U.S. & GLOBAL
• Bursa saham AS anjlok lebih dari 4 persen Rabu lalu, hampir menghapus kenaikan dari gambaran rally sehari sebelumnya, karena rumor mengenai tingkat kesehatan perbankan Perancis memicu permasalahan mengenai krisis utang zona euro yang dapat meminta korban baru.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 519.83 poin, atau 4.62 persen, ditutup ke level 10,719.94. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 51.77 poin, atau 4.42 persen, ke level 1,120.76. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 101.47 poin, atau 4.09 persen, ke level 2,381.05.
• Penurunan berasal dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mengenai pelemahan data AS, turunnya peringkat kredit AS AAA dan ketidakmampuan dari pengambil kebijakan untuk mengatasi meningkatnya kekhawatiran bahwa resesi lainnya bisa terjadi.
• Indeks MSCI all‐country world <.MIWD00000PUS> ditutup melemah 2.4 persen, sementara itu FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa ditutup anjlok 4 persen.
• Euro melemah dari kebanyakan mata uang utama lainnya Rabu lalu, sementara itu commodity currencies anjlok pada bertahannya ketidakpastian ekonomi global dan kekhawatiran mengenai perbankan Perancis dengan besarnya paparan utang disekitar zona euro. Euro terakhir diperdagangkan anjlok 1.0 persen ke level $1.42310, setelah melemah ke level terendah hariannya $1.41620 pada trading platform EBS <EUR=EBS>. Telah merosot 1.4 persen terhadap yen ke level 109.19 yen <EURJPY=EBS>, setelah berkurang disekitar level terendah lima bulannya 108.300. Itu adalah kinerja terburuk euro terhadap yen dalam bulannya.
• Obligasi pemerintah AS mengalami aksi beli yang agresif Rabu lalu karena ketakutan berkenaan dengan eksposur utang perbankan Perancis yang intensif.
• Emas naik kerangkaian level tertingginya kedalam barisan level $1,800 per ons Rabu lalu, memperluas rally terbesarnya tahun 2008 karena pelemahan saham‐saham perbankan Perancis yang membawa hentakan baru melalui kekhawatiran pasar finansial. Spot gold <XAU=> naik lebih dari 3 persen ke level tertingginya $1,796.86 per ons, tetapi kenaikan bertahan menguat 1.9 persen ke level $1,776.10 pada pukul 12:53 p.m. EDT (1653 GMT).
• Brent crude rebound 4 persen Rabu lalu, mengguncang dua hari penurunannya karena tidak diekspektasinya penurunan cadangan minyak mentah AS yang diperdalam melebihi permasalahan ekonomi. U.S. light crude <CLc1> ditutup ke level $82.89, naik $3.59, atau 4.53 persen, setelah anjlok 8.7 persen dalam dua hari perdagangannya. Telah mendekati penurunan 9 persen minggu lalu.
• Sterling merosot 1 persen dalam hariannya terhadap dollar AS Rabu lalu karena diimbangi aksi jual pada saham‐saham dan tingginya yielding mata uang yang mendorong permintaan investor pada mata uang relative safe haven.
• Pound anjlok ke level terendahnya $1.6150 <GBP=D4> karena permasalahan mengenai sistem perbankan Perancis yang menekan pasar finansial global.
• BoE menambahkan bahwa inflasi akan anjlok secara cepat pada tahun 2012.
• Outlook untuk harga emas masih bullish di tengah kecemasan pasar mengenai kondisi ekonomi makro di AS dan Eropa dan ekspektasi pembelian yang dilakukan bank sentral, kata Jeremy Friesen, analis komoditi Societe Generale Corporate and Investment Banking, Hong Kong. Pelemahan terbatas dan potensi penguatan masih kuat selama investor mencemaskan resiko.
• Pembelian yang dilakukan bank sentral China berpotensi kuat terjadi, "China akan menaikkan kepemilikan ETF meski masih di bawah persediaan emas AS ataupun Eropa. Ia menolak untuk mengatakan level support atau resistance untuk emas, namun dikatakan harga emas terus bergerak. Spot emas naik $11.60 menjadi $1,807 per troy ons setelah menyentuh level tinggi baru di $1,813.79/ons hari Kamis (11/08) pagi di tengah kekhawatiran atas penurunan peringkat hutang Perancis yang berpotensi terjadi.
title cover
Thursday, August 11, 2011
Wednesday, August 10, 2011
Headline News 10.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham AS kembali naik Senin lalu karena the Fed menjanjikan sekurang‐kurangnya dua tahun tingkat suku bunga yang mendekati nol ini dibayangi peringatan tentang perlambatan ekonomi.
• Pernyataan the Fed memberikan pasar sedikit harapan, dengan akselerasi kenaikan saham‐saham pada penutupan Selasa lalu. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> bertumbuh 429.92 poin, atau 3.98 persen, ke level 11,239.77. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 53.07 poin, atau 4.74 persen, ke level 1,172.53. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 124.83 poin, atau 5.29 persen, ke level 2,482.52.
• Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS> bertambah 2.1 persen.
• Dollar anjlok terhadap yen dan euro Selasa lalu setelah the Fed mengatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah ini sekurang‐ kurangnya dua tahunan. Dollar turun terhadap Swiss franc <EURCHF=EBS>, yen <JPY=EBS> dan euro <EUR=EBS>. Dollar melemah 4.6 persen ke level 0.7198 Swiss franc setelah mencapai level terendahnya 0.70676. The franc juga meningkat mencapai level tertingginya 1.0075 terhadap euro <EURCHF=EBS>, sebelum melemah.
• Yields Tresuri AS jangka pendek mencatatkan level terendahnya Selasa lalu setelah the Fed mengatakan akan mempertahankan tingkat suku bunga mendekati nol dalam dua tahun, menyebabkan spekulasi bank sentral akan kembali kepada pasar obligasi (membeli) untuk menstimulasi ekonomi.
• Harga emas mengalami rally dalam dua harinya Selasa lalu, mencatatkan level tertinggi pada awalnya, kemudian berbalik hingga akhirnya di settled menguat lebih dari 1 persen setelah the Fed mendorong bursa Wall Street dengan rencana untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya. Spot price pada emas <XAU=>, yang dicatatkan perdagangan pada bullion, disekitar level $1,737 per ons pada akhir Selasa lalu, naik sekitar 1.2 persen dari penutupan Senin lalu. Telah diperdagangkan diatas level $1,750 setelah pernyataan the Fed dan mencatatkan level tertingginya diatas level $1,778 pada awalnya.
• Minyak mentah melonjak dari penurunannya Selasa lalu pada perdagangan yang volatile karena the Fed menjanjikan untuk memperluas tingkat suku bunga rendahnya dalam dua tahun, yang mendorong bursa Wall Street rally dan dollar AS merosot. U.S. September crude <CLU1> mengalami rally untuk ditutup post‐settlement trading naik 83 sen ke level $82.14 per barrel. Sempat di settled ke level $79.30, turun $2.01, yang telah mencapai level $83.05 setelah anjlok ke level $75.71, level terendahnya sejak September 2010.
• Sterling melemah ke level terendahnya yang mendekati tiga minggunya terhadap dollar AS Selasa lalu, ditekan oleh permasalahan Bank of England kemungkinan pada dikeluarkannya penilaian yang biasa saja pada perekonomian dalam laporan kuartalannya.
• Pound memecahkan dibawah level 55‐day moving average pada level $1.6225 dan level psikologis $1.6200 untuk mencapai level terendahnya $1.6179 <GBP=D4>, terendahnya sejak 21 Juli.
• BoE merilis perkiraan inflasi dan pertumbuhan (ekonomi) Rabu ini dan investor akan melihat petunjuk pada apakah pengambil kebijakan berada untuk mendekati pelonggaran moneternya lebih lanjut untuk mendukung recovery ekonomi, khususnya setelah pada awalnya pelemahan data manufaktur dan perdagangan Inggris.
Tuesday, August 9, 2011
Headline News 09.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham AS anjlok Senin lalu, menekan pada penurunan terbesarnya yang hampir dalam tiga tahun karena investor beralih kepada emas dan obligasi setelah penurunan peringkat utang AS oleh Standard & Poor's memicu kekhawatiran negara ini tidak berdaya untuk menghentikan resesi lainnya.
• Wall Street ditutup merosot lebih dari 6 persen sementara itu saham‐saham Eropa mencapai level terendah dua tahunnya karena investor melihat tidak adanya solusi pada krisis utang kembar ini di kedua wilayah tersebut. Indek Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok tajam 634.76 poin, atau 5.55 persen, ke level 10,809.85. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 79.92 poin, atau 6.66 persen, ke level 1,119.46. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 174.72 poin, atau 6.90 persen, ke level 2,357.69.
• Investor berusaha untuk membedakan pengaruh penurunan peringkat kredit AS menjadi AA‐plus dari AAA, yang mana dapat memukul berbagai komponen besar dari sektor finansial AS, dari mortgage lenders hingga municipal issuers dan insurers.
• Swiss franc dan yen mengalami rally Senin lalu karena menumpuknya permasalahan utang dari kedua wilayah tersebut dan kekhawatiran mengenai resesi yang menekan confidence investor, memicu gelombang baru aksi beli pada aset‐aset yang lebih aman.
