title cover
Thursday, September 8, 2011
Headline News 08.09.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham dunia dan euro rally Rabu lalu dan emas merosot dari level tertingginya dari keputusan yang mendukung usaha pemerintah Jerman untuk mem‐bail out krisis yang melanda zona euro. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 2.7 persen dalam hariannya setelah mencapai level terendahnya sejak 22 Agustus. Indeks masih melemah sekitar 9 persen dalam tahunannya.
• Bursa Wall Street menguat lebih dari 2 persen Rabu lalu, membalikkan penurunan tiga harinya setelah Germany's top court melancarkan jalan untuk partisipasi Jerman dalam bailouts yang dapat menenangkan krisis utang Eropa.
• Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 33.38 poin, atau 2.86 persen, ke level 1,198.62. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup menguat 275.56 poin, atau 2.47 persen, ke level 11,414.86, dan indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melonjak 75.11 poin, atau 3.04 persen, ke level 2,548.94.
• Euro rally Rabu lalu karena kekhawatiran sovereign debt mereda sementara setelah German court mendukung peran negaranya dalam mem‐bailouts zona euro, meskipun kenaikan kemungkinan terbatas kedepannya dari adanya European Central Bank meeting. Pada akhir perdagangan, euro meningkat 0.7 persen dalam hariannya ke level $1.40990 <EUR=EBS> pada electronic trading platform EBS, menghentikan level tertingginya $1.41504 yang sempat terjadi setelah keputusan dari German Constitutional Court's. Euro walaupun demikian masih merosot 2.0 persen pada bulan ini.
• Swiss franc, yang bersamaan dengan emas telah menjadi pilihan safe‐haven bagi investor, bertahan untuk ditutup ke level 1.20 per euro <EURCHF=R> pada target Selasa lalu dari Swiss central bank yang melemahkan the franc dan menghindari resesi.
• Harga Tresuri AS melemah Rabu lalu karena investor keluar dari pasar Tresuri, dengan tingginya harga saham dan laporan ringan dari perekonomian AS yang mengarah pada ultra‐safe, yang menghasilkan kekurang tertarikan pada low‐yielding securities.
• Emas ditutup merosot 3 persen Rabu lalu karena investor melakukan aksi jual logam mulia dan membeli saham‐saham setelah German court menurunkan hambatan pada partisipasi Jerman dalam mem‐bailouts zona euro. Pada pukul 4.00 p.m. EDT (2000 GMT), spot emas berada disekitar level $1,815 per ons, anjlok $57 dari level yang terlihat pada penutupan New York Selasa lalu. Telah tertekan ke level teredahnya $1,793.19 Rabu kemarin.
• Crude oil futures AS memperluas kenaikannya Rabu lalu setelah American Petroleum Institute melaporkan bahwa persediaan crude domestik merosot 3 juta barrel minggu lalu, jauh dari perkiraannya. Harga minyak mentah naik lebih dari $3 ke level tertingginya dalam lima minggu Rabu lalu, didorong oleh turunnya produksi pada Teluk Meksiko. U.S. crude <CLc1> melejit $3.32 untuk di settle ke level $89.34 per barrel dan juga meningkat pada perdagangan post‐settlement untuk mencatatkan level tertingginya dalam lima minggu $90.48.
• Sterling anjlok secara meluas terhadap penguatan euro Rabu lalu, dan berada dekat level terendahnya dalam tujuh minggu terhadap dollar AS dari spekulasi bahwa pelemahan data Inggris baru‐baru ini akhirnya mungkin menyebabkan Bank of England mengarah pada stimulus moneter berikutnya.
• BoE di ekspektasi untuk menahan tingkat suku bunga pada level terendahnya 0.5 persen dan menahan diri dari program penambahan pembelian obligasi ketika berakhirnya policy meeting Kamis ini.
• Sebuah polling Reuters menunjukkan ekspektasi para ekonom bahwa bank sentral Inggris akan menahan tingkat suku bunga hingga akhir tahun 2012, sementara itu 35 persen peluang BoE akan mengarah pada pembelian aset untuk mendukung kelesuan ekonominya.
• Sterling <GBP=D4> flat ke level $1.5936 setelah pada awalnya naik ke level $1.6040 dengan kuatnya aksi jual yang mengarah pada level $1.6020,
dan menekan pound melalui level terendah tujuh minggunya $1.5921 yang tercapai Selasa lalu.
• Euro <EURGBP=D4> naik ke 0.4 persen dalam hariannya ke level 88.28 pence sebelum merosot disekitar level 88.17 pence. Kenaikannya terbatas oleh technical resistance disekitar level 88.15‐20
pence, kisaran yang termasuk dalam 100‐ dan 55‐harian moving averages.
• Perekonomian Inggris membuat pelemahan awalnya pada kuartal ketiga pada bulan Juli, dengan industrial production melemah tidak seperti yang diharapkan berkenaan dengan penurunan yang tajam pada ekstraksi minyak dan gas yang menekan kenaikan pada manufaktur.
• Menteri keuangan Irlandia memperingatkan bahwa dana bailout zona euro terlalu kecil dan mendesak pemerintah Eropa untuk secepatnya mengimplementasikan semua kesepakatan yang dibuat pada summit bulan Juli lalu.
Wednesday, September 7, 2011
Headline News 07.09.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham global merosot Selasa lalu dari kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang Eropa, sementara itu bank sentral Swiss membatasi gerak dari mata uangnya yang menyebabkan penurunan 10 persen pada the franc terhadap euro.
• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI <.MIWO00000PUS> anjlok 1 persen.
• Bursa Wall Street, setelah penurunan lebih dari 2 persen pada awalnya, ditutup merosot kurang dari 1 persen setelah libur tiga harinya, dengan laporan jobs Jumat sebelumnya, yang menunjukkan pertumbuhan jobs pada titik terendahnya, yang juga memukul confidence investor.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 100.96 poin, atau 0.90 persen, ke level 11,139.30. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 8.73 poin, atau 0.74 persen, ke level 1,165.24. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 6.50 poin, atau 0.26 persen, ke level
2,473.83.
• Swiss franc anjlok mendekati 10 persen terhadap euro Selasa lalu, menutup kenaikan empat harinya, setelah bank sentral Swiss mengguncang pasar dengan menetapkan batas berapa besar mata uang dapat menguat terhadap mata uang tunggal tersebut.
• Euro terakhir naik 8.9 persen ke level 1.20700 francs.
• Dollar AS menguat ke level 0.86250 franc <CHF=EBS> pada data EBS dan terakhir diperdagangkan naik 9.5 persen ke level 0.86180 franc, menghentak penurunan empat harinya terhadap the franc.
• Harga Tresuri AS dengan tenor jangka panjang naik Selasa lalu karena kebanyakan investor memperkirakan bahwa the Fed akan segera melakukan pembelian obligasi bertenor 30‐tahun, sementara itu kekhawatiran terkini dari Eropa mendorong pada safety bid.
• Harga emas melonjak ke level tertingginya Selasa lalu setelah Swiss mem‐pegged mata uangnya terhadap euro, sebelum ditutup melemah karena aksi ambil untung investor. Pada pukul 3:35 p.m. EDT (1935 GMT), emas <XAU=> melejit ke level $1,880 per ons, turun 1 persen dari perdagangan sore hari di New York. Juga telah menghentikan level tertinggi $1,920.30 yang terjadi pada awal Selasa lalu.
• Brent crude naik Selasa lalu, setelah rangkaian penurunan tiga harinya, karena pengetatan pasokan North Sea, berlanjutnya ketidakpastian mengenai Libya's oil dan ancaman iklim topis yang mendorong kenaikan harga. U.S. oil ditutup merosot, tetapi naik dari level terendahnya,
karena National Hurricane Center memonitor dua sistem bertekanan rendah, satu di Teluk Meksiko dan lainnya di Atlantik, yang dapat berbalik pada siklon tropis. U.S. October crude <CLc1> melemah 43 sen untuk di settle ke level $86.02 per barrel, setelah diperdagangkan dari level $83.20
to $86.50.
• Sterling merosot ke level terendahnya dalam 7‐minggu terhadap dollar AS Selasa lalu, dengan pound berada dibawah tekanan dari rangkaian pelemahan data Inggris dan karena dollar AS didorong dari memburuknya risk sentiment.
• Sterling anjlok ke level $1.6036 <GBP=D4>, level terendahnya sejak 18 Juli, untuk diperdagangkan melemah sekitar 0.5 persen dalam hariannya.
• Dollar AS diperdagangkan naik secara luas terhadap currency basket, meningkat 0.7 persen dalam hariannya. <.DXY>
• Penjualan ritel Inggris melemah bulan lalu karena kekurangan uang tunai pada konsumen yang membeli barang‐barang tidak penting seperti barang‐barang rumah tangga atau furnitur, British Retail Consortium mengatakannya.
• Konsumen Irlandia masih optimis pada bulan Agustus meskipun gelombang pada gejolak global yang menekan sentimen konsumen di AS dan Eropa.
• Hari ini data Inggris yang bisa dipantau adalah industrial production dan manufacturing production.
Tuesday, September 6, 2011
Headline News 06.09.11
• Bursa saham Eropa anjlok 4 persen Senin lalu, dengan saham‐saham perbankan turun ke level terendahnya yang lebih dalam dua tahun, karena kekhawatiran mengenai masa yang akan datang dari bubbled up zona euro yang dilatarbelakangi terhadap pelemahan pertumbuhan ekonomi dan ancaman pada sektor perbankan.
• Indeks MSCI all country world equity <.MIWD00000PUS> melemah 2.0 persen dalam hariannya, bersamaan dengan indeks Nikkei Jepang <.N225> yang anjlok 1.9 persen berkenaan dengan data jobs AS Jumat lalu. Bursa saham Eropa <.FTEU3> ditutup merosot 4.06 persen, dengan sektor perbankan <.SX7P> anjlok mendekati 6 persen ke level terendahnya 29‐bulan.
• Euro merosot secara meluas, dengan permasalahan utang zona euro dan ketidakpastian politik di Jerman yang mendorong kenaikan (keduanya) pada dollar AS dan safe‐haven Swiss franc. Mata uang tunggal tersebut anjlok ke level $1.4065 pada trading platform EBS, level terendahnya sejak 5 Agust. Trader mengatakan option‐related bids pada level $1.4100 telah memberikan arah dan stop yang akan memicu melalui level $1.4080 karena liburan publik di AS yang membuat volume perdagangan tipis.
• Kekhawatiran mengenai defisit (utang) publik di Yunani dan Italia dan pemilu regional dari kekalahan partai berkuasa di Jerman membuat keraguan pada kemampuan zona euro untuk menangani krisis utangnya.
