title cover

title cover

Thursday, September 13, 2012

Headline News 13.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham  menguat dan euro naik  ke level tertinggi sejak 4‐bulan  terakhir terhadap  dolar AS pada sesi Rabu, setelah  Mahkamah Konstitusi  Jerman menyetujui  dana  penyelamatan  zona euro,  mengurangi kekhawatiran tentang krisis  utang  kawasan  tersebut.  Saat  ini  pelaku  pasar  berfokus  pada  kemungkinan  pelonggaran  moneter  oleh  The  Federal  Reserve.  Keputusan pengadilan Jerman tersebut juga mendorong kinerja saham global dan menurunkan imbal hasil obligasi Spanyol  dan Italia. 

Euro <EUR=> naik hingga level 1,2936, level tertinggi sejak pertengahan Mei. Euro tercatat menguat lebih dari 7 persen  sejak sempat mencapai titik terendah dalam dua tahun pada level 1,2040 di bulan Juli. Penguatan euro tersebut ditunjang  komitmen  Bank  Sentral  Eropa  untuk  melakukan  tindakan  apa  pun  untuk  mempertahankan  euro.  Kinerja  positif  euro  diperkirakan akan terus berlanjut jika The  Fed menerapkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada sidangnya Kamis ini,  karena langkah pelonggaran moneter Amerika akan melemahkan dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk euro. 

Bursa saham Amerika juga menguat seiring ekspektasi bahwa The Fed akan menerapkan pelonggaran lanjutan. The Dow  Jones industrial average <DJI.> naik 9,99 poin, atau 0,07 persen, ke 13,333.35. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> naik  3,00  poin,  atau  0,21  persen,  ke  1,436.56.  The  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  naik  9,79  poin,  atau  0,32  persen,  ke  3,114.31.  Indeks  S  &  P  500  mencatat  kenaikan  lebih  dari  9  persen  sejak  awal  Juni  ditunjang  ekspektasi  pemberlakuan  stimulus oleh bank sentral global. 

Para  analis  memperkirakan  tahap  selanjutnya  dari  pembelian  aset  oleh  The  Fed  akan  berfokus  pada  efek  beragun  aset.  Meski demikian dengan tingginya ekspektasi yang terbangun akhir‐akhir ini, keputusan The Fed yang terlalu berhati‐hati  akan menjadi kejutan yang tidak diinginkan. 

Di  bursa  Wall  Street,  saham  Facebook  Inc  <FB.O>  melonjak  7,2  persen  setelah  Chief  Executive  Mark  Zuckerberg  mengisyaratkan  adanya  pertumbuhan  daerah  baru  dalam  penampilan  publik  pertamanya  besar  sejak  IPO  jejaring  sosial  tersebut.  Saham  Apple  Inc  <AAPL.O>  naik  1,39  persen  setelah  meluncurkan  iPhone  5.  Ketidakpastian  tentang  prospek  ekonomi, juga diwarnai peringatan pemangkasan keuntungan terbaru dari FedEx Corp <FDX.N> dan Intel Corp <INTC.O>,  yang diperkirakan dapat membatasi momentum kenaikan pasar. 

Harga minyak mentah Brent naik 30 sen ke 115,70 USD per barel ditunjang oleh keputusan pengadilan Jerman, harapan  akan  pelonggaran  moneter  The  Fed  dan  meningkatnya  risiko  geopolitik  setelah  terbunuhnya  duta  besar  Amerika  untuk  Libya turut mendongkrak kinerja minyak. Namun minyak mentah AS untuk kontrak Oktober <CLc1> turun 16 sen ke 97,01  USD per barel. 

Bursa saham Eropa menyentuh level tertinggi sejak 14 bulan tinggi dan indeks saham global MSCI <MIWD00000PUS.> naik  6,5  persen  sejak  akhir  Juli,  sempat  mencapai  level  tertinggi  dalam  5‐bulan  di  332,42,  hingga  akhirnya  tercatat  ditutup  menguat 0,4 persen ke 331,72 akbat aksi ambil untung para investor. 

Putusan  Mahkamah  Konstitusi  Jerman meredam  permintaan  untuk  aset‐aset  safe haven  seperti obligasi AS  dan obligasi  Jerman,  yang  menyebabkan  tak  bergairahnya  permintaan  pada  lelang  obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  yang  hanya  mencapai 21 miliar USD. Obligasi tenor 10‐tahun Amerika <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,76 persen. 


GOLD & COMMODITIES
Platinum naik hampir 3 persen Rabu lalu, rally terbesar hariannya dalam satu bulan, didorong oleh kekhawatiran pasokan  setelah  menyebarnya  kerusuhan  buruh  pada  kota  Afrika  Selatan  Rustenburg  yang  memaksa  produsen  utama  Anglo  American Platinum <AMSJ.J> dan beberapa tambang untuk sementara dihentikan operasinya disana.  

Harga  emas  naik  tipis,  sempat  melemah    setelah  mencapai  level  tertingginya  dlam  enam  bulan.  Beberapa  investor  mengarah  ke  bullish  sebelum  kedepannya  keputusan  kebijakan  the  Fed  AS  Kamis  ini  dan  setelah  mahkamah  konstitusi  Jerman  yang  menyetujui  partisipasi  negara  dalam  menetapkan  dana  bailout  zona  euro,  yang  mana  mendorong  euro  terhadap dollar.  

Amplats, yang memiliki mendekati 40 persen dalam persediaan platinum global, dengan sekitar 2.5 juta ons dalam produksi  tahunan, mengatakan telah menghentikan operasi di Rustenburg untuk melindungi karyawan diluar intimidasi.  

Seorang  fotografer  Reuters  di  tambang  Amplats'  Bathopele,  yang  merupakan  bagian  dari  kompleks  Rustenburg,  mengatakan  sekitar  1.500  pengunjuk  rasa  yang  menggunakan  tongkat  diluar  fasilitas,  menyerukan  untuk  menghentikan  dengan segera produksi.  

Amplats'  menghasilkan  600.000‐ons  pertahun  pada  kompleks  Rustenburg  yang  merupakan  perusahaan  berproduksi  terbesar kedua setelah fasilitas Amandebult.


OIL & COMMODITIES
Brent crude futures naik Rabu lalu setelah mahkamah konstitusi Jerman menyetujui legalitas dari dana bailout zona euro,  tetapi kenaikan tajam pada persediaan crude AS  menahan kenaikannya.  

Harga crude mendapat dorongan dan euro naik ke level tertingginya terhadap dollar setelah mahkamah konstitusi Jerman  mengatakan negara dapat meratifikasi dana penyelamatan zona euro dan persetujuan bujet. Mahkamah juga mengatakan  parlemen Jerman harus menyetujui setiap kenaikan kedepannya dalam ukuran pendanaan.  

Brent  secara  singkat  berbalik  melemah  dan  crude  AS  merosot  setelah  laporan  mingguan  Energy  Information  Administration's menunjukkan persediaan crude oil naik 1.99 juta  barrel minggu lalu di AS, terhadap ekspektasi cadangan  yang akan melemah 2.6 juta barrel. 

"People are looking at the Fed and wondering whether they are really going to do quantitative (monetary) easing or just  another form of stimulus," kata Mark Waggoner, presiden pada Excel Futures di Bend, Oregon. 

EURO ZONE
Euro menguat ke level tertinggi 4 bulan terhadap dolar pada hari Rabu setelah Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui dana penyelamatan zona euro yang baru  dan pakta anggaran, dimana berhasil meredakan kekhawatiran mengenai krisis utang kawasan yang telah terjadi selama 3 tahun terakhir. 

Meskipun persetujuan pengadilan dibuat dalam kondisi tertentu, namun hal ini telah cukup berhasil mengangkat sentimen pasar, mendorong naiknya bursa saham  global, dan mengurangi biaya pinjaman Spanyol dan Italia. 

