title cover

title cover

Wednesday, May 25, 2011

Headline News 25.05.11

US & GLOBAL
 

• Minyak melonjak sekitar 2% pada Selasa setelah Goldman Sachs memperkirakan pertumbuhan permintaan bahan bakar yang kuat, sementara EURUSD bangkit dari level terendah 2 bulan dipengaruhi oleh rilis data Jerman yang lebih baik dari yang diperkirakan. Namun masih adanya kekhawatiran krisis utang Zona Eropa masih merapuhkan sentimen pasar, dan membatasi kenaikan euro dan memicu penguatan safe‐haven emas ke level tertinggi selama 20 hari.
 

• Goldman Sachs, salah satu lembaga paling berpengaruh di pasar spot minyak dunia, menaikkan proyeksi harga 12 bulan untuk minyak mentah Brent menjadi US$130/barel, mengutip pertumbuhan ekonomi global dan ketatnya kapasitas cadangan OPEC.
 

• Harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> naik 1,99% ke level $99.42/barel usai penutupan NY, sedangkan minyak mentah brent <LCOc1> naik 2% menjadi $ 112.53/barel. Saham‐saham energi diperoleh terkait dengan harga minyak dan memberikan dorongan kecil untuk pasar saham global, mendorong indeks bursa saham dunia MSCI naik 0,26%, setelah turun 1,8% di sesi sebelumnya.
 

• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> Eropa ditutup naik 0,2%, meskipun tetap 0,28% lebih rendah untuk perdagangan sepanjang 2011 ini. Saham saham tambang menjadi saham dengan kenaikan terbesar. Saham energi juga naik di Wall Street, namun indeks saham utama Wall Street masih ditutup melemah karena tekanan saham‐saham teknologi dan saham industri, di tengah dominasi keprihatinan pasar terhadap pemulihan ekonomi AS yang masih menghantui investor. Senin lalu bursa Wall Street ditutup pada titik terendah selama satu bulan.
 

• Sebuah jajak pendapat Reuters pada lembaga keuangan terkemuka menghasilkan kesimpulan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun ini kembali merosot. Perkiraan rata‐rata pada 18 dari 20 lembaga keuangan terkemuka AS menunjukkan bahwa GDP AS 2011 sebesar 2,85% ‐ turun dari 2,95% dalam jajak pendapat serupa yang dilakukan 1 April sebelumnya.
 

• Menjelang masuknya musim panas dan berakhirnya program QE2 The Fed AS, isu jajak pendapat tersebut berpotensi menekan bursa saham AS dan global, bahkan dikkhawatirkan akan menekan aset‐aset beresiko secara umum.
 

• EURUSD naik hingga 1,4132 setelah Senin sebelumnya tertekan signifikan ke level terendah 2 bulan, di 1.3970. Bangkitnya EURUSD dari tekanan dipengaruhi oleh rilis indeks kepercayaan konsumen untuk sektor bisnis Jerman tetap stabil pada bulan Mei. Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters mengkhawatirkan terjadinya penurunan indeks Ifo yang berbasis di Munich‐Jerman tersebut. Namun potensi kenaikan EURUSD akan tertahan oleh masih belum hilangnya kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa – seperti dampak dari restrukturisasi utang Yunani
terhadap wilayah regionalnya. Senin lalu, tekanan jual euro dominan akibat penurunan peringkat utang Yunani, peringatan untuk peringkat utang Italia dan protes para pemilih terhadap kebijakan langkah‐langkah penghematan (austerity) yang dirancang untuk mengatasi utang negara.
Menggarisbawahi risiko, Moody's Investors Service mengatakan pada hari Selasa bahwa restrukturisasi (gagal bayar) utang Yunani dapat menekan peringkat utang Portugal dan Irlandia.
 

• Harga emas naik di pasar spot <XAU=> naik akibat meningkatnya kekhawatiran krisis utang‐zona euro, mencapai level tertinggi sejak 4/Mei, di $1,527.45 /ons. Silver <XAG=> dianggap sebagai pilihan safe haven yang murah, sehingga mendorong lonjakan hingga 4,4% ke level $36,59/ons.
 

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas naik ke level tertingginya yang mendekati tiga minggu Selasa lalu karena permasalahan mengenai menyebarnya krisis utang EU yang mendorong safe haven buying, sementara itu melemahnya dollar AS juga memberikan dukungan.
 

• Spot gold <XAU=> mencapai level $1527,45 per troi ons, level tertingginya sejak 4 Mei. Kemudian diperdagangkan pada level $1526,50 per ons pada puku 1408 GMT dari level $1516,05 pada penutupan New York Senin lalu.
 

• Portugal dan Irlandia akan beresiko mendapatkan penurunan peringkat utang, menekan peringkat mereka kepada junk territory dari kejadian default pada Yunani, Moody's EMEA chief credit officer mengatakan pada Reuters.
 

• "There is so much uncertainty that the downside risk for gold is low in the short term," ungkap analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov.
 

• "People are still frightened about Portugal and about a possible restructuring of the Greek debt so safe haven flows will continue," katanya lagi.
 

• Tetapi dalam jangka panjang terdapat kemungkinan tekanan pada precious metal seperti kemungkinan keputusan dari the Fed AS untuk menaikkan tingkat suku bunga, kata Kryuchenkov.
 

• Spot silver <XAG=> menyentuh level $36.365 per ons, level tertingginya sejak 31 Mei. Kemudian diperdagangkan pada level $36.30 per ons dari level $35.04 Senin lalu dan platinum <XPT=> ke level $1763,24 dari level from $1748,35.

Tuesday, May 24, 2011

Headline News 24.05.11


US & GLOBAL 
• Gelombang kekhawatiran masalah utang Eropa menyebar di pasar finansial global pada hari Senin, menekan euro ke level terendah dalam dua bulan terhadap dolar dan menyeret turun ekuitas di Eropa dan Amerika Serikat. Penurunan peringkat utang terhadap Yunani dan Italia, beserta hasil pemilu Spanyol yang meningkatkan keraguan terhadap langkah solusi defisitnya menyebabkan para investor melepas aset‐aset berisiko mereka.
 

• Pemangkasan peringkat utang Yunani hingga 3‐level oleh lembaga Fitch Jumat lalu, diikuti oleh pemangkasan revisi outlook untuk Italia oleh lembaga Standard & Poor’s pada hari Sabtu.
 

• Pandangan bullish investor berubah dan mendorong mereka untuk mencari aset‐aset aman resiko, dengan mengalihkan dana mereka ke dalam obligasi pemerintah AS, emas dan dolar.
 

• Komoditas menderita tekanan karena dolar menguat, ditandai merosotnya harga minyak serta tembaga, biji‐bijian, gula dan kakao. Sementara bursa saham AS ditutup pada level terendah dalam satu bulan.
 

• Meningkatnya keraguan bahwa pasar modal dapat mengatasi kelemahan baru‐baru ini di manufaktur dan demand global turut memicu tekanan di pasar finansial, terutama setelah Jerman dan China merilis angka manufaktur mengecewakan. Saham‐saham industri, energi dan teknologi mengalami tekanan terbesar Senin kemarin akibat isu ini.
 

• Indeks FTSEurofirst pan‐Eropa 300 ditutup di level terendah 5 minggu dan berbalik negatif untuk tahun ini, dengan tekanan 1,7 persen. Indeks pasar saham di negara‐negara berkembang merosot 2,3 persen dan indeks saham dunia merosot 1,8%, yang merupakan penurunan harian terbesar selama lebih dari dua bulan.
 

• Euro jatuh ke rekor terendah terhadap safe‐haven franc Swiss <EURCHF=>. Sementara EURUSD merosot hingga $1,3970, level terendah sejak pertengahan Maret, setelah menembus ke bawah $ 1,4000, level psikologis MA‐200. Sementara USDJPY naik sekitar 0,40 persen ke areal 82.
Indeks dolar naik hampir 1 persen, yang menekan harga komoditas dan saham‐saham komoditas. Alcoa Inc turun 1,8%. Saham Freeport‐McMoRan Copper & Gold turun 2 persen.
 

• Harga minyak mentah di pasar berjangka AS <CLc1> turun lebih dari $2, atau di atas 2 persen, ke areal $97,48/barel, dan emas <XAU=> naik $4,20 menjadi sekitar $1517/ounce setelah penutupan pasar NY. Penguatan dolar menyebabkan tekanan harga.
 

• Isu krisis Eropa kian meningkat ketika partai yang sebelumnya berkuasa di Spanyol, Partai Sosialis, kalah dalam pemilu lokal dan kini berada dalam menghadapi tuntutan keras dari para pemilihnya perihal tingginya tingkat pengangguran serta tuntutan investor untuk langkah‐langkah penghematan ketat (austerity). Investor semakin khawatir bahwa para pemilih yang tidak menyetujui rencana penghematan dapat menyebabkan bailout. Spekulasi yang sama juga beredar di Yunani – terhadap kemungkinan restrukturisasi utang, yang memicu tekanan euro belakangan ini.
 

• Perdana Menteri Yunani George Papandreou membahas langkah darurat baru untuk mengurangi defisit Yunani dalam upaya untuk meyakinkan para pemimpin negara itu dapat menghindari restrukturisasi. Kuncinya adalah bahwa krisis tampaknya bisa terjadi dimana saja bahkan negara yang dianggap sebagai perangkat yang solid. Sentimen negatif terhadap krisis utang Eropa nampaknya akan berlanjut berkembang setelah
akhirnya sekarang Italia sedang dalam pengawasan badan‐badan peringkat. Juga pada Senin kemarin, Fitch menjadi perusahaan peringkat kedua mengancam Belgia dengan penurunan peringkat utangnya. 


