title cover

title cover

Tuesday, July 10, 2012

Headline News 10.07.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  global  masih  melemah  pada  sesi  Senin  menyusul  berlanjutnya  kekhawatiran  investor  tentang  data  ekonomi  di  Asia  yang  mengecewakan, sementara itu  menteri‐menteri keuangan Uni Eropa kembali bertemu untuk mengatasi krisis utang zona euro.Bursa saham Wall  Street berakhir melemah karena investor juga menyiapkan diri untuk dimulainya musim corporate earnings untuk kuartal kedua. 

Data inflasi Cina dirilis lebih lemah dari perkiraan dan terjadi penurunan rekor dalam pesanan mesin Jepang menambah suram rilis data sektor  ketenagakerjaan AS pada Jumat pekan lalu, menimbulkan kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global. 

Keraguan bahwa pertemuan menteri keuangan zona euro akan menghasilkan kemajuan lebih jauh menurunkan sentimen, sedangkan imbal hasil  obligasi Spanyol dan Italia naik ke level yang disebut sebagai unsustainable. Para diplomat mengatakan pada Senin bahwa Eropa akan memberikan  Spanyol  ekstra  perpanjangan  waktu  untuk  mencapai  target  defisit  setelah  menguraikan  penghematan  anggaran  lebih  lanjut  untuk  pertemuan  menteri keuangan di Brussels. 

Spekulasi  bahwa  para  pemangku  kebijakan  akan  melangkah  dengan  upaya  lebih  lanjut  untuk  meningkatkan  perekonomian  membantu  untuk  membatasi kerugian. Euro berhasil bangkit terhadap dolar AS pasca pelemahan ke level terendah sejak 2‐tahun terakhir. Euro <EUR=> berakhir  naik 0,2 persen terhadap dolar pada  1,2314. 

Indeks  FTSEurofirst  300  <.  FTEU3>  berakhir  turun  0,4  persen  pada  1,030.09.  Indeks  bursa  saham  global  MSCI  <MIWD00000PUS.>,  terpukul  pelemahan sesi Asia, turun 0,6 persen. 

Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.>jatuh 36,18 poin atau 0,28 persen, ke 12,736.29. Indeks Standard & Poor 500 <. SPX> turun 2,22 poin  atau 0,16 persen, ke 1,352.46. Nasdaq Composite Index <IXIC.> turun 5,56 poin atau 0,19 persen, ke 2,931.77. 

Di  Amerika  Serikat,  investor  mengalihkan  perhatian  pada  rilis  laporan  keuangan  Alcoa  pasca  penutupan  bursa.  Produsen  aluminium  tersebut  melaporkan kerugian bersih kuartal kedua karena harga logam merosot tapi penghasilan tidak termasuk penjualan item mengalahkan ekspektasi.  Saham Alcoa naik lebih tinggi di perdagangan setelah penutupan bursa. 

Sementara  itu,  Presiden  Bank  Sentral  Eropa  Mario  Draghi  tetap  membuka  pintu  untuk  pemangkasan  suku  bunga  lebih  lanjut  setelah  ECB  memangkas suku bunganya ke rekor 0,75 persen rendah pekan lalu. 

Harapan bank sentral AS akan merilis QE3 mendorong naiknya harga obligasi AS lebih tinggi, dengan imbal hasil yang mendekati level terendah  sepanjang sejarah. Obligasi tenor 10‐tahun AS <UST10Y=RR> harganya naik 12/32 dengan imbal hasil 1,52 persen. 

Harga minyak mentah naik akibat pemogokan oleh pekerja dan penutupan sementara yang direncanakan oleh perusahaan yang mengancam akan  menutup produksi minyak mentah Norwegia secara keseluruhan. Harga minyak Brent <LCOc1> naik  2,04 USD ke 110,23 USD per barel dan US  <CLc1> mentah ditutup naik 1,54 USD ke 85,99 USD.  




GOLD & COMMODITIES
Emas ditutup naik pada volume perdagangan yang tipis Senin lalu setelah penurunan tajam sebelumnya, didorong menguat  oleh  harga  komoditas  dan  didukung  sebagian  oleh  turunnya  data  inflasi  dari  Cina  dan  penurunan  tipis  pada  dollar,  meskipun ketidakpastian berkenaan dengan outlook dari tingkat suku bunga AS khususnya investor yang berhasrat pada  logam mulia.  

Laporan  bulanan  employment  AS  menunjukkan  80,000  pekerja  bertambah  pada  non‐farm  payrolls  bulan  Juni,  ditutup  mendekati  ekspektasi  dengan  investor  sedikit  yakin  untuk  langkah  agresif  yang  merupakan  salah  satu  cara  atau  lainnya  pada putaran ketiga dari pembelian obligasi.  

Polling  ekonom  oleh  Reuters  saat  ini  melampirkan  peluang  70  persen  pada  the  Fed  untuk  memulai  putaran  QE3  dari  quantitative easing atau pembelian obligasi pemerintah untuk menurunkan borrowing costs. Ini memperkirakan telah naik  dari perkiraan 50 persen pada ahir Juni lalu. 




OIL & COMMODITIES
Oil  terdorong  naik  Senin  lalu  karena  pemogokan  oleh  pekerja  dan  telah  merencanakan  penghentian  pekerjaan  oleh  perusahaaan yang mengancam untuk menghentikan sepenuhnya produksi minyak mentah Norwegia, menekan pelemahan  data dari Jepang yang juga menekan harga ekuitas.  

Penurunan dari ekspektasinya data inflasi Cina dan laporan yang menunjukkan machinery orders Jepang merosot ke fase  terendahnya pada bulan Mei yang menekan ekuitas dan menahan harga oil, meskipun ekspektasi bahwa Cina kemungkinan  melakukan kebijakan moneter yang lebih longgar untuk menstimulasi pertumbuhan yang mendukung pada oil.  

Negosiasi  hari  Minggu  lalu  antara  para  pekerja  Norwegia  dan  majikan  berkenaan  dengan  bayaran  (gaji)  dan  pensiun  sebenarnya  tidak  dapat  menyelesaikan  persengketaan,  meningkatkan  momok  penutupan  untuk  pertama  kalinya  dari  industri minyak Norwegia yang telah lebih dari 25 tahun beroperasi. 



EURO ZONE
Presiden ECB Mario Draghi masih membuka peluang untuk kemungkinan dilanjutkannya pemangkasan suku bunga, dengan mengatakan  bank sentral akan membuat keputusan berdasarkan perkembangan data ekonomi yang terjadi. 

Pemangkasan  suku  bunga  deposito  ECB  lebih  lanjut  di  bawah  0%  nampaknya  tidak  akan  banyak  berdampak  pada  prospek  ekonomi,  demikian pendapat dari dewan kebijakan ECB Ewald Nowotny. Kemungkinan dampak yang lebih besar akan terlihat pada besarnya risk  aversion di pasar. Ia juga memperkirakan kemungkinan suku bunga acuan akan kembali dipangkas. 

Pembicaraan  antara  para  pemimpin  keuangan  Eropa  masih  terus  disorot  pasar,  meskipun  nampaknya  tidak  akan  membawa  banyak  kemajuan. Pesimisme pasar ini telah menekan obligasi Spanyol dan Italia, dengan yield mereka kembali naik ke level unsustainable

Euro nampaknya masih akan melanjutkan tekanannya seiring terbukanya peluang untuk kelanjutan pemangkasan suku bunga. 




