title cover

title cover

Monday, August 29, 2011

Headline News 29.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia menguat 1 persen dan dollar AS anjlok Jumat lalu karena Ketua the Fed Ben Bernanke melepaskan peluang untuk adanya stimulus pada perekonomian AS.  


• Bursa saham dunia yang diukur pada indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> meningkat 0.7 persen, tetapi telah anjlok 11.1 persen sejak dimulai awal bulan, sementara ICE Brent untuk pengiriman Oktober <LCOV1> di settled ke level $111.36 per barrel, meningkat 74 sen.


• Berbicara pada pertemuan tahunan the Fed di Jackson Hole, Wyoming, Bernanke tidak menawarkan langkah‐langkah terbaru untuk mendorong perekonomian tetapi mengatakan adalah penting untuk sehatnya perekonomian dalam mengurangi pengangguran jangka panjang.


• Bursa saham AS ditutup menguat lebih dari 1 persen, membalikkan penurunannya sebesar 2 persen hanya setelah dimulainya pidato Bernanke, sementara Tresuri yang yields‐nya mendekati level terendah historisnya, ditutup menguat tetapi tidak sampai menguat pada level awalnya.


• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> melejit 134.72 poin, atau 1.21 persen, ke level 11,284.54. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> meningkat 17.53 poin, atau 1.51 persen, ke level 1,176.80. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> naik 60.22 poin, atau 2.49 persen, ke level 2,479.85.


• Dollar AS anjlok Jumat lalu setelah Kepala the Fed Ben Bernanke menghentikan rincian tindakan kedepannya untuk memacu perekonomian yang lesu, meskipun kedepannya penurunan dapat dibatasi dari laporan utama jobs AS.  


• Jumat lalu euro terakhir menguat 0.8 persen ke level $1.4495 <EUR=EBS>, yang mendekati level tertinggi puncak hariannya $1.4502 yang terjadi pada trading platform EBS. Trader mengatakan euro akan berjuang untuk bertahan diatas level $1.45 dan sell orders dikatakan berada pada level antara $1.4460 dan $1.4500.  


• Dollar AS anjlok 1 persen ke level 76.66 yen <JPY=>. Dalam seminggu euro melejit 0.8 persen terhadap dollar AS, sementara itu dollar merosot 0.2 persen terhadap yen.  


• Harga Tresuri AS mendapatkan kenaikan tipis, dengan volume perdagangan yang tidak besar.




• Harga emas naik setelah melikuidasi pelemahan hariannya yang menekan emas dari level tertingginya minggu ini. Spot emas <XAU=> naik 2.2 persen untuk berada pada level $1,808.60 per ons.  


• Minyak mentah menguat pada perdagangan yang choppy Jumat lalu karena Badai Irene menuju East Coast AS dan trader didorong oleh komentar dari Ketua the Fed Ben Bernanke berkenaan dengan ekonom. U.S. October crude <CLc1> menguat 7 sen untuk di settle ke level $85.37 per barrel, yang telah mencatatkan level intraday low $82.95. Telah mencatatkan kenaikan 3.78 persen dalam mingguannya, setelah rangkaian empat minggu penurunannya.


• Sterling melemah ke level terendah hariannya terhadap dollar AS Jumat lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke tidak menawarkan adanya komitmen yang kuat untuk langkah‐langkah pelonggaran dalam menstimulasi ekonomi AS, yang mana mendukung pada the greenback/dollar.   


• Rilis dari perkiraan kedua dari pertumbuhan ekonomi Inggris dalam kuartal kedua, sejalan dengan perkiraan awal sebesar 0.2 persen, yang tidak memiliki pengaruh pada pound.


• Sterling <GBP=D4> anjlok sekitar 0.3 persen dalam level terendah hariannya $1.6236, anjlok dari sekitar level $1.6300 sebelum pidato Bernanke.    


• Analis teknikal menyoroti support dari sterling pada 55‐day moving average level $1.6224.   


• Euro diperdagangkan dengan sedikit kenaikan terhadap sterling ke level 88.44 pence <EURGBP=D4>. Resistance terlihat level 88.63, 50 persen retracement dari penurunan euro dari Juli hingga Agustus.



GOLD & COMMODITIES
• Harga emas berhasil mencatat penguatan harian sebesar 2% pada sesi Jumat akhir pekan lalu, hanya berselang dua hari setelah likuidasi besarbesaran (aksi ambil untung pelaku pasar) yang mengakibatkan emas turun hingga 200 USD dari level puncaknya 1911.46 USD per troy ounce. 

• Penguatan  emas  pada  akhir  pekan  lalu  tersebut  dipengaruhi  oleh  sinyal  bahwa  The  Fed  tetap  membuka  peluang  pemberlakuan  stimulus  baru  untuk mendukung pemulihan ekonomi Amerika dan mereduksi tingkat pengangguran. 

• Sebelumnya  emas  sempat  melemah  setelah  Bernanke  tidak  memberikan  detail  mengenai  langkah  yang  akan  ditempuh  untuk  membantu  pemulihan ekonomi, sebagaimana yang sebelumnya luas diperkirakan akan mengumumkan inisiasi QE3. Namun kemudian investor kembali memburu emas, seiring titik berat pada fokus tingginya pesimisme The Fed mengenai outlook ekonomi Amerika, yang kemudian meningkatkan minat pada aset safe haven

• Dalam sepekan terakhir emas tercatat melemah 1,2% ke 1828.05 USD per troy ounce. Ini merupakan pelemahan mingguan pertama dalam 8pekan. 

• Meskipun  emas  telah  anjlok  lebih  dari  3%  dalam  sepekan  terakhir,  namun  sinyal  bullish  masih  bertahan  terutama  seiring  berlanjutnya  ketidakpastian penanganan krisi hutang zona eropa dan bayangbayang resesi yang dapat melanda Amerika.  

