title cover

title cover

Tuesday, December 7, 2010

Headline News 07.12.10

AS & GLOBAL :

• Bursa saham AS ditutup melemah tipis, penguatan bursa tertahan oleh kekhawatiran terbaru mengenai krisis utang Eropa.
Penurunan euro membatasi laju saham‐saham AS, dimana keduanya bergerak dalam korelasi yang erat akhir‐akhir ini. Pasar juga terbebani komentar Ben Bernanke yang menyatakan bahwa tingkat pengangguran AS baru akan membaik dalam kurun 4‐5 tahun kedepan kemudian menutupi optimisme sebelumnya dimana Bernanke menyatakan membuka peluang stimulus dengan jumlah yang lebih besar. Indeks Dow Jones <. DJI> turun 19,90 poin atau 0,17% ke 11,362.19, sementara indeks S&P <. SPX> turun 1,59 poin atau 0,13% kelevel 1,223.12 dan Nasdaq <. IXIC> naik 3,46 poin atau 0,13% ke 2,594.92.
 

• Euro berlanjut melemah pada sesi Senin 06 Desember dan kemungkinan akan berlanjut melemah lebih jauh setelah Jerman menolak program jaring pengaman finansial yang lebih besar untuk Uni‐Eropa, yang kemudian menimbulkan kekhawatiran atas upaya untuk membendung krisis utang di kawasan itu. Pemerintah Jerman menolak memenuhi rekomendasi menteri‐menteri keuangan zona euro untuk meningkatkan besaran jaring pengaman keuangan bagi anggota Uni‐Eropa yang dilanda utang menjadi sebesar 750 miliar euro. Euro sempat jatuh lebih dari 1% mendekati level 1,3250 disebabkan aksi ambil untung para pelaku pasar setelah penguatan beruntun dalam 3‐sesi terakhir sebelumnya. Euro <EUR=EBS> tercatat turun 0,9% kelevel 1,3301, setelah sempat anjlok hingga 1,324. Euro juga melemah 0,8% kelevel 109,94 yen <EURJPY=>. Sementara dollar AS stagnan terhadap yen <JPY=> ke 82,63 yen.

• Harga emas dunia naik ke rekor tertinggi dan perak melejit ke level tertinggi dalam 30‐tahun terakhir menyusul naiknya kembali kekhawatiran tentang masalah utang Uni‐Eropa ditengah spekulasi bahwa otoritas AS mungkin memperpanjang pelonggaran moneter. Harga perak naik di atas 30 USD per ons untuk pertama kalinya sejak tahun 1980 pada Senin dan emas juga mencetak rekor tertingginya, akan tetapi volume tipis pada perdagangan kedua logam mulia tersebut menunjukkan prospek pelemahan dalam jangka dekat karena beberapa investor cenderung mengambil posisi jual menjelang akhir tahun. Harga spot emas <XAU=> naik 0,4% menjadi 1,419.65 USd per troy ounce, setelah sempat naik ke level tertingginya di 1,427.01 USD per troy ounce.


• Harga minyak dunia naik tipis ke level tertinggi dalam 26‐bulan terakhir mendekati level 90 USD per barrel dalam perdagangan yang
volatile seiring cuaca dingin di Eropa dan harapan bahwa pemulihan ekonomi yang kuat akan meningkatkan permintaan terhadap minyak. Harapan tersebut mengimbangi keprihatinan pada masalah utang Uni‐Eropa yang kemudian berhasil mengangkat dollar AS.
Harga minyak mentah AS untuk kontrak pengiriman Januari <CLc1> naik 19 sen kelevel 89,38 USD per barel, kenaikan penutupan beruntun dalam 4‐sesi terakhir dan merupakan yang tertinggi sejak 07 Oktober 2008.


• Outlook (Selasa, 07/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka beragam pada sesi Selasa (07 Desember), setelah bursa saham global mengalami konsolidasi dimana investor cenderung berhati‐hati terhadap kondisi hutang di Uni‐Eropa dan munculnya prospek pelonggaran moneter AS.

