title cover

title cover

Friday, April 8, 2011

Headline News 08.04.11


U.S. & GLOBAL

• Bursa  saham Wall  Street ditutup melemah  setelah  gempa  dengan 7,4  magnitude  menghantam  bagian  utara  Jepang,  kembali  meningkatkan  kekhawatiran tentang  krisis  nuklirnya,  namun  kepercayaan  investor  pada  kondisi  ekonomi  AS  berhasil  menahan  pelemahan  lebih  lanjut.  Saham-saham  ritel  menguat setelah  data   chain  store  sales   pada  Maret  meningkat  diata  sperkiraan,  meningkatkan  harapan  bahwa  pemulihan  ekonomi  AS  telah  berjalan  secara berkesinambungan.  Indeks  Dow Jones  <DJI.>  turun  17,26  poin  atau  0,14%  ke  12,409.49,  S&P500  <.  SPX>  turun  2,03  poin  atau  0,15%  pada  1,333.51  dan Nasdaq <.  IXIC> turun 3,68 poin  atau 0,13% pada 2,796.14.

• Harga  emas  mencapai  rekor tertinggi sepanjang sejarah  dalam  penguatan  beruntun dalam 3-sesi  terakhir  akibat  meningkatnya kekhawatiran  akan  tekanan inflasi dan  ekspektasi  bahwa kenaikan suku bunga ECB  akan melemahkan  dolar. Emas sempat  mencatat  kenaikan hingga level 1,464.80  USD per  trroy  ounce setelah berita gempa kuat menghantam Jepang.  Harga spot emas <XAU=> naik 0,1% ke 1.459 USD per troy ounce.

• Sementara  itu harga minyak  dunia  ditutup pada penutupan tertinggi  2-1/2-tahun  menyusul  kekhawatiran akan  terhambatnya pasokan  akibat  pertempuran di  Libya  dan  gejolak  di  Timur  Tengah  yang  dibayangi  oleh  peningkatan  suku  bunga  zona  euro  serta  gempa  besar  yang  kembali  melanda  Jepang.  Harga minyak  mentah  Brent  untuk  pengiriman  Mei <LCOc1>  naik  37  sen  ke  122,67 USD per  barel,  level tertinggi  sejak 4 Agustus  2008.  Sedangkan  harga  minyak mentah Crude AS  untuk pengiriman  Mei <CLc1>  ditutup naik 1,47 USD ke 110,30 USD per barel, penutupan  tertinggi sejak 22 September 2008.

• Euro  beringsut melemah  dari level  tertinggi  14-bulanannya  terhadap  dollar  AS  setelah pernyataan  Presiden ECB  meredam  ekspektasi pasar akan  kenaikan suku  bunga agresif  ECB,  meskipun  pelemahan  euro diperkirakan tidak  akan  terlalu  tajam.  Euro  juga  melemah  terhadap  yen,  yen  menguat  terhadap  mata uang  utama  dunia  lainnya  setelah  adanya  berita  bahwa  Jepang  dilanda  gempa  7,4  skala  richter  yang  kemudian  menurunkan  minat  investor  pada  aset
beresiko.

• ECB  menaikkan  suku  bunga  sebesar 25  basis  poin,  kenaikan  pertama  sejak  krisis  keuangan  tahun  2008,  sebuah  langkah  yang  ditujukan  untuk memerangi peningkatan  tekanan  inflasi.  Presiden  ECB  Jean-Claude  Trichet  mengisyaratkan  bank  sentral  sudah  siap  untuk  mengetatkan  kebijakan  lebih  lanjut  jika diperlukan, tetapi menambahkan  bahwa langkah  April ini belum  pasti menjadi kenaikan yang  pertama dalam serangkaian kenaikan suku bunga selanjutnya.
Euro terakhir turun 0,3%  ke  1,4292 <EUR=>. 

• Investor saat ini meningkatkan kehati-hatiannya  terhadap krisis utang  zona euro setelah Portugal  meminta bailout dari  Uni Eropa, yang  diperkirakan  nilainya mencapai  80  miliar  euro  (  114  miliar  USD).  Namun  kekhawatiran  bahwa  kondisi  serupa  akan  menular  ke  Spanyol  sedikit  mereda  setelah  Madrid  sukses menjual obligasi dengan tenor 3-tahun senilai 4,1 miliar euro.

• Terhadap yen, dolar turun  ke session low 84,57 <JPY=> setelah berita gempa terbaru di  Jepang. Hingga akhis  sesi  New York,  dollar tercatat melemah  0,7% ke 84,88  yen.  Bank  of  Japan  mempertahankan  kebijakan  moneternya  seperti  yang  telah  diprediksi  sebelumnya  dan  memberikan  sinyal  akan  kesiapan  pada pelonggaran  moneter lanjutan,  sebuah langkah yang berseberangan dengn tren bank sentral global yang mulai menarik bantuan likuiditas yang ditempatkan selama krisis keuangan. 

• Euro  melemah  lebih  dari  1%  terhadap yen  ke  121.32 yen  <EURJPY=>.  Sedangkan sterling turun  tipis  terhadap  dollar  ke 1.6324  <GBP=D4>  setelah  Bank  of   England mempertahankan suku bunga seperti yang diperkirakan sebelumnya.             

Gold retreats from record high after Japan quake

NEW YORK | Thu Apr 7, 2011 1:45pm EDT
NEW YORK (Reuters) - Gold was little changed on Thursday afternoon, retreating from a record high after another strong earthquake hit Japan.

In early trading, gold rose to a record for a third straight session on inflation worries and expectations that the 
 European Central Bank's first rate hike since 2008 would weaken the dollar.
Crude oil and global equities also retreated after a strong earthquake shook Japan, pressuring gold. The dollar strengthened against the euro instead of weakening as many had expected, which put further pressure on gold.
Even though the European Central Bank raised rates, investors were not convinced that more rate hikes were on the way.

"You're back to a dollar story for the first time in a long time." said Frank McGhee, head precious metals trader of Integrated Brokerage Services. "Gold prices and the dollar both benefit from that rate hike because it increases the differentials between euro zone and the U.S. interest rates."
Rising interest rates generally are negative for gold, but investors bought bullion immediately after the ECB rate hike because they expected the dollar to weaken in the future.

Spot gold hit a record $1,464.80 an ounce and was later down 0.1 percent to $1,456.14 at 1:14 p.m. EDT. U.S. gold futures for June delivery eased 0.1 percent to $1,357.50 an ounce.
The ECB raised rates by 25 basis points to 1.25 percent to counter inflation pressure. Gold has risen more than 2 percent this week, benefiting from rallies in crude oil and corn and as Portugal requested a European Union rescue package.

"Of course the ECB will be vigilant in monitoring inflation developments very closely. But it is more inflation expectations that made the ECB concerned, and less the actual increase (in inflation)," said Peter Fertig, a consultant at Quantitative Commodity Research.
ECB President Jean-Claude Trichet said the rate hike was not necessarily the start of a series, disappointing some who had expected a more hawkish tone.

The traditional inverse correlation between gold and the dollar appeared to be strengthening this week to a negative 0.8, as gold hit successive records, but the link could be erratic in the near term. A correlation of minus 1 indicates a perfect inverse link, while a correlation of plus 1 indicates that both are moving in perfect tandem.
SILVER EDGES UP, BUT OFF 31-YEAR HIGH

Among other precious metals, silver gained 0.2 percent at $39.50 an ounce, just off the previous session's 31-year high at $39.75.

Silver has not shaken its image of an unpredictable metal with high volatility and chronic oversupply, but investors seem set on driving prices beyond the recent 31-year high.

On fundamentals, industrial demand for silver is expected to rise less than 10 percent this year, after prices more than doubled to 31-year highs since late 2010, the head of metals research and consultant GFMS said on Thursday.

Platinum was down 0.4 percent to $1,781 an ounce, while palladium shed 0.2 percent to $776.50.
(Additional reporting by Jan Harvey in London)

Thursday, April 7, 2011

Headline News 07.04.11

US & GLOBAL 
• Indeks S&P500 berhasil menguat diatas level teknis penting 1333 yang telah bertahan dalam beberapa sesi terakhir, meskipun volume
perdagangan relatif masih tipis. Investor sangat selektif dalam memilih saham yang dibeli untuk menghindari spekulasi menjelang
earning korporasi. Saham‐saham teknologi menguat, pasar mendapat sokongan dari komentar Chief Executive Cisco John Chambers.
Saham Cisco Systems Inc naik 4,9% setelah Chambers mengakui perusahaannya telah kehilangan arah dan memerlukan waktu untuk
mengembalikan kredibilitasnya. Indeks semikonduktor PHLX <. SOX> naik 1,5%, didukung kenaikan Hewlett‐Packard Co yang menguat
2,2% dan Microsoft Corp yang naik 1,4%.
 

