US & GLOBAL
• Euro melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya menyusul pudarnya harapan akan peningkatan pendanaan untuk bailout kawasan Uni‐
Eropa. Ketidakpastian tentang apakah Jerman akan mendukung peningkatan kapasitas pinjaman efektif dana penyelamatan, yang dikenal sebagai
the European Financial Stability Facility (EFSF), memberikan tekanan pada euro menjelang pertemuan para menteri keuangan zona euro di Brussels
‐ Belgia. Euro terakhir diperdagangkan pada level 1,3290 <EUR=>, turun 0,65% setelah sempat mencetak harga terendah di 1.3243.
• Sementara itu pemerintah Spanyol pada hari Senin membatalkan lelang obligasi pada akhir pekan ini dan lebih memilih untuk menerbitkan obligasi
sindikasi, hal tersebut menambah kekhawatiran pada pelaku pasar dan membebani kinerja euro.
• Dollar AS tercatat menguat terhadap mata uang utama dunia di level 79,32 <DXY.>, dalam sesi perdagangan dengan volume tipis seiring libur
nasional AS. Dollar AS tercatat turun terhadap yen kelevel 82,60 yen <JPY=>. Yen juga menguat 0.94% terhadap euro ke 109,91 yen <EURJPY=R>.
Sementara itu sterling tercatat menguat kelevel tertinggi selam 8‐pekan terakhir terhadap dollar AS didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga
menjelang Juni 2011 mendatang.
• Harga emas dunia terakhir diperdagangkan di kisaran level 1360 USD per troy ounce, bertahan secara stabil dilevel tersebut setelah anjlok lebih
dari 4% setelah penguatan tajamnya menjelang awal tahun 2011. Pelemahan mana sebelumnya dimotori oleh menguatnya optmisme akan outlook
ekonomi AS dan menguatnya nilai tukar dollar AS yang kemudian berdampak pada penurunan minat terhadap aset berstatus safe‐haven termasuk
emas.
• Harga minyak dunia melemah pada perdagangan awal pekan ini setelah adanya jaminan dari petinggi OPEC bahwa suplai minyak dunia cukup dan
cadangan minyak dunia akan meningkat pada semester pertama tahun 2011 ini. Harga minyak ICE Brent London untuk pengiriman Maret <LCOc1>
tercatat melemah 50 sen kelevel 97.88 USD per barel, sementara US Crude untuk pengiriman Februari <CLc1> turun 36 sen kelevel 91.18 USD per
barel. Sekretaris Jenderal OPEC – Abdullah al‐Badri pada surat kabar Austria menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya semestinya dalam
menanggulangi kekurangan suplai minyak di pasaran, namun sebaliknya tidak akan melakukan intervensi jika kenaikan harga merupakan akibat
dari spekulasi para investor belaka.
• Outlook (Selasa, 18/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka melemah dengan mengikuti pelemahan perdagangan bursa pada sesi
Asia akibat langkah pemerintah Cina melakukan langkah‐langkah mengendalikan tekanan inflasi. Dengan minimnya inspirasi dari bursa Wall Street
yang tutup seiring libur nasional Martin Luther King, Jr. day.
• Pada sesi ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis earning dari perusahaan‐perusahaan ternama asal AS dimana diantaranya adalah laporan
earning Q1 untuk Apple Inc. yang diperkirakan akan semakin meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kemudian rilis
earning Citigroup untuk Q4 yang juga diperkirakan mengalami peningkatan, namun disisi lain Western Digital diperkirakan merilis earning yang
lebih muram dibandingkan data sebelumnya.
title cover
Tuesday, January 18, 2011
Oil down as dollar rises, Alaska pipeline restarts
(Reuters) - Minyak tergelincir pada hari Senin setelah dolar menguat dan minyak pipa Alaska utama kembali beroperasi penuh setelah lebih dari seminggu, sedangkan laporan OPEC mengatakan pasar tetap baik disediakan.
Harga turun lebih dari 0,5 persen, terbesar drop mereka satu hari sejak sebelum kebocoran memaksa penutupan sementara laras 640.000 per hari Alaska (bpd) Trans Pipeline System pada tanggal 8 Januari membantu mendorong minyak mentah Brent untuk hampir $ 100 per barrel untuk pertama kalinya sejak bulan Oktober 2008 di tengah-tengah krisis keuangan.
Operator dari (km 1.280-) 800-mil garis ulang garis pada Senin dan mengatakan itu harus mencapai 500.000 barel per hari dalam waktu 24 jam.
