title cover

title cover

Friday, December 9, 2011

Headline News 09.12.11


US & GLOBAL 


• Investor kembali melakukan aksi jual terhadap saham‐saham, komoditas dan juga euro seiring menurunnya harapan bahwa pemimpin Uni‐Eropa akan dapat menghasilkan langkah maju penanganan krisis hutang. Kekecewaan pelaku pasar antara lain dimulai dari absennya langkah drastis dari ECB guna mendukung penanganan krisis keuangan. Optimisme juga semakin menyurut setelah Jerman dikabarkan menolak proposal penguatan dana talangan Uni‐Eropa.   


• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup melemah 198.67 poin atau 1.63% ke 11,997.70 dan S&P500 <.SPX> anjlok 26.66 poin atau 2.11% ke 1,234.35, sementara Nasdaq   <.IXIC> turun 52.83 poin atau 1.99% ke 2,596.38. Sementara itu indeks bursa saham global yang terangkum dalam The MSCI All‐Country World Index <.MIWD00000PUS> tercatat melemah 1,8%, sedangkan the FTSEurofirst 300 <.FTEU3> mencatat penutupan terendah dalam 1‐pekan terakhir setelah melemah 1,5%.  


• Euro sempat anjlok ke session low 1.3288 terhadap dolar AS, level terendah sejak 30 November silam, sebelum ditutup melemah 0,5% ke 1.3343. Euro juga mencatat penurunan ke level terendah sejak 1‐bulan terakhir terhadap sterling ke 0.8493.  


• Presiden ECB Mario Draghi juga mengumumkan langkah dukungan likuiditas untuk perbankan eropa, dengan menawarkan pendanaan biaya lebih murah dan jaminan lebih mudah dalam jangka 3‐tahun kedepan. Dalam sidang bulanannya, ECB memutuskan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1%. Namun pelaku pasar mengharapkan ECB akan melakukan upaya lebih dramatis dalam membantu penanganan krisis hutang Uni‐Eropa.  


• Draghi juga membantah spekulasi yang selama ini berkembang bahwa ECB akan memberikan pinjaman kepada IMF untuk membantu negara‐negara yang terkena krisis keuangan di eropa. Draghi mengatakan peminjaman dana ke IMF akan melanggar traktat Uni‐Eropa. Sementara itu pengawas perbankan eropa mengatakan bahwa perbankan di kawasan tersebut harus meningkatkan modal lebih besar dari perkiraan sebelumnya untuk dapat menanggulangi badai krisis keuangan yang masih berlanjut.  


• Para pemimpin Jerman dan Perancis mengadakan pertemuan di Marseilles Perancis menjelang KTT Uni‐Eropa, dalam upaya saling melobi guna perubahan traktat Uni‐Eropa untuk memperketat aturan tentang anggaran negara kawasan. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa pihaknya percaya para pemimpin Uni‐Eropa akan menghasilkan solusi dalam rangka penanganan krisis pada KTT pekan ini.   


• Emas merosot tajam, membukukan performa harian terburuk sejak 3‐pekan terakhir, terdesak kekecewaan pelaku pasar terhadap ECB yang ternyata tidak melakukan upaya tambahan guna menanggulangi krisis hutang Uni‐Eropa. Harga spot emas anjlok 1,9% ke 1707.94 USD per troy ounce. Sedangkan itu perak tercatat melemah 2,9% ke 31.55 USD per ounce.  


• Sementara itu harga minyak juga melemah seiring berlanjutnya ketidakpastian penanganan krisis Uni‐Eropa, dimana minyak jenis U.S. crude oil <CLc1> melemah 2.15 USD atau 2,14% ke 98.34 USD per barel.  


EURO ZONE 


• Euro anjlok Kamis lalu karena ECB menekan harapan mengenai eskalasi pembelian obligasi yang dapat membawa batasan pada beban yields obligasi negara yang naik, serta karena pinjaman IMF untuk mencegah krisis dari penyebaran kepada tingkat kesehatan (ekonomi) regional.   


• Euro melemah ke level terendah hariannya $1.32890 <EUR=EBS>, level terendahnya yang lebih dari seminggu, dan terakhir berada pada level $1.33230, anjlok 0.7 persen dalam hariannya.   


• European Central Bank memangkas tingkat suku bunga seperempat poin Kamis lalu untuk menghambat ancaman kembar pada resesi dan deflasi dalam zona euro, dan ekspektasi untuk memperkenalkan langkah terkini dalam membantu bank‐bank yang terpukul oleh krisis utang.   


• Meluasnya ekspektasi pemangkasan tingkat bunga, mendorong pada level terendahnya 1 persen, datang beberapa jam sebelum perhelatan besar summit Uni Eropa yang akan bertujuan untuk menyetujui rencana meredakan krisis, dengan Perancis dan Jerman mendorong pada perubahan peraturan untuk memperketat disiplin bujet pada blok tersebut.   


• Zona euro dapatmenghadapi makin mendalamnya resesi tahun depan jika European Central Bank tidak mengintervensi lebih tegas pada pasar tetapi tindakan yang kuat akan dibutuhkan dari EU summit minggu ini untuk membolehkannya melakukan hal tersebut, kepala ekonom pada S&P Europe mengatakannya.   


• Fitch Ratings mengatakan Kamis lalu paket austerity senilai 30 milyar euro yang diluncurkan oleh Perdana menteri Mario Monti untuk mengurangi tekanan jangka pendek pada peringkat kredit Italia dari kenaikan rencana kredibilitas pemerintah untuk menyeimbangkan bujet tahun 2013.

Thursday, December 8, 2011

Headline News 08.12.11


US & GLOBAL 


• Bursa saham Amerika ditutup menguat pada sesi Rabu 07 Desember, sementara itu euro ditutup menguat tipis terhadap dolar AS seiring masih adanya harapan bahwa European Summit akan dapat mengatasi krisis hutang Uni‐Eropa. Namun demikian harga obligasi Amerika menguat seiring mulai merebaknya pesimisme tentang hasil dari European Summit tersebut, yang kemudian mendorong minat beli terhadap aset safe haven. Harga obligasi pemerintah Amerika untuk tenor 10‐tahun menguat 16/32, dengan imbal hasil yang berkisar diantara 2.0296%.  


• Euro sempat melemah baik terhadap dolar AS maupun sterling menyusul masih berkembangnya kekhawatiran akan kemungkinan pemangkasan peringkat kredit pada Jerman dan Perancis dalam jangka 90‐hari kedepan. Hingga akhir sesi New York euro tercatat menguat tipis di 1.3410.