• Euro melemah terhadap dollar AS, mencatatkan peningkatan pada awalnya setelah European Central Bank membeli obligasi Spanyol dan Italia yang melakukannya untuk mengurangi permasalahan mengenai krisis utang pada negara‐negara utama disana.
• Euro anjlok ke level terendahnya 1.0640 Swiss francs <EURCHF=EBS> dan terakhir diperdagangkan melemah 2.5 persen ke level 1.07321. Telah anjlok juga 1.8 persen terhadap yen <EURJPY=R>. Dollar AS <JPY=EBS> berkurang 0.9 persen ke level 77.68 yen, yang telah merosot sekitar 77.45 pada data EBS. Telah anjlok 1.6 persen ke level 0.75545 Swiss franc <CHF=EBS>, yang telah merosot ke level 0.7480, juga level terendahnya.
• Harga Tresuri AS melejit Senin lalu setelah penurunan peringkat utang AS yang menyebabkan investor melepas aset‐aset beresiko yang menguntungkan obligasi berkenaan pada riak pengaruh dari penurunan peringkat.
• Emas naik lebih dari 3 persen Senin lalu, melebihi level $1,700 per ons untuk pertama kalinya, setelah Standard & Poor's memangkas peringkat AAA peringkat kredit AS, mengarahkan investor beralih kepada aset‐aset yang aman. Spot gold <XAU=> naik 3.1 persen ke level $1,714.09 per ons
pada pukul 2:39 PM EDT (1839 GMT), yang telah mencapai rekor tertingginya $1,719.99 awalnya dan mencatatkan kenaikan tertinggi yang pernah ada terhadap sterling <XAUGBP=R> dan euros <XAUEUR=R>.
• Minyak mentah berkurang 5 persen Senin lalu, tertekan dibawah level technical support karena pengurangan dari peringkat kredit AS yang menekan pasar dan mencatatkan perlambatan ekonomi. U.S. crude <CLc1> diperdagangkan berkurang $5.57 untuk di settle ke level $81.31 per barrel, level terendahnya sejak penutupannya 23 Nov. Telah anjlok hingga ke level terendahnya $80.17 per barrel yang dicatatkan pada aktivitas post settlement.
• Sterling diperdagangkan ke level tertingginya dalam dua bulan terhadap meluasnya pelemahan euro Senin lalu karena investor khawatir aksi beli European Central Bank pada obligasi Spanyol dan Italia akan membatasi pengaruh positif dari krisis utang zona euro.
• Minimnya data Inggris atau arus berita terhadap pound utamanya yang didorong oleh risk sentiment, kedepannya didorong ketika Standard and Poor's memangkas peringkat sovereign AS menjadi AA‐plus dari AAA pada akhir Jumat lalu, menekan pasar saham dan aset‐aset beresiko.
• Euro anjlok sekitar 0.6 persen menjadi 86.62 pence, yang membawa penutupan terendah dua bulannya pada level 86.55 minggu lalu.
• Sterling naik kembali pada awalnya ke level tertingginya $1.6478 terhadap dollar AS pada volume perdagangan yang tipis untuk merosot sekitar 0.5 persen dalam hariannya ke level $1.6308. <GBP=D4>
• Para trader mengatakan decent offers pada level $1.6480‐1.6500 telah membantu membatasi rally‐nya.
• Emas menguat 3,2% pada perdagangan perdana pekan ini setelah berhasil menembus level 1700 USD per troy ounce dan mencetak level tertinggi sepanjang sejarah di 1722.79 USD per troy ounce. Minat beli investor terhadap emas melonjak tajam seiring pemangkasan peringkat kredit Amerika menjadi AA dari AAA yang menaikkan kekhawatiran akan resesi ekonomi dan perlambatan ekonomi global.
• Turut mendukung penguatan harga emas adalah langkah ECB membeli obligasi Italia dan Spanyol sebesar 2 miliar euro. Langkah tersebut oleh investor dilihat sebagai pintu masuk bagi pelaksanaan program quantitative easing seperti yang dilakukan The Fed.
• Selama 2011 ini emas tercatat telah menguat lebih dari 21%, merupakan penguatan beruntun dalam 11‐tahun terakhir dipengaruhi krisis obligasi Eropa dan Amerika yang memicu aksi lindung nilai investor dengan emas sebagai piranti utamanya berhadapan dengan portofolio investasi lainnya yang lebih beresiko.
• Goldman Sachs saat ini menaikkan estimasi harga emas dalam 6‐bulan kedepan menjadi 1730 USD per troy ounce dari 1635 USd per troy ounce. Sementara hingga akhir tahun Goldman memprediksi emas akan mencapai level 1860 USd per troy ounce, sementara analis lain menyebut tak lama lagi emas akan menembus level 2000 USD per troy ounce.
• JPMorgan bahkan menyebut kenaikan ke level 1800 USd pertroy ounce hingga akhir tahun “sangat konservatif” atau boleh dibilang kenaikan tersebut sangat mungkin dan merupakan target yang tidak terlalu jauh untuk tercapai. JPMorgan sendiri memprediksi hingga akhir tahun emas akan mencapai setidaknya level 2500 USD per troy ounce dengan volatilitas perdagangan yang sangat besar.
• Saat ini perhatian pelaku pasar akan tertuju pada hasil sidang The Fed, dimana terdapat peningkatan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika tersebut akan memberikan sinyal pemberlakuan stimulus lanjutan. Proyeksi adanya QE‐3 akan semakin meningkatkan minat investor pada emas sebagai aset safe haven.
Monday, August 8, 2011
Headline News 08.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham dunia melemah dalam delapan harinya Jumat lalu yang dipusingkan dengan pengurangani nilai sekitar $2.5 triliun dari nilai ekuitas global pada minggu ini, tetapi harapan European Central Bank akan membeli obligasi yang mengarahkan krisis pada Italia membantu menghentikan pasar (saham) ke level terendah dalam hariannya.
• Saham‐saham Wall Street berayun antara kenaikan dan penurunan dalam perdagangan yang bervolume besar dalam hariannya setelah indeks‐ indeks mencatatkan penurunan terburuknya dalam dua tahun. Indeks MSCI's All‐Country World <.MIWD00000PUS> merosot 1.3 persen dalam hariannya.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 60.93 poin, atau 0.54 persen, ke level 11,444.61. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 0.69 poin, atau 0.06 persen, ke level 1,199.38. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 23.98 poin, atau 0.94 persen, menuju level 2,532.41.
• Para pemimpin dunia menunjukkan pada kekacauan, yang mana telah ditekan oleh kekhawatiran ekonomi global kembali jatuhnya pada resesi dan ketidakmampuan pelaku kebijakan di Eropa untuk memadamkan krisis utang yang melanda wilayah tersebut.
• ECB enggan untuk membeli obligasi Italia dan melemahkan tekanan pada pasar dari kekhawatiran pada investor. Sumber yang dapat dipercaya mengatakan pada awal hari Jumat bahwa bank sentral bersedia untuk mengambil langkah jika hanya terjadinya reformasi dinegara tersebut.
• Euro terakhir diperdagangkan naik 1.3 persen ke level $1.4278 <EUR=EBS> pada trading platform EBS. Dollar AS merosot secara luas, membalikkan beberapa kenaikan tajam sebelumnya, karena trader khawatir pada peringkat utang AS yang segera terjadi.
• Harga Tresuri AS melemah setelah data jobs, membalikkan beberapa kenaikan yang dibuat kepanikan Kamis sebelumnya pada risk‐averse trading. Obligasi bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> berkurang 1‐13/32 menuju yield 2.56 persen.
• Emas mengembalikan rally‐nya Jumat lalu karena tekanan tidak seperti ekspektasi laporan payrolls AS
dan meredumnya harapan berakhirnya krisis utang zona euro gagal untuk membalikkan investor kembali pada aset‐aset beresiko. Spot gold <XAU=> naik 0.8 persen ke level $1,661.09 per ons pada pukul 3:55 PM EDT (1955 GMT), setelah mencapai level tertingginya $1,681.67 pada awal Kamis lalu.
• Minyak mentah ditutup menguat Jumat lalu setelah awalnya anjlok dan komoditas lainnya pada awalnya merosot karena buyers bermunculan pada pasar yang anjlok dalam dua harinya setelah berita positif zona euro yang menenangkan kekhawatiran ekonomi global. U.S. September crude <CLU1> naik 25 sen untuk di settle ke level $86.88 per barrel, yang menghentikan rangkaian penurunan dalam lima harinya, meskipun berlanjutnya mendekati flat pada post‐settlement trading.
• Sterling naik lagi terhadap dollar AS Jumat lalu setelah jumlah jobs AS menekan perkiraan dan memberikan gambaran pada investor yang telah bersiap pada data yang dapat mengembalikan gambaran bahwa AS yang menghadapi resesi dan menekan safe‐haven currencies.
• Pound bertahan terhadap euro, yang mana secara marjinal menguat ke level 86.80 pence <EURGBP=D4>, yang pada awalnya anjlok ke level
terendahnya dalam dua bulan berkenaan dengan permasalahan utang zona euro kemungkinan menekan dua dari ekonomi negara ‐‐ Italia dan Spanyol.
• Sterling <GBP=D4> naik 0.5 persen dalam hariannya ke level $1.6352, mendapatkan kembali pijakannya setelah anjlok 1.0 persen hari sebelumnya ketika dollar mengalami perluasan rally yang didukung intervensi dari otoritas Jepang untuk menjual yen.