• Untuk  sepekan  kedepan  diperkirakan  tema  ketidakpastian  ekonomi  dan  keberpihakan  investor  pada  aset  safe  haven  masih  akan  mendominasi  tren penguatan emas. 

• Sementara itu mulai terdapat kekhawatiran akan kemungkinan potensi kerugian pada pipa penyalur energi dan listrik di New York menyusul badai Irene yang diperkirakan akan menghantam kawasan Northeast Amerika. Ini turut mendorong penguatan harga komoditas dan minyak US crude yang menguat hingga level 85.37 USD per barrel. 

• Para  ekonom  menyatakan  masih  dibutuhkan  waktu  bagi  para  pelaku  pasar  untuk  mencerna  lebih  lanjut  pernyataan  Bernanke  mengenai  tools  yang tersedia untuk menstimulasi pemulihan ekonomi. Namun satu hal yang sudah pasti adalah bahwa Bernanke menggarisbawahi ekonomi Amerika masih berada dalam masa yang suram.

Friday, August 26, 2011

Headline News 26.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham dunia anjlok dan dollar AS menguat terhadap yen Kamis lalu karena investor menurunkan ekspektasinya bahwa the Fed akan menunjukkan tanda‐tanda penyelamatan yang dramatik terhadap perekonomian minggu ini.  


• Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> melemah 1.1 persen. Indeks telah mencatatkan kenaikan kenaikan minggu pertamanya dalam lima minggu, yang  telah merosot ke level terendahnya dalam 11‐bulan pada awal bulan ini.


• Bursa saham AS anjlok Kamis lalu karena investor menaikkan kepemilikan cash dari kedepannya pidato Ketua the Fed Ben Bernanke, yang mengharapkan dia akan memberikan gambaran yang jelas dari rencana the Fed untuk memperjuangkan perekonomiannya.    


• Di AS, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> turun 170.89 poin, atau 1.51 persen, untuk ditutup ke level 11,149.82. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 18.33 poin, atau 1.56 persen, ditutup level 1,159.27. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> anjlok 48.06 poin, atau 1.95 persen, ke level 2,419.63.


• Dollar AS naik Kamis lalu dan saham‐saham anjlok karena investor menghindar dari risky trades ditengah spekulasi bahwa Kepala the Fed Ben Bernanke tidak akan mengisyaratkan rencana terkini untuk menstimulasi ekonominya minggu ini.    


• Euro terakhir anjlok 0.3 persen ke level $1.4369 <EUR=> sementara itu sterling melemah 0.6 persen ke level $1.6282 <GBP=D4>.    


• Dollar AS juga meningkat ke level 77.67 yen <JPY=>, yang naik 1 persen dan dari level terendahnya dibawah 76 yen, dan mencapai level tertinggi satu minggunya level 0.79898 Swiss francs sebelum anjlok ke level 0.7946 <CHF=EBS>.   


• Harga Tresuri AS naik Kamis lalu karena berkurangnya ekspektasi dari perbaikan ekonomi dari Ketua the Fed yang membawa fokus kembali pada pelemahan outlook pertumbuhan (ekonomi) dan kekhawatiran berkenaan dengan krisis utang Eropa.    


• Emas naik Kamis lalu setelah rangkaian penurunan tajam dua harinya dengan anjloknya pasar ekuitas Eropa dan AS dari pembicaraan bahwa Jerman kemungkinan memberlakukan larangan short‐selling untuk mendorong investor membeli emas sebagai safe haven. Spot emas <XAU=> meningkat 0.5 persen ke level $1,759.99 per ons pada pukul 2:32 PM EDT (1832 GMT) pada perdagangan yang choppy, sekitar $60 diatas level terendah hariannya $1,702.44, level terendahnya yang mendekati dua minggunya.    


• Harga minyak mentah melejit Kamis lalu berkenaan permasalahan mengenai pengaruh badai Irene's terhadap East Coast AS yang menekan supply dan adanya pergolakan di Libya. Di London, ICE Brent crude untuk pengiriman Oktober <LCOc1> naik 47 sen di settled ke level $110.62 per barrel, menghentikan level tertinggi harian dan mingguannya $111.45. Pada New York Mercantile Exchange, October crude <CLc1> di settled ke level $85.30, meningkat 14 sen, menguat dari level terendah hariannya $83.01.


• Sterling merosot ke level terendahnya dalam dua minggu terhadap euro Kamis lalu karena sovereign account melakukan aksi beli mata uang tunggal untuk kebutuhan akhir bulan, sementara itu pound melemah terhadap dollar AS dengan pasar saham Eropa dan AS diperdagangkan dalam area negatif.    


• Pound sedikit bergerak dari pelemahan data survei CBI yang menunjukkan penjualan ritel Inggris merosot dalam fase tercepatnya dalam setahun, mengungkapkan rapuhnya recovery ekonomi Inggris.


• Euro menguat 0.2 persen ke level 88.20 pence <EURGBP=D4>, setelah naik ke level 88.35 pada awal perdaganganya, level tertingginya sejak 10 Agustus. Dealer mencatatkan downside stop‐losses pada level 87.95 pence.   


• Sterling <GBP=D4> merosot 0.3 persen dalam hariannya terhadap dollar AS ke level $1.6327, menghentikan level tertingginya pada awal harian Eropa di level $1.6397. Trader mengatakan pelemahan saham‐saham Eropa dan AS yang ikut membawa beberapa tekanan pada pound dalam dealing sore harinya<.FTEU3> <.SPX>   


• Bank of England dapat bertahan dari stimulus moneter kedepannya meskipun pelemahan perekonomian dan gejolak pasar baru‐baru ini karena keseluruhan situasi kelihatan masih lebih baik daripada yang terjadi pada krisis finansial, pengambil kebijakan BoE Martin Weale mengatakannya. 