"Kami melihat akhir dukungan luar biasa karena pasokan gangguan pada pipa ini, dan juga cuaca menjadi jauh lebih hangat daripada biasanya baik di Eropa maupun di Amerika Serikat bagian tengah dan timur Jadi kita kehilangan beberapa dukungan dari suhu dingin., "kata Christophe Barret, analis minyak di bank Perancis Credit Agricole.
Minyak mentah AS untuk Februari, yang hanya yang diperdagangkan secara elektronik karena hari libur Martin Luther King publik AS, diperdalam kerugian sebelumnya turun sebesar 52 sen menjadi $ 91,02 per barel pada 03:05 EST. ICE Brent untuk Maret turun 92 sen menjadi $ 97,46, meskipun volume perdagangan hanya setengah norma tersebut.
Penyebaran antara dua kontrak berjangka telah menyempit sejak kontrak ICE Brent untuk Februari berakhir pada hari Jumat. Pada satu titik pada hari Jumat, spread antara dua kontrak Februari mencapai lebih dari 8,00 $ per barel, terluas dalam 23 bulan.
OPEC UNFAZED
Dalam laporan bulanan pada kondisi pasar, OPEC mempertahankan pandangannya bahwa konsumen memiliki cukup minyak, menyalahkan jangka-up harga di awal awal cuaca musim dingin dan peningkatan arus investasi ke komoditas.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak meningkatkan minyak dunia proyeksi permintaan pertumbuhan dengan 50.000 barel per hari (bpd) menjadi 1,23 juta bph pada tahun 2011, dan mengatakan pasar minyak dunia masih juga disediakan dan persediaan harus membangun pada semester pertama tahun ini.
Menteri Minyak UEA mengatakan fluktuasi harga tidak khawatir: "Harganya terus naik turun dan aku bisa mengatakan untuk saat ini adalah bahwa kita bahagia," kata Mohammed al-Hamli kepada wartawan.
Al Hamli mengatakan pasar dengan baik dan harga yang diberikan mencerminkan kondisi pasar.
Namun kepala Badan Energi Internasional, Nobua Tanaka, mengatakan pada hari Senin harga minyak mengkhawatirkan pada level saat ini dan akan berdampak negatif.
Sekjen OPEC Abdullah al-Badri mengatakan kepada sebuah koran Austria yang, sementara organisasi ini siap untuk bertindak untuk mengatasi kekurangan pasokan di pasar minyak, tidak akan campur tangan jika harga didorong oleh spekulasi.
Pada tahap ini, output yang lebih tinggi tidak akan batang kenaikan harga minyak, sebagai menaiki didorong oleh permintaan meningkat di negara-negara berkembang, chief executive minyak utama Perancis Total (TOTF.PA) Christophe de Margerie kepada Reuters pada hari Minggu.
Harga minyak juga dirusak pada hari Senin oleh keuntungan sederhana dalam dolar AS dan kelemahan di pasar ekuitas, terutama Cina, di mana Shanghai Composite Index SSEC. ditutup turun lebih dari 3 persen.
Monday, January 17, 2011
Headline News 17.01.11
US & GLOBAL
• Penguatan saham‐saham perbankan berhasil mengangkat kinerja indeks S&P500 yang mencatat kenaikan 7‐pekan berturut‐turut menyusul laporan keuangan
JPMorgan yang menggembirakan. Kenaikan saham‐saham keuangan berhasil menutupi laporan data retail sales AS untuk bulan Desember yang dirilis dibawah
perkiraan dan turunnya sentimen konsumen akibat lonjakan harga energi. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 0,47% ke 11,787.38, indeks S&P500 <. SPX> naik 0,74% ke
1,293.24 sementara Nasdaq <. IXIC> naik 0,73% ke 2,755.30. Dalam sepekan terakhir, Dow Jones tercatat naik 1%, S&P500 menguat 1,7% dan Nasdaq naik 1,9%.
• Euro mencatat performa mingguan terbaik dalam kurun 1‐1/2 tahun terakhir, dan diperkirakan akan melanjutkan penguatannya dalam sepekan berikutnya sebagai
dampak positif dari kesuksesan lelang obligasi Uni‐Eropa yang meredakan kekhawatiran akan krisis kredit di kawasan tersebut. Euro tercatat menguat 3,8% dalam
sepekan terakhir ke 1,3374, mendekati level key resistance di 1,35. Turut mendukung kinerja euro adalah naiknya jumlah cadangan devisa Cina sebesar 199 miliar USD,
dimana diperkirakan minimal 15 miliar USD akan ditempatkan pada aset‐aset di Eropa untuk menjaga stabilitas alokasi portofolio Beijing.
