US & GLOBAL
• Tanda‐tanda perlambatan pemulihan ekonomi AS menekan Wall Street dan harga minyak Senin kemarin, sementara optimisme bahwa para pejabat akan memberikan kejelasan lebih lanjut untuk jalan keluar krisis utang zona euro memberikan support terhadap mata uang euro. Harga minyak mentah di pasar berjangka AS turun lebih dari 2%, bahkan harga gasoline‐nya anjlok 5% ke level terendah 9 minggu akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap demand‐nya jika ekonomi melambat.
• Sebuah indikasi aktivitas ekonomi menurun dan dampak negatifnya pada prospek permintaan menyebabkan tekanan pada komoditas energy.
Sementara indeks S&P500 AS tertekan oleh penurunan saham teknologi dan konsumen karena kekuatan pemulihan mulai dipertanyakan.
Pergeraakan harga belakangan ini – termasuk merosotnya S&P500 ke penutupan terendah hampir 1 bulan serta di bawah key‐level support‐nya – menandakan tekanan pasar masih akan berlanjut. Indeks bursa saham dunia yang diukur oleh MSCI turun 0,67%. Sementara indeks saham teknologi AS, Nasdaq, tenggelam dan menjadi pemimpin penurunan saham‐saham AS karena investor menjual saham‐saham yang mengalami kenaikan terbesar beberapa waktu lalu di saat mulai ada tanda kegelisahan terhadap kinerja ekonomi AS. Sub indeks retail S&P <.RLX> jatuh 2%.
• Indeks manufaktur NY‐Fed mengalami penurunan di bulan Mei ke level terendah dalam 5 bulan, demikian ditunjukkan pada rilis data tersebut semalam. Sementara penahanan direktur IMF, Dominique Strauss‐Kahn, atas tuduhan percobaan perkosaan mengirimkan ‘gelombang kejut’ di kalangan politikus Perancis dan mengundang kegaduhan di lingkungan IMF.
• EUR/USD rebound dari tekanan sebelumnya setelah pertemuan Uni Eropa menunjukkan dukungan untuk negara‐negara yang sedang terbebani krisis utang. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan restrukturisasi utang negara zona euro sebelum 2013 akan "sangat" merusak kredibilitas zona euro – komentar ini meredam kekhawatiran terhadap potensi restrukturisasi utang Yunani yang mencuat sebelumnya. Menteri keuangan Eropa mungkin menunjukkan solidaritas dan dukungan bagi Yunani, terutama setelah komentar Merkel. Para menteri keuangan zona Euro juga menyetujui program bailout €78 milyar untuk Portugal tetapi dengan syarat bahwa pemerintah Portugal harus berusaha keras meminta para
investor pemegang obligasinya untuk tetap mempertahankan eksposur mereka.
Mata uang tunggal euro naik 0,5% mendekati $1,4170‐an setelah sebelumnya jatuh hingga $1,4049, level terendah sejak 30 Maret.
EUR/USD sebelumnya mengalami kenaikan hingga level tertinggi 17 bulan di 1,4939 pada 4/Mei lalu. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS berlanjut turun dengan akumulasi sekitar 15% di bulan ini, karena munculnya kekhawatiran tekanan demand dari potensi ekonomi yang meredup. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> turun ke $97.00/barel sesaat setelah penutupan pasar NY Senin. Harga Brent Juni <LCOc1> jatuh ke intraday terendah $112,00 kemarin, sebelum memantul kembali ke $112,87, atau turun 1% kemarin. Emas tetap stabil, dengan harga spot <XAU=> yang bergerak di sekitar $1,490.00/ons setelah penutupan NY, turun tipis dari $1,491.00 akhir minggu lalu.
GOLD & COMMODITIES
• Emas bertahan Senin lalu karena euro menghentikan level terendahnya dalam tujuh minggu, tetapi mata uang masih menyisakan kerentanan pada ketidakpastian mengenai utang pada negara‐negara zona euro, yang mana juga memicu aksi safe‐haven buying pada precious metal.
• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1500,20 per troi ons pada pukul 1355 GMT, dari level $1493,25 pada penutupan New York Jumat lalu. Logam mulia mencapai level puncaknya $1575,79 pada 2 Mei. U.S. gold <GCcv1> berada pada level $1497,90 per ons.
• Dollar <EUR=> pada awalnya naik ke level tertingginya dalam tujuh minggu terhadap euro karena berita bahwa kepala IMF Dominique Strauss‐Kahn telah dituduh percobaan perkosaan yang menambah ketidakpastian. Euro kemudian mengalami recover, didorong oleh aksi beli oleh Asian central bank.
• "If you have a strong dollar you will see gold fall, but in euro terms, gold will probably do quite well," ungkap Dan Brebner, seorang analis pada Deutsche Bank.
• Emas <XAUEUR=R> berada disekitar level 1057 euro, sedikit berubah dari level Jumat lalu, dan sempat mengarah pada arah level tertingginya yang pernah ada diatas level 1075 euro yang tercapai Desember lalu.
• Silver <XAG=> merosot 3.5 persen ke level $34.03 tetapi naik lagi dari penurunannya dan terakhir diperdagangkan pada level $34.92 per ons, dari level $35.28 Jumat lalu. Industri logam mulia telah anjlok sekitar 30 persen sejak mencatatkan level tertinggi $49.51 pada 28 April.
• Platinum <XPT=> berada pada level $1760,50 per ons dari $1756,05 Jumat lalu dan palladium <XPD=> berada pada level $712.22 dari level $705.70 per ons.
title cover
Tuesday, May 17, 2011
Euro zone eyes Greek debt move, backs Portugal aid
(Reuters) - Euro zone finance ministers said for the first time on Monday that they would consider asking Greece's private creditors to extend the maturities on their bonds to buy Athens more time to pay down its huge debt.
At a meeting in Brussels that was overshadowed by the weekend arrest of International Monetary Fund (IMF) chief Dominique Strauss-Kahn on rape charges, the ministers also approved a bailout for Portugal and backed Italian Mario Draghi to become the next president of the European Central Bank.
Strauss-Kahn, who has run the Washington-based IMF since 2007, had been expected to attend the monthly meeting of finance ministers from the 17-nation currency bloc to discuss their widening debt crisis.
But instead he was forced to appear in a Manhattan court, where prosecutors described in graphic detail his alleged attack on a chambermaid in a midtown Manhattan hotel on Saturday.
Through his lawyers, Strauss-Kahn has denied the charges but the judge refused to grant him bail after the prosecution warned he might try to flee the country. He is to be transferred to New York's notorious Rikers Island jail pending his next court appearance on Friday.
The events across the Atlantic cast a cloud over the meeting, where ministers wrestled with a new plan for Greece, which is struggling to meet the targets linked to its 110 billion euro ($155 billion) EU/IMF rescue, sealed one year ago.
Many economists believe Greece will become the first western European country to restructure its debt since post-war Germany in 1948, but policymakers have ruled out imposing painful losses, or "haircuts," on the country's private creditors before 2013.
"REPROFILING"
Jean-Claude Juncker of Luxembourg, who chairs euro zone finance minister meetings, left the door open however to a "reprofiling" of Greece's debt under which investors would be encouraged to agree to an extension of the maturities of the debt they hold.
"I have to repeat that a large restructuring is no option. Nobody was mentioning tonight the need of having a large restructuring," Juncker said.
"I wouldn't exclude in a definite way a kind of reprofiling," he added. "It's not reprofiling or nothing, it's measures and measures and measures and then maybe reprofiling."
It is unclear how policymakers could convince Greek debt holders to agree to a voluntary "soft restructuring" of this kind. Even if they were successful, this step would only buy Athens more time, not reduce its sovereign debt burden of about 330 billion euros.
Juncker described the situation in Greece as "extremely difficult" but held out hope that its problems could be brought under control if Athens stepped up reforms to meet its 2011 fiscal goals and moved swiftly to sell off state assets.
In another sign of the rising pressure on European governments to broaden the burden of their bailouts from taxpayers to the banks that have lent to so-called peripheral euro zone countries, the ministers backed a 78 billion euro bailout of Portugal but insisted Lisbon seek agreement from private bondholders to maintain their exposure to its debt.
Finland had insisted on some form of private sector involvement to ensure its parliament, which includes euroskeptic parties, will approve the bailout.
It was the first time a euro zone country has explicitly sought voluntary pledges from private creditors not to sell down their debt holdings.
Lisbon cannot force debt holders to maintain their exposure so it is unclear whether the pledge will have more than a symbolic impact. Portugal is the third euro zone country to secure a rescue package after Greece and Ireland last year.
DRAGHI SLAM DUNK
Backing for Italian central bank chief Mario Draghi to replace Jean-Claude Trichet at the helm of the ECB when the Frenchman's term expires at the end of October had been widely expected after German Chancellor Angela Merkel threw her weight behind him last week.
Draghi takes over the ECB at a crucial time, with the sovereign debt crisis raging and after the Frankfurt-based bank raised its benchmark interest rate for the first time in nearly three years in April.
After the surprise withdrawal of Germany's Axel Weber from the ECB race in February, Draghi quickly emerged as the favorite and Europe avoided a messy fight over the nomination.
Should Strauss-Kahn resign or be dismissed from his post at the IMF, the battle over who should succeed him could be much more intense.
Europe has had a long-standing claim to the Fund's top position and would probably be keen to bring in someone who, like Strauss-Kahn, will be committed to helping the bloc fight its sovereign debt crisis. French Finance Minister Christine Lagarde is seen as the top European candidate.
But a recent power shift at the IMF toward emerging nations means that countries such as China, India and Brazil could press for a new chief from a developing nation.
At a meeting in Brussels that was overshadowed by the weekend arrest of International Monetary Fund (IMF) chief Dominique Strauss-Kahn on rape charges, the ministers also approved a bailout for Portugal and backed Italian Mario Draghi to become the next president of the European Central Bank.
Strauss-Kahn, who has run the Washington-based IMF since 2007, had been expected to attend the monthly meeting of finance ministers from the 17-nation currency bloc to discuss their widening debt crisis.
But instead he was forced to appear in a Manhattan court, where prosecutors described in graphic detail his alleged attack on a chambermaid in a midtown Manhattan hotel on Saturday.
Through his lawyers, Strauss-Kahn has denied the charges but the judge refused to grant him bail after the prosecution warned he might try to flee the country. He is to be transferred to New York's notorious Rikers Island jail pending his next court appearance on Friday.
The events across the Atlantic cast a cloud over the meeting, where ministers wrestled with a new plan for Greece, which is struggling to meet the targets linked to its 110 billion euro ($155 billion) EU/IMF rescue, sealed one year ago.
Many economists believe Greece will become the first western European country to restructure its debt since post-war Germany in 1948, but policymakers have ruled out imposing painful losses, or "haircuts," on the country's private creditors before 2013.
"REPROFILING"
Jean-Claude Juncker of Luxembourg, who chairs euro zone finance minister meetings, left the door open however to a "reprofiling" of Greece's debt under which investors would be encouraged to agree to an extension of the maturities of the debt they hold.
"I have to repeat that a large restructuring is no option. Nobody was mentioning tonight the need of having a large restructuring," Juncker said.
"I wouldn't exclude in a definite way a kind of reprofiling," he added. "It's not reprofiling or nothing, it's measures and measures and measures and then maybe reprofiling."
It is unclear how policymakers could convince Greek debt holders to agree to a voluntary "soft restructuring" of this kind. Even if they were successful, this step would only buy Athens more time, not reduce its sovereign debt burden of about 330 billion euros.
Juncker described the situation in Greece as "extremely difficult" but held out hope that its problems could be brought under control if Athens stepped up reforms to meet its 2011 fiscal goals and moved swiftly to sell off state assets.
In another sign of the rising pressure on European governments to broaden the burden of their bailouts from taxpayers to the banks that have lent to so-called peripheral euro zone countries, the ministers backed a 78 billion euro bailout of Portugal but insisted Lisbon seek agreement from private bondholders to maintain their exposure to its debt.
Finland had insisted on some form of private sector involvement to ensure its parliament, which includes euroskeptic parties, will approve the bailout.
It was the first time a euro zone country has explicitly sought voluntary pledges from private creditors not to sell down their debt holdings.
Lisbon cannot force debt holders to maintain their exposure so it is unclear whether the pledge will have more than a symbolic impact. Portugal is the third euro zone country to secure a rescue package after Greece and Ireland last year.
DRAGHI SLAM DUNK
Backing for Italian central bank chief Mario Draghi to replace Jean-Claude Trichet at the helm of the ECB when the Frenchman's term expires at the end of October had been widely expected after German Chancellor Angela Merkel threw her weight behind him last week.
Draghi takes over the ECB at a crucial time, with the sovereign debt crisis raging and after the Frankfurt-based bank raised its benchmark interest rate for the first time in nearly three years in April.
After the surprise withdrawal of Germany's Axel Weber from the ECB race in February, Draghi quickly emerged as the favorite and Europe avoided a messy fight over the nomination.
Should Strauss-Kahn resign or be dismissed from his post at the IMF, the battle over who should succeed him could be much more intense.
Europe has had a long-standing claim to the Fund's top position and would probably be keen to bring in someone who, like Strauss-Kahn, will be committed to helping the bloc fight its sovereign debt crisis. French Finance Minister Christine Lagarde is seen as the top European candidate.
But a recent power shift at the IMF toward emerging nations means that countries such as China, India and Brazil could press for a new chief from a developing nation.
Monday, May 16, 2011
Headline News 16.05.11
US & GLOBAL
• Pekan kemarin investor mulai tersadar bahwa kampanye quantitative easing The Fed akan segera berakhir, sehingga mendorong investor untuk menarik investasinya dari pasar berkembang, komoditas dan saham‐saham perusahaan kecil AS. Aksi sell‐off tersebut dimulai 2 pekan lalu disaat rally pada komoditas terlihat sudah sangat berlebihan. Hal ini memicu pertanyaan mengenai nilai aset murni yang digenjot oleh
pembelian obligasi The Fed, yang sementara ini disimpulkan akan berakhir pada akhir Juni.
• Bursa AS jatuh pada hari Jumat kemarin dan euro tersungkur ke level terendah 6 pekan terhadap dolar karena kekhawatiran utang Eropa kembali mengemuka. Investor mengambil keuntungan apa yang mereka bisa dan disimpan dalam aset safe haven seperti dolar dan obligasi pemerintah AS. Dolar AS yang telah tertekan oleh program pencetakan uang The Fed, melanjutkan pemulihannya untuk pekan kedua.
Penurunan bursa saham AS telah melengkapi kerugian pekan kedua, hal ini menumbuhkan kekhawatiran bahwa saham sewaktu‐waktu bisa mengalami rebound. Indeks Dow Jones berakhir melemah 100,17 poin atau 0,79 persen, di 12595,75. Standard & Poor's 500 Index <. SPX> turun 10,88 poin atau 0,81 persen, pada 1337,77. Nasdaq Composite Index <. IXIC> kehilangan 34,57 poin atau 1,21 persen, dan berakhir pada 2828,47.
• Saham dunia, yang direfleksikan oleh indeks MSCI turun 0,6 persen menjadi 344,42, setelah sebelumnya menembus level terendah lebih dari tiga minggu. Thomson Reuters indeks saham global <. TRXFLDGLPU> turun 0,8 persen dan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index berakhir turun 0,4 persen.
• Euro diperdagangkan melemah terhadap dolar karena kecemasan investor meningkat menjelang pertemuan para pembuat kebijakan Eropa minggu depan. Euro kemungkinan akan tetap tertekan setidaknya hingga investor selesai mencerna hasil apapun yang dicapai ECB. Euro terkoreksi ke level intraday low $1.4065, level terendahnya sejak 1 April dan terakhir tercatat turun 0,9% ke level $1.4111.