Euro naik ke level $1.2936, level tertingginya sejak medio Mei sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.2890, atau naik 0.2% dari posisi penutupan New York hari  Selasa. Euro telah naik lebih dari 7% sejak tersungkur ke level terendah 2 tahun di sekitar $1.2040 di bulan Juli, setelah ECB berjanji akan melakukan segala upaya  untuk menyelamatkan euro. Euro juga menguat ke level tertinggi lebih dari 2 bulan terhadap yen Jepang di 100.64 yen, dan terakhir bergerak di sekitar  100.45 yen, atau naik 0.5%. Euro berpeluang melanjutkan penguatannya jika The Fed memilih opsi untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar pada sidangnya  hari Kamis ini dan membuka kesempatan untuk euro tes ke level $1.30. 

Mahkamah  Konstitusi  Jerman  mengatakan  pada  hari  Rabu  kemarin  bahwa  Mekanisme  Stabilitas  Eropa  bisa  terus  dilanjutkan  tapi  dengan  syarat  bahwa  setiap  kontribusi Jerman di atas 190 milyar euro harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari majelis rendah parlemen. 

Momentum  positif  untuk  euro  juga  terus berlanjut  setelah  Bank  Sentral  Eropa  pekan lalu  menjelaskan  rencana  untuk  menurunkan  biaya  pinjaman dari  negara‐ negara  zona  euro  yang  berhutang  melalui  pembelian  obligasi.  Namun  pasar  masih  khawatir  bahwa  memburuknya  masalah  krisis  utang  zona  euro  berpotensi  menghambat penguatan euro. 

U.K.
Sterling  ditutup  menguat  setelah  sempat  mencapai  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  mengikuti  penguatan  euro  terhadap  dolar  ditunjang oleh keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman yang memutuskan untuk mendukung ratifikasi dana bailout zona euro dengan kondisi tertentu.  Keputusan  tersebut  akan  memperkuat  landasan  bagi  pelaksanaan  ESM  (European  Stability  Mechanism)  yang  akan  digunakan  untuk  menangani  krisis  hutang Uni Eropa, kondisi mana kemudian meningkatkan minat investor terhadap aset beresiko. Hingga akhir sesi New York sterling tercatat menguat 0,21 persen terhadap dolar AS dan ditutup pada kisaran 1.6105. 

Naiknya  kinerja  sterling  terhadap  dolar  AS  juga  ditunjang  oleh  ekspektasi  pemberlakuan  QE3  oleh  The  Fed  dalam  pertemuan  di‐hariannya  yang  akan  berakhir pada sesi Kamis. Para analis memperkirakan poundsterling akan terus melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS jika The Fed memutuskan  untuk merilis kebijakan pelonggaran kuantitatif lanjutan, meskipun pada saat yang sama terdapat kemungkinan koreksi jika ternayta kebijakan The Fed  tidak cukup meyakinkan pelaku pasar.  

Data ekonomi Inggris akhir‐akhir ini juga turut menopang kinerja sterling, setelah data sektor ketenagakerjaan Inggris membaik pada periode Agustus,  meskipun unemployment mengalami kenaikan menjadi 8,1 persen dari total angkatan kerja Inggris. Meskipun demikian para analis memperkirakan rilis  data  ekonomi  Inggris  tidak  akan  berdampak  besar  bagi  kinerja  sterling  karena  pelaku  pasar  lebih  terfokus  pada  rilis  sidang  The  Fed.


JAPAN
Bank of Japan kemungkinan akan menunda pelonggaran kebijakan moneter minggu depan kecuali jika The Federal Reserve AS memulai lagi putaran baru  pembelian obligasi dan memicu kenaikan tajam yen yang cukup untuk menggagalkan prospek pemulihan ekonomi Jepang yang rapuh. 

Ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  memilih  untuk  mengambil  langkah‐langkah  stimulus  lebih  lanjut  pada  pertemuan  kebijakan  pada  hari  Kamis  telah  membuat dolar mengalami tekanan. Namun hal ini akan mendorong kenaikan yen mendekati rekor tertinggi yang dapat memicu Bank of Japan untuk  mengikuti langkah The Fed. 

Meskipun  ada  kekhawatiran  dengan  tanda‐tanda  melemahnya  kondisi  perekonmian  di  Jepang,  namun  BOJ  berharap  untuk  menyimpan  amunisi  terbatasnya  sampai  Oktober,  ketika  melakukan  analisis  yang  lebih  menyeluruh  untuk  mengukur  apakah  pemulihan  akan  tertunda  cukup  lama  untuk  menjamin pelonggaran moneter lebih lanjut. 

Pada  sidang  regulernya  selama  2  hari  di  pekan  depan,  BOJ  diprediksi  akan  menunda  langkah  pelonggaran  moneter,  yaitu  berupa  pembelian  aset  dan  program pinjaman senilai 70 trilyun yen. Meskipun terlihat adanya kesiapan BOJ untuk melaksanakan pelonggaran moneter di awal bulan depan, namun  bank sentral tersebut nampaknya akan merevisi penilaian ekonominya dan memperingatkan adanya resiko tinggi dari perlambatan ekonomi global yang  berkepanjangan. 

Dolar  masih  bergerak  terbatas  terhadap  yen  menjelang  pengumuman  sidang  The  Fed  Kamis  malam  nanti.  Jika  bank  sentral  AS  memilih  opsi  untuk  melanjutkan kebijakan moneter longgar, maka akan memicu tekanan jual dolar dan mendorong naiknya yen lebih lanjut.


AUSTRALIA
Mata uang ber‐yield tinggi Australian dollar <AUD=D4> naik ke level tertinggi dalam tiga minggu terhadap dollar AS dilevel $1.0500, yang mencatatkan  perluasan kenaikan pada aset‐aset beresiko dan mata uang. 

Euro naik ke level tertinggi yang lebih dari dua bulan terhadap Japanese yen Rabu lalu setelah Mahkamah konstitusi Jerman mengizinkan dana bailout  terkini pada zona euro untuk disahkan dalam kondisi tertentu.   

Euro <EURJPY=R> naik ke level 100.460 yen pada EBS trading platform, level terkuatnya sejak 4 Juli.   

Kenaikan yang lebih dapat dilihat pada target akhir level tertinggi bulan Juni di level 101.63 yen. Dengan para trader mengatakan kenaikan dapat terbatas  berkenaan dengan laporan eksportir Jepang yang melakukan pembelian disekitar level 100.50 yen.  

Pemangkasan  tingkat  suku  bunga,  uluran  tangan  pemerintah,  rendahnya  tingkat  pengangguran  dan  perekonomian  yang  mencatatkan  ekspansi  yang  belum pernah terjadi dalam 21 tahun yang tidak cukup untuk membawa penguatan yang dominan.  

Rilis  data  terbaru  Rabu  lalu  menunjukkan  consumer  confidence  sedikit  membaik  pada  bulan  September  tetapi  pesimistis  masih  menekan  optimistis. 


SWISS
Dollar AS melemah ke level terendah empat bulannya terhadap Swiss franc Rabu lalu yang ditekan turun oleh ekspektasi kedepannya stimulus  moneter oleh the Fed berikutnya pada minggu ini.  

Dollar melorot 0.3 persen ke level 0.93589 francs <CHF=> pada trading platform EBS, level terendahnya sejak pertengahan Mei.  

Swiss National Bank, diekspektasi pada rentang target untuk Swiss franc LIBOR/tingkat suku bunga unchanged dan menjaga batasan pada mata  uang euro/Swiss franc dilevel 1.20 francs ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter Kamis ini. 