• Harga emas turun 1% pada Jumat akhir pekan lalu mencetak performa dwi‐mingguan terburuk dalam 1‐tahun terakhir setelah langkah pemerintah Cina yang
memperketat rasio modal perbankan sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi. Emas juga terdesak memudarnya permintaan pada aset safe‐haven seiring
menguatnya outlook ekonomi global. Emas biasa digunakan sebagai piranti lindung nilai terhadap inflasi, performa emas mendapat dukungan dari tingkat suku bunga
rendah bank sentral global. Harga spot emas <XAU=> turun % ke 1,359.50 USD per troy ounce. Dalam dua minggu pertama 2011, emas mencatat pelemahan sebesar
4,3%.
• Sementara itu harga minyak mentah Brent London naik di atas 99 USD per barel pada Jumat 14 Januari, kenaikan tersebut turut mengangkat harga minyak AS
meskipun China memperketat kredit. Harga minyak ICE Brent crude untuk Februari <LCG1> naik 62 sen kelevel 98,68 USD per barel, penutupan tertinggi sejak 26
September 2008. Sedangkan harga minyak mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> naik 14 sen atau 0,05% kelevel 91,54 USD per barel.
• Outlook (Senin ‐ Jumat, 17‐21/Jan./2011) : Dalam sepekan kedepan pelaku pasar akan mengamati serangkaian rilis data dari Cina dan AS yang diperkirakan akan
melengkapi optimisme pelaku pasar pada pemulihan ekonomi global. Namun patut diamati apakah pemulihan ekonomi AS masih terjaga, investor akan memastikan
kondisi tersebut pada rilis data laporan manufaktur dan leading indicator AS, meskipun terdapat ancaman pada masih lemahnya data‐data sektor perumahan.
Sementara itu Cina akan merilis data GDP kuartal keempat 2010, industrial production dan tingkat inflasi.
• Sementara itu akan disoroti juga pertemuan menteri‐menteri keuangan Uni‐Eropa untuk meningkatkan besaran dana yang dapat digunakan dalam mekanisme
bantuan bailout. Jika akhirnya tercapai konsensus pada ekspansi the European Financial Stability Facility ataupun disetujuinya paket pembelian kembali obligasi
pemerintahan kawasan Uni‐Eropa dari pasar sekunder, maka faktor‐faktor tersebut akan menambah optimisme pelaku pasar.
• Dalam sepekan ini pelaku pasar akan mengamati laporan earning dari perusahaan AS dan Eropa, seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup,
General Electric, Wells Fargo dan Google. Jika laporan keuangan perusahaan‐perusahaan tersebut membaik maka akan meningkatkan minat investor pada aset
beresiko. Pasar keuangan AS akan ditutup pada hari Senin sehubungan libur nasional Martin Luther King Jr Day.
• Penguatan saham‐saham perbankan berhasil mengangkat kinerja indeks S&P500 yang mencatat kenaikan 7‐pekan berturut‐turut menyusul laporan keuangan
JPMorgan yang menggembirakan. Kenaikan saham‐saham keuangan berhasil menutupi laporan data retail sales AS untuk bulan Desember yang dirilis dibawah
perkiraan dan turunnya sentimen konsumen akibat lonjakan harga energi. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 0,47% ke 11,787.38, indeks S&P500 <. SPX> naik 0,74% ke
1,293.24 sementara Nasdaq <. IXIC> naik 0,73% ke 2,755.30. Dalam sepekan terakhir, Dow Jones tercatat naik 1%, S&P500 menguat 1,7% dan Nasdaq naik 1,9%.
• Euro mencatat performa mingguan terbaik dalam kurun 1‐1/2 tahun terakhir, dan diperkirakan akan melanjutkan penguatannya dalam sepekan berikutnya sebagai
dampak positif dari kesuksesan lelang obligasi Uni‐Eropa yang meredakan kekhawatiran akan krisis kredit di kawasan tersebut. Euro tercatat menguat 3,8% dalam
sepekan terakhir ke 1,3374, mendekati level key resistance di 1,35. Turut mendukung kinerja euro adalah naiknya jumlah cadangan devisa Cina sebesar 199 miliar USD,
dimana diperkirakan minimal 15 miliar USD akan ditempatkan pada aset‐aset di Eropa untuk menjaga stabilitas alokasi portofolio Beijing.
• Harga emas turun 1% pada Jumat akhir pekan lalu mencetak performa dwi‐mingguan terburuk dalam 1‐tahun terakhir setelah langkah pemerintah Cina yang
memperketat rasio modal perbankan sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi. Emas juga terdesak memudarnya permintaan pada aset safe‐haven seiring
menguatnya outlook ekonomi global. Emas biasa digunakan sebagai piranti lindung nilai terhadap inflasi, performa emas mendapat dukungan dari tingkat suku bunga
rendah bank sentral global. Harga spot emas <XAU=> turun % ke 1,359.50 USD per troy ounce. Dalam dua minggu pertama 2011, emas mencatat pelemahan sebesar
4,3%.