GOLD & COMMODITIES
 

• Harga emas naik ke level tertingginya yang mendekati dua minggu Senin lalu setelah berita dari utang pada zona euro seperti Yunani dan Italia yang menekan investor confidence.
 

• Bullion memantul setelah lembaga pemeringkat Fitch Jumat lalu memutuskan untuk memangkas peringkat utang Yunani hingga tiga derajat. Aksi beli pada safe‐haven pada precious metal meningkat karena keraguan tumbuhnya mengenai austerity measures Spanyol dan Italia yang menekan pada credit outlook downgrade.
 

• "The driving factor is obviously concerns about Greece and whether there will be a debt restructuring," ungkap Robin Bhar, analis pada Credit Agricole.
 

• "Greece is important in terms of the implications it will have for other weak euro zone economies such as Ireland and Portugal. Markets have started the week in risk‐off mode."
 

• Spot gold <XAU=> naik hingga 0.67 persen dalam hariannya ke level $1517,49 per ons, level tertingginya sejak 11 Mei sebelum turun lagi ke level $1513,04 pada pukul 1405 GMT.
 

• Gold priced pada euro <XAUEUR=R> menguat ke level tertingginya 1080,04 euro per ons.
 

• Tetapi bullish momentum kelihatan untuk berkurang pada sesi yang terjadi, dengan gold futures pada New York anjlok pada area negatif, ditekan antara makin mendalamnya krisis utang Eropa dan menguatnya dollar AS.
 

• Di New York, June gold futures <GCM1> meningkat $3.70 ke level $1512,60 per ons, menjauhi level terendahnya yang mendekati level puncaknya $1519. U.S. silver futures turun 14.70 sen ke level $34.94 per ons.
 

• Spot silver <XAG=> anjlok $34.96 ons dan platinum <XPT=> merosot 1.2 persen ke level $1747,24 dari level $1768,50. Palladium <XPD=> melemah lebih 1 persen ke level $723.22.

Monday, May 23, 2011

Headline News 23.05.11

US & GLOBAL 
• Tema di pasar finansial global Jumat lalu adalah tentang euro, menggeser dominasi tema komoditas yang dominan sebelumnya. Bursa saham Wall Street kembali turun dipicu oleh tekanan saham perbankan dan juga retail akibat penguatan dolar AS – memainkan peran AS dari sentimen negatif di Eropa.
 

• EURUSD melemah signifikan menghapus upaya kenaikannya sejak Senin akibat meningkatnya kekhawatiran baru dari krisis utang Yunani. Isu tersebut juga menekan aset‐aset beresiko lainnya, ditandai oleh penurunan bursa saham global. Indeks bursa saham global yang diukur dalam MSCI turun 0,57%.
 

• Sebuah laporan mengatakan bahwa Norwegia menunda pembayaran hibah $42 juta kepada Yunani karena kegagalan untuk memenuhi komitmen bailout dengan Uni Eropa‐IMF – aksi sell‐off euro pun terjadi. Spekulasi lain berkembang bahwa Finlandia, salah satu anggota Uni Eropa, juga akan menangguhkan pembayaran. Sementara sebuah harian di Yunani menulis bahwa IMF menangguhkan review mereka untuk Yunani sampai pemerintah menjalankan program penghematan (austerity) lebih lanjut. Isu‐isu tersebut bisa berarti keterlambatan dalam pencairan dana IMF yang sangat dibutuhkan untuk Yunani. Yang tak kalah penting juga adalah penurunan peringkat utang (credit‐rating) Yunani oleh lembaga pemeringkat Fitch, semakin menenggelamkan euro dalam tekanan di hari Jumat tersebut.
 

• EURUSD merosot lebih dari 1% hingga $1,4150an pasca penutupan Wall Street Jumat – menghampus upaya kenaikan 4 hari berturutturut sebelumnya. Investor akan focus pada level pychological‐support $1,4150‐an sebagai target penurunan jangka pendek.
 

• Berita tentang rencana bailout Uni Eropa‐IMF terhadap Yunani pun menghantui Spanyol yang pada akhir minggu lalu melangsungkan pemilu regionalnya. Yield obligasi Spanyol pun naik akibat kekhawatiran hasil suara dapat mengganggu upaya Perdana Menteri Rodriguez Zapatero untuk mengekang defisit fiskalnya.
 

• Isu‐isu tersebutlah yang dominan di pasar dan menghantui aset‐aset dalam denominasi euro Jumat lalu. Sebelumnya aksi beli euro berkembang, namun kemudian terjadi likuidasi karena munculnya isu‐isu perihal krisis kredit Yunani tersebut.
 

• Meskipun dolar menguat terhadap euro, harga komoditas melonjak. Seperti harga tembaga melonjak 
karena juga dipengaruhi oleh turunnya persediaan Cina, sedangkan harga minyak naik setelah mengalami volatilitas. Harga komoditas emas juga ikut naik seiring dengan mulai masuknya aksi beli pasar untuk lindung nilai (safe‐haven buying) di tengah kondisi tak menentu.
 

• Indeks dolar AS terhadap mata uang uama dunia naik 0,75%. Harga komoditas tembaga melonjak, ditandai dengan naiknya harga tembaga di bursa berjangka 3‐bulanan <CMCU3> sebesar 1,5 persen karena investor terfokus pada data yang menunjukkan persediaan di gudang yang diawasi oleh Bursa Berjangka Shanghai turun 14,6 persen dari Jumat lalu. Cina adalah konsumen terbesar di dunia industri logam. Harga emas naik dalam kapasitas terbesarnya untuk basis harian selama 2 minggu dipengaruhi oleh gelombang safehaven
buying akibat kekhawatiran investor terhadap krisis utang Eropa. Di pasar spot, emas <XAU=> naik sekitar 1,5 persen ke areal $1,512/13 per ons.
 

• Harga minyak bangkit kembali dari penurunan tajamnya yang mencapai lebih dari 2 persen pada akhir minggu. Harga minyak di bursa berjangka AS <CLc1> naik lebih dari 1 persen. Harga minyak Brent berjangka <LCOc1> naik 0,7 persen, di atas $ 112 per barel.


GOLD & COMMODITIES
 

• Emas naik lebih dari 1 persen Jumat lalu, didorong oleh safe‐haven buying karena investor mengkhawatirkan mengenai utang zona euro setelah Fitch memangkas peringkat utang Yunani.
 

• Bullion melemah pada awalnya, kemudian berbalik menguat setelah Fitch menurunkan peringkat utang Yunani dan karena International Monetary Fund memaksa Eropa untuk menyetujui lebih komprehensif dalam menghadapi krisis utang.
 

• Euro anjlok terhadap dollar AS dari peringatan sebelum hasil dari pemilu Spanyol mendatang akhir pekan ini dan ketidakpastian mengenai situasi utang Yunani. Harga minyak dan saham melemah karena dollar AS naik, tetapi kekhawatiran pada zona euro mendorong harga emas.
 

• "A lot of the move this morning is prompted by the move of the dollar. That dollar strength is probably short‐lived...It has largely run its course and may soon begin to reverse," kata Jeffrey Kleintop, chief market strategist pada LPL Financial, yang memiliki $100 milyar aset dibawah manajemen.
 

• Spot gold <XAU=> naik 1.3 persen ke level $1510,77 pada pukul 12:00 p.m. EDT (1600 GMT). U.S. June gold futures <GCM1> menguat $18.60 ke level $1511 per ons.
 

• Silver <XAG=> melejit 0.2 persen ke level $35.03.

Friday, May 20, 2011

Headline News 20.05.11

US & GLOBAL 
• Lemahnya data perumahan dan manufaktur AS menekan harga minyak dan dolar AS pada hari Kamis. Aktivitas manufaktur regional tumbuh dan berkembang jauh lebih lambat dari yang diharapkan di bulan Mei, demikian pula dengan penjualan existing‐home di bulan April. Penurunan klaim pengangguran mingguan memang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja AS berada di jalur pemulihan, namun masih harus melihat konfirmasi dari data sektor tenaga kerja lainnya.
 

• Data suram membuat investor mempertanyakan kekuatan pemulihan ekonomi AS dan masih mempertahankan prospek The Fed AS untuk mempertahankan kebijakan moneternya yang ultra‐longgar. Hal ini membuat diferensiasi suku bunga yang yang tidak menguntungkan untuk mata uang dolar AS. Pasar sekarang sangat prihatin, bahkan mulai mengantisipasi bahwa rebound pasar finansial sedang terancam untuk semester kedua 2011.
 

• The Fed tidak bisa menaikkan suku bunga saat kondisi ekonomi melambat. Mengingat kementrian keuangan AS menyatakan mata uang seharusnya mencerminkan fundamental ekonomi, maka dolar diproyeksikan akan melemah ke depannya. EURUSD naik 0,4 persen ke areal $1,4305 sementara indeks dolar terhadap mata uang utama dunia, turun 0,5 persen kemarin.
 

• Harga minyak turun karena data AS memicu kekhawatiran baru tentang kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut, serta adanya desakan dari Badan Energi Internasional (IEA) kepada produsen minyak untuk meningkatkan pasokan untuk memotong biaya bahan bakar dan melindungi pemulihan ekonomi global dari kerapuhan. Bahkan IEA akan merilis stok darurat untuk mendinginkan harga jika produsen menolak meningkatkan pasokan.
 

