title cover
Friday, September 2, 2011
Headline News 02.09.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa Wall Street menghentikan rally empat harinya Kamis lalu karena investor kembali mewaspadai kedepannya laporan utama pasar tenaga kerja yang diekspektasi untuk mengarahkan kekhawatiran ekonomi yang dapat menuju resesi berikutnya.
• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 119.96 poin, atau 1.03 persen, ke level 11,493.57. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> anjlok 14.47 poin, atau 1.19 persen, ke level 1,204.42. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 33.42 poin, atau 1.30 persen, ke level 2,546.04.
• Saham‐saham global yang diukur pada indeks MSCI all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, merosot 0.5 persen.
• Euro melemah terhadap major currencies Kamis lalu, ditekan oleh data yang menunjukkan kontraksi pada sektor manufaktur pada kebanyakan negara‐negara zona euro, sehari sebelum data laporan utama jobs AS yang dapat menambah kekhawatiran pasar mengenai resesi. Pada perdagangan sore harinya di New York, euro <EUR=EBS> berkurang 0.7 persen ke level $1.42697 pada electronic trading platform EBS.
• The franc menalami rally dan euro anjlok secara meluas karena membaik dari ekspektasinya data manufaktur AS sedikit meredakan mengenai permasalahan mundurnya ekonomi global.
• Obligasi pemerintah AS rally karena data memicu ketakutan suramnya laporan payrolls Jumat ini dan diperkirakan the Fed akan memperkenalan stimulus berikutnya (QE3) untuk menghindari resesi lainnya. Harga obligasi bertenor 30‐tahun melonjak 2 poin pada pertengahan sore Kamis lalu, karena trader memperkirakan pada memburuknya laporan government payrolls Jumat malam ini.
• Harga emas merosot Kamis lalu berkenaan menguatnya dollar AS dan membaik dari ekspektasinya data ekonomi AS yang menenangkan ketakutan pada resesi dan berkurangnya permintaan pada safe‐haven bullion. Spot emas <XAU=> melemah ke level $1,827.90 per ons pada pukul 1:35 p.m. EDT (1735 GMT), yang pada awalnya merosot ke level $1,815.15.
• Harga minyak mentah di London melemah Kamis lalu berkenaan dengan permasalahan ekonomi Eropa, sementara itu crude AS naik tipis karena terjadinya badai pada Teluk Meksiko yang menghentikan sekitar 6 persen pasokan dari daerah penghasil utama. U.S. crude <CLc1> meningkat 12 sen untuk di settle ke level $88.93 per barrel, setelah pada awalnya sempat menyentuh level tertingginya dalam empat minggu $89.81 per barrel.
• Sterling anjlok ke level terendahnya dalam tiga minggu terhadap dollar AS Kamis lalu setelah data aktivitas manufaktur menggambarkan rendahnya tingkat kesehatan ekonomi pada AS daripada Inggris, membuat rapuhnya pound pada pelemahan berikutnya.
• Pound terakhir merosot 0.6 persen ke level $1.6153 <GBP=D4>, menghentikan level $1.6132, level terendahnya sejak 11 Agustus. Telah anjlok setelah gambaran ISM yang menunjukkan aktivitas factory AS tumbuh sedikit pada bulan Agustus.
• Sterling pada awalnya merosot pada survei manufaktur Inggris, dipicu oleh stop‐losses untuk break level $1.6200, ungkap trader. Support pada level terendah Agustus $1.6111 dan $1.6101, 61.8 persen retracement pada rally Juli‐Agustus.
Thursday, September 1, 2011
Headline News 01.09.11
US & GLOBAL
- Bursa saham diseluruh dunia naik kedalam rangkaian empat harinya berturut‐turut Rabu lalu, memangkas penurunan tajamnya bulan Agustus karena harapan pada bantuan yang lebih dari the Fed yang mendorong aksi beli dalam ekuitas, oil dan metals.
- Pasar membalikkan penurunan tajam beberapa hari sebelumnya, rebound dari penurunannya beberapa minggu yang kelihatan pada bursa Wall Street dan bursa global yang mencatatkan kinerja terburuknya dalam 15 bulan.
- Bursa saham global, yang diwakili oleh indeks MSCI All World <.MIWD00000PUS>, menunjukkan penurunan 7.6 persen. Telah turun tajam pada indeksnya ke level teredahnya sejak Mei 2010.
- Pada penutupan, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> naik 53.58 poin, atau 0.46 persen, ke level 11,613.53. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> bertambah 5.97 poin, atau 0.49 persen, ke level 1,218.89. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 3.35 poin, atau 0.13 persen, ke level 2,579.46.
- Swiss franc mencatatkan kenaikan tajamnya terhadap euro dan dollar AS Rabu lalu setelah anggota petinggi pemerintah Swiss mengatakan akan menjauhi penguatan dari mata uangnya dan Swiss National Bank (SNB) bertahan menjauh dari intervensi.
- Penilaian kembali pada sepekulasi mata uang menekan euro anjlok 2.1 persen ke level 1.15920 francs pada electronic trading platform EBS <EURCHF=EBS>, sementar itu dollar AS merosot 1.7 persen ke level 0.80625 francs pada EBS <CHF=EBS>.
- Harga obligasi jangka panjang AS diperdagangkan melemah Rabu sore lalu, memperluas penurunan awalnya karena data ekonomi menenangkan beberapa kekhawatiran mengenai AS yang kedepannya dapat menghadapi resesi berikutnya.
- Harga emas turun tajam Rabu lalu karena pelemahan data private‐sector job dan aktivitas factory yang mendorong investor pada fokus dari harapan the Fed akan menggunakan tambahan stimulus (QE3) untuk mendorong perekonomiannya. Spot emas <XAU=> terakhir turun 0.7 persen ke level $1,823.79 per ons pada pukul 3.13 p.m. EDT (1913 GMT), yang secara singkat sempat menguat. Telah turun tajam ke level terendah hariannya $1,812.39 per ons. Selasa lalu emas naik 2.6 persen.