• Bursa saham AS juga mendapat dukungan dari pernyataan Presiden The Fed asal Atlanta ‐ Dennis Lockhart, yang mengatakan Fed akan
meneruskan program pembelian obligasi senilai 600 miliar USD sesuai jadwal hingga Juni mendatang, Lockhart menilai tidak ada alasan
untuk mengakhiri program tersebut lebih awal. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 32,85 poin atau 0,27% ke 12,426.75, S&P500 <. SPX> naik
2,91 poin atau 0,22% ke 1,335.54 dan Nasdaq <. IXIC> maju 8,63 poin atau 0,31% ke 2,799.82.
 

• Emas mencapai rekor tertinggi dalam sejarah ditengah kenaikan harga minyak dunia kelevel tertinggi 2‐1/2 tahun, memicu kekhawatiran
akan inflasi yang dapat merugikan perekonomian dunia. Emas telah berperan lebih sebagai mata uang daripada komoditas dalam
beberapa waktu terakhir, investor mengambil emas sebagai mekanisme lindung nilai terhadap pelemahan dolar dan masalah politik yang
membebani nilai mata uang lainnya. Harga spot emas <XAU=> sempat naik hingga 1461.91, USD per troy ounce, level tertinggi sepanjang
sejarah, ditutup menguat lebih dari 5 USD di 1460 USD per troy ounce.
 

• Harga minyak dunia naik level tertinggi 2‐1/2 tahun didukung oleh kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara serta pelemahan dolar.
Minyak mentah Crude AS <CLc1> naik hampir 0.5% ke 108,83 USD per barel ‐ penutupan tertinggi sejak September 2008. Sementara
harga minyak Brent London <LCOc1> ditutup stagnan di 122,30 USD per barel setelah sempat naik di atas 123 USD per barel ‐ level
tertinggi sejak Agustus 2008.
 

• Euro berhasil menguat terhadap dollar AS ke level tertinggi dalam kurun 14‐bulan terakhir menyusul spekulasi kenaikan lanjutan ECB
setelah kenaikan April ini. Yen turun ke level terendah 11‐bulan terhadap euro dan terendah 6‐bulan terhadap dollar. Yen diperkirakan
akan melanjutkan pelemahannya seiring mulai maraknya aksi carry trade dari para investor dan institusi keuangan selaras dengan
pandangan bahwa BOJ masih akan mempertahankan suku bunganya dalam waktu yang lebih panjang, sementara bank sentral negara
maju lainnya mulai melakukan pengetatan moneter.
 

• Dalam sidangnya Kamis 07 April ini ECB secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, akan menjadi
kenaikan pertama sejak Juli 2008. Saat ini para analis memperkirakan Presiden ECB Jean‐Claude Trichet akan menambah nada hawkish
terhadap inflasi, yang akan meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga lanjutan dari ECB. Sementara disisi lain, kondisi
ekonomi AS masih terlalu rapuh bagi The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga, demikian pernyataan dari petinggi The Fed asal Atlanta
‐ Dennis Lockhart.
 

• Euro naik hingga level 1,4350 <EUR=>, tertinggi sejak akhir Januari 2010, ditutup menguat 0,8% ke 1,4334, tidak terlalu terpengaruh
berita bahwa otoritas Portugal telah meminta bantuan finansial dari Uni‐Eropa. Sementara itu euro naik 1,4% terhadap yen ke 122,45
yen, setelah sempat mencapai level tertinggi 11‐bulan di 122.61 yen <EURJPY=>. Dollar AS naik 0,6% ke 85,43 yen <JPY=>, setelah
mencapai level puncak 6‐bulan di 85,52 yen. Terhadap the basket of currencies, dollar AS turun 0,5% ke 75,540 <DXY.>.



GOLD & COMMODITIES 
• Emas mencapai level tertinggi dalam dua harinya berturut‐turut Rabu lalu dan minyak mentah melejit kelevel terbarunya dalam 2‐1/2
tahun, memicu kekhawatiran pada inflasi yang dapat menekan pada perekonomian dunia yang paling diandalkan.
 

• Tekanan harga dari kenaikan negara‐negara ekonomi berkembang Asia – yang telah menjadi katalis/acuan pada recovery dunia dari
krisis finansial ‐‐ dan tidak mungkin mereda secepatnya, Asian Development Bank memperingatkannya.
 

• "High and volatile oil and food prices will, in particular, reverberate through the world economy, and they are likely to stay that way in
2011‐2012," ADB mengatakannya.
 

• "They will thus be a significant source of global inflation, especially in developing countries where recovery is firmly under way," Manilaberbasis
agen mengungkapkannya dalam sebuah laporan.
 

• Harga spot gold <XAU=>, yang menggambarkan perdagangan emas/bullion, naik ke level tertingginya sepanjang masa pada level
$1461,91 per ons, naik lebih dari $5 dari level puncak Selasa lalu. Pada perdagangan futures, U.S. gold untuk pengiriman bulan Juni
<GCM1> menguat setengah persen ke level tertingginya $1467,00 per ons.
 

• Perak /Silver <XAG=>, mencapai level tertingginya dalam 31‐tahun ke level $39.75 per ons pada perdagangan spot.

Monday, April 4, 2011

Headline News 04.04.11


US & GLOBAL

• Bursa saham  AS memulai perjalanan April dengan pijakan  yang cukup kuat  didukung oleh data sektor ketenagakerjaan AS  yang membaik. April merupakan
bulan dimana  secara  tradisonal  performa  saham-saham AS  menguat  signifikan. Pertumbuhan  sektor  ketenagakerjaan  yang  kuat dan  dukungan komentar
  korporasi  dari  pejabat  teras  The  Fed  menduung  kinerja  bursa  pada  akhir  pekan  lalu,  namun  pelaku  pasar  diperkirakan  akan  mengamati  rilis                              earning
kedepannya untuk mendukung  kinerja bursa lebih tinggi lagi. Dudley menyatakan pelonggaran kuantitatif  yang mencapai 600  milyar USD untuk  pembelian
obligasi diperkirakan akan berjalan hingga Juni, komentar ini berlawanan dengan komentar              hawkish   dari pejabat The Fed lainnya.

• Indeks  Dow  Jones  <.  DJI>  mencapai  12,419.71 -  level  intraday  tertinggi  sejak  Juni  2008 -  dan  ditutup  menguat  56,99  poin  atau  0,46%  ke  12,376.72,
sementara  S&P500  <.  SPX> naik 6,58  poin  atau  0,50%  ke  1,332.41  dan Nasdaq  <.  IXIC> naik  8,53  poin  atau  0,31%  ke  2,789.60. Dalam sepekan  terakhir,
Dow naik 1,3%, S  & P menguat 1,4%  dan Nasdaq naik 1,7%.

• Penguatan  dollar  AS  menekan  kinerja  emas  pada  sesi  Jumat  akhir  pekan  lalu,  meskipun  kemudian  kekhawatiran  akan  kondisi  hutang  Uni-Eropa  dan
-nya.  Harga  spot  emas  <XAU=>  turun  0,6%  ke  1,428.20  per  troy  ounce.  Dalam  sepekan  terakhir  kerusuhan  di  Timur  Tengah  mengangkat  emas  dari         low
emas tercatat menguat  0,5%, mencetak kenaikan  dalam 2-pekan berturut-turut,  setelah  sempat naik ke rekor tertinggi 1,447.40  USD per  troy ounce  pada
pekan lalu. Emas mencatat penguatan beruntun dalam 10-kuartal  berturut-turut, naik  0.7% pada kuartal  pertama  2011 yang merupakan kenaikan terkecil
sejak krisis keuangan  2008.

• Sementara itu  harga  minyak melonjak  tajam  ke  level tertinggi  sejak  2008  didukung oleh  membaiknya data sektor  ketenagakerjaan  AS  yang memperkuat
ekskeptasi  pertumbuhan ekonomi  sementara  konflik  Libya  dan kerusuhan di Timur Tengah  terus  menebar ancaman  akan pasokan  minyak.  Harga minyak
mentah  Brent  untuk  Mei  <LCOc1>  naik  1,34  USD  ke  118,70  USD  per  barel,  penutupan tertinggi  sejak  Agustus  2008  dan  mencatat  kenaikan  3,11  dalam
sepekan terakhir. Harga  minyak mentah Crude AS <CLc1>  naik 1,22 USD  ke 107,94 USD per barel, sempat  mencatat kenaikan  hingga  108,47 USD per barel.