GOLD & COMMODITIES

• Emas berbalik menguat setelah pelemahan tajam dalam dua sesi sebelumnya, penguatan mana disokong oleh pelemahan bursa saham zona eropa dan Amerika seiring adanya kabar bahwa otoritas Jerman akan memberlakukan hukuman bagi pelaku short selling. Hingga akhir sesi New York, emas tercatat menguat 1,1% ke level 1770.59 USD per tory ounce. 

• Sebelumnya,  emas  sempat  anjlok  setelah  CME  Group  kembali  menaikkan  margin  untuk  perdagangan  berjangka  emas  menjadi  27%,  yang  merupakan kenaikan tertinggi sejak leih dari 21/2 tahun terakhir. Ini juga tercatat sebagai kenaikan kedua dalam sebulan terakhir. 

• Sementara itu platinum menguat 0,6% ke 1813.24 USD per tory ounce, dan perak naik 3,6% ke 41.06 USD per ounce. 

• Berdasarkan laporan dari Morgan Stanley pada Rabu 24 Agustus lalu, bank sentral negaranegara di dunia yang tengah mengambil posisi sebagai net buyer terhadap  emas,  tampaknya  akan  mempertahankan  kepemilikan  emasnya  meskipun  nantinya  akan  menghadapi  situasi  dimana  membutuhkan  untuk menaikkan uang cash untuk mengatasi eskalasi krisis hutang.

• Membelinya lagi  suatu saat  nanti pasti akan ada  diposisi yang sangat amat mahal”, demikian menurut Peter Richardson Morgan Stanley Australia. “Mereka  lebih  dalam  posisi  untuk  menumpuk  aset  dalam  emas  daripada  menggunakannya  sebagai  mekanisme  dalam  meredam  tumpukan  hutang”, demikian tandas Richardson. 

• Richardson juga mengatakan bahwa setiap penjualan emas dalam volume yang masif, kemungkinan besar akan menjadi sasaran beli bank sentral. Hal ini didasari merosotnya kepercayaan bankbank sentral tersebut terhadap mata uang negara lain dan cenderung mengalihkannya kepada emas. 

• Bank  sentral  merupakan  pemegang  aset  emas  terbesar  dunia,  dan  bank  sentral  dari  Thailand,  Korea  Selatan,  Kazakhstan,  Meksiko  serta  Rusia  terus meningkatkan kepemilikannya terhadap emas dalam beberapa bulan terakhir. 

• Pembelian emas oleh bank sentral tahun ini saja mencapai 192,3 metrik tons, sampai dengan semester pertama 2011, berdasarkan data dari World Gold Council.

• Bank  Sentral  Korea  Selatan  melakukan  pembelian  25  ton  emas  dalam  satu  bulan  antara  Juni  hingga  Juli.  Dalam  pernyataan  resminya  setelah mengumumkan pembelian itu mengatakan "menambah kepemilikan terhadap emas membantu mengurangi resiko investasi dalam kerangka manajemen devisa".

• Perhatian pelaku pasar saat ini sepenuhnya tertuju pada pidato Chairman The Fed – Ben Bernanke dalam kesempatan simposium bank sentral global di Jackson  Hole,  Wyoming,  untuk  menangkap  indikasi  kemungkinan  pemberlakuan  program  quantitative  easing  ke3  untuk  membantu  menstimulasi ekonomi Amerika. 

• Meskipun belum ada kepastian mengenai hal tersebut, namun ekspektasi QE3 mulai menyusut. Beberapa surat kabar di Amerika bahkan memperkirakan tidak ada sesuai yang penting yang akan disampaikan oleh Bernanke pada kesempatan itu.

Thursday, August 25, 2011

Headline News 25.08.11


U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS mencatatkan kenaikan terkuat dalam dua harinya Rabu lalu karena investor berbalik untuk mengoleksi saham‐saham finansial yang telah melemah dan melepas safer assets sepeti emas dalam perdagangan yang bergejolak.   


• Pada penutupannya, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 143.95 poin, atau 1.29 persen, ke level 11,320.71. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 15.25 poin, atau 1.31 persen, ke level 1,177.60. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> melejit 21.63 poin, atau 0.88 persen, ke level 2,467.69.  


• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa naik dalam rangkaian tiga harinya untuk ditutup menguat 1.4 persen.  


• Investor memfokuskan untuk menaikkan kepemilikan cash karena ketidakpastian kedepannya dari pidato Bernanke di Jackson Hole, Wyoming,
Jumat ini.  


• Dollar AS meningkat terhadap major currencies Rabu lalu, menghapus penurunan awalnya, dari kekhawatiran the Fed kemungkinan tidak menunjukkan tanda‐tanda stimulus berikutnya (QE3) terhadap perekonomian minggu ini.       


• Yen merosot terhadap dollar dan euro setelah Jepang meluncurkan langkah‐langkah terkini untuk mengekang penguatan mata uangnya dan setelah Moody's menurunkan peringkat sovereign debt negara itu.   


• Euro terakhir melemah 0.1 persen ke level $1.4418 <EUR=EBS>, sementara terhadap yen  ‐ dollar membalikkan penurunan pada awalnya untuk diperdagangkan menguat 0.4 persen ke level 76.99 yen <JPY=EBS>.    


• Harga Tresuri AS bertenor 30‐tahun melemah lebih dari 3 poin pada perdagangan sore harinya Rabu lalu, karena bursa Wall Street mengalami rally secara intensif dan mengarahkan aksi jual yang besar pada obligasi pemerintah AS.     