Friday, August 5, 2011
Headline News 05.08.11
U.S. & GLOBAL
• Investor diseluruh dunia melepas saham‐sahamnya pada Kamis lalu untuk bergeras beralih pada cash dan obligasi pemerintah, yang menekan indeks‐indeks ekuitas ke level terendahnya dalam tahunan dari kekhawatiran menyebarnya krisis utang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
• Indeks utama AS melemah lebih dari 4 persen, dengan saham‐saham sektor teknologi Nasdaq anjlok 5 persen, menghapus kenaikan tahunannya sebagaimana meluasnya koreksi pada indeks S&P 500 yang lebih dari 10 persen dari level puncaknya bulan Mei.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 512.76 poin, atau 4.31 persen, untuk ditutup ke level 11,383.68. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 60.27 poin, atau 4.78 persen, ke level 1,200.07. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 136.68 poin, atau 5.08 persen, ke level 2,556.39.
• Indeks MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> melemah 4.3 persen dalam hariannya, penurunan terbesarnya dalam dua tahun, dan terpukul ke level terendahnya tahun 2011. Saham‐saham Eropa <.FTEU3> anjlok 3.3 persen.
• Aksi jual yen yang mendorong kenaikan dollar AS naik sekitar 4 persen dalam tertinggi hariannya ke level 80.25 yen pada trading platform EBS, naik dari level terendahnya 76.29 yang terjadi Senin lalu. Dollar AS diperdagangkan pada Kamis sore harinya pada level 79.08 yen <JPY=>, naik 2.6 persen dalam hariannya, sementara itu euro menguat 1 persen ke level 111.70 yen <EURJPY=>.
• Intervensi Jepang terjadi setelah tidak diekspektasinya pemangkasan tingkat suku bunga Swiss untuk melemahkan the franc, yang mana telah menguat hari sebelumnya karena investor memburu safe havens. Mata uang tersebut sedikit naik pada perdagangan New York Kamis sebelumnya.
• Harga Tresuri AS naik Kamis lalu karena kekhawatiran resesi yang membawa investor menjauhi aset‐aset beresiko seperti saham‐saham dan mencari obligasi pemerintah AS yang lebih aman.
• Emas melemah dari level tertingginya pada volume perdagangan yang besar Kamis lalu, karena memuncaknya kekhawatiran resesi yang menekan pasar saham global yang memaksa investor untuk melakukan aksi ambil untung pada emas untuk menutup kerugian ditempat lainnya. Emas <XAU=> anjlok 0.6 persen ke level $1,651.40 per ons pada pukul 3:33 PM EDT (1933 GMT), yang pada awalnya telah mencapai level tertingginya $1,681.67.
• Minyak mentah merosot hingga 6 persen Kamis lalu, dengan U.S. crude anjlok melewati technical support ke level terendahnya sejak Februari karena memuncaknya kekhawatiran dari perlambatan ekonomi yang menekan gejolak global dari aset‐aset beresiko. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLU1> di settled ke level $86.63 per barrel, melemah $5.30, atau 5.77 persen, penurutan persentase harian terbesarnya sejak 5 Mei. Telah mencapai level terendah hariannya $86.04, level terendahnya sejak 18 Feb pada intraday low level $85.65.
• Sterling anjlok lagi terhadap meluasnya penguatan dollar AS Kamis lalu, karena the greenback naik dari intervensi mata uang Bank of Japan, meskipun pound secara singkat berhasil menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terhadap euro.
• Bank of England mempertahankan tingkat suku bunga karena meluasnya ekspektasi dan terjebak dengan jeda program pembelian aset‐asetnya, dengan pound menunjukkan sedikit reaksi yang langsung.
• Sterling melemah disekitar 0.6 persen dalam hariannya ke level $1.6331, karena dollar AS naik satu persen versus a basket of currencies <.DXY> setelah intervensi BoJ.
• "Sterling is largely being driven by international forces today," ungkap Audrey Childe‐Freeman, currency strategist pada JP Morgan Private Bank.
• Hari ini data PPI Inggris akan dirilis sore harinya.
• Investor diseluruh dunia melepas saham‐sahamnya pada Kamis lalu untuk bergeras beralih pada cash dan obligasi pemerintah, yang menekan indeks‐indeks ekuitas ke level terendahnya dalam tahunan dari kekhawatiran menyebarnya krisis utang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
• Indeks utama AS melemah lebih dari 4 persen, dengan saham‐saham sektor teknologi Nasdaq anjlok 5 persen, menghapus kenaikan tahunannya sebagaimana meluasnya koreksi pada indeks S&P 500 yang lebih dari 10 persen dari level puncaknya bulan Mei.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 512.76 poin, atau 4.31 persen, untuk ditutup ke level 11,383.68. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 60.27 poin, atau 4.78 persen, ke level 1,200.07. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 136.68 poin, atau 5.08 persen, ke level 2,556.39.
• Indeks MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> melemah 4.3 persen dalam hariannya, penurunan terbesarnya dalam dua tahun, dan terpukul ke level terendahnya tahun 2011. Saham‐saham Eropa <.FTEU3> anjlok 3.3 persen.
• Aksi jual yen yang mendorong kenaikan dollar AS naik sekitar 4 persen dalam tertinggi hariannya ke level 80.25 yen pada trading platform EBS, naik dari level terendahnya 76.29 yang terjadi Senin lalu. Dollar AS diperdagangkan pada Kamis sore harinya pada level 79.08 yen <JPY=>, naik 2.6 persen dalam hariannya, sementara itu euro menguat 1 persen ke level 111.70 yen <EURJPY=>.
• Intervensi Jepang terjadi setelah tidak diekspektasinya pemangkasan tingkat suku bunga Swiss untuk melemahkan the franc, yang mana telah menguat hari sebelumnya karena investor memburu safe havens. Mata uang tersebut sedikit naik pada perdagangan New York Kamis sebelumnya.
• Harga Tresuri AS naik Kamis lalu karena kekhawatiran resesi yang membawa investor menjauhi aset‐aset beresiko seperti saham‐saham dan mencari obligasi pemerintah AS yang lebih aman.
• Emas melemah dari level tertingginya pada volume perdagangan yang besar Kamis lalu, karena memuncaknya kekhawatiran resesi yang menekan pasar saham global yang memaksa investor untuk melakukan aksi ambil untung pada emas untuk menutup kerugian ditempat lainnya. Emas <XAU=> anjlok 0.6 persen ke level $1,651.40 per ons pada pukul 3:33 PM EDT (1933 GMT), yang pada awalnya telah mencapai level tertingginya $1,681.67.
• Minyak mentah merosot hingga 6 persen Kamis lalu, dengan U.S. crude anjlok melewati technical support ke level terendahnya sejak Februari karena memuncaknya kekhawatiran dari perlambatan ekonomi yang menekan gejolak global dari aset‐aset beresiko. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLU1> di settled ke level $86.63 per barrel, melemah $5.30, atau 5.77 persen, penurutan persentase harian terbesarnya sejak 5 Mei. Telah mencapai level terendah hariannya $86.04, level terendahnya sejak 18 Feb pada intraday low level $85.65.
• Sterling anjlok lagi terhadap meluasnya penguatan dollar AS Kamis lalu, karena the greenback naik dari intervensi mata uang Bank of Japan, meskipun pound secara singkat berhasil menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terhadap euro.
• Bank of England mempertahankan tingkat suku bunga karena meluasnya ekspektasi dan terjebak dengan jeda program pembelian aset‐asetnya, dengan pound menunjukkan sedikit reaksi yang langsung.
• Sterling melemah disekitar 0.6 persen dalam hariannya ke level $1.6331, karena dollar AS naik satu persen versus a basket of currencies <.DXY> setelah intervensi BoJ.
• "Sterling is largely being driven by international forces today," ungkap Audrey Childe‐Freeman, currency strategist pada JP Morgan Private Bank.
• Hari ini data PPI Inggris akan dirilis sore harinya.
Thursday, August 4, 2011
Japan intervenes to tame yen
(Reuters) - Japan intervened in the currency market and its central bank looked set to ease policy on Thursday in a concerted effort to stem a rise in the yen that Tokyo fears could derail the economy's recovery from the March earthquake.
Finance Minister Yoshihiko Noda said Japan had consulted its international partners, but acted on its own to stem what it considered speculative and disorderly currency moves.
The intervention followed days of official warnings that the currency had risen beyond level that the export-reliant economy could handle. It pushed the yen down as far as 78.47 per dollar from around 77 before the intervention.
"Japan is just in the process of recovering from a natural disaster, so these currency moves are certain to have a negative impact on the economy and financialmarkets," Noda told reporters. "As a result, we conducted current market intervention."
Thursday's action follows a surprise interest rate cut the Swiss central bank to ease the buying pressure on its currency, which like the yen had been attracting funds switching out of the dollar because of fears of a U.S. credit downgrade and concerns about the health of the world's biggest economy.
"Yesterday's monetary easing by Switzerland provided the push because if Japan didn't respond this would push the yen still higher," said Nagayuki Yamagishi, a strategist at Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities. "A response needed to be taken quickly to head off any further yen strengthening."
Noda told a news conference he expected the Bank of Japan to take appropriate action. The central bank said it would cut short its scheduled two-day meeting that started on Thursday.
A source familiar with the central bank's thinking told Reuters the BOJ was poised to announce an increase in its 10 trillion yen asset buying scheme.