• Pertemuan para menteri keuangan zona euro akan diadakan pada hari Senin dan dilanjutkan pada hari Selasa dengan pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa. Ada keraguan apakah perjanjian substansial untuk membantu Yunani mengelola hutang akan muncul dari pertemuan tersebut, sehingga masih menyisakan ketidakpastian berapa lama negara ini dapat menghindari restrukturisasi. Kekhawatiran tentang Yunani telah mendorong euro turun lebih dari 5 persen dari level puncak di sekitar $ 1.4940 yang dicapai pada awal Mei.
• Harga minyak awalnya sempat jatuh akibat menguatnya dolar, namun akhirnya berhasil rebound sebelum tutup pasar AS, dipicu short‐covering menjelang libur akhir pekan. Brent crude <LCOc1> naik 85 sen dan settle di $113.83 per barel setelah menembus intraday high $114.92. U.S. crude <CLc1> naik 68 sen di $99.65 per barel.
• Menguatnya dolar juga telah memukul emas, dengan harga spot emas turun 0,7 persen menjadi $ 1492,50 per ounce, setelah sebelumnya naik setinggi $ 1516,40. Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni <GCM1> ditutup turun $13,20 pada $ 1493.60. .
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas dan silver merosot pada hari Kamis karena aksi jual sektor komoditas dalam rangkaian dua harinya pada kekhawatiran permintaan global, tetapi dollar AS melemah yang mendorong harga precious metals menghentikan level terendahnya.
• Pada awal sesi, silver melemah hingga 7 persen setelah Shanghai Gold Exchange menaikkan margin requirements untuk metal, yang mana anjlok mendekati 30 persen minggu lalu setelah kenaikan berturut‐turut U.S. futures margin dan karena investor melepas silver exchange traded funds.
• Meskipun aksi jual pada minggu ini, harga silver masih mendekati dua kali lipat dan emas naik sekitar 25 persen sejak Federal Reserve Chairman Ben Bernanke's Jackson Hole speech pada bulan Agustus yang menandai putaran kedua dari pembelian aset.
• "When you had gone on those runs, every market is due for a pullback," kata Jeffrey Sherman, commodities portfolio manager pada DoubleLine Capital, yang mengelola lebih dari $10 milyar aset.
• "Just because you had a pullback doesn't mean that the long‐term secular bull market is over, but (now) it does feel that like it's due for correction," Sherman mengungkapkannya.
• Silver <XAG=> turun 2.9 persen ke level $34.06 per ons by 12:34 p.m. EDT (1634 GMT), menghentikan level terendahnya pada level $32.33 yang mendekati support pada 150‐hari moving average.
• Spot gold <XAU=> merosot 0.3 persen ke level $1495,90 per ons. U.S. June gold futures <GCM1> anjlok $4.90 ke level $1496,50 per ons.
• Emas anjlok lebih dari 1 persen Rabu lalu dan silver mendekati 9 persen karena aksi ambil untung yang besar dalam dollar AS yang didorong aksi jual pada komoditas.
• Pekan kemarin investor mulai tersadar bahwa kampanye quantitative easing The Fed akan segera berakhir, sehingga mendorong investor untuk menarik investasinya dari pasar berkembang, komoditas dan saham‐saham perusahaan kecil AS. Aksi sell‐off tersebut dimulai 2 pekan lalu disaat rally pada komoditas terlihat sudah sangat berlebihan. Hal ini memicu pertanyaan mengenai nilai aset murni yang digenjot oleh
pembelian obligasi The Fed, yang sementara ini disimpulkan akan berakhir pada akhir Juni.
• Bursa AS jatuh pada hari Jumat kemarin dan euro tersungkur ke level terendah 6 pekan terhadap dolar karena kekhawatiran utang Eropa kembali mengemuka. Investor mengambil keuntungan apa yang mereka bisa dan disimpan dalam aset safe haven seperti dolar dan obligasi pemerintah AS. Dolar AS yang telah tertekan oleh program pencetakan uang The Fed, melanjutkan pemulihannya untuk pekan kedua.
Penurunan bursa saham AS telah melengkapi kerugian pekan kedua, hal ini menumbuhkan kekhawatiran bahwa saham sewaktu‐waktu bisa mengalami rebound. Indeks Dow Jones berakhir melemah 100,17 poin atau 0,79 persen, di 12595,75. Standard & Poor's 500 Index <. SPX> turun 10,88 poin atau 0,81 persen, pada 1337,77. Nasdaq Composite Index <. IXIC> kehilangan 34,57 poin atau 1,21 persen, dan berakhir pada 2828,47.
• Saham dunia, yang direfleksikan oleh indeks MSCI turun 0,6 persen menjadi 344,42, setelah sebelumnya menembus level terendah lebih dari tiga minggu. Thomson Reuters indeks saham global <. TRXFLDGLPU> turun 0,8 persen dan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index berakhir turun 0,4 persen.
• Euro diperdagangkan melemah terhadap dolar karena kecemasan investor meningkat menjelang pertemuan para pembuat kebijakan Eropa minggu depan. Euro kemungkinan akan tetap tertekan setidaknya hingga investor selesai mencerna hasil apapun yang dicapai ECB. Euro terkoreksi ke level intraday low $1.4065, level terendahnya sejak 1 April dan terakhir tercatat turun 0,9% ke level $1.4111.
• Pertemuan para menteri keuangan zona euro akan diadakan pada hari Senin dan dilanjutkan pada hari Selasa dengan pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa. Ada keraguan apakah perjanjian substansial untuk membantu Yunani mengelola hutang akan muncul dari pertemuan tersebut, sehingga masih menyisakan ketidakpastian berapa lama negara ini dapat menghindari restrukturisasi. Kekhawatiran tentang Yunani telah mendorong euro turun lebih dari 5 persen dari level puncak di sekitar $ 1.4940 yang dicapai pada awal Mei.
• Harga minyak awalnya sempat jatuh akibat menguatnya dolar, namun akhirnya berhasil rebound sebelum tutup pasar AS, dipicu short‐covering menjelang libur akhir pekan. Brent crude <LCOc1> naik 85 sen dan settle di $113.83 per barel setelah menembus intraday high $114.92. U.S. crude <CLc1> naik 68 sen di $99.65 per barel.
• Menguatnya dolar juga telah memukul emas, dengan harga spot emas turun 0,7 persen menjadi $ 1492,50 per ounce, setelah sebelumnya naik setinggi $ 1516,40. Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni <GCM1> ditutup turun $13,20 pada $ 1493.60. .
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas dan silver merosot pada hari Kamis karena aksi jual sektor komoditas dalam rangkaian dua harinya pada kekhawatiran permintaan global, tetapi dollar AS melemah yang mendorong harga precious metals menghentikan level terendahnya.
• Pada awal sesi, silver melemah hingga 7 persen setelah Shanghai Gold Exchange menaikkan margin requirements untuk metal, yang mana anjlok mendekati 30 persen minggu lalu setelah kenaikan berturut‐turut U.S. futures margin dan karena investor melepas silver exchange traded funds.
• Meskipun aksi jual pada minggu ini, harga silver masih mendekati dua kali lipat dan emas naik sekitar 25 persen sejak Federal Reserve Chairman Ben Bernanke's Jackson Hole speech pada bulan Agustus yang menandai putaran kedua dari pembelian aset.
• "When you had gone on those runs, every market is due for a pullback," kata Jeffrey Sherman, commodities portfolio manager pada DoubleLine Capital, yang mengelola lebih dari $10 milyar aset.
• "Just because you had a pullback doesn't mean that the long‐term secular bull market is over, but (now) it does feel that like it's due for correction," Sherman mengungkapkannya.
• Silver <XAG=> turun 2.9 persen ke level $34.06 per ons by 12:34 p.m. EDT (1634 GMT), menghentikan level terendahnya pada level $32.33 yang mendekati support pada 150‐hari moving average.
• Spot gold <XAU=> merosot 0.3 persen ke level $1495,90 per ons. U.S. June gold futures <GCM1> anjlok $4.90 ke level $1496,50 per ons.
• Emas anjlok lebih dari 1 persen Rabu lalu dan silver mendekati 9 persen karena aksi ambil untung yang besar dalam dollar AS yang didorong aksi jual pada komoditas.
Thursday, May 12, 2011
Headline News 12.05.11
US & GLOBAL
• Turunnya harga minyak pada hari Rabu memicu kekalahan kedua di komoditas dalam waktu kurang dari seminggu, mendorong investor untuk menjauhi investasi berisiko, termasuk saham, dan mengirim euro ke level terendah tiga minggu. Harga minyak anjlok lebih dari 5%, terkoreksi di bawah $100 per barel, setelah data menunjukkan meningkatnya stok bensin dan minyak mentah AS ditambah indikasi melemahnya pertumbuhan ekonomi Cina. Komoditas lainnya juga mengalami penurunan, seperti harga perak yang turun 8%.
• Di bursa Wall Street, 3 indeks utama terkoreksi sekitar 1%, dipicu turunnya saham‐saham energi, sementara dolar dan Treasury AS menguat. Meningkatnya keprihatinan soal krisis utang negara zona euro juga telah memukul euro, hanya selang sepekan setelah mata uang tunggal Eropa tersebut naik ke level tertinggi 17 bulan terhadap dolar. Indeks Dow Jones turun 130,33 poin atau 1,02% ke 12630,03, sementara Standard & Poor's 500 Index turun 15,08 poin atau 1,11% ke 1342,08 sedangkan Nasdaq Composite Index turun 26,83 poin atau 0,93% menjadi 2845,06. Setiap 5 saham turun untuk setiap 1 saham naik di New York Stock Exchange, sebuah eksodus luas yang menandakan bahwa investor melihat nilai kecil di sebagian besar industri.
• Brent crude turun $5,06 di $112,57 per barel sedangkan U.S. crude futures merosot $5,67 menjadi $98,21. Harga bensin juga merosot, memicu jeda perdagangan singkat di New York Mercantile Exchange. Harga bensin AS untuk pengiriman Juni turun 25,69 sen menjadi $ 3,1228 per galon. Ini adalah penurunan terbesar satu hari sejak akhir bulan September 2008. Reuters‐Jefferies CRB index <.CRB>, indikator untuk harga komoditas global, tersungkur 3%.
• Wabah baru kerusuhan di Eropa menyoroti kekhawatiran atas krisis utang yang melanda negara‐negara di wilayah tersebut. Euro terkoreksi di bawah level MA‐50 di sekitar $1.43, dimana pelaku pasar melihatnya sebagai indikasi koreksi akan berlanjut. Euro terakhir ditransaksikan melemah sekitar 1,5% di $1.4193 setelah menembus intraday low di $1.4172, level terendahnya sejak 18 April.
• Di Yunani, polisi menembakkan gas air mata pada puluhan pemuda yang melemparkan batu di pusat kota Athena dan aksi protes atas pengetatan anggaran telah mendorong negara‐negara Eropa untuk menghentikan sementara pembicaraan mengenai pemberian paket bailout berikutnya. Para menteri keuangan Uni Eropa akan membahas krisis utang Yunani pekan depan. Para menteri tersebut kemungkinan akan meminta Yunani untuk memenuhi tabungan dan target privatisasi yang telah disepakati jika ingin mendapatkan paket bailout yang baru tahun depan. Sementara itu, Portugal berharap rencana bailout tersebut akan disetujui pada hari Senin.
Finlandia mengatakan akan berpartisipasi dalam rencana paket bantuan tersebut, sedangkan kepala partai koalisi Jerman akan menyuarakan dukungan mereka untuk bailout.
• Data dari Cina menunjukkan pertumbuhan input industri di negara itu berkurang lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, meskipun inflasi masih tetap tinggi. Cina adalah konsumen utama perak dan konsumen terbesar kedua emas. Lebih dari separuh dari output global perak adalah dikonsumsi oleh sektor industri.
• Saham dunia yang diukur dengan indeks saham MSCI turun 0,8%. Tetapi saham Eropa mengantongi keuntungan. Indeks FTSEurofirst 300 <. FTEU3> ditutup naik 0,3%.
GOLD & COMMODITIES
• Silver melemah lebih dari 7 persen Rabu lalu, memecahkan level tiga hari rebound‐nya dari penurunan 25 persen minggu lalu dan menekan emas karena crude oil anjlok dan setelah pertumbuhan industrial output Cina melemah lebih dari ekspektasi.
• Silver menambah penurunannya karena energy products anjlok, membawa penurunan tajam pada sektor komoditas. Data pemerintah AS menunjukkan kenaikan crude oil dan gasoline inventories memicu anjloknya aksi jual pada gasoline, crude oil dan oil futures.
• Awalnya data Cina menunjukkan pertumbuhan industrial output melemah lebih dari ekspektasi bulan April, sementara itu inflasi konsumen pada ekonomi terbesar kedua dunia turun tipis dari level tertingginya 32‐bulan pada bulan Maret.
• Cina adalah major consumer pada silver dan konsumen terbesar kedua pada emas. Lebih dari setelah silver's global output dikonsumsi oleh sektor industri.
• The Reuters/Jefferies CRB index <.CRB>, suatu penilaian pada kinerja komoditas, anjlok 2.5 persen.
• "China is trying to contain inflation, and some of the measures it has enacted will likely to have an impact on economic growth. It's another reason for people to take money off the table for commodities in the short term," ungkap Evan Smith, co‐manager pada U.S. Global's Global Resources Fund <PSPFX.O>, yang memiliki $1 milyar aset.
• Spot silver <XAG=> naik hingga 2.7 persen pada awalnya, kemudian membalikkan kenaikannya dan anjlok 7.2 persen ke level $35.70 pada pukul 12:13 p.m. EDT (1613 GMT).
• Spot gold <XAU=> anjlok 1 persen ke level $1500,57 per ons. COMEX gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> merosot $16.30 menuju level $1500,60.
• Turunnya harga minyak pada hari Rabu memicu kekalahan kedua di komoditas dalam waktu kurang dari seminggu, mendorong investor untuk menjauhi investasi berisiko, termasuk saham, dan mengirim euro ke level terendah tiga minggu. Harga minyak anjlok lebih dari 5%, terkoreksi di bawah $100 per barel, setelah data menunjukkan meningkatnya stok bensin dan minyak mentah AS ditambah indikasi melemahnya pertumbuhan ekonomi Cina. Komoditas lainnya juga mengalami penurunan, seperti harga perak yang turun 8%.
• Di bursa Wall Street, 3 indeks utama terkoreksi sekitar 1%, dipicu turunnya saham‐saham energi, sementara dolar dan Treasury AS menguat. Meningkatnya keprihatinan soal krisis utang negara zona euro juga telah memukul euro, hanya selang sepekan setelah mata uang tunggal Eropa tersebut naik ke level tertinggi 17 bulan terhadap dolar. Indeks Dow Jones turun 130,33 poin atau 1,02% ke 12630,03, sementara Standard & Poor's 500 Index turun 15,08 poin atau 1,11% ke 1342,08 sedangkan Nasdaq Composite Index turun 26,83 poin atau 0,93% menjadi 2845,06. Setiap 5 saham turun untuk setiap 1 saham naik di New York Stock Exchange, sebuah eksodus luas yang menandakan bahwa investor melihat nilai kecil di sebagian besar industri.
• Brent crude turun $5,06 di $112,57 per barel sedangkan U.S. crude futures merosot $5,67 menjadi $98,21. Harga bensin juga merosot, memicu jeda perdagangan singkat di New York Mercantile Exchange. Harga bensin AS untuk pengiriman Juni turun 25,69 sen menjadi $ 3,1228 per galon. Ini adalah penurunan terbesar satu hari sejak akhir bulan September 2008. Reuters‐Jefferies CRB index <.CRB>, indikator untuk harga komoditas global, tersungkur 3%.