• Emas anjlok 4 persen Rabu lalu karena peningkatan tajam pada durable goods orders AS dan ketidakpastian kedepannya dari pidato Ketua the Fed Ben Bernanke kepada central bankers yang memicu penurunan terbesar hariannya dalam 2.5 tahun. Spot emas <XAU=> merosot 4 persen untuk ditutup ke level $1,750.55 per ons.  


• Harga Brent oil sedikit menguat pada perdagangan yang choppy Rabu lalu, tetapi harga crude AS tergelincir karena para trader menekankan ekspektasi dari dapat kembali terjadinya ekspor minyak Libya terhadap pelemahan yang mengejutkan pada cadangan crude di AS. Brent crude <LCOc1> di settled menguat 84 sen ke level $110.15 per barrel, setelah sempat mencapai level $111.00. Crude AS <CLc1> ditutup ke level $85.16, merosot 28 sen dalam hariannya, yang pada awalnya sempat menanjak ke level tertingginya $86.59. 


• Sterling melemah terhadap dollar AS Rabu lalu, dipicu oleh stop loss orders karena anjlok dibawah level utamanya $1.65, dengan membaik dari ekspektasinya data durable goods orders AS yang mendorong investor untuk mengurangi posisi beli pada mata uang Inggris.   


• Pelaku pasar mengatakan sterling akan berjuang untuk menemukan arah yang jelas dari pidato kepala the Fed Ben Bernanke di Jackson Hole, Wyoming Jumat ini. Beberapa investor berspekulasi kemungkinan dia menggunakan pidatonya untuk menandai stimulus moneter/QE3 kedepannya untuk mendorong perekonomian AS.   


• Pound merosot 0.5 persen ke level $1.6411 <GBP=D4>, melewati stop disekitar level $1.6430, dengan trader mengutip pembicaraan aksi jual besar‐besaran sterling pada pukul 1215 GMT European Central Bank fix.   


• Euro meningkat 0.5 persen ke level 88.00 pence <EURGBP=D4>, didorong oleh aksi beli dari model funds yang diatas level 87.50 pence, ungkap trader. Menguat diatas resistance yang berada disekitar level 100‐day moving average level 88.15 dan 55‐day moving average dilevel 88.21.   


• Perbankan harus melaporkan data minimum yang ditetapkan pada perdagangan derivatif akhir tahun depan untuk membantu para regulator memonitor stabilitas finansial dan pelanggaran‐pelanggarannya, rencana rancangan dari pengawas pasar dan bank sentral yang diungkapkan Rabu lalu. 



GOLD & COMMODITIES
• Emas  anjlok  tajam  dalam  penurunan  harian  terbesar  sejak  Desember  2008  silam  ditingkahi  naiknya  kurs  dollar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia lainnya seiring menguatnya ekspektasi bahwa Bernanke akhir pekan ini belum akan memastikan QE3. 

• Koreksi tajam sebesar 4,3% ini menyebabkan emas ditutup melemah pada posisi 1750.55 USD per troy ounce seiring maraknya aksi ambil untung pelaku pasar dimana investor cenderung untuk menyiapkan dana menjelang ketidakpastian akan pemberlakuan QE3 oleh The Fed. Sebagai catatan, emas telah menguat 400 USD sejak Juli lalu. 

• Tekanan  pada  emas  berlanjut  setelah  rilis  data  durable  goods  orders  Amerika  untuk  Juli  naik  4%,  jauh  mengungguli  ekspektasi  ekonom  2,4%,  yang kemudian mendukung minat investor pada aset beresiko.

• Analis  mengingatkan  koreksi  tajam  emas  dapat  berlanjut,  terutama  jika  pada  Jumat  akhir  pekan  ini  The  Fed  belum  memastikan  akan  pemberlakuan program quantitative easing ke3.

• Namun  demikian,  menurut  Morgan  Stanley,  bank  sentral  negaranegara  di  dunia  yang  tengah  mengambil  posisi  sebagai  net  buyer  terhadap  emas, tampaknya akan mempertahankan kepemilikan emasnya meskipun nantinya akan menghadapi situasi dimana membutuhkan untuk menaikkan uang cash untuk mengatasi eskalasi krisis hutang.

• Membelinya lagi  suatu saat  nanti pasti akan ada  diposisi yang sangat amat mahal”, demikian menurut Peter Richardson Morgan Stanley Australia.
Mereka  lebih  dalam  posisi  untuk  menumpuk  aset  dalam  emas  daripada  menggunakannya  sebagai  mekanisme  dalam  meredam  tumpukan  hutang”, demikian tandas Richardson. 

• Bank  sentral  merupakan  pemegang  aset  emas  terbesar  dunia,  dan  bank  sentral  dari  Thailand,  Korea  Selatan,  Kazakhstan,  Meksiko  serta  Rusia  terus meningkatkan kepemilikannya terhadap emas dalam beberapa bulan terakhir. 

• Pembelian emas oleh bank sentral tahun ini saja mencapai 192,3 metrik tons, sampai dengan semester pertama 2011, berdasarkan data dari World Gold Council.

• Bank  Sentral  Korea  Selatan  melakukan  pembelian  25  ton  emas  dalam  satu  bulan  antara  Juni  hingga  Juli.  Dalam  pernyataan  resminya  setelah mengumumkan pembelian itu mengatakan "menambah kepemilikan terhadap emas membantu mengurangi resiko investasi dalam kerangka manajemen
devisa".

Wednesday, August 24, 2011

Headline News 24.08.11

U.S. & GLOBAL

• Bursa saham dunia mengalami rally, harga minyak mentah naik dan dollar AS merosot Selasa lalu dari spekulasi the Fed kemungkinan memberikan sinyal pada stimulus berikutnya (QE3) terhadap perekonomian AS.  