U.K.
Sterling berakhir menguat terhadap dolar AS pada sesi awal pekan ini masih terdampak rilis data non‐farm payrolls Amerika akhir pekan lalu yang  dirilis dibawah perkiraan analis. Sementara itu sterling justru berakhir relatif stagnan terhadap euro setelah berhasil membukukan level tertinggi  sejak 3‐1/2 tahun lalu terhadap mata uang tunggal zona eropa tersebut seiring berlanjutnya kekhawatiran para investor terhadap krisis hutang  kawasan tersebut. 

Krisis hutang kawasan Uni Eropa menjadikan investor mengalihkan asetnya kepada sterling sebagai mata uang alternatif yang relatif lebih aman  daripada euro. Dengan kondisi ini para analis memperkirakan sterling masih berpotensi melanjutkan penguatan terhadap euro. Sementara itu  terhadap dolar AS, sterling juga masih berpotensi menguat seiring berkembangnya ekspektasi pelonggaran moneter The Fed menyusul buruknya  rilis data Amerika akhir‐akhir ini. 

Penciptaan  lapangan  kerja  di  Inggris  mengalami  penurunan  ke  level  terendah  dalam  kurun  3‐tahun  terakhir  pada  periode  Juni,  demikian  berdasarkan  jajak  pendapat  yang  dilansir  Recruitment  and  Employment  Confederation  (REC)  dan  KPMG.  RC  Permanent  places  index  yang  mengukur  berapa  banyak  pekerja  yang  dipekerjakan  mengalami  penurunan  ke  level  46.8  pada  Juni,  lebih  rendah  dibanding  data  periode  sebelumnya  51.0.  Penurunan  tersebut  dipengaruhi  oleh  berkembangnya  pesimisme  di  kalangan  penyedia  lapangan  kerja  pada  prospek  pertumbuhan ekonomi. 




JAPAN
Order mesin inti Jepang (core machinery orders) turun ke level terendahnya di bulan Mei, sebuah indikasi bahwa pabrikan tertekan oleh menurunnya  permintaan global, meskipun data tersebut nampaknya tidak akan menjadi sesuatu yang mendesak untuk BOJ melonggarkan kebijakan moneternya dalam  pekan ini.  

Order mesin baru , yang membantu untuk mengukur kekuatan belanja modal, turun 14.8% di ulan Mei, jauh lebih buruk dari perkiraan turun 3.3%, dan  mencatat penurunan tertajamnya sejak data mulai dirilis pada bulan April 2005. 

Rilis data yang lebih buruk dari perkiraan tersebut mengindikasikan pemulihan ekonomi Jepang masih akan tersendat seiring krisis utang Eropa yang terus  berlanjut dan melambatnya pertumbuhan ekonomi di Cina sebagai mitra dagang utama Jepang. 

Bank of Japan diperkirakan akan menunda pelonggaran kebijakan moneter pada hari Kamis, menyusul keyakinan bahwa perekonomian negara itu sedang  menuju pemulihan yang moderat karena kuatnya permintaan domestik telah meringankan tekanan akibat pelambatan pertumbuhan global. 

Beberapa pelaku pasar memperkirakan BOJ akan menindaklanjuti langkah‐langkah stimulus minggu lalu oleh bank sentral Eropa, Inggris dan Cina dengan  ekspansi moneter sendiri dalam sebuah langkah terkoordinasi untuk meringankan tekanan akibat perlambatan global. 

Namun dengan belum adanya tanda‐tanda terancamnya prospek pemulihan ekonomi Jepang, maka BOJ melihat tidak adanya alasan untuk mengeluarkan  “senjata pamungkasnya” saat ini, kecuali terjadi lonjakan tajam yen secara tiba‐tiba yang memukul sentimen bisnis. 




AUSTRALIA
Kekecewaan pada gambaran pasar tenaga keja AS menjadi kunci utama yang menekan Australian dollar anjlok Senin lalu.  

Pada pukul 1700 Australian dollar diperdagangkan pada level 101.91 sen AS, merosot dari penutupan Jumat lalu dilevel 102.55 sen AS.  

Telah anjlok ke level terendah dalam 10 harinya Senin pagi lalu, setelah data non‐farm payrolls AS menunjukkan kenaikan hanya 80,000 new jobs  pada bulan Juni, dibandingkan pada ekspektasi para 100,000.  

Currency strategist RBC Michael Turner mengatakan bahwa sejak itu, terdapat sangat sedikit perubahan pada mata uang Australia.  

Gambaran resmi employment telah menguat tetapi indikator pasar tenaga kerja telah melemah.  




SWISS
Swiss franc merosot ke level terendah dalam 19‐bulan terhadap dollar AS Senin lalu karena kekhawatiran mengenai lesunya pertumbuhan global  yang  menekan  sentimen  kedepannya  dari  meeting  para  menteri  keuangan  zona  euro  untuk  mencoba  dan  menyempurnakan  rencana  untuk  menaikkan utang negara dan perbankan.     

Harga  consumer  dan  producer  Cina  turun  melebihi  ekspektasi  pada  bulan  Juni,  menandai  anjloknya  permintaan  untuk  barang  dan  memicu  kedepannya mengenai tingkat kesehatan ekonomi global setelah tekanan data jobs AS Jumat lalu.  

Jumlah  uang  cash  bank  komersial  bertahan  dengan  Swiss  National  Bank  menaikkan  ke  level  tertinggi  barunya,  menandai  kekhawatiran  yang  mengemuka  kembali  berkenaan  dengan  zona  euro  karena  pengaruh  dari  langkah  untuk  menangani  krisis  utang  yang  membawa  summit  Uni  Eropa memudar.  

Monday, July 9, 2012

Headline News 09.07.12


US & GLOBAL
Bursa saham melemah dan euro mencapai titik terendah dalam 2‐tahun terakhir terhadap dolar serta harga minyak merosot lebih dari 3 persen  pada sesi Jumat 06 Juli lalu setelah rilis data sektor ketenagakerjaan AS yang mengecewakan, meningkatkan kekhawatiran akan  perlambatan  ekonomi Amerika. 

Berdasarkan data dari Departemen Tenaga Kerja AS, non‐farm payrolls hanya naik 80.000 pada periode Juni, lebih rendah dari perkiraan, dan  belum dapat secara signifikan menekan level pengangguran yang sudah mencapai 8,2 persen dari total angkat kerja di Amerika. Kondisi tersebut  juga menambah bukti bahwa krisis utang Eropa membebani pertumbuhan global. Meskipun penciptaan lapangan kerja lebih rendah dari yang  diharapkan, banyak investor mengatakan hal itu belum terlampau buruk untuk dapat memacu The Federal Reserve meluncurkan pelonggaran  kuantitatif  putaran  ketiga.  Lebih  dari  dua  pertiga  saham  perusahaan  yang  diperdagangkan  pada  kedua  bursa  New  York  Stock  Exchange  dan  Nasdaq melemah. 

Harga  komoditas  jatuh  karena  rilis  data  pekerjaan  memicu  kekhawatiran  tentang  perlambatan  ekonomi  global  dan  kemungkinan  penurunan  bahan mentah. Selain kemerosotan harga minyak, tembaga juga turun 2 persen dan emas merosot lebih dari 1 persen, mendorong indeks 19‐ komoditas Thomson Reuters CRB <CRB.> mencapai kinerja terburuk sejak 15 Desember. 

