title cover

title cover

Monday, September 17, 2012

Headline News 17.09.12


US & GLOBAL
Kebijakan agresif baru The Federal Reserve untuk memicu ekonomi Amerika mendongkrak kinerja aset berisiko pada sesi Jumat akhir  pekan  lalu,  mengangkat  bursa  saham  global  ke  level  tertinggi  sejak  13‐bulan  terakhir  dan  mendesak  penurunan  dolar  AS  ke  level  terendahnya  sejak  4‐bulan.  Minyak  mentah  Brent  naik  ke  level  tertinggi  dalam  4‐bulan  sedangkan  indeks  S  &  P  500  mendekati  level  tertinggi dalam 5‐tahun, sementara bursa saham Eropa naik ke tingkat tertinggi dalam 14‐bulan. 

The  Fed  pada  hari  Kamis  mengatakan  akan  melakukan  pembelian  obligasi  senilai  40  miliar  USD  per  bulannya  sampai  sektor  ketenagakerjaan  menunjukkan  peningkatan  berkelanjutan.  Tindakan  agresif  tersebut  meningkatkan  optimisme  pelaku  pasar  pasca  komitmen ECB untuk menekan biaya pinjaman negara‐negara Uni Eropa yang tengah bermasalah keuangan. 

Di  bursa  Wall  Street,  saham‐saham  menguat  tajam,  dipimpin  saham‐saham  sektor  keuangan.  Sub‐indeks  saham  perumahan  Amerika  menguat 2,7 persen disokong oleh rencana The Fed untuk membeli mortgage‐backed securities. The Dow Jones industrial average <DJI.>  naik 53.51 poin, atau 0,40 persen ke berakhir pada 13,593.37. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> naik 5,78 poin, atau 0,40 persen,  ke 1,465.77. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 28.12 poin, atau 0,89 persen, ke 3,183.95. 

Saham  perusahaan  terbesar  Amerika  berdasarkan  kapitalisasi  pasar,  Apple  Inc  <AAPL.O>  mencapai  level  tertinggi  sepanjang  masa,  sementara saham perusahaan terbesar kedua, Exxon Mobil <XOM.N>, mencapai level tertinggi sejak 4‐tahun terakhir. Dalam sepekan  terakhir Dow naik 2,2 persen, S & P naik 1,9 persen dan Nasdaq menguat 1,5 persen.  

Saham‐saham energi dan material memimpin penguatan bursa seiring langkah The Fed yang mendorong harga komoditas. Perusahaan  pertambangan Freeport‐McMoran Copper & Gold Inc <FCX.N> sahamnya naik 2,03 persen dan produsen aluminium Alcoa Inc <AA.N>  menguat 2,18 persen. 

Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Italia tenor 10‐tahun <IT10YT=TWEB> turun di bawah 5 persen untuk pertama kalinya  sejak akhir Maret menyusul kebijakan The Fed. Sebaliknya, harga obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> turun 1‐9/32, dengan  imbal hasil pada 1,87 persen menyusul keluarnya investor dari aset safe haven dan mengalihkannya pada aset dengan imbal hasil lebih  tinggi. Sedangkan imbal hasil obligasi Spanyol tenor 10‐tahun <ES10YT=TWEB> berada pada kisaran 5,82 persen. 

Menteri‐menteri keuangan Uni Eropa akan menggelar pertemuan di Siprus pada akhir pekan, diharapkan akan membangun kemajuan  penanganan krisis kawasan pasca komitmen ECB dan persetujuan bailout dari Mahkamah Konstitusi Jerman. 

Bursa  ekuitas  Eropa  melonjak,  dimana  indeks  pan‐Eropa  FTSEurofirst  300  <FTEU3.>  naik  1,25  persen  ke  1,120.15.  Indeks  MSCI  <. MIWD00000PUS> naik 1,6 persen ke  340,03, mendekati level tertinggi sejak Agustus tahun lalu. 

Indeks dolar <DXY.> turun 0,5 persen mendekati posisi terendah dalam empat bulan di 78,903. Penurunan luas dolar AS mendorong euro  <EUR=> mencapai level tertinggi dalam 3‐bulan terakhir 1,31. 

Minyak mentah Brent <LCOc1> naik 79 sen ke 116,67 USD per barel setelah mencapai level tertinggi 4‐bulan di 117,95 USD per barel.  Minyak mentah AS <CLc1> naik 68 sen ke 98,99 USD per barel setelah mencapai level tertinggi 4‐bulan di 100,42 USD per barel, mencatat  penguatan mingguan sebesar 3 persen. 

Emas  <XAU=>  mencapai  level  tertinggi  dalam  6‐1/2‐bulan  terakhir,  membukukan  penguatan  mingguan  beruntun  dalam  4‐pekan  berturut‐turut. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  melejit  ke  level  tertinggi  dalam  enam  bulannya  Jumat  lalu,  memperluas  kenaikannya  setelah  the  Fed  AS  melepaskan  program  stimulus  yang  telah  ditunggu  lama,  dan  beberapa  analis  mengekspektasi  pasar  saat  ini  untuk  mulai  mengambil  napas  sebelum  melanjutkan target berikutnya.       

Investor  mencari  emas  sebagai  lindung  nilai  secara  tradisional  terhadap  inflasi  dengan  stimulus  moneter  oleh  bank  sentral  diseluruh  dunia yang mendorong emas dalam rangkaian kenaikan empat minggunya untuk pertama kalinya sejak bulan Januari. 

"For gold prices to have extended gains even further, without the usual 'buy the rumor, sell the fact' pullback, is impressive," kata James  Steel, analis metal pada HSBC.  

Kenaikan emas secara komparatif terbatas setelah naik 2 persen Kamis sebelumnya dan total senilai 10 persen berkenaan dengan bulan  lalu, secara luas mengantisipasi pergerakan easing oleh the Fed AS.   

Kamis sebelumnya, the Fed meluncurkan program pembelian mortgage debt dan berjanji untuk menjaga tingkat suku bunga mendekati  nol hingga sekurang‐kurang pertengahan tahun 2015.  

Perak,  platinum dan palladium, secara meluas yang digunakan oleh peralatan industri, juga naik ke level tertingginya dalam enam bulan,  karena hasrat pada aset‐aset beresiko naik setelah pergerakan the Fed.  


OIL & COMMODITIES
Brent oil naik Jumat lalu, tetapi di settled dibawah level tertinggi empat bulan karena permasalahan tingginya biaya energi yang dapat  mengancam pertumbuhan ekonomi yang menekan harapan tingginya permintaan setelah the Fed meluncurkan program stimulus yang  agresif.   

Brent crude naik dalam rangkaian tujuh harinya dan brent dan crude AS membukukan kenaikan mingguan karena anjloknya dollar secara  meluas,  turun  ke  level  terendah  empat  bulannya  terhadap  euro,  setelah  pengumuman  the  Fed  dari  program  pembelian  obligasi  ketiganya.   

"The  market  is  exhausted  after  rising  so  much,  and  the  IEA  (International  Energy  Agency)  economist  worrying  about  high  oil  prices  probably helped pull prices back some," kata Dan Flynn, analis pada Price Futures Group di Chicago. 

Dollar  melorot  terhadap  kebanyakan  mata  uang,  anjlok  ke  level  terendah  dalam  empat  bulannya  versus  euro  dan  memperluas  penurunannya setelah the Fed Kamis sebelumnya meluncurkan program pembelian obligasi ketiganya.   

Penurunan mata uang AS biasanya mendukung pada komoditas berdenominasi dollar seperti oil dan bahan baku industri tembaga, yang  mana melonjak ke level puncaknya dalam 4‐1/2‐bulan.  

Ekuitas  juga  mendapatkan  dorongan  dari  tindakan  bank  sentral  AS,  dengan  saham‐saham  AS  bergerak  naik  dan  saham‐saham  Eropa  melonjak ke level tertinggi dalam 14‐bulannya.  