- U.S. October crude <CLc1> merosot 9 sen untuk di settle ke level $88.81. telah mencapai level tertinggi hariannya $89.54, tertinggi sejak 04 Agustus. Untuk bulan Agustus, U.S. front‐month crude anjlok 7.2 persen, penurunan tertingginya sejak harga anjlok 9.9 persen pada bulan Mei.
GOLD & COMMODITIES
- Harga emas melemah tipis 0,6% ke 1823.30 USD per troy ounce seiring meningkatnya minat investor pada aset beresiko ditengah penguatan bursa saham global.
- Namun demikian Emas tercatat mengalami penguatan bulanan terbesar dalam 2‐tahun terakhir, dengan kenaikan sekitar 12%. Kinerja tersebut kontras dengan pelemahan indeks S&P500 yang turun sebesar 6,1% selama Agustus.
- Harga emas tercatat mengalami penguatan sekitar 50% sejak The Fed menginisiasi program quantitative easing jilid‐2 Agustus 2010 silam.
- Permintaan emas dari India, negara konsumen terbesar emas dunia, diperkirakan akan meningkat 25% pada musim festival tahun ini, meskipun pada saat yang sama harga emas diperkirakan akan mterus menguat, demikian berdasarkan laporan dari Rajesh Export Ltd.
- Produsen perhiasan terbesar di India tersebut memperkirakan konsumsi emas berupa perhiasan, koin, medali dan juga emas batangan akan meningkat menjadi 250 metrik ton hingga 30 November mendatang, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 200 metrik ton.
- Musim pembelian emas di India dimulai dari Hari Raya Iedul fitri akhir Agustus ini hingga festival Diwali akhir Oktober mendatang.
- Berdasarkan jajak pendapat yang dilansir Bloomberg pada 20 Agustus lalu, mayoritas ekonom memperkirakan harga emas akan mencapai 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun. Investor cenderung menunggu harga emas cukup stabil untuk kembali menyusun rencana pembelian emas mereka.
- Perkiraan tersebut selaras dengan Deustche Bank yang memprediksi harga emas dunia akan mencapai level 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun seiring muramnya outlook pertumbuhan ekonomi global.
Wednesday, August 31, 2011
Headline News 31.08.11
- Emas, minyak dan obligasi menguat pada Selasa kemarin sementara Wall Street rebound ditengah kondisi perdagangan yang masih belum stabil, setelah minutes dari sidang The Fed tanggal 9 Agustus mendorong spekulasi bahwa dewan kebijakan akan melakukan langkah lanjutan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.
- Saham AS jatuh sekitar 1% akibat rilis pesimis data consumer confidence AS sebelum menebus kembali kerugiannya dan ditutup menguat. Sedangkan harga minyak dan emas masing‐masing melonjak 2%, sementara Treasuries naik berkat sikap investor yang memburu aset‐aset aman ditengah kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi.
- Consumer confidence di AS menembus level terendah 2 tahun di bulan Agustus dan harga rumah turun di bulan Juni dari bulan Mei karena pasar rumah masih bergerak perlahan ditengah kondisi depresi.
- Sedangkan minutes dari sidang The Fed menunjukkan bank sentral telah mempertimbangkan berbagai upaya untuk mendukung proses pemulihan ekonomi, termasuk langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya yaitu mengikat prospek kebijakan suku bunga untuk tingkat pengangguran tertentu.
- The Fed minutes telah membantu Wall Street untuk ditutup menguat untuk 3 sesi berturut‐turut. Bursa ditutup naik hampir 3% pada hari Senin, kenaikan terkuatnya dalam sepekan, namun indeks S&P turun 6,14%.
- Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup naik 20,70 poin atau 0,18% di level 11.559,95. Standard & Poor's 500 Index <.SPX> naik 2,84 poin, atau 0,23% di level 1.212,92. Sedangkan Nasdaq Composite Index <.IXIC> berakhir naik 14,0 poin atau 0,55% di level 2.576,11.
- Treasuries AS bertenor 10 tahun naik 23/32, dengan yield pada 2,1828%. Harga emas naik 2%, dan mencatat level sekitar $1.833 per ounce. Sedangkan untuk Brent crude London ditutup naik 2% di level tertinggi 4 pekan di atas $114 per barel menyusul pelaku pasar melihat kemungkinan datangnya Badai Tropis Katia di sebelah timur Atlantik dan juga adanya harapan diberlakukan stimulus lanjutan oleh The Fed.
- Pasar akan mencermati perkembangan masalah utang zona euro untuk melihat indikasi masalah krisis utang di kawasan tersebut tidak memburuk. Euro turun 0,6% di level $1.4428, melemah dari level tertinggi 2 bulan di $1.4550 pada hari Senin.
GOLD & COMMODITIES
- Harga emas dunia menguat setelah FOMC minutes meningkatkan ekspektasi bahwa para pengambil kebijakan moneter Amerika akan melakukan aksi lebih lanjut guna menstimulasi ekonomi. Hingga akhir sesi New York, emas ditutup menguat 2,6% ke 1834.44 USD per troy ounce.
- Permintaan emas dari India, negara konsumen terbesar emas dunia, diperkirakan akan meningkat 25% pada musim festival tahun ini, meskipun pada saat yang sama harga emas diperkirakan akan mterus menguat, demikian berdasarkan laporan dari Rajesh Export Ltd.
- Produsen perhiasan terbesar di India tersebut memperkirakan konsumsi emas berupa perhiasan, koin, medali dan juga emas batangan akan meningkat menjadi 250 metrik ton hingga 30 November mendatang, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 200 metrik ton.