• Sementara itu harga minyak mentah Brent London naik di atas 99 USD per barel pada Jumat 14 Januari, kenaikan tersebut turut mengangkat harga minyak AS
meskipun China memperketat kredit. Harga minyak ICE Brent crude untuk Februari <LCG1> naik 62 sen kelevel 98,68 USD per barel, penutupan tertinggi sejak 26
September 2008. Sedangkan harga minyak mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> naik 14 sen atau 0,05% kelevel 91,54 USD per barel.
• Outlook (Senin ‐ Jumat, 17‐21/Jan./2011) : Dalam sepekan kedepan pelaku pasar akan mengamati serangkaian rilis data dari Cina dan AS yang diperkirakan akan
melengkapi optimisme pelaku pasar pada pemulihan ekonomi global. Namun patut diamati apakah pemulihan ekonomi AS masih terjaga, investor akan memastikan
kondisi tersebut pada rilis data laporan manufaktur dan leading indicator AS, meskipun terdapat ancaman pada masih lemahnya data‐data sektor perumahan.
Sementara itu Cina akan merilis data GDP kuartal keempat 2010, industrial production dan tingkat inflasi.
• Sementara itu akan disoroti juga pertemuan menteri‐menteri keuangan Uni‐Eropa untuk meningkatkan besaran dana yang dapat digunakan dalam mekanisme
bantuan bailout. Jika akhirnya tercapai konsensus pada ekspansi the European Financial Stability Facility ataupun disetujuinya paket pembelian kembali obligasi
pemerintahan kawasan Uni‐Eropa dari pasar sekunder, maka faktor‐faktor tersebut akan menambah optimisme pelaku pasar.
• Dalam sepekan ini pelaku pasar akan mengamati laporan earning dari perusahaan AS dan Eropa, seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup,
General Electric, Wells Fargo dan Google. Jika laporan keuangan perusahaan‐perusahaan tersebut membaik maka akan meningkatkan minat investor pada aset
beresiko. Pasar keuangan AS akan ditutup pada hari Senin sehubungan libur nasional Martin Luther King Jr Day.
Gold rebounds from sharp fall after China move
SINGAPORE | Sun Jan 16, 2011 7:47 pm EST
SINGAPURA (Reuters) - Emas rebound sedikit pada hari Senin dari jatuh satu persen pada sesi sebelumnya, setelah Cina lebih memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi, dan kepemilikan di-diperdagangkan-didukung dana pertukaran emas terus jatuh.
FUNDAMENTAL
* Spot gold gained 0.2 percent at $1,363.05 an ounce by 0022 GMT, after falling to a one-week low of $1,354.99 in the previous session.
* Emas berjangka AS turun 1,8 persen menjadi $ 1,362.3.
* Bank sentral China menaikkan cadangan pemberi pinjaman yang diperlukan pada hari Jumat untuk keempat kalinya hanya dalam waktu dua bulan, meningkatkan memerangi inflasi telah berjanji akan menjadi prioritas utama untuk tahun yang bersangkutan.
* Zona euro menghadapi tekanan harga jangka pendek yang dapat berlama-lama, Bank Sentral Eropa mengatakan pada hari Kamis, menunjukkan hal itu bisa menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi bahkan ketika blok ini dicekam krisis utang.
* Ekonomi AS masih memerlukan dukungan dari Federal Reserve, bahkan jika prospek pertumbuhan muncul lebih kencang, atas Fed pejabat mengatakan Jumat.
* Holdings di SPDR Gold Trust, dana terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung, jatuh ke 1,259.325 nada oleh Jan 14 dari 1,265.093 ton pada 13 Jan. Mereka telah jatuh sekitar satu persen selama seminggu terakhir.
MARKET NEWS BERITA PASAR
* S & P 500 berakhir satu minggu langsung ketujuh keuntungan dengan dipimpin rally bank-tengah volume sehat setelah hasil yang menggembirakan keuangan dari JPMorgan.
* Indeks dolar. DXY mantap pada hari Senin, setelah jatuh ke dua minggu rendah pada hari Jumat pada data mengecewakan sentimen konsumen AS.
DATA/EVENTS DATA / KEJADIAN
Jepang Konsumen confid. indeks
Laporan Bulanan OPEC pasar AS libur
RELATED NEWS BERITA TERKAIT
US retail sales rise modestly, core prices tame
Bank memimpin S & P 500 untuk 7 minggu keuntungan Wall St.
Pejabat Fed mengatakan belum waktunya untuk menghapus stimulus.