Eskalasi anti‐AS yang memprotes berkenaan dengan film yang menghujat Islam membuat resiko geopolitik pada gangguan pasokan di  Afrika Utara dan Timur Tengah menjadi fokus, berkenaan juga dengan sengketa program nuklir Iran.  


EURO ZONE
Dolar melemah terhadap sejumlah rival utamanya di akhir pekan, menembus level terendah lebih dari 4 bulan terhadap euro sehari setelah The Fed mengumumkan putaran  lain stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonominya. 

The Fed pada hari Rabu lalu mengatakan akan memulai lagi fase pelonggaran kuantitatif, dengan membeli $40 milyar kredit hipotek per bulan hingga prospek pasar tenaga kerja  AS meningkat secara substansial. Bank sentral juga memperkirakan suku bunga masih akan dipertahankan di level rendah mendekati 0% hingga tahun 2015. 

Hasil pengumuman The Fed dan rencana ECB yang sepakat untuk menurunkan biaya pinjaman ekonomi zona euro nampaknya akan mendukung penguatan euro hingga ke areal  $1.31 dalam jangka pendek kedepan. 

Mata uang komoditi seperti Aussie dan dolar Kanada juga menguat terhadap dolar, mendorong indeks dolar ke 78.601, level terendahnya selama lebih dari 4 bulan. 

Euro menembus level puncak di $1.3168, level terkuatnya sejak awal Mei, dan terakhir bergerak di sekitar $1.3105, atau naik 0.9% setelah yield obligasi di sejumlah negara zona  euro mengalami penurunan yang membuat investor kemudian memburu euro. Euro tercatat naik 2.6% dalam sepekan terakhir, mencatat kinerja mingguan terbaiknya sejak  akhir Januari. 

Euro telah menguat 4.5% terhadap dolar selama bulan September, ditopang oleh skema pembelian obligasi oleh ECB dan Mahkamah Konstitusi Jerman yang mendukung dana  bailout zona euro. Euro tercatat telah naik lebih dari 8% dari level terendah 2 tahun di $1.2042 yang dicapai akhir Juli lalu.  

U.K.
Akhir pekan lalu sterling menguat terhadap dolar AS, mencapai level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir di 1.6256 melanjutkan penguatan pasca rilis keputusan The Fed  yang melakukan pelonggaran moneter agresif yang berdampak pada pelemahan kurs dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Hingga akhir sesi New York,  sterling tercatat menguat 0,4 persen terhadap dolar AS ke kisaran level 1.6215.  

Namun demikian sterling terpuruk ke level terendahnya sejak 3‐bulan terakhir terhadap euro ditunjang meningkatnya sentiment pelaku pasar terhadap aset asal  zona  euro  dan  disokong  keputusan The  Fed untuk  menggelontorkan  stimulus  keuangan ke  dalam  perekonomian  Amerika. Euro  sempat  menguat  ke  level  81.14  terhadap sterling, yang merupakan level terkuatnya sejak 15 Juni silam. 

Anggota BoE – Paul Fisher menyatakan perbankan Inggris membutuhkan dana cadangan untuk dapat mempertahankan diri dari resiko besar yang mungkin melanda.  “Perbankan Inggris menghadapi resiko yang besar saat ini, dan untuk itu sistem perbankan harus lebih aman, sehingga dibutuhkan perisai finansial apabila suatu saat  resiko semakin menguat” demikian tandas Fisher.  

Pekan depan pelaku pasar akan menantikan sejumlah rilis data ekonomi diantaranya data inflasi sektor konsumen Inggris untuk periode Agustus yang diperkirakan  meningkat  menjadi  0,5  persen,  sedangkan  dalam  basis  antar  tahun  inflasi  diperkirakan  mencapai  2,5  persen.  Selanjutnya  pada  sesi  Rabu  pelaku  pasar  akan  menantikan minutes dari sidang BoE untuk periode September untuk mengetahui kemungkinan kebijakan BoE kedepannya. Data penjualan ritel periode Agustus  akan rilis sesi Kamis 20 September, diperkirakan memburuk menjadi ‐0,4 persen dari 0,3 persen. 


JAPAN
Dolar menguat terhadap yen dipicu spekulasi bahwa BOJ akan melakukan intervensi untuk menahan laju penguatan yen terhadap dolar. Ekspektasi bahwa BOJ akan  melonggarkan  kebijakan  moneternya  di  pekan  ini  sebagai  respon  atas  keputusan  The  Fed  pekan  lalu,  juga  nampaknya  akan  memberi  tekanan  bagi  yen.  Dolar  menguat lebih dari 1% terhadap yen di 78.30 yen. Dolar telah menembus level terendah 7 bulan di 77.11 yen pada hari Kamis lalu. 

The Fed pada hari Rabu lalu mengatakan akan memulai lagi fase pelonggaran kuantitatif, dengan membeli $40 milyar kredit hipotek per bulan hingga prospek pasar  tenaga kerja AS meningkat secara substansial. Bank sentral juga memperkirakan suku bunga masih akan dipertahankan di level rendah mendekati 0% hingga tahun  2015. 

Bank sentral Jepang (BOJ) akan bersidang dalam pekan ini dan Kementrian Keuangan Jepang telah meningkatkan ancamannya untuk melakukan intervensi di pasar  uang dalam 5 hari terakhir. Kondisi tersebut akan memperkuat keyakinan investor untuk melepas yen dan memburu dolar lebih lanjut. 

Ekonomi  Jepang  yang  bergantung  pada  sektor  ekspor  diprediksi  akan  terhambat  pertumbuhannya  di  sisa  tahun  2012  ini  disebabkan  krisis  utang  zona  euro,  pelambatan ekonomi Cina, dan terus menguatnya yen, demikian hasil jajak pendapat Reuters menunjukkan. Pertumbuhan ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan  di periode kuartal kedua telah mendorong kalangan analis untuk memangkas prosyeksi pertumbuhan di semester kedua tahun ini. 

Ekonomi kemungkinan akan bergerak flat di kuartal saat ini, sebelum nantinya tumbuh tipis 0.1% di periode berikutnya. Ekonomi Jepang saat ini diprediksi akan  tumbuh 1.8% di tahun fiskal berjalan, yang mana tidak hanya lebih rendah dari 2.2% prediksinya di bulan lalu namun juga lebih rendah dari perkiraan pemerintah  dan BOJ.


AUSTRALIA
Euro memperluas kenaikannya terhadap dollar Jumat lalu, naik 1 persen dalam harian untuk lebih dari level tertinggi empat bulan setelah the Fed AS  mengumumkan monetary easing terbaru, suatu pergerakan yang menekan secara luas pada the greenback/dollar.  

Euro <EUR=> naik ke level $1.31218 pada trading platform EBS, level tertingginya sejak awal bulan Mei. Para trader mencatatkan aksi beli dari semi‐official  investors.  

Australian dollar juga rally terhadap mata uang AS, yang naik 0.6 persen ke level US$1.0614, level tertinggi sejak awal Agustus.  

Harga Australian bond futures turun setelah the Fed AS mengumumkan langkah untuk memberikan dorongan pada ekonomi Amerika.  


SWISS
Euro naik ke level tertinggi dalam delapan bulannya terhadap Swiss franc Jumat lalu setelah penurunan zona euro yields peripheral bond yang mengurangi  permintaan pada the safe haven mata uang Swiss.  

Euro <EURCHF=> naik 0.2 persen dalam harian ke level 1.2178 Swiss francs, level tertingginya sejak awal Januari.  

Kamis sebelumnya Swiss National Bank menjaga batas level pada euro/Swiss unchanged ke level 1.20 francs, tetapi tidak terlalu terpengaruh terhadap  perekonomian.  

Stimulus agresif The Fed untuk menaikkan job creation AS, investasi dan konsumsi membawa dollar ke level terendahnya dalam empat bulan terhadap  mata uang utama lainnya.  

The franc naik ke level terkuatnya sejak bulan Mei terhadap the greenback, yang menyentuh level $ 0.9313 pada trading platform EBS, untuk kemudian  anjlok dalam hariannya.  