There were growing signals that the Bank of Japan would seek to amplify the impact of yen selling in the market with policy easing, pumping more funds into the economy through increased purchases of government debt and other assets.
Noda declined to comment on the size of the intervention or
say what currencies Japan bought or sold. He would also not say whether Tokyo planned returning to the market, although traders said authorities continued sporadic intervention.
Analysts greeted Tokyo's intervention with skepticism, doubting a combination of direct yen selling and monetary easing could stem a global shift away from the dollar and other riskier assets.
"The impact from the intervention may be short-lived as the view that the yen is still a safe-haven currency hasn't changed amid concerns over the global economy," said Makoto Nagahori, head of equities at Instinet.
Some currency traders braced for further dollar declines should U.S. payroll data on Friday heighten concerns about the health of the U.S. economy. That could increase the chance of Japanese government intervention.
Prime Minister Naoto Kan's government, beset by record low popularity ratings and struggling to work out the details of a post-disaster plan for the nation's biggest rebuilding effort since World War Two, had been under growing pressure from businesses to tame the yen.
The world's third-largest economy had been expected to pull out of a brief post-quake recession later this year, but the yen's nearly 5 percent surge over the past month and signs of cooling global economy, cast doubt over that outlook.
Japan last intervened in concert with the Group of Seven in March, when expectations of fund repatriation after the earthquake pushed the yen to a record high. Tokyo last acted solo in September 2010, when it sold 2.1 trillion yen.
Headline News 04.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham global tertekan ke level terendahnya dalam lima bulan sementara itu harga emas mencatatkan harga tertinggi barunya Rabu lalu karena investor khawatir mengenai pemangkasan pembelanjaan pemerintah pada saat perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
• Bursa saham AS ditutup menguat Rabu lalu, yang telah mencatatkan penurunan tujuh harinya oleh indeks S&P 500, tetapi kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi tetap menjaga perdagangan yang volatile. Berdasarkan data terakhir penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 29.59 poin, atau 0.25 persen, ke level 11,896.21. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 6.31 poin, atau 0.50 persen, ke level 1,260.36. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 23.83 poin, atau 0.89 persen, ke level 2,693.07.
• Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.7 persen ke level terendahnya sejak pertengahan Maret, turun dari rangkaian enam harinya berturut‐turut. Saham‐saham Eropa <.FTEU3> berkurang 2 persen ke level terendah penutupannya yang hampir dalam setahun dan U.S. dollar‐denominated Nikkei futures <NKc1> mengalami flat.
• Swiss franc merosot dari level tertingginya Rabu lalu setelah Swiss National Bank mengejutkan pasar dengan pemangkasan tingkat suku bunga, tetapi penurunan seharusnya membuktikan meningkatnya permasalahan mengenai pertumbuhan ekonomi global.
• SNB mengatakan the franc adalah "massively overvalued," menjaga tetap adanya prospek dari intervensi. Bahwa juga dipertajam pada fokus dari otoritas Jepang, yang memperingatkan kembali mereka tidak nyaman dengan penguatan yen.
• Euro telah mencapai level terendahnya 1.07946 francs pada trading platform EBS hanya sebelum aksi dari SNB. Kemudian rebound tajam ke perdagangan terakhir yang naik 1.5 persen ke level 1.0998.
• Dollar AS mengalami recover dari level terendahnya 0.7610 franc <CHF=EBS>, terakhir diperdagangkan pada level 0.7673, meningkat 0.6 persen dalam hariannya.
• Euro melejit terhadap dollar AS, menguat 0.9 persen ke level $1.4322 <EUR=>. Analis memperingatkan bawah bertahannya tekanan pada pasar obligasi, khususnya di Italia dan Spanyol, yang kemungkinan membatasi kenaikan euro.
• Harga obligasi jangka panjang Tresuri AS bertahan menguat Rabu lalu karena kekhawatiran ekonomi dapat anjlok kembali kepada resesi yang memacu investor untuk mencari aman pada obligasi pemerintah AS.
• Harga emas naik menuju level $1,675 per ons Rabu lalu, mencapai level tertinggi keduanya dalam dua hari, karena investor mencari perlindungan dari volatilitas pasar saham, perlambatan ekonomi dan meluasnya periode pelonggaran kebijakan moneter AS. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,662.74 per ons pada pukul 2:58 PM EDT (1858 GMT), yan pada awalnya telah mencapai level
tertingginya $1,672.65, melewati kenaikan tertinggi Selasa lalu sekitar $12.
• Harga minyak mentah melemah tajam ke level terendahnya dalam bulanan, tertekan oleh kenaikan cadangan petroleum AS yang naik berkenaan dengan permintaan oil. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> di settled ke level $91.93 per barrel, anjlok $1.86, level terendah penutupannya sejak 27 Juni. U.S. crude telah anjlok empat dari lima hari terakhirnya.
• Sterling menguat terhadap dollar AS dan mencapai level tertingginya dalam dua bulannya Rabu lalu setelah data menunjukkan aktivitas yang tidak di ekspektasi pada pertumbuhan jasa Inggris yang tumbuh lebih cepat dalam empat bulannya.
• Tetapi analis mengatakan kenaikan dapat tertekan dari permasalahan mengenai kerapuhan dari recovery ekonomi Inggris, khususnya setelah data pada awalnya minggu ini menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.
• Sterling terakhir naik 0.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.6380 <GBP=D4>, bertahan mendekati harian tertingginya dan terlihat ke level tertingginya dua bulan ke level $1.6477 yang tercapai awal minggu ini. Kenaikan ini dibantu oleh pound's trade‐weighted index <=GBP> ke level 79.8, level terkuatnya sejak 1 Juni.
• Euro diperdagangkan pada level 87.27 pence terhadap sterling <EURGBP=D4>, naik 0.2 persen dalam hariannya tetapi tidak jauh dari level terendahnya dua bulan 86.955 pence yang terjadi pada awal hariannya.
• Bursa saham global tertekan ke level terendahnya dalam lima bulan sementara itu harga emas mencatatkan harga tertinggi barunya Rabu lalu karena investor khawatir mengenai pemangkasan pembelanjaan pemerintah pada saat perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
• Bursa saham AS ditutup menguat Rabu lalu, yang telah mencatatkan penurunan tujuh harinya oleh indeks S&P 500, tetapi kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi tetap menjaga perdagangan yang volatile. Berdasarkan data terakhir penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 29.59 poin, atau 0.25 persen, ke level 11,896.21. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 6.31 poin, atau 0.50 persen, ke level 1,260.36. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 23.83 poin, atau 0.89 persen, ke level 2,693.07.
• Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> merosot 0.7 persen ke level terendahnya sejak pertengahan Maret, turun dari rangkaian enam harinya berturut‐turut. Saham‐saham Eropa <.FTEU3> berkurang 2 persen ke level terendah penutupannya yang hampir dalam setahun dan U.S. dollar‐denominated Nikkei futures <NKc1> mengalami flat.
• Swiss franc merosot dari level tertingginya Rabu lalu setelah Swiss National Bank mengejutkan pasar dengan pemangkasan tingkat suku bunga, tetapi penurunan seharusnya membuktikan meningkatnya permasalahan mengenai pertumbuhan ekonomi global.
• SNB mengatakan the franc adalah "massively overvalued," menjaga tetap adanya prospek dari intervensi. Bahwa juga dipertajam pada fokus dari otoritas Jepang, yang memperingatkan kembali mereka tidak nyaman dengan penguatan yen.
• Euro telah mencapai level terendahnya 1.07946 francs pada trading platform EBS hanya sebelum aksi dari SNB. Kemudian rebound tajam ke perdagangan terakhir yang naik 1.5 persen ke level 1.0998.
• Dollar AS mengalami recover dari level terendahnya 0.7610 franc <CHF=EBS>, terakhir diperdagangkan pada level 0.7673, meningkat 0.6 persen dalam hariannya.
• Euro melejit terhadap dollar AS, menguat 0.9 persen ke level $1.4322 <EUR=>. Analis memperingatkan bawah bertahannya tekanan pada pasar obligasi, khususnya di Italia dan Spanyol, yang kemungkinan membatasi kenaikan euro.
• Harga obligasi jangka panjang Tresuri AS bertahan menguat Rabu lalu karena kekhawatiran ekonomi dapat anjlok kembali kepada resesi yang memacu investor untuk mencari aman pada obligasi pemerintah AS.
• Harga emas naik menuju level $1,675 per ons Rabu lalu, mencapai level tertinggi keduanya dalam dua hari, karena investor mencari perlindungan dari volatilitas pasar saham, perlambatan ekonomi dan meluasnya periode pelonggaran kebijakan moneter AS. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,662.74 per ons pada pukul 2:58 PM EDT (1858 GMT), yan pada awalnya telah mencapai level
tertingginya $1,672.65, melewati kenaikan tertinggi Selasa lalu sekitar $12.
• Harga minyak mentah melemah tajam ke level terendahnya dalam bulanan, tertekan oleh kenaikan cadangan petroleum AS yang naik berkenaan dengan permintaan oil. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> di settled ke level $91.93 per barrel, anjlok $1.86, level terendah penutupannya sejak 27 Juni. U.S. crude telah anjlok empat dari lima hari terakhirnya.
• Sterling menguat terhadap dollar AS dan mencapai level tertingginya dalam dua bulannya Rabu lalu setelah data menunjukkan aktivitas yang tidak di ekspektasi pada pertumbuhan jasa Inggris yang tumbuh lebih cepat dalam empat bulannya.