• Perdagangan di bursa saham Amerika diwarnai volatilitas tinggi sejak awal hingga akhir sesi, terpengaruh oleh rendahnya volume perdagangan yang kemudian berdampak pada meningkatnya pergerakan pasar. Indeks S&P 500 sempat anjlok hingga 1% sebelum akhirnya berhasil menguat
separuh dari pelemahan sebelumnya dalam beberapa menit saja.  


• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 46.24 poin atau 0.38% ke 12,196.37, indeks S&P500 <.SPX> juga menguat 2.54 poin atau 0.20% ke 1,261.01, namun   Nasdaq <.IXIC> ditutup melemah 0.35 poin atau 0.01% ke 2,649.21. Sejak mencapai penutupan terendah pada 25 November silam, S&P500 telah membukukan penguatan hingga 9% sampai dengan sesi Rabu 07 Desember ditunjang oleh  harapan penanganan krisis Uni‐Eropa.


• Ekspektasi akan hasil positif pertemuan akhir pekan ini semakin meningkat, investor berharap pertemuan tersebut akan menahan pemangkasan peringkat hutang negara‐negara Uni‐Eropa oleh S&P. Salah satu pejabat Perancis menyatakan bahwa pemimpin Perancis dan Jerman tidak akan meninggalkan pertemuan tersebut sampai dengan kesepakatan yang tegas telah tercapai. Namun sebaliknya, salah satu pejabat Jerman menurunkan optimisme pelaku pasar setelah menyatakan bahwa pemerintah Berlin mulai pesimis akan hasil dari pertemuan tersebut nantinya.


• Sementara itu komoditas diperdagangkan melemah, mengikuti penurunan minat investor terhadap aset beresiko dimana harga minyak, logam dan beras melemah secara luas. Minyak jenis Brent Crude <LCOc1> turun lebih dari 1 USD ke 110 USD per barel tertekan bergulirnya krisis hutang kawasan Uni‐Eropa dan menguatnya cadangan minyak Amerika. Harga tembaga di London Metal Exchange <CMCU3> ditutup melemah 15 USD ke 7,820 per ton.  


• Sedangkan emas ditutup menguat dalam sesi perdagangan dengan volume yang tipis, menghasilkan sesi yang cukup volatile. Investor masih mengamati berbagai kemungkinan yang mungkin timbul dari hasil sidang ECB pada sesi Kamis 08 Desember ini dan European Summit akhir pekan nanti. Harga spot emas ditutup menguat 0,7% ke 1740.50 USD per troy ounce.  


EURO ZONE 


• Euro anjlok terhadap dollar Rabu lalu, menghapus kenaikannya karena komentar dari pejabat senior Jerman yang meredam optimisme pada awalnya dari para pemimpin Eropa yang akan mengambil langkah menentukan untuk menghadapi krisis utang pada summit ini.    


• Euro <EUR=> melemah ke level terendah hariannya $1.3349, dipicu oleh laporan stop‐loss orders dibawah level $1.3400, dan terakhir diperdagangkan pada level $1.3360, anjlok 0.3 persen dalam hariannya.    


• Perbankan mengambil lebih dari $50 milyar dari European Central Bank Rabu lalu dalam penawaran pertamanya sejak memangkas biaya dari borrowing dollars, suatu pertanda bahwa beberapa bank zona euro mempunyai permasalahan dalam mendapatkan pendanaan dollar AS karena makin intensifnya krisis utang.


• Lembaga pemeringkat Standard & Poor's mengancam pada minggu ini untuk melemahkan sovereign debt zona euro yang tidak merusak permintaan obligasi pemerintah Jerman, kepala federal debt management agency mengatakan pada Reuters Rabu lalu setelah lelang terakhirnya.  


• "The position of the Bund issuer has not been harmed by the current debate," kepala German Finance Agency Carl Heinz Daube mengatakan pada wawancara telepon, yang menanyakan mengenai pengaruh berita bahwa S&P telah menempatkan utang pada 15 negara zona euro, termasuk Jerman, pada pemantauan kredit yang negatif.   


• Pemerintah koalisi Yunani Rabu lalu meloloskan bujet austerity 2012 yang bertujuan pada penyusutan utangnya yang menggunung dengan kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan, beberapa jam setelah para pemrotes bentrok dengan polisi diluar parlemen.   


• Tiga partai besar yang mendukung teknokrat Perdana menteri Lucas Papademos terpilih secara dominan pada perencanaan bujet, suatu paket dari langkah‐langkah yang tidak populer yang dibutuhkan untuk memangkas defisit dan menunjukkan peminjam luar negeri yang menyortir keuangannya.  

Wednesday, December 7, 2011

20 Negara Kolektor Emas Terbesar Dunia



Banyak negara kini giat mengoleksi logam mulia sebagai instrumen cadangan devisa favorit. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, proteksi terhadap nilai aset terus digalakkan oleh bank sentral. Apalagi kurs mata uang utama seperti dollar dan euro makin fluktuatif.
Di bawah ini adalah 20 negara kolektor emas terbesar dunia per kuartal III 2011. Meski India digadang sebagai konsumen nomor satu dunia, cadangan devisa emasnya hanya kurang dari 9%. Sementara volume Reserve China, yang di-plot sebagai negara pembeli terbesar ke-dua, bahkan hanya 1,6% dari seluruh nilai cadangan devisanya. Dari situ, bisa disimpulkan bahwa kebijakan moneter suatu negara tidak selalu sejalan dengan karakteristik ekonomi dan investasi warganya. Adapun Dana Moneter Internasional (IMF) tercatat sebagai institusi non-negara yang mengumpulkan aset emas sangat besar. Hal ini cukup lumrah mengingat perannya sebagai lembaga asistensi dana global. Patut diingat bahwa kebijakan devisa bank sentral menjadi salah satu pertimbangan investor untuk mengoleksi aset gold. Langkah bank sentral lazim diduplikasi oleh pemodal retail untuk memasukkan lebih banyak emas pada portofolionya.