Friday, September 14, 2012

Headline News 14.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham Amerika dan harga minyak mentah dunia naik sedangkan dolar AS melemah pada sesi Kamis, investor menyambut baik  langkah  stimulus  moneter  The  Fed  yang  diharapkan  akan  meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi.  The  Fed  mencanangkan  dimulainya  kembali program stimulus agresif, sembari menyatakan akan membeli  40 miliar USD obligasi setiap bulannya sampai dengan prospek  sektor ketenagakerjaan membaik secara substansialdan sepanjang tingkat inflasi tetap terkelola dengan baik. 

Para analis mengatakan langkah The Fed akan berdampak luas dan merupakan bagian dari pergeseran global menuju stimulus moneter  tambahan. Bank sentral Cina memangkas suku bunga pada bulan Juni dan Juli dan telah menurunkan rasio kecukupan modal perbankan  sebanyak tiga kali sejak akhir 2011 untuk menjamin ketersediaan uang yang digunakan untuk pinjaman baru. Langkah The Fed tersebut  diperkirakan akan kembali memicu aksi serupa dari Cina untuk membantu menopang perekonomian dunia. 

Bursa saham naik tajam setelah The Fed merilis pernyataannya, mendorong indeks S & P 500 ke level tertinggi sejak Desember 2007.  Prospek  suku  bunga  acuan  yang  rendah  juga  mendorong  investor  untuk  mencari  imbal hasil  yang  lebih  tinggi di  aset  berisiko  seperti  saham. The Dow Jones industrial average <DJI.> naik 206,51 poin, atau 1,55 persen, ke 13,539.86. Indeks The Standard & Poor 500 <.  SPX> naik 23,43 poin, atau 1,63 persen, ke 1,459.99. The Nasdaq Composite Index <IXIC.> naik 41.51 poin, atau 1,33 persen, ke 3,155.83. 

Saham‐saham  berkapitalisasi  besar  mencatat  performa  terbaiknya,  saham  Apple  Inc  <AAPL.O>  mencapai  level  penutupan  tertinggi  sepanjang sejarah dan Exxon Mobil <XOM.N>, ditutup pada level tertinggi sepanjang empat tahun terakhir. Hampir sebanyak 600 emiten  di New York Stock Exchange dan Nasdaq menyentuh level tertinggi dalam 52‐pekan terakhir. Total volume perdagangan mencapai 8,14  miliar saham yang merupakan perdagangan tersibuk sejak tanggal 22 Juni mengungguli  rata‐rata perdagangan harian tahun lalu sebesar  7,84 miliar per hari.  

Saham Apple <AAPL.O> naik 1,97 persen ke 682,98 USD per lembar setelah para analis mengatakan penjualan iPhone 5 akan mencapai  dua kali lipat di banding model iPhone 4S pada minggu pertama sejak rilisnya di pasar. Saham Exxon Mobil <XOM.N> naik 1,88 persen ke  91,23 USD per lembar. Sub‐indeks sektor keuangan S & P 500 <GSPF.> menguat 2,58 persen terdongkrak optimisme pasca langkah The  Fed. Indeks saham global MSCI <MIWD00000PUS.> naik 1,11 persen ke 335,39. 

Penguatan aset‐aset beresiko seperti saham ditunjang oleh antisipasi pelonggaran dari The Fed. Sementara itu harga minyak naik seiring  ekspektasi bahwa langkah The Fed akan mendorong investor untuk mengalihkan investasi pada aset‐aset berisiko termasuk komoditas  dan ekuitas, meskipun analis memperingatkan bahwa kondisi perekonomian yang lemah yang mendasari langkah The Fed justru tidak  mendukung kuatnya permintaan pada minyak. Minyak mentah Brent Oktober <LCOc1> naik 94 sen ke 116,90 USD per barel. US crude  <CLc1> naik 1,30 USD ke 98,31 USD per barel. 

Dolar AS melemah secara luas terhadap mata uang utama dunia lainnya, menyentuh level terendah sejak tujuh bulan terhadap yen dan  mencapai  level  terendah  sejak  empat  bulan  terakhir  terhadap  euro.  Euro  sempat  naik  hingga  1,3001,  terdongkrak  upaya  ECB  untuk  membantu mengendalikan tingginya biaya hutang negara‐negara zona euro yang tengah berjuang dengan membengkaknya hutang. 

Harga obligasi Amerika naik, obligasi tenor 10‐tahun <US10YT=RR> harganya naik 7/32 dengan imbal hasil berkisar pada 1,74 persen.  Sebaliknya, imbal hasil obligasi tenor 30‐tahun naik, namun tetap di bawah 3 persen. 

The  Fed  mengambil  langkah  yang  belum  pernah  terjadi  sebelumnya  untuk  mencoba  menekan  pengangguran  di  Amerika  dengan  melakukan  pembelian  obligasi  konvensional  yang  diharapkan  akan  berdampak  langsung  pada  kondisi  ekonomi  negara  tersebut.Bank  sentral juga mengatakan belum memungkinkan untuk  menaikkan suku bunga dari posisi terendahnya saat ini sampai setidaknya hingga  pertengahan‐2015 mendatang. 

The Fed mengatakan pembelian obligasi sebesar 40 miliar USD per bulan ditujukan untuk menjaga tingkat suku bunga pinjaman yang  rendah.  

GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  2  persen  Kamis  lalu,  mendekati  level  tertinggi  tahunannya  setelah  the  Fed  meluncurkan  program  stimulus  agresif  lainnya,  program stimulus yang mendukung pada logam mulia. 

Metal mendapat penguatan confidence setelah bank sentral AS mengatakan akan membeli $40 milyar dari mortgage debt per bulan dan  berlanjut untuk membeli aset‐aset hingga outlook untuk jobs membaik secara mendasar.  

"They are emphasizing the growth mandate, and that means they don't care about inflation other than giving lip service to it," kata Axel  Merk, kepala investment officer pada Merk Funds, yang mana memiliki $600 juta pada currency mutual‐fund assets.  

"The price of gold will do very well in the years to come," kata Merk.  


OIL & COMMODITIES
Oil  naik  pada  perdagangan  yang  mantap  Kamis  lalu,  dengan  Brent  futures  naik  dalam  enam  harinya,  setelah  the  Fed  mengumumkan  pernyataan bahwa bank sentral akan membuat pembelian aset tambahan yang akan membeli $ 40 milyar pada mortgage debt perbulan  hingga membaiknya outlook jobs, dan menjaga tingkat suku bunga rendah hingga sekurang‐kurangnya tahun 2015.  

Thomson Reuters‐Jefferies CRB dari indeks komoditas naik 0.55 persen, kenaikan dalam enam harinya, untuk menyentuh level tertinggi  sejak bulan Maret, sementara itu pasar ekuitas memperluas kenaikannya. 

Kontrak October Brent menghadapi expiration Kamis lalu, yang membantu perdagangan choppy yang naik turun. 

"The seemingly open‐ended purchase of mortgage‐backed securities at $40 billion per month gives the markets the QE3 that had been  priced in to a great degree," kata John Kilduff, mitra pada Again Capital LLC di New York.  

"The  Fed's  policy  moves  will  likely  push  oil  prices  higher,  but  you  must  be  mindful  that  the  policy  considerations  are  a  reaction  to  underlying conditions that are not favorable to a robust demand environment for oil, at the same time."  


EURO ZONE
Pertumbuhan ekonomi di zona euro diprediksi masih lemah dan “meningkatnya ketidakpastian” tengah menekan kepercayaan, demikian bank sentral Eropa (ECB) mengatakan dalam buletin  bulanannya, dan menambahkan bahwa ekspektasi inflasi masih berlanjut naik. ECB mempertahankan suku bunganya di level rekor terendahnya 0.75% di pekan lalu, dan mengatakan bahwa  ekonomi zona euro kemungkinan akan mengalami kontraksi yang lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya dalam tahun ini.  