• Kesuraman data ekonomi AS membantu mendorong ekspektasi, yang mana mendorong saham‐saham dunia yang diukur pada indeks MSCI All‐ Country World <.MIWD00000PUS> 2.4 persen dan Standard & Poor's 500 AS <.SPX> 3.4 persen.  


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 322.11 poin, atau 2.97 persen, untuk ditutup ke level 11,176.76. Indeks S&P 500 naik 38.53 poin, atau 3.43 persen, ke level 1,162.35. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 100.68 poin, atau 4.29 persen, ke level 2,446.06.  


• Laporan yang menunjukkan sektor factory Cina meningkat lebih baik dari ekspektasi pada bulan Agustus membantu mendorong bursa saham dunia overnight.  


• Gempa berukuran 5.9 skala yang mengguncang East Coast AS dan Kanada, memaksa evakuasi dari beberapa bangunan, yang berpengaruh sangat minim pada pasar.  


• Dollar AS melemah Selasa lalu dari harapan the Fed akan melonggarkan kebijakan kedepannya untuk menstimulasi lesunya ekonomi AS, sementara itu membaik dari ekspektasinya data factory Jerman dan Cina menekan kekhawatiran mengenai pertumbuhan (ekonomi) global. Euro terakhir diperdagangkan naik 0.6 persen ke level $1.4443 <EUR=EBS> setelah menguat hingga sebesar $1.45 pada trading platform EBS, dalam kisaran utama level $1.40‐$1.45 yang dibentuk sejak awal Juli.   


• Harga Tresuri AS bertenor 30 tahun berbalik melemah pada sore harinya Selasa lalu, dengan bursa Wall Street memperluas awal kenaikannya, menyebabkan beberapa trader melepas kepemilikan bond‐nya.    


• Emas melemah dari penurunannya diatas level $1,900 ons Selasa lalu dalam penurunan harian terdalamnya dalam 18 bulan, dengan rebound ekuitas mendorong trader untuk memikirkan kembali rally emas yang mana saat ini dilihat sebagai suatu yang berlebihan. Spot emas <XAU=> terakhir diperdagangkan pada level $1,833.50/1,834.25, yang turun 3.4 persen pada perdangan terakhir New York, yang mana membuat penurunan persentase terbesar hariannya sejak Februari 2010.    


• Pada pasar minyak mentah, harga‐harganya naik dari harapan stimulus, karena berlanjutnya kekerasan di Libya dan rencana pengurangan ekspor minyak Nigeria. Brent October crude <LCOV1> meningkat 95 sen untuk di settle ke level $109.31 per barrel. Pada New York Mercantile Exchange, crude untuk pengiriman bulan Oktober <CLV1> di settled ke level $85.44, yang naik $1.02, atau 1.21 persen. 


• Sterling menguat terhadap dollar Selasa lalu dan sedikit naik terhadap euro, didorong oleh aksi ambil untung pada mata uang tunggal tersebut, meskipun kenaikannya diperkirakan terbatas berkenaan dengan permasalahan mengenai recovery ekonomi Inggris.   


• Pound juga mendapat support dari sedikit recovery pada risk appetite (hasrat pada aset‐aset beresiko) setelah sedikit membaik dari perkiraannya data manufaktur Cina dan aktivitas factory Jerman yang secara marjinal meredakan kekhawatiran global dan membantu kenaikan saham‐saham.  


• Sterling <GBP=D4> meningkat 0.3 persen terhadap dollar AS ke level $1.6534, aman diatas support pada 100‐day moving average disekitar level $1.6294. Kenaikan didepannya dapat dilihat untuk re‐test level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan dilevel $1.6618.   


• Euro secara marjinal melemah terhadap pound ke level 87.12 pence <EURGBP=D4>, dengan sesi sorenya terjadi aksi jual oleh perbakan Inggris tepat dibawah level 87.50 pence. Trader mencatatkan stop dibawah 87 pence.   


• Surplus perdagangan Irlandia meningkat 8 persen untuk mencapai level tertingginya sekitar 4.08 milyar euro pada bulan Juni, mencatatkan penguatan kinerja semester pertamanya meskipun outlook untuk memburuk untuk tahun tersisa.




GOLD & COMMODITIES

• Emas anjlok tajam 3,5% terhadap dollar AS ke 1829.65 USD per troy ounce setelah berhasil membukukan penguatan ke level tertinggi sepanjang sejarah  di  1911.46  USD  per  troy  ounce.  Ini  merupakan  penurunan  harian  paling  tajam  dalam  kurun  18bulan  terakhir.  Pelemahan  tersebut  dipengaruhi aksi ambil untung pelaku pasar seiring dengan penguatan bursa saham global yang ditingkahi oleh menguatnya ekspektasi stimulus  lanjutan oleh The Fed. 

• Penasehat investasi ternama Dennis Gartman dalam catatan resminya pada The Gartman Letter menyebut bahwa “emas telah mencapai poin  dimana bergerak hingga 40 sampai dengan 50 USD per troy ounce hanya dalam waktu singkat. Itu bukan lagi merupakan investasi yang aman,  bahkan jauh dari definisi aman, justru berbahaya, bahkan mengerikan”.

• Komoditas  lain  seperti  minyak  bumi  dan  tembaga  menguat  seiring  ekspektasi  stabilnya  permintaan  dari  pabrikan  asal  Cina  yang  merupakan  importir terbesar logam industri. Sentimen ini didukung oleh data PMI preliminary Cina untuk Agustus dirilis 49.8, atau lebih baik dari data Juli  49.3 yang merupakan level terendah dalam kurun 28bulan terakhir.