• Wabah baru kerusuhan di Eropa menyoroti kekhawatiran atas krisis utang yang melanda negara‐negara di wilayah tersebut. Euro terkoreksi di bawah level MA‐50 di sekitar $1.43, dimana pelaku pasar melihatnya sebagai indikasi koreksi akan berlanjut. Euro terakhir ditransaksikan melemah sekitar 1,5% di $1.4193 setelah menembus intraday low di $1.4172, level terendahnya sejak 18 April.
• Di Yunani, polisi menembakkan gas air mata pada puluhan pemuda yang melemparkan batu di pusat kota Athena dan aksi protes atas pengetatan anggaran telah mendorong negara‐negara Eropa untuk menghentikan sementara pembicaraan mengenai pemberian paket bailout berikutnya. Para menteri keuangan Uni Eropa akan membahas krisis utang Yunani pekan depan. Para menteri tersebut kemungkinan akan meminta Yunani untuk memenuhi tabungan dan target privatisasi yang telah disepakati jika ingin mendapatkan paket bailout yang baru tahun depan. Sementara itu, Portugal berharap rencana bailout tersebut akan disetujui pada hari Senin.
Finlandia mengatakan akan berpartisipasi dalam rencana paket bantuan tersebut, sedangkan kepala partai koalisi Jerman akan menyuarakan dukungan mereka untuk bailout.
• Data dari Cina menunjukkan pertumbuhan input industri di negara itu berkurang lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, meskipun inflasi masih tetap tinggi. Cina adalah konsumen utama perak dan konsumen terbesar kedua emas. Lebih dari separuh dari output global perak adalah dikonsumsi oleh sektor industri.
• Saham dunia yang diukur dengan indeks saham MSCI turun 0,8%. Tetapi saham Eropa mengantongi keuntungan. Indeks FTSEurofirst 300 <. FTEU3> ditutup naik 0,3%.
GOLD & COMMODITIES
• Silver melemah lebih dari 7 persen Rabu lalu, memecahkan level tiga hari rebound‐nya dari penurunan 25 persen minggu lalu dan menekan emas karena crude oil anjlok dan setelah pertumbuhan industrial output Cina melemah lebih dari ekspektasi.
• Silver menambah penurunannya karena energy products anjlok, membawa penurunan tajam pada sektor komoditas. Data pemerintah AS menunjukkan kenaikan crude oil dan gasoline inventories memicu anjloknya aksi jual pada gasoline, crude oil dan oil futures.
• Awalnya data Cina menunjukkan pertumbuhan industrial output melemah lebih dari ekspektasi bulan April, sementara itu inflasi konsumen pada ekonomi terbesar kedua dunia turun tipis dari level tertingginya 32‐bulan pada bulan Maret.
• Cina adalah major consumer pada silver dan konsumen terbesar kedua pada emas. Lebih dari setelah silver's global output dikonsumsi oleh sektor industri.
• The Reuters/Jefferies CRB index <.CRB>, suatu penilaian pada kinerja komoditas, anjlok 2.5 persen.
• "China is trying to contain inflation, and some of the measures it has enacted will likely to have an impact on economic growth. It's another reason for people to take money off the table for commodities in the short term," ungkap Evan Smith, co‐manager pada U.S. Global's Global Resources Fund <PSPFX.O>, yang memiliki $1 milyar aset.
• Spot silver <XAG=> naik hingga 2.7 persen pada awalnya, kemudian membalikkan kenaikannya dan anjlok 7.2 persen ke level $35.70 pada pukul 12:13 p.m. EDT (1613 GMT).
• Spot gold <XAU=> anjlok 1 persen ke level $1500,57 per ons. COMEX gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> merosot $16.30 menuju level $1500,60.
Wednesday, May 11, 2011
Gold edges up as silver rises
(Reuters) - - Gold held steady and silver rose more than 1 percent on Wednesday, as concerns about China's high inflation and waning economic growth are seen buoying interest in precious metals.
China's inflation in April was stronger than expected, at 5.3 percent on the year, while industrial output was considerably weaker than forecast.
High inflation and lower economic growth in China, the world's second-largest economy, are likely to dampen risk appetite and support interest in gold, though reaction to the data was muted.
Spot gold inched up 0.4 percent to $1,521.49 an ounce by 0256 GMT, building on gains in the past three sessions.
U.S. gold edged up 0.3 percent to $1,521.60.
"Gold is generally benefiting from the return of confidence from investors," said Darren Heathcote, head of trading at Investec Australia.
"They are very happy buying on the dip, as we see the same old problems hanging around."
Growing concern over Greece's fiscal status, dollar weakness and high oil prices continues to fuel nervousness in the financial markets, driving investors to seek safe haven in bullion.
U.S. crude futures hovered near $104 a barrel after rising $1.33 in the previous session, supported by worries that flooding could hit the U.S. Gulf Coast refining hub as well as strong Chinese crude imports for April. <O/R>
While holdings in the SPDR Gold Trust remained unchanged at a one-year low, holdings in the iShares Silver
Trust, the world's largest silver-backed exchange-traded fund, extended a rise of 3 percent in the previous session and edged up 0.2 percent to a one-week high of 10,585.99 tonnes by May 10.
China's inflation in April was stronger than expected, at 5.3 percent on the year, while industrial output was considerably weaker than forecast.
High inflation and lower economic growth in China, the world's second-largest economy, are likely to dampen risk appetite and support interest in gold, though reaction to the data was muted.
Spot gold inched up 0.4 percent to $1,521.49 an ounce by 0256 GMT, building on gains in the past three sessions.
U.S. gold edged up 0.3 percent to $1,521.60.
"Gold is generally benefiting from the return of confidence from investors," said Darren Heathcote, head of trading at Investec Australia.
"They are very happy buying on the dip, as we see the same old problems hanging around."
Growing concern over Greece's fiscal status, dollar weakness and high oil prices continues to fuel nervousness in the financial markets, driving investors to seek safe haven in bullion.
U.S. crude futures hovered near $104 a barrel after rising $1.33 in the previous session, supported by worries that flooding could hit the U.S. Gulf Coast refining hub as well as strong Chinese crude imports for April. <O/R>
While holdings in the SPDR Gold Trust remained unchanged at a one-year low, holdings in the iShares Silver
Trust, the world's largest silver-backed exchange-traded fund, extended a rise of 3 percent in the previous session and edged up 0.2 percent to a one-week high of 10,585.99 tonnes by May 10.
Headline News 11.05.11
US & GLOBAL
• Bursa saham utama dunia menguat pada hari Selasa dipicu data perdagangan Cina yang diluar dugaan dirilis positif sehingga memperkuat optimisme terhadap kondisi ekonomi global, sementara harga minyak naik akibat kekhawatiran banjir di AS akan menghambat proses pengilangan minyak Pantai Teluk.
• Data juga menunjukkan impor minyak mentah Cina yang kuat bulan lalu dan menambah dukungan untuk harga minyak. Euro menguat namun masih terbatas akibat kekhawatiran dan laporan yang simpang siur seputar utang Yunani.
Cina mencatat surplus perdagangan pada bulan April yang hampir empat kali lebih besar dari yang diharapkan, karena ekspor mencapai rekor tertinggi dan impor turun melebihi perkiraan. Data menggambarkan kekuatan ekonomi Cina bahkan setelah upaya untuk mengendalikan inflasi.
• Optimisme tentang laju pemulihan ekonomi AS dan Eropa mengangkat ekuitas. Saham dunia yang diukur dengan indeks saham MSCI naik 0,9%.
Saham AS naik untuk hari ketiga berturut‐turut. Meskipun data Cina mampu mengurangi kekhawatiran seputar melambatnya ekonomi global, investor tetap memburu saham‐saham defeinsif, karena mereka melihat pemulihan ekonomi yang terjadi tidak secepat yang diharapkan.
Indeks Dow Jones bertambah 75,68 poin atau 0,60 persen, ke 12760,36. Standard & Poor's 500 Index naik 10,87 poin atau 0,81 persen, ke 1357,16. Nasdaq Composite Index naik 28,64 poin atau 1,01 persen, ke 2871,89.
Sedangkan bursa saham Eropa menguat ke level penutupan tertinggi 1 pekan ditopang oleh naiknya saham pertambangan dan perbankan.
• Harga minyak naik setelah terkoreksi pekan lalu. Meskipun belum ada kilang minyak yang dikurangi pengoperasiannya, namun naiknya air di sepanjang Sungai Mississippi mengancam akan mengganggu proses pengilangan minyak di Louisiana dalam 2 pekan kedepan.
Brent crude melonjak $1.73 menjadi $117.63, rebound dari level low $113.58. U.S. crude naik $1.33 di $103.88 per barel dalam perdagangan yang volatile. Harga minyak belakangan ini bergerak volatile, turun dari level $114 per barel ‐‐‐ level tertinggi sejak 2008 ‐‐‐ menjadi $94 per barel.
• Euro stabil setelah terkoreksi tajam dalam beberapa hari terakhir dan tercatat menguat 0,1% di level $1.4374.
• Yunani membantah laporan yang mengatakan bahwa pihaknya tengah membicarakan bailout baru senilai 60 milyar euro dengan para pemberi pinjaman internasional, dan biaya pinjamannya meningkat ditengah kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan terpaksa merustrukturisasi utangnya tanpa bantuan Uni Eropa lebih lanjut.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas dan silver naik untuk tiga harinya berturut‐turut Selasa lalu, karena berkurangnya kekerasan di Libya dan inflasi yang didorong oleh rally dari crude oil dan harga gandum yang mendorong precious metals untuk recover setelah minggu lalu tajamnya aksi jual.
• Berkenaan dengan krisis utang Eropa setelah laporan konflik pada perjanjian yang berpotensi menangani beban utang Yunani dan
permasalah yang sama dimanapun pada zona euro yang mendorong harga (emas).
• Meskipun minggu lalu merosot, harga dari silver masih doubled dari Agustus 2010, sementara itu gold menguat 25 persen pada periode yang sama.
• "From loose monetary policy to fiscal uncertainty and geopolitical unrest, those factors that have driven gold higher still exist. Until you see some normalization of those things, gold is going to stay higher," ungkap Mark Luschini, chief investment strategist dari broker‐dealer Janney Montgomery Scott, yang mengelola sekitar $53 milyar aset‐aset klien.
• Spot gold <XAU=> menguat 0.2 persen ke level $1516,30 per ons pada peukul 12:46 p.m. EDT (1646 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> naik $13.20 per ons .
• Spot silver <XAG=> membalikkan penurunan awalnya untuk naik 1.5 persen ke level $38.45 per ons, setelah mencatatkan rally 6 persen
sehari sebelumnya, level tertinggi hariannya dalam enam bulan.
• Bursa saham utama dunia menguat pada hari Selasa dipicu data perdagangan Cina yang diluar dugaan dirilis positif sehingga memperkuat optimisme terhadap kondisi ekonomi global, sementara harga minyak naik akibat kekhawatiran banjir di AS akan menghambat proses pengilangan minyak Pantai Teluk.
• Data juga menunjukkan impor minyak mentah Cina yang kuat bulan lalu dan menambah dukungan untuk harga minyak. Euro menguat namun masih terbatas akibat kekhawatiran dan laporan yang simpang siur seputar utang Yunani.
Cina mencatat surplus perdagangan pada bulan April yang hampir empat kali lebih besar dari yang diharapkan, karena ekspor mencapai rekor tertinggi dan impor turun melebihi perkiraan. Data menggambarkan kekuatan ekonomi Cina bahkan setelah upaya untuk mengendalikan inflasi.
• Optimisme tentang laju pemulihan ekonomi AS dan Eropa mengangkat ekuitas. Saham dunia yang diukur dengan indeks saham MSCI naik 0,9%.
Saham AS naik untuk hari ketiga berturut‐turut. Meskipun data Cina mampu mengurangi kekhawatiran seputar melambatnya ekonomi global, investor tetap memburu saham‐saham defeinsif, karena mereka melihat pemulihan ekonomi yang terjadi tidak secepat yang diharapkan.
Indeks Dow Jones bertambah 75,68 poin atau 0,60 persen, ke 12760,36. Standard & Poor's 500 Index naik 10,87 poin atau 0,81 persen, ke 1357,16. Nasdaq Composite Index naik 28,64 poin atau 1,01 persen, ke 2871,89.
Sedangkan bursa saham Eropa menguat ke level penutupan tertinggi 1 pekan ditopang oleh naiknya saham pertambangan dan perbankan.
• Harga minyak naik setelah terkoreksi pekan lalu. Meskipun belum ada kilang minyak yang dikurangi pengoperasiannya, namun naiknya air di sepanjang Sungai Mississippi mengancam akan mengganggu proses pengilangan minyak di Louisiana dalam 2 pekan kedepan.
Brent crude melonjak $1.73 menjadi $117.63, rebound dari level low $113.58. U.S. crude naik $1.33 di $103.88 per barel dalam perdagangan yang volatile. Harga minyak belakangan ini bergerak volatile, turun dari level $114 per barel ‐‐‐ level tertinggi sejak 2008 ‐‐‐ menjadi $94 per barel.
• Euro stabil setelah terkoreksi tajam dalam beberapa hari terakhir dan tercatat menguat 0,1% di level $1.4374.
• Yunani membantah laporan yang mengatakan bahwa pihaknya tengah membicarakan bailout baru senilai 60 milyar euro dengan para pemberi pinjaman internasional, dan biaya pinjamannya meningkat ditengah kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan terpaksa merustrukturisasi utangnya tanpa bantuan Uni Eropa lebih lanjut.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas dan silver naik untuk tiga harinya berturut‐turut Selasa lalu, karena berkurangnya kekerasan di Libya dan inflasi yang didorong oleh rally dari crude oil dan harga gandum yang mendorong precious metals untuk recover setelah minggu lalu tajamnya aksi jual.
• Berkenaan dengan krisis utang Eropa setelah laporan konflik pada perjanjian yang berpotensi menangani beban utang Yunani dan
permasalah yang sama dimanapun pada zona euro yang mendorong harga (emas).
• Meskipun minggu lalu merosot, harga dari silver masih doubled dari Agustus 2010, sementara itu gold menguat 25 persen pada periode yang sama.
• "From loose monetary policy to fiscal uncertainty and geopolitical unrest, those factors that have driven gold higher still exist. Until you see some normalization of those things, gold is going to stay higher," ungkap Mark Luschini, chief investment strategist dari broker‐dealer Janney Montgomery Scott, yang mengelola sekitar $53 milyar aset‐aset klien.
• Spot gold <XAU=> menguat 0.2 persen ke level $1516,30 per ons pada peukul 12:46 p.m. EDT (1646 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> naik $13.20 per ons .
• Spot silver <XAG=> membalikkan penurunan awalnya untuk naik 1.5 persen ke level $38.45 per ons, setelah mencatatkan rally 6 persen
sehari sebelumnya, level tertinggi hariannya dalam enam bulan.
Tuesday, May 10, 2011
Headline News 10.05.11
US & GLOBAL
• Kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan terpaksa merestrukturisasi utangnya telah membawa euro terkoreksi ke sekitar level terendah 3
pekan pada hari Senin, sementara bursa AS menguat ditopang oleh naiknya saham sumber daya dan komoditas setelah terkoreksi tajam pekan
lalu.
• Harga minyak mempertajam penguatannya menguat lebih dari 5% di bursa New York akibat menyusul dolar
Harga minyak mempertajam penguatannya untuk settle bargain-hunting memangkas penguatannya terhadap euro di sesi sore.