Sementara itu lembaga riset ekonomi Jerman, IfW, memangkas proyeksi pertumbuhan 2012 sebesar 0.1% untuk negara terbesar perekonomiannya di Eropa menjadi 0.8% menyususl kondisi  ekonomi global yang masih suram dan sejumlah perusahaan Jerman menghentikan sementara investasinya. IfW juga memangkas proyeksi pertumbuhan 2013 menjadi 1.1% dari 1.7% di  bulan Juni lalu. 

Euro melanjutkan penguatannya terhadap dolar, mencapai level tertinggi 4 bulan setelah The Fed mengumumkan program stimulus agresif lainnya untuk mendorong pemulihan ekonomi.  The Fed akan membeli $40 milyar kredit hipotek setiap bulan dan akan melanjutkan pembelian aset‐aset lainnya hingga terjadi perbaikan di sektor pasar tenaga kerja. Euro menembus di atas  level $1.3, setelah mencatat intraday high di $1.3001, level tertingginya sejak awal Mei lalu, dan kemudian bergerak di sekitar $1.2986, naik 0.6% dari posisi penutupan New York hari Rabu.  Sedangkan terhadap yen, penguatan euro masih relatif terbatas setelah hanya mencatat intraday high di 100.75 yen. 

Partai pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte kembali menang pemilu di Belanda. Pemilu itu juga memenangkan secara telak partai‐partai pendukung pro integrasi Eropa, sekaligus jadi ajang  kekalahan telak bagi para politisi yang menolak Uni Eropa maupun yang anti imigran. Menurut kantor berita Reuters, kubu Liberal kanan‐tengah pimpinan Rutte berhasil menduduki 41 dari  150 kursi di DPR (Majelis Rendah). Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD) pimpinan Rutte itu unggul dua kursi dari Partai Buruh, yang berhaluan kiri‐tengah dan menduduki 39  kursi. Hasil ini sudah cukup membuat kubu Liberal menyatakan diri menang Pemilu, apalagi sudah ada ucapan selamat dari Pemimpin Partai Buruh, Diederik Samsom. Rutte berjanji bahwa  hari ini segera menyusun kabinet baru. Dia belum memastikan partai‐partai mana saja yang akan jadi mitra koalisi di pemerintahan. Namun, tampilnya kubu Liberal dan Partai Buruh di urutan  dua besar hasil Pemilu menandakan bahwa mayoritas rakyat Belanda masih mendukung integrasi negara mereka di Uni Eropa. Walau sejumlah negara Uni Eropa pengguna mata uang euro  sedang krisis, para pemilih di Belanda masih yakin masalah itu bisa ditangani secara kolektif. Hasil Pemilu ini memukul kubu anti integrasi, maupun yang menolak program penghematan dan  pinjaman darurat (bailout) yang diterapkan Uni Eropa. 


U.K.
Sterling menguat terhadap dolar AS setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 4‐bulan terakhir di 1.6174 terdongkrak oleh diumumkannya program stimulus keuangan oleh  The Fed untuk menopang pertumbuhan ekonomi Ameirka. Pelonggaran moneter The Fed berdampak negatif pada kinerja dolar AS karena memperbanyak jumlah dolar AS yang  beredar di pasar keuangan. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,27 persen terhadap dolar AS ke 1.6150.  

Namun demikian sterling tertekan terhadap euro yang dipengaruhi oleh bertumbuhnya kepercayaan dikalangan investor pasca persetujuan dari Mahkamah Konstitusi Jerman  pada program bailout kawasan Uni Eropa dan adanya harapan bahwa ECB akan melakukan langkah untuk menurunkan imbal hasil beberapa negara yang bermasalah secara  keuangan. Sterling mencapai level 1.2426 yang merupakan level terendahnya sejak awal Juli silam terhadap euro. 

Sementara itu salah satu penasihat BoE – David Kohn menyarankan pada perbankan Inggris untuk memangkas eksposur terhadap investasinya di kawasan Uni Eropa, untuk  kemudian mengalihkannya pada sektor kredit domestic Inggris. Pasar kredit Inggris perlu mendapat sokongan dengan tujuan untuk menopang performa pemulihan ekonomi  negara tersebut, demikian tandas Kohn.

JAPAN
Wakil menteri keuangan untuk urusan internasional, Takehiko Nakao, menegaskan bahwa pergerakan mata uang belakangan ini terlihat sangat spekulatif, dan mengingatkan pasar terhadap  pergerakan liar mata uang. Pergerakan spekulatif di pasar uang adalah sesuatu yang tidak diharapkan, demikian ditegaskannya, sebuah indikasi kesiapan Tokyo untuk melakukan intervensi di  pasar uang untuk meredam lonjakan yen. 

Dolar menembus level terendah 7 bulan yang baru terhadap yen usai rilis data jobless claims AS semalam yang lebih buruk dari perkiraan. Dolar jatuh ke 77.54 yen, level terendahnya sejak  medio  Februari,  dan  kemudian  bergerak  di  sekitar  77.50,  turun 0.3%.  Namun  usai  sidang  The  Fed,  dolar  sempat  melanjutkan  koreksinya  hingga  hit  day  low  di  77.14  yen  dan  kemudian  memperkecil kerugiannya dengan bergerak di sekitar 77.50 yen. 

Jumlah klaim pengangguran di pekan lalu naik melampaui ekspektasi pasar, dimana sejumlah wilayah melaporkan kenaikan tersebut akibat dampak dari Badai Tropis Isaac. Jumlah klaim  meningkat  15000  menjadi  382.000,  level  tertinggi  dalam  2  bulan,  melampaui  ekspektasi  sebesar  370.000,  demikian  dilaporkan  Departemen  Tenaga  Kerja  AS.  Sementara  data  pekan  sebelumnya mengalami revisi naik menjadi 367.000 dari laporan awalnya 365.000. Seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Badai Tropis Isaac, yang melanda sebagian  wilayah negara, menyumbang sekitar 9.000 dari klaim yang diajukan pekan lalu. 

Semantara usai sidangnya semalam The Fed mengumumkan program stimulus agresif lainnya untuk mendorong pemulihan ekonomi. The Fed akan membeli $40 milyar kredit hipotek setiap  bulan dan akan melanjutkan pembelian aset‐aset lainnya hingga terjadi perbaikan di sektor pasar tenaga kerja. 


AUSTRALIA
Australian  dan  New  Zealand  dollar  naik  ke  level  tertinggi  mingguan  Kamis  lalu  dan  dapat  menguat  lebih  tinggi  dari  the  Fed  yang  meluncurkan  stimulus  terbaru  putaran  berikutnya dalam harian.  

Pasar dimanapun menunggu dengan cemas untuk melihat jika the Fed akan mengumumkan quantitative easing berikutnya Kamis ini,  yang mana dapat memberikan dorongan  lainnya pada aset‐aset beresiko. Seorang trader melihat kemungkinan untuk kembali ke level $1.1081, level tertinggi yang terjadi dalam tahun 2011.   

Ekspektasi bahwa the Fed akan memperkenalkan langkah stimulus terkini membantu mendorong untuk menekan harga Australian bond futures turun.  

JP Morgan interest rate strategist Sally Auld mengatakan harga bond futures turun keseluruhannya Kamis lalu dari didepannya meeting dari Federal Open Markets Committee  (FOMC).  

Sektor konstruksi mencatatkan penurunan terbesarnya dalam employment dari tahun sebelumnya, yang turun 70.200 atau 6.7 persen. 


SWISS
Swiss franc naik secara singkat versus euro dan dollar Kamis lalu setelah Swiss National Bank mengatakan akan melanjutkan pada batas level 1.20 francs dalam euro/Swiss, yang  mengecewakan beberapa pelaku pasar yang telah berspekulasi bahwa batas tersebut kemungkinan dinaikkan. 

Euro <EURCHF=> melorot ke harian terendahnya di level 1.2080 Swiss francs sebelum menekan pelemahannya untuk diperdagangkan pada level 1.2102 francs, sedikit berubah  dari sebelum keputusan.  