• Bursa Wall Street ditutup dengan adanya liburan tetapi adalah tidak mungkin bahwa investor AS akan berada dalam mood positif dari data yang dirilis menjelang akhir pekan panjangnya yang menunjukkan bahwa pertumbuhan employment AS terhenti pada bulan Agustus. Ini mendorong bahwa permasalahan mengenai negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut akan kembali mengalami resesi.
• Harga emas meningkat Senin lalu, kembali memecahkan level diatas $1,900 per ons, karena bertumbuhnya spekulasi bahwa AS kemungkinan mengimplementasikan kedepannya putaran dari monetary easing (QE3) setelah melemahnya data payrolls Jumat lalu, dan permasalahan mengenai krisis utang zona euro yang mengemuka kembali. Spot emas <XAU=> melejit 0.9 persen ke level $1,900.10 per ons pada pukul 1540 GMT, yang pada awalnya telah mencapai level tertingginya $1,902.70. Ini merupakan komoditas dengan kinerja terbaiknya dalam tahun ini, naik sekitar sepertiganya pada tahun 2011 ini.
• Brent crude oil merosot menuju level $110 per barrel Senin lalu karena kekhawatiran mengenai resesi AS yang berikutnya dan melambatnya pertumbuhan dimanapun yang menambah prospek merosotnya permintaan akan bahan bakar. U.S. crude futures <CLc1> merosot $2.40 ke level $84.05 per barrel. Volume perdagangan relatif tipis berkenaan dengan pasar AS yang mengalami liburan (Labor Day).
• Sterling terpukul ke level terendahnya dalam 1‐1/2 bulan terhadap dollar AS Senin lalu setelah data
menunjukkan penurunan tajam pada sektor jasa di Inggris, mendorong spekulasi Bank of England kemungkinan berusaha untuk putaran pembelian aset berikutnya untuk mendorong perekonomiannya.
• Pound juga melemah terhadap mata uang laninnya yang kemungkinan untuk mengarah pada resesi setelah pelemahan data AS dan meningkatnya permasalahan mengenai utang zona euro dan permasalahan sektor perbankan.
• Pound melemah mendekati 1 persen dalam hariannya ke level $1.6061 <GBP=D4>, level terendahnya sejak 19 Juli. Penutupan dibawah 200‐day moving average ke level $1.6123 akan terlihat sebagai technically bearish dan dapat dilihat targetnya yang bergerak kearah level $1.6000. Terakhir diperdagangkan pada level $1.6098.
• Aktivitas sektor jasa di Inggris secara dominan melambat dengan cepat yang lebih dari satu dekade bulan lalu, dan peningkatan dalam confidence pada future business mengalami pelemahan dalam level terendahnya satu tahun, menambah bukti pada melambatnya recovery
ekonomi.
Monday, September 5, 2011
Headline News 05.09.11
U.S. & GLOBAL
• Kemelut pada pasar tenaga kerja AS mengarahkan pada kekhawatiran pada terjadinya resesi Jumat lalu, menekan investor melepas saham‐sahamnya dan masuk pada safety dari obligasi, emas dan Swiss franc.
• Saham‐saham pada bursa Wall Street dan bursa utama lainnya ditutup melemah lebih dari 2 persen setelah Labor Department AS mengatakan para majikan tidak menambah adanya pekerjaan baru bulan lalu secara total untuk bulan Juli mengalami revisi penurunan (tenaga kerja). Pasar ekuitas AS melemah ke dalam penurunan terbesarnya dalam dua minggu.
• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 253.31 poin, atau 2.20 persen, ke level 11,240.26. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> merosot 30.45 poin, atau 2.53 persen, ke level 1,173.97. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> turun 66.71 poin, atau 2.58 persen, ke level 2,480.33.
• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> merosot 2.3 persen sementara itu bursa saham Eropa <.FTEU3> anjlok 2.5 persen. Emerging stocks <.MSCIEF> turun hingga 1.6 persen.
• Pada perdagangan pasar mata uang, Swiss franc <CHF=> meningkat mendekati 1 persen ke level 0.7898 terhadap dollar AS setelah mencapai level tertingginya 0.7959.
• Euro <EUR=> merosot mendekati level $1.419, yang telah mencapai level terendah tiga minggunya $1.418 pada awalnya dari konfirmasi bahwa Yunani akan meleset dari target defisit 2011 sebesar 7.6 persen dan ketidakpastian berkenaan dengan komitmen Italia pada austerity measures.
• Reaksi terbesar berasal dari pasar Tresuri AS, dengan yield dari obligasi bertenor 30‐tahun tertekan pada level terendahnya dalam dua setengah tahun dari meningkatnya perkiraan pada suramnya data akan memaksa the Fed untuk mengambil langkah‐langkah tambahan untuk mendorong perekonomiannya (QE3).
• U.S. gold futures <GCZ1>di settled meningkat 2.6 persen, hanya berada pada level $1,877 per ons setelah level puncaknya $1,885 dalam harian.
• Harga minyak melemah Jumat lalu karena mandeknya pertumbuhan tingkat pekerjaan di AS pada bulan Agustus yang menyalakan kembali kekhawatiran untuk adanya resesi berikutnya, yang mana akan memperlambat permintaan minyak. Brent <LCOc1> anjlok hingga $1.96 per barrel untuk di settle ke level $112.33. U.S. crude <CLc1> telah merosot $2.90 ke level $86.03. U.S. crude <CLc1> anjlok $2.48 per barrel untuk di settle ke level $86.45 per barrel, pada volume perdagangan sekitar 37 persen dibawah rata‐rata 30‐harinya.