Harga obligasi pemerintah AS dan Jerman melonjak seiring aksi beli para investor terhadap aset safe haven

Data sektor ketenagakerjaan Amerika dirilis sehari setelah ECB memangkas tingkat suku bunga acuan, kemudian lebih lanjut meredam daya tarik  euro, dan otoritas Cina dan Bank of England yang juga mengumumkan pelonggaran moneter lebih lanjut. Dengan tingkat suku bunga AS sudah  mendekati level nol, pelonggaran moneter di Eropa dan Cina mengurangi keuntungan suku bunga relatif untuk memegang dolar AS. 

Euro  <EUR=>  turun  1  persen  ke  level  terendah  dua  tahun  di  1,2264  sebelum  rebound  ke  1,2296,  dan  mencatat  penurunan  0,77  persen.  Sementara itu Dolar AS naik ke level tertinggi dalam kurun 1‐1/2‐tahun terhadap Swiss franc. 

Pada penutupan di bursa Wall Street, Dow Jones Industrial Average <DJI.> turun 124,20 poin atau 0,96 persen ke 12,772.47. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 12,90 poin atau 0,94 persen ke 1,354.68. Nasdaq Composite Index <IXIC.> turun 38,79 poin atau 1,30 persen ke 2,937.33. 

Data sektor ketenagakerjaan mengikuti rilis data fundamental ekonomi lainnya pekan lalu yang juga suram, diantaranya data manufaktur yang  melemah pada periode Juni dan pertumbuhan sektor jasa yang melambat ke level terendah sejak Januari 2010. 

Bursa  saham  Eropa  mencatat kinerja  terburuk  dalam kurun  dua  pekan terakhir,  dimana  indeks  FTSEurofirst 300 <FTEU3.>  anjlok 1  persen  ke  1,033.77 poin. Sedangkan bursa saham global <MIWD00000PUS.> berakhir turun 1 persen. 

Tingkat biaya pinjaman Spanyol naik kembali di atas level 7 persen pada Jumat 09 Juli seiring meluruhnya dampak dari European Summit sepekan  sebelumnya dan penurunan suku bunga ECB pada hari Kamis belum dapat memulihkan minat investor pada aset berisiko. 

Harga minyak mentah Amerika <CLc1> ditutup turun 2,77 USD  ke 84,55 USD per barel. Sedangkan harga emas anjlok 1,6 persen ke 1579 USD per  troy ounce.  



GOLD & COMMODITIES
Emas  melemah  lebih  dari  1.5  persen  pada perdagangan yang  choppy  Jumat  lalu karena investor berbalik mencari aman  pada  dollar  AS,  melepaskan  euro  dan  logam  mulia  setelah  data  AS  menunjukkan  para  pemberi  kerja  merekrut  pada  kenaikan tipis di bulan Juni. Logam mulia telah anjlok 1 persen dalam mingguannya. 

U.S. non‐farm payrolls mengalami kenaikan hanya 80,000 jobs di bulan Juni, turun tipis dari perkiraan meskipun sedikit naik  dari revisi bulan Mei yang berjumlah 77,000. Tingkat pengangguran bertahan dilevel 8.2 persen.  

Emas  pada  awalnya  mengalami  rally  dalam  merespon  terhadap  laporan  tersebut,  menyentuh  level  tertinggi  hariannya  $1,609.39  per  ons  dalam  gambaran  bahwa  suramnya  laporan  tersebut  akan  menekan  the  Fed  untuk  menenangkan  kebijakan moneter kedepannya.  

Silver <XAG=> melorot 2.5 persen ke level $26.97 per ons. 
OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah anjlok lebih dari 2 persen Jumat lalu karena laporan yang menunjukkan moderatnya pertumbuhan  jobs AS pada bulan Juni yang menambah permasalahan mengenai suramnya ekonomi dan permintaan untuk petroleum,  dan karena bertumbuhnya ekspektasi bahwa Norwegia akan bertindak untuk mengembalikan pemogokan pekerja minyak  disana menjadi bekerja kembali.   

Pemogokan dan pelarangan bekerja di Norwegia dan berlanjutnya tensi berkenaan persengketaan program nuklir Iran yang  membawa  harga  Brent  crude  untuk  merosot  tajam  yang  turun  2.51  USD  ke  level  $98.19  yang  mencatatkan  level  terendahnya  $97.73,  dengan  U.S.  crude  turun  tajam  lebih  dari  3  persen  dan  mencatatkan  pelemahan  51  sen  dalam  mingguannya.  

Pemberi  pekerja AS menambah lebih sedikit jobs pada bulan Juni dari ekspektasi oleh analis, dan tingkat pengangguran  bertahan  pada level 8.2 persen,  yang mendorong kekhawatiran krisis  utang Eropa yang mengubah perekonomian AS ke  fase lambatnya.  

"People were looking for something better, some indicator that may show we're crawling out of this trough," kata Nigel  Gault, kepala ekonom AS pada IHS Global Insight. "But everything here says we're still in it."




EURO ZONE
Euro jatuh ke level terendah 2 tahun terhadap dolar pada hari Jumat setelah laporan menunjukkan jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Juni lebih  sedikit dibandingkan perkiraan pasar, dimana memicu meningkatnya risk aversion (keengganan untuk mengoleksi aset beresiko) dan mendorong naiknya  aset‐aset aman menyusul sejumlah bank sentral dunia belum lama ini memangkas suku bunganya.  Laporan tersebut memberikan indikasi krisis utang  Eropa telah melemahkan perekonomian AS. 

Laporan pesimis data ketenagakerjaan AS muncul sehari setelah bank sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 0.75%  dan telah menenggelamkan euro lebih lanjut, ditambah adanya laporan bahwa bank sentral Cina dan Inggris melonggarkan kebijakan moneternya. 

Dengan kondisi suku bunga AS yang mendekati 0%, maka pelonggaran kebijakan moneter di Eropa dan Cina telah mengurangi keuntungan diferensiasi  suku bunga antara euro dengan dolar. 

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS akhir pekan kemarin melaporkan jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Juni hanya sebanyak 80.000, sedikit di  bawah ekspektasi pasar 90.000, setelah mencatat 77.000 pekerjaan di bulan Mei sebelumnya. Adapaun data bulan Mei adalah revisi naik dari laporan  awal 69.000. 

Euro terkoreksi 1% ke level terendah 2 tahun di $1.2264 sebelum rebound dan bergerak di sekitar $1.2270. Euro tercatat telah merosot 3.08% terhadap  dolar dalam sepekan terakhir dan mencatat kinerja mingguan terburuknya sejak pekan per 11 September. 

Sebuah jajak pendapat oleh Reuters usai ECB memangkas suku bunganya menunjukkan pasar memprediksi ECB akan melanjutkan penerapan kebijakan  moneter longgar dalam beberapa bulan kedepan, termasuk pemberian pinjaman lunak jangka panjang untuk perbankan. 

Tumbuhnya kekecewaan atas langkah terbaru untuk menyelesaikan krisis utang Eropa dan kebijakan pelonggaran moneter oleh bank‐bank sentral utama  dunia akan mendominasi sentimen pasar pada minggu mendatang, dengan investor ekuitas juga bersiap untuk musim laporan laba perusahaan yang baru. 

Pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi di depan parlemen Eropa pada hari Senin diikuti oleh pertemuan para menteri keuangan zona euro  akan  membuat permasalahan  krisis  Eropa akan menjadi pusat perhatian. Sidang FOMC  akan  absen  hingga  akhir  bulan ini,  namun  minutes  dari sidang  FOMC 19‐20 Juni akan dirilis hari Rabu dan akan menjadi sorotan pasar. 




U.K.
Sterling mencapai level tertinggi dalam kurun 3‐1/2 tahun terakhir terhadap euro menyusul rilis laporan sektor ketenagakerjaan Amerika yang  meningkatkan kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi global. Kondisi ini kemudian kembali meningkatkan kekhawatiran akan krisis  hutang Uni Eropa dan memangkas minat investor terhadap euro, yang kemudian diantaranya mengalihkannya ke sterling. 

Euro  anjlok  ke  level  terendah  sejak  November  2008  di  79.30  terhadap  sterling,  level  support  selanjutnya  terletak  pada  kisaran  77.00  yang  merupakan level terendah sejak Oktober 2008. Sedangkan sterling sendiri anjlok terhadap dolar AS ke level terendah sejak 12 Juni silam di 1.5459  akibat  maraknya  aksi  beli  investor  terhadap  aset  safe  haven  setelah  rilis  data  sektor  ketenagakerjaan  Amerika  memunculkan  kembali  kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi negara tersebut, meredam minat terhadap aset beresiko. 

Pekan ini pelaku pasar akan disugui sejumlah rilis data diantaranya data retail sales yang dilansir oleh BRC pada sesi 09 Juli yang diperkirakan  mengalami kenaikan sebesar 2 persen. Selanjutnya akan rilis data industrial output untuk periode Mei (rilis 10 Juli)yang diperkirakan memburuk  menjadi ‐0,2 persen dan dalam basis antar tahun melemah lebih jauh ke ‐2,1 persen. 




JAPAN
Dolar  terkoreksi  0.25%  ke  79.76  yen  setelah  data  menunjukkan  jumlah  pekerjaan  yang  tersedia  di  AS  di  bulan  Juni  lebih  sedikit  dari  perkiraan  pasar,  dimana memicu meningkatnya risk aversion (keengganan untuk mengoleksi aset beresiko) dan mendorong naiknya aset‐aset aman menyusul sejumlah  bank sentral dunia belum lama ini memangkas suku bunganya.   

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS akhir pekan kemarin melaporkan jumlah pekerjaan yang tersedia di bulan Juni hanya sebanyak 80.000, sedikit di  bawah ekspektasi pasar 90.000, setelah mencatat 77.000 pekerjaan di bulan Mei sebelumnya. Adapaun data bulan Mei adalah revisi naik dari laporan  awal 69.000. 

Janji pemerintah untuk menetapkan dua anggota baru dewan kebijakan BOJ nampaknya belum akan terealisasi disaat bank sentral menggelar sidangnya  pekan ini. Kepala Sekretaris Kabinet Osamu Fujimura membuat pernyataan dalam konferensi pers setelah rapat kabinet. 

Parlemen Jepang bulan lalu menyetujui nominasi dari dua ekonom terkemuka sebagai anggota dewan kebijakan  bank sentral, yang akan membawanya ke  kekuatan penuh untuk pertama kalinya sejak awal April. 

Tumbuhnya kekecewaan atas langkah terbaru untuk menyelesaikan krisis utang Eropa dan kebijakan pelonggaran moneter oleh bank‐bank sentral utama  dunia akan mendominasi sentimen pasar pada minggu mendatang, dengan investor ekuitas juga bersiap untuk musim laporan laba perusahaan yang baru. 

Pernyataan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi di depan parlemen Eropa pada hari Senin diikuti oleh pertemuan para menteri keuangan zona euro  akan  membuat permasalahan  krisis  Eropa akan menjadi pusat perhatian. Sidang FOMC  akan  absen  hingga  akhir  bulan ini,  namun  minutes  dari sidang  FOMC 19‐20 Juni akan dirilis hari Rabu dan akan menjadi sorotan pasar.
AUSTRALIA
Pada Jumat lalu terjadi kenaikan tipis dan penurunan untuk Australian dollar meskipun sempat mengalami kenaikan ke level tertingginya dalam  dua bulan yang didukung berita positif yang keluar dari Eropa.  

Pada pukul 1700 Australian dollar diperdagangkan pada level 102.55 sen AS, turun dari kinerja Kamis lalu dimana ditutup dilevel 102.68 sen AS.  

Telah diperdagangkan pada level 81.88 Japanese yen, naik dari 81.78 yen, dan 82.92 sen euro, menguat dari level 81.92 sen.  

Harga Australian bond future ditutup beragam setelah pada awalnya merosot dari berita bahwa bank sentral di Eropa dan Cina telah memberikan  stimulus kedepannya untuk membantu pertumbuhan (ekonomi).  




SWISS
Swiss consumer prices merosot pada bulan Juni dalam basis bulanan untuk pertama kalinya sejak bulan Januari, data menunjukkannya Jumat lalu,  mendukung  keyakinan  Swiss  National  Bank  yang  membatasi  (kenaikan)  terhadap  euro  adalah  kebijakan  yang  tepat  untuk  melindungi  perekonomiannya.  

Consumer prices turun 0.3 persen selama bulan Juni dan anjlok 1.1 persen dari tahun lalu, the Federal Statistics Office mengatakannya.   

Penurunan yang meluas yang bersamaan dengan ekspektasi, sebagian besar berkenaan  dengan anjloknya harga oil dan dimulainya penjualan  musim panas, kantor statistik mengatakannya.  

Kelanjutan penurunan pada basis bulanan didukung komentar oleh Presiden SNB Thomas Jordan dalam wawancara surat kabar akhir pekan yang  mempermasalahkan Swiss yang menghadapi deflasi daripada inflasi.  

The  Swiss  franc  sedikit  merosot  ke  level  terendah  satu  bulannya  terhadap  dollar  Jumat  lalu,  mengikuti  euro  setelah  European  Central  Bank  memangkas tingkat suku bunga ke level terendahnya.  

ECB memangkas menjadi 0.75  persen Kamis sebelumnya dan mengurangi suku bunga deposito menjadi nol untuk membantu menanggulangi  krisis  utang  zona  euro.  ECB  telah  menahan  diri  untuk  mengambil  langkah‐langkah  yang  lebih  drastis,  yang  membawa  euro  turun  tajam  dan  menekan the franc anjlok juga.  

Friday, July 6, 2012

Headline News06.07.12

US & GLOBAL
Bursa saham AS dan euro merosot pada sesi Kamis, akibat langkah stimulus bank sentral global yang gagal meningkatkan  kepercayaan  diri  para  investor,  yang  saat  ini  berfokus  pada  laporan  ketenagakerjaan  Amerika  untuk  mendapatkan gambaran apakah krisis utang Eropa membebani pemulihan ekonomi AS. 