• Uni Eropa mengatakan pihaknya tengah membahas mengenai penurunan suku bunga pinjaman. Yunani dan Irlandia guna mencegah Uni Eropa mengatakan pihaknya tengah membahas mengenai penurunan suku bunga pinjaman bailout restrukturisasi, namun komentar dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's mengatakan bahwa perlu dilakukan langkah yang lebih radikal,
sehingga mendorong risk-aversion. S&P memangkas peringkat utang Yunani menjadi B dari BB-minus pada hari Senin, dimana telah meningkatkan resiko untuk dilakukan restrukturisasi utang. Lembaga tersebut mengatakan bahwa pengurangan 50% atau lebih pada utang
obligasi Yunani dan Portugal naik, dengan obligasi Yunani bertenor 5 tahun ditawar sekitar 22%.Yunani mungkin diperlukan. Yield
• Euro terkoreksi ke level intraday low $1.4254, level terendahnya sejak 19 April, menembus areal level-nya di sekitar MA-50 di $1.4279.
Euro terkoreksi ke level intraday low support Euro kemudian sedikit rebound di sekitar $1.4333, atau naik 0,2%.
• Sementara di bursa Wall Street dilaporkan, rebound pada komoditas telah mengangkat saham energi dan Sementara di bursa Wall Street dilaporkan, rebound materials. Kedua sektor tersebut menjadi yang terbaik pada indeks S&P 500 setelah
Reuters/Jefferies commodities index <.CRB> melonjak 2%.
• Indeks Dow Jones menguat 45,94 poin atau 0,36% ke level 12.684,68. Standard & Poor's 500 Index naik 6,09 poin atau 0,45% ke level 1.346,29
dan Nasdaq Composite Index mendaki 15,69 poin, atau 0,55% menjadi 2.843,25. Meskipun demikian, kekhawatiran seputar kondisi ekonomi zona euro masih menghantui pelaku pasar.
•Harga minyak berjangka Brent naik $6,77 di level $115,90 per barel, setelah terkoreksi 12,8% pekan lalu. Sedangkan harga minyak mentah
berjangka AS jenis crude oil, naik $5,37 di level $102,55 per barel.
• Mata uang komoditi didukung oleh rebound harga minyak, setelah minyak, perak dan komoditas lainnya terpuruk pekan lalu. Indeks dolar <.DXY> turun 0,3%, yang juga menaikkan harga komoditas dalam dolar AS. Dolar Australia naik 0,7% menjadi $ 1.077 <AUD=D4>, memperluas keuntungan pada hari Jumat setelah bank sentral Australia mengatakan kenaikan suku bunga akan diperlukan di masa depan untuk menahan inflasi.
GOLD & COMMODITIES
• Bargain hunting telah mendorong rebound emas dan perak pasca koreksi tajamnya pekan lalu, ditambah oleh pemangkasan peringkat utang pada komoditas.
Yunani dan rally
• Awal pekan lalu, komoditas terkoreksi setelah data ekonomi menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja AS. Namun logam mulia kemudian
pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS (rebound non-farm payrolls) dirilis optimis dan mengisyaratkan pemulihan ekonomi AS akan
kembali meraih momentumnya setelah pertumbuhannya melambat di kuartal pertama.
• Emas dan perak mendapat dukungan setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's memangkas peringkat utang Yunani dimana telah
memperburuk kondisi ekonomi negara-negara zona euro. Kondisi ini juga telah membuat investor menjauhi aset-aset beresiko.
• Kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan terpaksa merestrukturisasi utangnya telah membawa euro terkoreksi ke sekitar level terendah 3
pekan pada hari Senin, sementara bursa AS menguat ditopang oleh naiknya saham sumber daya dan komoditas setelah terkoreksi tajam pekan
lalu.
• Harga minyak mempertajam penguatannya menguat lebih dari 5% di bursa New York akibat menyusul dolar
Harga minyak mempertajam penguatannya untuk settle bargain-hunting memangkas penguatannya terhadap euro di sesi sore.
• Uni Eropa mengatakan pihaknya tengah membahas mengenai penurunan suku bunga pinjaman. Yunani dan Irlandia guna mencegah Uni Eropa mengatakan pihaknya tengah membahas mengenai penurunan suku bunga pinjaman bailout restrukturisasi, namun komentar dari lembaga pemeringkat Standard & Poor's mengatakan bahwa perlu dilakukan langkah yang lebih radikal,
sehingga mendorong risk-aversion. S&P memangkas peringkat utang Yunani menjadi B dari BB-minus pada hari Senin, dimana telah meningkatkan resiko untuk dilakukan restrukturisasi utang. Lembaga tersebut mengatakan bahwa pengurangan 50% atau lebih pada utang
obligasi Yunani dan Portugal naik, dengan obligasi Yunani bertenor 5 tahun ditawar sekitar 22%.Yunani mungkin diperlukan. Yield
• Euro terkoreksi ke level intraday low $1.4254, level terendahnya sejak 19 April, menembus areal level-nya di sekitar MA-50 di $1.4279.
Euro terkoreksi ke level intraday low support Euro kemudian sedikit rebound di sekitar $1.4333, atau naik 0,2%.
• Sementara di bursa Wall Street dilaporkan, rebound pada komoditas telah mengangkat saham energi dan Sementara di bursa Wall Street dilaporkan, rebound materials. Kedua sektor tersebut menjadi yang terbaik pada indeks S&P 500 setelah
Reuters/Jefferies commodities index <.CRB> melonjak 2%.
• Indeks Dow Jones menguat 45,94 poin atau 0,36% ke level 12.684,68. Standard & Poor's 500 Index naik 6,09 poin atau 0,45% ke level 1.346,29
dan Nasdaq Composite Index mendaki 15,69 poin, atau 0,55% menjadi 2.843,25. Meskipun demikian, kekhawatiran seputar kondisi ekonomi zona euro masih menghantui pelaku pasar.
•Harga minyak berjangka Brent naik $6,77 di level $115,90 per barel, setelah terkoreksi 12,8% pekan lalu. Sedangkan harga minyak mentah
berjangka AS jenis crude oil, naik $5,37 di level $102,55 per barel.
• Mata uang komoditi didukung oleh rebound harga minyak, setelah minyak, perak dan komoditas lainnya terpuruk pekan lalu. Indeks dolar <.DXY> turun 0,3%, yang juga menaikkan harga komoditas dalam dolar AS. Dolar Australia naik 0,7% menjadi $ 1.077 <AUD=D4>, memperluas keuntungan pada hari Jumat setelah bank sentral Australia mengatakan kenaikan suku bunga akan diperlukan di masa depan untuk menahan inflasi.
GOLD & COMMODITIES
• Bargain hunting telah mendorong rebound emas dan perak pasca koreksi tajamnya pekan lalu, ditambah oleh pemangkasan peringkat utang pada komoditas.
Yunani dan rally
• Awal pekan lalu, komoditas terkoreksi setelah data ekonomi menunjukkan melemahnya pasar tenaga kerja AS. Namun logam mulia kemudian
pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS (rebound non-farm payrolls) dirilis optimis dan mengisyaratkan pemulihan ekonomi AS akan
kembali meraih momentumnya setelah pertumbuhannya melambat di kuartal pertama.
• Emas dan perak mendapat dukungan setelah lembaga pemeringkat Standard & Poor's memangkas peringkat utang Yunani dimana telah
memperburuk kondisi ekonomi negara-negara zona euro. Kondisi ini juga telah membuat investor menjauhi aset-aset beresiko.
Monday, May 9, 2011
Headline News 09.05.11
US & GLOBAL
• Aksi sell‐off di bursa komoditas minggu lalu seketika membawa ‘situasi dingin’ di pasar financial yang membuat investor dirundung kehatihatian.
Musim pengetatan moneter perbankan di Eropa dan sejumlah negara‐negara berkembang, terutama Cina, mengundang kembali kekhawatiran investor terhadap prospek pemulihan ekonomi. Harga komoditas silver dan minyak mentah anjlok secara dramatis minggu lalu, dan bahkan penurunan di hari Kamis minggu lalu merupakan rekor penurunan terbesar untuk kapasitas harian. Harga minyak mentah dunia merosot hingga 17% di minggu lalu, yang juga merupakan rekor tekanan mingguan terbesar, sedangkan indeks seluruh komoditas (CRB) Jefferies Reuters, patokan komoditas global, turun lebih dari 8%, sebuah penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli 2008. Meskipun tekanan ini terlihat lebih didorong oleh aksi spekulatif unwinding‐position (likuidasi dari maraknya aksi beli sebelumnya) ketimbang perubahan sentimen,
namun itu ternyata cukup untuk mendorong investor untuk melakukan scale‐back (mengurangi) kepemilikan mereka terhadap aset‐aset beresiko.
• Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir rilis data ekonomi mayoritas dirilis tidak sesuai harapan positif pasar, ditandai dengan rilis survei global yang menunjukkan pertumbuhan manufaktur di Amerika Serikat dan China yang melambat pada bulan April. Pasar komoditas pun merosot secara bersamaan akibat reaksi spekulatif yang muncul karena sebelumnya juga terjadi penguatan harga yang signifikan. Analis menilai
bahwa untuk riil‐investor sebenarnya rilis data ekonomi yang kurang optimis tidak cukup signifikan mempengaruhi perubahan alokasi aset mereka. Dan nampaknya pasar akan kembali dalam pandangan yang netral jika kondisi tidak terus diperburuk (oleh data ekonomi maupun isu sesaat).
• Di perdagangan ke depan pasar akan berpotensi dipengaruhi oleh rilis data dan peristiwa ekonomi di Cina, yang memiliki serangkaian pengetatan moneter untuk meredam inflasi sehingga mengangkat kegelisahan terhadap prospek pertumbuhan negara dengan ekonomi terbesar ke‐2 dunia untuk saat ini. Di awali dengan forum pertemuan dialog ekonomi Cina‐AS yang dimulai hari Senin ini, dan kemudian akan diikuti dengan rilis trade balance, inflasi, industrial production dan retail sales Cina di minggu ini.
• Sementara itu, kita bisa melihat korelasi tinggi antara ekuitas dan komoditas, karena efek permintaan yang datang dari negara‐negara berkembang, dan ini memberikan kontribusi tekanan yang juga terjadi di bursa saham dunia. Indeks saham MSCI untuk negara‐negara berkembang mengalami tekanan yang menelan hampir semua perolehan kenaikan mereka sejak Januari, sementara bursa saham negara negara maju merosot lebih dari 3% dari areal puncak tertinggi mereka selama 3 tahun yang dicapai minggu lalu. Hal ini nampaknya akan memberikan gambaran yang cukup rumit pada kinerja bursa saham di perdagangan ke depan – ada perkiraan bahwa akan terjadi gerak sideways (flat) dalam waktu yang panjang sebelum kenaikan berlanjut kembali. Sementara tekanan jual kemungkinan tidak akan berlanjut lebih tajam, karena tidak banyak peluang yang menjanjikan pada aset‐aset lain.
• Cina telah menaikkan suku bunga 4 kali dan persyaratan cadangan modal bank 7 kali sejak Oktober, sebagai upaya melawan laju inflasi tinggi.Pemerintah Cina bahkan ‘rela’ menguatkan mata uang yuan <CNY=> terhadap dolar, yang kemudian mengantarnya ke rekor penguatan berkelanjutan. Banyak estimasi yang mengatakan bahwa mata uang yuan Cina akan terus menguat secara stabil tahun ini. Bank‐bank sentral di Korea, Chili dan Polandia diperkirakan akan menaikkan suku bunga di pertemuan kebijakan mereka pada minggu ini, mengikuti jejak Rusia dan
India yang menaikkannya minggu lalu.
• EURUSD tenggelam 1,2% hingga $1,435 pada hari Jumat setelah majalah Jerman Der Spiegel melaporkan Yunani telah dianggap keluar dari zona euro, yang bisa memperburuk kondisi pasar, terutama untuk sektor perbankan, dan terutama jika Uni Eropa menyatakan Yunani mengalami default terhadap utang‐utangnya. Hal inilah yang kemungkinan besar akan terjadi, jika memang Yunani menginginkan untuk meninggalkan Zona Eropa.
• Sementara bursa saham AS sempat melonjak lebih dari 1% di awal sesi Jumat setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 244.000 untuk non‐farm payrolls April, tertinggi selama 11 bulan dan jauh di atas estimasi pasar (186.000). Namun meningkatnya kembali krisis utang Eropa (isu Yunani) menghambat kenaikan, meskipun 3 indeks utama bursa saham AS masih mampu ditutup naik. Indeks saham MSCI untuk negara‐negara dunia ditutup flat Jumat tersebut. Indeks bursa saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> bahkan ditutup naik 1,2%.
GOLD & COMMODITIES
• Silver melonjak 4 persen Jumat lalu, menekan penurunan dalam lima harinya berturut‐turut yang memangkas harga hampir sepertiganya, sementara itu emas naik setelah terdorong oleh data jobs AS yang memicu meluasnya penguatan yang sempat menekan komoditas.
• Meskipun terjadi rally Jumat lalu, silver menghadapi minggu terburuknya sejak the Hunt Brothers collapse tahun 1980 setelah anjlok 25 persen minggu ini karena tingginya futures margin requirements yang mendorong spekulator untuk melepas bullish positions.
• Spot silver <XAG=> pada awalnya diperdagangkan melemah ke level $33.16, level terendahnya sejak 25 Feb., ditekan oleh aksi jual setelah merosot 12 persen Kamis lalu. Telah naik 4.5 persen ke level $36.22 pada pukul 11:23 a.m. EDT (1523 GMT).
• Spot gold <XAU=> naik 1.6 persen ke level $1494,97 per ons, masih jauh dibawah level tertingginya yang pernah terjadi $1575,79 yang tercatat 2 Mei lalu.
• COMEX June gold futures <GCM1>, yang telah mencapai level terendahnya Kamis lalu, naik $13.90 ke level $1495,30.
• India, pembeli terbesar bullion/emas didunia, membawa penurunan emas sebelumnya untuk naik pada aksi buy dari perayaan Akshaya Tritiya, salah satu major gold‐buying festivals, dan karena musim menikah di India secara bersamaan.
• Precious metals menguat karena dollar AS anjlok terhadap euro setelah laporan data jobs AS.
Friday, May 6, 2011
Headline News 06.05.11
US & GLOBAL
• Minyak mentah AS anjlok dan berakhir di bawah $100/barel dipengaruhi oleh rilis pesimis data weekly jobless claims yang naik ke level tertinggi 8 bulan dan melambatnya produktifitas di kuartal pertama – meningkatkan keraguan terhadap kekuatan pemulihan ekonomi global yang kemudian turut menyeret turun saham serta meningkatkan permintaan aset safe‐haven.
• Dengan demikian harga minyak telah mengalami rekor penurunan harian terbesar selama 2 hari berturut‐turut. Sementara minyak mentah Brent kemarin baru mencetak rekor penurunan harian terbesarnya. EURUSD tergelincir signifikan hingga 2%, yang merupakan penurunan terbesar EURUSD sejak Agustus lalu, setelah ECB memberikan sinyalemen akan menahan diri dari menaikkan suku bunga bulan depan. Di bursa Wall Street, indeks saham Dow Jones dan S&P500 turun sekitar 1% dipicu merosotnya saham energi merosot dengan harga minyak.
• Tekanan jual di bursa komoditas berlanjut selama 4 sesi berturut‐turut dipicu oleh rasa khawatir para investor terhadap laju pemulihan ekonomi global dan kekhawatiran pengetatan moneter China lebih lanjut, konsumen terbesar bahan baku dunia. Harga minyak mentah AS <CLc1> tertekan hingga lebih dari 8% ke $99,84/barel, kemudian berlanjut turun hingga $98,25/barel pasca settlement. Harga minyak mentah Brent <LCOc1> juga merosot lebih dari 8% ke level $110,80/barel.