Naiknya harga bensin asam mood konsumen AS.
Zona Euro terbagi atas rencana krisis sebelum pertemuan.
AS-China KTT harus memberikan hasil yang nyata-Clinton.
Cina meningkatkan cadangan bank; lebih pengetatan terlihat.
Inflasi zona Euro dikonfirmasi atas target ECB.
Brent skala $ 99 sebelum kadaluwarsa, minyak US naik .
Jerman untuk kenaikan 2011 kertas ramalan-pertumbuhan.
UK factory gate inflation speeds up.
SINGAPURA (Reuters) - Emas rebound sedikit pada hari Senin dari jatuh satu persen pada sesi sebelumnya, setelah Cina lebih memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi, dan kepemilikan di-diperdagangkan-didukung dana pertukaran emas terus jatuh.
FUNDAMENTAL
* Spot gold gained 0.2 percent at $1,363.05 an ounce by 0022 GMT, after falling to a one-week low of $1,354.99 in the previous session.
* Emas berjangka AS turun 1,8 persen menjadi $ 1,362.3.
* Bank sentral China menaikkan cadangan pemberi pinjaman yang diperlukan pada hari Jumat untuk keempat kalinya hanya dalam waktu dua bulan, meningkatkan memerangi inflasi telah berjanji akan menjadi prioritas utama untuk tahun yang bersangkutan.
* Zona euro menghadapi tekanan harga jangka pendek yang dapat berlama-lama, Bank Sentral Eropa mengatakan pada hari Kamis, menunjukkan hal itu bisa menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi bahkan ketika blok ini dicekam krisis utang.
* Ekonomi AS masih memerlukan dukungan dari Federal Reserve, bahkan jika prospek pertumbuhan muncul lebih kencang, atas Fed pejabat mengatakan Jumat.
* Holdings di SPDR Gold Trust, dana terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung, jatuh ke 1,259.325 nada oleh Jan 14 dari 1,265.093 ton pada 13 Jan. Mereka telah jatuh sekitar satu persen selama seminggu terakhir.
MARKET NEWS BERITA PASAR
* S & P 500 berakhir satu minggu langsung ketujuh keuntungan dengan dipimpin rally bank-tengah volume sehat setelah hasil yang menggembirakan keuangan dari JPMorgan.
* Indeks dolar. DXY mantap pada hari Senin, setelah jatuh ke dua minggu rendah pada hari Jumat pada data mengecewakan sentimen konsumen AS.
DATA/EVENTS DATA / KEJADIAN
Jepang Konsumen confid. indeks
Laporan Bulanan OPEC pasar AS libur
RELATED NEWS BERITA TERKAIT
US retail sales rise modestly, core prices tame
Bank memimpin S & P 500 untuk 7 minggu keuntungan Wall St.
Pejabat Fed mengatakan belum waktunya untuk menghapus stimulus.
Naiknya harga bensin asam mood konsumen AS.
Zona Euro terbagi atas rencana krisis sebelum pertemuan.
AS-China KTT harus memberikan hasil yang nyata-Clinton.
Cina meningkatkan cadangan bank; lebih pengetatan terlihat.
Inflasi zona Euro dikonfirmasi atas target ECB.
Brent skala $ 99 sebelum kadaluwarsa, minyak US naik .
Jerman untuk kenaikan 2011 kertas ramalan-pertumbuhan.
UK factory gate inflation speeds up.
Friday, January 14, 2011
Headline News 14.01.11
US & GLOBAL
. Bursa saham AS ditutup melemah terdesak penurunan saham produsen obat]obatan Merck dan penurunan harga komoditas dunia yang menekan saham]saham
perusahaan sumber daya alam. Namun, indeks S&P500 berhasil membukukan kenaikan kelevel tertinggi dalam kurun 28]bulan terakhir karena investor melihat tren
penguatan indeks masih berlanjut ditingkahi ekspektasi pada earning korporasi yang semakin membaik.
. Data jobless claims AS pekan lalu tercatat naik kelevel tertinggi sejak Oktober 2010 silam dan naiknya harga energi dan makanan mengangkat harga di tataran produsen
pada bulan Desember. Sementara itu ekspor naik ke level tertinggi dalam 2]tahun terakhir yang membantu mempersempit defisit perdagangan AS pada bulan
November. Indeks Dow Jones <.DJI> turun 23,54 poin atau 0,20% ke 11,731.90, indeks S&P500 <SPX.> anjlok 2,20 poin atau 0,17% ke 1,283.76 dan Nasdaq <. IXIC> turun
2,04 poin atau 0,07% ke 2,735.29.