• Sesuai dengan perkiraan, ECB memangkas suku bunga utamanya ke rekor terendah dan Bank of England mengumumkan  akan  penambahan  jumlah  pembelian  aset  senilai  50  miliar  pound,  sementara  China  mengejutkan  para  investor  dengan  pemotongan suku bunga pinjaman untuk yang kedua dalam dua bulan terakhir.  Namun euforia atas langkah‐langkah tersebut, yang awalnya mendorong ekuitas Eropa ke level tertinggi dua bulan, pudar  pada saat pembukaan bursa Wall Street. Mulai timbul pertanyaan dikalangan investor apakah The Fed akan meluncurkan  stimulus tambahan yang mungkin akan mendukung kinerja bursa Wall Street. 

• Data ADP Employment memperlihatkan bahwa perusahaan swasta menambahkan 176.000 pekerja baru pada periode Juni,  setelah  meningkat  136.000  pada  bulan  Mei.  Sedangkan  jobless  claims  turun  14.000  ke  374.000  minggu  lalu,  demikian  berdasarkan laporan dari Departemen Tenaga Kerja dalam sebuah laporan terpisah.  

• Indeks Dow Jones Industrial Average <DJI.> ditutup turun 47,15 poin atau 0,36 persen, pada 12,896.67. Indeks Standard &  Poor 500 <. SPX> turun 6,44 poin atau 0,47 persen, pada 1,367.58. Nasdaq Composite Index <IXIC.> turun 0,04 poin, atau  0,00  persen,  pada  2,976.12.  Saham‐saham  keuangan  membebani  Wall  Street,  dengan  komponen  Dow  JPMorgan  Chase  jatuh 4,2 persen dan Bank of America Corp turun 3 persen. Indeks keuangan  S&P <GSPF.> dan KBW Bank index <. BKX>  turun sekitar 1,5 persen.  Indeks  saham  eropa  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  melemah  0,1  persen  pada  1,044.47.  Indeks  MSCI  <MIWD00000PUS.> berakhir turun 0,6 persen pada 314,33. 

• Euro merosot terhadap mayoritas mata uang utama dunia, mencapai level terendah dalam 1‐bulan terakhir terhadap dolar  AS. Euro ditutup melemah sekitar 1,09 persen terhadap dolar ke kisaran 1,2390, setelah anjlok hingga level 1,2362.  Komoditas, pasar logam, termasuk emas, mengikuti sentimen pelemahan di bursa Wall Street, sementara minyak menguat  ditunjang oleh pemogokan pekerja minyak berkepanjangan di Norwegia.  

• Kekhawatiran terhadap kondisi Eropa kembali menyeruak ke permukaan setelah pemerintah Spanyol menyatakan hanya mendapatkan sedikit manfaat dari kesepakatan Uni Eropa pekan lalu untuk membantu menurunkan biaya pinjaman negara tersebut. Pemerintah Madrid terpaksa membayar dalam biaya tertinggi dalam lebih dari tujuh bulan untuk meminjam dana  dengan tenor 10‐tahun. Permintaan pasar dalam lelang obligasi senilai  3 miliar euro cuukp stabil namun imbal hasil obligasi naik menjadi 6,43 persen. 



GOLD & COMMODITIES
Emas melemah Kamis lalu karena dollar naik dan investor melakukan aksi ambil untung setelah meluasnya antisipasi pada  pemangkasan  tingkat  suku  bunga  oleh  European  Central  Bank  (ECB),  yang  menunda  kenaikan  (emas)  yang  dibuat  pada  awalnya dari pemangkasan suku bunga Cina yang mengejutkan. 

ECB  memangkas  tingkat  suku  bunga  ke  level  terendahnya  0.75  persen  dan  deposito  mendekati  nol  Kamis  lalu  untuk  membantu menekan krisis utang zona euro yang mengancam untuk memburuknya perekonomian kembali menuju resesi.  

Ini membuat penekanan euro ke level terendah satu bulannya terhadap dollar AS, yang juga mengalami recover terhadap  yen setelah data menunjukkan U.S. private sector menambah lebih banyak jobs daripada ekspektasi pada bulan Juni. Dollar  dan emas biasanya menunjukkan korelasi yang berbalik – ketika satu naik yang lainnya akan melemah.    

Bank sentral Cina memangkas tingkat suku bunga untuk kedua kalinya dalam sebulan Kamis lalu pada usaha terakhir untuk  mendorong perlambatan pertumbuhan (ekonomi) pada negara dengan ekonomi terbesar kedua tersebut. 

"Overall, rate cuts by China, the ECB, and the U.S. are all positive for gold, on a slightly longer view than just one day for the  simple reason that with inflation where it is, you start cutting interest rates of course then real interest rates get lower," 
Walter de Wet, analis pada Standard Bank mengatakannya.  

"Like many other commodities gold has been struggling under a lack of direction and this might give it a little more impetus. 
We think gold will go above $1,900 in the last quarter on exactly these reasons," ungkapnya. 

OIL & COMMODITIES

Brent  crude  oil  futures  mempertahankan  kenaikan  tajamnya  dan  U.S.  crude  membagi  penurunannya  setelah  data  pemerintah AS Kamis lalu menunjukkan bahwa cadangan U.S. crude turun lebih banyak daripada ekspektasi minggu lalu.  


Brent  futures  <LCOc1>  menghentikan  kenaikan  hariannya  yang  lebih  dari  level  $102  per  barrel  tetapi  masih  lebih  dari  kenaikan satu dollar hanya sebelum data inventory dirilis.  

Beberapa pelaku pasar pada awalnya telah melakukan aksi jual pada bullish positions setelah European Central Bank (ECB)  mengumumkan pemangkasan tingkat suku bunga acuannya. 

Brent  telah  melonjak  ke  level  tertinggi  hariannya  setelah  perusahaan  oil  Norwegia,  termasuk  Statoil  <STL.OL>,  menyebutkan penutupan perusahaan dalam usaha mengakhiri pemogokan oleh offshore oil dan pekerja yang kemungkinan  mengurangi  intervensi  pemerintah.  Penghentian  pekerjaan  akan  menaikkan  kekurangan  produksi  Norwegia  menjadi  1.2  juta barrel dalam hariannya.  

Walaupun demikian Menteri tenaga kerja Norwegia menolak untuk mengatakan akan adanya intervensi tetapi mengatakan  lockout adalah legal.   

Pergerakan  oleh  bank  sentral  Cina  untuk  memangkas  tingkat  suku  bunga  dalam  usaha  untuk  menyokong  pertumbuhan  (ekonomi) juga mendukung harga Brent pada awalnya. 


EURO ZONE
Bank  Sentral  Eropa  (European  Central  Bank/ECB)  memangkas  suku  bunga  acuannya  ke  level  terendah  pada  hari  Kamis.  Suku  bunga  terendah  dalam  sejarah  ini  diharapkan  dapat  membuka  arus  kredit  yang  terhalang  dan  mencegah  kerusakan  lebih  lanjut  dari  krisis  zona  euro.  Suku  bunga  dipangkas  sebesar  25  basis  poin,  sesuai  ekspektasi  pasar,  menjadi  0.75%  menyusul  kondisi  ekonomi  Jerman  terlihat  mulai  melemah.  Keputusan  ECB  tersebut  berdampak  pada  menguatnya  bursa  Eropa  dan  tersungkurnya  euro.  ECB  juga  memangkas  suku  bunga  deposito  menjadi  0%  dari  0.25%  sebelumnya.  Langkah  ini  diharapkan  bisa  mendorong  perbankan  untuk  memberikan  pinjaman  kepada  lembaga,  perusahaan  atau  rumah  tangga  lain,  bukan  hanya  memarkir dananya pada fasilitas penyimpanan ECB. Sekitar 800 miliar euro atau setara dengan $1 triliun saat ini disimpan oleh ECB setiap hari. 

