title cover

title cover

Thursday, August 25, 2011

Headline News 25.08.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS mencatatkan kenaikan terkuat dalam dua harinya Rabu lalu karena investor berbalik untuk mengoleksi saham‐saham finansial yang telah melemah dan melepas safer assets sepeti emas dalam perdagangan yang bergejolak.   


• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 143.95 poin, atau 1.29 persen, ke level 11,320.71. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 15.25 poin, atau 1.31 persen, ke level 1,177.60. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 21.63 poin, atau 0.88 persen, ke level 2,467.69.  


• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa naik dalam rangkaian tiga harinya untuk ditutup menguat 1.4 persen.  


• Investor memfokuskan untuk menaikkan kepemilikan cash karena ketidakpastian kedepannya dari pidato Bernanke di Jackson Hole, Wyoming,
Jumat ini.  


• Dollar AS meningkat terhadap major currencies Rabu lalu, menghapus penurunan awalnya, dari kekhawatiran the Fed kemungkinan tidak menunjukkan tanda‐tanda stimulus berikutnya (QE3) terhadap perekonomian minggu ini.       


• Yen merosot terhadap dollar dan euro setelah Jepang meluncurkan langkah‐langkah terkini untuk mengekang penguatan mata uangnya dan setelah Moody's menurunkan peringkat sovereign debt negara itu.   


• Euro terakhir melemah 0.1 persen ke level $1.4418 <EUR=EBS>, sementara terhadap yen  ‐ dollar membalikkan penurunan pada awalnya untuk diperdagangkan menguat 0.4 persen ke level 76.99 yen <JPY=EBS>.    


• Harga Tresuri AS bertenor 30‐tahun melemah lebih dari 3 poin pada perdagangan sore harinya Rabu lalu, karena bursa Wall Street mengalami rally secara intensif dan mengarahkan aksi jual yang besar pada obligasi pemerintah AS.     


• Emas anjlok 4 persen Rabu lalu karena peningkatan tajam pada durable goods orders AS dan ketidakpastian kedepannya dari pidato Ketua the Fed Ben Bernanke kepada central bankers yang memicu penurunan terbesar hariannya dalam 2.5 tahun. Spot emas <XAU=> merosot 4 persen untuk ditutup ke level $1,750.55 per ons.  


• Harga Brent oil sedikit menguat pada perdagangan yang choppy Rabu lalu, tetapi harga crude AS tergelincir karena para trader menekankan ekspektasi dari dapat kembali terjadinya ekspor minyak Libya terhadap pelemahan yang mengejutkan pada cadangan crude di AS. Brent crude <LCOc1> di settled menguat 84 sen ke level $110.15 per barrel, setelah sempat mencapai level $111.00. Crude AS <CLc1> ditutup ke level $85.16, merosot 28 sen dalam hariannya, yang pada awalnya sempat menanjak ke level tertingginya $86.59. 


• Sterling melemah terhadap dollar AS Rabu lalu, dipicu oleh stop loss orders karena anjlok dibawah level utamanya $1.65, dengan membaik dari ekspektasinya data durable goods orders AS yang mendorong investor untuk mengurangi posisi beli pada mata uang Inggris.   


• Pelaku pasar mengatakan sterling akan berjuang untuk menemukan arah yang jelas dari pidato kepala the Fed Ben Bernanke di Jackson Hole, Wyoming Jumat ini. Beberapa investor berspekulasi kemungkinan dia menggunakan pidatonya untuk menandai stimulus moneter/QE3 kedepannya untuk mendorong perekonomian AS.   


• Pound merosot 0.5 persen ke level $1.6411 <GBP=D4>, melewati stop disekitar level $1.6430, dengan trader mengutip pembicaraan aksi jual besar‐besaran sterling pada pukul 1215 GMT European Central Bank fix.   


• Euro meningkat 0.5 persen ke level 88.00 pence <EURGBP=D4>, didorong oleh aksi beli dari model funds yang diatas level 87.50 pence, ungkap trader. Menguat diatas resistance yang berada disekitar level 100‐day moving average level 88.15 dan 55‐day moving average dilevel 88.21.   


• Perbankan harus melaporkan data minimum yang ditetapkan pada perdagangan derivatif akhir tahun depan untuk membantu para regulator memonitor stabilitas finansial dan pelanggaran‐pelanggarannya, rencana rancangan dari pengawas pasar dan bank sentral yang diungkapkan Rabu lalu. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas  anjlok  tajam  dalam  penurunan  harian  terbesar  sejak  Desember  2008  silam  ditingkahi  naiknya  kurs  dollar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia lainnya seiring menguatnya ekspektasi bahwa Bernanke akhir pekan ini belum akan memastikan QE3. 

• Koreksi tajam sebesar 4,3% ini menyebabkan emas ditutup melemah pada posisi 1750.55 USD per troy ounce seiring maraknya aksi ambil untung pelaku pasar dimana investor cenderung untuk menyiapkan dana menjelang ketidakpastian akan pemberlakuan QE3 oleh The Fed. Sebagai catatan, emas telah menguat 400 USD sejak Juli lalu. 

• Tekanan  pada  emas  berlanjut  setelah  rilis  data  durable  goods  orders  Amerika  untuk  Juli  naik  4%,  jauh  mengungguli  ekspektasi  ekonom  2,4%,  yang kemudian mendukung minat investor pada aset beresiko.

• Analis  mengingatkan  koreksi  tajam  emas  dapat  berlanjut,  terutama  jika  pada  Jumat  akhir  pekan  ini  The  Fed  belum  memastikan  akan  pemberlakuan program quantitative easing ke3.