• Indeks komoditas global Reuters‐Jefferies CRB <.CRB> turun 4,9% Kamis kemarin, mengakumulasi tekanan minggu ini hingga sebesar 8%. Silver <XAG=> mengalami penurunan minggu terbesar sejak akhir 1980‐an setelah CME Group, dalam sebuah langkah untuk meredam spekulasi, menaikkan persyaratan margin untuk 5.000 ons perak di kontrak berjangka silver di pasar COMEX. Perak telah merosot lebih dari 20% minggu ini, akibat dominasi aksi profit‐taking investor dari kenaikannya baru‐baru ini ke level tertinggi 31 tahun di areal $50/ounce. Kamis kemarin, silver mengalami penurunan 10% ke level $35,34/ounce, tekanan harian terbesar sejak Oktober 2008.
• Siklus bullish jangka panjang minyak masih bertahan, meskipun koreksi saat ini dapat memiliki rentang waktu beberapa bulan dipengaruhi oleh pandangan pesimis pada perekonomian, terutama sektor tenaga kerja menjelang rilis non‐farm payroll AS nanti malam.
• Putusan ECB untuk mempertahankan suku bunganya di pertemuan Kamis kemarin mampu menahan bursa saham Eropa dari tekanan lebih besar dan akhirnya hanya ditutup sedikit lebih rendah dipengaruhi kekhawatiran global dan rilis pesimis di luar dugaan data industrial orders Maret Jerman. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup turun 0,29% dibandingkan kejatuhan besar Rabu sebelumnya,
hingga 1,4%. Indeks bursa saham dunia MSCI merosot 1,3% sementara indeks saham negara‐negara berkembang MSCI turun 1,0%.
Sebelum penurunan minggu ini, saham dunia telah mengalami kenaikan lebih dari 8,0% tahun ini karena berkembangnya kepercayaan investor terhadap pendapatan perusahaan yang kuat dan pertumbuhan yang kuat di pasar negara berkembang.
• Aset‐aset safe‐haven kembali diburu Kamis kemarin, mendorong kenaikan harga obligasi 10‐tahun di pasar Treasury AS naik 17/32, sementara yield‐nya turun menjadi 3,16%. Mata uang yen Jepang menguat atas dolar AS sekitar 0,5% ke level 80,20an pagi ini.
• EURUSD terkoreksi signifikan sekitar 2%, hingga $1,4525, setelah Presiden ECB Jean‐Claude Trichet menyebutkan risiko kenaikan harga namun tidak menggunakan kalimat "strong vigilance" untuk inflasi, yang kemudian diasumsikan pasar bahwa ECB juga tidak akan melakukan kenaikan suku bunga di pertemuannya Juni mendatang.
GOLD & COMMODITIES
• Silver merosot 7 persen Kamis lalu, menghadapi penurunan terbesar mingguannya sejak tahun 1983 dan menekan gold anjlok 2 persen, karena panic selling berakselerasi diantara sektor komoditas.
• Silver saat ini telah anjlok lebih dari 20 persen, kriteria konvensional untuk suatu bear market, sejak mencapai level puncaknya yang mendekati $50 per ons Kamis lalu. Silver melemah tajam dalam lima harinya yang kelihatan memicu pada penurunan tajam pada crude oil dan komoditas lainnya. The Reuters/Jefferies CRB index <.CRB> mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak akhir 2008.
• Spot silver <XAG=> melemah hingga 8 persen ke level terendahnya dalam enam minggu level $35.82 per ons, turun sekitar 25 persen dalam minggu ini.
• Telah sempat melemah ke level terendahnya $36.26 by 12:25 p.m. EDT (1625 GMT).
• Investor liquidation mendorong gold untuk melemah sekitar 2 persen ke level $1478,70 per ons, level terendahnya sejak April 18.
• Spot gold <XAU=> turun 1.6 persen ke level $1491,91 per ons. COMEX June gold futures <GCM1> terakhir diperdagangkan melemah $23.60 ke level $1491,70.
• Penurunan silver membawa gold/silver ratio, yang menilai berapa banyak silver per ons untuk dapat membeli gold, ke level tertingginya dalam delapan minggu diatas 40 dari hanya dibawah 32 Kamis lalu.
• Minyak mentah AS anjlok dan berakhir di bawah $100/barel dipengaruhi oleh rilis pesimis data weekly jobless claims yang naik ke level tertinggi 8 bulan dan melambatnya produktifitas di kuartal pertama – meningkatkan keraguan terhadap kekuatan pemulihan ekonomi global yang kemudian turut menyeret turun saham serta meningkatkan permintaan aset safe‐haven.
• Dengan demikian harga minyak telah mengalami rekor penurunan harian terbesar selama 2 hari berturut‐turut. Sementara minyak mentah Brent kemarin baru mencetak rekor penurunan harian terbesarnya. EURUSD tergelincir signifikan hingga 2%, yang merupakan penurunan terbesar EURUSD sejak Agustus lalu, setelah ECB memberikan sinyalemen akan menahan diri dari menaikkan suku bunga bulan depan. Di bursa Wall Street, indeks saham Dow Jones dan S&P500 turun sekitar 1% dipicu merosotnya saham energi merosot dengan harga minyak.
• Tekanan jual di bursa komoditas berlanjut selama 4 sesi berturut‐turut dipicu oleh rasa khawatir para investor terhadap laju pemulihan ekonomi global dan kekhawatiran pengetatan moneter China lebih lanjut, konsumen terbesar bahan baku dunia. Harga minyak mentah AS <CLc1> tertekan hingga lebih dari 8% ke $99,84/barel, kemudian berlanjut turun hingga $98,25/barel pasca settlement. Harga minyak mentah Brent <LCOc1> juga merosot lebih dari 8% ke level $110,80/barel.
• Indeks komoditas global Reuters‐Jefferies CRB <.CRB> turun 4,9% Kamis kemarin, mengakumulasi tekanan minggu ini hingga sebesar 8%. Silver <XAG=> mengalami penurunan minggu terbesar sejak akhir 1980‐an setelah CME Group, dalam sebuah langkah untuk meredam spekulasi, menaikkan persyaratan margin untuk 5.000 ons perak di kontrak berjangka silver di pasar COMEX. Perak telah merosot lebih dari 20% minggu ini, akibat dominasi aksi profit‐taking investor dari kenaikannya baru‐baru ini ke level tertinggi 31 tahun di areal $50/ounce. Kamis kemarin, silver mengalami penurunan 10% ke level $35,34/ounce, tekanan harian terbesar sejak Oktober 2008.
• Siklus bullish jangka panjang minyak masih bertahan, meskipun koreksi saat ini dapat memiliki rentang waktu beberapa bulan dipengaruhi oleh pandangan pesimis pada perekonomian, terutama sektor tenaga kerja menjelang rilis non‐farm payroll AS nanti malam.
• Putusan ECB untuk mempertahankan suku bunganya di pertemuan Kamis kemarin mampu menahan bursa saham Eropa dari tekanan lebih besar dan akhirnya hanya ditutup sedikit lebih rendah dipengaruhi kekhawatiran global dan rilis pesimis di luar dugaan data industrial orders Maret Jerman. Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup turun 0,29% dibandingkan kejatuhan besar Rabu sebelumnya,
hingga 1,4%. Indeks bursa saham dunia MSCI merosot 1,3% sementara indeks saham negara‐negara berkembang MSCI turun 1,0%.
Sebelum penurunan minggu ini, saham dunia telah mengalami kenaikan lebih dari 8,0% tahun ini karena berkembangnya kepercayaan investor terhadap pendapatan perusahaan yang kuat dan pertumbuhan yang kuat di pasar negara berkembang.
• Aset‐aset safe‐haven kembali diburu Kamis kemarin, mendorong kenaikan harga obligasi 10‐tahun di pasar Treasury AS naik 17/32, sementara yield‐nya turun menjadi 3,16%. Mata uang yen Jepang menguat atas dolar AS sekitar 0,5% ke level 80,20an pagi ini.
• EURUSD terkoreksi signifikan sekitar 2%, hingga $1,4525, setelah Presiden ECB Jean‐Claude Trichet menyebutkan risiko kenaikan harga namun tidak menggunakan kalimat "strong vigilance" untuk inflasi, yang kemudian diasumsikan pasar bahwa ECB juga tidak akan melakukan kenaikan suku bunga di pertemuannya Juni mendatang.
GOLD & COMMODITIES
• Silver merosot 7 persen Kamis lalu, menghadapi penurunan terbesar mingguannya sejak tahun 1983 dan menekan gold anjlok 2 persen, karena panic selling berakselerasi diantara sektor komoditas.
• Silver saat ini telah anjlok lebih dari 20 persen, kriteria konvensional untuk suatu bear market, sejak mencapai level puncaknya yang mendekati $50 per ons Kamis lalu. Silver melemah tajam dalam lima harinya yang kelihatan memicu pada penurunan tajam pada crude oil dan komoditas lainnya. The Reuters/Jefferies CRB index <.CRB> mengalami penurunan mingguan terbesarnya sejak akhir 2008.
• Spot silver <XAG=> melemah hingga 8 persen ke level terendahnya dalam enam minggu level $35.82 per ons, turun sekitar 25 persen dalam minggu ini.
• Telah sempat melemah ke level terendahnya $36.26 by 12:25 p.m. EDT (1625 GMT).
• Investor liquidation mendorong gold untuk melemah sekitar 2 persen ke level $1478,70 per ons, level terendahnya sejak April 18.
• Spot gold <XAU=> turun 1.6 persen ke level $1491,91 per ons. COMEX June gold futures <GCM1> terakhir diperdagangkan melemah $23.60 ke level $1491,70.
• Penurunan silver membawa gold/silver ratio, yang menilai berapa banyak silver per ons untuk dapat membeli gold, ke level tertingginya dalam delapan minggu diatas 40 dari hanya dibawah 32 Kamis lalu.
Thursday, May 5, 2011
Headline News 05.05.11
US & GLOBAL
• Harga minyak mentah dan komoditas logam turun tajam pada Rabu kemarin, yang kemudian juga turut menekan bursa saham global. Rilis pesimis data ekonomi AS dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Cina menyebabkan investor ‘mengendurkan’ kepemilikan mereka pada aset‐aset beresiko. Indeks dolar AS mencapai level terendah barunya selama 3 tahun dan bursa saham Wall Street merosot hingga 1,0% dipengaruhi oleh rilis pesimis mayoritas data ekonomi AS untuk periode April – termasuk sektor jasa dan data tenaga kerja sektor swasta.
• Euro mencapai puncak tertinggi 17 bulan terhadap dolar setelah investor menafsirkan data ekonomi sebagai tanda terbaru bahwa The Fed AS akan mempertahankan stimulus moneter saat ini, sementara kebijakan moneter dan suku bunga zona euro sudah mulai dinaikkan. Tanda‐tanda kelemahan dalam pemulihan ekonomi AS tersebut semakin kuat Rabu kemarin. Kekhawatiran tentang kenaikan BBM dan harga komoditas terindikasi melalui rilis data sektor jasa AS (ISM), yang mengalami perlambatan pertumbuhan terbesar sejak Agustus 2010. Di sektor tenaga kerja, data ADP Employer Service menunjukkan penyerapan tenaga kerja AS April hanya sebesar 179.000, di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan sebesar 198.000. Hal ini tampaknya akan menghadang langkah pemulihan ekonomi jika laju pemulihan pekerjaan mengalami perlambatan. Dan juga, hal tersebut semakin memperkuat prospek bahwa suku bunga The Fed AS belum akan dinaikkan dalam waktu dekat. Kekecewaan pun meningkat di kalangan ekonom menjelang laporan pasar tenaga kerja utama April AS (non‐farm payroll) pada hari Jumat yang juga diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat. Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan non‐farm payrolls April AS akan dirilis 186.000 dan private payrolls‐nya di perkirakan sebesar 200.000. Jika pada rilisnya data tersebut menunjukkan angka di atas 200.000, maka itu akan memperkuat gagasan bahwa langkah pemulihan ekonomi terus berkembang.
• Kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global meningkat saat investor kembali mengantisipasi langkah‐langkah pengetatan moneter di Cina, Negara konsumen terbesar di dunia komoditas. Di Hanoi, Cina Wakil Menteri Keuangan Li Yong mengatakan bahwa pemerintah akan terus menggunakan langkah‐langkah seperti kenaikan suku bunga dan rasio modal perbankan untuk membatasi inflasi. Minat terhadap aset‐set beresiko juga mulai surut kembali karena kekhawatiran kelanjutan pengetatan moneter Cina – karena belum ada gambaran sampai mana dan sampai kapan Cina akan menaikkan suku bunga dan rasio modal perbankan.
• Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> turun hingga $ 108,81/barel usai penutupan AS, terbebani oleh keprihatinan atas Cina dan lonjakan di atas perkiraan pada persediaan minyak mentah AS. Namun, harganya masih berada di kisaran puncaknya selama 31‐bulan, sehingga masih belum meredam kekhawatiran inflasi. Harga Silver berlanjut turun dalam 3 hari berturut‐turut, Rabu kemarin tercatat terkoreksi lebih dari 4,0%. Ini juga turut menyeret harga emas dari rekornya, setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa miliarder George Soros juga telah menjual perak dan emas sejak akhir bulan lalu.
• Indeks dolar AS, terhadap sejumlah mata uang utama dunia, tertekan ke level terendah barunya selama 3 tahun setelah rilis data ekonomi AS, meskipun kemudian ditutup sedikit bangkit dari level terendahnya tersebut. EURUSD naik hingga $1,4939, level tertinggi 17‐bulan, sebelum kemudian diperdagangkan di areal 1.4820‐1.4830an setelah penutupan pasar AS.
• Di Wall Street, kekecewaan dengan data ekonomi meredam isu positif merger dan akuisisi korporasi, yang kemudian memperbesar kehati‐hatian investor menjelang data nonfarm payrolls hari Jumat. Saham‐saham energi dan komoditas menekan bursa. Sub indeks saham energi S&P <GSPE.> yang naik 34% sejak September, terkoreksi 1,5% Rabu kemarin. Sedangkan indeks saham materialnya <GSPM.> turun 1,7%. Indeks saham dunia yang diukur dalam indeks MSCI terkoreksi 1,0% dari level tertinggi selama hampir 3 tahun minggu lalu. Di Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup turun 1,41% karena penurunan saham‐saham minyak dan tambang. Sementara indeks saham di negara‐negara berkembang <. MSCIEF> terkoreksi 1,2%.
Sebelum penurunan minggu ini, saham global telah meningkat lebih dari 8,0% sepanjang 2011 ini didorong oleh meningkatnya keyakinan investor di tengah semakin kuatnya pendapatan perusahaan, kuatnya pertumbuhan di pasar negara berkembang dan besarnya likuiditas – yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi global dalam tingkat yang wajar.
• Turunnya minat terhadap aset‐aset beresiko Rabu kemarin, berimbas pada naiknya harga pada aset safe‐haven. Harga obligasi Treasury AS untuk jangka 10 tahun naik 8/32, menekan yield‐nya 3,2215%. Yield obligasi Portugis juga turun setelah pemerintahnya menyetujui program bail‐out 3 tahun Uni Eropa dan IMF senilai 78‐miliar euro ($116 milyar) pada hari Selasa. Ini menjadikannya sebagai negara ke‐3 di Zona Eropa, setelah Irlandia dan Yunani, yang menerima bantuan keuangan pada tahun 2011 ini.
GOLD & COMMODITIES
• Silver melemah tajam pada tiga harinya berturut‐turut Rabu lalu, menggerek emas turun, mengikuti aksi jual setelah bursa menaikkan margin requirements untuk ketiga kalinya dalam seminggu.