Pemangkasan suku bunga ini tidak dilihat sebagai obat mujarab untuk menyelesaikan masalah zona euro, yang berasal dari hilangnya kepercayaan dalam  keuangan negara dan bank, tetapi penurunan biaya pinjaman menunjukkan ECB siap untuk mendongkrak perekonomian yang sedang lesu. 

Presiden ECB Mario Draghi dalam pernyataannya semalam mengatakan ekonomi zona euro lemah dan menghadapi resiko, namun tidak ada masalah soal  inflasi. Tekanan inflasi relatif terkendali, namun disaat yang sama ekonomi masih lesu dengan ketidakpastian telah menekan kepercayaan dan sentimen.  Ekonomi di 17 negara zona euro masih terancam untuk melemah. 

Euro mempertajam koreksinya atas dolar hingga diperdagangkan di bawah $1.2400 setelah sejumlah data ekonomi AS dirilis optimis seperti data ADP  Employment dan jobless claims. ADP Employment Report menunjukkan kenaikan jumlah pekerjaan sebanyak 176.000 di bulan Juni, melampaui ekspektasi  ekonom  sebanyak  105.000  pekerjaan.  Sementara  data  bulan  Mei  direvisi  naik  menjadi  136.000  dari  133.000  pada  laporan  awalnya.  Data  tersebut  memberikan gambaran positif setelah selama 2 bulan terakhir dirlis mengecewakan. 

Sementara  itu  jumlah  klaim  baru  untuk  memperoleh  manfaat  bagi  kaum  pengangguran  di  pekan  lalu  mencatat  penurunan  tertajam  dalam  2  bulan  terakhir, memberikan harapan akan membaiknya pasar tenaga kerja AS. Klaim pengangguran turun 14.000 menjadi 374.000 di pekan lalu dari 388.000 di  pekan sebelumnya yang merupakan revisi naik dari 386.000 pada laporan awalnya.


U.K.
Sterling ditutup menguat terhadap euro, mendekati level tertingginya sejak 3‐1/2 tahun terakhir menyusul langkah ECB yang memangkas suku  bunga  sebesar  25  bps  yang  kemudian  menekan  kinerja  euro  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya.  Terhadap  dolar  AS,  sterling  berakhir  melemah,  setelah  sebelumnya  sempat  menguat  hingga  level  1.5623  pasca  rilis  hasil  sidang  BoE  yang  memutuskan  peningkatan  program  pelonggaran moneter.  

Dalam  sidangnya  untuk  periode  Juli,  BoE  meningkatkan  pembelian  aset  berdasarkan  program  pelonggaran  kuantitatifnya  sebesar  50  miliar  poundsterling untuk menopang pemulihan ekonomi. Kondisi ini sedikit melegakan para pelaku pasar yang sebelumnya sempat memperkirakan  BoE akan meningkatkan suntikan dana senilai 75 miliar poundsterling dengan ditingkahi kemungkinan pemangkasan suku bunga.  

Namun demikian, perhatian pelaku pasar segera beralih kepada langkah ECB yang memangkas suku bunga menjadi 0,75 persen dan memangkas  suku  bunga  deposito  ke  level  0  persen  sebagai  upaya  untuk  menahan  perlambatan  ekonomi  kawasan  akibat  masalah  hutang  yang  terus  menyebar. Euro sempat anjlok ke level terendah sejak 5 pekan terakhir terhadap sterling, mendekati level terendah sejak 2008 (0.7987). 


JAPAN
Bank sentral Jepang meng‐upgrade pernyataannya menganai kondisi ekonomi di seluruh wilayah untuk pertama kalinya selama hampir 3 tahun terakhir,  menyusul meningkatnya konsumsi dan belanja swasta untuk pembangunan kembali pasca gempa bumi tahun lalu. Langkah BOJ tersebut memperkuat  pandangan banhwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneternya di pekan depan. 

Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa mengingatkan bahwa krisis utang Eropa masih menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian Jepang dan berpotensi  berdampak pada sistem keuangan, sebuah sinyal kesiapan BOJ untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi ekonomi. 

Dolar terangkat dan diperdagangkan di sekitar level tertinggi 2 pekan terhadap yen setelah data menunjukkan sektor swasta AS menambah lebih banyak  pekerjaan di bulan Juni. Dolar terakhir bergerak di sekitar 79.96, atau naik 0.2%. 

ADP Employment Report  menunjukkan  kenaikan  jumlah  pekerjaan  sebanyak  176.000  di  bulan  Juni,  melampaui  ekspektasi  ekonom  sebanyak  105.000  pekerjaan.  Sementara  data  bulan  Mei  direvisi  naik  menjadi  136.000  dari  133.000  pada  laporan  awalnya.  Data  tersebut  memberikan  gambaran  positif  setelah selama 2 bulan terakhir dirlis mengecewakan. 

Sementara  itu  jumlah  klaim  baru  untuk  memperoleh  manfaat  bagi  kaum  pengangguran  di  pekan  lalu  mencatat  penurunan  tertajam  dalam  2  bulan  terakhir, memberikan harapan akan membaiknya pasar tenaga kerja AS. Klaim pengangguran turun 14.000 menjadi 374.000 di pekan lalu dari 388.000 di  pekan sebelumnya yang merupakan revisi naik dari 386.000 pada laporan awalnya. 


AUSTRALIA
Australian dollar turun tipis karena para trader mengkonsolidasi posisinya dari kedepannya kemungkinan pengumuman dari Eropa dan AS.  

Pada pukul 1700 AEST Australian dollar diperdagangkan pada level 102.68 sen AS, yang mana turun dari penutupan Rabu sebelumnya 102.91 sen  AS.  

Pada pukul 1700 AEST, mata uang lokal diperdagangkan pada level 81.78 Japanese yen, merosot dari level 82.08 yen, dan 81.92 sen euro, yang  naik dari 81.70 sen.  

Australian dollar bereaksi hanya tipis terhadap rilis dari gambaran trade yang menunjukkan turun tipisnya dari ekspektasi pada defisit.  

The  balance  on  goods  and  services  mengalami  defisit  sebesar  $285  juta  pada  bulan  Mei,  seasonally  adjusted,  dibandingkan  dengan  defisit  sebesar$26 juta pada bulan April.  
  • Harga Australian bond future telah rally pada adanya pelemahan pasar saham Cina.  
SWISS
Swiss franc sedikit berubah terhadap dollar Kamis lalu, yang terbawa dari euro karena investor bertahan pada disela‐sela harapan sebelum apa  yang diharapkan dari pemangkasan tingkat suku bunga oleh European Central Bank.          

The franc flat terhadap dollar untuk diperdagangkan pada level 0.9588 pada pukul 0623 GMT dibandingkan pada penutupan New York.  

The franc sedkit mengubah persentasenya terhadap euro ke level 1.2013, dalam jarak yang mencolok pada pembatasan level 1.20 oleh Swiss  National Bank akhir September setelah investor khawatir mengenai krisis zona euro mendorong safe‐haven unit naik 20 persen dalam beberapa  bulan saja.   

Swiss mengatakan telah membekukan ekspor persenjataan pada United Arab Emirates (UAE) setelah media melaporkan bahwa granat tangan  buatan Swiss dikapalkan menuju Teluk yang telah ditemukan di Siria.  