• Penambahan  lebih  dari  200.000  pekerjaan  di  Amerika  belum  cukup  untuk  mengangkat  kinerja  dollar  AS  terhadap  euro  yang  masih  ditopang  kuatnya
ekspektasi  kenaikan  suku  bunga.  Laporan  data  sektor  ketenaga  kerjaan  menunjukkan  tingkat  pengangguran  AS  turun  menjadi  8,8%  pada  Maret  lalu
sempat mengangkat dollar AS hingga 84 yen, level tertinggi dalam kurun  6-bulan. 

• Adalah  komentar  Presiden  The  Fed  New  York - William  Dudley  yang  kemudian  membebani                 rally   dollar  terhadap  euro,  Dudley  mengatakan  ia  belum
melihat cukup landasan  untuk menyesuaikan kebijakan moneter  longgar  bank sentral meskipun data  pekerjaan membaik. Komentar Dudley  ini mereduksi
sentimen   hawkish   yang  sebelumnya  sempat  dihembuskan  beberapa  anggota  The  Fed  tentang  kemungkinan  pengetatan  moneter,  karena  Dudley
merupakan  anggota  yang  kuat  pengaruhnya  dalam  sidang  FOMC.  Kondisi  ini  kontras  dengan  ekspektasi kenaikan  suku  bunga  ECB pada  sidang  April  ini,
kenaikan mana diperkirakan akan menjadi  dasar bagi  beberapa  kenaikan  berikutnya. Euro naik 0,5% ke 1,4231  <EUR=>.

• Stress  test  perbankan  di Irlandia pada Kamis 31  Maret memperlihatkan bahwa perbankan di Irlandia memerlukan tambahan bantuan 24  miliar euro untuk
menutupi potensi kerugiannya. Namun demikian, masalah tersebut dan kombinasinnya dengan  krisis yang terjadi di Portugal belum cukup untuk  menekan
euro  dibawah  level  1,40  dalam  beberapa  minggu  terakhir,  hal  tersebut  tertutupi  ekspektasi  kenaikan  suku  bunga.  Sementara  itu  BOJ  yang  menggelar
sidangnya pekan  ini juga  diperkirakan  belum akan menaikkan  suku  bunga dalam waktu  dekat,  terutama sejak terdampak gempa dan tsunami pertengahan
Maret  lalu.  Kondisi  tersebut  membantu  kinerja  dollar  AS  dan  euro  terhadap yen.  Dollar  AS  naik  1,2%  ke  84,15 yen  <JPY=>, performa  mingguan terbaik
sejak Desember 2009. Sementara itu euro naik 1,5% ke  119.60 <EURJPY=> setelah menguat hingga level tertinggi  dalam 11-bulan.                                         



GOLD & COMMODITIES

• Emas  tergelincir  pada  hari Jumat  saat  laporan  pekerjaan  mendorong  dolar AS, meskipun kekhawatiran  utang  zona  euro  dan  kerusuhan di Timur  Tengah mengangkat emas dari level  intraday low .

• Rilis  optimis  data   nonfarm  payrolls   dan  manufaktur  menegaskan  penguatan  ekonomi  AS,  namun  kalangan  ekonom  mengatakan  berita  tersebut  tidak cukup  kuat  untuk  mendorong  Federal  Reserve  melepaskan  kebijakan  moneter  super longgar,  dimana  hal  ini  telah  memberi  sentimen  positif bagi  emas hingga mencapai rekor tertingginya.

• Emas  telah  menguat  sekitar  0,5%  selama  sepekan  kemarin,  merupakan  kenaikan  mingguan  kedua  secara  berturut-turut.  Emas  mencapai  level  rekor tertinggi di $1447.40 per ons  pekan sebelumnya.

• Kerusuhan politik di  Timur Tengah  dan masalah utang  negara  zona euro telah menopang penguatan  emas,  dan alokasi  dana  akhir-kuartal  juga mendorong logam awal pekan kemarin  sebelum perdagangan melemah  pada hari Jumat.

• Penjualan  sukses  obligasi  Portugal  pada  hari  Jumat  tidak  banyak  mengubah  ekspektasi  bahwa  negara  tersebut  akan  masuk  daftar  negara  yang
membutuhkan   bailout ,  sementara peringkat utang Irlandia dipangkas setelah hasil stress tests  bank mengecewakan.

• Meskipun terjadi rally pada  harga energi,  namun pertumbuhan  upah yang  stagnan nampaknya  bukan  pertanda  baik  bagi  emas sebagai  aset lindung nilai   Meskipun  terjadi  rally terhadap  inflasi.

• Walaupun  sebagian  besar  ekonom  pasar  setuju  The  Fed  tidak  akan  mengetatkan  kebijakan  moneter  dalam  jangka  pendek,  namun  seju mlah  komentar petinggi  The  Fed  (yang  cenderung  mengarah  pada  prospek  kenaikan  suku  bunga)  telah  membebani  emas.  Presiden  Fed  Richmond             Jeffrey  Lacker
mengatakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga  pada akhir tahun untuk  mengekang kenaikan inflasi Emas cenderung menderita ketika suku bunga dinaikkan. Harga emas kemungkinan besar akan menderita lebih jauh akibat  ekspektasi bahwa  Bank Sentral Eropa akan  menaikkan suku bunga  bulan ini.      

Friday, April 1, 2011

Headline News 01.04.11

US & GLOBAL

• Bursa saham  AS  mengakhiri  perdagangan  kuartal  pertama  dengan  solid,  meskipun  volume  perdagangan  masih  tipis  seiring  penantian  investor  pada  rilis data  sektor  ketenagakerjaan  AS  yang  diharapkan  akan  memberikan  katalis  pendukung  kenaikan  indeks  untuk  mencapai  level  tertinggi  tahunannya.
Tercatat  menguat 5,4%  pada  kuartal  pertama,  indeks  S&P500  berada  dikisaran  level 1.330,  level teknis  yang  belum  bisa  dipecahkan  lebih  lanjut  dalam beberapa  bulan  terakhir.  Jika  data Non-Farm  Payrolls   dirilis  lebih  tinggi  dari  perkiraan,  maka  bursa  saham  AS  akan  mendapat  tambahan  momentum penguatan  lebih  lanjut.  Dow  Jones  <.  DJI>  turun  30,88  poin  atau  0,25%  ke  12,319.73,  S&P500  <.  SPX>  melemah  2,43  poin  atau  0,18%  ke  1,325.83
sedangkan Nasdaq <IXIC.> naik tipis  4,28 poin  atau 0,15%  ke 2,781.07. Selama  Maret, Dow naik  tipis  0,76%, S&P  turun  0,1% dan  Nasdaq  melemah 0,04%.
Sedangkan dalam kuartal  pertama 2011, Dow naik 6,4%,  S&P menguat 5,4% sementara Nasdaq  naik 4,8%.

• Harga  emas  naik  hampir  1%,  mencatat  kenaikan  beruntun  dalam  10-kuartal  terakhir  seiring  pelemahan  dollar AS  dan  maraknya  demonstrasi  di  negara pengeskppor  minyak  yang  meningkatkan  daya  tarik  emas  sebagai  mekanisme  lindung  nilai  terhadap  inflasi.  Kombinasi  antara  kebijakan  moneter  ultra-longgar  oleh  bank  sentral, kekhawatiran  kondisi  hutang  zona  euro dan  kerusuhan  politik  di  Timur  Tengah  telah  menjadi  pendorong  laju  kenaikan  emas, meskipun terbilang sebagai kenaikan kuartalan terkecil sejak  2008. Harga spot emas <XAU=> naik 0,8% ke 1,435.10 USD per troy ounce.

• Harga  minyak mencatat penutupan  tertinggi  dalam  2-1/2 tahun  terakhir  dalam  perdagangan  akhir-kuartal yang  tipis.  Harga  minyak  Brent  naik mendekati level  tertinggi  dalam  satu  kuartal  terakhir  dan  naik  22  USD  sejak  Januari  seiring  meningkatnya  konflik  Libia  dan  kerusuhan  di  Timur  Tengah  yang mengancam  pasokan  minyak.  Kinerja  minyak  mendapat  dukungan  dari  meningkatnya  risiko  geopolitik  Timur  tengah  dan  mulai  munculnya  sinyal sejak  akhir  2008  silam.  Minyak  pemulihan  pertumbuhan  ekonomi  AS.  Pergerakan  minyak  dalam  kuartal  pertama  tercatat  sebagai  yang  paling volatile mentah  Brent  untuk  pengiriman  Mei  <LCOc1> naik 2,23  USD  ke  117,36  USD  per  barel, penutupan  tertinggi  sejak  Agustus  2008 dan  mencetak penguatan 23,9% dalam Q1 2011. Sedangkan harga  minyak  Crude  AS <CLc1> naik  2,45  USD  ke  106,72  USD per  barel, penutupan  tertinggi sejak  September  2008,  dan mencatat  kenaikan 16,8% selama Q1 2011.