• Tetapi analis mengatakan kenaikan dapat tertekan dari permasalahan mengenai kerapuhan dari recovery ekonomi Inggris, khususnya setelah data pada awalnya minggu ini menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.
• Sterling terakhir naik 0.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.6380 <GBP=D4>, bertahan mendekati harian tertingginya dan terlihat ke level tertingginya dua bulan ke level $1.6477 yang tercapai awal minggu ini. Kenaikan ini dibantu oleh pound's trade‐weighted index <=GBP> ke level 79.8, level terkuatnya sejak 1 Juni.
• Euro diperdagangkan pada level 87.27 pence terhadap sterling <EURGBP=D4>, naik 0.2 persen dalam hariannya tetapi tidak jauh dari level terendahnya dua bulan 86.955 pence yang terjadi pada awal hariannya.
Wednesday, August 3, 2011
Headline News 03.08.11
U.S. & GLOBAL
• Indeks bursa utama diseluruh dunia anjlok dari keseluruhan kenaikannya dalam tahunan dan harga emas mencapai level tertingginya Selasa lalu setelah kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS yang memberikan ketidaknyamanan pada investor berkenaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
• Di bursa Wall Street, meluasnya pelemahan indeks S&P 500 <.SPX> dalam tujuh harinya, terburuk sejak rangkaian penurunan Oktober 2008, menekan kenaikan tahunannya, dari kekhawatiran bahwa persetujuan debt ceiling tidak akan mencegah penuruan peringkat AS yang berada pada triple‐A credit rating. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 265.87 poin, atau 2.19 persen, ke level 11,866.62. Indeks S&P 500 <.SPX> merosot 32.89 poin, atau 2.56 persen, ke level 1,254.05. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 75.37 poin, atau 2.75 persen, ke level 2,669.24.
• Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> berkurang 2.1 persen ke level terendahnya sejak akhir Juni, turun 1 persen dalam tahunannya.
Indeks S&P 500 juga berbalik negatif tahun 2011 ini.
• Presiden AS Barack Obama menandatangani UU mengenai persetujuan untuk menaikkan statutory borrowing limit AS dan memangkas pembelanjaan pemerintah.
• Mata uang safe‐haven Swiss franc melonjak ke level tertingginya terhadap dollar AS dan euro Selasa lalu, dengan banyaknya kenaikan kemungkinan karena investor khawatir mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi dan beban utang pada AS dan Eropa. Dollar AS merosot ke level terendahnya 0.76425 Swiss francs <CHF=EBS>, rangkaian penurunan ke level terendahnya dalam tujuh hari, dan terakhir melemah 2 persen ke level 0.7674 franc.
• Harga Tresuri AS mengalami rally setelah lembaga pemeringkat Fitch mengatakan kesepakatan debt adalah "commensurate with 'AAA' rating." (sebanding dengan 'AAA' rating). Tresuri naik dalam rangkaian empat harinya, dengan obligasi bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> naik 35/32
dengan yield 2.625 persen.
• Pilihan pada aset‐aset safe‐haven membantu mendorong harga emas. Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1,656.19 per ons, yang telah menyentuh level tertingginya yang pernah ada $1,658.59 pada awal hariannya.
• Harga minyak mentah melemah Selasa lalu karena lebih banyaknya pelemahan data AS yang ditekan permasalahan mengenai ekonomi meskipun Kongres meloloskan debt‐cutting measure dalam tenggang waktu untuk menghindari default pada konsumen tertinggi minyak didunia ini. U.S.
September crude <CLU1> berkurang $1.10 untuk di settle ke level $93.79 per barrel, level terendahnya sejak penutupan 28 Juni, setelah berayun dari level $93.17 menuju $95.68, crisscrossing pada 200‐day moving average di level $95.00.
• Sterling mencapai level tertinggi dalam dua bulannya terhadap euro Selasa lalu karena mata uang tunggal tertekan berkenaan dengan mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai utang zona euro dan menyebarnya resiko pada negara‐negara seperti Spanyol dan Italia.
• Meskipun kenaikan terhadap euro, pound merosot terhadap penguatan dollar AS, anjlok dari traksi penguatan meskipun membaiknya dari ekspektasi data aktivitas konstruksi Inggris.
• Sterling <GBP=D4> turun 0.1 persen ke level $1.6270 versus dollar AS. Telah melemah ke level $1.6244, tetapi permintaan dari Eropa membantu untuk mendorongnya, menjaga pound diatas level utama technical support $1.6257, the 100‐day moving average.
• Pertumbuhan industri konstruksi Inggris bertahan menguat pada bulan Juli, menghindari pengulangan data yang mengejutkan pada manufaktur dan ritel yang menaikkan kekhawatiran kedepannya pada perlambatan recovery ekonomi.
• Indeks bursa utama diseluruh dunia anjlok dari keseluruhan kenaikannya dalam tahunan dan harga emas mencapai level tertingginya Selasa lalu setelah kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS yang memberikan ketidaknyamanan pada investor berkenaan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
• Di bursa Wall Street, meluasnya pelemahan indeks S&P 500 <.SPX> dalam tujuh harinya, terburuk sejak rangkaian penurunan Oktober 2008, menekan kenaikan tahunannya, dari kekhawatiran bahwa persetujuan debt ceiling tidak akan mencegah penuruan peringkat AS yang berada pada triple‐A credit rating. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 265.87 poin, atau 2.19 persen, ke level 11,866.62. Indeks S&P 500 <.SPX> merosot 32.89 poin, atau 2.56 persen, ke level 1,254.05. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 75.37 poin, atau 2.75 persen, ke level 2,669.24.
• Indeks MSCI's world equity <.MIWD00000PUS> berkurang 2.1 persen ke level terendahnya sejak akhir Juni, turun 1 persen dalam tahunannya.
Indeks S&P 500 juga berbalik negatif tahun 2011 ini.
• Presiden AS Barack Obama menandatangani UU mengenai persetujuan untuk menaikkan statutory borrowing limit AS dan memangkas pembelanjaan pemerintah.
• Mata uang safe‐haven Swiss franc melonjak ke level tertingginya terhadap dollar AS dan euro Selasa lalu, dengan banyaknya kenaikan kemungkinan karena investor khawatir mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi dan beban utang pada AS dan Eropa. Dollar AS merosot ke level terendahnya 0.76425 Swiss francs <CHF=EBS>, rangkaian penurunan ke level terendahnya dalam tujuh hari, dan terakhir melemah 2 persen ke level 0.7674 franc.
• Harga Tresuri AS mengalami rally setelah lembaga pemeringkat Fitch mengatakan kesepakatan debt adalah "commensurate with 'AAA' rating." (sebanding dengan 'AAA' rating). Tresuri naik dalam rangkaian empat harinya, dengan obligasi bertenor 10‐tahun <US10YT=RR> naik 35/32
dengan yield 2.625 persen.
• Pilihan pada aset‐aset safe‐haven membantu mendorong harga emas. Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1,656.19 per ons, yang telah menyentuh level tertingginya yang pernah ada $1,658.59 pada awal hariannya.
• Harga minyak mentah melemah Selasa lalu karena lebih banyaknya pelemahan data AS yang ditekan permasalahan mengenai ekonomi meskipun Kongres meloloskan debt‐cutting measure dalam tenggang waktu untuk menghindari default pada konsumen tertinggi minyak didunia ini. U.S.
September crude <CLU1> berkurang $1.10 untuk di settle ke level $93.79 per barrel, level terendahnya sejak penutupan 28 Juni, setelah berayun dari level $93.17 menuju $95.68, crisscrossing pada 200‐day moving average di level $95.00.
• Sterling mencapai level tertinggi dalam dua bulannya terhadap euro Selasa lalu karena mata uang tunggal tertekan berkenaan dengan mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai utang zona euro dan menyebarnya resiko pada negara‐negara seperti Spanyol dan Italia.
• Meskipun kenaikan terhadap euro, pound merosot terhadap penguatan dollar AS, anjlok dari traksi penguatan meskipun membaiknya dari ekspektasi data aktivitas konstruksi Inggris.
• Sterling <GBP=D4> turun 0.1 persen ke level $1.6270 versus dollar AS. Telah melemah ke level $1.6244, tetapi permintaan dari Eropa membantu untuk mendorongnya, menjaga pound diatas level utama technical support $1.6257, the 100‐day moving average.
• Pertumbuhan industri konstruksi Inggris bertahan menguat pada bulan Juli, menghindari pengulangan data yang mengejutkan pada manufaktur dan ritel yang menaikkan kekhawatiran kedepannya pada perlambatan recovery ekonomi.
Tuesday, August 2, 2011
Headline News 02.08.11
U.S. & GLOBAL
• Harga saham dan komoditas merosot Senin lalu dari pelemahan data factory, tetapi pelemahan terbagi pada akhirnya dan mengemukanya kembali harapan anggota dewan di Washington yang kemungkinan menyetujui kenaikan pada debt ceiling AS.
• Bursa saham AS menekan dari kenaikan 1 persen pada pembukaannya menuju pelemahan 1 persen setelah indeks manufaktur dari Institute for Supply Management bulan Juli mencapai level terendahnya dalam dua tahun. Gambaran ketidakpastian pada pasar, indeks blue‐chip Dow ditutup hampir flat. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> berkurang 10.75 poin, atau 0.09 persen, ke level 12,132.49. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> turun 5.34 poin, atau 0.41 persen, ke level 1,286.94. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 11.77 poin, atau 0.43 persen, ke level 2,744.61.