• Namun  demikian,  menurut  Morgan  Stanley,  bank  sentral  negaranegara  di  dunia  yang  tengah  mengambil  posisi  sebagai  net  buyer  terhadap  emas, tampaknya akan mempertahankan kepemilikan emasnya meskipun nantinya akan menghadapi situasi dimana membutuhkan untuk menaikkan uang cash untuk mengatasi eskalasi krisis hutang.

• Membelinya lagi  suatu saat  nanti pasti akan ada  diposisi yang sangat amat mahal”, demikian menurut Peter Richardson Morgan Stanley Australia.
Mereka  lebih  dalam  posisi  untuk  menumpuk  aset  dalam  emas  daripada  menggunakannya  sebagai  mekanisme  dalam  meredam  tumpukan  hutang”, demikian tandas Richardson. 

• Bank  sentral  merupakan  pemegang  aset  emas  terbesar  dunia,  dan  bank  sentral  dari  Thailand,  Korea  Selatan,  Kazakhstan,  Meksiko  serta  Rusia  terus meningkatkan kepemilikannya terhadap emas dalam beberapa bulan terakhir. 

• Pembelian emas oleh bank sentral tahun ini saja mencapai 192,3 metrik tons, sampai dengan semester pertama 2011, berdasarkan data dari World Gold Council.

• Bank  Sentral  Korea  Selatan  melakukan  pembelian  25  ton  emas  dalam  satu  bulan  antara  Juni  hingga  Juli.  Dalam  pernyataan  resminya  setelah mengumumkan pembelian itu mengatakan "menambah kepemilikan terhadap emas membantu mengurangi resiko investasi dalam kerangka manajemen
devisa".

Wednesday, August 24, 2011

Headline News 24.08.11

U.S. & GLOBAL

• Bursa saham dunia mengalami rally, harga minyak mentah naik dan dollar AS merosot Selasa lalu dari spekulasi the Fed kemungkinan memberikan sinyal pada stimulus berikutnya (QE3) terhadap perekonomian AS.  


• Kesuraman data ekonomi AS membantu mendorong ekspektasi, yang mana mendorong saham‐saham dunia yang diukur pada indeks MSCI All‐ Country World <.MIWD00000PUS> 2.4 persen dan Standard & Poor's 500 AS <.SPX> 3.4 persen.  


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 322.11 poin, atau 2.97 persen, untuk ditutup ke level 11,176.76. Indeks S&P 500 naik 38.53 poin, atau 3.43 persen, ke level 1,162.35. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 100.68 poin, atau 4.29 persen, ke level 2,446.06.  


• Laporan yang menunjukkan sektor factory Cina meningkat lebih baik dari ekspektasi pada bulan Agustus membantu mendorong bursa saham dunia overnight.  


• Gempa berukuran 5.9 skala yang mengguncang East Coast AS dan Kanada, memaksa evakuasi dari beberapa bangunan, yang berpengaruh sangat minim pada pasar.  


• Dollar AS melemah Selasa lalu dari harapan the Fed akan melonggarkan kebijakan kedepannya untuk menstimulasi lesunya ekonomi AS, sementara itu membaik dari ekspektasinya data factory Jerman dan Cina menekan kekhawatiran mengenai pertumbuhan (ekonomi) global. Euro terakhir diperdagangkan naik 0.6 persen ke level $1.4443 <EUR=EBS> setelah menguat hingga sebesar $1.45 pada trading platform EBS, dalam kisaran utama level $1.40‐$1.45 yang dibentuk sejak awal Juli.   


• Harga Tresuri AS bertenor 30 tahun berbalik melemah pada sore harinya Selasa lalu, dengan bursa Wall Street memperluas awal kenaikannya, menyebabkan beberapa trader melepas kepemilikan bond‐nya.    


• Emas melemah dari penurunannya diatas level $1,900 ons Selasa lalu dalam penurunan harian terdalamnya dalam 18 bulan, dengan rebound ekuitas mendorong trader untuk memikirkan kembali rally emas yang mana saat ini dilihat sebagai suatu yang berlebihan. Spot emas <XAU=> terakhir diperdagangkan pada level $1,833.50/1,834.25, yang turun 3.4 persen pada perdangan terakhir New York, yang mana membuat penurunan persentase terbesar hariannya sejak Februari 2010.    


• Pada pasar minyak mentah, harga‐harganya naik dari harapan stimulus, karena berlanjutnya kekerasan di Libya dan rencana pengurangan ekspor minyak Nigeria. Brent October crude <LCOV1> meningkat 95 sen untuk di settle ke level $109.31 per barrel. Pada New York Mercantile Exchange, crude untuk pengiriman bulan Oktober <CLV1> di settled ke level $85.44, yang naik $1.02, atau 1.21 persen. 


• Sterling menguat terhadap dollar Selasa lalu dan sedikit naik terhadap euro, didorong oleh aksi ambil untung pada mata uang tunggal tersebut, meskipun kenaikannya diperkirakan terbatas berkenaan dengan permasalahan mengenai recovery ekonomi Inggris.   


• Pound juga mendapat support dari sedikit recovery pada risk appetite (hasrat pada aset‐aset beresiko) setelah sedikit membaik dari perkiraannya data manufaktur Cina dan aktivitas factory Jerman yang secara marjinal meredakan kekhawatiran global dan membantu kenaikan saham‐saham.  


• Sterling <GBP=D4> meningkat 0.3 persen terhadap dollar AS ke level $1.6534, aman diatas support pada 100‐day moving average disekitar level $1.6294. Kenaikan didepannya dapat dilihat untuk re‐test level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan dilevel $1.6618.   