• Sementara  itu  The  Shanghai  Gold  Exchange  akan  menaikkan  margin  requirement  kontrak  perdagangan  berjangka  emas  untuk  kedua  kalinya  dalam sebulan terakhir menyusul lonjakan tajam harga emas dunia. Margin requirement dikabarkan akan naik menjadi 12% dari 11% terhitung  sejak  25  Agustus  untuk  menanggulangi  kemungkinan  resiko,  menahan  stabilitas  pasar  dan  mempertahankan  kepentingan  investor,  demikian  berdasarkan pernyataan resmi bursa tersebut yang di posting di laman resminya Rabu 23 Agustus ini.


Tuesday, August 23, 2011

Headline News 23.08.11



U.S. & GLOBAL 


• Bursa saham AS berjuang untuk sedikit menguat Senin lalu setelah empat minggu penurunannya, sementara itu harga Brent crude merosot dari prospek civil war di Libya akan segera berakhir dan memulihnya ekspor minyak dari negara Afrika Utara.  


• Pada bursa Wall Street, indeks Dow Jones industrial average <.DJI> meningkat 37.00 poin, atau 0.34 persen, ke level 10,854.65. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> naik 0.29 point, atau 0.03 persen, ke level 1,123.82. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> bertambah 3.54 poin, atau 0.15 persen, ke level 2,345.38.  


• Saham‐saham perusahaan finansial, kelihatan yang paling rentan dari krisis utang Eropa, underperformed sektor lainnya. JPMorgan Chase <JPM.N> anjlok 2.7 persen dan yang paling menekan pada indeks Dow, diikuti oleh Bank of America <BAC.N>, merosot 7.9 persen.  


• Indeks FTSEurofirst 300 <.FTEU3> dari saham‐saham utama Eropa meningkat 0.8 persen untuk ditutup ke level 916.78. Indeks MSCI world equity <.MIWD00000PUS> ditutup turun 0.1 persen setelah fluktuasi antara wilayah negatif dan positif dalam hariannya.


• Bernanke, kebanyakan yang paling mungkin untuk menjelaskan langkah‐langkah bertahap, yang akan mengecewakan mereka yang mencari langkah big‐bang approach seperti putaran pembelian obligasi terbaru yang diketahui sebagai QE3.  


• Dollar merosot terhadap beberapa mata uang yang berhubungan dengan komoditas Senin lalu karena investor berspekulasi the Fed dapat mengambil langkah untuk mendorong perekonomian AS, yang mendorong hasrat pada riskier assets/aset‐aset beresiko.    


• Euro goyah terhadap dollar AS dari kekhawatiran Uni Eropa yang bergerak terlalu lambat terhadap utang dan krisis perbankan, sementara itu otoritas Swiss mencoba untuk menekan the franc merosot.   


• Australian dollar <AUD=D4> terakhir naik 0.4 persen ke level $1.0434. New Zealand dollar <NZD=D4> bertumbuh 1.1 persen ke level $0.8254 sementara itu the greenback anjlok 0.2 persen ke level 0.9882 Canadian dollar <CAD=D4>.    


• Harga Tresuri AS Senin lalu anjlok, karena trader mulai bersiap terhadap pidato penting dari Ketua the Fed Ben Bernanke pada akhir pekan ini.    


• Harga emas rally hampir 2 persen yang mencatatkan level mendekati $1,900 pe ons Senin lalu karena pengaruh ekonomi global yang mendorong ekspektasi kedepannya pada monetary easing, menaikkan ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai dari inflasi. Spot emas <XAU=> bertambah 1.6 persen ke level $1,889.29 per ons pada pukul 2:41 PM EDT (1841 GMT), meningkat dari penguatan minggu pertamanya sejak Februari 2009. Itu merupakan salah satu aset yang berkinerja terbaiknya yang saat ini naik 33 persen.    


• Pada pasar minyak mentah Brent crude <LCOc1> di settled ke level $108.36, turun 26 sen dari berita Libya. Tetapi crude oil AS <CLc1> di settled menguat pada New York Mercantile Exchange. Crude untuk pengiriman bulan September expired dan di settled ke level $84.12 per barrel, bertambah $1.86, atau 2.26 persen.  


• Sterling naik Senin lalu dan kemungkinan untuk bertahan mendekati level puncaknya terhadap dollar AS, karena investor mencari aman dari gejolak pasar finansial dan krisis utang zona euro yang memandang pada posisi fiskal Inggris yang relatif baik.   


• Analis mengatakan pound juga menarik bagi investor yang akan secara normal membeli yen atau Swiss franc sebagai safe havens tetapi kekhawatiran merebak pada otoritas Jepang dan Swiss National Bank yang akan mengambli aksi pada pelemahan mata uang mereka.   


• Pound terakhir diperdagangkan naik 0.15 persen terhadap dollar AS ke level $1.6485 <GBP=D4>, dengan trader mencatatkan stop level $1.6540 dan $1.6620, hingga hanya diatas level tertinggi Jumat lalu dalam 3‐1/2 bulan ke level $1.6618.


• Pengambil kebijakan Bank of England Ben Broadbent telah melunak pernyataannya pada perkembangan inflasi karena berkenaan dengan pelemahan ekonomi, dalam wawancara Senin lalu, pertama kali sejak dia bergabung dalam rate‐setting Monetary Policy Committee.  


• Rilis data CBI orders Inggris sore harinya dapat dipantau untuk bulan Agustusnya. 

Monday, August 22, 2011

Headline News 22.08.11

U.S. & GLOBAL 


• Pasar ekuitas merosot kembali dan emas mencatatkan rangkaian level tertinggi dua harinya Jumat lalu karena kekhawatiran kemungkinan AS mengarah pada resesi dan permasalahan yang berhubungan dengan krisis utang Eropa yang membuat investor membatasi pergerakannya.  