• Euro berhasil mencatat penguatan terhadap dollar  AS pada  kuartal pertama  2011 yang  didukung oleh  ekspektasi  kenaikan  suku bunga zona  euro.  Namun sehubungan dengan masih  berlanjutnya  kekhawatiran  pada  kondisi  hutang sebagian  negara  di  kawasan tersebut, laju  penguatan  euro  diperkirakan akan terhambat.  Terlebih  penting  lagi,  prospek  fundamental  ekonomi  Uni-Eropa  masih  redup,  terutama  dibeberapa  negara  denagn  taraf  ekonomi  kecil.
Tantangan terbaru untuk pemangku  kebijakan  di  Uni-Eropa adalah  hasil stress  test  perbankan di  Irlandia yang  mengindikasikan bahwa  bank-bank  negara
itu memerlukan  modal senilai  24 miliar  euro sebagai kompensasi menutup  perkiraan  kerugiannya. Menurut  beberapa  analis, persyaratan  modal tersebut
akan  sulit  untuk  dipenuhi  dan  pemerintah  Irlandia  harus  merestrukturisasi industri  perbankan  secara  keseluruhan.  Kondisi  inilah  yang  diperkirakan akan
memb ebani kinerja euro pada  awal  kuartal kedua.

• Hingga  akhir  sesi  New  York,  euro tercatat  naik  0,4%  ke  1,4178  <EUR=>.  Euro  tercatat menguat  masing-masing  6%  terhadap  dolar dan  8%  terhadap  yen
pada  kuartal pertama 2011, dimana penguatan  tersebut  disebabkan  oleh  ekspektasi  kenikan  suku  bunga  ECB mendhului The  Fed  dan Bank of Japan.  Data inflasi Uni-Eropa yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan semakin memperkuat  ekspektasi kenaikan  suku  bunga ECB  pekan depan. Pasar Interest Rate Futures
saat ini  melihat  kemungkinan  kenaikan suku bunga sebesar 125  basis  poin dalam 12-bulan  kedepan. Terhadap yen, euro tercatat menguat 0.7% ke 117.90
<EURJPY=>  setelah  sempat  mencapai  level  tertinggi  10-bulan  terakhir  di  117,90  yen.  Dollar  AS  berakhir  menguat  0.3%  terhadap  yen  ke  83.13  <JPY=>.
Pelaku pasar  saat ini menantikan  rilis data  Non-Farm Payrolls  AS  yang diperkirakan akan  mengarahkan  kinerja euro  terhadap dollar  AS dalam jangka dekat
kedepan.  Para  ekonom  yang  disurvei  oleh  Reuters memperkirakan akan  ada  penambahan  sekitar  190.000  pekerjaan  (terangkum  dalam  data  Non-Farm  Payrolls ) pada  bulan Maret setelah sebelumnya meningkat sebesar 192.000  pada  Februari.                 




GOLD & COMMODITIES

• Harga  emas  naik  hampir  1 persen  pada  hari Kamis,  mencatat  kenaikan  kuartalan  ke-10  secara  berturut-turut,  dipicu  jatuhnyaa  dolar  dan  naiknya  harga minyak serta gandum sehingga menambah  daya tarik  emas  sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

• Kebijakan  moneter yang sangat  longgar  oleh  sejumlah  bank  sentral, kekhawatiran  hutang  zona  euro dan  kerusuhan  politik  di Timur Tengah  telah menjadi faktor pendorong  utama bagi emas, meskipun  logam mulia tersebut hanya  naik 1 persen,  kenaikan kuartalan terkecil  sejak 2008, sebelum  krisis keuangan melanda.

• non-farm  payrolls   AS hari Jumat  untuk  periode Maret,   Emas  juga  mencatat kenaikan harian  terbesarnya  selama hampir  2  pekan, sehari  sebelum  rilis  data yang dianggap  sebagai indikator  kunci  kesehatan ekonomi AS.

• Investor  membeli  emas  untuk  lindung nilai terhadap ketidakpastian  yang terkait dengan  laporan pekerjaan hari Jumat.  Kekhawatiran terhadap inflasi juga menguntungkan  emas  seiring  kenaikan  harga minyak  akibat  kekhawatiran  kurangnya  pasokan  dari  Timur  Tengah,  dan  juga  melonjaknya  harga  gandum karena permintaan yang kuat. Emas diperkirakan akan terus melanjutkan  rally -nya menuju level rekor $1500 per ounce.

• Emas  juga  didukung  oleh  penguatan  euro  atas  dolar  dipicu  data  inflasi  yang  meningkatkan  peluang  ECB  untuk  menaikkan  suku  bunganya,  namun penguatan euro kemungkinan hanya  sementara saja, karena masalah krisis utang kawasan masih menjadi faktor  negatif  di kuartal kedua  tahun ini. Adapun kekhawatiran  utang  zona  euro  telah  menjadi  faktor  utama  kenaikan  30%  harga  emas  di  tahun  lalu.  Indikasi  kemungkinan  dilanjutkannya  penurunan
peringkat  utang negara  zona euro oleh lembaga pemeringkat Moody’s  pada  hari Kamis kemarin juga masih berpotensi men-support  emas lebih lanjut.

• tercatat sebesar  2,18 juta   Namun indikasi kenaikan  suku  bunga  oleh The  Fed  dan ECB telah  menggerogoti  beberapa  daya tarik emas,  dimana net outflow ons, atau  3,5 persen, dari dana yang diperdagangkan di bursa utama  tahun ini.

• Sementara jika pasar tenaga  kerja  AS terus membaik, maka akan mendorong The  Fed untuk menaikkan  suku  bunga lebih cepat dari perkiraan semula,  dan hal ini akan berpotensi menekan kembali harga emas.       


Survey BOJ-Tankan menguat tipis di Q1


Sentimen di kalangan pebisnis manufaktur Jepang menguat tipis di kuartal pertama tahun ini,
namun analis pasar mengantisipasi k emungkinan terjadi penurunan kepercayaan dalam
tahun ini setelah Jepang dilanda gempa dahsyat, tsunami dan juga krisis nuklir, demikian
data BOJ-Tankan menerangkan.
Data menunjukkan indeks untuk sentimen manufaktur besar sebesar plus 6 di periode Maret,
naik dari plus 5 di periode Desember. Data Maret sedikit lebih rendah dari ekspektasi plus 7.
Namun data Tankan tersebut belum merefleksikan dampak dari bencana gempa bumi,
tsunami dan juga krisis nuklir, karena survey BOJ dilakukan sebelum bencana melanda
negeri Sakura tersebut.
Adapun indeks untuk periode Juni (Q2) diperkirakan akan sebesar plus 2, menggambarkan
bahwa perusahaan memprediksi kondisi bisnis akan memburuk dalam 3 bulan kedepan.
Data Tankan juga menunjukkan bahwa perusahaan-peruahaan s kala besar berencana untuk
memangkas belanja modal mereka sebesar 0,4% di tahun fiskal Maret mendatang, kontras
dengan ekspektasi kenaikan 1,8%.

Oil jumps to 2-1/2-year highs, posts big Q1 gains

NEW YORK | Thu Mar 31, 2011 6:33pm EDT
NEW YORK (Reuters) - Oil prices jumped to their highest close in 2-1/2 years on Thursday in thin end-of-quarter trading that left Brent near a record quarterly rise of more than $22 as Libya's conflict and Middle East unrest kept supply threats in focus and U.S. economic data added lift.

Oil remained supported by geopolitical supply risks and signs of economic growth after the most volatile quarter for the oil market since the end of 2008, analysts said.

Prices built on early gains after a report that U.S. jobless claims fell last week and data pointing to improving Midwest employment, all coming ahead of the closely watched March nonfarm payrolls report due on Friday.
"End of quarter positioning and today's jobless figures again surprised on the favorable side with further economic optimism likely to be on display tomorrow morning," Jim Ritterbusch, president at Ritterbusch & Associates said in a note.

Brent crude for May rose $2.23 to settle at $117.36 a barrel, highest close since August 2008 and up 23.9 percent for the quarter.
Brent reached $117.70 intraday on Thursday, leaving May Brent's $118.42 contract high ahead of the front-month 2-1/2-year intraday peak near $120 struck on February 24.
Brent's recovery comes after it fell below $108 in the aftermath of Japan's March 11 earthquake and tsunami.