- Musim pembelian emas di India dimulai dari Hari Raya Iedul fitri akhir Agustus ini hingga festival Diwali akhir Oktober mendatang.
- Berdasarkan jajak pendapat yang dilansir Bloomberg pada 20 Agustus lalu, mayoritas ekonom memperkirakan harga emas akan mencapai 2000 USD per troy ounce hingga akhir tahun. Investor cenderung menunggu harga emas cukup stabil untuk kembali menyusun rencana pembelian emas mereka.
Tuesday, August 30, 2011
Headline News 30.08.11
US & GLOBAL
• Bursa saham rally bersamaan dengan naiknya harga minyak setelah terjadi merger antara dua bank utama di Yunani, memberikan kesempatan bagi investor untuk sementara waktu tidak mengkhawatirkan kondisi ekonomi zona euro.
• Ekuitas Yunani melonjak 14% dan saham perbankan Yunani sendiri melejit 29% menyusul merger telah mengurangi jumlah bank dengan reputasi buruk di zona euro, sehingga mengurangi pula kesempatan untuk permintaan rekapitalisasi pada Dana Stabilitas Keuangan.
• Partisipasi dari Qatar Investment Authority dalam proses merger antara Eurobank <EFGr.AT> dan Alpha Bank <ACBr.AT> ‐ bank kedua dan ketiga terbesar di Yunani ‐ juga menunjukkan bahwa beberapa investor asing mulai melirik aset Eropa sebagai undervalued. Kesepakatan itu menciptakan bank terbesar di Eropa tenggara.
• Meskipun terjadi rally pada Senin kemarin, saham perbankan Yunani masih tercatat turun 50%, terkendala oleh penurunan peringkat, arus keluar deposito, kondisi pinjaman yang buruk ditengah resesi terburuk dalam 4 dekade. Adapun berita merger tersebut telah mengangkat saham Eurobank dan Alpha masing‐masing sebesar 30%.
• Kenaikan yang tak terduga pada consumer spending AS bulan Juli – yang mengindikasikan ekonomi tidak jatuh kembali kedalam resesi – memberikan dukungan positif berikutnya pada pasar global.
• Di bursa Wall Street, indeks Dow Jones ditutup naik 254,71 poin atau 2,26%, di level 11.539,25. Standard & Poor's 500 Index bertambah 33,28 poin atau 2,83% di level 1.210,08. Sedangkan Nasdaq Composite Index naik 82,26 poin atau 3,32% di level 2.562,11.
• Selain saham perbankan, saham perusahaan asuransi AS juga melonjak, karena kerusakan properti ternyata tidak terlalu parah akibat hantaman Badai Irene akhir pekan.
• Harga Treasury AS turun karena investor kembali memburu saham. Treasury AS bertenor 10 tahun turun 22/32, dengan yield‐nya berada pada 2,2676%.
• Sementara indeks dolar tercatat turun 0,1%. Harga emas juga anjlok lebih dari 2% di bawah $1.790 per ounce setelah investor menjauhi aset‐aset aman resiko dan berbalik memburu aset‐aset beresiko seperti minyak.
• Harga minyak mentah AS naik 2,2%, di atas $87 per barel dan memperbesar kenaikannya dari hari Jumat berkat kemungkinan diberikannya stimulus baru untuk perekonomian AS oleh The Fed.
• Meskipun demikian, beberapa analis berpikir mungkin akan sulit untuk Bernanke danThe Fed untuk menindaklanjuti pembelian obligasi putaran berikutnya setelah program pembelian obligasi sebesar $ 600 milyar yang berakhir pada Juni.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas dunia melemah 2,2% terhadap dollar AS ke 1787.10 USD per troy ounce seiring penguatan bursa saham global dan meningkatnya minat investor pada aset beresiko, yang sebaliknya kemudian menggusur investasi pada aset berstatus safe haven terutama emas.
• Bursa saham AS menguat lebih dari 2% setelah adanya berita merjer dari dua perbankan terbesar Yunani yang menguatkan ekspektasi pemulihan kondisi finansial Eropa.
• Penguatan dollar AS juga turut menekan kinerja emas, dollar AS menguat terhadap yen dan Swiss franc menyusul data memperlihatkan bahwa consumer spending Amerika pada Juli menguat menjadi 0,8% dibandingkan pelemahan 0,1% pada Juni silam, data tersebut kemudian menyokong sentimen investor akan prospek ekonomi Amerika kedepannya.
• Volume perdagangan cukup rendah mengingat libur perbankan di London dan sepinya bursa New York setelah badai Irene menghantam kawasan east coast Amerika.
Monday, August 29, 2011
Headline News 29.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham dunia menguat 1 persen dan dollar AS anjlok Jumat lalu karena Ketua the Fed Ben Bernanke melepaskan peluang untuk adanya stimulus pada perekonomian AS.
• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.7 persen, tetapi telah anjlok 11.1 persen sejak dimulai awal bulan, sementara ICE Brent untuk pengiriman Oktober <LCOV1> di settled ke level $111.36 per barrel, meningkat 74 sen.
• Berbicara pada pertemuan tahunan the Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke tidak menawarkan langkah‐langkah terbaru untuk mendorong perekonomian tetapi mengatakan adalah penting untuk sehatnya perekonomian dalam mengurangi pengangguran jangka panjang.
• Bursa saham AS ditutup menguat lebih dari 1 persen, membalikkan penurunannya sebesar 2 persen hanya setelah dimulainya pidato Bernanke, sementara Tresuri yang yields‐nya mendekati level terendah historisnya, ditutup menguat tetapi tidak sampai menguat pada level awalnya.
• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melejit 134.72 poin, atau 1.21 persen, ke level 11,284.54. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 17.53 poin, atau 1.51 persen, ke level 1,176.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 60.22 poin, atau 2.49 persen, ke level 2,479.85.
• Dollar AS anjlok Jumat lalu setelah Kepala the Fed Ben Bernanke menghentikan rincian tindakan kedepannya untuk memacu perekonomian yang lesu, meskipun kedepannya penurunan dapat dibatasi dari laporan utama jobs AS.
• Jumat lalu euro terakhir menguat 0.8 persen ke level $1.4495 <EUR=EBS>, yang mendekati level tertinggi puncak hariannya $1.4502 yang terjadi pada trading platform EBS. Trader mengatakan euro akan berjuang untuk bertahan diatas level $1.45 dan sell orders dikatakan berada pada level antara $1.4460 dan $1.4500.
• Dollar AS anjlok 1 persen ke level 76.66 yen <JPY=>. Dalam seminggu euro melejit 0.8 persen terhadap dollar AS, sementara itu dollar merosot 0.2 persen terhadap yen.
• Harga Tresuri AS mendapatkan kenaikan tipis, dengan volume perdagangan yang tidak besar.
• Harga emas naik setelah melikuidasi pelemahan hariannya yang menekan emas dari level tertingginya minggu ini. Spot emas <XAU=> naik 2.2 persen untuk berada pada level $1,808.60 per ons.
• Minyak mentah menguat pada perdagangan yang choppy Jumat lalu karena Badai Irene menuju East Coast AS dan trader didorong oleh komentar dari Ketua the Fed Ben Bernanke berkenaan dengan ekonom. U.S. October crude <CLc1> menguat 7 sen untuk di settle ke level $85.37 per barrel, yang telah mencatatkan level intraday low $82.95. Telah mencatatkan kenaikan 3.78 persen dalam mingguannya, setelah rangkaian empat minggu penurunannya.
• Sterling melemah ke level terendah hariannya terhadap dollar AS Jumat lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke tidak menawarkan adanya komitmen yang kuat untuk langkah‐langkah pelonggaran dalam menstimulasi ekonomi AS, yang mana mendukung pada the greenback/dollar.
• Rilis dari perkiraan kedua dari pertumbuhan ekonomi Inggris dalam kuartal kedua, sejalan dengan perkiraan awal sebesar 0.2 persen, yang tidak memiliki pengaruh pada pound.
• Sterling <GBP=D4> anjlok sekitar 0.3 persen dalam level terendah hariannya $1.6236, anjlok dari sekitar level $1.6300 sebelum pidato Bernanke.
• Analis teknikal menyoroti support dari sterling pada 55‐day moving average level $1.6224.
• Euro diperdagangkan dengan sedikit kenaikan terhadap sterling ke level 88.44 pence <EURGBP=D4>. Resistance terlihat level 88.63, 50 persen retracement dari penurunan euro dari Juli hingga Agustus.
• Bursa saham dunia menguat 1 persen dan dollar AS anjlok Jumat lalu karena Ketua the Fed Ben Bernanke melepaskan peluang untuk adanya stimulus pada perekonomian AS.
• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.7 persen, tetapi telah anjlok 11.1 persen sejak dimulai awal bulan, sementara ICE Brent untuk pengiriman Oktober <LCOV1> di settled ke level $111.36 per barrel, meningkat 74 sen.
• Berbicara pada pertemuan tahunan the Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke tidak menawarkan langkah‐langkah terbaru untuk mendorong perekonomian tetapi mengatakan adalah penting untuk sehatnya perekonomian dalam mengurangi pengangguran jangka panjang.
• Bursa saham AS ditutup menguat lebih dari 1 persen, membalikkan penurunannya sebesar 2 persen hanya setelah dimulainya pidato Bernanke, sementara Tresuri yang yields‐nya mendekati level terendah historisnya, ditutup menguat tetapi tidak sampai menguat pada level awalnya.
• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melejit 134.72 poin, atau 1.21 persen, ke level 11,284.54. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 17.53 poin, atau 1.51 persen, ke level 1,176.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 60.22 poin, atau 2.49 persen, ke level 2,479.85.
• Dollar AS anjlok Jumat lalu setelah Kepala the Fed Ben Bernanke menghentikan rincian tindakan kedepannya untuk memacu perekonomian yang lesu, meskipun kedepannya penurunan dapat dibatasi dari laporan utama jobs AS.
• Jumat lalu euro terakhir menguat 0.8 persen ke level $1.4495 <EUR=EBS>, yang mendekati level tertinggi puncak hariannya $1.4502 yang terjadi pada trading platform EBS. Trader mengatakan euro akan berjuang untuk bertahan diatas level $1.45 dan sell orders dikatakan berada pada level antara $1.4460 dan $1.4500.
• Dollar AS anjlok 1 persen ke level 76.66 yen <JPY=>. Dalam seminggu euro melejit 0.8 persen terhadap dollar AS, sementara itu dollar merosot 0.2 persen terhadap yen.
• Harga Tresuri AS mendapatkan kenaikan tipis, dengan volume perdagangan yang tidak besar.
• Harga emas naik setelah melikuidasi pelemahan hariannya yang menekan emas dari level tertingginya minggu ini. Spot emas <XAU=> naik 2.2 persen untuk berada pada level $1,808.60 per ons.
• Minyak mentah menguat pada perdagangan yang choppy Jumat lalu karena Badai Irene menuju East Coast AS dan trader didorong oleh komentar dari Ketua the Fed Ben Bernanke berkenaan dengan ekonom. U.S. October crude <CLc1> menguat 7 sen untuk di settle ke level $85.37 per barrel, yang telah mencatatkan level intraday low $82.95. Telah mencatatkan kenaikan 3.78 persen dalam mingguannya, setelah rangkaian empat minggu penurunannya.