• Harga minyak mentah AS <CLc1> turun 1,2% ke level $98.57/barel, gagal melanjutkan kenaikan 3% Rabu sebelumnya. Sementara harga minyak Brent <LCOc1> tertekan 0,8% ke level $111,38. Harga tembaga <CMCU3> turun 1,4 persen setelah Rabu meningkat lebih dari 3 persen – kenaikan terbesarnya dalam dua bulan.
 

• Harga komoditas telah merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir dari kenaikan tajamnya beberapa bulan terakhir. Di periode koreksi tersebut, harga minyak mentah AS mengalami penurunan lebih dari 13 persen. Para investor pemburu aset beresiko, seperti komoditas dan ekuitas, akan menghadapi akhir dari program quantitative easing tahap kedua (QE2) The Fed Juni mendatang. Program QE2 The Fed merupakan paket penyelamatan ekonomi oleh bank sentral AS dengan membeli obligasi dari pasar Treasury AS yang telah menghasilkan arus kas dan telah memberikan kontribusi kenaikan harga. Oleh karenanya reaksi logis dari selesainya program QE2 adalah terjadinya koreksi pada harga saham, obligasi, emas dan euro – dengan perkiraan akan terjadi dalam 3 bulan setelah berakhirnya QE2, demikian ditunjukkan oleh sebuah jajak pendapat Reuters dari 64 analis dan fund manager di pasar AS.
 

• Di Wall Street, saham LinkedIn Corp, situs yang populer di kalangan pencari kerja, melonjak sebanyak 171 persen pada hari pertama listing‐nya, mengingatkan pada ‘kisah cinta’ investor dengan saham Internet di akhir 1990‐an. Saham AS ditutup lebih tinggi namun tipis karena mulai mendekati level tahanan teknis (dalam grafik) yang nampaknya akan membatasi kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Beragamnya data ekonomi AS, dengan rilis negatif dan positif, masih menggoyahkan kepercayaan terhadap langkah pemulihan ekonomi. Indeks MSCI dunia ekuitas juga naik tipis 0,39 persen. Bahkan indeks Nikkei dengan denominasi dolar AS turun 0,9 persen.
 

EURO ZONE

• Belum jelasnya penanganan isu sehubungan restrukturisasi hutang Yunani masih berpotensi menahan laju euro kedepannya. Data dari Reuters memperlihatkan bahwa saat ini bank sentral utama dunia cenderung melakukan aksi buy on dips pada euro dan melepasnya kembali ketika ada rally tipis. Hal tersebut menunjukkan bahwa euro berpotensi diperdagangkan dalam kisaran terbatas sampai dengan Uni-Eropa dan IMF telah menyelesaikan analisis menyeluruh mengenai kondisi dan prospek hutang Yunani.  
• Analisis tersebut diperkirakan akan dapat terfinalisasi pada akhir Mei atau awal Juni dan diharapkan akan memberikan gambaran mengenai restrukturisasi hutang Yunani. Namun demikian restrukturisasi hutang Yunanitersebut nampaknya tidak akan dilaksanakan, seiring maraknya tantangan dari berbagai pihak terutama ECB dan negara-negara maju Uni-Eropa seperti Jerman dan Prancis. Restrukturisasi hutang akan berdampak negatif bagi perekonomian Uni-Eropa dan memicu keengganan investor memiliki obligasi asal Uni-Eropa, merusak kredibilitas Uni-Eropa secara keseluruhan.

• Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0,4% ke level 1.4305 setelah sempat menguat hingga 1.4325. Diferensisasi suku bunga telah membantu mengangkat kinerja euro dimana dalam tahun ini tercatat menguat 7% terhadap dollar AS.


GOLD & COMMODITIES 
• Emas melemah Kamis lalu karena euro naik tipis terhadap dollar AS dan harga minyak mentah menguat, tetapi harga masih berada pada daily decline karena investor mengambil kesempatannya dari currency markets.
 

• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1492,09 per ons pada pukul 1433 GMT, terhadap level $1496,30 pada penutupan New York Rabu lalu. U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCv1> merosot $4.2 ke level $1491,50.
 

• Dollar AS melemah terhadap euro dan memangkas kenaikannya terhadap yen setelah data penting dari index of regional business activity tidak seperti ekspektasi tertekan ke level terendahnya dalam tujuh bulan pada bulan Mei, dan setelah data menunjukkan penurunan lainnya pada existing home sales AS.
 

• Tetapi keseluruhan penguatan pada mata uang AS telah menekan emas dan komoditas lainnya bulan ini.
 

• "There is probably some consolidation around where we are, perhaps to test $1,500. I think the dollar will continue to play an important role," ungkap analis RBS Daniel Major.
 

• "We've had some very choppy price action today but we have seen a small turnaround in what has been a strengthening trend in the dollar that we've seen throughout May."
 

• Silver <XAG=> terakhir naik 0.9 persen pada level $35.31 per ons, sementara itu platinum <XPT=> menguat 0.2 persen ke level $1767,00 per ons dan palladium <XPD=> naik 0.7 persen ke level $733.72.

Thursday, May 19, 2011

Headline News 19.05.11

US & GLOBAL  

• Suatu penurunan tak terduga dalam pasokan minyak AS mendorong kenaikan harga minyak mentah pada hari Rabu, turut meramaikan rally di pasar komoditas dari penurunan curamnya beberapa waktu lalu. Hal tersebut turut mendongkrak kenaikan bursa saham global setelah lima hari turun. Bursa saham Wall Street pun mengalami kinerja terbaiknya selama 3 minggu terakhir, dipimpin oleh kenaikan saham energi dan bahan baku dasar. Sedangkan lonjakan lebih dari 5% saham pembuat komputer Dell mendorong kenaikan sektor
teknologi.
 

• Rally di pasar komoditas dari aksi jual signifikannya belakangan ini, telah memicu aksi jual minyak mentah AS yang menyebabkan penurunan lebih dari 15% bulan ini. Ini diyakini sudah terlalu jauh, sehingga ada pandangan yang mengatakan bahwa tekanan jual tersebut sudah berlebihan.
 

• Harga minyak naik setelah sebuah laporan pemerintah mingguan menunjukkan penurunan yang mengejutkan, meskipun tidak terlalu besar, dalam stok (persediaan) minyak mentah AS. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> naik hingga 4% sebelum kemudian ditutup dengan kenaikan hampir 3% hampir mendekati areal $100/barrel, di $99.80. Harga minyak mentah Brent <LCOc1> naik 1,9% sebesar $ 112,05/barel. Namun demikian harga minyak mentah AS masih tercatat mengalami akumulasi turun 12,5% bulan ini.
 

• Penguatan dolar dan kekhawatiran baru tentang pertumbuhan ekonomi global telah menyebabkan kejatuhan pada harga komoditas dalam 2 minggu pertama bulan Mei. Kemarin harga tembaga kembali melonjak 3,4% ke level tertinggi 2 minggu, namun keraguan fundamental jangka pendek nampaknya akan membatas kenaikan. Indeks komoditas dari Reuters/Jefferies CRB naik 2,3%, kenaikan terbesarnya selama 2 bulan untuk basis harian.
 

• Penguatan saham‐saham AS dipimpin oleh saham energi dan terdorong pandangan dari 2 pembuat PC dunia No, Dell Inc ‐ yang kuat dan meniupkan nafas kehidupan ke dalam sektor teknologi. Indeks S&P 500 <.SPX> naik dan mencapai persentase kenaikan terbesar harian sejak 26 April.
 

• Indeks bursa saham dunia yang diukur oleh MSCI naik 0,9%, bangkit dari tekanannya selama 5 hari yang menyebabkan indeks saham tersebut ke level terendah sejak 18 April. Indeks saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> naik 0,4% dan indeks berjangka Nikkei dalam denominasi USD <NKc1> naik 1%.
 

• EUR/USD bertahan dalam kisaran perdagangan Selasa sebelumnya di tengah volatilitas pergerakan harganya Rabu kemarin. Kenaikan saham dan komoditas yang signifikan men‐support pasangan mata uang tesebut namun masih masih dibayangi prospek jangka pendek yang pesimis akibat situasi utang Yunani masih belum terpecahkan. EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1.4245 di penutupan Rabu,
dibandingkan Selasa sebelumnya $1,4235. Pada hari Senin awal minggu ini EUR/USD merosot ke level terendah 7 minggu di $1,4048.
 

• Mayoritas anggota FOMC The Fed AS lebih memilih untuk menaikkan suku bunga acuan terlebih dahulu sebelum menjual aset saat tiba waktu untuk memperketat kebijakan moneternya – demikian inti FOMC‐Minutes dari pertemuan bank sentral AS April lalu mengatakan.
 

• Namun dalam laporan minutes pertemuan FOMC April tersebut digarisbawahi bahwa pembahasan penghapusan stimulus moneter ini jangan dilihat sebagai indikasi bahwa The Fed akan melakukannya dalam waktu dekat. Masih cenderung dipertahankannya kebijakan moneter yang ultra‐longgar untuk waktu yang belum ditentukan oleh The Fed AS saat ini akan merupakan faktor yang positif, karena akan memberikan dukungan (stimulus) bagi langkah pemulihan ekonomi AS – yang beberapa hari ini mulai diragukan pasar. USD dan bursa Wall Street cenderung rebound sesaat setelah rilis hasil FOMC‐Minutes tersebut.