• Euro secara marjinal melemah terhadap pound ke level 87.12 pence <EURGBP=D4>, dengan sesi sorenya terjadi aksi jual oleh perbakan Inggris tepat dibawah level 87.50 pence. Trader mencatatkan stop dibawah 87 pence.   


• Surplus perdagangan Irlandia meningkat 8 persen untuk mencapai level tertingginya sekitar 4.08 milyar euro pada bulan Juni, mencatatkan penguatan kinerja semester pertamanya meskipun outlook untuk memburuk untuk tahun tersisa.




GOLD & COMMODITIES

• Emas anjlok tajam 3,5% terhadap dollar AS ke 1829.65 USD per troy ounce setelah berhasil membukukan penguatan ke level tertinggi sepanjang sejarah  di  1911.46  USD  per  troy  ounce.  Ini  merupakan  penurunan  harian  paling  tajam  dalam  kurun  18bulan  terakhir.  Pelemahan  tersebut  dipengaruhi aksi ambil untung pelaku pasar seiring dengan penguatan bursa saham global yang ditingkahi oleh menguatnya ekspektasi stimulus  lanjutan oleh The Fed. 

• Penasehat investasi ternama Dennis Gartman dalam catatan resminya pada The Gartman Letter menyebut bahwa “emas telah mencapai poin  dimana bergerak hingga 40 sampai dengan 50 USD per troy ounce hanya dalam waktu singkat. Itu bukan lagi merupakan investasi yang aman,  bahkan jauh dari definisi aman, justru berbahaya, bahkan mengerikan”.

• Komoditas  lain  seperti  minyak  bumi  dan  tembaga  menguat  seiring  ekspektasi  stabilnya  permintaan  dari  pabrikan  asal  Cina  yang  merupakan  importir terbesar logam industri. Sentimen ini didukung oleh data PMI preliminary Cina untuk Agustus dirilis 49.8, atau lebih baik dari data Juli  49.3 yang merupakan level terendah dalam kurun 28bulan terakhir.

• Sementara  itu  The  Shanghai  Gold  Exchange  akan  menaikkan  margin  requirement  kontrak  perdagangan  berjangka  emas  untuk  kedua  kalinya  dalam sebulan terakhir menyusul lonjakan tajam harga emas dunia. Margin requirement dikabarkan akan naik menjadi 12% dari 11% terhitung  sejak  25  Agustus  untuk  menanggulangi  kemungkinan  resiko,  menahan  stabilitas  pasar  dan  mempertahankan  kepentingan  investor,  demikian  berdasarkan pernyataan resmi bursa tersebut yang di posting di laman resminya Rabu 23 Agustus ini.


Tuesday, August 23, 2011

Headline News 23.08.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS berjuang untuk sedikit menguat Senin lalu setelah empat minggu penurunannya, sementara itu harga Brent crude merosot dari prospek civil war di Libya akan segera berakhir dan memulihnya ekspor minyak dari negara Afrika Utara.  


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 37.00 poin, atau 0.34 persen, ke level 10,854.65. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 0.29 point, atau 0.03 persen, ke level 1,123.82. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 3.54 poin, atau 0.15 persen, ke level 2,345.38.  


• Saham‐saham perusahaan finansial, kelihatan yang paling rentan dari krisis utang Eropa, underperformed sektor lainnya. JPMorgan Chase <JPM.N> anjlok 2.7 persen dan yang paling menekan pada indeks Dow, diikuti oleh Bank of America <BAC.N>, merosot 7.9 persen.  


• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa meningkat 0.8 persen untuk ditutup ke level 916.78. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> ditutup turun 0.1 persen setelah fluktuasi antara wilayah negatif dan positif dalam hariannya.


• Bernanke, kebanyakan yang paling mungkin untuk menjelaskan langkah‐langkah bertahap, yang akan mengecewakan mereka yang mencari langkah big‐bang approach seperti putaran pembelian obligasi terbaru yang diketahui sebagai QE3.  


• Dollar merosot terhadap beberapa mata uang yang berhubungan dengan komoditas Senin lalu karena investor berspekulasi the Fed dapat mengambil langkah untuk mendorong perekonomian AS, yang mendorong hasrat pada riskier assets/aset‐aset beresiko.    


• Euro goyah terhadap dollar AS dari kekhawatiran Uni Eropa yang bergerak terlalu lambat terhadap utang dan krisis perbankan, sementara itu otoritas Swiss mencoba untuk menekan the franc merosot.   


• Australian dollar <AUD=D4> terakhir naik 0.4 persen ke level $1.0434. New Zealand dollar <NZD=D4> bertumbuh 1.1 persen ke level $0.8254 sementara itu the greenback anjlok 0.2 persen ke level 0.9882 Canadian dollar <CAD=D4>.    


• Harga Tresuri AS Senin lalu anjlok, karena trader mulai bersiap terhadap pidato penting dari Ketua the Fed Ben Bernanke pada akhir pekan ini.    


• Harga emas rally hampir 2 persen yang mencatatkan level mendekati $1,900 pe ons Senin lalu karena pengaruh ekonomi global yang mendorong ekspektasi kedepannya pada monetary easing, menaikkan ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai dari inflasi. Spot emas <XAU=> bertambah 1.6 persen ke level $1,889.29 per ons pada pukul 2:41 PM EDT (1841 GMT), meningkat dari penguatan minggu pertamanya sejak Februari 2009. Itu merupakan salah satu aset yang berkinerja terbaiknya yang saat ini naik 33 persen.    