Obama unveils tax deal with Republicans


(Reuters) - Presiden Barack Obama pada hari Senin meluncurkan kesepakatan kompromi untuk memperpanjang semua pemotongan pajak Bush selama dua tahun, memberikan tanah untuk digalakkan Partai Republik yang menang besar dalam pemilihan kongres bulan lalu.
Setelah pertemuan para pemimpin Demokrat, Obama mengumumkan apa yang disebut "kerangka" perjanjian dengan Partai Republik yang akan memperbaharui pemotongan pajak tidak hanya untuk kelas menengah - karena ia telah berusaha - tetapi juga untuk Amerika kaya, sebagai Republik inginkan.
Rencana tentatif ini diharapkan untuk menarik resistensi dari beberapa Demokrat liberal, yang telah menyatakan kekecewaan bahwa presiden sedang membungkuk untuk tuntutan Republik sementara tidak mendapatkan cukup dalam kembali.
Kesepakatan pemotongan pajak tentatif, yang diharapkan untuk memperpanjang istirahat pada dividen dan keuntungan modal serta, juga menyerukan perpanjangan 13-bulan tunjangan pengangguran, yang bisa menenangkan beberapa Demokrat.
Namun Obama mengakui tuntutan Republik atas pajak real, dengan mengusulkan pajak 35 persen dengan tingkat pengecualian $ 5.000.000 individu.
"Kami tidak bisa bermain politik di saat rakyat Amerika sedang mencari kita untuk memecahkan masalah," kata Obama kepada wartawan. "Saya yakin pada akhirnya bahwa Kongres akan melakukan hal yang benar."
Obama bersikeras kompromi yang diperlukan sebelum Kongres menunda akhir bulan ini untuk menghindari memungkinkan kelas menengah untuk menghadapi pajak yang lebih tinggi ketika semua potongan era Bush berakhir pada tanggal 31 Desember.
Dalam pidato di sebuah perguruan tinggi komunitas di North Carolina, Obama telah mengisyaratkan pada perjanjian kemungkinan yang akan setidaknya untuk sementara memperpanjang pemotongan pajak Bush-era untuk Amerika kaya - sebagai Republikan inginkan - bukan hanya untuk keluarga membuat kurang dari $ 250.000, sebagai ia dan Demokrat itu lebih disukai.
Liberal menuduh pendukung Obama bersedia untuk berkompromi dalam pertempuran pajak dalam upaya untuk menemukan landasan bersama dengan Partai Republik, yang telah digalakkan oleh keuntungan besar dalam pemilu 2 November kongres.
New York Times kolumnis Paul Krugman berpendapat dalam sebuah kolom pada hari Senin bahwa Obama hanya perlu membiarkan pajak naik untuk semua orang Amerika daripada setuju untuk memungkinkan pemotongan pajak berlanjut untuk kaya.

Monday, December 6, 2010

Headline News 06.12.10

AS & GLOBAL :


• Rally bursa saham Wall Street tertahan menyusul laporan sektor ketenagakerjaan AS yang menunjukkan penambahan di non‐farm payrolls untuk November yang hanya 39.000, atau lebih rendah dari perkiraan sebesar 140.000. Sementara itu tingkat pengangguran naik ke level
tertinggi dalam tujuh bulan terakhir menjadi sebesar 9,8%. Investor berharap dengan data sektor ketenagakerjaan tersebut akan mempertahankan dukungan pemerintah AS pada sektor keuangan.


• Saham‐saham di bursa Wall Street berhasil menguat diakhir sesi setelah adanya laporan bahwa Ketua The Fed ‐ Ben Bernanke mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi CBS (yang direkam pada 30 November lalu) bahwa dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan
penambahan jumlah pembelian aset The Fed lebih dari 600 milyar USD. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 19,68 poin atau 0,17% ke 11,382.09,
S&P <. SPX> menguat 3,18 poin atau 0,26% ke 1,224.71 dan Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 12,11 poin atau 0,47% ke 2,591.46.