. Euro mencatat performa harian terbaik dalam 6]bulan terakhir terhadap dollar AS dan kenaikan euro diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek kedepan
menyusul suksesnya lelang obligasi Spanyol dan Portugis dan pernyataan kepala ECB tentang keprihatinan pada tekanan inflasi. Euro <EUR=> naik 1.68% kelevel setinggi
1.3350 setelah sempat naik ke 1,3383. Terdapat rumor yang berkembang bahwa kenaikan euro antata lain ditopang maraknya pembelian dari bank sentral kawasan Asia.
Euro naik ke tertinggi satu bulan terhadap Swiss franc ke 1,2885 <EURCHF=> menjelang pertemuan darurat pemerintah dan perwakilan industri Swiss yang diharapkan
akan membahas dampak dari penguatan nilai tukar franc terhadap industri.
. Permintaan yang tinggi pada lelang obligasi Spanyol membantu mengurangi tekanan terhadap kekhawatiran pasar obligasi Uni]Eropa. Dollar AS turun 0,3% ke 82,80 yen
<JPY=> setelah klaim pengangguran AS melonjak ke level tertinggi sejak Oktober mennekan optimisme investor pada ekonomi AS. Dollar Australia kembali naik kelevel
paritas terhadap dollar AS menyusul pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.
. Harga emas dunia jatuh menyusul turunnya minat beli pada aset safe]haven akibat suksesnya penjualan obligasi Eropa dan outlook ekonomi AS yang lebih positif
berdasarkan pandangan dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke. Harga perak <XAG=> turun 3,1% menjadi 28,74 USD per ounce, mengikuti penurunan emas,
sementara harga spot emas. <XAU=> turun 0,8% ke 1,376.19 USD per ounce.
. Harga minyak dunia melemah terdesak laporan jobless claims yang mengecewakan dan adanya prospek bahwa OPEC akan menaikkan output produksi jika harga minyak
melebihi level 100 USD per barel. Di London, ICE minyak mentah Brent untuk Februari <LCOc1> turun 6 sen ke 98,06 USD per barel, sedangkan harga minyak mentah AS
pengiriman Februari <CLc1> turun 46 sen ke 91,40 USD per barel.
. Outlook (Jumat, 14/Jan./2011): Bursa saham Asia kemungkinan akan dibuka beragam dengan kemungkinan tertekan penurunan harga komoditas dunia dan kembalinya
kehati]hatian investor pada kondisi ekonomi AS. Perhatian investor akan tertuju pada serangkaian rilis data ekonomi dari Eropa dan AS serta rilis data inflasi dari Inggris.
. Bursa saham AS ditutup melemah terdesak penurunan saham produsen obat]obatan Merck dan penurunan harga komoditas dunia yang menekan saham]saham
perusahaan sumber daya alam. Namun, indeks S&P500 berhasil membukukan kenaikan kelevel tertinggi dalam kurun 28]bulan terakhir karena investor melihat tren
penguatan indeks masih berlanjut ditingkahi ekspektasi pada earning korporasi yang semakin membaik.
. Data jobless claims AS pekan lalu tercatat naik kelevel tertinggi sejak Oktober 2010 silam dan naiknya harga energi dan makanan mengangkat harga di tataran produsen
pada bulan Desember. Sementara itu ekspor naik ke level tertinggi dalam 2]tahun terakhir yang membantu mempersempit defisit perdagangan AS pada bulan
November. Indeks Dow Jones <.DJI> turun 23,54 poin atau 0,20% ke 11,731.90, indeks S&P500 <SPX.> anjlok 2,20 poin atau 0,17% ke 1,283.76 dan Nasdaq <. IXIC> turun
2,04 poin atau 0,07% ke 2,735.29.
. Euro mencatat performa harian terbaik dalam 6]bulan terakhir terhadap dollar AS dan kenaikan euro diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek kedepan
menyusul suksesnya lelang obligasi Spanyol dan Portugis dan pernyataan kepala ECB tentang keprihatinan pada tekanan inflasi. Euro <EUR=> naik 1.68% kelevel setinggi
1.3350 setelah sempat naik ke 1,3383. Terdapat rumor yang berkembang bahwa kenaikan euro antata lain ditopang maraknya pembelian dari bank sentral kawasan Asia.
Euro naik ke tertinggi satu bulan terhadap Swiss franc ke 1,2885 <EURCHF=> menjelang pertemuan darurat pemerintah dan perwakilan industri Swiss yang diharapkan
akan membahas dampak dari penguatan nilai tukar franc terhadap industri.