• Pada pasar minyak mentah Brent crude <LCOc1> di settled ke level $108.36, turun 26 sen dari berita Libya. Tetapi crude oil AS <CLc1> di settled menguat pada New York Mercantile Exchange. Crude untuk pengiriman bulan September expired dan di settled ke level $84.12 per barrel, bertambah $1.86, atau 2.26 persen.  


• Sterling naik Senin lalu dan kemungkinan untuk bertahan mendekati level puncaknya terhadap dollar AS, karena investor mencari aman dari gejolak pasar finansial dan krisis utang zona euro yang memandang pada posisi fiskal Inggris yang relatif baik.   


• Analis mengatakan pound juga menarik bagi investor yang akan secara normal membeli yen atau Swiss franc sebagai safe havens tetapi kekhawatiran merebak pada otoritas Jepang dan Swiss National Bank yang akan mengambli aksi pada pelemahan mata uang mereka.   


• Pound terakhir diperdagangkan naik 0.15 persen terhadap dollar AS ke level $1.6485 <GBP=D4>, dengan trader mencatatkan stop level $1.6540 dan $1.6620, hingga hanya diatas level tertinggi Jumat lalu dalam 3‐1/2 bulan ke level $1.6618.


• Pengambil kebijakan Bank of England Ben Broadbent telah melunak pernyataannya pada perkembangan inflasi karena berkenaan dengan pelemahan ekonomi, dalam wawancara Senin lalu, pertama kali sejak dia bergabung dalam rate‐setting Monetary Policy Committee.  


• Rilis data CBI orders Inggris sore harinya dapat dipantau untuk bulan Agustusnya. 

Monday, August 22, 2011

Headline News 22.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Pasar ekuitas merosot kembali dan emas mencatatkan rangkaian level tertinggi dua harinya Jumat lalu karena kekhawatiran kemungkinan AS mengarah pada resesi dan permasalahan yang berhubungan dengan krisis utang Eropa yang membuat investor membatasi pergerakannya.  


• Bursa Wall Street mencatatkan peenurunan empat minggunya, tertekan turun dari pelemahan 20 persen pada Hewlett‐Packard <HPQ.N> kinerja terburuk hariannya sejak tahun 1987 pada market crash – setelah Silicon Valley icon ini meluncurkan outlook yang suram dan menguncang perusahaan tersebut.


• Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS> anjlok 1.6 persen, sementara itu emerging markets stocks <.MSCIEF> berkurang 2.5 persen.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 172.93 poin, atau 1.57 persen, ke level 10,817.65. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> jatuh 17.12 poin, atau 1.50 persen, ke level 1,123.53. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 38.59 poin, atau 1.62 persen, ke level 2,341.84.


• Investor menunggku pidato ketua the Fed Ben Bernanke pada tanggal 26 Agustus di Jackson Hole, Wyoming, pada petunjuk tentang bagaimana pembuat kebijakan mengatasi gejolak pasar keuangan. Meeting tahunan the Fed's di Jackson Hole tahun lalu ketika the Fed mengisyaratkan rencana untuk putaran kedua pada quantitative easing, yang mana membawa dollar AS pada pelemahannya.  


• Dollar AS anjlok yang mencatatkan level terendahnya terhadap yen dan merosot terhadap euro Jumat lalu, tetapi kemungkian anjlok pada the greenback/dollar AS jika prospek ekonomi global akan suram dan mengarah pada safe‐haven bid/aksi beli safe haven.  


• Euro telah naik sekitar 0.3 persen terhadap dollar AS pada bulan Agustus sementara itu the greenback telah anjlok sekitar 1.2 persen terhadap yen.  


• Dollar merosot terhadap yen Jumat lalu dari laporan Wall Street Journal yang menyatakan Japan's top currency official mengungkapkan otoritas Jepang tidak berencana untuk seringkali mengintervensi.


• Yields Tresuri AS naik daik dari level terendahnya sebesar 1.97 persen dari Kamis sebelumnya karena beberapa aksi ambil untung investor.


• Investor menghentikan untuk memburu obligasi tetapi tetap mengarah pada emas, yang mencatatkan kenaikan satu minggu terbesarnya dalam 2‐1/2 tahun dan tetap dijalur untuk kenaikan terbesarnya satu bulan yang mendekati periode 12 tahunnya pada Agustus ini. Emas naik 30 persen dalam tahun ini. Sementara itu kenaikan harga komoditas melemahkan beberapa aksi beli safe‐haven pada emas, yang telah meningkat 6 persen dalam lima harinya. Spot emas <XAU=> bertambah 1.3 persen ke level $1,847.90 per ons pada pukul 3:00 p.m. EDT (1900 GMT).  


• Harga minyak mentah AS ditutup melemah Jumat lalu setelah pembalikan pergerakan sesi terakhir harian ke arah teritori negatif dari berlanjutnya kekhawatiran mengenai ekonomi, setelah rangkaian data negatif Kamis sebelumnya. Pada New York Mercantile Exchange, crude untuk pengiriman bulan September <CLU1> di settled melemah $82.26 per barrel, sekitar 12 sen, atau 0.15 persen, setelah diperdagangkan antara level $79.17 hingga $83.55.  


• Sterling mencapai level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan terhadap dollar AS Jumat lalu, yang mencatatkan kinerja terbaik mingguannya sejak pertengahan Januari, karena investor khawatir mengenai permasalahan funding pada zona euro and resesi pada AS untuk mengarah pada aksi buy the pound.   