20. Austria
Gold reserves: 280 ton
Rasio: 55.4% dari total devisa
19. Spanyol
Gold reserves: 281.6 ton
Rasio: 40.7% dari total devisa
18. Libanon
Gold reserves: 286.8 ton
Rasio: 29.6% dari total devisa
17. Inggris
Gold reserves: 310.3 ton
Rasio: 16.5% dari total devisa
16. Saudi Arabia
Gold reserves: 322.9 ton
Rasio: 3.3% dari total devisa
15. Venezuela
Gold reserves: 365.8 ton
Rasio: 64.8% dari total devisa
14. Portugal
Gold reserves: 382.5 ton
Rasio: 84.8% dari total devisa
13. Taiwan
Gold reserves: 423.6 ton
Rasio: 5% dari total devisa
12. European Central Bank
Gold reserves: 502.1 ton
Rasio: 31.3% dari total devisa
11. India
Gold reserves: 557.7 ton
Rasio: 8.7% dari total devisa
10. Belanda
Gold reserves: 612.5 ton
Rasio: 59.4% dari total devisa
9. Jepang
Gold reserves: 765.2 ton
Rasio: 3.3% dari total devisa
8. Rusia
Gold reserves: 830.5 ton
Rasio: 7.8% dari total devisa
7. Swiss
Gold reserves: 1,040.1 ton
Rasio: 17.6% dari total devisa
6. China
Gold reserves: 1,054.1 ton
Rasio: 1.6% dari total devisa
5. Prancis
Gold reserves: 2,435.4 ton
Rasio: 66.1% dari total devisa
4. Italia
Gold reserves: 2,451.8 ton
Rasio: 71.4% dari total devisa
3. Dana Moneter Internasional (IMF) 
Gold reserves 2,814.0 ton
Rasio: -
2. Jerman
Gold reserves: 3,401.0 ton
Rasio: 71.7% dari total devisa
1. Amerika Serikat
Gold reserves: 8133.5 ton
Rasio: 74.7% dari total devisa


Harga komoditi emas konsisten melonjak sepanjang tahun. Tidak pernah ada momentum negatif yang dapat mengikis valuasi logam mulia ini. Kinerja apiknya diproyeksikan berlanjut hingga tahun depan, atau bahkan sampai beberapa dekade mendatang. Wajar kalau emas layak dipandang sebagai aset yang 'tidak ada matinya'.
Iklim perekonomian global terbaru sangat mendukung kenaikan harga emas di masa depan. Sepanjang tahun ini saja, investor emas mampu meraup imbal hasil antara 18-19%. Padahal situasi sangat tidak kondusif untuk berinvestasi, terutama pada aset berbasis komoditi. Ditambah level harga yang sudah konsisten menanjak hingga ke level fantastis.
Kebutuhan pemodal akan safe haven memungkinkan emas naik lebih tinggi di tahun 2012. Beberapa faktor sangat mendukung dan minim sekali sentimen yang berpotensi menjadi kendala bagi pergerakan harga. Berikut ini adalah beberapa alasan fundamental yang dapat memperjelas kilau emas di tahun 2012:
1. Krisis Eropa
Sudah terlalu banyak kecemasan mengenai krisis hutang kawasan. Sejauh ini, otoritas Eropa belum mempunyai formula ampuh untuk mengatasinya. Seandainya pada serial pertemuan tingkat tinggi bulan ini ditemukan cara efektif penanganan hutang, efeknya dijamin baru terlihat dalam waktu lama. "Krisis baru bisa dipecahkan dalam jangka panjang dan memerlukan kerjasama seluruh anggota Uni Eropa," tegas Kanselir Jerman, Angela Merkel, pekan lalu. Sebagai acuan, Yunani saat ini memiliki hutang 325 miliar euro. Negara ini harus meminta bailout guna memenuhi kewajiban bayarnya kepada investor. Pada 2010 silam, rasio hutang terhadap GDP negara ini tercatat sebesar 143%. Pengamat memperkirakan rasio beban melonjak jadi 150%, atau bahkan mencapai 170% pada tahun 2013. Bailout memang meringankan beban Athena untuk dua tahun ke depan. Namun di sisi lain, pemerintah justru tengah menggali lubang baru yang lebih besar. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa Yunani bisa memperbaiki kinerja neracanya pada 2013 mendatang. Meski jika nantinya program pemangkasan mampu mengembalikan uang negara dari sektor pajak, penurunan rasio hutang dipastikan memakan waktu ekstra lama. Demikian pula dengan pemberlakuan aturan fiskal bersama yang dicanangkan oleh Jerman dan Prancis. Stabilitas fiskal dan moneter baru bisa berjalan efektif setidaknya tahun depan. Patut diingat bahwa masih banyak negara masih terjebak oleh defisit dan hutang besar seperti Irlandia, Portugal, Spanyol dan entah berapa banyak negara lagi di luar sana menghadapi isu serupa. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kondisi ekonomi dunia belum akan berubah menjadi kondusif dalam waktu singkat.
2. Permintaan untuk Pasar Perhiasan Makin Tinggi
Lebih dari 50% penggunaan emas berada pada industri perhiasan. Mayoritas permintaan datang dari negara berkembang dengan populasi besar seperti India, China dan negara Timur Tengah. meski krisis Eropa mengikis aktifitas ekonomi global, tapi jumlah kekayaan banyak warga dunia justru terus tumbuh. Pembelian emas dalam jumlah besar oleh investor individu diyakini terus meroket. Belum dihitung dengan permintaan emas pada musim hari raya di wilayah Asia. Tren untuk mengoleksi emas fisik tetap eksis sebagai antisipasi terhadap tekanan inflasi.
3. Kepemilikan Lembaga Keuangan yang Masih Rendah
Perusahaan investasi mempunyai portofolio masif pada aset-aset berisiko. Namun kebanyakan dari mereka tidak terlalu banyak menyimpan aset emas dalam brankasnya. Dalam satu tahun terakhir, mulai ada kepentingan untuk hedging dari perusahaan-perusahaan keuangan guna melindungi nilai aset. Hal itu membuat permintaan logam mulia dari institusi permodalan kian meningkat seiring waktu. Catatan terbaru menunjukkan bahwa rasio kepemilikan aset emas dari perusahaan investasi besar baru 1,5% dari total aset global. Porsi simpanan utama masih dikuasai oleh saham, aset pendapatan tetap (seperti surat hutang), ekuitas swasta dan real estat. Di masa depan, perusahaan finansial diyakini lebih banyak berburu emas sebagai saran diversifikasi aset.
3. Aksi Borong Bank Sentral Dunia
Jika sebelum tahun 2010, bank sentral dunia dikenal sebagai net sellers emas terbesar, maka kini situasinya berubah. Sejak 2011, otoritas moneter giat mengoleksi emas dalam jumlah besar. Untuk tahun ini saja, tingkat pembelian sudah naik sekitar 160% dibanding tahun 2010 lalu. Kazakhstan, Meksiko, Rusia dan Korea Selatan mulai merambah pasar untuk berburu emas seraya mengurangi simpanan dollarnya.