• Sterling melemah ke level terendah hariannya terhadap dollar AS Jumat lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke tidak menawarkan adanya komitmen yang kuat untuk langkah‐langkah pelonggaran dalam menstimulasi ekonomi AS, yang mana mendukung pada the greenback/dollar.
• Rilis dari perkiraan kedua dari pertumbuhan ekonomi Inggris dalam kuartal kedua, sejalan dengan perkiraan awal sebesar 0.2 persen, yang tidak memiliki pengaruh pada pound.
• Sterling <GBP=D4> anjlok sekitar 0.3 persen dalam level terendah hariannya $1.6236, anjlok dari sekitar level $1.6300 sebelum pidato Bernanke.
• Analis teknikal menyoroti support dari sterling pada 55‐day moving average level $1.6224.
• Euro diperdagangkan dengan sedikit kenaikan terhadap sterling ke level 88.44 pence <EURGBP=D4>. Resistance terlihat level 88.63, 50 persen retracement dari penurunan euro dari Juli hingga Agustus.
GOLD & COMMODITIES
• Harga emas berhasil mencatat penguatan harian sebesar 2% pada sesi Jumat akhir pekan lalu, hanya berselang dua hari setelah likuidasi besar‐besaran (aksi ambil untung pelaku pasar) yang mengakibatkan emas turun hingga 200 USD dari level puncaknya 1911.46 USD per troy ounce.
• Penguatan emas pada akhir pekan lalu tersebut dipengaruhi oleh sinyal bahwa The Fed tetap membuka peluang pemberlakuan stimulus baru untuk mendukung pemulihan ekonomi Amerika dan mereduksi tingkat pengangguran.
• Sebelumnya emas sempat melemah setelah Bernanke tidak memberikan detail mengenai langkah yang akan ditempuh untuk membantu pemulihan ekonomi, sebagaimana yang sebelumnya luas diperkirakan akan mengumumkan inisiasi QE3. Namun kemudian investor kembali memburu emas, seiring titik berat pada fokus tingginya pesimisme The Fed mengenai outlook ekonomi Amerika, yang kemudian meningkatkan minat pada aset safe haven.
• Dalam sepekan terakhir emas tercatat melemah 1,2% ke 1828.05 USD per troy ounce. Ini merupakan pelemahan mingguan pertama dalam 8‐pekan.
• Meskipun emas telah anjlok lebih dari 3% dalam sepekan terakhir, namun sinyal bullish masih bertahan terutama seiring berlanjutnya ketidakpastian penanganan krisi hutang zona eropa dan bayang‐bayang resesi yang dapat melanda Amerika.
• Untuk sepekan kedepan diperkirakan tema ketidakpastian ekonomi dan keberpihakan investor pada aset safe haven masih akan mendominasi tren penguatan emas.
• Sementara itu mulai terdapat kekhawatiran akan kemungkinan potensi kerugian pada pipa penyalur energi dan listrik di New York menyusul badai Irene yang diperkirakan akan menghantam kawasan Northeast Amerika. Ini turut mendorong penguatan harga komoditas dan minyak US crude yang menguat hingga level 85.37 USD per barrel.
• Para ekonom menyatakan masih dibutuhkan waktu bagi para pelaku pasar untuk mencerna lebih lanjut pernyataan Bernanke mengenai tools yang tersedia untuk menstimulasi pemulihan ekonomi. Namun satu hal yang sudah pasti adalah bahwa Bernanke menggarisbawahi ekonomi Amerika masih berada dalam masa yang suram.
Friday, August 26, 2011
Headline News 26.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham dunia anjlok dan dollar AS menguat terhadap yen Kamis lalu karena investor menurunkan ekspektasinya bahwa the Fed akan menunjukkan tanda‐tanda penyelamatan yang dramatik terhadap perekonomian minggu ini.
• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 1.1 persen. Indeks telah mencatatkan kenaikan kenaikan minggu pertamanya dalam lima minggu, yang telah merosot ke level terendahnya dalam 11‐bulan pada awal bulan ini.
• Bursa saham AS anjlok Kamis lalu karena investor menaikkan kepemilikan cash dari kedepannya pidato Ketua the Fed Ben Bernanke, yang mengharapkan dia akan memberikan gambaran yang jelas dari rencana the Fed untuk memperjuangkan perekonomiannya.
• Di AS, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 170.89 poin, atau 1.51 persen, untuk ditutup ke level 11,149.82. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 18.33 poin, atau 1.56 persen, ditutup level 1,159.27. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 48.06 poin, atau 1.95 persen, ke level 2,419.63.
• Dollar AS naik Kamis lalu dan saham‐saham anjlok karena investor menghindar dari risky trades ditengah spekulasi bahwa Kepala the Fed Ben Bernanke tidak akan mengisyaratkan rencana terkini untuk menstimulasi ekonominya minggu ini.
• Euro terakhir anjlok 0.3 persen ke level $1.4369 <EUR=> sementara itu sterling melemah 0.6 persen ke level $1.6282 <GBP=D4>.
• Dollar AS juga meningkat ke level 77.67 yen <JPY=>, yang naik 1 persen dan dari level terendahnya dibawah 76 yen, dan mencapai level tertinggi satu minggunya level 0.79898 Swiss francs sebelum anjlok ke level 0.7946 <CHF=EBS>.
• Harga Tresuri AS naik Kamis lalu karena berkurangnya ekspektasi dari perbaikan ekonomi dari Ketua the Fed yang membawa fokus kembali pada pelemahan outlook pertumbuhan (ekonomi) dan kekhawatiran berkenaan dengan krisis utang Eropa.