Wednesday, September 12, 2012

Headline News 12.09.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  Amerika  dan  eropa  menguat,  sedangkan  obligasi  dan  dolar  AS  melemah  pada  sesi  Selasa  seiring  harapan  bahwa Mahkamah Konstitusi Jerman tidak akan mengintervensi rencana penyelamatan keuangan zona euro, serta turut  ditunjang  ekspektasi  pelonggaran  moneter  lanjutan  dari  The  Fed.  Namun  demikian  lembaga  pemeringkat  Moody  `s  mengatakan  mungkin  akan  memangkas  peringkat  hutang  triple‐A  nya  pemerintah  Amerika,  meskipun  lelang  obligasi  Amerika tenor 3‐tahun tercatat mendapatkan permintaan yang sangat agresif. 

Prospek pelonggaran kuantitatif dari The Fed membebani kinerja dolar AS dan menekan obligasi Amerika namun sebaliknya  mendorong kinerja euro, emas, minyak dan bursa saham, aset‐aset yang akan cenderung akan lebih unggul dibanding aset  safe haven  jika perekonomian global kembali membaik.  

Euro  <EUR=>  sempat  mencapai  1,2871  terhadap  dolar  AS,  mengungguli  level  moving  average  dalam  basis  200‐hari  di  sekitar 1,2834 dan tercatat menguat 0,8 persen. Euro telah menguat lebih dari 6,0 persen sejak mencapai level terendah  dalam dua tahun terakhir di 1,2042 pada akhir Juli silam. Investor mengharapkan The Fed akan mengumumkan langkah‐ langkah stimulus tambahan dalam sidangnya yang berakhir Kamis 13 September.      

The Dow Jones industrial average <DJI.> naik 69.07poin, atau 0,52 persen, ke 13,323.36. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> ditutup naik 4,48 poin, atau 0,31 persen, ke 1,433.56. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 0,50 poin, atau 0,02  persen, ke 3,104.53. Saham‐saham sektor energi, industri dan keuangan memimpin penguatan bursa. Saham International  Business Machines Corp <IBM.N> naik 1,15 persen, kontributor utama sektor industrial indeks Dow Jones. Sementara itu  saham produsen peralatan berat Caterpillar <CAT.N> naik tajam 1,72 persen. 

Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,70 persen dari 1,66 persen pada sesi Senin. 

Indeks saham MSCI global <MIWD00000PUS.> naik 0,4 persen menjadi 330,39. 

Minat investor terhadap aset beresiko telah menguat akhir‐akhir ini setelah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang  menegaskan bahwa ECB akan melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk mempertahankan kesatuan zona euro.  Kamis  pekan  lalu,  Draghi  berjanji  membeli  obligasi  untuk  mengendalikan  biaya  pinjaman  Spanyol  dan  Italia.  Perhatian  investor  akan  terfokus  pada  pemilihan  umum  Belanda  pada  sesi  Rabu  ini,  dimana  para  pemilih  terpecah  antara  yang  berpihak pada dana talangan untuk ekonomi zona euro dan terhadap langkah‐langkah penghematan lokal. Saham di bursa  Perancis <FCHI.>, Jerman <. GDAXI> masing‐masing  naik 0,8 persen dan 1,3 persen. 

Harga  minyak  naik,  dimana  Brent  crude  futures  <LCOc1>  naik  0,43  persen  ke  115,24  USD  per  barel.  US  crude  untuk  pengiriman Oktober <CLc1> naik 63 sen ke 97,17 USD per barel. 
Sedangkan harga emas <XAU=> terus menguat ditunjang oleh pelemahan dolar AS, emas ditutup menguat pada kisaran  1,731.46 USD per troy ounce. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  hingga  ke  level  tertinggi  dalam  enam  bulannya  Selasa  lalu,  dibantu  oleh  pelemahan  dalam  dollar  setelah  peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s pada nilai utang AS dan setelah holding dari metal dalam exchange‐traded  products yang mencapai level tertingginya.  

Metal  mendapat  dorongan  setelah  lembaga  pemeringkat  Moody’s  mengatakan  AS  kemungkinan  kehilangan  peringkat  “triple  A”  dari  peringkat  utangnya  jika  tahun  depan  negosiasi  bujet  tidak  menghasilkan  kebijakan  yang  mengurangi  utangnya. 

Euro naik ke level tertinggi dalam empat bulannya terhadap dollar yang telah tertekan dari bagian tumbuhnya ekspektasi  the Fed AS akan menggandeng langkah terkini dalam menstimulasi perekonomian, yang mana berbalik untuk mendorong  permintaan investor terhadap emas, yang mana cenderung untuk menguntungkan dari pelemahan mata uang AS.  

Emas sangat tergantung pada perubahan dollar dan kebijakan monter AS dengan arah dan fokus untuk pasar adalah tepat  pada meeting kebijakan the Fed yang berakhir pada Kamis ini.  

"Every piece of bad news seems to be good for gold, only because it translates into something that the Fed has to do to get  this economy off the ground," kata Anthony Neglia, Presiden pada Tower Trading dan COMEX gold options floor trader.  


OIL & COMMODITIES
Harga  oil  naik  dalam  perdagangan  yang  choppy  Selasa  lalu  karena  ekspektasi  bahwa  the  Fed  AS  akan  bertindak  untuk  mendorong  perekonomian  yang  memberikan  dukungan  dan  bahwa  mahkamah  Jerman  akan  menyetujui  rencana  penyelamatan zona euro yang membawa tekanan pada dollar dan mendorong crude futures.  

Komite  kebijakan  bank  sentral  AS  yang  terjadi  dalam  dua  hari  pada  hari  Kamis  dan  beberapa  analis  dan  investor  mengekspektasi the Fed akan meluncurkan putaran ketiga pembelian obligasi karena pelemahan data ekonomi AS baru‐ baru ini. Tambahan stimulus akan mungkin melemahkan dollar dan mendorong harga oil yang berdenominasi dollar.  

Euro kembali naik ke level tertinggi dalam puncak empat bulan terhadap dollar dari ekspektasi mahkamah Jerman akan  mendukung kembali zona euro dalam proses penyelamatan. Keputusan mahkamah Jerman diekspektasi pada hari Rabu ini. 

Tingginya  produksi  dari  Organization  of  the  Petroleum  Exporting  Countries  (OPEC)  pada  bulan  Agustus  dan  recovery  produksi  AS  setelah  badai  topan  Isaac  yang  terjadi  minggu  lalu  melalui  Teluk  Meksiko  yang  membantu  untuk  mempertahankan harga.  

Lembaga pemeringkat Moody's memperingatkan peringkat credit rating AS kemungkinan diturunkan jika negosiasi bujet  2012 tidak menghasilkan kebijakan yang mengurangi utang, ditambah tekanan terhadap dollar dan membantu mendukung  pada crude

Persediaan crude AS naik 221.000 barrel minggu lalu, grup industri American Petroleum Institute (API) mengatakan Selasa  lalu, terhadap ekspektasi bahwa persediaan akan melemah. 


EURO ZONE
Euro menguat ke level tertinggi 4 bulan terhadap dolar dipicu meningkatnya ekspektasi mahkamah Jerman akan mendukung pengucuran dana bailout  zona euro, sementara dolar terpuruk disebabkan spekulasi The Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut dalam pekan ini  guna mempercepat proses pemulihan ekonomi dalam negerinya. 

Namun demikian, penguatan euro nampaknya masih akan terhambat oleh resiko diluar mahkamah konstitusi Jerman yang akan memberikan kejutan pada  investor dengan menolak European Stability Mechanism (ESM), sebuah dana bailout baru Eropa, dalam putusannya hari Rabu ini. Keputusan seperti itu  akan mengancam rencana Bank Sentral Eropa dalam menurunkan biaya pinjaman Spanyol dan Italia di bawah program tersebut yang telah diumumkan  akhir pekan lalu yang telah mendorong penguatan euro. 

Euro mencatat intraday high di $1.2871, level tertinggi sejak 14 Mei, dan terakhir bergerak di sekitar $1.2860, atau naik 0.8% dibandingkan penutupan  New York hari Senin, setelah rally lebih dari 6% dari level terendah 2 tahun di $1.2042 yang tercatat pada akhir Juli. 