• Pemimpin Kongres bergegas untuk mendapatkan dukungan yang cukup dari skeptisnya anggota dewan untuk mendorong pada menit‐menit terakhir kesepakatan untuk menaikkan borrowing limit AS dan menghindari default pada utangnya. Voting diekspektasi berikutnya pada Senin atau Selasa pagi, dan Vice President Joe Biden diprediksi melanjutkannya.
• Indeks utama saham Inggris melemah 0.7 persen Senin lalu setelah pergerakan yang seperti roller‐coaster, dengan awalnya menguat dari gambaran mengenai kesepakatan utang AS yang menghapus pelemahan data ISM yang mana menyoroti kembali kegoyahan ekonomi AS. Pada penutupan, indeks FTSE 100 <.FTSE> berkurang 40.76 poin, atau 0.7 persen ke level 5,774.43, yang telah berbalik dari penguatan kembali triple‐ digit session diatas level 5,900.
• Bursa saham dunia yang diukur oleh indeks MSCI <.MIWD00000PUS> merosot 0.45 persen dengan saham‐saham dari emerging market <.MSCIEF> naik 0.8 persen.
• Swiss franc melejit Senin lalu dan dollar AS mengalami rally terhadap euro, dengan permintaan pada mata uang safe‐haven mengarah pada berlanjutnya permasalahan mengenai perlambatan ekonomi dan kemungkinan pemangkasan peringkat utang AS. Dollar AS dan euro mencapai level terendahnya terhadap Swiss franc, sementara itu mata uang tunggal anjlok 0.7 persen versus the greenback. Terhadap yen <JPY=>, mata uang AS terakhir melemah 0.25 persen ke level 77.19 setelah pada awalnya mencapai level terendahnya yang lebih dari 4 bulan pada memuncaknya kekhawatiran intervensi dari Jepang.
• Harga Tresuri AS mengalami rally Senin lalu karena permasalahan outlook pada AS dan ekonomi global merangsang hasrat pada obligasi pemerintah sebagai safe‐haven, yang membawa yields ke level terendahnya yang lebih dari delapan bulan.
• Harga emas naik ke level tertingginya Senin lalu, yang menghapus penurunan pada awalnya setelah data menunjukkan perlambatan pada aktivitas manufaktur AS yang menggambarkan bahwa the Fed kemungkinan melonggarkan kebijakan moneter kedepannya untuk menstimulasi perekonomiannya. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,629.41 per ons pada pukul 11:30 a.m. EDT (1530 GMT), yang mendekati level tertingginya Jumat lalu $1,632.30.
• Minyak mentah melemah Senin lalu, membalikkan kenaikan dari pelemahan data manufaktur AS dan penguatan dollar AS menekan harga minyak yang terdorong pada awalnya dari kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> anjlok 85 sen untuk di settle ke level $94.89 per barrel, level penutupan terendahnya sejak akhir Juni lalu.
• Sterling melemah secara luas Senin lalu setelah data Inggris menunjukkan aktivitas manufacturing merosot pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam dua tahun, yang mengarahkan sulitnya perekonomian Inggris yang kemungkinan untuk menekan mata uangnya.
• Trader mengatakan pound berada dalam tekanan kedepannya pada sore harinya karena mata uang safe‐haven seperti Swiss franc dan yen outperformed dalam perdagangan yang tipis tersebut.
• Sterling <GBP=D4> merosot ke level terendahnya $1.6284 terhadap dollar pada sore harinya, yang pada awalnya telah mencapai level tertinggi
dua bulannya $1.6477 ketika aset‐aset beresiko menunjukkan gambaran rally setelah Presiden AS Barack Obama mengatakan kesepakatan untuk
menaikkan borrowing limit AS telah disetujui.
• Harga saham dan komoditas merosot Senin lalu dari pelemahan data factory, tetapi pelemahan terbagi pada akhirnya dan mengemukanya kembali harapan anggota dewan di Washington yang kemungkinan menyetujui kenaikan pada debt ceiling AS.
• Bursa saham AS menekan dari kenaikan 1 persen pada pembukaannya menuju pelemahan 1 persen setelah indeks manufaktur dari Institute for Supply Management bulan Juli mencapai level terendahnya dalam dua tahun. Gambaran ketidakpastian pada pasar, indeks blue‐chip Dow ditutup hampir flat. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> berkurang 10.75 poin, atau 0.09 persen, ke level 12,132.49. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> turun 5.34 poin, atau 0.41 persen, ke level 1,286.94. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 11.77 poin, atau 0.43 persen, ke level 2,744.61.
• Pemimpin Kongres bergegas untuk mendapatkan dukungan yang cukup dari skeptisnya anggota dewan untuk mendorong pada menit‐menit terakhir kesepakatan untuk menaikkan borrowing limit AS dan menghindari default pada utangnya. Voting diekspektasi berikutnya pada Senin atau Selasa pagi, dan Vice President Joe Biden diprediksi melanjutkannya.
• Indeks utama saham Inggris melemah 0.7 persen Senin lalu setelah pergerakan yang seperti roller‐coaster, dengan awalnya menguat dari gambaran mengenai kesepakatan utang AS yang menghapus pelemahan data ISM yang mana menyoroti kembali kegoyahan ekonomi AS. Pada penutupan, indeks FTSE 100 <.FTSE> berkurang 40.76 poin, atau 0.7 persen ke level 5,774.43, yang telah berbalik dari penguatan kembali triple‐ digit session diatas level 5,900.
• Bursa saham dunia yang diukur oleh indeks MSCI <.MIWD00000PUS> merosot 0.45 persen dengan saham‐saham dari emerging market <.MSCIEF> naik 0.8 persen.
• Swiss franc melejit Senin lalu dan dollar AS mengalami rally terhadap euro, dengan permintaan pada mata uang safe‐haven mengarah pada berlanjutnya permasalahan mengenai perlambatan ekonomi dan kemungkinan pemangkasan peringkat utang AS. Dollar AS dan euro mencapai level terendahnya terhadap Swiss franc, sementara itu mata uang tunggal anjlok 0.7 persen versus the greenback. Terhadap yen <JPY=>, mata uang AS terakhir melemah 0.25 persen ke level 77.19 setelah pada awalnya mencapai level terendahnya yang lebih dari 4 bulan pada memuncaknya kekhawatiran intervensi dari Jepang.
• Harga Tresuri AS mengalami rally Senin lalu karena permasalahan outlook pada AS dan ekonomi global merangsang hasrat pada obligasi pemerintah sebagai safe‐haven, yang membawa yields ke level terendahnya yang lebih dari delapan bulan.
• Harga emas naik ke level tertingginya Senin lalu, yang menghapus penurunan pada awalnya setelah data menunjukkan perlambatan pada aktivitas manufaktur AS yang menggambarkan bahwa the Fed kemungkinan melonggarkan kebijakan moneter kedepannya untuk menstimulasi perekonomiannya. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,629.41 per ons pada pukul 11:30 a.m. EDT (1530 GMT), yang mendekati level tertingginya Jumat lalu $1,632.30.
• Minyak mentah melemah Senin lalu, membalikkan kenaikan dari pelemahan data manufaktur AS dan penguatan dollar AS menekan harga minyak yang terdorong pada awalnya dari kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> anjlok 85 sen untuk di settle ke level $94.89 per barrel, level penutupan terendahnya sejak akhir Juni lalu.
• Sterling melemah secara luas Senin lalu setelah data Inggris menunjukkan aktivitas manufacturing merosot pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam dua tahun, yang mengarahkan sulitnya perekonomian Inggris yang kemungkinan untuk menekan mata uangnya.
• Trader mengatakan pound berada dalam tekanan kedepannya pada sore harinya karena mata uang safe‐haven seperti Swiss franc dan yen outperformed dalam perdagangan yang tipis tersebut.
• Sterling <GBP=D4> merosot ke level terendahnya $1.6284 terhadap dollar pada sore harinya, yang pada awalnya telah mencapai level tertinggi
dua bulannya $1.6477 ketika aset‐aset beresiko menunjukkan gambaran rally setelah Presiden AS Barack Obama mengatakan kesepakatan untuk
menaikkan borrowing limit AS telah disetujui.
Monday, August 1, 2011
Headline News 01.08.11

U.S. & GLOBAL
• Bursa saham dunia melemah ke level mingguan terbesarnya yang hampir dalam setahun Jumat lalu karena investor mengarah pada aset‐aset safe‐haven dari kekhawatiran mengenai krisis sovereign debt pada keduanya Atlantic dan data yang menunjukkan kecilnya pertumbuhan ekonomi AS.
• Ekuitas dunia yang diukur dari MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> turun 0.5 persen. The benchmark index telah anjlok 2.9 persen minggu ini, penurunan mingguan terbesarnya sejak Agustus 2010. Bursa saham Eropa menutup minggu terburuknya sejak bulan Maret, dengan the pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.7 persen. Emerging market stocks <.MSCIEF> berkurang 0.7 persen.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 96.87 poin, atau 0.79 persen, ke level 12,143.24. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 8.39 poin, atau 0.65 persen, ke level 1,292.28. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 9.87 poin, atau 0.36 persen, ke level 2,756.38.