Minggu  lalu  euro  terdorong  ke  level  tertinggi  delapan  bulannya  1.2155  francs  pada  spekulasi  SNB  akan  menaikkan  batas  level  1.22  francs  untuk  menangani  deflasi  dan  perlambatan pertumbuhan ekonomi Swiss.  

Dollar juga tertekan ke level  terendah harian 0.93549 francs sebelum mengalami recovery untuk diperdagangkan pada level 0.93700 francs <CHF=>, hampir tidak berubah  dalam hariannnya.  

Thursday, September 13, 2012

Headline News 13.09.12


US & GLOBAL
Bursa saham  menguat dan euro naik  ke level tertinggi sejak 4‐bulan  terakhir terhadap  dolar AS pada sesi Rabu, setelah  Mahkamah Konstitusi  Jerman menyetujui  dana  penyelamatan  zona euro,  mengurangi kekhawatiran tentang krisis  utang  kawasan  tersebut.  Saat  ini  pelaku  pasar  berfokus  pada  kemungkinan  pelonggaran  moneter  oleh  The  Federal  Reserve.  Keputusan pengadilan Jerman tersebut juga mendorong kinerja saham global dan menurunkan imbal hasil obligasi Spanyol  dan Italia. 

Euro <EUR=> naik hingga level 1,2936, level tertinggi sejak pertengahan Mei. Euro tercatat menguat lebih dari 7 persen  sejak sempat mencapai titik terendah dalam dua tahun pada level 1,2040 di bulan Juli. Penguatan euro tersebut ditunjang  komitmen  Bank  Sentral  Eropa  untuk  melakukan  tindakan  apa  pun  untuk  mempertahankan  euro.  Kinerja  positif  euro  diperkirakan akan terus berlanjut jika The  Fed menerapkan pelonggaran moneter lebih lanjut pada sidangnya Kamis ini,  karena langkah pelonggaran moneter Amerika akan melemahkan dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk euro. 

Bursa saham Amerika juga menguat seiring ekspektasi bahwa The Fed akan menerapkan pelonggaran lanjutan. The Dow  Jones industrial average <DJI.> naik 9,99 poin, atau 0,07 persen, ke 13,333.35. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> naik  3,00  poin,  atau  0,21  persen,  ke  1,436.56.  The  Nasdaq  Composite  Index  <IXIC.>  naik  9,79  poin,  atau  0,32  persen,  ke  3,114.31.  Indeks  S  &  P  500  mencatat  kenaikan  lebih  dari  9  persen  sejak  awal  Juni  ditunjang  ekspektasi  pemberlakuan  stimulus oleh bank sentral global. 

Para  analis  memperkirakan  tahap  selanjutnya  dari  pembelian  aset  oleh  The  Fed  akan  berfokus  pada  efek  beragun  aset.  Meski demikian dengan tingginya ekspektasi yang terbangun akhir‐akhir ini, keputusan The Fed yang terlalu berhati‐hati  akan menjadi kejutan yang tidak diinginkan. 

Di  bursa  Wall  Street,  saham  Facebook  Inc  <FB.O>  melonjak  7,2  persen  setelah  Chief  Executive  Mark  Zuckerberg  mengisyaratkan  adanya  pertumbuhan  daerah  baru  dalam  penampilan  publik  pertamanya  besar  sejak  IPO  jejaring  sosial  tersebut.  Saham  Apple  Inc  <AAPL.O>  naik  1,39  persen  setelah  meluncurkan  iPhone  5.  Ketidakpastian  tentang  prospek  ekonomi, juga diwarnai peringatan pemangkasan keuntungan terbaru dari FedEx Corp <FDX.N> dan Intel Corp <INTC.O>,  yang diperkirakan dapat membatasi momentum kenaikan pasar. 

Harga minyak mentah Brent naik 30 sen ke 115,70 USD per barel ditunjang oleh keputusan pengadilan Jerman, harapan  akan  pelonggaran  moneter  The  Fed  dan  meningkatnya  risiko  geopolitik  setelah  terbunuhnya  duta  besar  Amerika  untuk  Libya turut mendongkrak kinerja minyak. Namun minyak mentah AS untuk kontrak Oktober <CLc1> turun 16 sen ke 97,01  USD per barel. 

Bursa saham Eropa menyentuh level tertinggi sejak 14 bulan tinggi dan indeks saham global MSCI <MIWD00000PUS.> naik  6,5  persen  sejak  akhir  Juli,  sempat  mencapai  level  tertinggi  dalam  5‐bulan  di  332,42,  hingga  akhirnya  tercatat  ditutup  menguat 0,4 persen ke 331,72 akbat aksi ambil untung para investor. 

Putusan  Mahkamah  Konstitusi  Jerman meredam  permintaan  untuk  aset‐aset  safe haven  seperti obligasi AS  dan obligasi  Jerman,  yang  menyebabkan  tak  bergairahnya  permintaan  pada  lelang  obligasi  Amerika  tenor  10‐tahun  yang  hanya  mencapai 21 miliar USD. Obligasi tenor 10‐tahun Amerika <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,76 persen. 


GOLD & COMMODITIES
Platinum naik hampir 3 persen Rabu lalu, rally terbesar hariannya dalam satu bulan, didorong oleh kekhawatiran pasokan  setelah  menyebarnya  kerusuhan  buruh  pada  kota  Afrika  Selatan  Rustenburg  yang  memaksa  produsen  utama  Anglo  American Platinum <AMSJ.J> dan beberapa tambang untuk sementara dihentikan operasinya disana.  

Harga  emas  naik  tipis,  sempat  melemah    setelah  mencapai  level  tertingginya  dlam  enam  bulan.  Beberapa  investor  mengarah  ke  bullish  sebelum  kedepannya  keputusan  kebijakan  the  Fed  AS  Kamis  ini  dan  setelah  mahkamah  konstitusi  Jerman  yang  menyetujui  partisipasi  negara  dalam  menetapkan  dana  bailout  zona  euro,  yang  mana  mendorong  euro  terhadap dollar.  

Amplats, yang memiliki mendekati 40 persen dalam persediaan platinum global, dengan sekitar 2.5 juta ons dalam produksi  tahunan, mengatakan telah menghentikan operasi di Rustenburg untuk melindungi karyawan diluar intimidasi.  

Seorang  fotografer  Reuters  di  tambang  Amplats'  Bathopele,  yang  merupakan  bagian  dari  kompleks  Rustenburg,  mengatakan  sekitar  1.500  pengunjuk  rasa  yang  menggunakan  tongkat  diluar  fasilitas,  menyerukan  untuk  menghentikan  dengan segera produksi.  

Amplats'  menghasilkan  600.000‐ons  pertahun  pada  kompleks  Rustenburg  yang  merupakan  perusahaan  berproduksi  terbesar kedua setelah fasilitas Amandebult.


OIL & COMMODITIES
Brent crude futures naik Rabu lalu setelah mahkamah konstitusi Jerman menyetujui legalitas dari dana bailout zona euro,  tetapi kenaikan tajam pada persediaan crude AS  menahan kenaikannya.  

Harga crude mendapat dorongan dan euro naik ke level tertingginya terhadap dollar setelah mahkamah konstitusi Jerman  mengatakan negara dapat meratifikasi dana penyelamatan zona euro dan persetujuan bujet. Mahkamah juga mengatakan  parlemen Jerman harus menyetujui setiap kenaikan kedepannya dalam ukuran pendanaan.  

Brent  secara  singkat  berbalik  melemah  dan  crude  AS  merosot  setelah  laporan  mingguan  Energy  Information  Administration's menunjukkan persediaan crude oil naik 1.99 juta  barrel minggu lalu di AS, terhadap ekspektasi cadangan  yang akan melemah 2.6 juta barrel. 

"People are looking at the Fed and wondering whether they are really going to do quantitative (monetary) easing or just  another form of stimulus," kata Mark Waggoner, presiden pada Excel Futures di Bend, Oregon. 

EURO ZONE
Euro menguat ke level tertinggi 4 bulan terhadap dolar pada hari Rabu setelah Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui dana penyelamatan zona euro yang baru  dan pakta anggaran, dimana berhasil meredakan kekhawatiran mengenai krisis utang kawasan yang telah terjadi selama 3 tahun terakhir. 