Penguatan euro juga mendapat dukungan dari mahkamah Jerman yang menegaskan tidak akan menunda keputusan pada hari Rabu ini meskipun terdapat  tantangan baru dari dewan kebijakan yang skeptis. 

Belanda akan mengadakan pemilu pada hari Rabu dan sidang reguler The Fed akan berakhir pada hari Kamis. Kedua peristiwa penting ini akan mendapat  sorotan  pasar.  Sentimen  terhadap  euro  secara  umum  positif,  namun  mata  uang  tunggal  Eropa  ini  masih  rentan  tekanan  terhadap  perkembangan  di  Spanyol yang diperkirakan akan meminta dana bailout dan juga Yunani setelah para kreditur asing menolak bagian dari paket penghematan pemerintah. 

Dolar juga mendapat tekanan setelah Moody's Investors Service mengatakan AS terancam kehilangan peringkat kredit Triple‐A jika pembicaraan anggaran  tahun depan tidak mengurangi utang negara dari waktu ke waktu. 

U.K.
Sterling  menguat  terhadap  dolar  AS  ke  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  ditunjang  oleh  ekspektasi  bahwa  Mahkamah  Konstitusi  Jerman  akan  menyetujui  program  pendanaan  bailout  zona  euro.  Kinerja  sterling  juga  ditunjang  oleh  pelemahan  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya  akibat naiknya ekspektasi pemberlakuan program QE3 oleh The Fed. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,46 persen terhadap dolar AS  ke 1.6070 setelah sempat naik hingga 1.6083. Turut mendukung kinerja sterling yaitu rilis data defisit perdagangan Inggris untuk periode Juli yang semakin  menyempit. 

Sementara itu anggota BoE – David Miles menyatakan dampak dari pelonggaran moneter BoE terhadap penguatan sterling sulit untuk diprediksi, namun  dampaknya diperkirakan cukup moderat. Lebih lanjut, Miles menegaskan bahwa langkah stimulus dari BoE untuk mendongkrak pemulihan ekonomi sudah  tepat dan pembelian obligasi pemerintah merupakan kebijakan yang efektif. Miles merupakan anggota yang mendukung stimulus tambahan sepanjang  sidang 2012 ini dan menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga acuan akan kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi.   

Perhatian pelaku pasar  pada sesi ini akan tertuju pada  rilis  data  sektor ketenagakerjaan  Inggris untuk periode Juli serta pengumuman  hasil keputusan  Mahkamah Konstitusi Jerman berkaitan program bailout zona euro. Jika Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui bailout tersebut maka potensial akan  kembali mendongkrak kinerja sterling terhadap dolar, dengan kisaran level 1.6200 menjadi resistance yang cukup diperhitungkan. Dimana apabila berhasil  menembus level tersebut maka akan membuka peluang berlanjutnya penguatan menuju level tertinggi sejak akhir April silam di 1.6301. 


JAPAN
Perusahaan  manufaktur  besar  Jepang  terlihat  optimis  dengan  kondisi  bisnis  untuk  pertama  kalinya  dalam  4  kuartal  terakhir  di  periode  Juli‐ September, demikian sebuah survey pemerintah menunjukkan, mengisyaratkan sentimen meningkat didukung oleh kegiatan rekonstruksi untuk  daerah  yang  terkena  gempa  dan  tsunami  tahun  lalu.  Namun  krisis  utang  zona  euro  dan  pelambatan  pertumbuhan  ekonomi  global  masih  berpotensi menekan sentimen korporasi di masa mendatang. 

Indeks survey bisnis (BSI) sentimen pada perusahaan manufaktur besar Jepang tercatat +2.5 di periode Juli‐September, dibandingkan dengan ‐5.7  di periode April‐Juni, bedasarkan survey oleh The Ministry of Finance and the Economic and Social Research Institute. 

Data survey ini muncul menjelang dirilisnya data BOJ tankan (survey sentimen bisnis) pada 1 Oktober mendatang. 

Dolar jatuh ke level terendah lebih dari 3 bulan terhadap yen pada hari Selasa, dipicu ekspektasi The Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan  moneter  longgar  setelah  sejumlah  data  ekonominya  dirilis  melemah  belakangan  ini.  Dolar  jatuh  ke  level  intraday  low  di  77.74  yen,  level  terendahnya sejak 1 Juni. Dolar/yen terakhir bergerak di sekitar 77.75 yen, atau melemah 0.6% dibandingkan penutupan New York hari Senin. 

Otoritas moneter Jepang kemungkinan akan meningkatkan ancamannya untuk melakukan intervensi di pasar uang dan bank sentral Jepang (BOJ)  akan  melonggarkan  kebijakan  moneter  lebih  lanjut  ketika  mengadakan  sidangnya  pada  18  September  mendatang  untuk  menangkal  tekanan  akibat prospek pelonggaran moneter dari The Fed.


AUSTRALIA
Australian  dollar  naik  mendekati  level  tertinggi  tiga  minggunya  versus  meluasnya  perjuangan  the  greenback/dollar  Selasa  lalu,  didorong  oleh  naiknya ekspektasi the Fed akan mengumumkan kedepannya langkah pada minggu ini untuk mendorong perekonomian AS.  

Aussie dollar juga diperdagangkan pada level utama sebelumnya US$1.04 options barrier yang telah membatasi dalam beberapa minggu terakhir.  Telah  diperdagangkan  ke  level  tertingginya  US$1.0442  <AUD=>,  level  terkuatnya  sejak  24  Agust.,  dan  terakhir  diperdagangkan  pada  level  US$1.0440, telah naik 1 persen.  

Harga Australian 10‐year bond futures sedikit menguat, karean pasar menunggu meeting penting dari the Fed AS.  

JP  Morgan  interest  rate  strategist  Sally  Auld  mengatakan  trader  ragu‐ragu  untuk  mengambil  posisi  dari  kedepannya  Federal  Open  Market  Committee (FOMC) AS Kamis dan Jumat, dan expiry pada kontrak September bond futures pada minggu depannya.  


SWISS
Swiss  franc  merosot  terhadap  euro  Selasa  lalu  dengan  investor  mewaspadai  reposisi  kedepannya  dari  kekuasaan  oleh  mahkamah  konstitusi  Jerman terhadap pendanaan bailout zona euro dan meeting the Fed.  

Putusan penting oleh mahkamah konstitusi Jerman berkenaan apakah mengizinkan suatu bailout fund Uni Eropa dan perjanjian bujet yang telah  menghentikan rally dari euro, yang mana mencapai level tertinggi delapan bulan terhadap the franc Jumat sebelumnya, karena investor gembira  terhadap rencana pembelian obligasi dari European Central Bank.  

Pasar juga menunggu untuk melihat apakah the Fed AS akan memilih untuk langkah monetary easing dalam membantu menaikkan rapuhnya  recovery dari AS, yang mana kedepannya dapat mendukung euro. 

Tuesday, September 11, 2012

Headline News 11.09.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  Amerika  melemah  pada  sesi  Senin  diikuti  pelemahan  euro  menjelang  potensi  pemberlakuan  stimulus  keuangan  terbaru dari The Fed dan ECB. Pasar masih menantikan keputusan The Fed dalam pertemuan dwi‐hariannya, pelaku pasar juga  akan  menantikan  hasil  keputusan  dari  Mahkamah  Konstitusi  Jerman  mengenai  apakah  Jerman  akan  berkontribusi  pada  dana  penyelamatan zona euro. Putusan tersebut sangat penting untuk rencana ECB dalam mengendalikan biaya pinjaman Spanyol dan  Italia. 

The Dow Jones industrial average <DJI.> turun 52.35 poin, atau 0,39 persen, ke 13,254.29. Indeks The Standard & Poor 500 <. 
SPX> turun 8,84 poin, atau 0,61 persen, ke 1,429.08. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> merosot 32.40 poin, atau 1,03 persen,  ke 3,104.02. 