. Permintaan yang tinggi pada lelang obligasi Spanyol membantu mengurangi tekanan terhadap kekhawatiran pasar obligasi Uni]Eropa. Dollar AS turun 0,3% ke 82,80 yen
<JPY=> setelah klaim pengangguran AS melonjak ke level tertinggi sejak Oktober mennekan optimisme investor pada ekonomi AS. Dollar Australia kembali naik kelevel
paritas terhadap dollar AS menyusul pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.
. Harga emas dunia jatuh menyusul turunnya minat beli pada aset safe]haven akibat suksesnya penjualan obligasi Eropa dan outlook ekonomi AS yang lebih positif
berdasarkan pandangan dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke. Harga perak <XAG=> turun 3,1% menjadi 28,74 USD per ounce, mengikuti penurunan emas,
sementara harga spot emas. <XAU=> turun 0,8% ke 1,376.19 USD per ounce.
. Harga minyak dunia melemah terdesak laporan jobless claims yang mengecewakan dan adanya prospek bahwa OPEC akan menaikkan output produksi jika harga minyak
melebihi level 100 USD per barel. Di London, ICE minyak mentah Brent untuk Februari <LCOc1> turun 6 sen ke 98,06 USD per barel, sedangkan harga minyak mentah AS
pengiriman Februari <CLc1> turun 46 sen ke 91,40 USD per barel.
. Outlook (Jumat, 14/Jan./2011): Bursa saham Asia kemungkinan akan dibuka beragam dengan kemungkinan tertekan penurunan harga komoditas dunia dan kembalinya
kehati]hatian investor pada kondisi ekonomi AS. Perhatian investor akan tertuju pada serangkaian rilis data ekonomi dari Eropa dan AS serta rilis data inflasi dari Inggris.
Gold bounces higher, euro loses strength
SINGAPORE | Thu Jan 13, 2011 10:46 pm EST
SINGAPURA (Reuters) - Emas rebound pada hari Jumat karena euro meskipun kehilangan kekuatan dari-perkiraan utang lelang-yang lebih baik oleh Spanyol dan Italia, sedangkan pembelian dari toko perhiasan dan investor, yang dikirim premi untuk batang emas tertinggi tahun ke-2, menawarkan dukungan tambahan.
Silver juga terpental setelah jatuh lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya, sementara platinum dan paladium diadakan di dekat tertinggi mereka multi-tahun pada prospek permintaan yang lebih dari investor dan sektor industri.
Spot gold rose $3.41 to $1,376.16 an ounce by 0312 GMT after trading in a choppy $23 range on Thursday. Bullion struck a lifetime high around $1,430 an ounce in December on fears the euro debt crisis would spread.
"Kami telah melihat membeli fisik yang kuat di Asia. Itu masih berlangsung," kata Dick Poon, manajer logam mulia pada Heraeus di Hong Kong. "Saya pikir emas mengkonsolidasi sekarang saya masih bullish pada emas dan perak.."
US gold futures for February fell $12.2 to $1,374.8 an ounce to track weaker oil prices, but the decline was ignored by players in the cash market.
Gold bars were offered at premiums of $3 an ounce to spot London prices in Hong Kong, and at $1.5 in Singapore.
Wang Tao, Reuters analis pasar komoditas dan technicals energi, kata emas diperkirakan turun menjadi $ 1,352.30 per ounce, sebagai rebound dari tingkat ini bisa selesai, dan target bullish pada $ 1.407 yang dibatalkan.
Euro mengambil nafas pada hari Jumat, tetapi masih di jalur untuk posting performa terbaik mingguan terhadap dolar dalam 20 bulan, sementara pasar ekuitas yang bersemangat dengan Jepang Nikkei mundur dari puncak 8 bulan. <MKTS/GLOB> <MKTS/GLOB>
Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet baru panggilan bagi pemerintah zona euro untuk meningkatkan ukuran dan ruang lingkup € 440.000.000.000 mereka ($ 578.200.000.000) dana penyelamatan dan memperingatkan tekanan inflasi jangka pendek di kawasan euro. [nECBNEWS] [NECBNEWS]
Minyak mereda pada hari Jumat, tertekan oleh data AS mengecewakan ekonomi dan prospek OPEC akan meningkatkan output harus harga break diatas $ 100 per barel untuk jangka waktu yang panjang.
Dealer Fisik mencatat pembelian dari toko perhiasan di Cina menjelang Tahun Baru Imlek di bulan Februari, di mana sebagian besar pulang ke rumah Cina untuk liburan dan permintaan meningkat perhiasan. Meskipun permintaan dari China dan India konsumen juga atas, emas berjuang untuk meninjau kembali tingkat $ 1.400.
"Saya pikir semacam likuidasi pada ETF memiliki sedikit dampak pada emas Tapi bargain hunting mendukung harga meskipun beberapa kekecewaan bahwa harga tidak bisa menembus $ 1,400.," Kata seorang dealer di Hong Kong.