5. Persediaan Emas yang Makin Minim
Jangan lupakan teori dasar persediaan versus permintaan yang melekat pada komoditi. Lonjakan harga memang merangsang produsen untuk menggali lebih dalam. Namun fakta menunjukkan bahwa tingkat kandungan emas sudah berada pada titik terendah dalam sejarah. Membutuhkan 5 hingga 7 tahun bagi sebuah tambang untuk kembali memproduksi emas secara komersial. Apalagi biaya penambangan makin tinggi pada berbagai komponen, seperti tenaga kerja, energi dan konservasi lingkungan. Artinya, hanya ada tambahan emas 1,5% untuk diperdagangkan online setiap tahun.
Demikian gambaran fundamental singkat tentang proyeksi harga emas tahun depan. Masih banyak faktor fundamental lain yang bisa mempengaruhi kinerja harga, mulai dari tingkat volatilitas safe haven, situasi politik dan plafon hutang di AS hingga ancaman inflasi global. Terlepas dari seluruh kemungkinan yang bisa terjadi, mustahil rasanya untuk tidak berharap pada kenaikan harga lebih lanjut.




Headline News 07.12.11




US & GLOBAL 


• Bursa saham Wall Street ditutup menguat, sementara itu euro berakhir stagnan seiring harapan bahwa para pemimpin Uni‐Eropa tengah bekerja keras untuk mencapai kesepakatan dalam penanganan krisis hutang kawasan tersebut pasca ancaman pemangkasan peringkat hutang oleh S&P. Optimisme pelaku pasar meningkat setelah the Financial Times melaporkan bahwa para pemimpin Uni‐Eropa akan membahas penguatan dana talangan kawasan pada European Summit akhir pekan ini.


• Namun demikian, optimisme tersebut masih cukup rentan terutama dengan adanya laporan bahwa saat ini keengganan untuk saling memberikan pinjaman di antara perbankan mulai meningkat. Konsekuensi dari pemangkasan peringkat hutang adalah, akan dibutuhkan dana ekstra untuk menjual obligasi dari negara yang peringkatnya terpangkas, menaikkan besaran borrowing cost. Kondisi tersebut juga akan meningkatkan keengganan perbankan untuk saling meminjamkan dana dalam jangka pendek, yang akan berujung pada merosotnya likuiditas di pasar keuangan.  


• Euro ditutup stagnan pada kisaran 1.3398. Pelaku pasar saat ini sangat sensitif dengan perkembangan yang berkaitan dengan krisisi hutang Uni‐Eropa, isu‐isu tersebut yang belakangan ini menjadi pemicu pergerakan di pasar keuangan global.  


• Indeks bursa saham global yang terangkum dalam the MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> ditutup melemah 0.58%. Sementara itu indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 52.30 poin atau 0.43% ke 12,150.13, indeks S&P500 <.SPX> ditutup menguat 1.39 poin atau 0.11% ke 1,258.47, sedangkan Nasdaq <.IXIC> tercatat melemah 6.20 poin atau 0.23% ke 2,649.56.  


• Menteri Keuangan Amerika  ‐  Timothy Geithner, saat ini berada di Jerman untuk menjalin pertemuan dengan beberapa petinggi Uni‐Eropa menjelang European Summit akhir pekan nanti. Geithner menyatakan ECB memegang peranan penting dalam penanganan krisis hutang Uni‐Eropa, namun membantah anggapan bahwa The Fed akan meningkatkan pinjaman ke IMF untuk membantu krisis Uni‐Eropa.


• Harga minyak menguat ditengah sesi perdagangan dengan volume yang tipis, investor saat ini mengalihkan perhatiannya ke prospek penanganan krisis
hutang Uni‐Eropa pada European Summit akhir pekan ini. Harga minyak jenis ICE January Brent crude <LCOc1> ditutup menguat 1 USD ke 110.81 USD per barrel, sedangkan minyak jenis U.S. crude untuk pengiriman Januari <CLc1> ditutup menguat 29 cents ke 101.28 USD per barel. Emas menguat di akhir sesi perdagangan Amerika, membalikkan pelemahan pada awal sesi setelah para investor melakukan pembenahan posisi pasca pelemahan tajam dalam beberapa sesi terakhir. Kinerja emas juga terbantu oleh menguatnya bursa saham Amerika yang berakhir positif hingga akhir sesi. Harga spot emas tercatat menguat 0,3% ke 1727.30 USD per troy ounce.  


EURO ZONE 


• Euro merosot terhadap dollar dalam rangkaian tiga harinya Selasa lalu, menekan kenaikan awalnya, karena investor masih memfokuskan pada Standard & Poor's yang memperingatkan pada penurunan peringkat zona euro.  


• Euro <EUR=> turun 0.2 persen ke level $1.3378 pada awal perdagangan pagi hari di New York, dengan level terendah hariannya $1.3332, menurut data Reuters.  


• Telah menyentuh level tertingginya $1.3427 setelah industrial orders Jerman pada Oktober mencatatkan penguatannya sejak Maret 2010.


• Pembelanjaan rumah tangga dan ekspor menjaga perekonomian zona euro tetap hidup pada kuartal ketiga, Uni Eropa mengatakannya Selasa lalu, tetapi menekan confidence terhadap resesi dan kemungkinan yang memberikan alasan European Central Bank memangkas tingkat suku bunga berikutnya.    


• Pertumbuhan dari 17 negara yang terbagi dalam euro hanya 0.2 persen pada Juli hingga September, sama dengan kuartal kedua, European Union's Statistics Office Eurostat mengatakannya dalam pemantauan kedua dari data yang dirilis pada 15 Nov.   


• Suatu ancaman dari Standard & Poors untuk memangkas peringkat kredit diantara zona euro telah menyuarakan suatu dentuman keras, yang mana dapat membantu Nicolas Sarkozy dan Angela Merkel memaksa perubahan untuk perjanjian Uni Eropa pada summit minggu ini.   