Saham American International Group Inc <AIG.N> turun 0,02 persen setelah Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan  menjual  sebagian  besar  sahamnya  di  perusahaan  asuransi  tersebut,  hal  tersebut  akan  membuat  pemerintah  menjadi  investor  minoritas untuk pertama kalinya sejak perusahaan tersebut diselamatkan dari jurang krisis keuangan empat tahun lalu.  

Sementara  itu  Cina  melaporkan  impornya  turun  2,6  persen  pada  Agustus  dibanding  tahun  sebelumnya,  berlawanan    dengan  ekspektasi  ekonom  yang  memperkirakan  kenaikan  3,5  persen.  Investor  menjual  saham‐saham  teknologi  skala  besar  yang  performanya cukup bagus  sepanjang tahun ini. Data impor Cina yang memburuk turut menambah aksi jual investor pada sektor  teknologi. 

Indeks saham global MSCI <. MIWD00000PUS> turun 0,43 persen. Bursa saham di London <FTSE.>, Paris <. FCHI> dan Frankfurt <. GDAXI> juga mengalami penurunan. 

Pemilihan  umum  di  Belanda  pada  sesi  Rabu  juga  dapat  mempengaruhi  outlook  investor  jika  pemilih  di  Belanda  memilih  pemerintah yang kurang berkomitmen pada kesatuan euro. 

Bursa  saham  global  sempat  naik  ke  level  tertinggi  sejak  4‐tahun  terakhir  pada  pekan  lalu  setelah  ECB  mengatakan  siap  untuk  membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas. Berita mengenai ECB tersebut mendongkrak bursa saham Eropa ke level tertinggi  sejak 13‐bulan dan euro naik mencapai level tertinggi dalam 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS. 

Euro <EUR=> melemah terhadap dolar AS pada sesi awal pekan ini, merupakan pelemahan pertama kalinya dalam 4‐sesi terakhir,  turun 0,37 persen ke 1,2759, setelah pada sesi Jumat sempat naik hingga 1,2817. Namun demikian proyeksi QE3 oleh The Fed  diperkirakan akan membatasi penurunan. 

Obligasi  Amerika  relatif  stagnan,  didukung  oleh  potensi  pembelian  besar‐besaran  oleh  The  Fed.  Hingga  akhir  sesi  New  York,  obligasi pemerintah AS tenor 10‐tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,66 persen dibanding 1,58 persen pada sesi  penutupan Jumat. 

Emas bertahan di level tertinggi dalam 6‐bulan terakhir didukung oleh ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan oleh The Fed.  Harga  spot  emas  <XAU=>  ditutup  pada  kisaran  1,725.20  USD  per  ounce,  setelah  pekan  lalu  naik  sebesar  2,7  persen,  yang  merupakan kinerja positif mingguan dalam 3‐pekan berturut‐turut. 

Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober <LCOc1> naik 56 sen atau 0,49 persen ke 114,81 USD per barel.  Minyak mentah AS <CLc1> naik 12 sen atau 0,12 persen ke 96,54 USD per barel. Para analis berpendapat bahwa ekspektasi akan  stimulus  keuangan  dari  the  Fed  untuk  merangsang  pertumbuhan  ekonomi  dimentahkan  oleh  tekanan  dari  data  ekonomi  Cina  yang lemah, mengangkat kekhawatiran tentang permintaan minyak.  


GOLD & COMMODITIES
Emas melemah Senin lalu karena aksi ambil untung, tetapi bertahan mendekati level tertinggi enam bulannya setelah anjloknya  laporan dari pasar tenaga kerja AS/data payrolls yang mendorong harapan bahwa the Fed dapat melakukan stimulus terkini untuk  Kamis  ini.  Dengan  tingginya  ekspektasi  untuk  pengambil  kebijakan  AS  dalam  memberi  sinyal  sedini  mungkin  karena  Kamis  ini  mereka kemungkinan mengambil langkah untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya.  

Laporan bulanan employment AS Jumat lalu menunjukkan lebih sedikitnya lapangan kerja yang dibuat daripada ekspektasinya,  yang mendorong harga emas naik lebih dari 2 persen, kenaikan terkuat satu hari dalam bulan ini.   

Emas telah naik dilatarbelakangi meningkatnya ekspektasi untuk mendukung perekonomian AS oleh the Fed, kemungkinan awal  Kamis ini ketika bank sentral merilis Federal Open Market Committee (FOMC) untuk keputusan pada tingkat suku bunga.  

Investasi pada emas yang didukung produk exchange‐traded mencapai level tertingginya minggu lalu, sementara itu kepemilikan  pada U.S. gold futures oleh spekulator naik ke level tertingginya tahun ini. 

"We could see a pullback in gold at anytime as prices are fairly overbought on a daily basis, and once we hit the $1,800 an ounce  level, we think there could be a multi‐week congestion," ungkap Mark Arbeter, kepala technical strategist pada S&P Capital IQ.  


OIL & COMMODITIES
Oil  naik  Senin  lalu  pada  perdagangan  yang  choppy  Senin  lalu  karena  didukung  ekspektasi  the  Fed  AS  akan  bertindak  untuk  menstimulasi pelemahan ekonomi dibalas oleh pelemahan data Cina yang menaikkan permasalahan mengenai permintaan untuk  oil.  

Beberapa  investor  mempercayai  bahwa  tumbuhnya  tanda‐tanda  perlambatan  ekonomi  di  Cina  dan  di  AS  telah  menaikkan  kemungkinan  bahwa  the  Fed  AS  policy  meeting  dua  harinya  yang  berakhir  hari  Kamis  akan  menghasilkan  putaran  ketiga  dari  stimulus moneter, yang dikenal sebagai quantitative easing atau QE3.  

Tambahan stimulus di ekspektasi untuk melemahkan dollar, yang mana dapat mendorong harga komoditas yang berdenominasi  dollar seperti oil. Euro melorot terhadap dollar untuk pertama kalinya dalam empat hari ini Senin lalu. 

"The market is clearly betting on a third round of quantitative easing from the United States," ungkap Tamas Varga, analis pada  PVM Oil Associates di London.  

"The Chinese data were pretty bearish as were U.S. jobs figures last week. But it is a twisted logic: bad news can be good news if it  leads to a positive policy response."  

EURO ZONE
Euro  jatuh  terhadap  dolar  mnejelang  sidang  The  Fed  pekan  ini,  dengan  ekspektasi  semakin  meningkat  mengenai  kemungkinan  bank  sentral  AS  mengumumkan  putaran  lain  stimulus.  Meskipun  mengalami  koreksi,  namun  euro  masih  bergerak  di  mendekati  level  tertinggi  4  bulan  yang  dicapai  hari  Jumat  lalu  ketika  data  ketenagakerjaan AS dirilis mengecewakan yang menambah spekulasi The Fed akan menggulirkan quantitative easing (QE)  jilid 3. Hasil jajak pendapat usai rilis data  payrolls  akhir  pekan  kemarin  menunjukkan  peluang  60%  bagi  The  Fed  untuk  menjalankan  program  QE3,  dibandingkan  45%  peluangnya  berdasarkan  hasil  jajak  pendapat akhir Agustus lalu. 

Di bawah program QE, The Fed akan mencetak lebih banyak uang untuk membeli obligasi, yang akan menekan yield Treasury, mendorong investor mencari investasi  lain  yang  memberikan  keuntungan  lebih  tinggi.  Meningkatnya  suplai  uang  akan  berakibat  menurunnya  nilai  tukar  dolar.  Adapun  The  Fed  akan  mengumumkan  keputusannya pada hari Kamis. 

Euro tercatat melemah 0.1% di sekitar $1.2795, masih mendekati level tertinggi Jumat di $1.2817, yang merupakan level terkuatnya sejak Mei. 