U.S. crude rose $2.45 to settle at $106.72, highest close since September 2008, and jumping 16.8 percent for the quarter.
Prices rose to $106.83 intraday, close to the March 7 peak of $106.95 that is the highest intraday price since 2008.

"Crude bounced off $102.70 (on Tuesday), finding support there, and Libya looks like it will be shut for awhile and with the Middle East and improving economic data the market is looking for a catalyst to take out the 2011 high," said Gene McGillian, analyst, Tradition Energy in Stamford, Connecticut.
Trading volumes remained tepid, well below 30-day averages for both Brent and U.S. crude.

CONFLICT IN LIBYA

Investors' belief that a protracted conflict in Libya will keep exports shut off was reinforced as forces loyal to Muammar Gaddafi took back oil ports at Ras Lanuf and Brega. Rebels readying a counter-attack were both encouraged by and wary of news of covert U.S. support and the defection of Gaddafi's foreign minister.
Libya's top oil official Shokri Ghanem said from Tripoli that the country was continuing to produce some oil, although output was much reduced.

MIDDLE EAST UNREST

Investors also eyed Bahrain, where dozens were missing and more than 300 were detained after a crackdown targeting activists and Shi'ites, the opposition said.
"Friday prayers may be a key issue supporting the market now, and some of the focus is starting to shift back to Japan and the cost of rebuilding the country," said Thorbjoern Bak Jensen, an analyst at Global Risk Management.
The conclusion of Friday prayers has been a favored time for protests in the region.
Protests and unrest in Syria and Yemen have also been part of the geopolitical risk premium.

Thursday, March 31, 2011

Headline News 31.03.11

 US & GLOBAL

• Bursa saham AS naik  pada Rabu  dengan  aktivitas  didominasi oleh pembelian dari manajer  investasi  pada saham-saham yang  berperforma terbaik,
termasuk  pada  saham-saham  energi dan  saham  yang tergolong        small-caps , menjelang akhir  kuartal. Volume  perdagangan masih tipis, sekitar 6,8
miliar saham yang  diperdagangkan  di  New York  Stock Exchange, NYSE Amex  dan  Nasdaq,  jauh  di  bawah perkiraan rata-rata harian tahun lalu 8,47
miliar.  Rilis  data  sektor  ketenagakerjaan  yang  tidak  terlalu  mengecewakan  cukup  untuk  mempe rtahankan  sentimen  pasar  menjelang  rilis  data
Non-Farm Payrolls  akhir pekan ini.  Indeks Dow  Jones  <. DJI>  naik 71,60 poin  atau 0,58% ke  12,350.61, indeks  S&P500  <. SPX> naik  8.82 poin  atau
0,67% ke 1,328.26 dan Nasdaq <. IXIC> naik  19,90  poin atau 0,72% ke 2,776.79.

• memangkas  pelemahan 4-sesi  sebelumnya seiring  menguatnya minat   Harga emas berbalik  menguat  dalam  sesi  perdagangan yang cukup        volatile,
beli  investor  menjelang  data  sektor ketenagakerjaan  AS pada  akhir pekan ini.  Harga  spot emas  <XAU=>  naik  0,4%  ke  1.422 USD per  troy  ounce,
setelah sebelumnya sempat membukukan kenaikan hingga 1430 USD. 

• Harga minyak  dunia  melemah  pada  sesi  Rabu  dalam  sesi  perdagangan dengan  volume  yang  tipis,  ditekan  oleh  naiknya  stok  minyak  Amerika  ke
rekor tertinggi.  Minyak  tidak  terlalu  terpengaruh ketidakpastian  pasokan  dari Libya dan Timur Tengah, namun saat ini performa  minyak potensial
untuk  membukukan  kenaikan  lebih  dari  10%  dalam  kuartal  pertama  2011.  Harga  minyak  Brent  untuk  pengiriman  Mei  <LCOc1>  turun  3  sen  ke
115,13 USD per barel,  sementara harga minyak  mentah Crude AS pengiriman Mei <CLc1> turun 52 sen ke  104,27  USD per barel.

• Euro  mencapai  level  tertinggi  10-bulan  terhadap  yen  dan  mencatat  penguatan  terhadap  dollar  AS,  menyusul  semakin  kuatnya  ekspektasi
kenaikan  suku  bunga  ECB,  sementara  itu  Aussie  dollar  mencapai  level  tertinggi  sejak  awal  tahun  1980.  Euro  menghapus  penurunan  pada  awal
sesi  setelah petinggi  ECB menyatakan ECB  bermaksud untuk menaikkan  suku  bunga  secara  bertahap,  pernyataan  ini  menunjukkan  kenaikan suku
bunga  pada  April  diprediksi akan  menjadi  kenaikan  pertama dari  beberapa kenaikan suku bunga kedepannya. 

• Prospek  kenaikan suku bunga  ECB menaikkan  pandangan bahwa pemulihan  ekonomi  global telah  membaik dan  mendorong  minat  investor pada
aset-aset  yang  lebih  beresiko,  sebuah  tren  yang  potensial  mendukung  berlanjutnya  kinerja  euro  dalam  bebe rapa  pekan  mendatang.  Secara
khusus,  euro  telah  menunjukkan  daya  tahan  yang  luar  biasa,  tercatat  menguat  5%  sejak  awal  2011  meskipun  masih  terdapat  masalah  fiskal
dibeberapa  negara anggotanya.
 Euro  mencapai sempat menguat hingga  1,4147 dan ditutup pada  kisaran level 1,4128 <EUR=>,  terhadap yen  euro ditutup  menguat  ke 117,12 yen

• <EURJPY=R>,  tepat  di  bawah  level  tertinggi  sejak  Mei  2010.  Dollar  AS  naik  0.4%  terhadap  yen  ke  82. 86  yen  <JPY=>  setelah  sempat  menguat
hingga  83.19  yang  merupakan  level  tertinggi  sejak  11  Maret.  Investor  juga  mengamati  dengan  seksama  penguatan  tajam  Aussie  dollar  yang
menguat  hingga  1,0338  <AUD=>  atau  level  tertinggi  sejak  awal  tahun  1980  silam.  Aussie  dollar  mencapai  level  tertinggi  10 bulan  terhadap  yen
<AUDJPY=>. Kenaikan  ini diperkirakan akibat overestimasi pelaku  pasar  pada kemungkinan pengetatan  kebijakan moneter  The  Fed, dan  disisi lain
mengecilkan  kemungkinan kenaikan suku bunga oleh RBA.



 GOLD & COMMODITIES

• Harga  emas  terkoreksi dari  level   intraday  high   pada  hari  Rabu  ditengah  upaya  pencapaian  level  tertingginya. Aksi          profit-taking   dan  penurunan
harga  minyak  serta  kondisi  teknikal  yang  cenderung  lemah  telah  memicu  koreksi  emas.  Ekspektasi kenaikan  suku  bunga  oleh  The  Fed  dan  ECB
  AS  turut  mendorong  pelemahan  harga  emas.  Namun  demikian  emas  akhirnya  serta  kekhawatiran  terhadap  hasil  rilis  data        non-farm  payrolls
berhasil ditutup menguat dan mengakhiri pelemahannya selama 4 sesi terakhir.

• Di  awal  sesi,  harga emas dan minyak melemah setelah data menunjukkan  peningkatan pada stok  minyak mentah. Namun demikian, emas sekitar
$10  berada di bawah level  intraday high  meskipun harga  minyak berhasil  rebound . 

• Emas  gagal  mencetak  rekor  puncak  yang      baru  ditengah  kuatnya  volume  transaksi  dimana  mengindikasikan  investor  mulai  skeptis  mengenai
prospek  investasi  dalam  logam mulia tersebut.

• emas  selama  satu  dekade,  yang  mencatat  rekor  tertinggi  pekan  lalu,  tampaknya  akan  stabil   Sebuah  jajak  pendapat  Reuters  menunjukkan   rally
pada  kuartal kedua menyusul mulai bertambahnya  risiko penurunan  untuk logam mulia tersebut.

• Emas  memperoleh  keuntungan  dari  melemahnya  dolar  atas  euro  setelah  salah  seorang  petinggi  ECB  mengatakan  kenaikan  suku  bunga  akan
dilakukan secara gradual,  dan bursa saham  dunia naik  lebih  dari  1%  menyusul  rilis  optimis  data ADP  Employment mendorong  kenaikan  pasar  AS
  dan  juga Eropa.   

Yen hits 10-month low versus euro

LONDON | Thu Mar 31, 2011 4:34am EDT
LONDON (Reuters) - The yen hit a fresh 10-month low versus the euro on Thursday and touched a three-week trough against the dollar as expectations mounted that Japan would lag the euro zone and U.S. 
central banks in raising interest rates.