• Euro tercatat mengalami kenaikan beruntung dalam 3‐sesi terakhir secara berturut setelah sempat anjlok 7% selama November, meskipun analis meragukan apakah rally ini akan berlanjut pada minggu berikutnya. Kenaikan euro diperkuat data ekonomi AS yang dibawah perkiraan. Euro naik 1,5% di 1,3414 <EUR=> pada hari Jumat, setelah sempat mencapai level terendah dalam kurun 2‐1/2‐bulan terakhir
dibawah 1,30 pada Selasa 30 November lalu. Pembelian obligasi oleh ECB terhadap obligasi Irlandia dan Portugis cukup membantu mengangkat sentimen pelaku pasar. Namun dengan minimnya rilis data ekonom AS dalam sepekan kedepan, kekhawatiran pada kondisi keuangan kawasan Uni‐Eropa masih cukup kuat. Pihak berwenang Eropa mungkin memang telah menyelamatkan Irlandia, namun investor masih khawatir tentang kemungkinan negara Uni‐Eropa lainnya yang akan meminta bantuan finansial. Di tempat lain, dolar AS turun ke level terendah 2‐1/2‐pekan terakhir di level 82,53 <JPY=EBS>.


• Harga emas dunia menguat lebih dari 2% persen sesi terakhir pekan lalu, sempat naik di atas level 1.400 USD per troy ons seiring anjloknya dollar AS setelah data sektor ketenagakerjaan dirilis dibawah perkiraan yang mulai menurunkan optimisme tinggi pada pemulihan ekonomi AS. Emas tercatat naik lebih dari 3% minggu lalu, keuntungan terbesar sejak April. Emas berhasil menembus diatas level 1.400 USD per troy
ounce untuk pertama kalinya sejak November setelah data US nonfarm payrolls dirilis dibawah perkiraan, dan unemployment naik kelevel tertinggi dalam 7‐bulan terakhir. Harga spot emas <XAU=> naik 1,7% menjadi 1,408.19 USD per troy ounce, kenaikan harian terbesar sejak 4 November.


• Sementara itu harga minyak AS naik ke level tertinggi dalam 25‐bulan terakhir, kenaikan beruntun dalam 3‐sesi berturut. Kenaikan mana terpicu anjloknya dollar AS yang memacu arus investasi pada komoditi serta kondisi cuaca ekstrim di Eropa dan Timur Laut AS melejitkan harga minyak pemanas. Harga minyak AS dengan kontrak penyerahan Januari <CLc1> naik 1,19 USD dan ditutup dilevel 89,19 USD per per
barel, penutupan tertinggi sejak 7 Oktober 2008. Dalam sepekan terakhir, minyak tercatat menguat 6,48%, persentase keuntungan terbaik sejak naik 6,66% pada awal pekan November.

US employment report stuns

US employment report stuns

John J. Hardy, FX Consultant, Saxo Bank
The nonfarm payrolls fell far short of expectations and the unemployment rate rose again, and this was doubly surprising because of the recent appearance of improving data out of the US.  Does the weaker greenback in the wake of this data make sense, however?
USD and US Employment Report
If there is one phenomenon we have been used to for many months now, it is the idea that the USD and risk appetite are irretrievably joined at the hip, with the USD falling every time equities rally and vice versa. We noted yesterday that the strength of this correlation seemed to be fading a bit, since many of the major equity indices were at new highs while the USD was still well off its recent lows. After today’s data, it appears the predominant thought is not of risk appetite, however, but the implications of this poor employment report on the Fed’s quantitative easing plans, which theoretically move back into high gear in the wake of a report like today’s. After all, half of the Fed’s mandate is related to employment (the other half being inflation).
So today’s ugly US employment report has really confused the market here. In normal times, it is bad for the USD to have negative US data – but these aren’t normal times. The question in these times is how the market chooses to react to the negative data in terms of risk appetite (higher because more easing keeps the liquidity party going or lower because the market finally starts to worry about growth implications of bad data?).
 After the ugly data today we are seeing risk selling off, which has normally been USD supportive in this market cycle (regardless of the fundamental implications for the US economy). Something is not right here unless we are moving into a new market paradigm: it’s fine and makes sense for USDJPY to drop on today’s market reaction to the US data. It also makes sense or EURUSD to squeeze a bit higher as Euro sovereign risk spreads are easing and this data suddenly makes the US economy look relatively worse. But should AUDUSD to rip higher here? That makes no sense. Risk appetite should be the sole determinant of that pair’s direction and has been nearly tick for tick, seemingly forever. So the current reaction pattern cannot stand – either AUDUSD falls as equities fall or equities shake off the bad data here and rally and in doing so also justify the extension of AUDUSD higher today. (A few minutes after we are writing this, the market is bearing this out as stocks have bounced smartly – there are surely arbitragers and HFT operators looking at these kinds of opportunities.)