• Presiden Perancis dan Kanselir Jerman menentukan perubahan peraturan Eropa untuk menerapkan denda/pinalti pada negara yang melebihi target defisit, bertujuan untuk menjaga confidence pasar dan mencegah krisis utang diluar dari pengawasan.   


• European Central Bank kemungkinan memangkas tingkat suku bunga Kamis ini dan menawarkan operasi ultra‐long liquidity untuk mendukung perbankan, sementara itu membiarkan kedepannya penilaian untuk memerangi krisis utang Eropa jika pemerintah menyetujui reformasi fiskal.    


• Sebuah survei Reuters dari 73 analis menunjukkan 60‐persen kesempatan ECB akan memangkas tingkat suku bunga hingga 25 basis poin yang mencatatkan level terendahnya 1.0 persen – suatu dasar yang sebelumnya dicapai selama krisis keuangan tahun 2009. Telah dipangkas sejumlah yang sama pada November.  


• Industrial orders Jerman mencatatkan kenaikan penguatan pada Oktober sejak Maret 2010 – lebih dari dua kali lipat tingginya perkiraan – dari menguatnya permintaan luar negeri pada barang‐barang modal, yang tidak diekspektasi menguat pada perekonomian terbesar di Eropa tersebut.   


• Pemerintah Perancis mengatakan akan mengambil peringatan serius dari Standard & Poor's yang memangkas peringkat kredit AAA menjadi dibawah dua poin tetapi tidak melihat dibutuhkannya kedepan pemangkasan bujet atau ekspektasi kesulitan untuk mengeluarkan debt tahun depan.

Tuesday, December 6, 2011

Headline News 06.12.11




US & GLOBAL 


• Bursa saham global menguat ditunjang oleh harapan bahwa pemimpin‐pemimpin Uni‐Eropa tengah bekerja keras untuk membangun solusi bersama dalam rangka penanganan krisis hutang kawasan tersebut. Meskipun peringatan akan adanya kemungkinan pemangkasan peringkat kredit dari Standard
& Poor’s pada menjelang akhir sesi penutupan mengikis penguatan pada sesi awal. Laporan tersebut kemudian menekan kinerja euro setelah S&P menyatakan kemungkinan dapat memangkas peringkat kredit dari 15 negara anggota Uni‐Eropa.


• Sementara itu S&P juga menempatkan negara sekaliber Jerman dan Perancis dalam credit watch negative – sebuah langkah yang menguatkan sinyal akan kemungkinan pemangkasan peringkat kedua negara tersebut dalam jangka paling tidak 3 bulan kedepan. Euro melemah 0,1% ke 1.3385 pasca laporan
tersebut.  


• Laporan dari S&P tersebut menutupi optimisme pelaku pasar pasca disetujuinya master plan penerapan budget discipline oleh Jerman dan Perancis menjelang European Summit Jumat, 09 Desember mendatang. Dalam prosposal tersebut Presiden Perancis – Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman ‐ Angela Merkel menekankan pentingnya diberikan pinalti bagi pemerintah negara Uni‐Eropa yang gagal mengontrol besaran defisit anggarannya.  


• Penguatan bursa saham Wall Street terkikis berita dari S&P tersebut, setelah sebelumnya sempat menguat hingga 1%. Indeks bursa saham global yang terangkum dalam MSCI <.MIWD00000PUS> juga ditutup menguat 0,8%, setelah sebelumnya naik lebih tajam. Sementara itu indeks Dow Jones <.DJI> naik
78.41 poin atau 0.65% ke 12,097.83, indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 12.80 poin atau 1.03% ke 1,257.08 dan Nasdaq <.IXIC> menguat 28.83 poin atau 1.10% ke 2,655.76.    


• Saat ini terlihat bahwa mulai timbul optimisme pada sinyal kemajuan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Investor berharap ECB akan menggulirkan dana besar untuk membeli obligasi negara‐negara Uni‐Eropa guna menanggulangi berkembangnya krisis keuangan. Pemangkasan anggaran yang cukup besar dari Italia juga turut meredam kekhawatiran investor serta menekan imbal hasil obligasi Italia turun dibawah level 7%.  


• Perdana Menteri Italia Mario Monti menyampaikan paket pemangkasan anggaran senilai 30 miliar euro kepada parlemen Italia sembari menekankan bahwa jika tidak diterapkan maka Italia beresiko akan terpuruk seperti Yunani. Obligasi pemerintah Italia bertenor 10‐tahun <IT10YT=TWEB> turun 72
basis poin ke 6.03% ‐‐ atau merupakan level terendah sejak sebulan terakhir.  


• Namun demikian data ekonomi yang dirilis pada awal pekan ini semakin mengetengahkan kegentingan kondisi ekonomi dunia. Data memperlihatkan bahwa jajak pendapat yang dilansir oleh para Purchasing manager untuk periode November memperlihatkan bahwa negara‐negara di kawasan Uni‐Eropa
akan mengalami kontraksi lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Sementara itu aktifitas sektor jasa di Cina juga turun ke level terendah sejak 3‐bulan terakhir.  


• Emas anjlok dalam sesi perdagangan dengan volume yang sangat tipis, membukukan penurunan harian terbesar sejak 2‐pekan terakhir seiring potensi pemangkasan peringkat kredit beberapa negara Uni‐Eropa, yang kemudian mendukung maraknya aksi technical sell‐off. Harga spot emas ditutup melemah 1,3% ke 1723.90 USD per troy ounce. 


EURO ZONE 


• Euro naik Senin lalu, didorong oleh perjanjian yang meluas antara Perancis dan Jerman untuk pengawasan ketat pada bujet zona euro, meskipun kenaikan dapat terbatas jika summit berikutnya pada minggu ini mengecewakan ekspektasi pasar.   


• Perjanjian antara Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan sanksi otomastis dalam kejadian anggota‐anggota (negara) yang defisit fiskal anjlok dibawah 3 persen pada gross domestic product. Perjanjian akan menjadi satu proposal untuk didiskusikan pada European
Union summit dalam minggu ini.   


• Pada perdagangan terakhir pagi waktu setempat di New York, euro <EUR=EBS> naik 0.5 persen terhadap dollar AS ke level $1.34740, bertahan diatas level terendahnya minggu lalu disekitar level $1.32300 yang terjadi 28 Nov. dan 25 Nov. level terendahnya $1.32125. Euro mencapai level tertingginya $1.34869
pada berita perjanjian Franco‐German, dengan stop loss orders berada disekitar level $1.35000.    