Meskipun persetujuan pengadilan dibuat dalam kondisi tertentu, namun hal ini telah cukup berhasil mengangkat sentimen pasar, mendorong naiknya bursa saham  global, dan mengurangi biaya pinjaman Spanyol dan Italia. 

Euro naik ke level $1.2936, level tertingginya sejak medio Mei sebelum akhirnya bergerak di sekitar $1.2890, atau naik 0.2% dari posisi penutupan New York hari  Selasa. Euro telah naik lebih dari 7% sejak tersungkur ke level terendah 2 tahun di sekitar $1.2040 di bulan Juli, setelah ECB berjanji akan melakukan segala upaya  untuk menyelamatkan euro. Euro juga menguat ke level tertinggi lebih dari 2 bulan terhadap yen Jepang di 100.64 yen, dan terakhir bergerak di sekitar  100.45 yen, atau naik 0.5%. Euro berpeluang melanjutkan penguatannya jika The Fed memilih opsi untuk melanjutkan kebijakan moneter longgar pada sidangnya  hari Kamis ini dan membuka kesempatan untuk euro tes ke level $1.30. 

Mahkamah  Konstitusi  Jerman  mengatakan  pada  hari  Rabu  kemarin  bahwa  Mekanisme  Stabilitas  Eropa  bisa  terus  dilanjutkan  tapi  dengan  syarat  bahwa  setiap  kontribusi Jerman di atas 190 milyar euro harus meminta persetujuan terlebih dahulu dari majelis rendah parlemen. 

Momentum  positif  untuk  euro  juga  terus berlanjut  setelah  Bank  Sentral  Eropa  pekan lalu  menjelaskan  rencana  untuk  menurunkan  biaya  pinjaman dari  negara‐ negara  zona  euro  yang  berhutang  melalui  pembelian  obligasi.  Namun  pasar  masih  khawatir  bahwa  memburuknya  masalah  krisis  utang  zona  euro  berpotensi  menghambat penguatan euro. 

U.K.
Sterling  ditutup  menguat  setelah  sempat  mencapai  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  terhadap  dolar  AS  mengikuti  penguatan  euro  terhadap  dolar  ditunjang oleh keputusan Mahkamah Konstitusi Jerman yang memutuskan untuk mendukung ratifikasi dana bailout zona euro dengan kondisi tertentu.  Keputusan  tersebut  akan  memperkuat  landasan  bagi  pelaksanaan  ESM  (European  Stability  Mechanism)  yang  akan  digunakan  untuk  menangani  krisis  hutang Uni Eropa, kondisi mana kemudian meningkatkan minat investor terhadap aset beresiko. Hingga akhir sesi New York sterling tercatat menguat 0,21 persen terhadap dolar AS dan ditutup pada kisaran 1.6105. 

Naiknya  kinerja  sterling  terhadap  dolar  AS  juga  ditunjang  oleh  ekspektasi  pemberlakuan  QE3  oleh  The  Fed  dalam  pertemuan  di‐hariannya  yang  akan  berakhir pada sesi Kamis. Para analis memperkirakan poundsterling akan terus melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS jika The Fed memutuskan  untuk merilis kebijakan pelonggaran kuantitatif lanjutan, meskipun pada saat yang sama terdapat kemungkinan koreksi jika ternayta kebijakan The Fed  tidak cukup meyakinkan pelaku pasar.  

Data ekonomi Inggris akhir‐akhir ini juga turut menopang kinerja sterling, setelah data sektor ketenagakerjaan Inggris membaik pada periode Agustus,  meskipun unemployment mengalami kenaikan menjadi 8,1 persen dari total angkatan kerja Inggris. Meskipun demikian para analis memperkirakan rilis  data  ekonomi  Inggris  tidak  akan  berdampak  besar  bagi  kinerja  sterling  karena  pelaku  pasar  lebih  terfokus  pada  rilis  sidang  The  Fed.


JAPAN
Bank of Japan kemungkinan akan menunda pelonggaran kebijakan moneter minggu depan kecuali jika The Federal Reserve AS memulai lagi putaran baru  pembelian obligasi dan memicu kenaikan tajam yen yang cukup untuk menggagalkan prospek pemulihan ekonomi Jepang yang rapuh. 

Ekspektasi  bahwa  The  Fed  akan  memilih  untuk  mengambil  langkah‐langkah  stimulus  lebih  lanjut  pada  pertemuan  kebijakan  pada  hari  Kamis  telah  membuat dolar mengalami tekanan. Namun hal ini akan mendorong kenaikan yen mendekati rekor tertinggi yang dapat memicu Bank of Japan untuk  mengikuti langkah The Fed. 

Meskipun  ada  kekhawatiran  dengan  tanda‐tanda  melemahnya  kondisi  perekonmian  di  Jepang,  namun  BOJ  berharap  untuk  menyimpan  amunisi  terbatasnya  sampai  Oktober,  ketika  melakukan  analisis  yang  lebih  menyeluruh  untuk  mengukur  apakah  pemulihan  akan  tertunda  cukup  lama  untuk  menjamin pelonggaran moneter lebih lanjut. 

Pada  sidang  regulernya  selama  2  hari  di  pekan  depan,  BOJ  diprediksi  akan  menunda  langkah  pelonggaran  moneter,  yaitu  berupa  pembelian  aset  dan  program pinjaman senilai 70 trilyun yen. Meskipun terlihat adanya kesiapan BOJ untuk melaksanakan pelonggaran moneter di awal bulan depan, namun  bank sentral tersebut nampaknya akan merevisi penilaian ekonominya dan memperingatkan adanya resiko tinggi dari perlambatan ekonomi global yang  berkepanjangan. 

Dolar  masih  bergerak  terbatas  terhadap  yen  menjelang  pengumuman  sidang  The  Fed  Kamis  malam  nanti.  Jika  bank  sentral  AS  memilih  opsi  untuk  melanjutkan kebijakan moneter longgar, maka akan memicu tekanan jual dolar dan mendorong naiknya yen lebih lanjut.


AUSTRALIA
Mata uang ber‐yield tinggi Australian dollar <AUD=D4> naik ke level tertinggi dalam tiga minggu terhadap dollar AS dilevel $1.0500, yang mencatatkan  perluasan kenaikan pada aset‐aset beresiko dan mata uang. 

Euro naik ke level tertinggi yang lebih dari dua bulan terhadap Japanese yen Rabu lalu setelah Mahkamah konstitusi Jerman mengizinkan dana bailout  terkini pada zona euro untuk disahkan dalam kondisi tertentu.   

Euro <EURJPY=R> naik ke level 100.460 yen pada EBS trading platform, level terkuatnya sejak 4 Juli.   

Kenaikan yang lebih dapat dilihat pada target akhir level tertinggi bulan Juni di level 101.63 yen. Dengan para trader mengatakan kenaikan dapat terbatas  berkenaan dengan laporan eksportir Jepang yang melakukan pembelian disekitar level 100.50 yen.  

Pemangkasan  tingkat  suku  bunga,  uluran  tangan  pemerintah,  rendahnya  tingkat  pengangguran  dan  perekonomian  yang  mencatatkan  ekspansi  yang  belum pernah terjadi dalam 21 tahun yang tidak cukup untuk membawa penguatan yang dominan.  

Rilis  data  terbaru  Rabu  lalu  menunjukkan  consumer  confidence  sedikit  membaik  pada  bulan  September  tetapi  pesimistis  masih  menekan  optimistis. 


SWISS
Dollar AS melemah ke level terendah empat bulannya terhadap Swiss franc Rabu lalu yang ditekan turun oleh ekspektasi kedepannya stimulus  moneter oleh the Fed berikutnya pada minggu ini.  

Dollar melorot 0.3 persen ke level 0.93589 francs <CHF=> pada trading platform EBS, level terendahnya sejak pertengahan Mei.  