Traders said significant quarter-end and fiscal year-end flows were likely to make trade in the major currency pairs volatile on the day.

European Central Bank Executive Board member Lorenzo Bini Smaghi on Wednesday implied that the central bank's policy is to gradually raise interest rates, with markets expecting the tightening cycle to begin in April.

Two U.S. Federal Reserve Bank officials on Wednesday said the Fed needs to exit its unprecedented monetary stimulus, suggesting the debate over future policy is heating up as the U.S. central bank nears the end of its current round of stimulus.

Anticipation that Japan would buck the global tightening cycle and leave interest rates low to support its quake-hit economy is encouraging players to sell the yen to fund higher-yielding investments, in a revival of the carry trade that flourished before the credit crisis began in 2007.

"Rate differentials are playing a big role, especially as there is no probability for the BOJ to become more hawkish, even in the medium- to long-term." said Manuel Oliveri, currency strategist at UBS in Zurich.

"There is scope for rate expectations to stay supported in the euro zone. German demand and the service sector is strong so price rises are likely to become domestically driven, not just commodity driven,"
Euro zone flash inflation data for March is due for release at 0900 GMT, with economists in a Reuters poll forecasting a 2.3 percent rise in prices on the month.

The euro rose to 117.54 yen in Asian trade, its highest since May 2010, up around 0.4 percent on the day.
"I see little resistance until 119.90, which was a pivotal area back in May 2010," said a London-based spot trader.

The dollar rose to a three-week high of 83.21 yen before running into selling by Japanese banks and foreign players along with some fiscal year-end yen demand from Japanese exporters. Strong offers were seen from 83.30 to 83.50, with more around 84.00.

The dollar was up around 9 percent from its record low of 76.25 yen set on March 17 before G7 central banks intervened in a rare coordinated move to stem the yen's rise. It was last at 82.85, unchanged on the day.

Jefferies analyst Naomi Fink said the start of the new fiscal year could bring more yen selling although it was unlikely to fall in a straight line.
"I see a trend of greater tolerance. Households and companies have a lot of cash and they will need to invest in overseas ventures. Overseas investments in the new financial year should weaken the yen a bit more," she said.

STRESS TESTS

 The euro rose 0.4 percent to $1.4180, still within its March range, with traders saying a break of option barriers at $1.4250 would be needed for fresh upside momentum.
BNP Paribas is recommending buying euros from $1.4120 to target $1.45 with a stop at $1.4020.
Ireland later on Thursday announces the results of stress tests that are expected to signal the effective nationalization of the entire financial system.

Tests are expected to reveal an additional 20-25 billion euro hole in Irish banks' capital and will be followed by a radical restructuring of the sector, the Irish Independent newspaper reported.

"Ireland is not a big risk to the euro as there is no systemic risk thanks to the euro zone rescue fund. Confidence is being driven by the larger euro zone countries," said Oliveri at UBS.
The Australian dollar hit a fresh 29-year high of $1.0348 after favorable retail sales and credit growth data.
The dollar index fell around 0.3 percent to 75.849 .DXY.

Wednesday, March 30, 2011

Headline News 30.03.11

US & GLOBAL

•Bursa saham global  yang  terpantau dari indeks MSCI  naik  0,3%,  membalikkan  penurunan  sebelumnya  yang  juga  sebesar 0,3% tertekan  pelemahan  bursa
saham  perbankan  Eropa.  Namun kemudian  bursa  saham  global  berbalik  menguat  didukung  naiknya  saham-saham  AS,  ditopang  kenaikan  saham-saham
teknologi dan  energi. Volume  perdagangan  masih tipis,  sehari  setelah  Wall  Street mencatat volume terendah untuk 2011. Hanya  sekitar 6,2  miliar  saham
yang  diperdagangkan  dalam  bursa  New  York  Stock  Exchange,  NYSE  Amex  dan  Nasdaq,  yang  kedua  terlemah  selama  2011  dan  jauh  di  bawah  rata-rata
perdagangan  harian  tahun lalu  8,47  miliar.  Indeks  Dow  Jones  <. DJI>  naik 81.13  poin  atau  0,67%  ke  12,279.01,  S&P500  <.  SPX>  menguat  9,25 poin atau
0,71% ke 1,319.44 dan  Nasdaq <.  IXIC> naik 26,21 poin atau 0,96% ke 2,756.89.

•Harga  emas kembali melemah  dalam 4-sesi  berturut-turut terdesak meningkatnya tanda-tanda  pengetatan  moneter bank sentral dibeberapa  negara  yang
memicu  aksi  jual.  Namun  demikian,  emas  masih  mendapat  sedikit  dukungan  menyusul  berita  pemangkasan  peringkat  kredit  Portugal  dan  Yunani  serta
data  consumer  confidence  AS yang lebih rendah  dari perkiraan. Harga spot emas <XAU=> turun 0,1%  ke 1,417.46 per troy ounce,  setelah  sebelumnya jatuh
kelevel terendah 1,410.85 USD per troy ounce.

•Harga  minyak  mentah  naik pada Selasa 30  Maret  didukung oleh faktor  teknis dan volume perdagangan yang  tipis ditengah masih berlanjutnya pesimisme
bahwa produksi  ekspor minyak Libya akan  kembali  seperti semula.  Harapan  untuk percepatan restorasi produksi minyak  Libya semakin  berkurang setelah
pasukan pro-Khadafi  berhasil mengalahkan pemberontak di  beberapa  kawasan. Harga  minyak  Brent untuk pengiriman  Mei <LCOc1>  naik 36  sen ke 115,16
USD per barel,  sementara Crude AS  untuk pengiriman Mei <CLc1>  naik 81 sen  ke  104,79 USD per barel.

•Naiknya  imbal  hasil  obligasi  AS  mengangkat  dollar  AS  di  atas  82  yen  untuk  pertama  kalinya  sejak  intervensi  gabungan  akhir-akhir  ini,  indikator  teknis
memungkinkan  dorongan  lanjutan  bagi  penguatan  dollar  AS  dalam  beberapa  sesi  mendatang.  Euro  juga  naik  ke  level  tertinggi  terhadap  yen  sejak  Mei
dimana  pasar  masih  terpengaruh sentimen  kenaikan suku  bunga  ECB.  Namun  mata  uang  tunggal  Uni-Eropa  tersebut  tercatat stagnan  terhadap  dollar AS
setelah  komentar terbaru dari  petinggi The Fed mengindikasikan perlunya  dimulai kembali pengetatan moneter. 

•Dollar AS naik hingga 82,51  yen  <JPY=>, level tertinggi dalam lebih  dari 2-pekan terakhir.  Euro  sempat menyentuh session low di 1,4045 terhadap dolar AS,
namun  kemudian  tercatat  menguat tipis 0.2%  ke  1.4110  <EUR=>.Euro naik 1%  terhadap  yen  ke  116,34  yen  <EURJPY=R>,  level  tertinggi  dalam  kurun  10-
1/2-bulan  terakhir.

•Kenaikan  stabil  imbal  hasil  AS  mendapat  dukungan  dari  pernyataan  anggota  The  Fed  yang  mengatakan  bank  sentral  harus  mulai  pengetatan  kebijakan
moneter  untuk  menghindari  inflasi.  Para  analis  menyatakan  bahwa pasar masih  mengharapkan  ECB  akan  mendahului  The Fed  dan BoE,  sementara para
petinggi  The  Fed  diperkirakan  masih  belum  semuanya  sepakat  untuk  melakukan  pengetatan  moneter.  Sementara  itu  pemangkasan  peringkat  kredit
Portugal  kembali  terjadi,  yang  saat  ini  berdasarkan  S&P  memangkasn  peringkat  kredit  Portugal  hingga  berada  hanya  satu  tingkat  di  level  "                            junk ",  serta
menurunkan  peringkat kredit  Yunani  dibawah  level Mesir,  kondisi mana semakin  memperdalam  kekhawatiran akan  kondisi  utang dua  negara  terlemah di zona euro.



GOLD & COMMODITIES

•Emas  jatuh  untuk  keempat  kalinya  secara  berturut-turut  pada  Selasa  menyusul  indikasi  pengetatan  moneter  bank  sentral  telah  mendorong  aksi  jual,
namun logam mulia mendapat  support   dari  downgrade   peringkat kredit di Portugal dan Yunani dan rilis pesimis data  kepercayaan konsumen AS.

•Logam  mulia  gagal  mencetak  rekor  puncak  yang        baru  ditengah  kuatnya  volume  transaksi  dimana  mengindikasikan  investor  mulai  skeptis  ketika  bank
sentral  hendak mengendalikan  jumlah uang beredar untuk  mencegah inflasi.