• Sterling <GBP=D4> meningkat 0.6 persen ke level $1.6614, yang telah mencapai level tertinggi barunya dalam 3‐1/2 bulan ke level $1.6618. Telah recover dari level harian terendahnya $1.6444, meninggalkan target dari kinerja terbaik mingguannya sejak pertengahan Januari. Ini dipicu aksi buy stops diatas $1.6600 dalam gerak penguatannya.



GOLD & COMMODITIES

• Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia menguat hingga 6% terhadap dollar AS pada kisaran 1851.95 USD per troy ounce, setelah sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di 1877.00. Ini merupakan performa mingguan terbaik dalam kurun 21/2 tahun terakhir dan tengah berada dalam lajur untuk mencatat penguatan bulanan terbesar yang selama Agustus ini telah mencapai 12%. 

• Hingga saat ini emas mencatat penguatan tahunan sebesar 30%, ditunjang oleh kekhawatiran poetnsi resesi ekonomi Amerika dan bergulirnya krisis kredit UniEropa. Namun penguatan tahunan tersebut masih lebih rendah dari perak yang tercatat menguat 37,2% 

• Kekhawatiran investor tersebut kemudian menghantam bursa saham global yang terus melemah dan menyurutkan minat investor pada aset beresiko.
Kondisi  mana  kemudian  berbalik  meningkatkan  minat  beli  pada  emas  sebagai  upaya  perlindungan  investasi  dari  berbagai  macam  resiko  dan ketidakpastian ekonomi. 

• Perhatian pelaku pasar pada pekan ini akan terfokus pada konferensi pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming yang akan diselenggarakan pada Jumat  26  Agustus  2011.  Terbit  spekulasi  oleh  sementara  ekonom  bahwa  Chairman  The  Fed  –  Ben  Bernanke  akan  memberikan  sinyal  pemberlakuan program quantitative easing jilid ke3 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Amerika.

• Setahun yang lalu pada tempat yang sama, Bernanke mengumumkan inisiasi pemberlakuan program quantitative easing jilid ke2 yang berakhir pada Juni
2011,  sebuah  kebijakan  yang  kemudian  mendongkrak  kinerja  emas  hingga  20%  sejak  mulai diberlakukannya.  Pelaku  pasar  saat  ini  akan  mencari  tahu apakah Bernanke akan kembali mengumumkan program quantitative easing jilid ke3 di Jackson Hole tersebut, yang mana akan memberikan dukungan bagi kinerja emas. 

• Sementara itu disisi lain mulai terdapat spekulasi bahwa CME Group akan kembali menaikkan margin perdagangan berjangka emas setidaknya satu kali
lagi, setelah pada bulan ini telah menaikkannya menjadi 5500 USD per kontrak. Kebijakan tersebut akan ditempuh untuk membatasi aksi spekulasi yang terus mendorong lonjakan harga emas dunia.

Friday, August 19, 2011

Headline News 19.08.11


U.S. & GLOBAL 


• Meningkatnya kekhawatiran mengenai resesi berikutnya menekan bursa saham AS Kamis lalu, yang membawa indeks‐indeks utama merosot lebih dari 3 persen dalam mengemukanya kembali fluktuasi ekstrim investor yang berharap lebih.    


• Bursa saham global, yang dinilai pada indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, anjlok 4.1 persen dan ekuitas emerging market <.MSCIEF> turun 2.8 persen.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 419.63 poin, atau 3.68 persen, ke level 10,990.58. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 53.24 poin, atau 4.46 persen, untuk ditutup level 1,140.65. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> terjungkal 131.05 poin, atau 5.22 persen, untuk berada di level 2,380.43.


• Dollar AS dan yen Jepang menguat secara meluas Kamis lalu karena investor memburu mata uang safe‐haven dari tanda‐tanda pelemahan ekonomi AS dan permasalahan berkenaan dengan paparan perbankan Eropa terhadap utang zona euro.   


• Menumpuknya kesuraman data ekonomi AS dan kekhawatiran zona euro mengarah pada pasar finansial, dengan pasar saham global anjlok sementara itu harga spot gold dan Tresuri rally dari adanya kekhawatiran.   


• Pada perdagangan sore harinya di New York, euro melemah 0.6 persen ke level $1.4338 <EUR=>.    


• The greenback/dollar naik 0.3 persen terhadap the franc ke level 0.7932 franc <CHF=>, meskipun euro turun 0.3 persen ke level 1.1376 francs <EURCHF=.    


• Terhadap yen, dollar AS flat ke level 76.58 yen <JPY=>, tidak jauh dari level terendahnya 76.25 yen yang terjadi pada bulan Maret tahun ini.    


• Mengemukanya banyak kekhawatiran mengenai ekonomi global mendorong harga safe‐haven obligasi pemerintah AS naik Kamis lalu dan persepsi mengenai outlook AS dan zona euro kemungkinan mempengaruhi perdagangan dalam beberapa hari mendatang.    


• Emas rally sebesar 2 persen ke level tertinggi barunya diatas $1,820 per ons Kamis lalu setelah data AS mencatatkan mandegnya perekonomian,
sementara itu permasalahan mengemukanya kembali tingkat kesehatan perbankan Eropa yang membawa pada safe‐haven buying. Kenaikan emas dalam rangkaian empat harinya datang setelah berita aktivitas factory di U.S. Mid‐Atlantic anjlok dan existing home sales tidak seperti yang di ekspektasi merosot. Spot gold <XAU=> naik 1.8 persen ke level $1,820.49 ons pada pukul 2:16 p.m. EDT (1816 GMT), yang telah mencatatkan level tertingginya $1,825.99. Telah mengalami kenaikan 9 persen dalam dua minggu ini, kinerja terbaiknya sejak pertengahan Februari 2009.   