• House of Representatives AS Jumat lalu melewati Republican legislation yang menyediakan kenaikan $900 milyar jangka pendek pada batas nation's borrowing dengan voting 218‐210.
• Swiss franc, mata uang safe‐haven, naik ke level tertingginya terhadap keduanya dollar dan euro, dan emas melejit ke level tertingginya diatas $1,630 per ons.
• Dollar merosot ke level terendahnya yang pernah ada terhadap Swiss franc ke level 0.7853 <CHF=EBS>. Juga sempat mencapai level terendahnya terhadap yen ke level 76.85 pada trading platform EBS <JPY=EBS>, untuk ditutup berada dekat level terendahnya 76.25, dan meningkatnya kekhawatiran bahwa otoritas Jepang kemungkinan membendung penguatan mata uangnya. Dollar mencatatkan penurunan bulanan sekitar 4.5 persen terhadap yen, terbesar sejak Desember 2008. Telah melemah sekitar 6.4 persen terhadap Swiss franc pada bulan Juli – kinerja terburuk bulanannya sejak Desember 2010.
• Pelemahan data ekonomi AS menaikkan prospek kedepannya dari akomodasi moneter, mendorong permintaan pada emas dan obligasi pemerintah AS. Spot gold <XAU=> naik ke level tertingginya $1,632.30 per ons sebelum melemah kembali disekitar level $1,625. Obligasi bertenor sepuluh tahun <US10YT=RR> menguat 1‐11/32 pada harganya, yang mendorong yields 2.79 persen, dan obligasi 30‐tahun naik 2‐10/32, dengan yields berkurang 4.12 persen.
• Harga minyak mentah melemah Jumat lalu, yang mencatatkan penurunan mingguannya setelah data menunjukkan pelemahan pertumbuhan
ekonomi AS dan karena Kongres terus berdebat sebelum deadline 2 Agustus untuk menaikkan debt ceiling pemerintah dan menghindari default.
U.S. crude oil <CLc1> di settled turun $1.74 ke level $95.70 per barrel. U.S. crude berkurang 4.2 persen dalam mingguannya, menekan rangkaian kenaikan dalam empat minggunya. Dalam sebulan, front‐month crude berada pada kenaikan 28‐sen.
• Sterling naik ke level tertingginya dalam tujuh minggu terhadap pelemahan dollar Jumat lalu karena mata uang AS dibawah tekanan jual yang meluas setelah pertumbuhan ekonomi AS yang suam‐suam kuku dan karena pembicaraan anggota dewan AS pada kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling sebelum deadline 2 Agustus yang masih deadlocked.
• Pound naik 0.5 persen ke level $1.6462 <GBP=D4>, level terkuatnya sejak 9 Juni,mencatatkan kenaikan pada euro terhadap dollar AS.
• Prospek Irlandia pada recovery ekonomi masih tinggi bergantung pada kondisi eksternal meskipun kemajuan telah dibuat pada pemangkasan defisit bujet dan membuat ekonom lebih fleksibel, bank sentral negara tersebut mengatakannya.
Friday, July 29, 2011
Headline News 29.07.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa Wall Street ditutup melemah Rabu lalu karena diganggu oleh tanda‐tanda dari perusahaan‐perusahaan AS dan anjloknya permintaan pada manufactured goods tahan lama yang menakut‐nakuti investor yang telah khawatir mengenai terluntang‐lantungnya pembicaraan utang di Washington.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 198.75 poin, atau 1.59 persen, ke level 12,302.55. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 27.05 poin, atau 2.03 persen, ke level 1,304.89. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 75.17 poin, atau 2.65 persen, ke level 2,764.79.
• Saham‐saham sektor finansial membawa indeks utama Inggris melemah Rabu lalu, berkenaan dengan perhatian sangat dibagi oleh anggota dewan AS yang kemungkinan gagal untuk menyetujui kesepakatan untuk menghindari default pada utang negara tersebut. UK benchmark index <.FTSE> ditutup melemah 73.15 poin, atau 1.2 persen ke level 5,856.58, kendatipun pada volume perdagangan yang tipis. Berlanjutnya kebuntuan oleh politisi AS telah mendorong fund managers untuk menghindari ekuitas.
• Dollar AS rebound Rabu lalu karena investor istirahat sejenak dari aksi jual,meskipun ketidakpastian disekitar negosiasi utang AS yang seharusnya menjaga rally pada jangka pendek. Pada perdagangan sore harinya, dollar AS naik 0.1 persen versus Swiss franc, setelah pada awalnya tertekan ke level terendahnya 0.7996 <CHF=EBS> pada EBS trading platform. Tetapi dollar juga kemudian rebounded dan rally terhadap euro karena investor melakukan aksi ambil untung terhadap the greenback.
• Harga Tresuri AS merosot Rabu lalu dari tidak menariknya lelang obligasi bertenor lima tahun dan permasalahan peringkat utang AS yang akan diturunkan karena Washington sedang berjuang untuk menaikkan debt ceiling AS.
• Emas melemah Rabu lalu setelah mencapai level tertingginya yang mendekati $1,630 per ons, karena meluasnya aksi jual pada aset‐aset beresiko yang mendorong bullion investors melakukan aksi ambil untung ditengah meningkatnya kekhawatiran mengenai default utang AS. Spot gold <XAU=> anjlok 0.4 persen ke level $1,613.05 pada pukul 2:53 p.m. EDT (1853 GMT), setelah rally dari level tertingginya $1,628 per ons.
• Harga minyak mentah AS merosot lebih dari 2 persen Rabu lalu setelah kenaikan yang mengejutkan pada inventori domestik dan permasalahan mengenai kegelisahan debat mengenai batas utang yang kemungkinan menahan pertumbuhan ekonomi. Pada New York Mercantile Exchange, September crude <CLU1> berkurang $2.19, atau 2.2 persen, untuk di settle ke level $97.40 per barrel, yang diperdagangkan dari level $97.28 hingga $99.50.
• Sterling merosot tipis Rabu lalu setelah mengecewakannya data factory Inggris, tetapi masih dalam level tertingginya enam minggu terhadap pelemahan dollar dan kelihatan mengimbangi untuk mempertahankan dukungan pada ketidakhadiran kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS.
• Pound turun 0.2 persen ke level $1.6386 <GBP=D4>, menghentikan kenaikan level $1.6440 yang terjadi overnight, setelah survei Confederation of British Industry pada total order book balance melemah menjadi ‐10 bulan ini dari +1 pada bulan Juni, jauh dibawah perkiraan ‐2.
• Factory orders Inggris melemah tajam dari perkiraannya bulan Juli dan menekan harga ke poin terendahnya dalam 1‐1/2 tahun, sementara itu ekspektasi industri melambat pada manufacturing untuk berlanjutnya pada bulan mendatang.
• Menghadapi mandeknya ekonomi, kemungkinan bahwa Bank of England akan meluncurkan putaran kedua pada pembelian obligasi pemerintah, menurut polling Reuters terakhir.
Thursday, July 28, 2011
Headline News 28.07.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa Wall Street ditutup melemah Rabu lalu karena diganggu oleh tanda‐tanda dari perusahaan‐perusahaan AS dan anjloknya permintaan pada manufactured goods tahan lama yang menakut‐nakuti investor yang telah khawatir mengenai terluntang‐lantungnya pembicaraan utang di Washington.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 198.75 poin, atau 1.59 persen, ke level 12,302.55. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> melemah 27.05 poin, atau 2.03 persen, ke level 1,304.89. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 75.17 poin, atau 2.65 persen, ke level 2,764.79.
• Saham‐saham sektor finansial membawa indeks utama Inggris melemah Rabu lalu, berkenaan dengan perhatian sangat dibagi oleh anggota dewan AS yang kemungkinan gagal untuk menyetujui kesepakatan untuk menghindari default pada utang negara tersebut. UK benchmark index <.FTSE> ditutup melemah 73.15 poin, atau 1.2 persen ke level 5,856.58, kendatipun pada volume perdagangan yang tipis. Berlanjutnya kebuntuan oleh politisi AS telah mendorong fund managers untuk menghindari ekuitas.
• Dollar AS rebound Rabu lalu karena investor istirahat sejenak dari aksi jual,meskipun ketidakpastian disekitar negosiasi utang AS yang seharusnya menjaga rally pada jangka pendek. Pada perdagangan sore harinya, dollar AS naik 0.1 persen versus Swiss franc, setelah pada awalnya tertekan ke level terendahnya 0.7996 <CHF=EBS> pada EBS trading platform. Tetapi dollar juga kemudian rebounded dan rally terhadap euro karena investor melakukan aksi ambil untung terhadap the greenback.
• Harga Tresuri AS merosot Rabu lalu dari tidak menariknya lelang obligasi bertenor lima tahun dan permasalahan peringkat utang AS yang akan diturunkan karena Washington sedang berjuang untuk menaikkan debt ceiling AS.
• Emas melemah Rabu lalu setelah mencapai level tertingginya yang mendekati $1,630 per ons, karena meluasnya aksi jual pada aset‐aset beresiko yang mendorong bullion investors melakukan aksi ambil untung ditengah meningkatnya kekhawatiran mengenai default utang AS. Spot gold <XAU=> anjlok 0.4 persen ke level $1,613.05 pada pukul 2:53 p.m. EDT (1853 GMT), setelah rally dari level tertingginya $1,628 per ons.