• Sterling melepaskan keuntungan sebelumnya terhadap dollar AS Jumat lalu karena mata uang AS diuntungkan dari permintaan safe‐haven setelah pertumbuhan jobs AS yang masih diperhatikan untuk mengkonfirmasi pelemahan ekonomi dan meningkatkan kekhawatiran mengenai outlook ekonomi global.
• Pound <GBP=D4> mencapai level terendahnya $1.6172, mengarah menuju level terendahnya dalam tiga minggu setelah data menunjukkan tidak adanya yang baru pada penciptaaan lapangan kerja AS bulan Agustus. Pound untuk ditutup ke level terendahnya dengan melemah 1 persen terhadap dollar AS.
• Euro <EURGBP=D4> turun 0.4 persen dalam level 87.76 pence, tertekan oleh pelemahan pada mata uang tunggal terhadap dollar AS yang mana naik ke level tertinggi hariannya terhadap currency basket pada akibat payrolls AS.
Friday, September 2, 2011
Headline News 02.09.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa Wall Street menghentikan rally empat harinya Kamis lalu karena investor kembali mewaspadai kedepannya laporan utama pasar tenaga kerja yang diekspektasi untuk mengarahkan kekhawatiran ekonomi yang dapat menuju resesi berikutnya.
• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 119.96 poin, atau 1.03 persen, ke level 11,493.57. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 14.47 poin, atau 1.19 persen, ke level 1,204.42. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 33.42 poin, atau 1.30 persen, ke level 2,546.04.
• Saham‐saham global yang diukur pada indeks MSCI all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, merosot 0.5 persen.
• Euro melemah terhadap major currencies Kamis lalu, ditekan oleh data yang menunjukkan kontraksi pada sektor manufaktur pada kebanyakan negara‐negara zona euro, sehari sebelum data laporan utama jobs AS yang dapat menambah kekhawatiran pasar mengenai resesi. Pada perdagangan sore harinya di New York, euro <EUR=EBS> berkurang 0.7 persen ke level $1.42697 pada electronic trading platform EBS.
• The franc menalami rally dan euro anjlok secara meluas karena membaik dari ekspektasinya data manufaktur AS sedikit meredakan mengenai permasalahan mundurnya ekonomi global.
• Obligasi pemerintah AS rally karena data memicu ketakutan suramnya laporan payrolls Jumat ini dan diperkirakan the Fed akan memperkenalan stimulus berikutnya (QE3) untuk menghindari resesi lainnya. Harga obligasi bertenor 30‐tahun melonjak 2 poin pada pertengahan sore Kamis lalu, karena trader memperkirakan pada memburuknya laporan government payrolls Jumat malam ini.
• Harga emas merosot Kamis lalu berkenaan menguatnya dollar AS dan membaik dari ekspektasinya data ekonomi AS yang menenangkan ketakutan pada resesi dan berkurangnya permintaan pada safe‐haven bullion. Spot emas <XAU=> melemah ke level $1,827.90 per ons pada pukul 1:35 p.m. EDT (1735 GMT), yang pada awalnya merosot ke level $1,815.15.
• Harga minyak mentah di London melemah Kamis lalu berkenaan dengan permasalahan ekonomi Eropa, sementara itu crude AS naik tipis karena terjadinya badai pada Teluk Meksiko yang menghentikan sekitar 6 persen pasokan dari daerah penghasil utama. U.S. crude <CLc1> meningkat 12 sen untuk di settle ke level $88.93 per barrel, setelah pada awalnya sempat menyentuh level tertingginya dalam empat minggu $89.81 per barrel.
• Sterling anjlok ke level terendahnya dalam tiga minggu terhadap dollar AS Kamis lalu setelah data aktivitas manufaktur menggambarkan rendahnya tingkat kesehatan ekonomi pada AS daripada Inggris, membuat rapuhnya pound pada pelemahan berikutnya.
• Pound terakhir merosot 0.6 persen ke level $1.6153 <GBP=D4>, menghentikan level $1.6132, level terendahnya sejak 11 Agustus. Telah anjlok setelah gambaran ISM yang menunjukkan aktivitas factory AS tumbuh sedikit pada bulan Agustus.
• Sterling pada awalnya merosot pada survei manufaktur Inggris, dipicu oleh stop‐losses untuk break level $1.6200, ungkap trader. Support pada level terendah Agustus $1.6111 dan $1.6101, 61.8 persen retracement pada rally Juli‐Agustus.
Thursday, September 1, 2011
Headline News 01.09.11
US & GLOBAL
- Bursa saham diseluruh dunia naik kedalam rangkaian empat harinya berturut‐turut Rabu lalu, memangkas penurunan tajamnya bulan Agustus karena harapan pada bantuan yang lebih dari the Fed yang mendorong aksi beli dalam ekuitas, oil dan metals.
- Pasar membalikkan penurunan tajam beberapa hari sebelumnya, rebound dari penurunannya beberapa minggu yang kelihatan pada bursa Wall Street dan bursa global yang mencatatkan kinerja terburuknya dalam 15 bulan.
- Bursa saham global, yang diwakili oleh indeks MSCI All World <.MIWD00000PUS>, menunjukkan penurunan 7.6 persen. Telah turun tajam pada indeksnya ke level teredahnya sejak Mei 2010.
- Pada penutupan, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 53.58 poin, atau 0.46 persen, ke level 11,613.53. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 5.97 poin, atau 0.49 persen, ke level 1,218.89. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 3.35 poin, atau 0.13 persen, ke level 2,579.46.