Thursday, July 5, 2012

Headline News 05.07.12


US & GLOBAL
Bursa saham global, euro dan harga minyak jatuh pada sesi Rabu menyusul naiknya kekhawatiran akan prospek ekonomi  global,  meskipun  terdapat  harapan  akan  pelonggaran  moneter  oleh  bank  sentral  yang  membatasi  penurunan.  Naiknya  permintaan untuk aset safe haven terutama obligasi Jerman juga memberi sinyal bahwa investor masih khawatir tentang  pelaksanaan kesepakatan hasil european summit akhir pekan lalu, ditingkahi dengan naiknya imbal hasil obligasi Spanyol 
dan Italia. 

Namun,  aktivitas  di  pasar  keuangan  relatif  lebih  tenang  dimana  pasar  keuangan  AS  tutup  sehubungan  libur  Hari  Kemerdekaan dan investor cenderung mengambil aksi wait and see menjelang sidang ECB dan BoE. 

Jerman  berhasil  menjual  obligasi  tenor  5‐tahun  senilai  3,3  miliar  euro  dengan  mendapatkan  penawaran  2,7  kali  lebih  banyak  dari  jumlah  yang  ada  dengan  imbal  hasil  rata‐rata  hanya  0,52  persen.  Sementara  itu  obligasi  10‐tahun  Spanyol  <ES10YT=TWEB> naik 14 basis poin menjadi 6,4 persen, dan obligasi Italia tenor 10‐tahun <IT10YT=TWEB> naik 12,5 basis  poin menjadi 5,77 persen. 

Euro bertahan di kisaran 1,2525 masih mendapat tekanan dari ekspektasi bahwa ECB akan memangkas suku bunga 25 bps.  Euro  anjlok  ke  level  terendahnya  sejak  11‐1/2  tahun  terakhir  terhadap  crown  Swedia  setelah  bank  sentral  Swedia  mempertahankan suku bunga utamanya. 

Bursa saham Eropa mengakhiri penguatannya dalam 3‐sesi berturut, indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> turun 0,2 persen di  1,044.29  poin.  Indeks  MSCI  juga  mengakhiri  rally  panjangnya  setelah  turun  0,1  persen  menjadi  316,03  poin .

Berdasarkan rilis data akhir‐akhir ini meningkatkan dugaan bahwa ekonomi dunia memang melambat. Aktifitas sektor jasa  di Cina melambat dengan kinerja terburuk sejak 10‐bulan pada periode Juni. Survei lain mengungkapkan bahwa sektor jasa  Jerman  secara  tak  terduga  mengalami  stagnasi  pada  bulan  Juni,  mengakhiri  ekspansi  selama  8‐bulan  seiring  penurunan  pesanan pabrik. 

Prospek pelonggaran moneter bank sentral telah mendukung harga emas dan komoditas lainnya minggu ini, tetapi prospek  suramnya  pertumbuhan  ekonomi  global  memberikan  tekanan.  Harga  minyak  jenis  Brent  ditutup  melemah  1,10  USD  ke  99,58 USD per barel <LCOc1> setelah sempat melonjak lebih dari 3 persen pada Selasa. 

Harga spot emas <XAU=> tidak etrlalu banyak berubah masih mendekati level tertinggi dua minggu di 1,624.70 USD per  troy ounce di 1,616.05 USD per troy ounce, setelah naik lebih dari 4 persen sejak Jumat lalu. 

Pasar emas akan diperkirakan tetap stabil sebelum rilis data sektor ketenagakerjaan AS pada hari Jumat, yang diperkirakan  akan mendorong The Fed untuk  mengambil langkah‐langkah kebijakan pelonggaran tambahan. 



GOLD & COMMODITIES
Emas bertengger di sekitar level tertinggi 2 pekan pada hari Rabu setelah melonjak 4% dalam 3 hari terakhir, menyusul  investor menahan diri menjelang sidang ECB yang diprediksi akan memangkas suku bunganya pada hari Kamis ini serta rilis  data ketenagakerjaan AS pada hari Jumat. 

Ditengah sepinya perdagangan akibat tutup pasar AS berkenaan Hari Kemerdekaan negara tersebut, harga emas spot turun  0.2% ke $1,614.78 per ounce. Pasar memprediksi emas berpotensi menguat di atas $1,630, yang merupakan plafon atas  dari kisaran perdagangan emas sejak awal Mei. 

Permintaan investasi kedalam emas menurun dalam 5 bulan terakhir, akibat ketidakpastian mengenai dampak dari krisis  Eropa  terhadap  ekonomi  global,  yang  telah  membuat  dolar  dipandang  sebagai  aset  pilihan  yang  lebih  aman  sehingga  merugikan emas. 

Kepemilikan  emas  dalam  exchange‐traded  funds  (ETF),  sebagai  barometer  untuk  melihat  permintaan  investor  jangka  panjang, telah melemah pekan ini, namun masih kurang dari 0.5% dari rekor tertinggi Maret di atas 70.89 juta ounce. 

Minggu ini bisa menjadi penentu dalam menentukan arah kemungkinan kebijakan moneter di Amerika Serikat dan zona  euro, di mana suku bunga rendah di kedua wilayah telah berperan dalam menciptakan permintaan untuk emas. 

ECB dalam sidangnya Kamis ini diprediksi akan memangkas suku bunganya ke rekor terendah untuk mencoba mengatasi  krisis  utang,  tanpa  harus  membeli  obligasi  pemerintah  negara‐negara  yang  dililit  utang  seperti  Spanyol  dan  Italia  untuk  menurunkan biaya pinjaman mereka. 

Sedangkan permasalahan yang lebih krusial bagi emas adalah rilis data non‐farm payrolls AS pada hari Jumat besok karena  hal ini akan menjadi petunjuk apakah langkah pelonggaran moneter jilid 3 akan dilanjutkan oleh The Fed.
OIL & COMMODITIES
Harga minyak mentah turun pada hari Rabu, setelah melonjak tajam di hari sebelumnya, menyusul investor kembali fokus  pada  memburuknya  kondisi  ekonomi  global,  meskipun  ekspektasi  adanya  kelanjutan  stimulus  telah  membatasi  koreksi  yang terjadi. 

Perdagangan terlihat sepi, menyusul libur pasar AS berkenaan dengan Hari Kemerdekaan negara tersebut dan menjelang  sidang reguler ECB dan BoE pada hari Kamis. 

Harga minyak Brent turun $1.08 di $99.60 per barel setelah melonjak lebih dari 3% di sesi sebelumnya. Sedangkan harga  minyak  mentah  AS  turun  68  sen  ke  $86.98  setelah  mencatat  level  penutupan  tertinggi  sejak  30  Mei  di  hari  Selasa  sebelumnya. 

Harga  minyak  mendapat  dukungan  dari  ekspektasi  adanya  kelanjutan  stimulus  dan  meningkatnya  ketegangan  seputar  program nuklir Iran, yang menambah kekhawatiran terhadap potensi terhambatnya suplai minyak. 

ECB diprediksi akan memangkas suku bunganya ke rekor terendahnya di bawah 1% pada sidangnya hari Kamis ini. Investor  juga mengharapkan adanya kelanjutan program quantitative easing (QE) dari The Fed, dimana peluang ini akan semakin  terbuka jika data non‐farm payrolls AS dirilis buruk pada hari Jumat besok. 