• Bursa Wall Street mencatatkan peenurunan empat minggunya, tertekan turun dari pelemahan 20 persen pada Hewlett‐Packard <HPQ.N> kinerja terburuk hariannya sejak tahun 1987 pada market crash – setelah Silicon Valley icon ini meluncurkan outlook yang suram dan menguncang perusahaan tersebut.


• Indeks MSCI's all‐country world stock <.MIWD00000PUS> anjlok 1.6 persen, sementara itu emerging markets stocks <.MSCIEF> berkurang 2.5 persen.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup merosot 172.93 poin, atau 1.57 persen, ke level 10,817.65. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> jatuh 17.12 poin, atau 1.50 persen, ke level 1,123.53. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> berkurang 38.59 poin, atau 1.62 persen, ke level 2,341.84.


• Investor menunggku pidato ketua the Fed Ben Bernanke pada tanggal 26 Agustus di Jackson Hole, Wyoming, pada petunjuk tentang bagaimana pembuat kebijakan mengatasi gejolak pasar keuangan. Meeting tahunan the Fed's di Jackson Hole tahun lalu ketika the Fed mengisyaratkan rencana untuk putaran kedua pada quantitative easing, yang mana membawa dollar AS pada pelemahannya.  


• Dollar AS anjlok yang mencatatkan level terendahnya terhadap yen dan merosot terhadap euro Jumat lalu, tetapi kemungkian anjlok pada the greenback/dollar AS jika prospek ekonomi global akan suram dan mengarah pada safe‐haven bid/aksi beli safe haven.  


• Euro telah naik sekitar 0.3 persen terhadap dollar AS pada bulan Agustus sementara itu the greenback telah anjlok sekitar 1.2 persen terhadap yen.  


• Dollar merosot terhadap yen Jumat lalu dari laporan Wall Street Journal yang menyatakan Japan's top currency official mengungkapkan otoritas Jepang tidak berencana untuk seringkali mengintervensi.


• Yields Tresuri AS naik daik dari level terendahnya sebesar 1.97 persen dari Kamis sebelumnya karena beberapa aksi ambil untung investor.


• Investor menghentikan untuk memburu obligasi tetapi tetap mengarah pada emas, yang mencatatkan kenaikan satu minggu terbesarnya dalam 2‐1/2 tahun dan tetap dijalur untuk kenaikan terbesarnya satu bulan yang mendekati periode 12 tahunnya pada Agustus ini. Emas naik 30 persen dalam tahun ini. Sementara itu kenaikan harga komoditas melemahkan beberapa aksi beli safe‐haven pada emas, yang telah meningkat 6 persen dalam lima harinya. Spot emas <XAU=> bertambah 1.3 persen ke level $1,847.90 per ons pada pukul 3:00 p.m. EDT (1900 GMT).  


• Harga minyak mentah AS ditutup melemah Jumat lalu setelah pembalikan pergerakan sesi terakhir harian ke arah teritori negatif dari berlanjutnya kekhawatiran mengenai ekonomi, setelah rangkaian data negatif Kamis sebelumnya. Pada New York Mercantile Exchange, crude untuk pengiriman bulan September <CLU1> di settled melemah $82.26 per barrel, sekitar 12 sen, atau 0.15 persen, setelah diperdagangkan antara level $79.17 hingga $83.55.  


• Sterling mencapai level tertingginya dalam 3‐1/2 bulan terhadap dollar AS Jumat lalu, yang mencatatkan kinerja terbaik mingguannya sejak pertengahan Januari, karena investor khawatir mengenai permasalahan funding pada zona euro and resesi pada AS untuk mengarah pada aksi buy the pound.   


• Sterling <GBP=D4> meningkat 0.6 persen ke level $1.6614, yang telah mencapai level tertinggi barunya dalam 3‐1/2 bulan ke level $1.6618. Telah recover dari level harian terendahnya $1.6444, meninggalkan target dari kinerja terbaik mingguannya sejak pertengahan Januari. Ini dipicu aksi buy stops diatas $1.6600 dalam gerak penguatannya.



GOLD & COMMODITIES

• Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia menguat hingga 6% terhadap dollar AS pada kisaran 1851.95 USD per troy ounce, setelah sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di 1877.00. Ini merupakan performa mingguan terbaik dalam kurun 21/2 tahun terakhir dan tengah berada dalam lajur untuk mencatat penguatan bulanan terbesar yang selama Agustus ini telah mencapai 12%. 

• Hingga saat ini emas mencatat penguatan tahunan sebesar 30%, ditunjang oleh kekhawatiran poetnsi resesi ekonomi Amerika dan bergulirnya krisis kredit UniEropa. Namun penguatan tahunan tersebut masih lebih rendah dari perak yang tercatat menguat 37,2% 

• Kekhawatiran investor tersebut kemudian menghantam bursa saham global yang terus melemah dan menyurutkan minat investor pada aset beresiko.
Kondisi  mana  kemudian  berbalik  meningkatkan  minat  beli  pada  emas  sebagai  upaya  perlindungan  investasi  dari  berbagai  macam  resiko  dan ketidakpastian ekonomi. 

• Perhatian pelaku pasar pada pekan ini akan terfokus pada konferensi pejabat bank sentral di Jackson Hole, Wyoming yang akan diselenggarakan pada Jumat  26  Agustus  2011.  Terbit  spekulasi  oleh  sementara  ekonom  bahwa  Chairman  The  Fed  –  Ben  Bernanke  akan  memberikan  sinyal  pemberlakuan program quantitative easing jilid ke3 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Amerika.