• Harga crude futures AS melemah mendekati 6 persen Kamis lalu karena bertumpuknya pelemahan data ekonomi dari AS yang memukul confidence investor yang telah khawatir mengenai pertumbuhan ekonomi global dan permasalahan utang Eropa. Pada New York Mercantile Exchange, September crude <CLU1> anjlok $5.20, atau 5.94 persen, untuk di settle ke level $82.38 per barrel. Level tertinggi intraday di level $87.53 dan level terendahnya, yang dicapai pada perdagangan post‐settlement level $81.15.  


• Sterling anjlok terhadap dollar AS Kamis lalu, dipukul lagi oleh penurunan tajam pada pasar ekuitas dari pelemahan pada risk appetite, tetapi pound menguat terhadap euro, karena perekonomian Inggris terlihat terangkat lebih baik daripada yang terjadi dalam zona euro.    


• Kekhawatiran investor berkenaan dengan perlambatan pertumbuhan (ekonomi) global bertambah setelah data menunjukkan aktivitas factory di AS, sementara itu krisis utang zona euro berlanjut untuk menekan confidence investor pada zona tersebut.    


• Ini ikut membawa tekanan pada saham‐saham dan menekan pound anjlok 0.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.6447 <GBP=D4>, tetapi tidak begitu jauh dari level tertingginya Rabu lalu dalam 3‐1/2 bulan di level $1.6590.   


• Penjualan ritel Inggris nyaris tidak tumbuh pada bulan Juli karena konsumen mengurangi pembelanjaannya, menekankan pada resiko recovery ekonomi Inggris yang rapuh.  

Thursday, August 18, 2011

Headline News 18.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia terhuyung‐huyung Rabu lalu, tertekan turun oleh pelemahan saham‐saham teknologi AS dan naik kembali setelah Swiss melanjutkan untuk menghentikan kenaikan the franc yang membuat frustrasi investor untuk menginginkan langkah‐langkah yang agresif.


• Bursa saham global, yang dinilai oleh indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, naik 0.35 persen.


• Saham‐saham teknologi merosot Rabu lalu setelah outlook yang mengecewakan pada Dell's yang menghembuskan kekhawatiran pelemahan pertumbuhan ekonomi global yang akan memukul earning kuartal ketiganya.  


• Indeks Dow dan S&P ditutup sedikit berubah pada gerak naik dan turun hariannya dimana investor melakukan aksi jual pada saham‐saham defensif seperti telekom dan utilitas. Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 4.28 poin, atau 0.04 persen, ke level 11,410.21. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 1.12 poin, atau 0.09 persen, ke level 1,193.88. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> merosot 11.97 poin, atau 0.47 persen, ke level 2,511.48.          


• Swiss franc menguat Rabu lalu dan dapat mencapai level puncaknya terhadap dollar AS dan euro dalam beberapa hari kedepannya karena langkah‐langkah terkini dari Swiss National Bank dan pemerintah Swiss yang memperlambat langkah‐langkah kenaikan mata uangnya dari kekecewaan investor yang mengharapkan tindakan yang lebih agresif. Swiss franc meningkat meskipun setelah SNB mengatakan akan mendorong pada likuiditas dengan memperluas deposit menjadi 200 milyar dari 120 milyar, menyatakan kembali akan mengambil langkah‐langkah tambahan jika dibutuhkan.


• Euro pada awalnya anjlok lebih dari 2 persen terhadap the franc pada perdagangan yang volatil <EURCHF=EBS> untuk mencapai level terendahnya 1.12248 francs pada EBS trading platform. Terakhir berada pada level 1.1398 francs, turun 0.7 persen.  


• Dollar AS merosot 1 persen ke level 0.7886 franc <CHF=EBS>.        


• Yield Tresuri AS flat Rabu lalu karena mendekati nol tingkat suku bunga jangka pendek yang mendorong investor untuk membeli obligasi jangka panjang dalam mendapatkan return yang tinggi.  


• Emas naik Rabu lalu pada kombinasi kenaikan tekanan inflasi dan ide‐ide minggu ini dari proposal Perancis‐Jerman tidak akan menyelesaikan krisis utang zona euro. Spot gold <XAU=> naik 0.2 persen ke level $1,789.49 per ons pada pukul 3:10 PM EDT (1910 GMT), sekitar $20 dari level
tertingginya minggu lalu $1,813.  


• Minyak mentah rebound Rabu lalu dari penurunan tajam cadangan gasoline AS, tetapi bertahannya kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi yang menahan kenaikannya. U.S. crude untuk pengiriman bulan September <CLc1> ditutup naik $87.58, sebesar 93 sen, setelah sempat mencapai level tertinggi hariannya $89, level tertingginya sejak 4 Agustus.


• Sterling meningkat ke level tertingginya 3‐1/2 bulan Rabu lalu, membagi penurunan awalnya yang dipicu oleh minutes Bank of England yang biasa saja dan pelemahan data jobs, karena investor membalikkan bearish pada mata uang Inggris tersebut dan the greenback/dollar AS berada pada tekanan aksi jual.  


• Pound juga terdorong oleh aksi beli dari UK clearer, mengatakan hubungan pada perjanjian merger dan akuisisi, meskipun investor skeptik mengenai kenaikan kedepannya dari melemahnya pertumbuhan outlook Inggris dan kenaikan spekulasi bahwa kebijakan moneter dapat melemah kedepannya.  