• Bullion merosot dalam rangkaian tiga harinya berturut‐turut meskipun dollar AS melemah secara meluas dan setelah berita bahwa Meksiko menjadi negara berkembang terakhir yang mendukung gold. Gold telah tertekan bersamaan dengan silver, yang telah merosot seperlima dari nilainya setelah suatu rally singkatnya ke level puncaknya yang mendekati level $50 per ons Kamis lalu.
• Sentimen diantara investor precious metals juga terpukul setelah laporan mengatakan high‐profile investor George Soros, yang mendukung pada gold dan seorang top investor pada gold funds, telah menjual gold dan silver dalam bulan terakhir ini.
• "With the CME raising three times in a week the margin requirement of silver, that was enough to disrupt the parabolic move in silver prices," kata Mark Luschini, chief investment strategist dari broker‐dealer Janney Montgomery Scott, yang mengelola sekitar $53 milyar pada aset‐aset klien.
• Spot silver <XAG=> anjlok 4.3 persen ke level $39.85 per ons pada pukul 11:23 a.m. EDT (1523 GMT), yang pada awalnya sempat mencapai level terendahnya satu bulan pada level $39.66.
• Spot gold <XAU=> merosot 1.2 persen ke level $1522,12 per ons, yang telah mencapai level puncaknya $1575,79 Senin lalu. COMEX June gold futures <GCM1> melemah 1.2 persen ke level $1522,70.
• Platinum <XPT=> merosot ke level $1831,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> anjlok lebih dari 3 persen ke level $756.47.
• Harga minyak mentah dan komoditas logam turun tajam pada Rabu kemarin, yang kemudian juga turut menekan bursa saham global. Rilis pesimis data ekonomi AS dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Cina menyebabkan investor ‘mengendurkan’ kepemilikan mereka pada aset‐aset beresiko. Indeks dolar AS mencapai level terendah barunya selama 3 tahun dan bursa saham Wall Street merosot hingga 1,0% dipengaruhi oleh rilis pesimis mayoritas data ekonomi AS untuk periode April – termasuk sektor jasa dan data tenaga kerja sektor swasta.
• Euro mencapai puncak tertinggi 17 bulan terhadap dolar setelah investor menafsirkan data ekonomi sebagai tanda terbaru bahwa The Fed AS akan mempertahankan stimulus moneter saat ini, sementara kebijakan moneter dan suku bunga zona euro sudah mulai dinaikkan. Tanda‐tanda kelemahan dalam pemulihan ekonomi AS tersebut semakin kuat Rabu kemarin. Kekhawatiran tentang kenaikan BBM dan harga komoditas terindikasi melalui rilis data sektor jasa AS (ISM), yang mengalami perlambatan pertumbuhan terbesar sejak Agustus 2010. Di sektor tenaga kerja, data ADP Employer Service menunjukkan penyerapan tenaga kerja AS April hanya sebesar 179.000, di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan sebesar 198.000. Hal ini tampaknya akan menghadang langkah pemulihan ekonomi jika laju pemulihan pekerjaan mengalami perlambatan. Dan juga, hal tersebut semakin memperkuat prospek bahwa suku bunga The Fed AS belum akan dinaikkan dalam waktu dekat. Kekecewaan pun meningkat di kalangan ekonom menjelang laporan pasar tenaga kerja utama April AS (non‐farm payroll) pada hari Jumat yang juga diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan yang melambat. Sebuah jajak pendapat Reuters memperkirakan non‐farm payrolls April AS akan dirilis 186.000 dan private payrolls‐nya di perkirakan sebesar 200.000. Jika pada rilisnya data tersebut menunjukkan angka di atas 200.000, maka itu akan memperkuat gagasan bahwa langkah pemulihan ekonomi terus berkembang.
• Kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi global meningkat saat investor kembali mengantisipasi langkah‐langkah pengetatan moneter di Cina, Negara konsumen terbesar di dunia komoditas. Di Hanoi, Cina Wakil Menteri Keuangan Li Yong mengatakan bahwa pemerintah akan terus menggunakan langkah‐langkah seperti kenaikan suku bunga dan rasio modal perbankan untuk membatasi inflasi. Minat terhadap aset‐set beresiko juga mulai surut kembali karena kekhawatiran kelanjutan pengetatan moneter Cina – karena belum ada gambaran sampai mana dan sampai kapan Cina akan menaikkan suku bunga dan rasio modal perbankan.
• Harga minyak mentah di bursa berjangka AS <CLc1> turun hingga $ 108,81/barel usai penutupan AS, terbebani oleh keprihatinan atas Cina dan lonjakan di atas perkiraan pada persediaan minyak mentah AS. Namun, harganya masih berada di kisaran puncaknya selama 31‐bulan, sehingga masih belum meredam kekhawatiran inflasi. Harga Silver berlanjut turun dalam 3 hari berturut‐turut, Rabu kemarin tercatat terkoreksi lebih dari 4,0%. Ini juga turut menyeret harga emas dari rekornya, setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa miliarder George Soros juga telah menjual perak dan emas sejak akhir bulan lalu.
• Indeks dolar AS, terhadap sejumlah mata uang utama dunia, tertekan ke level terendah barunya selama 3 tahun setelah rilis data ekonomi AS, meskipun kemudian ditutup sedikit bangkit dari level terendahnya tersebut. EURUSD naik hingga $1,4939, level tertinggi 17‐bulan, sebelum kemudian diperdagangkan di areal 1.4820‐1.4830an setelah penutupan pasar AS.
• Di Wall Street, kekecewaan dengan data ekonomi meredam isu positif merger dan akuisisi korporasi, yang kemudian memperbesar kehati‐hatian investor menjelang data nonfarm payrolls hari Jumat. Saham‐saham energi dan komoditas menekan bursa. Sub indeks saham energi S&P <GSPE.> yang naik 34% sejak September, terkoreksi 1,5% Rabu kemarin. Sedangkan indeks saham materialnya <GSPM.> turun 1,7%. Indeks saham dunia yang diukur dalam indeks MSCI terkoreksi 1,0% dari level tertinggi selama hampir 3 tahun minggu lalu. Di Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup turun 1,41% karena penurunan saham‐saham minyak dan tambang. Sementara indeks saham di negara‐negara berkembang <. MSCIEF> terkoreksi 1,2%.
Sebelum penurunan minggu ini, saham global telah meningkat lebih dari 8,0% sepanjang 2011 ini didorong oleh meningkatnya keyakinan investor di tengah semakin kuatnya pendapatan perusahaan, kuatnya pertumbuhan di pasar negara berkembang dan besarnya likuiditas – yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi global dalam tingkat yang wajar.
• Turunnya minat terhadap aset‐aset beresiko Rabu kemarin, berimbas pada naiknya harga pada aset safe‐haven. Harga obligasi Treasury AS untuk jangka 10 tahun naik 8/32, menekan yield‐nya 3,2215%. Yield obligasi Portugis juga turun setelah pemerintahnya menyetujui program bail‐out 3 tahun Uni Eropa dan IMF senilai 78‐miliar euro ($116 milyar) pada hari Selasa. Ini menjadikannya sebagai negara ke‐3 di Zona Eropa, setelah Irlandia dan Yunani, yang menerima bantuan keuangan pada tahun 2011 ini.
GOLD & COMMODITIES
• Silver melemah tajam pada tiga harinya berturut‐turut Rabu lalu, menggerek emas turun, mengikuti aksi jual setelah bursa menaikkan margin requirements untuk ketiga kalinya dalam seminggu.
• Bullion merosot dalam rangkaian tiga harinya berturut‐turut meskipun dollar AS melemah secara meluas dan setelah berita bahwa Meksiko menjadi negara berkembang terakhir yang mendukung gold. Gold telah tertekan bersamaan dengan silver, yang telah merosot seperlima dari nilainya setelah suatu rally singkatnya ke level puncaknya yang mendekati level $50 per ons Kamis lalu.
• Sentimen diantara investor precious metals juga terpukul setelah laporan mengatakan high‐profile investor George Soros, yang mendukung pada gold dan seorang top investor pada gold funds, telah menjual gold dan silver dalam bulan terakhir ini.
• "With the CME raising three times in a week the margin requirement of silver, that was enough to disrupt the parabolic move in silver prices," kata Mark Luschini, chief investment strategist dari broker‐dealer Janney Montgomery Scott, yang mengelola sekitar $53 milyar pada aset‐aset klien.
• Spot silver <XAG=> anjlok 4.3 persen ke level $39.85 per ons pada pukul 11:23 a.m. EDT (1523 GMT), yang pada awalnya sempat mencapai level terendahnya satu bulan pada level $39.66.
• Spot gold <XAU=> merosot 1.2 persen ke level $1522,12 per ons, yang telah mencapai level puncaknya $1575,79 Senin lalu. COMEX June gold futures <GCM1> melemah 1.2 persen ke level $1522,70.
• Platinum <XPT=> merosot ke level $1831,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> anjlok lebih dari 3 persen ke level $756.47.
Wednesday, May 4, 2011
Headline News 04.05.11
US & GLOBAL
• Selasa kemarin harga komoditas mengalami penurunan dalam kapasitas terbesarnya untuk basis harian selama 2 minggu, yang kemudian berimbas turut menekan bursa saham Wall Street. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa rally di bursa komoditas April lalu terlalu tajam.
Selain itu, rebound dolar AS dari tekanannya seama 10 hari berturut‐turut juga merupakan pemicu tekanan jual di bursa komoditas.
• Indeks dolar bergerak fluktuatif Selasa kemarin, naik saat pembukaan pasar AS, kemudian jatuh pada tengah hari sebelum kembali naik di penutupan. Analis mengatakan dolar berayun karena kekhawatiran bahwa levelnya sudah oversold saat di areal terendah 3 tahun, sementara bursa saham dan komoditas hampir bersamaan mencatat kenaikan besar di bulan April.
• Tekanan jual di bursa komoditas dimulai sejak awal sesi, setelah kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh bank sentral India, kemudian terakselerasi pada sesi pertengahan. Para analis mengatakan minyak dapat turun lebih lanjut, dengan estimasi target di bawah level $100 kembali. Saham di Wall Street terkoreksi dalam 2 hari berturut‐turut minggu ini, ditandai oleh penurunan saham teknologi lebih dari 1%. Harga minyak turun hingga 3%, terkoreksi cukup tajam dari areal tertinggi 31‐bulan di atas $114/barel (/CLc1‐New York) dan di atas $126/barel <LCOc1‐London>.
• Harga emas di pasar spot <XAU=> turun lebih dari 0,5% dan telah merosot sekitar 2% dari rekor tertinggi $1.575/ounce yang dicapai Senin lalu. Para pedagang mengatakan rebound dolar menyebabkan koreksi emas. Fluktuasi dolar AS juga disebabkan oleh tekanan jual komoditas perak <XAG=>, yang turun hampir 6% dari rekor tertinggi baru‐baru ini di dekat $50/ounce. Bahkan tekanan jual komoditas awalnya terakselerasi pada silver, yang biasanya memiliki margin kecil, sebelum terjadi di emas dan minyak mentah yang ber‐margin besar. Bila terjadi tekanan jual di margin besar di komoditas, maka akan mempengaruhi ke seluruh pasar. Indeks 19‐komoditas Reuters‐Jefferies CRB <CRB.> turun 0,9%, merupakan penurunan harian terbesarnya sejak April 18.
• Akselerasi kenaikan bursa saham global belakangan ini mayoritas didukung semata oleh optimisme pendapatan perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa untuk kuartal pertama 2011. Kemudian saat ini, kenaikan bursa saham AS/global dipandang pasar sudah mencapai tingkat overbought. Harga komoditas yang tinggi, dipicu oleh melemahnya dolar AS dan kekhawatiran pasokan, akan menjadi kekhawatiran tersendiri untuk kinerja perusahaan ke depan. Indeks saham dunia yang diukur oleh MSCI, turun 1% setelah naik dalam 5 hari berturut‐turut, sementara indeks bursa saham negara‐negara berkembang turun 1,7% ke titik terendah dua minggu. Indeks saham dunia MSCI naik 3,9% bulan lalu, dan mencatata akumulasi kenaikan hingga 7,5% tahun ini.
• Indeks dolar <.DXY> AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, naik 0,3% setelah sempat 0,4% persen di awal sesi. Sebuah jajak pendapat Reuters kemarin menunjukkan bahwa para investor telah menarik kembali sebagian dari eksposur mereka terhadap ekuitas yang sempat meningkat pada bulan April, untuk kemudian membeli obligasi dan beralih ke aset safe‐haven akibat mulai munculnya kembali kekhawatiran
bahwa pertumbuhan ekonomi global dapat goyah dari ekspansinya saat ini.
• Pemicu yang paling mungkin adalah kebijakan ekonomi jangka panjang ke depan. Sebuah perlambatan ekonomi dikhawatirkan akan terjadi di tengah prospek pengetatan moneter global saat ini. Investor sedang menghadapi uncertainty tentang suku bunga, ditandai dengan kenaikan suku bunga ECB bulan lalu yang kemudian menempatkan BoE di bawah tekanan untuk mengikutinya. Kemarin, kenaikan suku bunga India yang lebih besar dari perkiraan, sebesar 50 bps, meningkatkan kekhawatiran investor. Sementara di Amerika Serikat, The Fed AS telah berkomitmen untuk menjaga tingkat bunga di level yang sangat rendah, namun memberikan isyarat bahwa program bantuan ekonomi (QE‐2) berupa pembelian obligasi senilai $600 milyar akan diakhiri sesuai jadwal, yakni pada bulan Juni.
• Nampaknya kita akan memasuki fase koreksi (untuk bursa saham) memasuki Mei hingga Juni (akhir kuartal kedua) mendatang. Resiko fase koreksi bursa saham tersebut berpeluang semakin besar jika harga minyak melonjak ke atas $130/barel. Masih banyak hal yang beresiko menekan pasar financial memasuki bulan Mei‐Juni ini. Sebuah jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah perusahaan manajemen investasi terkemuka AS, Eropa dan Jepang menunjukkan bahwa exposure di bursa saham April turun menjadi 51,3% dari 52,6% Maret. Minat terhadap aset‐aset cash naik menjadi 5,1% dalam balanced‐portofolio dari 4,7% Maret. Ini adalah exposure tertinggi pada aset‐aset cash – yang biasanya meningkat saat uncertainty memuncak – sejak September 2010. mana uang investor taman di masa ketidakpastian – sejak September lalu, saat bursa saham mulai mulai menguat karena The Fed mulai menerapkan program bantuan ekonomi (quantitative easing).
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah pada hari Selasa dari rekor tertingginya diatas level $1570 per ons sehari sebelumnya, karena dollar AS naik dan karena safehaven buying dari metal kehilangan beberapa momentum mengikuti meninggalnya pemimpin al Qaeda Osama bin Laden.
• Spot silver <XAG=> juga berada dibawah aksi tekanan jual setelah sempat mencatatkan level terendahnya dua minggu level $42.58 per on Senin lalu, ketika precious industrial metal mendapatkan penurunan harian terbesarnya dalam 29 bulan.
• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1537,79 per ons pada pukul 1409 GMT, yang telah mencatatkan rekor puncaknya level $1575,79 per ons Senin lalu dan dibandingkan dengan level $1544,30 pada penutupan New York Senin lalu. COMEX gold futures <GCcv1> merosot 1.2 persen ke level $1538,50 per ons.
• "The dollar is stronger and gold is overstretched at these levels ... There is some profit‐taking going on," kata Walter de Wet, analis pada Standard Bank.
• Silver <XAG=> melemah 1.2 persen ke level $43.36 per ons, yang telah membukukan penurunan terbesar hariannya yang hampir dalam 2‐1/2 tahun Senin lalu yang mencapai level terendahnya dua minggu.
• Platinum <XPT=> bertahan pada level $1855,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> meningkat 0.5 persen ke level $774.00.