- Swiss franc mencatatkan kenaikan tajamnya terhadap euro dan dollar AS Rabu lalu setelah anggota petinggi pemerintah Swiss mengatakan akan menjauhi penguatan dari mata uangnya dan Swiss National Bank (SNB) bertahan menjauh dari intervensi.
- Penilaian kembali pada sepekulasi mata uang menekan euro anjlok 2.1 persen ke level 1.15920 francs pada electronic trading platform EBS <EURCHF=EBS>, sementar itu dollar AS merosot 1.7 persen ke level 0.80625 francs pada EBS <CHF=EBS>.
- Harga obligasi jangka panjang AS diperdagangkan melemah Rabu sore lalu, memperluas penurunan awalnya karena data ekonomi menenangkan beberapa kekhawatiran mengenai AS yang kedepannya dapat menghadapi resesi berikutnya.
- Harga emas turun tajam Rabu lalu karena pelemahan data private‐sector job dan aktivitas factory yang mendorong investor pada fokus dari harapan the Fed akan menggunakan tambahan stimulus (QE3) untuk mendorong perekonomiannya. Spot emas <XAU=> terakhir turun 0.7 persen ke level $1,823.79 per ons pada pukul 3.13 p.m. EDT (1913 GMT), yang secara singkat sempat menguat. Telah turun tajam ke level terendah hariannya $1,812.39 per ons. Selasa lalu emas naik 2.6 persen.
- U.S. October crude <CLc1> merosot 9 sen untuk di settle ke level $88.81. telah mencapai level tertinggi hariannya $89.54, tertinggi sejak 04 Agustus. Untuk bulan Agustus, U.S. front‐month crude anjlok 7.2 persen, penurunan tertingginya sejak harga anjlok 9.9 persen pada bulan Mei.
GOLD & COMMODITIES
- Harga emas melemah tipis 0,6% ke 1823.30 USD per troy ounce seiring meningkatnya minat investor pada aset beresiko ditengah penguatan bursa saham global.
- Namun demikian Emas tercatat mengalami penguatan bulanan terbesar dalam 2‐tahun terakhir, dengan kenaikan sekitar 12%. Kinerja tersebut kontras dengan pelemahan indeks S&P500 yang turun sebesar 6,1% selama Agustus.
- Harga emas tercatat mengalami penguatan sekitar 50% sejak The Fed menginisiasi program quantitative easing jilid‐2 Agustus 2010 silam.
- Permintaan emas dari India, negara konsumen terbesar emas dunia, diperkirakan akan meningkat 25% pada musim festival tahun ini, meskipun pada saat yang sama harga emas diperkirakan akan mterus menguat, demikian berdasarkan laporan dari Rajesh Export Ltd.
- Produsen perhiasan terbesar di India tersebut memperkirakan konsumsi emas berupa perhiasan, koin, medali dan juga emas batangan akan meningkat menjadi 250 metrik ton hingga 30 November mendatang, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 200 metrik ton.
- Musim pembelian emas di India dimulai dari Hari Raya Iedul fitri akhir Agustus ini hingga festival Diwali akhir Oktober mendatang.
- Berdasarkan jajak pendapat yang dilansir Bloomberg pada 20 Agustus lalu, mayoritas ekonom memperkirakan harga emas akan mencapai 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun. Investor cenderung menunggu harga emas cukup stabil untuk kembali menyusun rencana pembelian emas mereka.
- Perkiraan tersebut selaras dengan Deustche Bank yang memprediksi harga emas dunia akan mencapai level 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun seiring muramnya outlook pertumbuhan ekonomi global.
Wednesday, August 31, 2011
Headline News 31.08.11
- Emas, minyak dan obligasi menguat pada Selasa kemarin sementara Wall Street rebound ditengah kondisi perdagangan yang masih belum stabil, setelah minutes dari sidang The Fed tanggal 9 Agustus mendorong spekulasi bahwa dewan kebijakan akan melakukan langkah lanjutan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
- Saham AS jatuh sekitar 1% akibat rilis pesimis data consumer confidence AS sebelum menebus kembali kerugiannya dan ditutup menguat. Sedangkan harga minyak dan emas masing‐masing melonjak 2%, sementara Treasuries naik berkat sikap investor yang memburu aset‐aset aman ditengah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi.
- Consumer confidence di AS menembus level terendah 2 tahun di bulan Agustus dan harga rumah turun di bulan Juni dari bulan Mei karena pasar rumah masih bergerak perlahan ditengah kondisi depresi.
- Sedangkan minutes dari sidang The Fed menunjukkan bank sentral telah mempertimbangkan berbagai upaya untuk mendukung proses pemulihan ekonomi, termasuk langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya yaitu mengikat prospek kebijakan suku bunga untuk tingkat pengangguran tertentu.
- The Fed minutes telah membantu Wall Street untuk ditutup menguat untuk 3 sesi berturut‐turut. Bursa ditutup naik hampir 3% pada hari Senin, kenaikan terkuatnya dalam sepekan, namun indeks S&P turun 6,14%.
- Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 20,70 poin atau 0,18% di level 11.559,95. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 2,84 poin, atau 0,23% di level 1.212,92. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> berakhir naik 14,0 poin atau 0,55% di level 2.576,11.