• Emas naik Kamis lalu setelah rangkaian penurunan tajam dua harinya dengan anjloknya pasar ekuitas Eropa dan AS dari pembicaraan bahwa Jerman kemungkinan memberlakukan larangan short‐selling untuk mendorong investor membeli emas sebagai safe haven. Spot emas <XAU=> meningkat 0.5 persen ke level $1,759.99 per ons pada pukul 2:32 PM EDT (1832 GMT) pada perdagangan yang choppy, sekitar $60 diatas level terendah hariannya $1,702.44, level terendahnya yang mendekati dua minggunya.
• Harga minyak mentah melejit Kamis lalu berkenaan permasalahan mengenai pengaruh badai Irene's terhadap East Coast AS yang menekan supply dan adanya pergolakan di Libya. Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Oktober <LCOc1> naik 47 sen di settled ke level $110.62 per barrel, menghentikan level tertinggi harian dan mingguannya $111.45. Pada New York Mercantile Exchange, October crude <CLc1> di settled ke level $85.30, meningkat 14 sen, menguat dari level terendah hariannya $83.01.
• Sterling merosot ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap euro Kamis lalu karena sovereign account melakukan aksi beli mata uang tunggal untuk kebutuhan akhir bulan, sementara itu pound melemah terhadap dollar AS dengan pasar saham Eropa dan AS diperdagangkan dalam area negatif.
• Pound sedikit bergerak dari pelemahan data survei CBI yang menunjukkan penjualan ritel Inggris merosot dalam fase tercepatnya dalam setahun, mengungkapkan rapuhnya recovery ekonomi Inggris.
• Euro menguat 0.2 persen ke level 88.20 pence <EURGBP=D4>, setelah naik ke level 88.35 pada awal perdaganganya, level tertingginya sejak 10 Agustus. Dealer mencatatkan downside stop‐losses pada level 87.95 pence.
• Sterling <GBP=D4> merosot 0.3 persen dalam hariannya terhadap dollar AS ke level $1.6327, menghentikan level tertingginya pada awal harian Eropa di level $1.6397. Trader mengatakan pelemahan saham‐saham Eropa dan AS yang ikut membawa beberapa tekanan pada pound dalam dealing sore harinya<.FTEU3> <.SPX>
• Bank of England dapat bertahan dari stimulus moneter kedepannya meskipun pelemahan perekonomian dan gejolak pasar baru‐baru ini karena keseluruhan situasi kelihatan masih lebih baik daripada yang terjadi pada krisis finansial, pengambil kebijakan BoE Martin Weale mengatakannya.
• Bursa saham dunia anjlok dan dollar AS menguat terhadap yen Kamis lalu karena investor menurunkan ekspektasinya bahwa the Fed akan menunjukkan tanda‐tanda penyelamatan yang dramatik terhadap perekonomian minggu ini.
• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 1.1 persen. Indeks telah mencatatkan kenaikan kenaikan minggu pertamanya dalam lima minggu, yang telah merosot ke level terendahnya dalam 11‐bulan pada awal bulan ini.
• Bursa saham AS anjlok Kamis lalu karena investor menaikkan kepemilikan cash dari kedepannya pidato Ketua the Fed Ben Bernanke, yang mengharapkan dia akan memberikan gambaran yang jelas dari rencana the Fed untuk memperjuangkan perekonomiannya.
• Di AS, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 170.89 poin, atau 1.51 persen, untuk ditutup ke level 11,149.82. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 18.33 poin, atau 1.56 persen, ditutup level 1,159.27. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 48.06 poin, atau 1.95 persen, ke level 2,419.63.
• Dollar AS naik Kamis lalu dan saham‐saham anjlok karena investor menghindar dari risky trades ditengah spekulasi bahwa Kepala the Fed Ben Bernanke tidak akan mengisyaratkan rencana terkini untuk menstimulasi ekonominya minggu ini.
• Euro terakhir anjlok 0.3 persen ke level $1.4369 <EUR=> sementara itu sterling melemah 0.6 persen ke level $1.6282 <GBP=D4>.
• Dollar AS juga meningkat ke level 77.67 yen <JPY=>, yang naik 1 persen dan dari level terendahnya dibawah 76 yen, dan mencapai level tertinggi satu minggunya level 0.79898 Swiss francs sebelum anjlok ke level 0.7946 <CHF=EBS>.
• Harga Tresuri AS naik Kamis lalu karena berkurangnya ekspektasi dari perbaikan ekonomi dari Ketua the Fed yang membawa fokus kembali pada pelemahan outlook pertumbuhan (ekonomi) dan kekhawatiran berkenaan dengan krisis utang Eropa.
• Emas naik Kamis lalu setelah rangkaian penurunan tajam dua harinya dengan anjloknya pasar ekuitas Eropa dan AS dari pembicaraan bahwa Jerman kemungkinan memberlakukan larangan short‐selling untuk mendorong investor membeli emas sebagai safe haven. Spot emas <XAU=> meningkat 0.5 persen ke level $1,759.99 per ons pada pukul 2:32 PM EDT (1832 GMT) pada perdagangan yang choppy, sekitar $60 diatas level terendah hariannya $1,702.44, level terendahnya yang mendekati dua minggunya.
• Harga minyak mentah melejit Kamis lalu berkenaan permasalahan mengenai pengaruh badai Irene's terhadap East Coast AS yang menekan supply dan adanya pergolakan di Libya. Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Oktober <LCOc1> naik 47 sen di settled ke level $110.62 per barrel, menghentikan level tertinggi harian dan mingguannya $111.45. Pada New York Mercantile Exchange, October crude <CLc1> di settled ke level $85.30, meningkat 14 sen, menguat dari level terendah hariannya $83.01.
• Sterling merosot ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap euro Kamis lalu karena sovereign account melakukan aksi beli mata uang tunggal untuk kebutuhan akhir bulan, sementara itu pound melemah terhadap dollar AS dengan pasar saham Eropa dan AS diperdagangkan dalam area negatif.