• Selasa kemarin harga komoditas mengalami penurunan dalam kapasitas terbesarnya untuk basis harian selama 2 minggu, yang kemudian berimbas turut menekan bursa saham Wall Street. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa rally di bursa komoditas April lalu terlalu tajam.
Selain itu, rebound dolar AS dari tekanannya seama 10 hari berturut‐turut juga merupakan pemicu tekanan jual di bursa komoditas.
• Indeks dolar bergerak fluktuatif Selasa kemarin, naik saat pembukaan pasar AS, kemudian jatuh pada tengah hari sebelum kembali naik di penutupan. Analis mengatakan dolar berayun karena kekhawatiran bahwa levelnya sudah oversold saat di areal terendah 3 tahun, sementara bursa saham dan komoditas hampir bersamaan mencatat kenaikan besar di bulan April.
• Tekanan jual di bursa komoditas dimulai sejak awal sesi, setelah kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh bank sentral India, kemudian terakselerasi pada sesi pertengahan. Para analis mengatakan minyak dapat turun lebih lanjut, dengan estimasi target di bawah level $100 kembali. Saham di Wall Street terkoreksi dalam 2 hari berturut‐turut minggu ini, ditandai oleh penurunan saham teknologi lebih dari 1%. Harga minyak turun hingga 3%, terkoreksi cukup tajam dari areal tertinggi 31‐bulan di atas $114/barel (/CLc1‐New York) dan di atas $126/barel <LCOc1‐London>.
• Harga emas di pasar spot <XAU=> turun lebih dari 0,5% dan telah merosot sekitar 2% dari rekor tertinggi $1.575/ounce yang dicapai Senin lalu. Para pedagang mengatakan rebound dolar menyebabkan koreksi emas. Fluktuasi dolar AS juga disebabkan oleh tekanan jual komoditas perak <XAG=>, yang turun hampir 6% dari rekor tertinggi baru‐baru ini di dekat $50/ounce. Bahkan tekanan jual komoditas awalnya terakselerasi pada silver, yang biasanya memiliki margin kecil, sebelum terjadi di emas dan minyak mentah yang ber‐margin besar. Bila terjadi tekanan jual di margin besar di komoditas, maka akan mempengaruhi ke seluruh pasar. Indeks 19‐komoditas Reuters‐Jefferies CRB <CRB.> turun 0,9%, merupakan penurunan harian terbesarnya sejak April 18.
• Akselerasi kenaikan bursa saham global belakangan ini mayoritas didukung semata oleh optimisme pendapatan perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa untuk kuartal pertama 2011. Kemudian saat ini, kenaikan bursa saham AS/global dipandang pasar sudah mencapai tingkat overbought. Harga komoditas yang tinggi, dipicu oleh melemahnya dolar AS dan kekhawatiran pasokan, akan menjadi kekhawatiran tersendiri untuk kinerja perusahaan ke depan. Indeks saham dunia yang diukur oleh MSCI, turun 1% setelah naik dalam 5 hari berturut‐turut, sementara indeks bursa saham negara‐negara berkembang turun 1,7% ke titik terendah dua minggu. Indeks saham dunia MSCI naik 3,9% bulan lalu, dan mencatata akumulasi kenaikan hingga 7,5% tahun ini.
• Indeks dolar <.DXY> AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, naik 0,3% setelah sempat 0,4% persen di awal sesi. Sebuah jajak pendapat Reuters kemarin menunjukkan bahwa para investor telah menarik kembali sebagian dari eksposur mereka terhadap ekuitas yang sempat meningkat pada bulan April, untuk kemudian membeli obligasi dan beralih ke aset safe‐haven akibat mulai munculnya kembali kekhawatiran
bahwa pertumbuhan ekonomi global dapat goyah dari ekspansinya saat ini.
• Pemicu yang paling mungkin adalah kebijakan ekonomi jangka panjang ke depan. Sebuah perlambatan ekonomi dikhawatirkan akan terjadi di tengah prospek pengetatan moneter global saat ini. Investor sedang menghadapi uncertainty tentang suku bunga, ditandai dengan kenaikan suku bunga ECB bulan lalu yang kemudian menempatkan BoE di bawah tekanan untuk mengikutinya. Kemarin, kenaikan suku bunga India yang lebih besar dari perkiraan, sebesar 50 bps, meningkatkan kekhawatiran investor. Sementara di Amerika Serikat, The Fed AS telah berkomitmen untuk menjaga tingkat bunga di level yang sangat rendah, namun memberikan isyarat bahwa program bantuan ekonomi (QE‐2) berupa pembelian obligasi senilai $600 milyar akan diakhiri sesuai jadwal, yakni pada bulan Juni.
• Nampaknya kita akan memasuki fase koreksi (untuk bursa saham) memasuki Mei hingga Juni (akhir kuartal kedua) mendatang. Resiko fase koreksi bursa saham tersebut berpeluang semakin besar jika harga minyak melonjak ke atas $130/barel. Masih banyak hal yang beresiko menekan pasar financial memasuki bulan Mei‐Juni ini. Sebuah jajak pendapat Reuters terhadap sejumlah perusahaan manajemen investasi terkemuka AS, Eropa dan Jepang menunjukkan bahwa exposure di bursa saham April turun menjadi 51,3% dari 52,6% Maret. Minat terhadap aset‐aset cash naik menjadi 5,1% dalam balanced‐portofolio dari 4,7% Maret. Ini adalah exposure tertinggi pada aset‐aset cash – yang biasanya meningkat saat uncertainty memuncak – sejak September 2010. mana uang investor taman di masa ketidakpastian – sejak September lalu, saat bursa saham mulai mulai menguat karena The Fed mulai menerapkan program bantuan ekonomi (quantitative easing).
GOLD & COMMODITIES
• Emas melemah pada hari Selasa dari rekor tertingginya diatas level $1570 per ons sehari sebelumnya, karena dollar AS naik dan karena safehaven buying dari metal kehilangan beberapa momentum mengikuti meninggalnya pemimpin al Qaeda Osama bin Laden.
• Spot silver <XAG=> juga berada dibawah aksi tekanan jual setelah sempat mencatatkan level terendahnya dua minggu level $42.58 per on Senin lalu, ketika precious industrial metal mendapatkan penurunan harian terbesarnya dalam 29 bulan.
• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1537,79 per ons pada pukul 1409 GMT, yang telah mencatatkan rekor puncaknya level $1575,79 per ons Senin lalu dan dibandingkan dengan level $1544,30 pada penutupan New York Senin lalu. COMEX gold futures <GCcv1> merosot 1.2 persen ke level $1538,50 per ons.
• "The dollar is stronger and gold is overstretched at these levels ... There is some profit‐taking going on," kata Walter de Wet, analis pada Standard Bank.
• Silver <XAG=> melemah 1.2 persen ke level $43.36 per ons, yang telah membukukan penurunan terbesar hariannya yang hampir dalam 2‐1/2 tahun Senin lalu yang mencapai level terendahnya dua minggu.
• Platinum <XPT=> bertahan pada level $1855,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> meningkat 0.5 persen ke level $774.00.
Tuesday, May 3, 2011
Headline News 03.05.11
US & GLOBAL
• Kenaikan di sesi awal saham‐saham AS terpangkas untuk kemudian ditutup sedikit turun, demikian pula dengan harga komoditas minyak dunia pada hari Senin kemarin. Para investor menyimpulkan kematian Osama bin Laden dalam operasi militer AS di Pakistan tidak akan banyak meringankan beban ekonomi dan uncertainty kondisi politik global saat ini. Pada akhirnya, arah kebijakan moneter lah yang akan mengambil
peran yang akan mempengaruhi pergerakan pasar untuk saat ini – hal ini kembali menekan dolar AS yang pada awalnya sempat menguat setelah isu kematian pemimpin Al Qaeda tersebut.
• Berita bahwa pemimpin al Qaeda telah dibunuh oleh pasukan AS pada hari Minggu (1/Mei), awalnya mendorong para investor untuk mengambil risiko, yang mendorong kenaikan saham lebih tinggi dari level puncak sebelumnya, dan menekan harga minyak lebih dari 3%.
Namun investor kembali fokus pada keadaan ekonomi global dan pengakuan bahwa kematian bin Laden tidak akan mengurangi resiko politik di Timur Tengah dan Afrika Utara, yang telah mendorong harga minyak lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir ini. Isu Bin Laden adalah berita bagus untuk pecinta kedamaian, tetapi hanya akan berdampak pada ekonomi sejauh mana hal tersebut akan menekan harga minyak. Pasar
pada gilirannya akan kembali pada persoalan utama, yakni kondisi geopolitik Timur Tengah‐Afrika Utara yang masih tidak menentu, serta isu ekonomi yang masih belum menunjukkan gambaran jelas untuk prospek pemulihannya.
• Setelah anjlok di sesi awal Senin kemarin, harga minyak berkelok‐kelok antara areal positif dan negatif karena masih dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi geopolitik Timur‐Tengah dan Afrika Utara. Kekhawatiran terhadap kemungkinan aksi balas dendam dari kematian Obama, juga turut memicu fluktuasi. Harga minyak mentah berjangka AS tipe kontrak Juni <CLc1> turun 0,66% di $112,98/barel usai penutupan
sesi AS Senin, setelah sempat jatuh hingga $110,82 semalam. Minyak mentah Brent tipe kontrak Juni <LCOc1> turun 0,61% ke level $125,12/barel.
• Di bursa Wall Street, sentimen positif dari kematian Bin Laden pudar di pertengahan sesi karena investor mulai meragukan kelangsungan rally bursa saham AS yang sudah demikian panjang belakangan ini – tercatat bursa saham AS memiliki akselerasi kenaikan yang cukup fantastis dalam dua tahun terakhir ini. Bahkan jika kematian bin Laden berpotensi menimbulkan sentimen positif jangka panjang, bursa saham AS tidak akan luput dari resiko ambil untung investor karena langkah kenaikannya yang sudah demikian jauh saat ini. Perlu diwaspadai munculnya pemicu aksi ambil‐untung tersebut – masih labilnya ekonomi AS, krisis utang Eropa dan tidak menentunya kondisi geopolitik Timur Tengah‐Afrika Utara merupakan hal‐hal besar yang ‘bisa dimunculkan’ sebagai pemicu tersebut.
• Sementara di bursa saham Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup naik tipis saja 0,02%. Indeks saham negara‐negara dunia, yang diukur dalam indeks MSCI, juga naik tipis saja 0,15%.
• Dolar AS yang awalnya sempat rebound terhadap mata uang utama dunia, kembali melemah. Hal ini menyebabkan kenaikan EURUSD ke level tertinggi terbarunya selama 17 bulan, di 1.4902, dipengaruhi oleh rilis optimis data manufaktur Jerman dan Eropa April yang berpotensi mendukung kenaikan suku bunga Eropa lebih lanjut. Sementara data manufaktur AS dan Cina cenderung terkoreksi dari periode Maret sebelumnya. EURUSD kemudian ditutup flat di level $1,4825.
GOLD & COMMODITIES
• Emas berbalik untuk lebih tinggi lagi dan silver memangkas penurunannya dalam perdagangan yang choppy Senin lalu karena dollar AS anjlok dan oil mengalami rebound, dengan precious metals mengalami recovery dari penurunan tajam setelah tewasnya Osama bin Laden yang melemahkan safe‐haven buying.
• Bullion kembali naik kearah level puncaknya lagi pada awalnya karena pasar memfokuskan pada krisis utang yang masih tersisa di Eropa, civil war di Libya dan kekerasan di Timur Tengah.
• Pada perdagangan Asia, berita terbunuhnya pemimpin al Qaeda oleh U.S. forces membawa gold anjlok hampir 2 persen.
• "We see selling from hedge funds and recent buyers placing sell‐stops on the bin Laden news, thinking that risk premiums may be shifting," kata George Gero, vice president pada RBC Capital Markets.
• Spot gold <XAU=> menguat 0.3 persen ke level $1569,09 per ons pada pukul 11:38 a.m. EDT (1538 GMT), setelah sempat mencapai level puncaknya dalam rangkaian empat harinya berturut‐turut pada level $1575,79. U.S. June <GCM1> gold futures naik 0.9 persen k level $1569,50.
• Emas mendapatkan dukungan oleh permasalahan tingkat kesehatan finansial ekonomi beberapa negara zona euro, kekhawatiran mengenai defisit bujet AS, dan kebijakan moneter AS yang ultra‐akomodatif/longgar, ungkap analis.
• Silver <XAG=> merosot 2 persen ke level $46.86 per ons, yang telah anjlok hingga $5 ke level terendah mingguannya level $42.58.
• Platinum <XPT=> sedikit menguat 0.4 persen ke level $1871,49 per ons, sementara itu palladium <XPD=> anjlok 0.6 persen ke level $784.97.
• Kenaikan di sesi awal saham‐saham AS terpangkas untuk kemudian ditutup sedikit turun, demikian pula dengan harga komoditas minyak dunia pada hari Senin kemarin. Para investor menyimpulkan kematian Osama bin Laden dalam operasi militer AS di Pakistan tidak akan banyak meringankan beban ekonomi dan uncertainty kondisi politik global saat ini. Pada akhirnya, arah kebijakan moneter lah yang akan mengambil
peran yang akan mempengaruhi pergerakan pasar untuk saat ini – hal ini kembali menekan dolar AS yang pada awalnya sempat menguat setelah isu kematian pemimpin Al Qaeda tersebut.
• Berita bahwa pemimpin al Qaeda telah dibunuh oleh pasukan AS pada hari Minggu (1/Mei), awalnya mendorong para investor untuk mengambil risiko, yang mendorong kenaikan saham lebih tinggi dari level puncak sebelumnya, dan menekan harga minyak lebih dari 3%.
Namun investor kembali fokus pada keadaan ekonomi global dan pengakuan bahwa kematian bin Laden tidak akan mengurangi resiko politik di Timur Tengah dan Afrika Utara, yang telah mendorong harga minyak lebih tinggi dalam beberapa bulan terakhir ini. Isu Bin Laden adalah berita bagus untuk pecinta kedamaian, tetapi hanya akan berdampak pada ekonomi sejauh mana hal tersebut akan menekan harga minyak. Pasar
pada gilirannya akan kembali pada persoalan utama, yakni kondisi geopolitik Timur Tengah‐Afrika Utara yang masih tidak menentu, serta isu ekonomi yang masih belum menunjukkan gambaran jelas untuk prospek pemulihannya.
• Setelah anjlok di sesi awal Senin kemarin, harga minyak berkelok‐kelok antara areal positif dan negatif karena masih dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi geopolitik Timur‐Tengah dan Afrika Utara. Kekhawatiran terhadap kemungkinan aksi balas dendam dari kematian Obama, juga turut memicu fluktuasi. Harga minyak mentah berjangka AS tipe kontrak Juni <CLc1> turun 0,66% di $112,98/barel usai penutupan
sesi AS Senin, setelah sempat jatuh hingga $110,82 semalam. Minyak mentah Brent tipe kontrak Juni <LCOc1> turun 0,61% ke level $125,12/barel.
• Di bursa Wall Street, sentimen positif dari kematian Bin Laden pudar di pertengahan sesi karena investor mulai meragukan kelangsungan rally bursa saham AS yang sudah demikian panjang belakangan ini – tercatat bursa saham AS memiliki akselerasi kenaikan yang cukup fantastis dalam dua tahun terakhir ini. Bahkan jika kematian bin Laden berpotensi menimbulkan sentimen positif jangka panjang, bursa saham AS tidak akan luput dari resiko ambil untung investor karena langkah kenaikannya yang sudah demikian jauh saat ini. Perlu diwaspadai munculnya pemicu aksi ambil‐untung tersebut – masih labilnya ekonomi AS, krisis utang Eropa dan tidak menentunya kondisi geopolitik Timur Tengah‐Afrika Utara merupakan hal‐hal besar yang ‘bisa dimunculkan’ sebagai pemicu tersebut.