GOLD & COMMODITIES 
• Emas naik dan silver menguat 4 persen Rabu lalu, karena rally harga crude oil dan berlanjutnya kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa yang mendorong precious metals dari rally harga komoditas.
 

• Bullion saat ini mengalami kenaikan terbesar satu harinya yang lebih dari seminggu, yang telah mencatatkan rangkaian penurunan dalam tiga harinya, yang didorong oleh inflasi berkenaan dengan menguatnya pertumbuhan (ekonomi) dan kebijakan pelonggaran kebijakan moneter dan turunnya penguatan dollar AS.
 

• "There has just been a general pick‐up in stocks and other commodities and it looks as though there is a bit of a resumption of the bull trend," ungkap ANZ head of metal sales Peter Hillyard.
 

• Spot gold <XAU=> meningkat 0.9 persen ke level $1498,70 per ons pada pukul 12:40 p.m. EDT (1640 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> naik $18.40 per ons ke level $1498,40.
 

• Silver <XAG=> telah naik 4.3 persen dalam hariannya ke level $35.345.
 

• Silver telah outperformed terhadap gold dalam dua harinya, yang membawa gold/silver ratio – yang menunjukkan berapa ons silver yang dapat dibeli dari ons emas– menjadi 43 Rabu lalu dari level yang mendekati 45 Senin sebelumnya.
 

• Di antara precious metals lainnya, platinum <XPT=> naik 0.5 persen ke level $1770, sementara itu palladium <XPD=> menguat 2 persen ke level $734.50.

Wednesday, May 18, 2011

Headline News 18.05.11

US & GLOBAL 
• Pergerakan harga di pasar finansial global kemarin didominasi oleh berlanjutnya kekhawatiran terhadap perlambatan atau resiko yang lebih buruk dari ekonomi global. Indikator‐indikator utama perekonomian mulai merosot dan memberikan gangguan bagi optimisme investor.
 

• Saham dunia jatuh ke level terendah 1 bulan Selasa kemarin, turun 0,5% dan sekaligus mengakumulasi tekanannya selama 5 hari berturut‐turut sebesar 3%, akibat isu krisis utang Eropa dan rilis pesimis indikator ekonomi yang kian mendorong keraguan baru tentang pemulihan ekonomi global. Sedangkan rebound EUR/USD di sesi akhir pasar AS mengangkat harga komoditas dari tekanannya.
 

• Mata uang tunggal naik terhadap dolar AS di perdagangan yang volatile, namun terlihat masih rentan terhadap risk‐aversion dan kemungkinan restrukturisasi utang Yunani. Kenaikan EUR/USD tersebut membantu mengangkat harga komoditas minyak, tembaga dan harga emas dari titik terendah mereka masing‐masing kemarin.
 

• Komoditas mengalami tekanan besar dari kenaikan signifikan sebelumnya. Harga minyak mentah Brent Juli <LCOc1> turun 0,6% ke level $110,18/barel, harga minyak mentah AS <CLc1> tipe kontrak Juni naik 0,55% $97,50 setelah turun sebanyak 2 persen sebelumnya. Emas tertekan namun berhasil bangkit dari posisi terendah Selasa kemarin. Harga emas di pasar spot <XAU=> turun sekitar 0,5% kemarin ke level di
$1,487.00/ons pagi ini, naik dari sesi rendah $1,471.50/2.50. Indeks komoditas Reuters/Jefferies CRBmengalami tekanan dan ditutup pada level terendah sejak Februari.
 

• Sektor perumahan AS anjlok pada bulan April dan industrial production mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam 10 bulan akibat pengaruh gempa bumi Jepang yang mengganggu supply komponen otomotif. Rilis pesimis data ekonomi AS tersebut menekan saham AS karena mencuatkan kembali kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi masih perlu waktu lebih lama dari yang diharapkan. Saham industri besar Caterpillar Inc turun 3,8%, sementara outlook yang mengecewakan dari Hewlett‐Packard Co juga mengambil bagian dalam menekan bursa saham Wall Street.
 

• Indeks dolar AS, terhadap mata uang utama dunia, tertekan sekitar 0,15%. Indeks FTSEurofirst 300 <. FTEU3> saham Eropa ditutup turun 1% ke level penutupan terendah sejak tanggal 19 April akibat rilis pesimis data ekonomi Eropa yang menekan sentimen. Data indeks sentimen investor Jerman (ZEW) jatuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei, memberikan indikasi perekonomian negara terbesar Eropa tersebut beresiko terkoreksi kembali tahun ini. Di Inggris, inflasi tahunan mencapai level tertinggi 2,5 tahun pada bulan April.
 

• Namun, indeks Nikkei Futures AS <NKc1> Nikkei mencatat kenaikan 0,2% akibat rebound USD/JPY. Investor sedang menanti tahap akhir program quantitative easing The Fed senilai $600 milyar pada Juni mendatang. Aliran kas yang dihasilkan oleh program tersebut, ditambah dengan suku bunga sangat rendah, telah memicu investasi pada aset‐aset beresiko tinggi dalam beberapa bulan terakhir ini. Jika program
tersebut berakhir, secara logis, akan memberikan reaksi dari aksi sebelumnya tersebut.
 

• Sementara itu, pejabat tinggi keuangan Eropa pada hari Selasa mengakui untuk pertama kalinya bahwa Yunani mungkin harus merestrukturisasi utang‐utangnya, sebuah langkah yang bisa menyalakan krisis utang negara Eropa. Berbicara di sela‐sela Rapat menteri keuangan Uni Eropa,
Jean‐Claude Juncker, ketua negara Eurogroup‐17, mengatakan ada kebutuhan yang mengarah pada apa yang disebut "restrukturisasi lunak"
untuk utang Yunani. Nampaknya isu ini akan semakin menyulitkan mata uang euro untuk menemukan arah pergerakan yang jelas. Dan nampaknya pasar akan mendengar hal (bolak‐balik, pro‐kontra) seputar isu restrukturisasi utang Yunani dari para politisi dan pejabat Eropa lainnya.
 

• EUR/USD naik di sesi akhir AS kemarin hingga $1,4239 pagi ini, sehari setelah tertekan ke level terendah 7 minggu di sekitar $1,4049 (16/Mei).
Sejumlah pengamat pasar mengatakan bahwa selama EUR/USD masih tertahan di bawah MA‐55 hari (sekitar $1,4280), maka masih rentan untuk kembali menguji level terendahnya Senin tersebut. 

 
GOLD & COMMODITIES 
• Emas berbalik untuk melemah pada Selasa lalu setelah rally pada dollar AS diperburuk aksi jual pada komoditas yang telah tertekan dan diimbangi dampak positif pada bullion dari permasalahan pada krisis utang zona euro.
 

• Spot gold <XAU=> turun 0.8 persen ke level $1477,19 per ons pada pukul 1332 GMT, anjlok dari level tertingginya $1497,60.
 

• U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCv1> turun $13.0 per ons ke level $1,477.60.
 

• Dollar AS naik ke level tertingginya terhadap euro, membuat penguatan dari pelemahan komoditas dan ekuitas, yang mana berbalik untuk merosot dari harga bahan baku, yang mana cenderung untuk menekan dari penguatan mata uang AS.
 

• Emas merosot bersamaan dengan silver, crude oil futures dan tembaga.
 

• "We have this very high correlation between oil and the dollar and this bounce we had in the dollar was enough to tip them both, so I think it's purely technical," kata manajer senior Saxo Bank Ole Hansen.
 

• "We are just faced with a period where we just have to get through this unwind of the short dollar/long commodities position, which has been directing the market for the last six months, and once we get a feeling that that is over, the market will come back, pick up the pieces and look for value."
 

• Silver <XAG=> turun 0.7 persen ke level $33.31 per ons. Di antara logam mulia lainnya, platinum <XPT=> naik 0.2 persen ke level $1753,74 per ons, sementara itu palladium <XPD=> flat pada level $708.22.

Tuesday, May 17, 2011

Headline News 17.05.11

US & GLOBAL
 

• Tanda‐tanda perlambatan pemulihan ekonomi AS menekan Wall Street dan harga minyak Senin kemarin, sementara optimisme bahwa para pejabat akan memberikan kejelasan lebih lanjut untuk jalan keluar krisis utang zona euro memberikan support terhadap mata uang euro. Harga minyak mentah di pasar berjangka AS turun lebih dari 2%, bahkan harga gasoline‐nya anjlok 5% ke level terendah 9 minggu akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap demand‐nya jika ekonomi melambat.
 

• Sebuah indikasi aktivitas ekonomi menurun dan dampak negatifnya pada prospek permintaan menyebabkan tekanan pada komoditas energy.
Sementara indeks S&P500 AS tertekan oleh penurunan saham teknologi dan konsumen karena kekuatan pemulihan mulai dipertanyakan.
Pergeraakan harga belakangan ini – termasuk merosotnya S&P500 ke penutupan terendah hampir 1 bulan serta di bawah key‐level support‐nya – menandakan tekanan pasar masih akan berlanjut. Indeks bursa saham dunia yang diukur oleh MSCI turun 0,67%. Sementara indeks saham teknologi AS, Nasdaq, tenggelam dan menjadi pemimpin penurunan saham‐saham AS karena investor menjual saham‐saham yang mengalami kenaikan terbesar beberapa waktu lalu di saat mulai ada tanda kegelisahan terhadap kinerja ekonomi AS. Sub indeks retail S&P <.RLX> jatuh 2%.
 