• Pound terakhir diperdagangkan naik 0.8 persen ke level $1.6574 <GBP=D4>, level tertingginya sejak 3 Mei, setelah melaju melalui stop pada level $1.6480 dan $1.6500. Pada awalnya merosot ke level terendah hariannya $1.6348.

Wednesday, August 17, 2011

Headline News 17.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham global dan euro anjlok Selasa lalu setelah pemimpin Perancis dan Jerman gagal untuk mendorong ekspektasi pasar dari solusi terhadap krisis utang Eropa dan pelemahan data pertumbuhan (ekonomi) Jerman dengan mengemukanya kembali kekhawatiran mengenai ekonomi dunia.  


• Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel membuka rencana perluasan untuk makin mendekatnya integrasi pada zona euro, termasuk batas defisit dan terjadinya summits dua kali setahun. Tetapi mereka menghentikan kenaikan bloc's rescue fund dan mengatakan joint euro bonds hanya bisa menjadi pilihan jangka panjang.


• Bursa saham AS ditutup melemah Selasa lalu setelah kenaikan tiga harinya ketika meeting antara kepala negara Perancis dan Jerman gagal untuk mengatasi kekhawatiran mengenai kemampuan para pemimpin zona euro untuk mengatasi tekanan sovereign debt regional mereka.   


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup anjlok 76.97 poin, atau 0.67 persen, ke level 11,405.93. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 11.73 poin, atau 0.97 persen, ke level 1,192.76. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melemah 31.75 poin, atau 1.24 persen, ke level 2,523.45.


• Pelemahan pertumbuhan ekonomi Jerman mengawani outlook ekonomi global. Jerman melaporkan pertumbuhan GDP melambat untuk berada 0.1 persen antara bulan April dan Juni, level kuartalan terlemahnya sejak tahun 2009.


• Euro anjlok terhadap dollar AS Selasa lalu karena tingginya antisipasi proposal dari para pemimpin Perancis dan Jerman gagal untuk menaikkan confidence investor pada zona euro. Euro <EUR=> berkurang 0.26 persen menuju level $1.4406.


• Dollar AS merosot 0.1 persen terhadap yen ke level 76.72 yen <JPY=>, mendekati level yang terlihat sebelum Japan's yen‐selling intervention pada 4 Agustus dan berada dekat level terendahnya 76.25 yen yang tercapai Maret lalu


• Tresuri AS mengalami rally Selasa lalu setelah pemimpin Perancis dan Jerman menolak untuk menaikkan bailout fund zona euro dan mengatakan keseluruhan 17 negara zona euro harus berkomitmen untuk balanced finances.    


• Harga emas naik 1 persen Selasa lalu dari kekhawatiran ketidakpastian pada investor setelah pemimpin Perancis dan Jerman mengatakan mereka dapat mendorong untuk mendekati joint governance pada kebijakan ekonomi dan mengambangkan proposal pada tax terhadap financial transactions. Spot gold <XAU=> meningkat 1 persen ke level $1,782.60 per ons pada pukul 1:11 p.m. EDT (1711 GMT), sebagian memperbaiki koreksi yang dimulai minggu lalu setelah mencapai level tertingginya $1,813.79 Kamis sebelumnya. Telah naik 25 persen tahun ini yang didorong kekhawatiran mengenai level debt AS dan zona euro.    


• Harga minyak mentah merosot Selasa lalu setelah meeting antara pemimpin Perancis dan Jerman gagal untuk menenangkan permasalahan mengenai krisis utang zona euro. Crude oil di New York <CLc1> di settled melemah $1.23 ke level $86.65. 


• Sterling menguat Selasa lalu, mencapai level tertingginya dalam satu minggu terhadap dollar AS, karena data menunjukkan kenaikan tipis yang lebih dari ekspektasi pada bulan Juli, mengurangi resiko pada quantitative easing berikutnya dari Bank of England.   


• Tetapi kerapuhan ekonomi Inggris dan tingkat suku bunganya yang mencapai level terendahnya untuk waktu yang lama, membatasi kenaikan pound, dengan analis mengekspektasi untuk bertahan dalam kisaran baru‐baru ini pada euro dan dollar AS.    


• Terhadap dollar AS, sterling <GBP=D4> menguat 0.15 persen ke level $1.6412, yang telah mencapai level tertinggi mingguannya $1.6428 untuk mendekati level puncaknya 8 Agustus $1.6478.   


• Kenaikan membawa pound diatas resistance pentingnya level $1.6378, 61.8 persen retracement pada aksi jual sterling bulan April hingga Juli.   


• Euro merosot 0.45 persen ke level 87.71 pence <EURGBP=D4>, bertahan dibawah level 100‐day moving average 88.21 pence.


• Hari ini data‐data penting Inggris dapat diantisipasi seperti claimant count dan ILO unemployment pada sore harinya.


• Harga emas dunia mencatat penguatan 1,1% ke 1785.00 USd per troy ounce pada sesi Selasa 16 Agustus seiring meningkatnya minat investor pada aset safe haven setelah hasil pertemuan pemimpin Perancis dan Jerman yang belum berhasil meredakan kekhawatiran pada kondisi kredit kawasan eropa.  

·    • Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy belum menyetujui paket penerbitan obligasi gabungan UniEropa sebagaimana yang diharapkan investor akan menjadi salah satu tonggak penyelesaian krisis finansial kawasan tersebut.

·     • Turut  menekan  minat  pada  aset  beresiko  adalah  lemahnya  rilis  data  GDP  Jerman  untuk  kuartal  kedua  2011  yang  hanya  bertumbuh  0,1%  dibawah perkiraan 0,5%. 