Swiss National Bank, diekspektasi pada rentang target untuk Swiss franc LIBOR/tingkat suku bunga unchanged dan menjaga batasan pada mata  uang euro/Swiss franc dilevel 1.20 francs ketika mengumumkan keputusan kebijakan moneter Kamis ini. 

Wednesday, September 12, 2012

Headline News 12.09.12


US & GLOBAL
Bursa  saham  Amerika  dan  eropa  menguat,  sedangkan  obligasi  dan  dolar  AS  melemah  pada  sesi  Selasa  seiring  harapan  bahwa Mahkamah Konstitusi Jerman tidak akan mengintervensi rencana penyelamatan keuangan zona euro, serta turut  ditunjang  ekspektasi  pelonggaran  moneter  lanjutan  dari  The  Fed.  Namun  demikian  lembaga  pemeringkat  Moody  `s  mengatakan  mungkin  akan  memangkas  peringkat  hutang  triple‐A  nya  pemerintah  Amerika,  meskipun  lelang  obligasi  Amerika tenor 3‐tahun tercatat mendapatkan permintaan yang sangat agresif. 

Prospek pelonggaran kuantitatif dari The Fed membebani kinerja dolar AS dan menekan obligasi Amerika namun sebaliknya  mendorong kinerja euro, emas, minyak dan bursa saham, aset‐aset yang akan cenderung akan lebih unggul dibanding aset  safe haven  jika perekonomian global kembali membaik.  

Euro  <EUR=>  sempat  mencapai  1,2871  terhadap  dolar  AS,  mengungguli  level  moving  average  dalam  basis  200‐hari  di  sekitar 1,2834 dan tercatat menguat 0,8 persen. Euro telah menguat lebih dari 6,0 persen sejak mencapai level terendah  dalam dua tahun terakhir di 1,2042 pada akhir Juli silam. Investor mengharapkan The Fed akan mengumumkan langkah‐ langkah stimulus tambahan dalam sidangnya yang berakhir Kamis 13 September.      

The Dow Jones industrial average <DJI.> naik 69.07poin, atau 0,52 persen, ke 13,323.36. Indeks The Standard & Poor 500 <. SPX> ditutup naik 4,48 poin, atau 0,31 persen, ke 1,433.56. The Nasdaq Composite Index <. IXIC> naik 0,50 poin, atau 0,02  persen, ke 3,104.53. Saham‐saham sektor energi, industri dan keuangan memimpin penguatan bursa. Saham International  Business Machines Corp <IBM.N> naik 1,15 persen, kontributor utama sektor industrial indeks Dow Jones. Sementara itu  saham produsen peralatan berat Caterpillar <CAT.N> naik tajam 1,72 persen. 

Obligasi Amerika tenor 10‐tahun <US10YT=RR> imbal hasilnya naik menjadi 1,70 persen dari 1,66 persen pada sesi Senin. 

Indeks saham MSCI global <MIWD00000PUS.> naik 0,4 persen menjadi 330,39. 

Minat investor terhadap aset beresiko telah menguat akhir‐akhir ini setelah pernyataan Presiden ECB Mario Draghi yang  menegaskan bahwa ECB akan melakukan tindakan apapun yang diperlukan untuk mempertahankan kesatuan zona euro.  Kamis  pekan  lalu,  Draghi  berjanji  membeli  obligasi  untuk  mengendalikan  biaya  pinjaman  Spanyol  dan  Italia.  Perhatian  investor  akan  terfokus  pada  pemilihan  umum  Belanda  pada  sesi  Rabu  ini,  dimana  para  pemilih  terpecah  antara  yang  berpihak pada dana talangan untuk ekonomi zona euro dan terhadap langkah‐langkah penghematan lokal. Saham di bursa  Perancis <FCHI.>, Jerman <. GDAXI> masing‐masing  naik 0,8 persen dan 1,3 persen. 

Harga  minyak  naik,  dimana  Brent  crude  futures  <LCOc1>  naik  0,43  persen  ke  115,24  USD  per  barel.  US  crude  untuk  pengiriman Oktober <CLc1> naik 63 sen ke 97,17 USD per barel. 
Sedangkan harga emas <XAU=> terus menguat ditunjang oleh pelemahan dolar AS, emas ditutup menguat pada kisaran  1,731.46 USD per troy ounce. 


GOLD & COMMODITIES
Emas  naik  hingga  ke  level  tertinggi  dalam  enam  bulannya  Selasa  lalu,  dibantu  oleh  pelemahan  dalam  dollar  setelah  peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s pada nilai utang AS dan setelah holding dari metal dalam exchange‐traded  products yang mencapai level tertingginya.  

Metal  mendapat  dorongan  setelah  lembaga  pemeringkat  Moody’s  mengatakan  AS  kemungkinan  kehilangan  peringkat  “triple  A”  dari  peringkat  utangnya  jika  tahun  depan  negosiasi  bujet  tidak  menghasilkan  kebijakan  yang  mengurangi  utangnya. 

Euro naik ke level tertinggi dalam empat bulannya terhadap dollar yang telah tertekan dari bagian tumbuhnya ekspektasi  the Fed AS akan menggandeng langkah terkini dalam menstimulasi perekonomian, yang mana berbalik untuk mendorong  permintaan investor terhadap emas, yang mana cenderung untuk menguntungkan dari pelemahan mata uang AS.  

Emas sangat tergantung pada perubahan dollar dan kebijakan monter AS dengan arah dan fokus untuk pasar adalah tepat  pada meeting kebijakan the Fed yang berakhir pada Kamis ini.  

"Every piece of bad news seems to be good for gold, only because it translates into something that the Fed has to do to get  this economy off the ground," kata Anthony Neglia, Presiden pada Tower Trading dan COMEX gold options floor trader.  


OIL & COMMODITIES
Harga  oil  naik  dalam  perdagangan  yang  choppy  Selasa  lalu  karena  ekspektasi  bahwa  the  Fed  AS  akan  bertindak  untuk  mendorong  perekonomian  yang  memberikan  dukungan  dan  bahwa  mahkamah  Jerman  akan  menyetujui  rencana  penyelamatan zona euro yang membawa tekanan pada dollar dan mendorong crude futures.  

Komite  kebijakan  bank  sentral  AS  yang  terjadi  dalam  dua  hari  pada  hari  Kamis  dan  beberapa  analis  dan  investor  mengekspektasi the Fed akan meluncurkan putaran ketiga pembelian obligasi karena pelemahan data ekonomi AS baru‐ baru ini. Tambahan stimulus akan mungkin melemahkan dollar dan mendorong harga oil yang berdenominasi dollar.  

Euro kembali naik ke level tertinggi dalam puncak empat bulan terhadap dollar dari ekspektasi mahkamah Jerman akan  mendukung kembali zona euro dalam proses penyelamatan. Keputusan mahkamah Jerman diekspektasi pada hari Rabu ini. 

Tingginya  produksi  dari  Organization  of  the  Petroleum  Exporting  Countries  (OPEC)  pada  bulan  Agustus  dan  recovery  produksi  AS  setelah  badai  topan  Isaac  yang  terjadi  minggu  lalu  melalui  Teluk  Meksiko  yang  membantu  untuk  mempertahankan harga.  

Lembaga pemeringkat Moody's memperingatkan peringkat credit rating AS kemungkinan diturunkan jika negosiasi bujet  2012 tidak menghasilkan kebijakan yang mengurangi utang, ditambah tekanan terhadap dollar dan membantu mendukung  pada crude

Persediaan crude AS naik 221.000 barrel minggu lalu, grup industri American Petroleum Institute (API) mengatakan Selasa  lalu, terhadap ekspektasi bahwa persediaan akan melemah. 


EURO ZONE
Euro menguat ke level tertinggi 4 bulan terhadap dolar dipicu meningkatnya ekspektasi mahkamah Jerman akan mendukung pengucuran dana bailout  zona euro, sementara dolar terpuruk disebabkan spekulasi The Federal Reserve akan melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut dalam pekan ini  guna mempercepat proses pemulihan ekonomi dalam negerinya. 