• Setahun yang lalu pada tempat yang sama, Bernanke mengumumkan inisiasi pemberlakuan program quantitative easing jilid ke2 yang berakhir pada Juni
2011,  sebuah  kebijakan  yang  kemudian  mendongkrak  kinerja  emas  hingga  20%  sejak  mulai diberlakukannya.  Pelaku  pasar  saat  ini  akan  mencari  tahu apakah Bernanke akan kembali mengumumkan program quantitative easing jilid ke3 di Jackson Hole tersebut, yang mana akan memberikan dukungan bagi kinerja emas. 

• Sementara itu disisi lain mulai terdapat spekulasi bahwa CME Group akan kembali menaikkan margin perdagangan berjangka emas setidaknya satu kali
lagi, setelah pada bulan ini telah menaikkannya menjadi 5500 USD per kontrak. Kebijakan tersebut akan ditempuh untuk membatasi aksi spekulasi yang terus mendorong lonjakan harga emas dunia.

Friday, August 19, 2011

Headline News 19.08.11


U.S. & GLOBAL 


• Meningkatnya kekhawatiran mengenai resesi berikutnya menekan bursa saham AS Kamis lalu, yang membawa indeks‐indeks utama merosot lebih dari 3 persen dalam mengemukanya kembali fluktuasi ekstrim investor yang berharap lebih.    


• Bursa saham global, yang dinilai pada indeks MSCI's all‐country world equity <.MIWD00000PUS>, anjlok 4.1 persen dan ekuitas emerging market <.MSCIEF> turun 2.8 persen.


• Indeks Dow Jones industrial average <.DJI> ditutup melemah 419.63 poin, atau 3.68 persen, ke level 10,990.58. Indeks Standard & Poor's 500 <.SPX> berkurang 53.24 poin, atau 4.46 persen, untuk ditutup level 1,140.65. Indeks Nasdaq Composite <.IXIC> terjungkal 131.05 poin, atau 5.22 persen, untuk berada di level 2,380.43.


• Dollar AS dan yen Jepang menguat secara meluas Kamis lalu karena investor memburu mata uang safe‐haven dari tanda‐tanda pelemahan ekonomi AS dan permasalahan berkenaan dengan paparan perbankan Eropa terhadap utang zona euro.   


• Menumpuknya kesuraman data ekonomi AS dan kekhawatiran zona euro mengarah pada pasar finansial, dengan pasar saham global anjlok sementara itu harga spot gold dan Tresuri rally dari adanya kekhawatiran.   


• Pada perdagangan sore harinya di New York, euro melemah 0.6 persen ke level $1.4338 <EUR=>.    


• The greenback/dollar naik 0.3 persen terhadap the franc ke level 0.7932 franc <CHF=>, meskipun euro turun 0.3 persen ke level 1.1376 francs <EURCHF=.    


• Terhadap yen, dollar AS flat ke level 76.58 yen <JPY=>, tidak jauh dari level terendahnya 76.25 yen yang terjadi pada bulan Maret tahun ini.    


• Mengemukanya banyak kekhawatiran mengenai ekonomi global mendorong harga safe‐haven obligasi pemerintah AS naik Kamis lalu dan persepsi mengenai outlook AS dan zona euro kemungkinan mempengaruhi perdagangan dalam beberapa hari mendatang.    


• Emas rally sebesar 2 persen ke level tertinggi barunya diatas $1,820 per ons Kamis lalu setelah data AS mencatatkan mandegnya perekonomian,
sementara itu permasalahan mengemukanya kembali tingkat kesehatan perbankan Eropa yang membawa pada safe‐haven buying. Kenaikan emas dalam rangkaian empat harinya datang setelah berita aktivitas factory di U.S. Mid‐Atlantic anjlok dan existing home sales tidak seperti yang di ekspektasi merosot. Spot gold <XAU=> naik 1.8 persen ke level $1,820.49 ons pada pukul 2:16 p.m. EDT (1816 GMT), yang telah mencatatkan level tertingginya $1,825.99. Telah mengalami kenaikan 9 persen dalam dua minggu ini, kinerja terbaiknya sejak pertengahan Februari 2009.   


• Harga crude futures AS melemah mendekati 6 persen Kamis lalu karena bertumpuknya pelemahan data ekonomi dari AS yang memukul confidence investor yang telah khawatir mengenai pertumbuhan ekonomi global dan permasalahan utang Eropa. Pada New York Mercantile Exchange, September crude <CLU1> anjlok $5.20, atau 5.94 persen, untuk di settle ke level $82.38 per barrel. Level tertinggi intraday di level $87.53 dan level terendahnya, yang dicapai pada perdagangan post‐settlement level $81.15.  


• Sterling anjlok terhadap dollar AS Kamis lalu, dipukul lagi oleh penurunan tajam pada pasar ekuitas dari pelemahan pada risk appetite, tetapi pound menguat terhadap euro, karena perekonomian Inggris terlihat terangkat lebih baik daripada yang terjadi dalam zona euro.    


• Kekhawatiran investor berkenaan dengan perlambatan pertumbuhan (ekonomi) global bertambah setelah data menunjukkan aktivitas factory di AS, sementara itu krisis utang zona euro berlanjut untuk menekan confidence investor pada zona tersebut.    


• Ini ikut membawa tekanan pada saham‐saham dan menekan pound anjlok 0.6 persen terhadap dollar AS ke level $1.6447 <GBP=D4>, tetapi tidak begitu jauh dari level tertingginya Rabu lalu dalam 3‐1/2 bulan di level $1.6590.   


• Penjualan ritel Inggris nyaris tidak tumbuh pada bulan Juli karena konsumen mengurangi pembelanjaannya, menekankan pada resiko recovery ekonomi Inggris yang rapuh.