• Confidence bahwa para pemimpin Eropa akan muncul dengan rencana yang layak untuk membawa wilayah keluar dari krisis utang pada summit minggu ini yang mendorong saham‐saham dunia dan mendorong harga pada obligasi yang bermasalah dalam zona euro Senin lalu.   


• Suasana yang positif di Eropa ditambah dari dukungan minggu lalu pada data jobs AS dengan stock index futures mencatatkan pembukaan menguat dari saham‐saham pada Wall Street.   


• Italia akan runtuh tanpa paket penghematan pemerintah yang ketat, Perdana Menteri Mario Monti mengatakannya Senin lalu, mengatakan negaranya menghadapi resiko seperti bentuk darurat Yunani.    


• Beberapa anggota Uni Eropa memaksa Jerman untuk menurunkan permintaannya dalam perjanjian Uni Eropa, yang berdebat bahwa integrasi fiskal yang mendalam pada zona euro dapat dicapai tanpa merombak hukum dasar Uni Eropa, sumber Uni Eropa mengatakannya.   


• Jerman telah menekan sejak awal September untuk mengubah perjanjian Uni Eropa, menjaga bahwa hanya cara untuk memaksa besarnya disiplin pengetatan bujet diantara 17 negara zona euro untuk menerapkan aturan‐aturan yang ketat pada hukum.

Wednesday, November 30, 2011

Headline News 30.11.11


US & GLOBAL 


• Bursa saham global beserta euro menguat pada sesi Selasa 29 November ditopang oleh ekspansi data consumer confidence Amerika. Turut menopang sentimen investor adalah keberhasilan lelang obligasi Italia meskipun dengan bunga yang sangat tinggi. Namun demikian, penguatan tersebut sedikit
tertahan setelah menteri‐menteri Uni‐Eropa dikabarkan tengah berjuang untuk menaikkan dana penyelamatan kawasan dengan kemungkinan akan meminta bantuan dari IMF.  


• Euro menguat terhadap dollar seiring berkembangnya spekulasi bahwa ECB akan meminjamkan dana 
kepada IMF yang dapat digunakan sebagai bantuan terhadap Italia guna menanggulangi krisis keuangan. Hingga akhir sesi New York, euro tercatat menguat 0.2% ke 1.3328.  


• Bursa saham eropa ditutup menguat dalam 3‐sesi beruntun dengan volume perdagangan yang cukup tipis. Penguatan mana ditunjang oleh ekspektasi akan kemajuan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Indeks  bursa saham eropa FTSEurofirst 300 <.FTEU3> ditutup menguat 0.75% ke 947.89 poin.  


• Italia dalam lelang obligasinya memberikan imbal hasil cukup tinggi yaitu 7.89%, jauh melebihi imbal hasil yang mereka berikan pada lelang obligasi periode Oktober yang hanya 4.93%. Imbal hasil tersebut saat ini mengungguli level imbal hasil Yunani, Irlandia dan Portugal yang kesemuanya terpaksa
meminta bantuan talangan keuangan dari Uni‐Eropa dan IMF.  


• Bursa saham Wall Street menguat ditunjang oleh rilis data consumer confidence Amerika yang menggembirakan, menguatkan sinyal bahwa pemulihan ekonomi mulai berjalan seiring dengan optimisme akan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 32.62 poin atau
0.28% ke 11,555.63, indeks S&P500 <.SPX> ditutup menguat 2.64 poin atau 0.22% ke 1,195.19 sementara Nasdaq <.IXIC> ditutup melemah 11.83 poin atau 0.47% ke 2,515.51. Namun demikian saham‐saham sektor keuangan memberikan tekanan dimana indeks keuangan S&P <.GSPF> tercatat melemah 0.6% dimana saham Bank of America <BAC.N> merosot 3.2%, mencatat penutupan terendah sejak Maret 2009 silam. Sementara itu saham AMR Corp <AMR.N>, melemah 84% setelah mengajukan proteksi kepailitan.


• Sementara itu minyak menguat ditunjang oleh antusiasme pasca keberhasilan lelang obligasi Italia dan demonstrasi di kedutaan besar Inggris di Teheran, Iran. Harga minyak jenis ICE Brent January crude <LCOF2> naik 1.82 USd ke 110.82 USD per barrel, sedangkan minyak jenis U.S. January crude <CLF2> ditutup menguat 1.58 USd ke 99.79 USD per barrel.  


• Emas menguat dalam 2‐sesi beruntun, melanjutkan penguatan sesi Senin ditunjang oleh kuatnya permintaan fisik emas ditengah pelemahan dollar AS yang ditunjang oleh positifnya rilis data ekonomi. Harga spot emas <XAU=> ditutup menguat 0,5% ke 1,713.40 USd per troy ounce.


EURO ZONE 


• Euro memangkas kenaikannya Selasa lalu untuk diperdagangkan flat dalam hariannya, ditekan oleh European Central Bank yang gagal untuk menarik cukup deposit dari bank‐bank yang akan menetralisir pembelian obligasi dari beban utang negara‐negara zona euro.  


• Pada awal perdagangan New York, euro <EUR=EBS> sedikit berubah dalam hariannya ke level $1.33142 setelah naik mendekati 1 persen dalam hariannya ke level harian tertingginya $1.34426 pada awalnya hedge fund buying.  


• Borrowing costs Italia mencapai level puncaknya yang mendekati 8 persen Selasa lalu karena tekanan pada menteri keuangan zona euro yang secara intensif berada pada krisis utang dua tahunan yang menekan perekonomian dunia.   


• Italia telah menawarkan yield sekitar 7.89 persen untuk menjual obligasi bertenor 3‐tahunnya, suatu lompatan yang besar dari 4.93 persen yang dibayarkan pada akhir Oktober, dan 7.56 persen untuk obligasi bertenor 10‐tahun, dibandingkan dengan 6.06 persen waktu itu.   


• Sentimen ekonomi zona euro melemah lebih dari ekspektasi bulan November, data menunjukkannya Selasa lalu, karena manajer bisnis berbalik lebih
pesimistik pada hampir semua sektor perekonomian, khususnya Perancis dan Belanda.   


• Lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor's dapat mengubah outlook‐nya pada kredit Perancis yang triple‐A menjadi negatif dalam 10 hari kedepan, sebuah suat kabar Perancis melaporkan Senin sebelumnya, dari banyak sumber, tanda‐tanda terakhir bahwa peringkat kredit Perancis dalam resiko.   