• Indeks manufaktur NY‐Fed mengalami penurunan di bulan Mei ke level terendah dalam 5 bulan, demikian ditunjukkan pada rilis data tersebut semalam. Sementara penahanan direktur IMF, Dominique Strauss‐Kahn, atas tuduhan percobaan perkosaan mengirimkan ‘gelombang kejut’ di kalangan politikus Perancis dan mengundang kegaduhan di lingkungan IMF.
 

• EUR/USD rebound dari tekanan sebelumnya setelah pertemuan Uni Eropa menunjukkan dukungan untuk negara‐negara yang sedang terbebani krisis utang. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan restrukturisasi utang negara zona euro sebelum 2013 akan "sangat" merusak kredibilitas zona euro – komentar ini meredam kekhawatiran terhadap potensi restrukturisasi utang Yunani yang mencuat sebelumnya. Menteri keuangan Eropa mungkin menunjukkan solidaritas dan dukungan bagi Yunani, terutama setelah komentar Merkel. Para menteri keuangan zona Euro juga menyetujui program bailout €78 milyar untuk Portugal tetapi dengan syarat bahwa pemerintah Portugal harus berusaha keras meminta para
investor pemegang obligasinya untuk tetap mempertahankan eksposur mereka.
Mata uang tunggal euro naik 0,5% mendekati $1,4170‐an setelah sebelumnya jatuh hingga $1,4049, level terendah sejak 30 Maret. 

EUR/USD sebelumnya mengalami kenaikan hingga level tertinggi 17 bulan di 1,4939 pada 4/Mei lalu. Harga minyak mentah di bursa berjangka AS berlanjut turun dengan akumulasi sekitar 15% di bulan ini, karena munculnya kekhawatiran tekanan demand dari potensi ekonomi yang meredup. Harga minyak mentah berjangka AS <CLc1> turun ke $97.00/barel sesaat setelah penutupan pasar NY Senin. Harga Brent Juni <LCOc1> jatuh ke intraday terendah $112,00 kemarin, sebelum memantul kembali ke $112,87, atau turun 1% kemarin. Emas tetap stabil, dengan harga spot <XAU=> yang bergerak di sekitar $1,490.00/ons setelah penutupan NY, turun tipis dari $1,491.00 akhir minggu lalu. 

GOLD & COMMODITIES
 

• Emas bertahan Senin lalu karena euro menghentikan level terendahnya dalam tujuh minggu, tetapi mata uang masih menyisakan kerentanan pada ketidakpastian mengenai utang pada negara‐negara zona euro, yang mana juga memicu aksi safe‐haven buying pada precious metal.
 

• Spot gold <XAU=> diperdagangkan pada level $1500,20 per troi ons pada pukul 1355 GMT, dari level $1493,25 pada penutupan New York Jumat lalu. Logam mulia mencapai level puncaknya $1575,79 pada 2 Mei. U.S. gold <GCcv1> berada pada level $1497,90 per ons.
 

• Dollar <EUR=> pada awalnya naik ke level tertingginya dalam tujuh minggu terhadap euro karena berita bahwa kepala IMF Dominique Strauss‐Kahn telah dituduh percobaan perkosaan yang menambah ketidakpastian. Euro kemudian mengalami recover, didorong oleh aksi beli oleh Asian central bank.
 

• "If you have a strong dollar you will see gold fall, but in euro terms, gold will probably do quite well," ungkap Dan Brebner, seorang analis pada Deutsche Bank.
 

• Emas <XAUEUR=R> berada disekitar level 1057 euro, sedikit berubah dari level Jumat lalu, dan sempat mengarah pada arah level tertingginya yang pernah ada diatas level 1075 euro yang tercapai Desember lalu.
 

• Silver <XAG=> merosot 3.5 persen ke level $34.03 tetapi naik lagi dari penurunannya dan terakhir diperdagangkan pada level $34.92 per ons, dari level $35.28 Jumat lalu. Industri logam mulia telah anjlok sekitar 30 persen sejak mencatatkan level tertinggi $49.51 pada 28 April.
 

• Platinum <XPT=> berada pada level $1760,50 per ons dari $1756,05 Jumat lalu dan palladium <XPD=> berada pada level $712.22 dari level $705.70 per ons.

Euro zone eyes Greek debt move, backs Portugal aid

BRUSSELS | Mon May 16, 2011 7:40pm EDT
(Reuters) - Euro zone finance ministers said for the first time on Monday that they would consider asking Greece's private creditors to extend the maturities on their bonds to buy Athens more time to pay down its huge debt.

At a meeting in Brussels that was overshadowed by the weekend arrest of International Monetary Fund (IMF) chief Dominique Strauss-Kahn on rape charges, the ministers also approved a bailout for Portugal and backed Italian Mario Draghi to become the next president of the European Central Bank.
Strauss-Kahn, who has run the Washington-based IMF since 2007, had been expected to attend the monthly meeting of finance ministers from the 17-nation currency bloc to discuss their widening debt crisis.

But instead he was forced to appear in a Manhattan court, where prosecutors described in graphic detail his alleged attack on a chambermaid in a midtown Manhattan hotel on Saturday.
Through his lawyers, Strauss-Kahn has denied the charges but the judge refused to grant him bail after the prosecution warned he might try to flee the country. He is to be transferred to New York's notorious Rikers Island jail pending his next court appearance on Friday.
The events across the Atlantic cast a cloud over the meeting, where ministers wrestled with a new plan for Greece, which is struggling to meet the targets linked to its 110 billion euro ($155 billion) EU/IMF rescue, sealed one year ago.

Many economists believe Greece will become the first western European country to restructure its debt since post-war Germany in 1948, but policymakers have ruled out imposing painful losses, or "haircuts," on the country's private creditors before 2013.

"REPROFILING"

Jean-Claude Juncker of Luxembourg, who chairs euro zone finance minister meetings, left the door open however to a "reprofiling" of Greece's debt under which investors would be encouraged to agree to an extension of the maturities of the debt they hold.
"I have to repeat that a large restructuring is no option. Nobody was mentioning tonight the need of having a large restructuring," Juncker said.
"I wouldn't exclude in a definite way a kind of reprofiling," he added. "It's not reprofiling or nothing, it's measures and measures and measures and then maybe reprofiling."

It is unclear how policymakers could convince Greek debt holders to agree to a voluntary "soft restructuring" of this kind. Even if they were successful, this step would only buy Athens more time, not reduce its sovereign debt burden of about 330 billion euros.
Juncker described the situation in Greece as "extremely difficult" but held out hope that its problems could be brought under control if Athens stepped up reforms to meet its 2011 fiscal goals and moved swiftly to sell off state assets.

In another sign of the rising pressure on European governments to broaden the burden of their bailouts from taxpayers to the banks that have lent to so-called peripheral euro zone countries, the ministers backed a 78 billion euro bailout of Portugal but insisted Lisbon seek agreement from private bondholders to maintain their exposure to its debt.

Finland had insisted on some form of private sector involvement to ensure its parliament, which includes euroskeptic parties, will approve the bailout.
It was the first time a euro zone country has explicitly sought voluntary pledges from private creditors not to sell down their debt holdings.

Lisbon cannot force debt holders to maintain their exposure so it is unclear whether the pledge will have more than a symbolic impact. Portugal is the third euro zone country to secure a rescue package after Greece and Ireland last year.

DRAGHI SLAM DUNK

Backing for Italian central bank chief Mario Draghi to replace Jean-Claude Trichet at the helm of the ECB when the Frenchman's term expires at the end of October had been widely expected after German Chancellor Angela Merkel threw her weight behind him last week.
Draghi takes over the ECB at a crucial time, with the sovereign debt crisis raging and after the Frankfurt-based bank raised its benchmark interest rate for the first time in nearly three years in April.

After the surprise withdrawal of Germany's Axel Weber from the ECB race in February, Draghi quickly emerged as the favorite and Europe avoided a messy fight over the nomination.
Should Strauss-Kahn resign or be dismissed from his post at the IMF, the battle over who should succeed him could be much more intense.

Europe has had a long-standing claim to the Fund's top position and would probably be keen to bring in someone who, like Strauss-Kahn, will be committed to helping the bloc fight its sovereign debt crisis. French Finance Minister Christine Lagarde is seen as the top European candidate.
But a recent power shift at the IMF toward emerging nations means that countries such as China, India and Brazil could press for a new chief from a developing nation.

Monday, May 16, 2011

Headline News 16.05.11

US & GLOBAL 
• Pekan kemarin investor mulai tersadar bahwa kampanye quantitative easing The Fed akan segera berakhir, sehingga mendorong investor untuk menarik investasinya dari pasar berkembang, komoditas dan saham‐saham perusahaan kecil AS. Aksi sell‐off tersebut dimulai 2 pekan lalu disaat rally pada komoditas terlihat sudah sangat berlebihan. Hal ini memicu pertanyaan mengenai nilai aset murni yang digenjot oleh
pembelian obligasi The Fed, yang sementara ini disimpulkan akan berakhir pada akhir Juni.
 