EURO ZONE
Seluruh  negara  ekonomi  terbesar  Eropa  mengalami  resesi  atau  menghadapi  resesi  dan  belum  ada  tanda‐tanda  yang  berarti  bahwa  perekonomian kawasan akan pulih dalam waktu dekat, demikian sebuah survey menunjukkan, mendukung pandangan bahwa bank‐bank  besar di zona euro akan melonggarkan kebijakan moneternya dalam pekan ini.  

Sebuah survey bisnis yang meliputi ribuan perusahaan mengindikasikan ekonomi zona euro kembali mengalami kontraksi antara April  dan Juni, begitupula dengan resesi di Inggris yang akan berlanjut dalam 3 kuartal berturut‐turut. 

Serangkaian data PMI tidak mengubah pandangan bahwa ECB akan memangkas suku bunganya ke rekor terendah yang baru pada hari  Kamis, atau bank sentral Inggris (BoE) akan mencetak uang untuk membeli obligasi lagi. 

Markit's Eurozone Composite PMI direvisi naik ke 46.4 di bulan Juni dari laporan awalnya 46.0 yang sama dengan data bulan Mei, namun  indeks masih di bawah angka 50 yang mengindikasikan sektor mengalami kontraksi selama 9 bulan dalam 10 bulan terakhir. 

Sedangkan koreksi tajam pada harga minyak membuat inflasi stabil di level terendah 16 bulan di 2.4% di bulan Juni, sebuah kondisi yang  memperkuat ekspektasi pasar bahwa ECB kemungkinan akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin ke level 0.75%. 




U.K.
Sterling  melemah  terhadap  dolar  AS  pada  sesi  Rabu  tertekan  rilis  data  aktifitas  sector  jasa  Inggris  yang  melemah  lebih  dari  perkiraan  pada  periode Juni, meningkatkan ekspektasi bahwa BoE akan menggelontorkan stimulus tambahan guna menopang pemulihan ekonomi. Pelaku pasar  dalam beberapa sesi terakhir memprediksi BoE akan melakukan pelonggaran moneter pada sidangnya Kamis 05 Juli, namun kebijakan tersebut  diperkirakan tidak akan berdampak besar bagi kinerja pound karena keputusan tersebut telah luas diantisipasi sebelumnya.  

Volume perdagangan menyusut sehubungan libur nasional Hari Kemerdekaan Amerika 04 Juli. Investor juga cenderung mengambil posisi wait  and see menjelang sidang ECB dan BoE pada sesi Kamis. Namun demikian piund cenderung stagnan terhadap euro menjelang sidang ECB dan  BoE.  

BoE  diperkirakan  akan  meningkatkan  pembelian  aset  berlandaskan  program  pelonggaran  kuantitatif  senilai  50  miliar  poundsterling.  Dengan  kenaikan  program  QE  baisanya  berdampak  negative  terhadap  kinerja  mata  uang,  namun  para  analis  memperkirakan  pound  cenderung  akan  menguat terhadap euro karena prospek ekonomi di zona eropa masih lebih buruk daripada di Inggris.  

Data yang dilansir oleh Markit/CIPS memperihatkan aktifitas sector jasa Inggris, yang mencakup ¾ dari total ekonomi negara tersebut mengalami  penurunan  ke  level  terendahnya  sejak  8‐bulan  terakhir  di  51.3,  meksipun  masih  berada  diatas  ambang  batas  ekspansi.  Data  tersebut  memperburuk prospek ekonomi setelah aktifitas sector manufaktur dan konstruksi juga mengalami pelemahan. 




JAPAN
  • Dolar masih bertengger di atas areal 79 yen ditengah minimnya sentimen pasar, sementara menunggu hasil keputusan sidang ECB Kamis  ini. Dolar sempat mengalami tekana jual oleh para eksportir Jepang, namun kemudian bergerak dalam kisaran sempit.  
  • Pasar masih memusatkan perhatian pada sidang ECB hari Kamis ini yang diprediksi akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis  poin.  
  • Dolar  dan  yen  berpeluang  untuk  melonjak  naik  terhadap  euro  jika  ECB  tidak  jadi  memangkas  suku  bunganya  untuk  mendongkrak  perekonomiannya.  Namun  jika  ECB  memangkas  suku  bunganya,  maka  akan  mendorong  minat  pada  aset‐aset  beresiko,  dan  akan  melemahkan dolar dan yen.  
  • Pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS pada hari Jumat untuk melihat peluang The Fed melanjutkan kebijakan moneter  longgar tahap 3 atau yang biasa disebut dengan quantitative easing (QE).  Libur pasar AS bekaitan dengan Hari Kemerdekaan negara tersebut telah membuat pasar bergerak relatif sepi Rabu kemarin. 




AUSTRALIA
Penjualan ritel di Australia pada periode Mei mengungguli ekspektasi, para analis memperkirakan ini merupakan dampak dari pemangkasan suku bunga  dan pembayaran pemerintah kepada masyarakat sebagai kompensasi dari skema pajak karbon yang akan diterapkan. Data tersebut sempat mengangkat  kinerja  Aussie  dolar  ke  level  tertingginya  sejak  2‐bulan  terakhir.  Penjualan  ritel  untuk  periode  Juni  bahkan  diyakini  akan  mengungguli  data  Mei  karena  tingkat suku bunga acuan yang lebih rendah.  

Perhatian  pelaku  pasar  tertuju  pada  sidang  ECB  dan  BoE  pada  sesi  Kamis  ini,  dimana  para  analis  memperkirakan  dengan  pelonggaran  moneter  yang  diperkirakan  akan  ditempuh  oleh  kedua  bank  sentral  tersebut  dengan  kemungkinan  stimulus  keuangan  pemerintah  Cina  dalam  waktu  dekat  akan  meningkatkan kinerja mata uang beresiko seperti Aussie dolar.  

Data  terakhir  dari  Cina  memperlihatkan  bahwa  aktifitas  sektor  jasa  berdasarkan  laporan  HSBC  mengalami  pertumbuhan  paling  lemah  dalam  10‐bulan  terakhir pada periode Juni. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan dari otoritas Cina.




SWISS
Dolar AS menguat terhadap Swiss franc pada sesi Rabu ditunjang pelemahaneuro seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga ECB pada sidangnya Kamis  05 Juli. Sementara itu volume perdagangan relatif tipis sehubungan libur nasional Hari Kemerdekaan Amerika 04 Juli. Kinerje franc cenderung mengikuti  kinerja euro sehubungan kebijakan pematokan kurs euro terhadap franc yang ditetapkan bank sentral – SNB sejak September 2011 silam dengan ambang  batas 1.20 franc per euro.  

Sementara itu data pada akhir minggu ini akan menunjukkan berapa besar dana yang digunakan oleh SNB untuk mempertahankan batas pematokan kurs  euro  terhadap  franc  sepanjang  periode  Juni.  Cadangan  mata  uang  asing  SNB  melonjak  pada  periode  Mei.  Dalam  beberapa  sesi  terakhir,  SNB  dan  pemerintah  terus menegaskan  komitmennya  untuk  mempertahankan  pematokan  kurs  euro  terhadap  franc  dengan  pembelian  mata  uang  asing  dalam  jumlah tak terbatas.