Namun demikian, penguatan euro nampaknya masih akan terhambat oleh resiko diluar mahkamah konstitusi Jerman yang akan memberikan kejutan pada  investor dengan menolak European Stability Mechanism (ESM), sebuah dana bailout baru Eropa, dalam putusannya hari Rabu ini. Keputusan seperti itu  akan mengancam rencana Bank Sentral Eropa dalam menurunkan biaya pinjaman Spanyol dan Italia di bawah program tersebut yang telah diumumkan  akhir pekan lalu yang telah mendorong penguatan euro. 

Euro mencatat intraday high di $1.2871, level tertinggi sejak 14 Mei, dan terakhir bergerak di sekitar $1.2860, atau naik 0.8% dibandingkan penutupan  New York hari Senin, setelah rally lebih dari 6% dari level terendah 2 tahun di $1.2042 yang tercatat pada akhir Juli. 

Penguatan euro juga mendapat dukungan dari mahkamah Jerman yang menegaskan tidak akan menunda keputusan pada hari Rabu ini meskipun terdapat  tantangan baru dari dewan kebijakan yang skeptis. 

Belanda akan mengadakan pemilu pada hari Rabu dan sidang reguler The Fed akan berakhir pada hari Kamis. Kedua peristiwa penting ini akan mendapat  sorotan  pasar.  Sentimen  terhadap  euro  secara  umum  positif,  namun  mata  uang  tunggal  Eropa  ini  masih  rentan  tekanan  terhadap  perkembangan  di  Spanyol yang diperkirakan akan meminta dana bailout dan juga Yunani setelah para kreditur asing menolak bagian dari paket penghematan pemerintah. 

Dolar juga mendapat tekanan setelah Moody's Investors Service mengatakan AS terancam kehilangan peringkat kredit Triple‐A jika pembicaraan anggaran  tahun depan tidak mengurangi utang negara dari waktu ke waktu. 

U.K.
Sterling  menguat  terhadap  dolar  AS  ke  level  tertinggi  sejak  4‐bulan  terakhir  ditunjang  oleh  ekspektasi  bahwa  Mahkamah  Konstitusi  Jerman  akan  menyetujui  program  pendanaan  bailout  zona  euro.  Kinerja  sterling  juga  ditunjang  oleh  pelemahan  dolar  AS  terhadap  mata  uang  utama  dunia  lainnya  akibat naiknya ekspektasi pemberlakuan program QE3 oleh The Fed. Hingga akhir sesi New York, sterling tercatat menguat 0,46 persen terhadap dolar AS  ke 1.6070 setelah sempat naik hingga 1.6083. Turut mendukung kinerja sterling yaitu rilis data defisit perdagangan Inggris untuk periode Juli yang semakin  menyempit. 

Sementara itu anggota BoE – David Miles menyatakan dampak dari pelonggaran moneter BoE terhadap penguatan sterling sulit untuk diprediksi, namun  dampaknya diperkirakan cukup moderat. Lebih lanjut, Miles menegaskan bahwa langkah stimulus dari BoE untuk mendongkrak pemulihan ekonomi sudah  tepat dan pembelian obligasi pemerintah merupakan kebijakan yang efektif. Miles merupakan anggota yang mendukung stimulus tambahan sepanjang  sidang 2012 ini dan menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga acuan akan kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi.   

Perhatian pelaku pasar  pada sesi ini akan tertuju pada  rilis  data  sektor ketenagakerjaan  Inggris untuk periode Juli serta pengumuman  hasil keputusan  Mahkamah Konstitusi Jerman berkaitan program bailout zona euro. Jika Mahkamah Konstitusi Jerman menyetujui bailout tersebut maka potensial akan  kembali mendongkrak kinerja sterling terhadap dolar, dengan kisaran level 1.6200 menjadi resistance yang cukup diperhitungkan. Dimana apabila berhasil  menembus level tersebut maka akan membuka peluang berlanjutnya penguatan menuju level tertinggi sejak akhir April silam di 1.6301. 


JAPAN
Perusahaan  manufaktur  besar  Jepang  terlihat  optimis  dengan  kondisi  bisnis  untuk  pertama  kalinya  dalam  4  kuartal  terakhir  di  periode  Juli‐ September, demikian sebuah survey pemerintah menunjukkan, mengisyaratkan sentimen meningkat didukung oleh kegiatan rekonstruksi untuk  daerah  yang  terkena  gempa  dan  tsunami  tahun  lalu.  Namun  krisis  utang  zona  euro  dan  pelambatan  pertumbuhan  ekonomi  global  masih  berpotensi menekan sentimen korporasi di masa mendatang. 

Indeks survey bisnis (BSI) sentimen pada perusahaan manufaktur besar Jepang tercatat +2.5 di periode Juli‐September, dibandingkan dengan ‐5.7  di periode April‐Juni, bedasarkan survey oleh The Ministry of Finance and the Economic and Social Research Institute. 

Data survey ini muncul menjelang dirilisnya data BOJ tankan (survey sentimen bisnis) pada 1 Oktober mendatang. 

Dolar jatuh ke level terendah lebih dari 3 bulan terhadap yen pada hari Selasa, dipicu ekspektasi The Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan  moneter  longgar  setelah  sejumlah  data  ekonominya  dirilis  melemah  belakangan  ini.  Dolar  jatuh  ke  level  intraday  low  di  77.74  yen,  level  terendahnya sejak 1 Juni. Dolar/yen terakhir bergerak di sekitar 77.75 yen, atau melemah 0.6% dibandingkan penutupan New York hari Senin. 

Otoritas moneter Jepang kemungkinan akan meningkatkan ancamannya untuk melakukan intervensi di pasar uang dan bank sentral Jepang (BOJ)  akan  melonggarkan  kebijakan  moneter  lebih  lanjut  ketika  mengadakan  sidangnya  pada  18  September  mendatang  untuk  menangkal  tekanan  akibat prospek pelonggaran moneter dari The Fed.


AUSTRALIA
Australian  dollar  naik  mendekati  level  tertinggi  tiga  minggunya  versus  meluasnya  perjuangan  the  greenback/dollar  Selasa  lalu,  didorong  oleh  naiknya ekspektasi the Fed akan mengumumkan kedepannya langkah pada minggu ini untuk mendorong perekonomian AS.  

Aussie dollar juga diperdagangkan pada level utama sebelumnya US$1.04 options barrier yang telah membatasi dalam beberapa minggu terakhir.  Telah  diperdagangkan  ke  level  tertingginya  US$1.0442  <AUD=>,  level  terkuatnya  sejak  24  Agust.,  dan  terakhir  diperdagangkan  pada  level  US$1.0440, telah naik 1 persen.  

Harga Australian 10‐year bond futures sedikit menguat, karean pasar menunggu meeting penting dari the Fed AS.  

JP  Morgan  interest  rate  strategist  Sally  Auld  mengatakan  trader  ragu‐ragu  untuk  mengambil  posisi  dari  kedepannya  Federal  Open  Market  Committee (FOMC) AS Kamis dan Jumat, dan expiry pada kontrak September bond futures pada minggu depannya.  


SWISS
Swiss  franc  merosot  terhadap  euro  Selasa  lalu  dengan  investor  mewaspadai  reposisi  kedepannya  dari  kekuasaan  oleh  mahkamah  konstitusi  Jerman terhadap pendanaan bailout zona euro dan meeting the Fed.  

Putusan penting oleh mahkamah konstitusi Jerman berkenaan apakah mengizinkan suatu bailout fund Uni Eropa dan perjanjian bujet yang telah  menghentikan rally dari euro, yang mana mencapai level tertinggi delapan bulan terhadap the franc Jumat sebelumnya, karena investor gembira  terhadap rencana pembelian obligasi dari European Central Bank.  

Pasar juga menunggu untuk melihat apakah the Fed AS akan memilih untuk langkah monetary easing dalam membantu menaikkan rapuhnya  recovery dari AS, yang mana kedepannya dapat mendukung euro.