• Pound sedikit bergerak dari pelemahan data survei CBI yang menunjukkan penjualan ritel Inggris merosot dalam fase tercepatnya dalam setahun, mengungkapkan rapuhnya recovery ekonomi Inggris.
• Euro menguat 0.2 persen ke level 88.20 pence <EURGBP=D4>, setelah naik ke level 88.35 pada awal perdaganganya, level tertingginya sejak 10 Agustus. Dealer mencatatkan downside stop‐losses pada level 87.95 pence.
• Sterling <GBP=D4> merosot 0.3 persen dalam hariannya terhadap dollar AS ke level $1.6327, menghentikan level tertingginya pada awal harian Eropa di level $1.6397. Trader mengatakan pelemahan saham‐saham Eropa dan AS yang ikut membawa beberapa tekanan pada pound dalam dealing sore harinya<.FTEU3> <.SPX>
• Bank of England dapat bertahan dari stimulus moneter kedepannya meskipun pelemahan perekonomian dan gejolak pasar baru‐baru ini karena keseluruhan situasi kelihatan masih lebih baik daripada yang terjadi pada krisis finansial, pengambil kebijakan BoE Martin Weale mengatakannya.
GOLD & COMMODITIES
• Emas berbalik menguat setelah pelemahan tajam dalam dua sesi sebelumnya, penguatan mana disokong oleh pelemahan bursa saham zona eropa dan Amerika seiring adanya kabar bahwa otoritas Jerman akan memberlakukan hukuman bagi pelaku short selling. Hingga akhir sesi New York, emas tercatat menguat 1,1% ke level 1770.59 USD per tory ounce.
• Sebelumnya, emas sempat anjlok setelah CME Group kembali menaikkan margin untuk perdagangan berjangka emas menjadi 27%, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak leih dari 2‐1/2 tahun terakhir. Ini juga tercatat sebagai kenaikan kedua dalam sebulan terakhir.
• Sementara itu platinum menguat 0,6% ke 1813.24 USD per tory ounce, dan perak naik 3,6% ke 41.06 USD per ounce.
• Berdasarkan laporan dari Morgan Stanley pada Rabu 24 Agustus lalu, bank sentral negara‐negara di dunia yang tengah mengambil posisi sebagai net buyer terhadap emas, tampaknya akan mempertahankan kepemilikan emasnya meskipun nantinya akan menghadapi situasi dimana membutuhkan untuk menaikkan uang cash untuk mengatasi eskalasi krisis hutang.
• “Membelinya lagi suatu saat nanti pasti akan ada diposisi yang sangat amat mahal”, demikian menurut Peter Richardson ‐ Morgan Stanley Australia. “Mereka lebih dalam posisi untuk menumpuk aset dalam emas daripada menggunakannya sebagai mekanisme dalam meredam tumpukan hutang”, demikian tandas Richardson.
• Richardson juga mengatakan bahwa setiap penjualan emas dalam volume yang masif, kemungkinan besar akan menjadi sasaran beli bank sentral. Hal ini didasari merosotnya kepercayaan bank‐bank sentral tersebut terhadap mata uang negara lain dan cenderung mengalihkannya kepada emas.
• Bank sentral merupakan pemegang aset emas terbesar dunia, dan bank sentral dari Thailand, Korea Selatan, Kazakhstan, Meksiko serta Rusia terus meningkatkan kepemilikannya terhadap emas dalam beberapa bulan terakhir.
• Pembelian emas oleh bank sentral tahun ini saja mencapai 192,3 metrik tons, sampai dengan semester pertama 2011, berdasarkan data dari World Gold Council.
• Bank Sentral Korea Selatan melakukan pembelian 25 ton emas dalam satu bulan antara Juni hingga Juli. Dalam pernyataan resminya setelah mengumumkan pembelian itu mengatakan "menambah kepemilikan terhadap emas membantu mengurangi resiko investasi dalam kerangka manajemen devisa".
• Perhatian pelaku pasar saat ini sepenuhnya tertuju pada pidato Chairman The Fed – Ben Bernanke dalam kesempatan simposium bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, untuk menangkap indikasi kemungkinan pemberlakuan program quantitative easing ke‐3 untuk membantu menstimulasi ekonomi Amerika.
• Meskipun belum ada kepastian mengenai hal tersebut, namun ekspektasi QE3 mulai menyusut. Beberapa surat kabar di Amerika bahkan memperkirakan tidak ada sesuai yang penting yang akan disampaikan oleh Bernanke pada kesempatan itu.
Thursday, August 25, 2011
Headline News 25.08.11
U.S. & GLOBAL
• Bursa saham AS mencatatkan kenaikan terkuat dalam dua harinya Rabu lalu karena investor berbalik untuk mengoleksi saham‐saham finansial yang telah melemah dan melepas safer assets sepeti emas dalam perdagangan yang bergejolak.
• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 143.95 poin, atau 1.29 persen, ke level 11,320.71. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 15.25 poin, atau 1.31 persen, ke level 1,177.60. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 21.63 poin, atau 0.88 persen, ke level 2,467.69.
• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa naik dalam rangkaian tiga harinya untuk ditutup menguat 1.4 persen.
• Investor memfokuskan untuk menaikkan kepemilikan cash karena ketidakpastian kedepannya dari pidato Bernanke di Jackson Hole, Wyoming,
Jumat ini.
• Dollar AS meningkat terhadap major currencies Rabu lalu, menghapus penurunan awalnya, dari kekhawatiran the Fed kemungkinan tidak menunjukkan tanda‐tanda stimulus berikutnya (QE3) terhadap perekonomian minggu ini.
• Yen merosot terhadap dollar dan euro setelah Jepang meluncurkan langkah‐langkah terkini untuk mengekang penguatan mata uangnya dan setelah Moody's menurunkan peringkat sovereign debt negara itu.