- Treasuries AS bertenor 10 tahun naik 23/32, dengan yield pada 2,1828%. Harga emas naik 2%, dan mencatat level sekitar $1.833 per ounce. Sedangkan untuk Brent crude London ditutup naik 2% di level tertinggi 4 pekan di atas $114 per barel menyusul pelaku pasar melihat kemungkinan datangnya Badai Tropis Katia di sebelah timur Atlantik dan juga adanya harapan diberlakukan stimulus lanjutan oleh The Fed.
- Pasar akan mencermati perkembangan masalah utang zona euro untuk melihat indikasi masalah krisis utang di kawasan tersebut tidak memburuk. Euro turun 0,6% di level $1.4428, melemah dari level tertinggi 2 bulan di $1.4550 pada hari Senin.
GOLD & COMMODITIES
- Harga emas dunia menguat setelah FOMC minutes meningkatkan ekspektasi bahwa para pengambil kebijakan moneter Amerika akan melakukan aksi lebih lanjut guna menstimulasi ekonomi. Hingga akhir sesi New York, emas ditutup menguat 2,6% ke 1834.44 USD per troy ounce.
- Permintaan emas dari India, negara konsumen terbesar emas dunia, diperkirakan akan meningkat 25% pada musim festival tahun ini, meskipun pada saat yang sama harga emas diperkirakan akan mterus menguat, demikian berdasarkan laporan dari Rajesh Export Ltd.
- Produsen perhiasan terbesar di India tersebut memperkirakan konsumsi emas berupa perhiasan, koin, medali dan juga emas batangan akan meningkat menjadi 250 metrik ton hingga 30 November mendatang, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 200 metrik ton.
- Musim pembelian emas di India dimulai dari Hari Raya Iedul fitri akhir Agustus ini hingga festival Diwali akhir Oktober mendatang.
- Berdasarkan jajak pendapat yang dilansir Bloomberg pada 20 Agustus lalu, mayoritas ekonom memperkirakan harga emas akan mencapai 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun. Investor cenderung menunggu harga emas cukup stabil untuk kembali menyusun rencana pembelian emas mereka.
Tuesday, August 30, 2011
Headline News 30.08.11
US & GLOBAL
• Bursa saham rally bersamaan dengan naiknya harga minyak setelah terjadi merger antara dua bank utama di Yunani, memberikan kesempatan bagi investor untuk sementara waktu tidak mengkhawatirkan kondisi ekonomi zona euro.
• Ekuitas Yunani melonjak 14% dan saham perbankan Yunani sendiri melejit 29% menyusul merger telah mengurangi jumlah bank dengan reputasi buruk di zona euro, sehingga mengurangi pula kesempatan untuk permintaan rekapitalisasi pada Dana Stabilitas Keuangan.
• Partisipasi dari Qatar Investment Authority dalam proses merger antara Eurobank <EFGr.AT> dan Alpha Bank <ACBr.AT> ‐ bank kedua dan ketiga terbesar di Yunani ‐ juga menunjukkan bahwa beberapa investor asing mulai melirik aset Eropa sebagai undervalued. Kesepakatan itu menciptakan bank terbesar di Eropa tenggara.
• Meskipun terjadi rally pada Senin kemarin, saham perbankan Yunani masih tercatat turun 50%, terkendala oleh penurunan peringkat, arus keluar deposito, kondisi pinjaman yang buruk ditengah resesi terburuk dalam 4 dekade. Adapun berita merger tersebut telah mengangkat saham Eurobank dan Alpha masing‐masing sebesar 30%.
• Kenaikan yang tak terduga pada consumer spending AS bulan Juli – yang mengindikasikan ekonomi tidak jatuh kembali kedalam resesi – memberikan dukungan positif berikutnya pada pasar global.
• Di bursa Wall Street, indeks Dow Jones ditutup naik 254,71 poin atau 2,26%, di level 11.539,25. Standard & Poor's 500 Index bertambah 33,28 poin atau 2,83% di level 1.210,08. Sedangkan Nasdaq Composite Index naik 82,26 poin atau 3,32% di level 2.562,11.
• Selain saham perbankan, saham perusahaan asuransi AS juga melonjak, karena kerusakan properti ternyata tidak terlalu parah akibat hantaman Badai Irene akhir pekan.
• Harga Treasury AS turun karena investor kembali memburu saham. Treasury AS bertenor 10 tahun turun 22/32, dengan yield‐nya berada pada 2,2676%.
• Sementara indeks dolar tercatat turun 0,1%. Harga emas juga anjlok lebih dari 2% di bawah $1.790 per ounce setelah investor menjauhi aset‐aset aman resiko dan berbalik memburu aset‐aset beresiko seperti minyak.
• Harga minyak mentah AS naik 2,2%, di atas $87 per barel dan memperbesar kenaikannya dari hari Jumat berkat kemungkinan diberikannya stimulus baru untuk perekonomian AS oleh The Fed.
• Meskipun demikian, beberapa analis berpikir mungkin akan sulit untuk Bernanke danThe Fed untuk menindaklanjuti pembelian obligasi putaran berikutnya setelah program pembelian obligasi sebesar $ 600 milyar yang berakhir pada Juni.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas dunia melemah 2,2% terhadap dollar AS ke 1787.10 USD per troy ounce seiring penguatan bursa saham global dan meningkatnya minat investor pada aset beresiko, yang sebaliknya kemudian menggusur investasi pada aset berstatus safe haven terutama emas.
• Bursa saham AS menguat lebih dari 2% setelah adanya berita merjer dari dua perbankan terbesar Yunani yang menguatkan ekspektasi pemulihan kondisi finansial Eropa.