• Lembaga pemeringkat Moody's mengatakan Selasa lalu dapat menurunkan peringkat subordinasi utang dari 87 bank diantara 15 negara Uni Eropa berkenaan bahwa para pemerintah akan menjadi terlalu kekurangan cash untuk penjamin bail out dari utang bank yang beresiko pada saat tekanan.   


• Moody's mengatakan besarnya jumlah dari peringkat yang di review adalah Spanyol, Italia, Austria dan Perancis


• Eropa berada di jurang bencana dan hanya Jerman, ekonom terbesar disana, yang dapat menghindari suatu "apocalyptic" perpisahan zona euro dan pasar tunggal Uni Eropa, menteri luar negeri Polandia mengatakannya dalam suatu seruan dramatis terhadap Jerman.   

Tuesday, November 29, 2011

Headline News 29.11.11


US & GLOBAL 


• Bursa saham global menguat beriringan dengan kenaikan euro terdongkrak bertumbuhnya optimisme bahwa pemimpin Uni‐Eropa telah menyiapkan beberapa rencana penanganan krisis hutang kawasan tersebut. Namun demikian beberapa trader masih skeptis pada kemungkinan tersebut dan keberhasilannya, yang apabila tidak tercapai dalam waktu dekat maka potensial membalikkan sentimen positif yang berkembang awal pekan ini.   


• Perkembangan terakhir memperlihatkan bahwa menjelang  EU summit  pada 09 Desember mendatang Jerman dan Perancis tengah berusaha untuk dapat menolak anggaran negara di kawasan Uni‐Eropa yang anggaran tersebut melebihi kesepakatan Uni‐Eropa. Namun demikian adanya keingininan perubahan pada perjanjian Uni‐Eropa dalam penyelenggaraan serikat fiskal secara luas diperkirakan akan mendapat tentangan dari beberapa negara anggota Uni‐Eropa. Ini berarti bantuan ECB untuk dapat mengatasi limbungnya kondisi obligasi Uni‐Eropa tidak akan tercapai dalam waktu dekat.  


• Serikat fiskal memang dapat menghindarkan Uni‐Eropa terjatuh kembali dalam krisis hutang seperti yang saat ini dialami, dan sempat mengancam akan terpuruk ke kondisi resesi. Namun rencana tersebut diperkirakan akan lebih terfokus pada obligasi dengan peringkat AAA, yang berarti tidak menyertakan Italia dan Spanyol.  


• Sementara itu pelemahan harga obligasi Amerika diprediksi akan dapat berbalik menyusul adanya peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s bahwa naiknya eskalasi krisis obligasi dan perbankan Uni‐Eropa mengancam peringkat hutang semua obligasi di kawasan tersebut.  


• Menjelang akhir sesi perdagangan Amerika, lembaga pemeringkat Fitch merevisi outlook hutang Amerika menjadi negatif dengan menyatakan terus turunnya kepercayaan lembaga pemeringkat tersebut pada penanganan masalah finansial yang akan dapat tercapai dalam waktu lebih cepat dari yang diharapkan. Akhir pekan lalu komite di Kongres Amerika gagal mencapai kata sepakat untuk pemangkasan defisit anggaran senilai 1,2 triliun USD.  


• Indeks Dow Jones <.DJI> ditutup menguat 291.23 poin atau 2.59% ke 11,523.01, indeks S&P 500 <.SPX> naik 33.88 poin atau 2.92% ke 1,192.55 dan Nasdaq Composite <.IXIC> menguat 85.83 poin atau 3.52% ke 2,527.34. Indeks S&P500 bahkan membukukan performa harian terbaik sejak 1‐bulan terakhir, setelah sempat anjlok secara beruntun dalam 7‐sesi terakhir. Indeks bursa saham global yang terangkum dalam The MSCI world equity index <.MIWD00000PUS> menguat 3,1%, meskipun dalam hitungan year to date masih terhitung melemah 13%.  


• Tingginya harapan bahwa pemimpin eropa akan dapat menangani krisis hutang didampingi oleh tingginya pencapaian penjualan libur Thanksgiving di Amerika, kombinasi keduanya kemudian mengangkat performa harga minyak dunia. Harga minyak jenis ICE Brent January crude <LCOF2> naik 2%, sementara minyak jenis U.S. January crude <CLF2> menguat 1% ke 97.75 USD per barel. Harga tembaga <CMCU3> menguat 2,8%, meskipun para pengamat memandang kenaikan ini cukup
rentan terutama menjelang European summit pekan depan.  


• Euro tercatat menguat 0,6% ke 1.3310 ditunjang oleh sentimen positif penangan krisis hutang kawasan.  


• Emas menguat lebih dari 2% pada sesi awal pekan ini mengungguli diatas level 1700 USD per troy ounce, mencatat performa harian terbaik sejak 3‐pekan terakhir. Penguatan tersebut ditunjang oleh maraknya harapan akan upaya penanganan krisis hutang Uni‐Eropa. Harga spot emas tercatat menguat 1,8% ke 1709.44 USD per troy ounce.  


EURO ZONE 


• Euro Senin lalu mengalami recovery dari level terendahnya tujuh minggu Jumat lalu dari harapan kemanjuan pada krisis utang zona euro kedepannya dari European Union summit minggu depan meskipun investor skeptis pada peluang kemungkinan untuk tindakan tegas.  


• Euro <EUR=> meningkat 1.1 persen ke level $1.3373, yang telah naik hampir ke level $1.3400. Para trader mengatakan aksi beli dari investor membantu memicu stop loss orders melalui $1.3355 dan $1.3370. Kebanyakan stops dicatatkan diatas level $1.3420.  


• Krisis utang zona euro telah menjadi ancaman pada ekonomi global dan pembubaran zona mata uang yang tidak dapat dihindari lagi, OECD mengungkapkannya Senin lalu, memangkas perkiraan dan memaksa ECB untuk memainkan peran yang besar dalam menjinakkan krisis.   


• Zona euro telah siap untuk memasuki resesi yang akan terjadi tetapi bisa lebih parah lagi kecuali jika mengikuti pengambil kebijakan yang mengambil tindakan tegas terhadap pasar, Organisation for Economic Cooperation and Development mengatakannya dalam peringatan sepenuhnya.   