Sementara itu, sentimen di kawasan euro meningkat setelah bank sentral Eropa (ECB) pekan lalu mengumumkan rencana untuk memangkas biaya pinjaman untuk  negara‐negara yang paling menderita krisis utang. 

Namun, dengan akan diadakannya pemilu Belanda dan putusan mahkamah konstitusi Jerman mengenai dana bailout permanen dalam pekan ini, nampaknya akan  membuat investor berhati‐hati dalam bertransaksi di pasar forex. 

Resiko mengenai kemungkinan ditundanya keputusan mahkamah konstitusi Jerman mengenai kelanjutan pemberian dana bailout terlihat terlalu dibesar‐besarkan.  Jerman kemungkinan akan mendukung pemberian bailout meskipun jumlahnya nampaknya akan dibatasi. Sedangkan resiko pemilu Belanda terlihat mereda setelah  jajak pendapat terkini menunjukkan kemenangan nampaknya akan berpihak pada partai yang pro‐Eropa. Kondisi tersebut berpotensi mendorong euro menuju ke  atas areal $1.30. 

Meski begitu, mata uang tetap rentan terhadap perkembangan di Spanyol, yang mungkin harus meminta bailout, dan Yunani, yang tengah mengelami kesulitan  keuangan  setelah  kreditur  asing  menolak  bagian  dari  paket  penghematan  yang  disiapkan  oleh  pemerintah.  Yunani  mengakui  pada  hari  Senin  kemarin  tengah  mengalami kesulitan untuk membujuk kreditur asing untuk menerima rencana menyimpan hampir 12 miliar euro selama dua tahun, yang sangat penting untuk  menghindarkan negara dari kebangkrutan.


U.K.
Sterling gagal menembus level tertinggi daalm kurun 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS, namun demikian ekspektasi pelonggaran moneter The Fed dan  masih  akan  bertahannya  kebijakan  moneter  BoE  masih  memperkuat  level  support  sterling.  Pekan  lalu,  poundsterling  membukukan  performa  terbaik  terhadap dolar AS sejak akhir Juni silam seiring naiknya kepercayaan investor terhadap mata uang tersebut pasca diumumkannya pembelian obligasi oleh  ECB yang ditujukan untuk menurunkan imbal hasil obligasi beberapa negara di kawasan Uni‐Eropa. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat melemah  0,09 persen terhadap dolar AS ke 1.5985.  

Kinerja sterling juga terbantu oleh komentar dari petinggi BoE – Spencer Dale yang menyatakan bahwa bank sentral harus mempertahankan ekonomi dari  meningkatnya  resiko  inflasi  dalam  kondisi  ekonomi  yang  stagnan.  Pernyataan  tersebut  dipandang  masih  mendukung  dipertahankannya  kebijakan  BoE  setidaknya hingga akhir tahun 2012 ini. Data‐data ekonomi Inggris akhir‐akhir ini juga dirilis lebih baik dari perkiraan, dengan demikian tidak mendukung  proyeksi pelonggaran moneter berikutnya. 

Optimisme dikalangan pelaku bisnis Inggris mengalami penurunan ke level terendahnya sejak 20‐tahun terakhir, berdasarkan jajak pendapat yang dilansir  oleh grup akuntan BDO pada awal pekan ini. BDO optimisme index yang mengukur ekspektasi performa bisnis dalam dua triwulan kedepan mengalami  penurunan  menjadi  89.1  pada  periode  Agustus  dibandingkan  93.1  pada  Juli  lalu.  Ini  merupakan  penurunan  dalam  6‐bulan  beruntun.  Apabila  berhasil  mengungguli 95 maka figure tersebut mengindikasikan kembalinya kepada pertumbuhan ekonomi. 


JAPAN
Dolar  masih  bergerak  terbatas  dan  cenderung  melemah  di  sekitar  78  yen  menyusul  ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  mengimplementasikan  langkah  pelonggaran moneter lebih lanjut dalam jangka pendek kedepan. Dengan masih buruknya data ketenagakerjaan AS maka dolar cenderung masih akan  melemah terhadap yen dan juga mata uang utama dunia lainnya. 

Sementara itu revisi turun untuk data GDP‐Q2 tidak banyak berpengaruh pada pergerakan niali tukar dolar/yen. Dolar terakhir bergerak di sekitar 78.25  yen, relatif stabil dibandingkan dengan level penutupan New York hari Jumat lalu. 

Hasil data revisi GDP‐Q2 Jepang menunjukkan ekonomi tumbuh 0.2% dari kuartal sebelumnya, lebih kecil dari ekspektasi 0.3% dan laporan awalnya 0.3%.  Pelemahan ini disebabkan perusahaan‐perusahaan memangkas belanja modal akibat memburuknya krisis utang zona euro dan pelambatan pertumbuhan  ekonomi  Cina  yang  membuat  menurunnya  permintaan  global.  Data  tersebut  juga  menunjukkan  permintaan  domestik  dari  belanja  untuk  pebangunan  kembali daerah yang rusak akibat gempa dan tsunami kian mereda dan dewan kebijakan moneter kemungkinan perlu untuk melakukan langkah‐langkah  guna mendorong pertumbuhan ekonomi dalam bulan‐bulan mendatang. 

BOJ  akan  menggelar  sidangnya  pada  18‐19  September  mendatang  dan  diperkirakan  masih  akan  melonggarkan  kebijakannya  di  tahun  ini  meskipun  kemungkinan  belum  akan  mengubah  kebijakannya  hingga  30  Oktober,  ketika  me‐review  proyeksi  harga  dan  ekonomi  jangka  panjang  dalam  laporan  semesterannya.


AUSTRALIA
Australia dan New Zealand dollar bertahan kebanyakan dari kenaikan dalam dua hari sebelumnya pada Senin lalu, karena data ekonomi Cina dan  AS yang melabat yang mendorong harapan pada stimulus berikutnya.   

Aksi ambil untung memangkas Aussie <AUD=D4> ke level $1.0334, dari level $1.0378 pada awal perdagangan. Tetapi masih  naik mendekati dua  sen sejak terpangkas ke level terendah dua bulannya $1.0165 pada minggu lalu, yang telah naik ke level tertinggi Jumat lalu di level $1.0401.  

Mata  uang  tertekan  kadang‐kadang  dengan  data  perdagangan  Cina  yang  melambat,  meksipun  ini  diimbangi  oleh  ekspektasi  dari  banyaknya  pembelanjaan oleh Beijing/Cina dalam infrastruktur.  

Impor  Cina  dari  Australia  sebenarnya  naik  10  persen  pada  bulan  Agustus,  dari  bulan  sebelumnya,  kejutan  yang  diberikan  dari  pembicaraan  dengan anjloknya pengapalan dari bijih besi.  

Perumbuhan impor tahunan dari Australia telah melambat kedepannya menjadi 2.9 persen, terhadap rata‐rata antara bulan Januari dan Mei  disekitar 21 persen, ungkap Adarsh Sinha, seorang strategist pada Bank of America Merrill Lynch di Hong Kong. 

Harga obligasi Australia telah bergerak naik ditengah pelemahan data domestik dan harapan dari paket stimulus terbaru di AS.  


SWISS
Swiss franc melemah terhadap euro Senin lalu, meskipun membaik dari level terendahnya dalam delapan bulan yang naik hari Jumat sebelumnya  setelah data menunjukkan Swiss National Bank membelanjakan lebih sedikit pada bulan Agustus untuk melindungi kenaikan franc.  

Data SNB dikombinasikan dengan harapan dari usaha terkini European Central Bank untuk menghadapi pergolakan krisis uang zona euro yang  ditambah beberapa volatilitas terhadap perdagangan the franc‐euro dan mendorong the franc melalui level 1.21 per euro yang ditandai pertama  kalinya sejak bulan Januari.  