Friday, December 3, 2010

Headline News 03.12.10

AS & GLOBAL :


• Bursa Wall Street melanjutkan rally dalam dua sesi terakhir seiring mulai redanya kekhawatiran pada krisis hutang Uni‐Eropa,
memberikan investor kesempatan untuk menambah posisi pada saham perbankan dan peritel. Saham perbankan memimpin
kenaikan setelah Goldman Sachs menyatakan membaiknya kondisi ekonomi akan menguntungkan sektor perbankan. Indeks Dow
Jones <. DJI> naik 106,63 poin atau 0,95% kelevel 11,362.41, menyusul S&P yang naik 15,46 poin atau 1,28% ke 1,221.53
sementara Nasdaq <. IXIC> menguat 29,92 poin atau 1,17% ke 2,579.35. Goldman Sachs Group Inc menyatakan perbankan
AS akan mendapatkan dukungan positif dari membaiknya kondisi ekonomi, naiknya harga ekuitas dan suku bunga yang
menguntungkan.


• Harga emas dunia ditutup stagnan setelah gagal break di atas 1.400 USD per troy ounce, aksi safe haven buying mulai memudar
setelah ECB menawarkan jaring pengaman likuiditas bagi bank yang rentan, ditambah membaiknya data‐data ekonomi AS. Harga
spot emas naik kurang dari 0,1% ke 1,388.60 USD per troy ounce. Sementara itu harga minyak berakhir pada level tertinggi
dalam 25 bulan terakhir, sebagai dampak dari melemahnya dolar AS yang mendorong para investor untuk membeli aset berisiko
seperti minyak dan komoditas lainnya. Minyak mentah AS untuk pengiriman Januari naik 1,25 USD atau 1,44% dilevel 88 USD per barel, level tertinggi sejak 8 Oktober 2008.


• Euro menguat pada sesi Kamis 02 Desember menyusul maraknya pembicaraan bahwa Bank Sentral Eropa mulai membeli obligasi,
meskipun masih tersisa kekhawatiran tentang prospek bagi negara‐negara di kawasan zona euro yang potensial terus memberikan
tekanan pada mata uang tunggal Uni‐Eropa tersebut. Fokus pelaku pasar saat ini beralih kepada data AS akhir pekan ini yaitu data
sektor ketenagakerjaan dimana nonfarm payrolls untuk November diperkirakan naik 140.000, menurut survei terakhir Reuters.
Kekhawatiran pada krisis utang zona euro mulai mereda setelah adanya laporan bahwa ECB sedang membeli dalam jumlah besar
utang Irlandia dan Portugis, meskipun pasar tidak cukup puas bahwa tidak ada pengumuman detil mengenai tindakan agresif untuk
melawan krisis utang. Premi asuransi obligasi investor untuk membeli obligasi Portugis dan Irlandia terhadap obligasi Jerman
melemah. Pada akhir perdagangan New York, euro naik 0,6% kelevel 1,3223 USD.


• Outlook (Jumat, 03/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan akan melanjutkan penguatannya seiring sentimen positif data
ekonomi global dan adanya spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa mulai membeli obligasi negara‐negara yang bermasalah. Sementara
itu jika data non‐farm payrolls dirilis menguat hal tersebut akan memberikan support lanjutan bagi dolar.