• Zona euro mulai menatap kedalam lubang (kehancurannya). Kecuali jika para pemimpin Eropa menyetujui pada perbaikan secara politis pada krisis utang untuk 9 Des. dan European Central Bank kemudian mengintervensi secara besar‐besaran untuk mendukung obligasi pemerintah dan perbankan Eropa, euro kemungkinan mulai untuk membuka perubahan.   


• Ekonomi Italia secara fundamental terdengar dan seharusnya dapat mendapatkan kembali confidence pasar jika menunjukkan disiplin pada fiskal, anggota dewan European Central Bank Christian Noyer mengatakannya Senin lalu, mengenyampingkan kehancuran zona euro karena krisis utang.   


• Moody's Investors Service memperingatkan Senin lalu cepatnya eskalasi krisis zona euro dan perbankan yang mengancam kedudukan kredit dari keseluruhan peringkat obligasi pemerintah Eropa.   


• "While Moody's central scenario remains that the euro area will be preserved without further widespread 
defaults, even this 'positive' scenario carries very negative rating implications in the interim period," ungkap lembaga pemeringkat dalam laporannya.

Thursday, November 24, 2011

Headline News 24.11.11



US & GLOBAL 


• Bursa saham Wall Street ditutup melemah dalam 6‐sesi secara beruntun ditengah penurunan bursa saham dunia ke level terendahnya sejak 6‐pekan terakhir. Pelemahan mana tertekan aktifitas manufaktur Cina dan Jerman yang melemah, menaikkan kekhawatiran akan resesi.  


• Euro merosot ke level terendahnya sejak 06 Oktober silam setelah lelang obligasi Jerman tidak sesuai dengan ekspektasi, ini merupakan kejadian pertama kalinya sejak 1999 silam. Analis menyebutnya sebagai salah satu sinyal yang sangat berbahaya berkaitan dengan posisi obligasi Jerman yang masih terhitung sebagai aset safe haven. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa minat investor untuk membeli German Bunds mulai merosot akibat merebaknya frustasi dikalangan investor berkaitan dengan penanganan krisis hutang Uni‐Eropa.


• Harga komoditas juga melemah, tembaga merosot ke level terendahnya sejak 1‐bulan terakhir, sementara crude oil berpotensi mencatat performa mingguan terburuk sejak awal Oktober silam. Harga minyak jenis US crude oil <LCOc1> turun 1.84 USD atau 1.9% ke 96.17 USD per barrel.  


• Aktifitas manufaktur di Cina pada November tercatat melemah ke level terendah sejak 32 bulan terakhir, menaikkan kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan mulai melanda ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Sementara itu aktifitas manufaktur di Jerman kembali terkontraksi dalam 2‐bulan terakhir
secara berturut‐turut akibat penurunan ekspor.  


• Dollar AS menguat ke level tertinggi sejak 6‐pekan terakhir terhadap euro dan menguat terhadap yen seiring maraknya aksi investor beralih pada aset safe haven termasuk dollar AS. Harga obligasi Amerika menguat, menutupi pelemahan pada sesi sebelumnya, seiring pelemahan bursa saham dunia terdesak krisis hutang Uni‐Eropa yang kemudian menaikkan minat beli investor pada obligasi Amerika.  


• Sementara itu data terakhir memperlihatkan bahwa jobless claims pekan lalu tercatat 393.000, berada dibawah level 400.000 dalam 3‐pekan terakhir, menguatkan ekspektasi bahwa sektor ketenagakerjaan mulai bangkit. Data durable goods diluar transportasi untuk Oktober mengalami kenaikan 0,7%, sedangkan consumer spending naik 0,1%.


• Indeks Dow Jones <.DJI> melemah 236.17 poin atau 2.05% ke 11,257.55, indeks S&P500 <.SPX> turun 26.25 poin atau 2.21% ke 1,161.79 dan Nasdaq <.IXIC> turun  61.20 poin atau 2.43% ke 2,460.08. Volume perdagangan cukup tipis menyambut libur nasional Thanksgiving di Amerika.  


• Sedangkan bursa saham global yang terangkum dalam MSCI All‐Country World Index <.MIWD00000PUS>, tercatat melemah 2,2% setelah sempat anjlok ke level terendah sejak 06 Oktober silam, sementara indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> turun 1,3%.  


• Emas mencatat pelemahannya pada sesi Rabu 23 November, mengikuti penurunan bursa ekuitas dunia dan euro tertekan data manufaktur Cina dan eropa yang kembali menaikkan aksi jual pada investor. Harga spot emas <XAU=> tercatat melemah 0.6% ke 1,689.29 USD per troy ounce. 


EURO ZONE 


• Euro anjlok ke level terendah barunya terhadap dollar Rabu lalu karena para investor melanjutkan untuk menghindari resiko dan mencari safety pada mata uang dari negara dengan ekonomi terbesar didunia tersebut.  


• Euro terakhir anjlok 1.1 persen terhadap dollar AS ke level $1.3367 setelah mencapai level terendahnya $1.3357 <EUR=>  .


• Suatu "disastrous" (bencana) penjualan obligasi Jerman Rabu lalu memicu kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa bahkan mulai mengancam Jerman, dengan para pemimpin zona euro dari dua perekonomian terkuat masih (sangat) tidak setuju pada solusi struktural jangka panjang.   


• Pasar keuangan juga terkesima dengan laporan surat kabar bahwa Belgia kemungkinan menekan Perancis untuk ekspansi senilai 90 milyar euro ($120 milyar) untuk bailout dari kegagalan bank Dexia <DEXI.BR>.


• Eskalasi krisis zona euro, dengan mengancam pelemahan ekonomi dan menaikkan kewajiban yang tidak terduga, dapat membawa resiko pada peringkat utang Perancis AAA, lembaga pemeringkat kredit Fitch mengatakannya Rabu lalu.   


• Dalam laporan khususnya pada France's public finances, Fitch mengatakan naiknya utang pemerintah berarti kemampuan Perancis untuk menyerap guncangan terkini tanpa membahayakan peringkat triple‐A sebagian besar habis.   


• Zona euro membutuhkan memiliki integrasi fiskal yang mendalam antara anggotanya yang akan melibatkan metode terbaru dalam memonitor utang negara‐negara tersebut, Wakil presiden European Central Bank Vitor Constancio mengungkapkannya Rabu lalu.   


• Standard & Poor's memperingatkan Rabu lalu bahwa peringkat kredit pada zona euro dapat berada pada tekanan terbaru jika besarnya bagian dari blok mata uang tunggal yang jatuh pada resesi, sebagaimana ekspektasi tahun depan.