• Bursa AS jatuh pada hari Jumat kemarin dan euro tersungkur ke level terendah 6 pekan terhadap dolar karena kekhawatiran utang Eropa kembali mengemuka. Investor mengambil keuntungan apa yang mereka bisa dan disimpan dalam aset safe haven seperti dolar dan obligasi pemerintah AS. Dolar AS yang telah tertekan oleh program pencetakan uang The Fed, melanjutkan pemulihannya untuk pekan kedua.
Penurunan bursa saham AS telah melengkapi kerugian pekan kedua, hal ini menumbuhkan kekhawatiran bahwa saham sewaktu‐waktu bisa mengalami rebound. Indeks Dow Jones berakhir melemah 100,17 poin atau 0,79 persen, di 12595,75. Standard & Poor's 500 Index <. SPX> turun 10,88 poin atau 0,81 persen, pada 1337,77. Nasdaq Composite Index <. IXIC> kehilangan 34,57 poin atau 1,21 persen, dan berakhir pada 2828,47.
 

• Saham dunia, yang direfleksikan oleh indeks MSCI turun 0,6 persen menjadi 344,42, setelah sebelumnya menembus level terendah lebih dari tiga minggu. Thomson Reuters indeks saham global <. TRXFLDGLPU> turun 0,8 persen dan FTSEurofirst 300 <.FTEU3> index berakhir turun 0,4 persen.
 

• Euro diperdagangkan melemah terhadap dolar karena kecemasan investor meningkat menjelang pertemuan para pembuat kebijakan Eropa minggu depan. Euro kemungkinan akan tetap tertekan setidaknya hingga investor selesai mencerna hasil apapun yang dicapai ECB. Euro terkoreksi ke level intraday low $1.4065, level terendahnya sejak 1 April dan terakhir tercatat turun 0,9% ke level $1.4111.
 

• Pertemuan para menteri keuangan zona euro akan diadakan pada hari Senin dan dilanjutkan pada hari Selasa dengan pertemuan para menteri keuangan Uni Eropa. Ada keraguan apakah perjanjian substansial untuk membantu Yunani mengelola hutang akan muncul dari pertemuan tersebut, sehingga masih menyisakan ketidakpastian berapa lama negara ini dapat menghindari restrukturisasi. Kekhawatiran tentang Yunani telah mendorong euro turun lebih dari 5 persen dari level puncak di sekitar $ 1.4940 yang dicapai pada awal Mei.
 

• Harga minyak awalnya sempat jatuh akibat menguatnya dolar, namun akhirnya berhasil rebound sebelum tutup pasar AS, dipicu short‐covering menjelang libur akhir pekan. Brent crude <LCOc1> naik 85 sen dan settle di $113.83 per barel setelah menembus intraday high $114.92. U.S. crude <CLc1> naik 68 sen di $99.65 per barel.
 

• Menguatnya dolar juga telah memukul emas, dengan harga spot emas turun 0,7 persen menjadi $ 1492,50 per ounce, setelah sebelumnya naik setinggi $ 1516,40. Sedangkan harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni <GCM1> ditutup turun $13,20 pada $ 1493.60. .
 

GOLD & COMMODITIES 
• Harga emas dan silver merosot pada hari Kamis karena aksi jual sektor komoditas dalam rangkaian dua harinya pada kekhawatiran permintaan global, tetapi dollar AS melemah yang mendorong harga precious metals menghentikan level terendahnya.
 

• Pada awal sesi, silver melemah hingga 7 persen setelah Shanghai Gold Exchange menaikkan margin requirements untuk metal, yang mana anjlok mendekati 30 persen minggu lalu setelah kenaikan berturut‐turut U.S. futures margin dan karena investor melepas silver exchange traded funds.
 

• Meskipun aksi jual pada minggu ini, harga silver masih mendekati dua kali lipat dan emas naik sekitar 25 persen sejak Federal Reserve Chairman Ben Bernanke's Jackson Hole speech pada bulan Agustus yang menandai putaran kedua dari pembelian aset.
 

• "When you had gone on those runs, every market is due for a pullback," kata Jeffrey Sherman, commodities portfolio manager pada DoubleLine Capital, yang mengelola lebih dari $10 milyar aset.
 

• "Just because you had a pullback doesn't mean that the long‐term secular bull market is over, but (now) it does feel that like it's due for correction," Sherman mengungkapkannya.
 

• Silver <XAG=> turun 2.9 persen ke level $34.06 per ons by 12:34 p.m. EDT (1634 GMT), menghentikan level terendahnya pada level $32.33 yang mendekati support pada 150‐hari moving average.
 

• Spot gold <XAU=> merosot 0.3 persen ke level $1495,90 per ons. U.S. June gold futures <GCM1> anjlok $4.90 ke level $1496,50 per ons.
 

• Emas anjlok lebih dari 1 persen Rabu lalu dan silver mendekati 9 persen karena aksi ambil untung yang besar dalam dollar AS yang didorong aksi jual pada komoditas.

Thursday, May 12, 2011

Headline News 12.05.11

US & GLOBAL 
• Turunnya harga minyak pada hari Rabu memicu kekalahan kedua di komoditas dalam waktu kurang dari seminggu, mendorong investor untuk menjauhi investasi berisiko, termasuk saham, dan mengirim euro ke level terendah tiga minggu. Harga minyak anjlok lebih dari 5%, terkoreksi di bawah $100 per barel, setelah data menunjukkan meningkatnya stok bensin dan minyak mentah AS ditambah indikasi melemahnya pertumbuhan ekonomi Cina. Komoditas lainnya juga mengalami penurunan, seperti harga perak yang turun 8%.
 

• Di bursa Wall Street, 3 indeks utama terkoreksi sekitar 1%, dipicu turunnya saham‐saham energi, sementara dolar dan Treasury AS menguat. Meningkatnya keprihatinan soal krisis utang negara zona euro juga telah memukul euro, hanya selang sepekan setelah mata uang tunggal Eropa tersebut naik ke level tertinggi 17 bulan terhadap dolar. Indeks Dow Jones turun 130,33 poin atau 1,02% ke 12630,03, sementara Standard & Poor's 500 Index turun 15,08 poin atau 1,11% ke 1342,08 sedangkan Nasdaq Composite Index turun 26,83 poin atau 0,93% menjadi 2845,06. Setiap 5 saham turun untuk setiap 1 saham naik di New York Stock Exchange, sebuah eksodus luas yang menandakan bahwa investor melihat nilai kecil di sebagian besar industri.
 

• Brent crude turun $5,06 di $112,57 per barel sedangkan U.S. crude futures merosot $5,67 menjadi $98,21. Harga bensin juga merosot, memicu jeda perdagangan singkat di New York Mercantile Exchange. Harga bensin AS untuk pengiriman Juni turun 25,69 sen menjadi $ 3,1228 per galon. Ini adalah penurunan terbesar satu hari sejak akhir bulan September 2008. Reuters‐Jefferies CRB index <.CRB>, indikator untuk harga komoditas global, tersungkur 3%.
 

• Wabah baru kerusuhan di Eropa menyoroti kekhawatiran atas krisis utang yang melanda negara‐negara di wilayah tersebut. Euro terkoreksi di bawah level MA‐50 di sekitar $1.43, dimana pelaku pasar melihatnya sebagai indikasi koreksi akan berlanjut. Euro terakhir ditransaksikan melemah sekitar 1,5% di $1.4193 setelah menembus intraday low di $1.4172, level terendahnya sejak 18 April.
 

• Di Yunani, polisi menembakkan gas air mata pada puluhan pemuda yang melemparkan batu di pusat kota Athena dan aksi protes atas pengetatan anggaran telah mendorong negara‐negara Eropa untuk menghentikan sementara pembicaraan mengenai pemberian paket bailout berikutnya. Para menteri keuangan Uni Eropa akan membahas krisis utang Yunani pekan depan. Para menteri tersebut kemungkinan akan meminta Yunani untuk memenuhi tabungan dan target privatisasi yang telah disepakati jika ingin mendapatkan paket bailout yang baru tahun depan. Sementara itu, Portugal berharap rencana bailout tersebut akan disetujui pada hari Senin.
Finlandia mengatakan akan berpartisipasi dalam rencana paket bantuan tersebut, sedangkan kepala partai koalisi Jerman akan menyuarakan dukungan mereka untuk bailout.
 

• Data dari Cina menunjukkan pertumbuhan input industri di negara itu berkurang lebih dari yang diperkirakan pada bulan April, meskipun inflasi masih tetap tinggi. Cina adalah konsumen utama perak dan konsumen terbesar kedua emas. Lebih dari separuh dari output global perak adalah dikonsumsi oleh sektor industri.
 

• Saham dunia yang diukur dengan indeks saham MSCI turun 0,8%. Tetapi saham Eropa mengantongi keuntungan. Indeks FTSEurofirst 300 <. FTEU3> ditutup naik 0,3%. 

GOLD & COMMODITIES
 

• Silver melemah lebih dari 7 persen Rabu lalu, memecahkan level tiga hari rebound‐nya dari penurunan 25 persen minggu lalu dan menekan emas karena crude oil anjlok dan setelah pertumbuhan industrial output Cina melemah lebih dari ekspektasi.
 

• Silver menambah penurunannya karena energy products anjlok, membawa penurunan tajam pada sektor komoditas. Data pemerintah AS menunjukkan kenaikan crude oil dan gasoline inventories memicu anjloknya aksi jual pada gasoline, crude oil dan oil futures.
 

• Awalnya data Cina menunjukkan pertumbuhan industrial output melemah lebih dari ekspektasi bulan April, sementara itu inflasi konsumen pada ekonomi terbesar kedua dunia turun tipis dari level tertingginya 32‐bulan pada bulan Maret.
 

• Cina adalah major consumer pada silver dan konsumen terbesar kedua pada emas. Lebih dari setelah silver's global output dikonsumsi oleh sektor industri.
 