·     • Bursa saham Wall Street berakhir melemah 0,9% meskipun lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan peringkat kredit AAA untuk Amerika Serikat, berseberangan dengan rivalnya Standard & Poor’s. 

·     • Sementara  itu  berdasarkan  catatan  UBS,  dari  jajak  pendapat  mayoritas  kliennya  memperlihatkan  60%  responden  percaya  emas  akan  diperdagangkan diatas level 1800 USD per troy ounce hingga 2000 USD per troy ounce sampai dengan akhir tahun 2012.

  • UBS menyatakan tingginya ekspektasi harga emas tersebut didominasi masih belum jelasnya prospek makroekonomi global serta akan dimulainya musim pembelian fisik emas sehubungan festival dan beberapa acara tradisional di beberapa negara seperti India dan Cina.

Tuesday, August 16, 2011

Headline News 16.08.11




U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham Wall Street menguat dengan harga minyak mentah Senin lalu karena berita‐berita akuisisi dan menguat dari ekspektasinya data ekonomi di Jepang yang membawa pasar bertahan untuk terus menguat kedepannya setelah tekanan pekan lalu.  


• Berita bahwa Google Inc <GOOG.O> menawarkan untuk membeli saham Motorola Mobility Holdings Inc <MMI.N> sekitar $12.5 milyar in cash mendorong rebound pada bursa saham AS dalam rangkaian tiga hari terakhirnya.


• Indeks Wall Street's Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 213.88 poin, atau 1.90 persen, ke level 11,482.90. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 25.68 poin, atau 2.18 persen,ke level 1,204.49. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 47.22 poin, atau 1.88 persen, ke level 2,555.20.  


• Ekuitas global melejit keluar dari pelemahan bulan Agustusnya dari berita bahwa ekonomi Jepang melemah sedikit dari yang dapat diantisipasi pada kuartal kedua karena perusahaan‐perusahaan membuat langkah keluar dari kerusakan gempa bumi dan tsunami. Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS>, perluasan ukuran pada ekuitas global, naik mendekati 2 persen, menguat 8 persen sejak tertekan kedalam level terendahnya 11 bulan Kamis sebalumnya.


• Swiss franc mersot ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap euro dan dollar AS Senin lalu dari spekulasi Swiss National Bank dapat kedepannya mengintervensi untuk mengekang apresiasi mata uangnya dengan menetapkan target nilai tukarnya minggu ini.


• Pada perdagangan sore harinya di New York, euro naik 2.4 persen ke level 1.13540 francs <EURCHF=EBS>, meskipun telah mencapai level tertingginya 1.14584 pada awalnya dari trading platform EBS, level terkuatnya sejak akhir Juli. Levelnya saat ini mengarah diatas level terendahnya minggu lalu disekitar level 1.0075 francs.    


• Dollar AS ke level 0.78640 franc <CHF=EBS>, yang naik 1.1 persen, jauh diatas level terendahnya minggu lalu 0.70676.   


• Euro terakhir diperdagangkan naik 1.3 persen pada level $1.4436 <EUR=EBS>.


• Kebanyakan harga Tresuri AS stabil, sementara itu obligasi bertenor jangka panjang anjlok karena saham‐saham mengalami recover dan investor mencari tanda‐tanda stabilitas setelah kejadian minggu lalu.


• Harga emas naik Senin lalu setelah penurunannya dalam dua hari sebelumnya karena bullion investor berbalik untuk memfokuskan pada pengajuan regulasi AS berikutnya yang akan menunjukkan peluang pada posisi gold hedge funds' dan meeting French‐German Selasa ini untuk mendiskusikan krisis utang euro. Spot gold <XAU=> meningkat 0.4 persen ke level $1,753.49 per ons. Telah mencatatkan kenaikan mendekati 5 persen minggu lalu, kenaikan mingguan terbesarnya sejak awal November lalu.    


• Minyak mentah meningkat lebih dari $1 per barrel Senin lalu, didukung oleh harapan para pemimpin Eropa akan datang dengan solusi pada krisis utang regional dan meluasnya kenaikan pasar global. Brent crude oil futures <LCOc1> untuk bulan September bertambah $1.58 ke level $109.61 per barrel pada pukul 2:35 p.m. EDT (1835 GMT), setelah anjlok   ke level $107.40. U.S. crude <CLc1> diperdagangkan melejit $2.50 untuk di settle ke level $87.88 per barrel.  


• Sterling menguat terhadap dollar AS Senin lalu setelah sejumlah pelemahan data ekonomi AS yang memukul mata uangnya, tetapi permasalahan berkenaan dengan recovery Inggris dan peluang pada monetary easing di ekspektasi untuk menjaga pound untuk terus dipantau.  


• Mata uang Inggris merosot lagi terhadap meluasnya penguatan euro, yang mana meluasnya kenaikan dibawa oleh penguatan Swiss franc pada spekulasi bahwa bank sentral Swiss (SNB) kemungkinan mengumumkan untuk membendung kenaikan mata uang the franc.   


• Pada perdagangan London, pound <GBP=D4> naik 0.8 persen dalam hariannya ke level tertinggi hariannya $1.6410. Telah melengkung diatas technical resistance pada level $1.6214, 55‐day moving average, tetapi mencapai resistance dengan aksi selling oleh sovereign investors dan UK corporates diatas level $1.63.   


• Ekonomi Inggris tidak membutuhkan stimulus berikutnya dari quantitative easing saat ini, meskipun adakalanya dapat dilakukan, pengambil kebijakan Bank of England David Miles mengungkapkannya dalam publikasi wawancara Senin lalu.