i-E rop a a kan mamp u men gend al ikan k ri si s po li ti k d an utan g d i Po rtu gal.
Jatu hny a p emer in tah Po rtu gal me ny us u l pen gun du ran d iri P erd ana M ent eri S o c rates d ip re di ks i akan m enj ad i is u utam a yan g men dom in asi p er temu an pu nc ak par a p emi mpi n Un i
Ero pa pad a h ari K ami s dan Ju mat in i, d im ana p emer in taha n Li sb on b erad a dal am tek an an k uat un tu k me nc ari p aket ba il out d ari l uar.
•
Eur o te rc atat m engu at 0 .6 % k e 1. 417 1 s etel ah sem pat n ai k hi ngga 1 .4 220 . Sebe lu mnya e uro s emp at an jl ok h in gga 1, 40 53 s ete lah le mba ga pe meri ngka t Mo od y 's men ur un k an
per in gkat 3 0 b ank S p any o l den gan sat u h in gga d ua der aja t. Semen tar a it u F i tc h ju ga me moto ng per in gkat k r edi t P or tugal s eba nyak d ua tin gkat d an men ggari sb aw ahi b ahw a
ris ik o p emb iaya an P or tuga l n aik se tel ah parl em en gagal mel ol os kan la ngkah- lan gkah kon so li das i f is k al da n P erd ana Me nte ri men gun du rk an di ri . Par a p emi mpi n Ero pa
di per kirak an tid ak akan m enga mbi l kepu tu san me ngen ai pe ngu atan d ana bai lo ut zo na eu ro pad a p ert emu an pun c ak mi ng gu i ni , da n d it und a h in gga Jun i m end atan g. A na lis
memp erki rakan p er ke mba ngan i ni s eb enar ny a c end eru ng ne gati f, mes kip un t ida k s erta me rta ak an me mic u ak s i ju al pa da eur o.
•
Kua tnya kin erj a e uro d id uku ng o le h eksp ektas i k en aik an s uk u b ung a EC B bu lan A pr il men da tang un tuk men ahan t ekana n i nfl as i. K ond is i in i ( ji k a te rj adi ) akan me ni ngkat kan
di feren si as i im bal h asi l an tara Er op a d an A mer ika, dim ana Th e Fed akh ir-a khi r i ni men egas k an ak an me mp ertah anka n su k u bu nga ti ngkat yan g san gat ren dah u nt uk jan gk a wa k tu
A me rik a un tuk b ul an Febr uar i me ngal ami p enu run an cu kup taj am, me ngi nd ikas i kan
yang b el um di ten tukan . Data K ami s 2 4 M are t me nun j ukkan
D ura bl e Go ods Or ders
per lamb atan p ada s ektor m anu faktur . Terh ad ap y en, d ol lar A S c en de run g fl at dan d itu tup d il evel 8 0, 97 yen <JP Y=>, a k si i nte rv en si gab un gan hi ngga s aat i ni c u kup be rha si l
men ahan v o lat il ita s y en. P el aku pas ar di pe rkir akan mas ih a kan mew as pad ai aks i
in terv e ns i lan ju tan j ik a do ll ar tur un d i baw ah 80 yen .
•
k o rpo ras i dan mar ak ny a pe mbe li an s ah am o le h i nv e sto r p ad a s aham- sah am
Bu rs a s aham A S be rha si l m en guat pad a s es i K ami s se iri ng op tim is me akan memb ai knya
e arn ing
ber per f orm a ter bai k yang ke mud ian men gan gkat in de ks S& P 50 0 di atas l evel t ekni s p en tin g. Saham- sah am s emi kon du ktor men jad i s ala h s atu s ek to r d enga n pe rfor ma te rba ik
dan tur ut m emb antu men gan gkat k i ner ja N asd aq s ete lah M ic ro n Te ch no lo gy In c men c atat l aba k uart alan yan g mel amp aui pro y ek s i an al is . P ert umb uh an l aba k orp or asi se ca ra
lu as d ih arap kan da pat m emb antu pas ar me ngat asi k ek haw ati ran ten tang ke rus uh an d i Ti mur Ten gah d an A fri ka Utara d an k r is is J epa ng tah un i ni . I nd eks Dow Jon es < . DJI > nai k
84, 54 p oin a tau 0, 70 % ke 1 2, 170 . 56, S & P5 00 <S PX . > n aik 12 ,1 2 p oi n atau 0 ,9 3% ke 1, 30 9. 66 dan N asd aq <. I XI C > n aik 38 ,1 2 p oi n atau 1 ,4 1% k e 2, 736 . 42.