• Sementara di bursa saham Eropa, indeks FTSEurofirst 300 <FTEU3.> ditutup naik tipis saja 0,02%. Indeks saham negara‐negara dunia, yang diukur dalam indeks MSCI, juga naik tipis saja 0,15%.
• Dolar AS yang awalnya sempat rebound terhadap mata uang utama dunia, kembali melemah. Hal ini menyebabkan kenaikan EURUSD ke level tertinggi terbarunya selama 17 bulan, di 1.4902, dipengaruhi oleh rilis optimis data manufaktur Jerman dan Eropa April yang berpotensi mendukung kenaikan suku bunga Eropa lebih lanjut. Sementara data manufaktur AS dan Cina cenderung terkoreksi dari periode Maret sebelumnya. EURUSD kemudian ditutup flat di level $1,4825.
GOLD & COMMODITIES
• Emas berbalik untuk lebih tinggi lagi dan silver memangkas penurunannya dalam perdagangan yang choppy Senin lalu karena dollar AS anjlok dan oil mengalami rebound, dengan precious metals mengalami recovery dari penurunan tajam setelah tewasnya Osama bin Laden yang melemahkan safe‐haven buying.
• Bullion kembali naik kearah level puncaknya lagi pada awalnya karena pasar memfokuskan pada krisis utang yang masih tersisa di Eropa, civil war di Libya dan kekerasan di Timur Tengah.
• Pada perdagangan Asia, berita terbunuhnya pemimpin al Qaeda oleh U.S. forces membawa gold anjlok hampir 2 persen.
• "We see selling from hedge funds and recent buyers placing sell‐stops on the bin Laden news, thinking that risk premiums may be shifting," kata George Gero, vice president pada RBC Capital Markets.
• Spot gold <XAU=> menguat 0.3 persen ke level $1569,09 per ons pada pukul 11:38 a.m. EDT (1538 GMT), setelah sempat mencapai level puncaknya dalam rangkaian empat harinya berturut‐turut pada level $1575,79. U.S. June <GCM1> gold futures naik 0.9 persen k level $1569,50.
• Emas mendapatkan dukungan oleh permasalahan tingkat kesehatan finansial ekonomi beberapa negara zona euro, kekhawatiran mengenai defisit bujet AS, dan kebijakan moneter AS yang ultra‐akomodatif/longgar, ungkap analis.
• Silver <XAG=> merosot 2 persen ke level $46.86 per ons, yang telah anjlok hingga $5 ke level terendah mingguannya level $42.58.
• Platinum <XPT=> sedikit menguat 0.4 persen ke level $1871,49 per ons, sementara itu palladium <XPD=> anjlok 0.6 persen ke level $784.97.
Monday, May 2, 2011
Headline News 02.05.11
US & GLOBAL
• Pasar global mengalami kinerja yang cukup signifikan minggu kemarin setelah Ben Bernanke menyatakan akan mempertahankan cheap money dalam perekonomian (mempertahankan kebijakan moneter yang ‘ultra‐longgar’), ditandai dengan melonjaknya Nasdaq ke level tertinggi 10‐tahun, serta emas dan perak terus memecahkan rekor tertingginya. Investasi komoditas khususnya sangat panas – indeks seluruh komoditas dunia, Reuters‐Jefferies CRB index <.CRB>, mengalami kenaikan selama 8 bulan berturut‐turut hingga April 2011, yang merupakan periode kenaikan beruntun yang terpanjang sejak 2003. Silver mencatat kenaikan 27%.• Bernanke mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS tidak terburu‐buru untuk mencabut kembali program dukungan bagi ekonomi mengingat pasar tenaga kerja masih dalam tekanannya. Bernanke menegaskan dewan moneter (FOMC) The Fed AS akan mempertahankan tingkat bunga yang rendah untuk waktu lebih panjang. Putusan pertemuan FOMC The Fed AS dan pernyataan ketua umumnya, Ben Bernanke, dalam konferensi pers usai pertemuan yang pertama kalinya digelar sepanjang sejarah The Fed AS, minggu lalu membuat para investor kembali memburu aset‐aset beresiko bahkan dalam berbagai kelompok aset dan komoditas, baik di dalam maupun di luar AS.
• Para investor terus menekan dolar AS, yang mengantarnya ke level terendah terbarunya selama 3 tahun, di tengah kekhawatiran operasi cetak uang The Fed AS ke depan akan semakin menurunkan nilai dolar AS. Selain itu tekanan dolar AS juga diperoleh dari keprihatinan mendalam di antara para investor terhadap pertumbuhan ekonomi AS – yang masih di bawah mitra‐mitra dagang terbesarnya.
• Kebijakan moneter The Fed yang ultra‐longgar juga mendorong pandangan investasi tradisional, yang mendorong kenaikan saham di sektor transportasi meskipun harga minyak ‐ biaya utama untuk perusahaan angkutan – melonjak ke level tertinggi multi‐tahunan. Indeks transportasi Dow Jones <.DJT>melonjak ke rekor tertingginya pada hari Kamis, hari yang sama saat harga minyak AS menyentuh level tertinggi 31‐bulan.
• Harga silver di pasar berjangka AS <SIN1> naik hampir 4% minggu lalu mendekati areal $50/ounce. Harga emas juga memperoleh kenaikan harian terbesar dalam lima bulan pada hari Jumat, berakhir di sekitar areal $1.560/ounce. Indeks Dow Jones mencatat performa terbaiknya untuk basis bulanan (April) sejak Desember lalu. Sementara indeks saham‐saham AS berkapitalisasi kecil‐menengah melonjak mencapai rekor tertingginya.
• Indeks saham utama, termasuk Nasdaq, mengalami ketertinggalan rally dari logam mulia tetapi berhasil membukukan kenaikan mingguan dan bulanannya terbaiknya, meskipun dibayangi kekhawatiran atas kerusuhan di Timur Tengah, yang belum terpecahkan masalah hutang publik di Eropa dan AS, dampak bencana alam (gempa‐tsunami) di Jepang Maret.
• Miliaran dolar uang yang telah dicetak bank sentral AS untuk membantu perekonomian telah berhasil menggembungkan harga aset dan menghadang deflasi, namun belum berhasil mendorong pertumbuhan yang kuat dan meredam pengangguran. Putusan FOMC The Fed menjaga tingkat suku bunga AS
mendekati nol memicu tekanan lebih lanjut untuk dolar AS karena para trader melakukan "carry trades" – meminjam dolar dengan bunga rendah untuk mendanai investasi mereka.
• Indeks saham dunia, yang diukur dalam indeks MSCI, naik 3,9% sepanjang April, meskipun dibayangi kecemasan terhadap lonjakan harga minyak yang akan memperlambat pertumbuhan global. Harga minyak mentah terus naik karena tekanan dolar AS dan masih berkembangnya konflik geopolitik di Timur Tengah dan Afrika Utara – yang notabene adalah produsen‐produsen minyak dunia. Harga minyak mentah berjangka London <LCOc1> berada di atas $125 per penutupan Jumat lalu. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> ditutup di areal $113,73/barel setelah sebelumnya menyentuh $114,18, harga intraday tertinggi sejak 22 September 2008.
• Didorong oleh rally logam mulia, Indeks 19‐komoditas CRB (indikator utama dari pasar komoditas), mengalami rally hingga 10% tahun ini, sehingga menjadikannya sebagai kelompok aset yang berkinerja terbaik di dunia saat ini. Pada hari Jumat, indeks naik 1,2% ke level penutupan 370,56, setelah sebelumnya menyentuh 370,71, level intraday high tertinggi selama 52 minggu.
• Lonjakan pasar saham dan komoditas di bulan April ini adalah berkat lemahnya dolar AS, diawali oleh prospek revisi turun peringkat utang AS oleh Standard & Poor's. Rilis pesimis data GDP Q1 AS dan data manufaktur regional akhir minggu kemarin, dibarengi oleh naiknya harga bahan bakar, kian merapuhkan pandangan terhadap perekonomian AS dan juga akan menekan daya beli konsumennya.
• Indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia, merosot hingga level terendah sejak 2008, di 72,834. Hari Jumat lalu, indeks dolar turun 0,1% di 73,036. EURUSD menyentuh level tertinggi 17 bulan, diperdagangkan pada $1,4844 di pertengahan sesi NY Jumat lalu. Harga obligasi di pasar Treasury
AS naik harga naik, dengan penekanan rally April yang mengangkat pasar ke dalam wilayah positif untuk tahun ini, karena meningkatnya minat investor di tengah prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi dan dipertahankannya kebijakan moneter AS yang ultra‐longgar.
GOLD & COMMODITIES
• Emas naik dalam rangkaian tiga harinya berturut‐turut Jumat lalu, berada pada level $1550 per ons karena dollar AS merosot ke level terendahnya dalam tiga tahun dari ekspektasi the Fed akan menjaga kebijakan easy money.
• Silver naik terhadap level puncak sebelumnya yang mendekati level $50 per ons. Logam ini mendekati kenaikan 30 persen pada bulan April, kenaikan terbesar bulanannya sejak April 1987.
• Logam mulia naik dari didepannya data menunjukkan consumer spending AS naik pada bulan Maret karena sektor rumah tangga mencatatkan untuk menutup tingginya biaya makanan dan bahwan bakar, dengan inflasi mencatatkan kenaikan terbesarnya pada basis tahunan yang naik ke level tertingginya dalam 10 bulan.
• "Gold is showing a text‐book bull market behavior, a steady ascent without major spikes. It's the continuation of the same theme, as the Fed's posture seems to be fairly dovish still,"kata James Dailey, portfolio manager pada TEAM Asset Strategy Fund.
• Spot gold <XAU=> terakhir diperdagangkan naik 0.6 persen ke level $1543,79 per ons pada pukul 11:31 a.m. EDT (1531 GMT), yang telah naik 8 persen dalam bulanannya, penguatan tertingginya sejak bulan November. Bullion juga mencatatkan kenaikan tujuh minggunya berturut‐turut, penguatan rangkaian terpanjangnya sejak 2007.
• U.S. June futures <GCM1> melejit 0.9 persen ke level $1544,30 per ons, dengan volume perdagangan dibatasi oleh liburan di London.
• Untuk platinum group metals, platinum <XPT=> memicu penguatan pada gold dan silver, yang naik 0.6 persen dalam hariannya ke level $1847 per ons, sementara itu palladium <XPD=> melejit 1.5 persen ke level $782.47.
Friday, April 29, 2011
Headline News 29.04.11
US & GLOBAL
• Dollar berlanjut tertekan Kamis kemarin, memicu lonjakan komoditas perak ke rekornya, namun Wall Street rebound terbantu oleh kenaikan di sesi akhir karena pandangan rilis pesimis data ekonomi AS kemarin tidak akan mempengaruhi pertumbuhan dan dominasi sentimen bullish di bursa. Harga perak di pasar spot <XAG=> mencapai rekor tertinggi di $49,51/ounce akibat kelanjutan tekanan dolar AS dan rally emas ke level rekornya – yang memicu aksi beli spekulatif di komoditas logam mulia.• Indeks dollar AS jatuh ke level terendah barunya selama 3 tahun terhadap mata uang utama setelah The Fed AS Rabu sebelumnya mengeluarkan sinyalemen masih mempertahankan suku bunga yang berada di level ‘ultra‐rendah’ (mendekati 0%). Lebih pesimisnya dari perkiraan rilis data GDP Q1 dan sektor tenaga kerja mingguan AS tidak banyak mempengaruhi sentimen pasar kemarin. Bahkan bursa saham Wall Street berlanjut rally menembus level tertinggi terbarunya untuk tahun ini, ditopang oleh kenaikan saham‐saham di sektor transportasi yang mencapai rekor tertingginya karena perannya sebagai batu ujian permintaan ekonomi.
• Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 telah rally selama enam dari tujuh sesi terakhir, sedangkan Nasdaq minggu ini melonjak ke level tertinggi 10‐tahun. Bursa saham global melonjak mendekati tertinggi tiga tahun pada Rabu setelah hasil pertemuan FOMC The Fed AS mengisyaratkan kebijakan moneter (suku bunga) yang ultra‐rendah masih akan dipertahankan untuk beberapa waktu mendatang.
Indeks saham dunia MSCI naik 0,8% kemarin.
• Dengan data volume perdagangan yang rendah dan ekonomi menunjukkan jalan masih goyah untuk pemulihan, maka menimbulkan pertanyaan sampai berapa lama lagi pasar saham dapat mempertahankan kenaikannya.
• Di Wall Street, saham pada awalnya goyah oleh tanda‐tanda pertumbuhan yang lambat, tetapi investor mengatakan mereka perlu melihat data (yang pesimis) lebih lanjut sebelum menghentikan aksi beli di ekuitas. Data claim pengangguran mingguan AS menunjukkan kenaikan di luar dugaan sebesar 429.000 pekan lalu. Pada saat ini, kenaikan tersebut dianggap pasar akibat faktor teknis saja. Untuk rilis minggu depan, pasar perlu melihat penurunan signifikan di bawah level 400.000 untuk memastikan perekonomian tidak melambat di tengah kenaikan harga bensin di AS belakangan ini.
• Harga minyak mentah AS di bursa berjangka mencapai level tertinggi 31‐bulan akibat lemahnya dolar, sebelum kemudian terkoreksi tipis di akhir perdagangan. Dolar turun 0,8% hingga ditutup di 81,53 yen <JPY=>, sementara indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia, jatuh ke level terendah sejak Juli 2008, dan berakhir turun 0,5% di 73,116. EURUSD ditutup naik ke $ 1,4825, setelah mencapai level tertinggi 17‐bulan di $1,4881.
• Diferensiasi suku bunga AS, yang masih ultra rendah, dengan suku bunga Eropa, yang telah dinaikkan awal bulan ini dan diproyeksikan akan berlanjut, telah menekan dolar AS dan memberikan keuntungan luas terhadap euro – yang tahun ini melonjak hampir 11%.
GOLD & COMMODITIES
• Silver menguat ke level puncaknya yang pernah ada Kamis lalu dan emas naik ke level terbarunya lagi, karena penurunan dollar AS dan tanda‐tanda bahwa the Fed akan menjaga kebijakan moneter yang longgar yang mendorong ketertarikan pada precious metals sebagai hedge/lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
• Silver secara singkat naik hingga $50 per ons, mencapai puncaknya ketika Texan brothers William Hebert dan Nelson Bunker Hunt membuat sisi dari pasar silver tiga dekade lalu. The metal berikutnya tertekan dari technical selling.
• "Yesterday's speech from the Fed was an acknowledgment of the continuing of the strategy by the Fed and Washington ... to monetize our debt, and basically to devalue the dollar," kata Robert Lutts, chief investment officer pada Cabot Money Management, yang mengawasi lebih dari $500 juta pada aset‐aset kliennya.
• Spot silver <XAG=>, yang meroket mendekati 60 persen hingga tahun ini, naik 1.5 persen ke level $48.49 per ons pada pukul 12:24 p.m. EDT (1624 GMT), yang pada awalnya sempat mencapai level tertingginya $49.51 per ons.
• Menyesuaikan dengan inflasi, harga saat ini pada silver masih jauh dibawah catatan levelnya yang diatas $100 per ons.
• Spot gold <XAU=> menguat ke level puncaknya yang penah ada $1538,35 per ons, memecahkan rekor dari sembilan kenaikannya dari 10 sessions. Terakhir diperdagangkan pada level $1527,87 per ons, yang naik 0.1 persen.
Subscribe to:
Posts (Atom)