• The Reuters/Jefferies CRB index <.CRB>, suatu penilaian pada kinerja komoditas, anjlok 2.5 persen.
 

• "China is trying to contain inflation, and some of the measures it has enacted will likely to have an impact on economic growth. It's another reason for people to take money off the table for commodities in the short term," ungkap Evan Smith, co‐manager pada U.S. Global's Global Resources Fund <PSPFX.O>, yang memiliki $1 milyar aset.
 

• Spot silver <XAG=> naik hingga 2.7 persen pada awalnya, kemudian membalikkan kenaikannya dan anjlok 7.2 persen ke level $35.70 pada pukul 12:13 p.m. EDT (1613 GMT).
 

• Spot gold <XAU=> anjlok 1 persen ke level $1500,57 per ons. COMEX gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> merosot $16.30 menuju level $1500,60.

Wednesday, May 11, 2011

Gold edges up as silver rises

SINGAPORE | Tue May 10, 2011 11:36pm EDT
(Reuters) - - Gold held steady and silver rose more than 1 percent on Wednesday, as concerns about China's high inflation and waning economic growth are seen buoying interest in precious metals.

China's inflation in April was stronger than expected, at 5.3 percent on the year, while industrial output was considerably weaker than forecast.

High inflation and lower economic growth in China, the world's second-largest economy, are likely to dampen risk appetite and support interest in gold, though reaction to the data was muted.
Spot gold inched up 0.4 percent to $1,521.49 an ounce by 0256 GMT, building on gains in the past three sessions.
U.S. gold edged up 0.3 percent to $1,521.60.

"Gold is generally benefiting from the return of confidence from investors," said Darren Heathcote, head of trading at Investec Australia.

"They are very happy buying on the dip, as we see the same old problems hanging around."
Growing concern over Greece's fiscal status, dollar weakness and high oil prices continues to fuel nervousness in the financial markets, driving investors to seek safe haven in bullion.

U.S. crude futures hovered near $104 a barrel after rising $1.33 in the previous session, supported by worries that flooding could hit the U.S. Gulf Coast refining hub as well as strong Chinese crude imports for April. <O/R>

While holdings in the SPDR Gold Trust remained unchanged at a one-year low, holdings in the iShares Silver 
Trust, the world's largest silver-backed exchange-traded fund, extended a rise of 3 percent in the previous session and edged up 0.2 percent to a one-week high of 10,585.99 tonnes by May 10.

Headline News 11.05.11

US & GLOBAL 
• Bursa saham utama dunia menguat pada hari Selasa dipicu data perdagangan Cina yang diluar dugaan dirilis positif sehingga memperkuat optimisme terhadap kondisi ekonomi global, sementara harga minyak naik akibat kekhawatiran banjir di AS akan menghambat proses pengilangan minyak Pantai Teluk.
 

• Data juga menunjukkan impor minyak mentah Cina yang kuat bulan lalu dan menambah dukungan untuk harga minyak. Euro menguat namun masih terbatas akibat kekhawatiran dan laporan yang simpang siur seputar utang Yunani.
Cina mencatat surplus perdagangan pada bulan April yang hampir empat kali lebih besar dari yang diharapkan, karena ekspor mencapai rekor tertinggi dan impor turun melebihi perkiraan. Data menggambarkan kekuatan ekonomi Cina bahkan setelah upaya untuk mengendalikan inflasi.
 

• Optimisme tentang laju pemulihan ekonomi AS dan Eropa mengangkat ekuitas. Saham dunia yang diukur dengan indeks saham MSCI naik 0,9%.
Saham AS naik untuk hari ketiga berturut‐turut. Meskipun data Cina mampu mengurangi kekhawatiran seputar melambatnya ekonomi global, investor tetap memburu saham‐saham defeinsif, karena mereka melihat pemulihan ekonomi yang terjadi tidak secepat yang diharapkan.
Indeks Dow Jones bertambah 75,68 poin atau 0,60 persen, ke 12760,36. Standard & Poor's 500 Index naik 10,87 poin atau 0,81 persen, ke 1357,16. Nasdaq Composite Index naik 28,64 poin atau 1,01 persen, ke 2871,89.
Sedangkan bursa saham Eropa menguat ke level penutupan tertinggi 1 pekan ditopang oleh naiknya saham pertambangan dan perbankan.
 

• Harga minyak naik setelah terkoreksi pekan lalu. Meskipun belum ada kilang minyak yang dikurangi pengoperasiannya, namun naiknya air di sepanjang Sungai Mississippi mengancam akan mengganggu proses pengilangan minyak di Louisiana dalam 2 pekan kedepan.
Brent crude melonjak $1.73 menjadi $117.63, rebound dari level low $113.58. U.S. crude naik $1.33 di $103.88 per barel dalam perdagangan yang volatile. Harga minyak belakangan ini bergerak volatile, turun dari level $114 per barel ‐‐‐ level tertinggi sejak 2008 ‐‐‐ menjadi $94 per barel.
 

• Euro stabil setelah terkoreksi tajam dalam beberapa hari terakhir dan tercatat menguat 0,1% di level $1.4374.
 

• Yunani membantah laporan yang mengatakan bahwa pihaknya tengah membicarakan bailout baru senilai 60 milyar euro dengan para pemberi pinjaman internasional, dan biaya pinjamannya meningkat ditengah kekhawatiran bahwa Yunani kemungkinan terpaksa merustrukturisasi utangnya tanpa bantuan Uni Eropa lebih lanjut. 

GOLD & COMMODITIES
• Harga emas dan silver naik untuk tiga harinya berturut‐turut Selasa lalu, karena berkurangnya kekerasan di Libya dan inflasi yang didorong oleh rally dari crude oil dan harga gandum yang mendorong precious metals untuk recover setelah minggu lalu tajamnya aksi jual.
 

• Berkenaan dengan krisis utang Eropa setelah laporan konflik pada perjanjian yang berpotensi menangani beban utang Yunani dan
permasalah yang sama dimanapun pada zona euro yang mendorong harga (emas).
 

• Meskipun minggu lalu merosot, harga dari silver masih doubled dari Agustus 2010, sementara itu gold menguat 25 persen pada periode yang sama.
 

• "From loose monetary policy to fiscal uncertainty and geopolitical unrest, those factors that have driven gold higher still exist. Until you see some normalization of those things, gold is going to stay higher," ungkap Mark Luschini, chief investment strategist dari broker‐dealer Janney Montgomery Scott, yang mengelola sekitar $53 milyar aset‐aset klien.
 

• Spot gold <XAU=> menguat 0.2 persen ke level $1516,30 per ons pada peukul 12:46 p.m. EDT (1646 GMT). U.S. gold futures untuk pengiriman bulan Juni <GCM1> naik $13.20 per ons .
 

• Spot silver <XAG=> membalikkan penurunan awalnya untuk naik 1.5 persen ke level $38.45 per ons, setelah mencatatkan rally 6 persen
sehari sebelumnya, level tertinggi hariannya dalam enam bulan.

Tuesday, May 10, 2011

Headline News 10.05.11

US & GLOBAL

• Kekhawatiran  bahwa  Yunani  kemungkinan  terpaksa  merestrukturisasi  utangnya  telah  membawa  euro  terkoreksi  ke  sekitar  level  terendah  3
pekan  pada hari  Senin, sementara  bursa  AS  menguat  ditopang  oleh  naiknya  saham  sumber  daya  dan  komoditas setelah terkoreksi tajam  pekan
lalu.
• Harga  minyak  mempertajam  penguatannya menguat  lebih  dari  5%  di  bursa  New  York  akibat  menyusul  dolar
Harga  minyak  mempertajam  penguatannya  untuk settle bargain-hunting memangkas  penguatannya terhadap  euro  di sesi sore.

•  Uni  Eropa  mengatakan  pihaknya  tengah  membahas  mengenai  penurunan  suku  bunga  pinjaman. Yunani  dan  Irlandia  guna  mencegah Uni  Eropa  mengatakan  pihaknya  tengah  membahas  mengenai  penurunan  suku  bunga  pinjaman bailout restrukturisasi,  namun  komentar  dari  lembaga  pemeringkat  Standard  &  Poor's  mengatakan  bahwa  perlu  dilakukan  langkah  yang  lebih  radikal,
sehingga  mendorong risk-aversion. S&P  memangkas  peringkat  utang  Yunani  menjadi  B  dari  BB-minus  pada  hari  Senin,  dimana  telah meningkatkan  resiko  untuk  dilakukan  restrukturisasi  utang.  Lembaga  tersebut  mengatakan  bahwa  pengurangan  50%  atau  lebih  pada  utang
 obligasi Yunani dan Portugal naik,  dengan  obligasi Yunani bertenor  5  tahun ditawar sekitar 22%.Yunani  mungkin  diperlukan. Yield

• Euro  terkoreksi  ke  level intraday  low $1.4254,  level  terendahnya  sejak  19  April,  menembus areal  level-nya  di  sekitar  MA-50 di  $1.4279.
Euro  terkoreksi  ke  level intraday low support Euro  kemudian sedikit rebound di  sekitar $1.4333,  atau naik 0,2%.

• Sementara  di  bursa  Wall  Street  dilaporkan, rebound pada  komoditas  telah  mengangkat  saham  energi  dan Sementara  di  bursa  Wall  Street  dilaporkan, rebound materials. Kedua  sektor tersebut menjadi yang terbaik pada  indeks  S&P  500  setelah
Reuters/Jefferies commodities  index  <.CRB> melonjak 2%.