• Harga minyak mentah AS merosot lebih dari 2 persen Rabu lalu setelah kenaikan yang mengejutkan pada inventori domestik dan permasalahan mengenai kegelisahan debat mengenai batas utang yang kemungkinan menahan pertumbuhan ekonomi. Pada New York Mercantile Exchange, September crude <CLU1> berkurang $2.19, atau 2.2 persen, untuk di settle ke level $97.40 per barrel, yang diperdagangkan dari level $97.28 hingga $99.50.
• Sterling merosot tipis Rabu lalu setelah mengecewakannya data factory Inggris, tetapi masih dalam level tertingginya enam minggu terhadap pelemahan dollar dan kelihatan mengimbangi untuk mempertahankan dukungan pada ketidakhadiran kesepakatan untuk menaikkan debt ceiling AS.
• Pound turun 0.2 persen ke level $1.6386 <GBP=D4>, menghentikan kenaikan level $1.6440 yang terjadi overnight, setelah survei Confederation of British Industry pada total order book balance melemah menjadi ‐10 bulan ini dari +1 pada bulan Juni, jauh dibawah perkiraan ‐2.
• Factory orders Inggris melemah tajam dari perkiraannya bulan Juli dan menekan harga ke poin terendahnya dalam 1‐1/2 tahun, sementara itu ekspektasi industri melambat pada manufacturing untuk berlanjutnya pada bulan mendatang.
• Menghadapi mandeknya ekonomi, kemungkinan bahwa Bank of England akan meluncurkan putaran kedua pada pembelian obligasi pemerintah, menurut polling Reuters terakhir.
Tuesday, July 26, 2011
Headline News 26.07.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham AS merosot Senin lalu karena anggota parlemen tetap pada kebuntuan atas kenaikan debt ceiling untuk menghindari default, tetapi investor meyakini janji yang akan tercapai sebelum minggu depan waktu deadline.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 88.36 poin, atau 0.70 persen, ke level 12,592.80. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> turun 7.56 poin, atau 0.56 persen, ke level 1,337.46. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 16.03 poin, atau 0.56 persen, ke level 2,842.80.
• MSCI's all‐country world equity index <.MIWO00000PUS> merosot 0.5 persen. Bursa saham Eropa juga anjlok, menghentikan rangkaian kenaikan empat harinya, dengan pan‐European FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup melemah 0.4 persen ke level 1,104.74.
• Indeks utama saham Inggris menurun kembali Senin lalu, ditekan oleh pelemahan saham‐saham finansial karena kekhawatiran dari kemungkinan default utang dari AS, dengan perhatian investor beralih pada saham‐saham pertambangan logam mulia dan dan sektor‐sektor yang defensif.
Pada penutupan, indeks FTSE 100 <.FTSE> melemah 9.76 poin, atau 0.2 persen ke level 5,925.26, menghentikan rangkaian kenaikan rally empat harinya yang lebih dari 3 persen, tetapi bertahan pada level 5,900.
• Dollar AS anjlok ke level terendahnya yang pernah ada terhadap Swiss franc dan level terendahnya empat bulan versus yen Senin lalu karena kebuntuan anggota parlemen AS berkenaan dengan rencana utang yang menyebabkan investor untuk mencari alternatif safe‐haven currencies.
Secara keseluruhan Swiss franc mendapatkan permintaan terbesar dari safe havens, menekan dollar AS ke level terendahnya yang pernah ada 0.80210 francs pada trading platform EBS <CHF=EBS>. Dollar AS anjlok tiga dari empat hari terakhirnya terhadap mata uang Swiss. Terakhir diperdagangkan pada level 0.8058, merosot 1.5 persen dalam hariannya.
• Investor melakukan aksi jual pada Tresuri AS Senin lalu setelah pembicaraan dua partai di Washington untuk memangkas defisit AS dan menaikkan batas legal borrowing dan partai Demokrat dan Republik diatur untuk bekerja pada rencana terpisah.
• Emas naik mencapai level tertingginya diatas level $1,620 per ons Senin lalu, karena kebuntuan dalam pembicaraan di Washington yang mendorong investor untuk melakukan aksi beli logam mulia sebagai safe haven terhadap resiko yang mengancam peringkat utang AS atau default. Spot gold <XAU=> mencapai level tertingginya $1,622.49 per ons dan naik 0.8 persen ke level $1,611.75 per ons pada pukul 2:27 p.m. EDT (1827 GMT).
• Harga minyak mentah merosot Senin lalu karena ketidakmampuan pada kongres AS untuk mencapai kesepakatan dari kenaikan batas utang pemerintah yang membuat kekhawatiran investor pada aset‐aset beresiko dan permasalahan mengenai ekonomi global. U.S. September crude <CLc1> anjlok 67 sen untuk di settle pada level $99.20 per barrel, recover dari level terendahnya pda awalnya $98.52.
• Sterling merosot dari level puncaknya terhadap dollar AS Senin lalu, dengan investor khawatir tekanan pada pound menguat dari kasus selanjutnya pada data aktivitas Inggris melemah dari ekspektasi.
• Sterling <GBP=D4> terakhir diperdagangkan pada level $1.6285, yang telah mencapai level
puncaknya dalam lima minggu $1.6345 di sesi Asia dari meningkatnya kekhawatiran mengenai default utang AS.
• Trader mengatakan sterling diatas $1.63 kelihatan rapuh untuk adanya koreksi penurunnya, khususnya jika gross domestic product (GDP) kuartal kedua Selasa ini mengecewakan.
• Ekonomi Inggris diekspektasi untuk memiliki pertumbuhan 0.2 persen lebih berkenaan dengan kuartal sebelumnya, tetapi penurunan angka dapat mendorong ekspektasi stimulus moneter berikutnya dari Bank of England.
Monday, July 25, 2011
Headline News 25.07.11
U.S. & GLOBAL
• Investor melakukan aksi beli pada saham‐saham teknologi Jumat lalu karena menjanjikannya earning perusahaan‐perusahaan chipmaker dan optimisme bahwa solusi dari gambaran utang AS yang dipicu oleh pergerakan pada saham‐saham yang berorientasi pertumbuhan (ekonomi).
• Indeks Dow bertahan oleh saham Caterpillar Inc <CAT.N>, dengan saham‐saham perusahaan pembuat heavy equipment membuat penurunan 5.8 persen dari kekecewaan pada hasil earning. Saham‐saham tersebut menekan sebesar 48.6‐poin pada indeks Dow, yang mana merosot 43 poin.
Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> anjlok 43.25 poin, atau 0.34 persen, ke level 12,681.16. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 1.22 poin, atau 0.09 persen, ke level 1,345.02. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 24.40 poin, atau 0.86 persen, ke level 2,858.83.
• The MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> melejit 0.34 persen dalam hariannya dan naik 2.67 persen dalam mingguannya. Indeks saham Eropa <.FTEU3> ditutup meningkat 0.52 persen, naik 2 persen dalam mingguannya, sementara itu emerging stocks <.MSCIEF> bertambah 0.92 persen, melejit 1.60 persen dalam mingguannya.
• Dollar AS merosot ke level terendahnya dalam empat bulan ke level 78.22 yen pada EBS electronic trading platform <JPY=EBS>, level terendahnya sejak intervensi gabungan G7 pada pertengahan Maret untuk menahan penguatan yen, sebelum recover ke level 78.382 yen, naik 0.25 persen dalam hariannya.
• Obligasi AS bertenor 10 tahun <US10YT=RR> naik 14/32 dalam harganya dengan yield sebesar 2.96 persen, turun 5 basis poin dari Kamis sebelumnya. Meskipun perdagangan yang choppy berkenaan dengan kekhawatiran mengenai kemungkinan default pada utang AS, yield obligasi bertenor 10‐tahun anjlok dalam perdagangan rentang yang sempit dan bertahan pada level yang menandai confidence pada kelayakan kredit/utang AS.

• Brent crude oil naik 1 persen ke level puncaknya $118 pada perdagangan yang tipis Jumat lalu, didorong oleh kesepakatan bail out Eropa untuk Yunani dan oleh spread buying yang mana memperlebar gap antara crude London dan AS. U.S. crude <CLc1> naik ke dalam rangkaian empat harinya berturut‐turut, untuk di settling naik 74 sen atau ke level $99.87 per barrel, level penutupan tertingginya dalam enam minggu.
• Sterling mengambil napas dulu Jumat lalu, merosot dari level tertingginya lima minggu terhadap dollar AS, tetapi mencatatkan kinerja terbaik mingguannya sejak akhir bulan Mei karena investor bersorak pada kesepakatan zona euro pada Yunani.
• Telah berjalan bertahan pada aksi ambil untung dari level tertingginya dan terakhir diperdagangkan flat terhadap dollar AS pada level $1.6312 <GBP=D4>, menghentikan level tertingginya lima minggu $1.6344 yang tercapai Kamis lalu. Telah naik mendekati 1 persen minggu ini.
• Trader mencatatkan level pembelian baru‐baru ini $1.6260 dengan intra‐day stops dibawah level $1.6250.
• Negara‐negara zona euro telah menyetujui untuk tetap menandai Irlandia hingga 2013 jika ini tidak dapat menekan pasar obligasi, Menteri Keuangan Michael Noonan mengatakan Jumat lalu, menandai untuk pertama kalinya kekhawatiran mengenai kemampuan Irlandia untuk mendapatkan kembali economic sovereignty.
Subscribe to:
Posts (Atom)