• Penguatan dollar AS juga turut menekan kinerja emas, dollar AS menguat terhadap yen dan Swiss franc menyusul data memperlihatkan bahwa consumer spending Amerika pada Juli menguat menjadi 0,8% dibandingkan pelemahan 0,1% pada Juni silam, data tersebut kemudian menyokong sentimen investor akan prospek ekonomi Amerika kedepannya.
• Volume perdagangan cukup rendah mengingat libur perbankan di London dan sepinya bursa New York setelah badai Irene menghantam kawasan east coast Amerika.
Monday, August 29, 2011
Headline News 29.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham dunia menguat 1 persen dan dollar AS anjlok Jumat lalu karena Ketua the Fed Ben Bernanke melepaskan peluang untuk adanya stimulus pada perekonomian AS.
• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.7 persen, tetapi telah anjlok 11.1 persen sejak dimulai awal bulan, sementara ICE Brent untuk pengiriman Oktober <LCOV1> di settled ke level $111.36 per barrel, meningkat 74 sen.
• Berbicara pada pertemuan tahunan the Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke tidak menawarkan langkah‐langkah terbaru untuk mendorong perekonomian tetapi mengatakan adalah penting untuk sehatnya perekonomian dalam mengurangi pengangguran jangka panjang.
• Bursa saham AS ditutup menguat lebih dari 1 persen, membalikkan penurunannya sebesar 2 persen hanya setelah dimulainya pidato Bernanke, sementara Tresuri yang yields‐nya mendekati level terendah historisnya, ditutup menguat tetapi tidak sampai menguat pada level awalnya.
• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melejit 134.72 poin, atau 1.21 persen, ke level 11,284.54. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 17.53 poin, atau 1.51 persen, ke level 1,176.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 60.22 poin, atau 2.49 persen, ke level 2,479.85.
• Dollar AS anjlok Jumat lalu setelah Kepala the Fed Ben Bernanke menghentikan rincian tindakan kedepannya untuk memacu perekonomian yang lesu, meskipun kedepannya penurunan dapat dibatasi dari laporan utama jobs AS.
• Jumat lalu euro terakhir menguat 0.8 persen ke level $1.4495 <EUR=EBS>, yang mendekati level tertinggi puncak hariannya $1.4502 yang terjadi pada trading platform EBS. Trader mengatakan euro akan berjuang untuk bertahan diatas level $1.45 dan sell orders dikatakan berada pada level antara $1.4460 dan $1.4500.
• Dollar AS anjlok 1 persen ke level 76.66 yen <JPY=>. Dalam seminggu euro melejit 0.8 persen terhadap dollar AS, sementara itu dollar merosot 0.2 persen terhadap yen.
• Harga Tresuri AS mendapatkan kenaikan tipis, dengan volume perdagangan yang tidak besar.
• Harga emas naik setelah melikuidasi pelemahan hariannya yang menekan emas dari level tertingginya minggu ini. Spot emas <XAU=> naik 2.2 persen untuk berada pada level $1,808.60 per ons.
• Minyak mentah menguat pada perdagangan yang choppy Jumat lalu karena Badai Irene menuju East Coast AS dan trader didorong oleh komentar dari Ketua the Fed Ben Bernanke berkenaan dengan ekonom. U.S. October crude <CLc1> menguat 7 sen untuk di settle ke level $85.37 per barrel, yang telah mencatatkan level intraday low $82.95. Telah mencatatkan kenaikan 3.78 persen dalam mingguannya, setelah rangkaian empat minggu penurunannya.
• Sterling melemah ke level terendah hariannya terhadap dollar AS Jumat lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke tidak menawarkan adanya komitmen yang kuat untuk langkah‐langkah pelonggaran dalam menstimulasi ekonomi AS, yang mana mendukung pada the greenback/dollar.
• Rilis dari perkiraan kedua dari pertumbuhan ekonomi Inggris dalam kuartal kedua, sejalan dengan perkiraan awal sebesar 0.2 persen, yang tidak memiliki pengaruh pada pound.
• Sterling <GBP=D4> anjlok sekitar 0.3 persen dalam level terendah hariannya $1.6236, anjlok dari sekitar level $1.6300 sebelum pidato Bernanke.
• Analis teknikal menyoroti support dari sterling pada 55‐day moving average level $1.6224.
• Euro diperdagangkan dengan sedikit kenaikan terhadap sterling ke level 88.44 pence <EURGBP=D4>. Resistance terlihat level 88.63, 50 persen retracement dari penurunan euro dari Juli hingga Agustus.
• Bursa saham dunia menguat 1 persen dan dollar AS anjlok Jumat lalu karena Ketua the Fed Ben Bernanke melepaskan peluang untuk adanya stimulus pada perekonomian AS.
• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.7 persen, tetapi telah anjlok 11.1 persen sejak dimulai awal bulan, sementara ICE Brent untuk pengiriman Oktober <LCOV1> di settled ke level $111.36 per barrel, meningkat 74 sen.
• Berbicara pada pertemuan tahunan the Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke tidak menawarkan langkah‐langkah terbaru untuk mendorong perekonomian tetapi mengatakan adalah penting untuk sehatnya perekonomian dalam mengurangi pengangguran jangka panjang.
• Bursa saham AS ditutup menguat lebih dari 1 persen, membalikkan penurunannya sebesar 2 persen hanya setelah dimulainya pidato Bernanke, sementara Tresuri yang yields‐nya mendekati level terendah historisnya, ditutup menguat tetapi tidak sampai menguat pada level awalnya.
• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melejit 134.72 poin, atau 1.21 persen, ke level 11,284.54. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 17.53 poin, atau 1.51 persen, ke level 1,176.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 60.22 poin, atau 2.49 persen, ke level 2,479.85.
• Dollar AS anjlok Jumat lalu setelah Kepala the Fed Ben Bernanke menghentikan rincian tindakan kedepannya untuk memacu perekonomian yang lesu, meskipun kedepannya penurunan dapat dibatasi dari laporan utama jobs AS.
• Jumat lalu euro terakhir menguat 0.8 persen ke level $1.4495 <EUR=EBS>, yang mendekati level tertinggi puncak hariannya $1.4502 yang terjadi pada trading platform EBS. Trader mengatakan euro akan berjuang untuk bertahan diatas level $1.45 dan sell orders dikatakan berada pada level antara $1.4460 dan $1.4500.
• Dollar AS anjlok 1 persen ke level 76.66 yen <JPY=>. Dalam seminggu euro melejit 0.8 persen terhadap dollar AS, sementara itu dollar merosot 0.2 persen terhadap yen.
• Harga Tresuri AS mendapatkan kenaikan tipis, dengan volume perdagangan yang tidak besar.
• Harga emas naik setelah melikuidasi pelemahan hariannya yang menekan emas dari level tertingginya minggu ini. Spot emas <XAU=> naik 2.2 persen untuk berada pada level $1,808.60 per ons.
• Minyak mentah menguat pada perdagangan yang choppy Jumat lalu karena Badai Irene menuju East Coast AS dan trader didorong oleh komentar dari Ketua the Fed Ben Bernanke berkenaan dengan ekonom. U.S. October crude <CLc1> menguat 7 sen untuk di settle ke level $85.37 per barrel, yang telah mencatatkan level intraday low $82.95. Telah mencatatkan kenaikan 3.78 persen dalam mingguannya, setelah rangkaian empat minggu penurunannya.
• Sterling melemah ke level terendah hariannya terhadap dollar AS Jumat lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke tidak menawarkan adanya komitmen yang kuat untuk langkah‐langkah pelonggaran dalam menstimulasi ekonomi AS, yang mana mendukung pada the greenback/dollar.
• Rilis dari perkiraan kedua dari pertumbuhan ekonomi Inggris dalam kuartal kedua, sejalan dengan perkiraan awal sebesar 0.2 persen, yang tidak memiliki pengaruh pada pound.
• Sterling <GBP=D4> anjlok sekitar 0.3 persen dalam level terendah hariannya $1.6236, anjlok dari sekitar level $1.6300 sebelum pidato Bernanke.
• Analis teknikal menyoroti support dari sterling pada 55‐day moving average level $1.6224.
• Euro diperdagangkan dengan sedikit kenaikan terhadap sterling ke level 88.44 pence <EURGBP=D4>. Resistance terlihat level 88.63, 50 persen retracement dari penurunan euro dari Juli hingga Agustus.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas berhasil mencatat penguatan harian sebesar 2% pada sesi Jumat akhir pekan lalu, hanya berselang dua hari setelah likuidasi besar‐besaran (aksi ambil untung pelaku pasar) yang mengakibatkan emas turun hingga 200 USD dari level puncaknya 1911.46 USD per troy ounce.
• Penguatan emas pada akhir pekan lalu tersebut dipengaruhi oleh sinyal bahwa The Fed tetap membuka peluang pemberlakuan stimulus baru untuk mendukung pemulihan ekonomi Amerika dan mereduksi tingkat pengangguran.
• Sebelumnya emas sempat melemah setelah Bernanke tidak memberikan detail mengenai langkah yang akan ditempuh untuk membantu pemulihan ekonomi, sebagaimana yang sebelumnya luas diperkirakan akan mengumumkan inisiasi QE3. Namun kemudian investor kembali memburu emas, seiring titik berat pada fokus tingginya pesimisme The Fed mengenai outlook ekonomi Amerika, yang kemudian meningkatkan minat pada aset safe haven.
• Dalam sepekan terakhir emas tercatat melemah 1,2% ke 1828.05 USD per troy ounce. Ini merupakan pelemahan mingguan pertama dalam 8‐pekan.
• Meskipun emas telah anjlok lebih dari 3% dalam sepekan terakhir, namun sinyal bullish masih bertahan terutama seiring berlanjutnya ketidakpastian penanganan krisi hutang zona eropa dan bayang‐bayang resesi yang dapat melanda Amerika.
• Untuk sepekan kedepan diperkirakan tema ketidakpastian ekonomi dan keberpihakan investor pada aset safe haven masih akan mendominasi tren penguatan emas.
• Sementara itu mulai terdapat kekhawatiran akan kemungkinan potensi kerugian pada pipa penyalur energi dan listrik di New York menyusul badai Irene yang diperkirakan akan menghantam kawasan Northeast Amerika. Ini turut mendorong penguatan harga komoditas dan minyak US crude yang menguat hingga level 85.37 USD per barrel.
• Para ekonom menyatakan masih dibutuhkan waktu bagi para pelaku pasar untuk mencerna lebih lanjut pernyataan Bernanke mengenai tools yang tersedia untuk menstimulasi pemulihan ekonomi. Namun satu hal yang sudah pasti adalah bahwa Bernanke menggarisbawahi ekonomi Amerika masih berada dalam masa yang suram.
Subscribe to:
Posts (Atom)