• Euro terakhir melemah 0.1 persen ke level $1.4418 <EUR=EBS>, sementara terhadap yen ‐ dollar membalikkan penurunan pada awalnya untuk diperdagangkan menguat 0.4 persen ke level 76.99 yen <JPY=EBS>.
• Harga Tresuri AS bertenor 30‐tahun melemah lebih dari 3 poin pada perdagangan sore harinya Rabu lalu, karena bursa Wall Street mengalami rally secara intensif dan mengarahkan aksi jual yang besar pada obligasi pemerintah AS.
• Emas anjlok 4 persen Rabu lalu karena peningkatan tajam pada durable goods orders AS dan ketidakpastian kedepannya dari pidato Ketua the Fed Ben Bernanke kepada central bankers yang memicu penurunan terbesar hariannya dalam 2.5 tahun. Spot emas <XAU=> merosot 4 persen untuk ditutup ke level $1,750.55 per ons.
• Harga Brent oil sedikit menguat pada perdagangan yang choppy Rabu lalu, tetapi harga crude AS tergelincir karena para trader menekankan ekspektasi dari dapat kembali terjadinya ekspor minyak Libya terhadap pelemahan yang mengejutkan pada cadangan crude di AS. Brent crude <LCOc1> di settled menguat 84 sen ke level $110.15 per barrel, setelah sempat mencapai level $111.00. Crude AS <CLc1> ditutup ke level $85.16, merosot 28 sen dalam hariannya, yang pada awalnya sempat menanjak ke level tertingginya $86.59.
• Sterling melemah terhadap dollar AS Rabu lalu, dipicu oleh stop loss orders karena anjlok dibawah level utamanya $1.65, dengan membaik dari ekspektasinya data durable goods orders AS yang mendorong investor untuk mengurangi posisi beli pada mata uang Inggris.
• Pelaku pasar mengatakan sterling akan berjuang untuk menemukan arah yang jelas dari pidato kepala the Fed Ben Bernanke di Jackson Hole, Wyoming Jumat ini. Beberapa investor berspekulasi kemungkinan dia menggunakan pidatonya untuk menandai stimulus moneter/QE3 kedepannya untuk mendorong perekonomian AS.
• Pound merosot 0.5 persen ke level $1.6411 <GBP=D4>, melewati stop disekitar level $1.6430, dengan trader mengutip pembicaraan aksi jual besar‐besaran sterling pada pukul 1215 GMT European Central Bank fix.
• Euro meningkat 0.5 persen ke level 88.00 pence <EURGBP=D4>, didorong oleh aksi beli dari model funds yang diatas level 87.50 pence, ungkap trader. Menguat diatas resistance yang berada disekitar level 100‐day moving average level 88.15 dan 55‐day moving average dilevel 88.21.
• Perbankan harus melaporkan data minimum yang ditetapkan pada perdagangan derivatif akhir tahun depan untuk membantu para regulator memonitor stabilitas finansial dan pelanggaran‐pelanggarannya, rencana rancangan dari pengawas pasar dan bank sentral yang diungkapkan Rabu lalu.
GOLD & COMMODITIES
• Emas anjlok tajam dalam penurunan harian terbesar sejak Desember 2008 silam ditingkahi naiknya kurs dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya seiring menguatnya ekspektasi bahwa Bernanke akhir pekan ini belum akan memastikan QE3.
• Koreksi tajam sebesar 4,3% ini menyebabkan emas ditutup melemah pada posisi 1750.55 USD per troy ounce seiring maraknya aksi ambil untung pelaku pasar dimana investor cenderung untuk menyiapkan dana menjelang ketidakpastian akan pemberlakuan QE3 oleh The Fed. Sebagai catatan, emas telah menguat 400 USD sejak Juli lalu.
• Tekanan pada emas berlanjut setelah rilis data durable goods orders Amerika untuk Juli naik 4%, jauh mengungguli ekspektasi ekonom 2,4%, yang kemudian mendukung minat investor pada aset beresiko.
• Analis mengingatkan koreksi tajam emas dapat berlanjut, terutama jika pada Jumat akhir pekan ini The Fed belum memastikan akan pemberlakuan program quantitative easing ke‐3.
• Namun demikian, menurut Morgan Stanley, bank sentral negara‐negara di dunia yang tengah mengambil posisi sebagai net buyer terhadap emas, tampaknya akan mempertahankan kepemilikan emasnya meskipun nantinya akan menghadapi situasi dimana membutuhkan untuk menaikkan uang cash untuk mengatasi eskalasi krisis hutang.
• “Membelinya lagi suatu saat nanti pasti akan ada diposisi yang sangat amat mahal”, demikian menurut Peter Richardson ‐ Morgan Stanley Australia.
“Mereka lebih dalam posisi untuk menumpuk aset dalam emas daripada menggunakannya sebagai mekanisme dalam meredam tumpukan hutang”, demikian tandas Richardson.
• Bank sentral merupakan pemegang aset emas terbesar dunia, dan bank sentral dari Thailand, Korea Selatan, Kazakhstan, Meksiko serta Rusia terus meningkatkan kepemilikannya terhadap emas dalam beberapa bulan terakhir.
• Pembelian emas oleh bank sentral tahun ini saja mencapai 192,3 metrik tons, sampai dengan semester pertama 2011, berdasarkan data dari World Gold Council.
• Bank Sentral Korea Selatan melakukan pembelian 25 ton emas dalam satu bulan antara Juni hingga Juli. Dalam pernyataan resminya setelah mengumumkan pembelian itu mengatakan "menambah kepemilikan terhadap emas membantu mengurangi resiko investasi dalam kerangka manajemen
devisa".
Subscribe to:
Posts (Atom)