Bertumbuhnya  ekspektasi  pada  tindakan  ECB  telah  mendorong  mata  uang  tunggal  terhadap  mata  uang  utama  minggu  lalu  dari  kedepannya  keputusan penting dari Constitutional Court Jerman, yang mana diekpektasi untuk memungkinkan bailout fund Uni Eropa dan paket bujet ketika  diputuskan Rabu ini.  

Monday, September 10, 2012

Headline News 10.09.12


US & GLOBAL
Akhir pekan lalu dolar AS melemah tajam terhadap mata uang utama dunia dan harga emas melonjak ke level tertinggi  sejak 6‐bulan terakhir menyusul buruknya rilis data non‐farm payrolls Amerika yang meningkatkan ekspektasi dikalangan  investor  bahwa  The Federal  Reserve  akan  segera  mengumumkan  QE3  setidaknya  pada  sidang  pekan  depan.  Imbal  hasil  obligasi  Amerika  merosot  setelah  rilis  data  non‐farm  payrolls  Amerika  untuk  periode  Agustus  dirilis  dibawah  perkiraan,  sementara  imbal  hasil  obligasi  Spanyol  dan  Italia  memperpanjang  penurunannya  ECB  pada  sesi  Kamis  06  September  mengumumkan rencana untuk memerangi krisis utang kawasan tersebut dengan membeli obligasi pemerintah. 

Prospek untuk tindakan lebih lanjut dari ECB mendukung kinerja euro pada awal sesi, dan euro melanjutkan penguatannya  setelah  Departemen  Tenaga  Kerja  Amerika  melaporkan  nonfarm  payrolls  meningkat  hanya  sebesar  96.000  pada  bulan  Agustus, jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 125.000. The Federal Reserve akan memulai pertemuan dua hari  kebijakan pada hari Rabu 12 September, dan pasar tajam akan menunggu pernyataan bank sentral Amerika tersebut pada  sesi Kamis 13 September. 

Dolar AS turun 1,0 persen menjadi ke 80,194 terhadap mata uang utama dunia <DXY.>. Sedangkan euro <EUR=> mencapai  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  di  1,2814  sebelum  akhirnya  ditutup  pada  kisaran  1,2810.  Harga  emas berjangka Amerika melonjak hingga 1,740.80USD per troy ounce <GCcv1>, level tertinggi sejak akhir Februari 2012. 

Bursa  saham  Amerika  bergerak  dalam  kisaran  tipis  karena  investor  masih  menimbang  peluang  untuk  pelonggaran  kuantitatif The Fed, yang akan menggelontorkan  uang ke dalam perekonomian untuk meningkatkan pertumbuhan. The  Dow Jones industrial average <DJI.> naik 14.64 poin, atau 0,11 persen, ke 13,306.64. Indeks The Standard & Poor 500 <.  SPX> ditutup naik 5,80 poin, atau 0,40 persen, ke 1,437.92. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 0,61 poin, atau 0,02  persen, ke 3,136.42. Untuk minggu ini, S & P menguat 2,2 persen sementara Dow naik 1,6 persen dan Nasdaq naik 2,3  persen. Merupakan performa mingguan terbaik untuk S & P dan Nasdaq sejak Juni, dan performa terbaik bagi Dow sejak  Juli. 

Saham‐saham  energi  dan  keuangan  mencatat  kinerja  terbaiknya,  penguatan  saham‐saham  sektor  tersebut  ditunjang  maraknya pembelian investor seiring prospek pertumbuhan ekonomi. Saham ConocoPhillips  naik  1,5 persen, sementara  Noble Energy naik 2,4 persen. Saham Bank of America melonjak 5,4 persen. Sementara itu Intel Corp memangkas perkiraan  earning  triwulan  ketiga‐2012,  sembari  menyatakan  bahwa  terjadi  penurunan  permintaan  untuk  produksi  chip  seiring  berkurangnya  konsumsi  komputer  personal. Saham produsen  chip terbesar dunia tersebut  turun  3,6  persen,  sementara  indeks semikonduktor PHLX <SOX.> tuurn 0,8 persen. 

Imball hasil obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 2/32, dengan imbal hasil berkisar pada 1,6695  persen. 

Indeks  The  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  ditutup  naik  ke  1.106,72,  atau  sebesar  0,18  persen.  Imbal  hasil  obligasi  Spanyol  tenor10‐tahun <ES10YT=TWEB> turun ke 5,646 persen, level terendahnya  sejak awal April. Indeks ekuitas dunia The MSCI  <. MIWD00000PUS> naik 1,2 persen menjadi ke 330,24.  

Harga  minyak  naik  dalam  sesi  perdagangan  yang  volatile  seiring  tingginya  harapan  akan  stimulus  The  Fed,  meskipun  buruknya rilis data ketenagakerjaan meredam prospek permintaan minyak. Minyak mentah AS <CLc1> ditutup naik 0,93  persen persen ke 96,42 USD per barel. Minyak Brent kontrak Oktober <LCOc1> naik 76 sen, atau 0,67 persen ke 114,25 USD  per barel.  


GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  2  persen  ke  level  tertingginya  dalam  enam  bulan  Jumat  lalu,  melewati  level  $1,730  per  ons,  setelah  pertumbuhan  jobs  AS  melambat  lebih  dari  ekspektasi  pada  bulan  Agustus,  kemungkinan  berpengaruh  dari  arah  pengumuman the Fed yang menambah stimulus untuk ekonomi yang suram.  

Emas menguat melanjutkan ofensifnya setelah jumlah yang menunjukkan nonfarm payrolls naik hanya 96.000 bulan lalu,  dibawah ekspektasi kenaikan 125.000.  

Laporan  tenor  pelemahan  menggarisbawahi  dengan  revisi  data  bulan  Juni  dan  Juli  untuk  menunjukkan  41.000  lebih  sedikitnya pekerja yang dibuat daripada laporan sebelumnya.   

"Gold is going through the roof because this negative data makes QE3 more likely now," kata Daniel Briesemann, analis  komoditas pada Commerzbank di Frankfurt. 


OIL & COMMODITIES
Harga oil naik Jumat lalu dalam perdagangan yang volatile setelah laporan jobs AS yang mengecewakan dengan menekan  dollar dan mendorong ekspektasi untuk stimulus dari the Fed AS, meskipun didorong outlook dari permintaan petroleum.  

Brent dan crude futures AS dekat dengan pelemahan tipis mingguannya, setelah rangkaian kenaikan dalam lima minggunya  dan menguat lebih dari 9 persen pada bulan Agustus.  

Dengan  hanya  naiknya  96.000  nonfarm  payrolls  AS  bulan  lalu,  Labor  Department  mengatakan  Jumat  lalu,  dibawah  perkiraan yang naik 125.000. Sementara itu  tingkat pengangguran turun menjadi 8.1 persen dari 8.3 persen pada bulan  Juli, yang meluas berkenaan dengan orang Amerika yang naik untuk mencari pekerjaan.  

Perdagangan  yang  choppy  Jumat  lalu  yang  disebabkan  ekspektasi  bahwa  kenaikan  data  jobs  kemungkinan  bahwa  policy  meeting the Fed AS dua hari minggu depan akan menghasilkan putaran ketiga dari stimulus moneter, yang dikenal dengan  quantitative easing atau QE3.  

"It was a decidedly negative report due to the meager number of jobs created in August and the downward revision for the  two prior months," kata John Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York. 


EURO ZONE
Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

Euro mencatat intraday high di $1.2806 terhadap dolar, level terkuatnya sejak akhir Mei. Harga terakhir bergerak menguat 1.3% di ssekitar $1.2795.  Dalam sepekan, euro telah naik 1.8%, kenaikan mingguan terbesarnya sejak Juni. Euro nampaknya masih berpeluang melanjutkan rally‐nya, dan berpotensi menuju  target level psikologi di $1.30. 

Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

Euro  sendiri  telah  menguat  sebelum  rilis  data  payrolls  setelah  investor  menyambut  gembira  pengumuman  rencana  ECB  Kamis  lalu  untuk  menurunkan  biaya  pinjaman untuk Spanyol dan Italia. Presiden ECB Mario Draghi kembali menegaskan sikapnya untuk menyelamatkan kelangsungan euro dan memberikan peluang  untuk melakukan pembelian obligasi tak terbatas guna menurunkan biaya pinjaman negara‐negara kawasan yang dilanda krisis. Yield obligasi Spanyol tenor 10 tahun  berhasil turun di bawah 6% untuk yang pertama kalinya sejak Mei, sementara untuk yield Italia juga turun sehingga berimbas pada terangkatnya nilai tukar euro  secara umum. Euro menguat terhadap yen ke level tertinggi 2 bulan, dan di sesi sore euro tercatat naik 0.5% di sekitar 100.06 yen.  

U.K.
Sterling mencapai level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir terhadap dolar AS pada sesi akhir pekan lalu setelah data sektor ketenagakerjaan Amerika dirilis  dibawah perkiraan, dan memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan menerapkan pelonggaran moneter lanjutan (QE3). Sterling sempat mencapai level  1.6033 terhadap dolar AS, dan ditutup menguat 0,47 persen terhadap dolar AS ke 1.6005.  

Namun  demikian  sterling  tercatat  melemah  terhadap  euro  ke  level  terendahnya  sejak  4‐bulan  terakhir  menyusul  naiknya  kepercayaan  pelaku  pasar  terhadap euro pasca langkah ECB yang memutuskan untuk menekan tingginya ongkos penerbitan utang beberapa negara di kawasan Uni Eropa. Uni Eropa  merupakan partner dagang terbesar Inggris, dan adanya perkembangan dari penanganan krisis hutang Uni Eropa akan berdampak positif bagi sterling,  terutama terhadap dolar AS.  

Pekan ini pelaku pasar akan mengamati rilis data trade balance Inggris untuk periode Juli dimana deficit perdagangan diperkirakan akan membaik dari  periode sebelumnya, selanjutnya akan rilis data sektor ketenagakerjaan yang diperkirakan membaik dari periode sebelumnya. Selain itu perhatian pelaku  pasar  yang  terutama  akan  berfokus  pada  hasil  sidang  The  Fed  pada  12‐13  September  yang  diharapkan  akan  menetapkan  quantitative  easing  jilid  3. 


JAPAN
Dolar terkoreksi mendekati level terendah 4 bulan terhadap euro dan 1 bulan terendah terhadap yen pada hari Jumat setelah data ketenagakerjaan AS dirilis lebih  buruk dari perkiraan di periode Agustus yang memperkuat indikasi The Fed akan menyuntkkan lebih banyak lagi stimulus dalam perekonomiannya. 

Investor difokuskan pada data non‐farm payrolls bulan Agustus untuk mengukur seberapa besar peluang The Fed akan menggulirkan program pembelian obligasi  berikutnya  pada  sidangnya  pekan  ini.  Laporan  payrolls  menyebutkan  hanya  terjadi  penambahan  pekerjaan  sebanyak  96000,  jauh  di  bawah  ekspektasi  Reuters  sebanyak 125.000. 

Rilis data non‐farm payrolls AS telah mendorong penguatan yen terhadap dolar. Dolar terkoreksi 0.8% ke 78.24 yen, dan mencatat level intraday low di 78.00 yen.  Menjelang rilis data pyrolls, yen tercatat telah melemah terhadap dolar dalam pekan kemarin setelah rilis data pertumbuhan tenaga kerja sektor Swasta AS yang  lebih baik dari perkiraan yang mendorong naiknya yield Treasury. Dalam sepekan, dolar telah melemah 0.2% terhadap yen, pelemahan mingguan ketiganya secara  berturut‐turut. 

Investor juga saat ini lebih optimis kalau The Fed akan mempertahankan suku bunganya untuk sementara waktu ini dan melanjutkan program quantitative easing  berikutnya. Usai rilis data non‐farm payrolls, Nomura Securities melaporkan pihaknya meyakini bahwa The Fed akan melanjutkan putaran baru QE akhir tahun ini  dan mempertahankan suku bunga rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

Sementara itu data index of coincident economic indicators turun 1.3 poin di bulan Juli dari bulan Juni sebelumnya, demikian dilaporkan Cabinet Office, mencatat  penurunan keempat kalinya berturut‐turut dipicu pelambatan pertumbuhan ekonomi global.  Sedangkan  untuk  index  of  leading  economic  indicators,  yang  menggunakan  gabungan  data  seperti  jumlah  penawaran  pekerjaan  dan  sentimen  konsumen  dan  sebagai barometer untuk menaksir kondisi ekonomi Jepang dalam beberapa bulan kedepan, turun 1.4 poin di bulan Juli. 

Pekan ini data machinery orders Jepang untuk periode Juli akan menjadi fokus pasar, disampin sidang reguler The Fed. Jika data dirilis buruk, maka akan memicu  tekanan jual untuk yen.


AUSTRALIA
Australia  dan  New  Zealand  dollar  menguat  Jumat  lalu,  karena  pasar  menyukai  rencana  European  Central  Bank  untuk  menangani  krisis  utang  dan  banyaknya isyarat dari stimulus Cina.     

Aussie dollar <AUD=D4> naik ke level $1.0321, level terkuatnya dalam mingguan dan naik dari level terendahnya dalam dua bulan $1.0165. Resistance  terdapat di level $1.0335, 38.2 persen dari penurunan bulan Agust‐Sept.  

Dorongan  awal  berasal  dari  Kamis  sebelumnya  setelah  ECB  merilis  suatu  potensi  program  pembelian  obligasi  yang  tidak  terbatas  untuk  membantu  menurunkan borrowing costs dalam areanya.  

Terpaan berikutnya setelah media yang dimiliki negara melaporkan regulator Cina telah menyetujui 30 proyek infrastruktur dalam suatu gerakan untuk  mendorong pelemahan ekonomi.   

Janji investasi diikuti pengumuman dari hampir lusinan pemerintah lokal Cina dalam dua bulan yang lalu untuk membelanjakan sekitar 7 trilyun yuan.  

Semua  pembelanjaan  ini  membantu  menghadapi  ketakukan  dari  hard  landing  untuk  ekonomi  terbesar  di  Asia  dan  dapat  mendorong  permintaan  dari  ekspor resource Australia. Suatu pelemahan dalam harga bijih besi, ekspor terbesar Australia, satu alasan negara melaporkan suatu defisit perdagangan  yang melebar pada bulan Juli dan telah menekan Aussie dalam minggu‐minggu ini. 

Menteri Perdagangan Craig Emerson mempercayai Australia memiliki diversifikasi yang cukup untuk mengatasi pelemahan ekonomi  global.  

Harga Australian bond futures turun mengikuti rencana dari European Central Bank (ECB) untuk mendukung pelemahan ekonomi regional.  


SWISS
Swiss franc melemah terhadap euro Jumat lalu, terpukul ke level terendah dalam 3 ½ bulan yang terjadi sehari sebelumnya karena mata uang  tunggal menunjukkan penguatan dari rencana pembelian obligasi dari European Central Bank yang bertujuan menghentikan krisis zona euro.   

The franc melorot ke level terendahnya sejak 24 Mei setelah ECB mengatakan akan meluncurkan program pembelian terbaru dan potensial yang  tidak terbatas untuk menurunkan borrowing costs.  

The franc secara meluas diperdagangkan bersamaan dengan euro sejak Swiss National Bank membatasi pada level 1.20 per euro tahun lalu untuk  meredam deflasi dan resesi setelah investor mengkhawatirkan krisis zona euro yang membawa the franc ke level tertingginya.  

"To some extent the reassurance by Mario Draghi that the euro will stay in place is a good message to those who are panicking about the euro  and putting money into the Swiss franc," kata ekonom Sarasin Jan Poser.