•Berkembangnya ekspektasi pengetatan  moneter di  AS  dan zona  euro  juga  membebani emas,  setelah  serangan  udara Barat  di  Libya dan  kerusuhan politik
di  Timur  Tengah  dan  Afrika  Utara  mendorong  emas  untuk  mencetak  rekor  di  $  1,447.40  per  ounce  minggu  lalu.  Duta  Besar  AS  untuk  PBB  Susan  Rice
mengatakan  pada  hari  Selasa  bahwa  pemerintahan  Obama  tidak  mengesampingkan  kemungkinan  mempersenjatai  pemberontak  Libya  sebagai  pilihan
untuk mencoba mengakhiri pemerintahan  Muammar  Gaddafi yang telah  berlangsung selama 41 tahun.

•mendesak  The  Fed  untuk  mulai  mengakhiri  kampanye  pelonggaran  moneter,  dimana  hal  itu  bisa   Kepala  Federal  Reserve  St  Louis        James  Bullard
  mengatakan  tingkat  inflasi  zona  memangkas  program  pembelian  obligasi  $  600  milyar  sebesar  $  100  miliar,  sementara  kepala  ECB                    Jean-Claude  Trichet
euro "bertahan "di atas target  bank.

•November lalu,  The Fed  memulai  sebuah  program  pembelian  obligasi  $ 600  milyar - dijuluki  QE2  karena putaran  kedua  pelonggaran  kuantitatif - yang
dijadwalkan  berakhir  pada  bulan  Juni.  Emas  telah  menjadi  penerima  manfaat  utama  sejak  The  Fed  mempertahankan  suku  bunga  jangka  pendek
mendekati nol  sejak Desember 2008.


•Dukungan  positif  emas  lainnya  adalah  sinyal  negatif  dalam  momentum  ekonomi  AS,  seperti  data  kepercayaan  konsumen  yang  turun  di  bulan  Maret
  peringkat utang  Portugal  dan Yunanai  oleh  Standard  &  Poor's  juga turut  menyusul  kekhawatiran  konsumen  terhadap  inflasi.  Disamping  itu,             downgrade
  bagi emas.  memb erikan  support

•Investor  emas  saat  ini  akan  mencermati  sejumlah  rilis  data  ekonomi  pekan  ini,  termasuk  data                    non-farm  payrolls   AS  hari  Jumat,  data  pekerjaan  sektor
swasta  dari  ADP pada hari Rabu  dan     factory orders   pada  hari  Kamis.  Jika  data-data tersebut dirilis  positif, maka akan semakin  membuka peluang  kenaikan
suku bunga oleh  The  Fed dan  membaiknya ekonomi global, yang akan berdampak  buruk pada prospek kenaikan harga  emas. 

Tuesday, March 29, 2011

Headline News 29.03.11

US & GLOBAL

•korporasi  yang  tidak  terlalu  cerah  dan  masih  kuatnya  faktor  eksternal  yang   Bursa  saham  AS  melemah  pada  Senin  awal  pekan  ini  akibat  prospek             earning
meliputi  kekhawatiran  para  investor.  Volume  perdagangan  tercatat  sebagai  yang  terendah  sepanjang  2011  ini.  Perkiraan  prospek  yang  kurang
menggembirakan  dari  operator  hotel  terkemuka  Marriott  yang  diikuti  oleh  proyeksi                    earning   kuartal  pertama  2011  Halliburton  Co  yang  mengalami
penurunan,  kemudian  menekan  saham-saham        consumer.   Saham  Marriott  International  pun  turun  6,3%  sedangkan  Halliburton  turun  1,9%.  Indeks  Dow
Jones <. DJI> turun 22,71 poin  atau  0,19% ke 12,197.88, S&P500 <.  SPX>  turun  3,61  poin atau  0,27% ke 1,310.19 dan Nasdaq <.  IXIC> turun 12,38 poin atau
0,45% ke 2,730.68.

•Harga  emas  juga  mengalami  penurunan  seiring  penguatan  dollar  AS  terhadap  euro  (emas  cenderung  mengikuti  pergerakan  euro),  emas  gagal  berbalik
menguat  meskipun  pada  akhirnya  euro  pulih  dari  keterpurukannya  terhadap  dollar.  Harga  spot  emas  <XAU=>  ditutup  pada  level  1,418.65  USD  per  troy
ounce, turun  dari 1,427.75  USD pada Jumat akhir pekan  lalu.

•Harga  Crude  AS  jatuh  untuk  ke  3-sesi  berturut-turut  dalam  volume  perdagangan  terendah  tahun  ini.  Pemberontak  Libya  kembali  menduduki  wilayah
penting semakin menyulitkan upaya  pemulihan  pasokan minyak dari negara anggota  OPEC  tersebut. Minyak Brent  London  untuk  pengiriman  Mei  <LCOc1>
turun 79  sen ke  114,80 USD per barel, dan  Crude  AS <CLc1> merosot 1,42 USD  ke 103,98 USD per barel.

•Dollar  AS  melanjutkan  penguatannya  terhadap  yen  menyusul  naiknya  rentang  antara imbal  hasil  produk  finansial  AS  dan Jepang  yang  mendukung  kinerja
dollar AS.  Namun analis  mengingatkan adanya resiko  tekanan  terhadap  dollar AS jika  data ekonomi  dirilis dibawah perkiraan.  Imbal  hasil  obligasi  ber tenor
2-tahun  AS  naik  menjadi  0,77%,  empat  basis  poin  di  atas  penutupan  Jumat dan  naik  14  basis poin  dalam  lima  hari  terakhir,  melebar  lebih  besar  daripada
imbal hasil obligasi Jepang.

•Kondisi  tersebut turut mendukung performa  dollar AS ke level 81.84 yen <JPY=> yang merupakan level tertinggi sejak 18  Maret, momen pertama  intervensi
gabungan antara bank  sentral  negara-negara  G7. Hingga  akhir  sesi  New York,  dollar AS tercatat menguat 0,5% ke 81,71  yen.

•Sementara  itu  euro,  berhasil  bertahan  diatas level  psikologis 1.4  <EUR=>  seiring  persiapan  pelaku  pasar  menghadapi  kenaikan  suku bunga  ECB.  Data  dari
Departemen Perdagangan  AS  memperlihatkan  bahwa  tingkat  belanja  konsumen naik  lebih  dari yang  diharapkan  pada  bulan  Februari,  kenaikan  berturut-
turut  dalam  8-bulan,  namun  demikian  naiknya  harga  gas  dan  harga  pangan  diperkirakan  akan  memperlambat  pertumbuhan  belanja  masyarakat  pada
kuartal pertama.

•Pelaku  pasar  memprediksi ECB  akan menaikkan  suku  bunga pada  sidangnya  7  April  mendatang,  pandangan  yang memperoleh  kepercayaan  Senin  ketika
Presiden ECB Jean-Claude  Trichet mengatakan  tingkat  inflasi berada  di  atas  target  stabilitas  bank sentral  harga.  Kemungkinan naiknya  tingkat  suku  bunga
ECB pada awal bulan depan  meredakan kekhawatiran pada turunnya popularitas partai berkuasa Jerman  dalam pemilu.                 

Monday, March 28, 2011

Nikkei falls; nuclear concerns dictate mood

TOKYO | Sun Mar 27, 2011 10:36pm EDT
TOKYO (Reuters) - Japan's Nikkei fell on Monday as any optimism from gains on Wall Street was dampened as concerns about a crippled nuclear plant in Japan remained the key focus for investors.

Analysts said that foreigners and short-term investors may still be engaging in ex-dividend date buying as well as dip buying, but domestic investors have probably already closed their positions ahead of the end of the fiscal year in March.

"There is still room to rise as foreign buying on dips is likely to continue although trading may be directionless before the end of the fiscal year," said Hajime Nakajima, a wholesale trader at Cosmo Securities.
At the midday break, the benchmark Nikkei .N225 was down 0.4 percent, or 34.49 points, at 9,501.64. The broader Topix .TOPX was nearly flat at 857.58.

Analysts added that while the market remains sensitive to changes in companies' earnings forecasts before the end of the fiscal year, Japan stocks are still oversold, with the Nikkei trading about 6 percent below its 25-day moving average of 10,062.

"Although investors are alert on news flows related to changes in companies' full-year forecasts and dividend payouts, the fundamental mood should not be that bad thanks to foreign buying," said Yumi Nishimura, a senior market analyst at Daiwa Securities Capital Markets.

Before the market opened on Monday, foreigners were seen placing orders to buy 14.9 million shares, the ninth consecutive day of pre-market buying.

Separately, foreign investors' net buying of Japanese shares reached a record high during the week of March 14, the week after a devastating earthquake hit northeastern Japan, Ministry of Finance data showed, and traders said their buying would continue this week.