•
Harga mi ny a k d an em as s edi k it m ele mah m enyu su l aks i amb il un tun g p el aku p asar s ete lah har ga ko mo di tas t ers ebu t be rhas i l men emb us leve l
res is ta nc e
tekn is . Har ga C ru de A S
<CL c 1> tu ru n 15 s en ke 10 5, 60 US D pe r bare l. Mi ny ak me ntah B re nt L on do n <L CO c1 > n ai k 17 s en k e 1 15, 72 U SD p er ba rel d i ten gah k e k haw ati ran t ent ang pas oka n mi ny ak L ibi a
set ela h b er ita ba hw a s eb uah j et tem pur P ran ci s - ya ng meru paka n bagi an dar i koal is i PB B - tel ah men ghan c urka n pes aw at Li bi a.
•
in v es tor s eb agai me kani sme am bi l un tun g. S eb el umn y a e mas s emp at men c etak
Harga ema s jat uh s etel ah b erh asi l men gua t ke re kor ter tin ggi , di tun j ang ol eh ak s i
tec hn ic al s el li ng
rek o r l eve l ter tin ggi s epa nj ang mas a di 1 ,4 47 .40 USD p er tr oy ou nc e, di duku ng o leh kekha wat iran akan ko ndi s i hu tang d i Un i-Er op a, k ek e ras an di Timu r Ten gah d an A fri ka U tara,
dan ket akuta n atas i nfl asi . Har ga s po t emas < XA U=> tu run 0 ,3 % k e 1, 432 .3 5 USD p er ou nc e.
•
Eur o b erh as il me ngu at t erh ada p d ol la r A S dit op ang ol eh op ti mis me bah w a p emi mpi n-p emi mp in Un i-E rop a a kan mamp u men gend al ikan k ri si s po li ti k d an utan g d i Po rtu gal.
Jatu hny a p emer in tah Po rtu gal me ny us u l pen gun du ran d iri P erd ana M ent eri S o c rates d ip re di ks i akan m enj ad i is u utam a yan g men dom in asi p er temu an pu nc ak par a p emi mpi n Un i
Ero pa pad a h ari K ami s dan Ju mat in i, d im ana p emer in taha n Li sb on b erad a dal am tek an an k uat un tu k me nc ari p aket ba il out d ari l uar.
•
Eur o te rc atat m engu at 0 .6 % k e 1. 417 1 s etel ah sem pat n ai k hi ngga 1 .4 220 . Sebe lu mnya e uro s emp at an jl ok h in gga 1, 40 53 s ete lah le mba ga pe meri ngka t Mo od y 's men ur un k an
per in gkat 3 0 b ank S p any o l den gan sat u h in gga d ua der aja t. Semen tar a it u F i tc h ju ga me moto ng per in gkat k r edi t P or tugal s eba nyak d ua tin gkat d an men ggari sb aw ahi b ahw a
ris ik o p emb iaya an P or tuga l n aik se tel ah parl em en gagal mel ol os kan la ngkah- lan gkah kon so li das i f is k al da n P erd ana Me nte ri men gun du rk an di ri . Par a p emi mpi n Ero pa
di per kirak an tid ak akan m enga mbi l kepu tu san me ngen ai pe ngu atan d ana bai lo ut zo na eu ro pad a p ert emu an pun c ak mi ng gu i ni , da n d it und a h in gga Jun i m end atan g. A na lis
memp erki rakan p er ke mba ngan i ni s eb enar ny a c end eru ng ne gati f, mes kip un t ida k s erta me rta ak an me mic u ak s i ju al pa da eur o.
•
Kua tnya kin erj a e uro d id uku ng o le h eksp ektas i k en aik an s uk u b ung a EC B bu lan A pr il men da tang un tuk men ahan t ekana n i nfl as i. K ond is i in i ( ji k a te rj adi ) akan me ni ngkat kan
di feren si as i im bal h asi l an tara Er op a d an A mer ika, dim ana Th e Fed akh ir-a khi r i ni men egas k an ak an me mp ertah anka n su k u bu nga ti ngkat yan g san gat ren dah u nt uk jan gk a wa k tu
A me rik a un tuk b ul an Febr uar i me ngal ami p enu run an cu kup taj am, me ngi nd ikas i kan
yang b el um di ten tukan . Data K ami s 2 4 M are t me nun j ukkan
D ura bl e Go ods Or ders
per lamb atan p ada s ektor m anu faktur . Terh ad ap y en, d ol lar A S c en de run g fl at dan d itu tup d il evel 8 0, 97 yen <JP Y=>, a k si i nte rv en si gab un gan hi ngga s aat i ni c u kup be rha si l
men ahan v o lat il ita s y en. P el aku pas ar di pe rkir akan mas ih a kan mew as pad ai aks i
in terv e ns i lan ju tan j ik a do ll ar tur un d i baw ah 80 yen .
Nikkei rises on foreign buying, ex-dividend date eyed
TOKYO (Reuters) - The Nikkei share average rose on Friday, helped by buying by foreigners as they took heart from gains in U.S. stocks on optimism about forthcoming earnings reports, although they will continue cautiously monitoring developments at Japan's troubled nuclear power plant.