• Indeks  Dow Jones  menguat  45,94  poin atau  0,36% ke level  12.684,68.  Standard  &  Poor's  500  Index  naik  6,09  poin  atau  0,45% ke  level  1.346,29
dan  Nasdaq  Composite  Index  mendaki  15,69  poin,  atau  0,55%  menjadi  2.843,25.  Meskipun  demikian,  kekhawatiran  seputar  kondisi  ekonomi zona euro masih menghantui pelaku  pasar.

•Harga  minyak  berjangka  Brent  naik  $6,77  di  level  $115,90  per  barel,  setelah  terkoreksi  12,8%  pekan  lalu.  Sedangkan  harga  minyak  mentah
berjangka  AS jenis crude  oil, naik  $5,37  di level  $102,55  per barel. 

• Mata uang komoditi didukung oleh rebound harga  minyak, setelah minyak, perak dan komoditas lainnya terpuruk pekan lalu. Indeks dolar <.DXY> turun 0,3%, yang juga menaikkan harga komoditas dalam dolar AS. Dolar Australia naik 0,7% menjadi $ 1.077 <AUD=D4>, memperluas keuntungan pada hari Jumat setelah bank sentral Australia mengatakan kenaikan suku bunga akan diperlukan di masa depan untuk  menahan inflasi.

GOLD & COMMODITIES

• Bargain  hunting telah  mendorong rebound emas dan perak pasca koreksi tajamnya pekan lalu, ditambah oleh pemangkasan peringkat utang pada komoditas.
Yunani dan rally

• Awal  pekan  lalu,  komoditas  terkoreksi  setelah  data  ekonomi  menunjukkan  melemahnya  pasar  tenaga  kerja  AS.  Namun  logam  mulia  kemudian
  pada  hari  Jumat  setelah  data  ketenagakerjaan  AS (rebound non-farm  payrolls) dirilis  optimis  dan  mengisyaratkan  pemulihan  ekonomi  AS  akan
kembali meraih momentumnya setelah  pertumbuhannya  melambat  di  kuartal pertama.

• Emas  dan  perak  mendapat  dukungan  setelah  lembaga  pemeringkat  Standard  &  Poor's  memangkas  peringkat  utang  Yunani  dimana  telah
 memperburuk kondisi ekonomi  negara-negara  zona  euro. Kondisi ini juga telah  membuat investor menjauhi  aset-aset beresiko.



Monday, May 9, 2011

Headline News 09.05.11


US & GLOBAL
 

• Aksi sell‐off di bursa komoditas minggu lalu seketika membawa ‘situasi dingin’ di pasar financial yang membuat investor dirundung kehatihatian.
Musim pengetatan moneter perbankan di Eropa dan sejumlah negara‐negara berkembang, terutama Cina, mengundang kembali kekhawatiran investor terhadap prospek pemulihan ekonomi. Harga komoditas silver dan minyak mentah anjlok secara dramatis minggu lalu, dan bahkan penurunan di hari Kamis minggu lalu merupakan rekor penurunan terbesar untuk kapasitas harian. Harga minyak mentah dunia merosot hingga 17% di minggu lalu, yang juga merupakan rekor tekanan mingguan terbesar, sedangkan indeks seluruh komoditas (CRB) Jefferies Reuters, patokan komoditas global, turun lebih dari 8%, sebuah penurunan mingguan terbesarnya sejak Juli 2008. Meskipun tekanan ini terlihat lebih didorong oleh aksi spekulatif unwinding‐position (likuidasi dari maraknya aksi beli sebelumnya) ketimbang perubahan sentimen,
namun itu ternyata cukup untuk mendorong investor untuk melakukan scale‐back (mengurangi) kepemilikan mereka terhadap aset‐aset beresiko.
 

• Dalam beberapa sesi perdagangan terakhir rilis data ekonomi mayoritas dirilis tidak sesuai harapan positif pasar, ditandai dengan rilis survei global yang menunjukkan pertumbuhan manufaktur di Amerika Serikat dan China yang melambat pada bulan April. Pasar komoditas pun merosot secara bersamaan akibat reaksi spekulatif yang muncul karena sebelumnya juga terjadi penguatan harga yang signifikan. Analis menilai
bahwa untuk riil‐investor sebenarnya rilis data ekonomi yang kurang optimis tidak cukup signifikan mempengaruhi perubahan alokasi aset mereka. Dan nampaknya pasar akan kembali dalam pandangan yang netral jika kondisi tidak terus diperburuk (oleh data ekonomi maupun isu sesaat).
 

• Di perdagangan ke depan pasar akan berpotensi dipengaruhi oleh rilis data dan peristiwa ekonomi di Cina, yang memiliki serangkaian pengetatan moneter untuk meredam inflasi sehingga mengangkat kegelisahan terhadap prospek pertumbuhan negara dengan ekonomi terbesar ke‐2 dunia untuk saat ini. Di awali dengan forum pertemuan dialog ekonomi Cina‐AS yang dimulai hari Senin ini, dan kemudian akan diikuti dengan rilis trade balance, inflasi, industrial production dan retail sales Cina di minggu ini.
 

• Sementara itu, kita bisa melihat korelasi tinggi antara ekuitas dan komoditas, karena efek permintaan yang datang dari negara‐negara berkembang, dan ini memberikan kontribusi tekanan yang juga terjadi di bursa saham dunia. Indeks saham MSCI untuk negara‐negara berkembang mengalami tekanan yang menelan hampir semua perolehan kenaikan mereka sejak Januari, sementara bursa saham negara negara maju merosot lebih dari 3% dari areal puncak tertinggi mereka selama 3 tahun yang dicapai minggu lalu. Hal ini nampaknya akan memberikan gambaran yang cukup rumit pada kinerja bursa saham di perdagangan ke depan – ada perkiraan bahwa akan terjadi gerak sideways (flat) dalam waktu yang panjang sebelum kenaikan berlanjut kembali. Sementara tekanan jual kemungkinan tidak akan berlanjut lebih tajam, karena tidak banyak peluang yang menjanjikan pada aset‐aset lain.
 

• Cina telah menaikkan suku bunga 4 kali dan persyaratan cadangan modal bank 7 kali sejak Oktober, sebagai upaya melawan laju inflasi tinggi.
Pemerintah Cina bahkan ‘rela’ menguatkan mata uang yuan <CNY=> terhadap dolar, yang kemudian mengantarnya ke rekor penguatan berkelanjutan. Banyak estimasi yang mengatakan bahwa mata uang yuan Cina akan terus menguat secara stabil tahun ini. Bank‐bank sentral di Korea, Chili dan Polandia diperkirakan akan menaikkan suku bunga di pertemuan kebijakan mereka pada minggu ini, mengikuti jejak Rusia dan
India yang menaikkannya minggu lalu.
 

• EURUSD tenggelam 1,2% hingga $1,435 pada hari Jumat setelah majalah Jerman Der Spiegel melaporkan Yunani telah dianggap keluar dari zona euro, yang bisa memperburuk kondisi pasar, terutama untuk sektor perbankan, dan terutama jika Uni Eropa menyatakan Yunani mengalami default terhadap utang‐utangnya. Hal inilah yang kemungkinan besar akan terjadi, jika memang Yunani menginginkan untuk meninggalkan Zona Eropa.
 

• Sementara bursa saham AS sempat melonjak lebih dari 1% di awal sesi Jumat setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 244.000 untuk non‐farm payrolls April, tertinggi selama 11 bulan dan jauh di atas estimasi pasar (186.000). Namun meningkatnya kembali krisis utang Eropa (isu Yunani) menghambat kenaikan, meskipun 3 indeks utama bursa saham AS masih mampu ditutup naik. Indeks saham MSCI untuk negara‐negara dunia ditutup flat Jumat tersebut. Indeks bursa saham Eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> bahkan ditutup naik 1,2%.
 

GOLD & COMMODITIES
 

• Silver melonjak 4 persen Jumat lalu, menekan penurunan dalam lima harinya berturut‐turut yang memangkas harga hampir sepertiganya, sementara itu emas naik setelah terdorong oleh data jobs AS yang memicu meluasnya penguatan yang sempat menekan komoditas.
 

• Meskipun terjadi rally Jumat lalu, silver menghadapi minggu terburuknya sejak the Hunt Brothers collapse tahun 1980 setelah anjlok 25 persen minggu ini karena tingginya futures margin requirements yang mendorong spekulator untuk melepas bullish positions.
 

• Spot silver <XAG=> pada awalnya diperdagangkan melemah ke level $33.16, level terendahnya sejak 25 Feb., ditekan oleh aksi jual setelah merosot 12 persen Kamis lalu. Telah naik 4.5 persen ke level $36.22 pada pukul 11:23 a.m. EDT (1523 GMT).
 

• Spot gold <XAU=> naik 1.6 persen ke level $1494,97 per ons, masih jauh dibawah level tertingginya yang pernah terjadi $1575,79 yang tercatat 2 Mei lalu.
 

• COMEX June gold futures <GCM1>, yang telah mencapai level terendahnya Kamis lalu, naik $13.90 ke level $1495,30.
 

• India, pembeli terbesar bullion/emas didunia, membawa penurunan emas sebelumnya untuk naik pada aksi buy dari perayaan Akshaya Tritiya, salah satu major gold‐buying festivals, dan karena musim menikah di India secara bersamaan.
 

• Precious metals menguat karena dollar AS anjlok terhadap euro setelah laporan data jobs AS.