Overseas investors bought a net 891 billion yen ($11 billion) of Japanese stocks in the week of March 14-18, the highest since records began in 2005.
The Nikkei is expected to trade between 9,400-9,600 on Monday, analysts said.

"Investors are still having a difficult time trying to figure out which Nikkei levels seem 'reasonable'. The 9,500-level may continue to be the key level until there are clear signs that manufacturers will resume normal operations and nuclear power concerns are stabilized," said Yoshinori Nagano, a senior strategist at Daiwa Asset Management.

JFE Holdings Inc (5411.T) climbed 2.7 percent to 2,427 yen after the Nikkei business daily reported that its JFE Steel Corp will boost output of materials for temporary housing by about 70 percent by extending operating hours at a Kobe facility that makes lightweight steel H-beams.

Tokyo Electric Power Co (9501.T) nosedived 15 percent to 720 yen after it became clear over the weekend that Japan faces a protracted struggle to bring the company's quake-stricken nuclear plant under control.

Tokyo Gas (9531.T) gained 3.0 percent to 375 yen after the company hiked its net profit forecast for the business year to March 31 to 98 billion yen ($1.21 billion) from 71 billion yen on a jump in demand from factories in January and February and an increase in gas use by households due to a cold winter.

Friday, March 25, 2011

Headline News 25.03.11

US & GLOBAL

  k o rpo ras i  dan  mar ak ny a  pe mbe li an  s ah am  o le h  i nv e sto r  p ad a  s aham- sah am
Bu rs a  s aham  A S  be rha si l  m en guat  pad a  s es i  K ami s  se iri ng  op tim is me  akan  memb ai knya
e arn ing
ber per f orm a  ter bai k  yang  ke mud ian  men gan gkat  in de ks  S& P  50 0  di  atas  l evel  t ekni s  p en tin g.  Saham- sah am  s emi kon du ktor  men jad i  s ala h  s atu  s ek to r  d enga n  pe rfor ma  te rba ik
dan  tur ut  m emb antu  men gan gkat  k i ner ja  N asd aq  s ete lah  M ic ro n  Te ch no lo gy  In c  men c atat  l aba  k uart alan  yan g  mel amp aui  pro y ek s i  an al is .  P ert umb uh an  l aba  k orp or asi  se ca ra
lu as  d ih arap kan  da pat  m emb antu  pas ar  me ngat asi  k ek haw ati ran  ten tang  ke rus uh an  d i  Ti mur  Ten gah  d an  A fri ka  Utara  d an  k r is is  J epa ng  tah un  i ni .  I nd eks  Dow  Jon es  < .  DJI >  nai k
84, 54  p oin  a tau  0, 70 %  ke 1 2, 170 . 56,  S & P5 00  <S PX . >  n aik   12 ,1 2  p oi n  atau  0 ,9 3%  ke  1, 30 9. 66  dan  N asd aq  <.  I XI C >  n aik   38 ,1 2  p oi n  atau  1 ,4 1%  k e  2, 736 . 42.

Harga  mi ny a k  d an  em as  s edi k it  m ele mah  m enyu su l  aks i  amb il  un tun g  p el aku  p asar  s ete lah  har ga  ko mo di tas  t ers ebu t  be rhas i l  men emb us  leve l
res is ta nc e
  tekn is .  Har ga  C ru de  A S
<CL c 1>  tu ru n  15  s en  ke  10 5, 60  US D  pe r  bare l.  Mi ny ak  me ntah  B re nt  L on do n  <L CO c1 >   n ai k  17  s en  k e  1 15, 72  U SD  p er  ba rel  d i  ten gah  k e k haw ati ran  t ent ang  pas oka n  mi ny ak   L ibi a
set ela h b er ita  ba hw a  s eb uah  j et  tem pur  P ran ci s -  ya ng  meru paka n  bagi an  dar i  koal is i  PB B  -   tel ah  men ghan c urka n  pes aw at  Li bi a.

  in v es tor  s eb agai  me kani sme  am bi l  un tun g.  S eb el umn y a  e mas  s emp at  men c etak
Harga  ema s  jat uh  s etel ah  b erh asi l  men gua t  ke  re kor  ter tin ggi ,  di tun j ang  ol eh  ak s i
tec hn ic al  s el li ng
rek o r  l eve l  ter tin ggi  s epa nj ang  mas a  di  1 ,4 47 .40  USD  p er  tr oy   ou nc e,  di duku ng  o leh  kekha wat iran  akan  ko ndi s i  hu tang  d i  Un i-Er op a,  k ek e ras an  di  Timu r  Ten gah  d an  A fri ka  U tara,
dan  ket akuta n  atas  i nfl asi .  Har ga  s po t  emas  < XA U=>  tu run  0 ,3 %  k e  1, 432 .3 5  USD  p er  ou nc e.

Eur o  b erh as il  me ngu at  t erh ada p  d ol la r  A S   dit op ang  ol eh  op ti mis me  bah w a  p emi mpi n-p emi mp in  Un i-E rop a  a kan  mamp u  men gend al ikan  k ri si s  po li ti k  d an  utan g  d i  Po rtu gal.
Jatu hny a  p emer in tah  Po rtu gal  me ny us u l  pen gun du ran  d iri  P erd ana  M ent eri  S o c rates  d ip re di ks i  akan  m enj ad i  is u  utam a  yan g  men dom in asi  p er temu an  pu nc ak  par a  p emi mpi n  Un i
Ero pa  pad a  h ari  K ami s  dan  Ju mat  in i,  d im ana  p emer in taha n  Li sb on  b erad a  dal am  tek an an  k uat  un tu k  me nc ari  p aket  ba il out  d ari  l uar.

Eur o  te rc atat  m engu at  0 .6 %  k e  1. 417 1  s etel ah  sem pat  n ai k  hi ngga  1 .4 220 .  Sebe lu mnya  e uro  s emp at  an jl ok   h in gga  1, 40 53  s ete lah  le mba ga  pe meri ngka t  Mo od y 's  men ur un k an
per in gkat  3 0  b ank  S p any o l  den gan  sat u  h in gga  d ua  der aja t.  Semen tar a  it u  F i tc h  ju ga  me moto ng  per in gkat  k r edi t  P or tugal  s eba nyak  d ua  tin gkat  d an  men ggari sb aw ahi  b ahw a
ris ik o  p emb iaya an  P or tuga l  n aik  se tel ah  parl em en  gagal  mel ol os kan  la ngkah- lan gkah  kon so li das i  f is k al  da n  P erd ana  Me nte ri  men gun du rk an  di ri .  Par a  p emi mpi n  Ero pa
di per kirak an  tid ak  akan  m enga mbi l  kepu tu san  me ngen ai  pe ngu atan  d ana  bai lo ut  zo na  eu ro  pad a  p ert emu an  pun c ak  mi ng gu  i ni ,  da n  d it und a  h in gga  Jun i  m end atan g.  A na lis
memp erki rakan  p er ke mba ngan  i ni  s eb enar ny a  c end eru ng  ne gati f,  mes kip un  t ida k  s erta  me rta  ak an  me mic u  ak s i  ju al  pa da  eur o.

Kua tnya  kin erj a  e uro  d id uku ng  o le h  eksp ektas i  k en aik an  s uk u  b ung a  EC B  bu lan  A pr il  men da tang  un tuk  men ahan   t ekana n  i nfl as i.  K ond is i  in i  ( ji k a  te rj adi )  akan  me ni ngkat kan
di feren si as i  im bal  h asi l  an tara  Er op a  d an  A mer ika,  dim ana  Th e  Fed  akh ir-a khi r  i ni  men egas k an  ak an  me mp ertah anka n  su k u  bu nga  ti ngkat  yan g  san gat  ren dah  u nt uk  jan gk a  wa k tu
  A me rik a  un tuk  b ul an  Febr uar i  me ngal ami  p enu run an  cu kup  taj am,   me ngi nd ikas i kan
yang  b el um  di ten tukan .  Data  K ami s  2 4  M are t  me nun j ukkan
D ura bl e  Go ods  Or ders
per lamb atan  p ada  s ektor  m anu faktur .  Terh ad ap  y en,  d ol lar  A S  c en de run g  fl at  dan  d itu tup  d il evel  8 0, 97  yen  <JP Y=>,  a k si  i nte rv en si  gab un gan  hi ngga  s aat  i ni  c u kup  be rha si l
men ahan  v o lat il ita s  y en.  P el aku  pas ar  di pe rkir akan  mas ih  a kan  mew as pad ai  aks i
  in terv e ns i  lan ju tan  j ik a  do ll ar  tur un  d i  baw ah  80  yen .