Foreign investors' net buying of Japanese shares reached a record high in the week after a devastating earthquake hit northeastern Japan, Ministry of Finance data showed, while Japanese investors bought foreign bonds despite widespread speculation that they would repatriate funds.
Overseas investors bought a net 891 billion yen ($11 billion) in Japanese stocks in the week of March 14-18, the highest since records began in 2005.
Some analysts said that foreign buying may continue before the ex-dividend date on March 28.
"There was selling pressure around the 9,500-mark (in the past few days), but we may see the index top this level, supported by buying by investors who want dividends," said Hideyuki Okoshi, general manager at Chibagin Securities.
Analysts also said the overall market got a lift as investors bought on dips, with some technical indicators showing that Japanese stocks are heavily oversold.
The Nikkei is now trading about 6 percent below its 25-day moving average at 10,115.
"Also, more than 60 percent of stocks on the Tokyo stock exchange's main board are trading below their book value, so it's time to buy back shares while watching problems at the nuclear plant carefully," said Hiroichi Nishi, general manager at Nikko Cordial Securities.
At the midday break, the benchmark Nikkei average .N225 was up 1.0 percent, or 94.13 points, at 9,529.14. The broader Topix gained 0.5 percent to 858.07. The Nikkei is expected to trade between 9,450 and 9,650 on Friday, analysts said.
"(In the medium term), psychological support is seen around 9,000, while there may be more room to rise as far as 9,800, which is near the 200-day moving average," said Mitsushige Akino, chief fund manager at Ichiyoshi Investment Management.
On Friday morning, the Nikkei's 200-day moving average was at 9,822.
Construction equipment makers were higher on expectations of reconstruction-related demand as well as higher resource prices. Komatsu Ltd (6301.T) rose 4.5 percent to 2,790 yen and Hitachi Construction (6305.T) gained 0.4 percent to 2,044 yen.
Shares in food processor Nichirei (2871.T) jumped 3.6 percent to 348 yen after the Nikkei business daily reported it would join forces with the Itochu group (8001.T) in the frozen-food business, taking on most of the lost production at a tsunami-damaged factory operated by an Itochu subsidiary in northern Japan.
Sony Corp (6758.T) gained 3.7 percent to 2,643 yen after Deutsche Securities raised its rating on the stock to "buy" from "hold" on expectations of rising sales in its chip and gaming businesses. ($1 = 80.985 Japanese Yen)
Foreign investors' net buying of Japanese shares reached a record high in the week after a devastating earthquake hit northeastern Japan, Ministry of Finance data showed, while Japanese investors bought foreign bonds despite widespread speculation that they would repatriate funds.
Overseas investors bought a net 891 billion yen ($11 billion) in Japanese stocks in the week of March 14-18, the highest since records began in 2005.
Some analysts said that foreign buying may continue before the ex-dividend date on March 28.
"There was selling pressure around the 9,500-mark (in the past few days), but we may see the index top this level, supported by buying by investors who want dividends," said Hideyuki Okoshi, general manager at Chibagin Securities.
Analysts also said the overall market got a lift as investors bought on dips, with some technical indicators showing that Japanese stocks are heavily oversold.
The Nikkei is now trading about 6 percent below its 25-day moving average at 10,115.
"Also, more than 60 percent of stocks on the Tokyo stock exchange's main board are trading below their book value, so it's time to buy back shares while watching problems at the nuclear plant carefully," said Hiroichi Nishi, general manager at Nikko Cordial Securities.
At the midday break, the benchmark Nikkei average .N225 was up 1.0 percent, or 94.13 points, at 9,529.14. The broader Topix gained 0.5 percent to 858.07. The Nikkei is expected to trade between 9,450 and 9,650 on Friday, analysts said.
"(In the medium term), psychological support is seen around 9,000, while there may be more room to rise as far as 9,800, which is near the 200-day moving average," said Mitsushige Akino, chief fund manager at Ichiyoshi Investment Management.
On Friday morning, the Nikkei's 200-day moving average was at 9,822.
Construction equipment makers were higher on expectations of reconstruction-related demand as well as higher resource prices. Komatsu Ltd (6301.T) rose 4.5 percent to 2,790 yen and Hitachi Construction (6305.T) gained 0.4 percent to 2,044 yen.
Shares in food processor Nichirei (2871.T) jumped 3.6 percent to 348 yen after the Nikkei business daily reported it would join forces with the Itochu group (8001.T) in the frozen-food business, taking on most of the lost production at a tsunami-damaged factory operated by an Itochu subsidiary in northern Japan.
Sony Corp (6758.T) gained 3.7 percent to 2,643 yen after Deutsche Securities raised its rating on the stock to "buy" from "hold" on expectations of rising sales in its chip and gaming businesses. ($1 = 80.985 Japanese Yen)
Subscribe to:
Posts (Atom)