Dana terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung, SPDR Gold Trust, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh ke 1,265.093 ton oleh Jan 13 dari 1,271.467 ton pada 11 Jan.
Tapi logam konsultasi GFMS Ltd mengatakan pada hari Kamis emas rally ke rekor tertinggi di atas $ 1.600 per ons akhir tahun ini atau awal 2012 sebagai permintaan bahan bakar kekhawatiran safe haven investasi.
Sektor resmi, yang meliputi bank sentral dan otoritas moneter, mengayunkan ke pembelian bersih tahun lalu untuk pertama kalinya sejak tahun 1988, sebagai tambahan membeli di pasar negara berkembang lebih dari diimbangi penjualan emas oleh bank sentral Eropa, GFMS mengatakan dalam ketat mengawasi Emas Survei 2010 Update.
SINGAPURA (Reuters) - Emas rebound pada hari Jumat karena euro meskipun kehilangan kekuatan dari-perkiraan utang lelang-yang lebih baik oleh Spanyol dan Italia, sedangkan pembelian dari toko perhiasan dan investor, yang dikirim premi untuk batang emas tertinggi tahun ke-2, menawarkan dukungan tambahan.
Silver juga terpental setelah jatuh lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya, sementara platinum dan paladium diadakan di dekat tertinggi mereka multi-tahun pada prospek permintaan yang lebih dari investor dan sektor industri.
Spot gold rose $3.41 to $1,376.16 an ounce by 0312 GMT after trading in a choppy $23 range on Thursday. Bullion struck a lifetime high around $1,430 an ounce in December on fears the euro debt crisis would spread.
"Kami telah melihat membeli fisik yang kuat di Asia. Itu masih berlangsung," kata Dick Poon, manajer logam mulia pada Heraeus di Hong Kong. "Saya pikir emas mengkonsolidasi sekarang saya masih bullish pada emas dan perak.."
US gold futures for February fell $12.2 to $1,374.8 an ounce to track weaker oil prices, but the decline was ignored by players in the cash market.
Gold bars were offered at premiums of $3 an ounce to spot London prices in Hong Kong, and at $1.5 in Singapore.
Wang Tao, Reuters analis pasar komoditas dan technicals energi, kata emas diperkirakan turun menjadi $ 1,352.30 per ounce, sebagai rebound dari tingkat ini bisa selesai, dan target bullish pada $ 1.407 yang dibatalkan.
Euro mengambil nafas pada hari Jumat, tetapi masih di jalur untuk posting performa terbaik mingguan terhadap dolar dalam 20 bulan, sementara pasar ekuitas yang bersemangat dengan Jepang Nikkei mundur dari puncak 8 bulan. <MKTS/GLOB> <MKTS/GLOB>
Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet baru panggilan bagi pemerintah zona euro untuk meningkatkan ukuran dan ruang lingkup € 440.000.000.000 mereka ($ 578.200.000.000) dana penyelamatan dan memperingatkan tekanan inflasi jangka pendek di kawasan euro. [nECBNEWS] [NECBNEWS]
Minyak mereda pada hari Jumat, tertekan oleh data AS mengecewakan ekonomi dan prospek OPEC akan meningkatkan output harus harga break diatas $ 100 per barel untuk jangka waktu yang panjang.
Dealer Fisik mencatat pembelian dari toko perhiasan di Cina menjelang Tahun Baru Imlek di bulan Februari, di mana sebagian besar pulang ke rumah Cina untuk liburan dan permintaan meningkat perhiasan. Meskipun permintaan dari China dan India konsumen juga atas, emas berjuang untuk meninjau kembali tingkat $ 1.400.
"Saya pikir semacam likuidasi pada ETF memiliki sedikit dampak pada emas Tapi bargain hunting mendukung harga meskipun beberapa kekecewaan bahwa harga tidak bisa menembus $ 1,400.," Kata seorang dealer di Hong Kong.
Dana terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung, SPDR Gold Trust, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh ke 1,265.093 ton oleh Jan 13 dari 1,271.467 ton pada 11 Jan.
Tapi logam konsultasi GFMS Ltd mengatakan pada hari Kamis emas rally ke rekor tertinggi di atas $ 1.600 per ons akhir tahun ini atau awal 2012 sebagai permintaan bahan bakar kekhawatiran safe haven investasi.
Sektor resmi, yang meliputi bank sentral dan otoritas moneter, mengayunkan ke pembelian bersih tahun lalu untuk pertama kalinya sejak tahun 1988, sebagai tambahan membeli di pasar negara berkembang lebih dari diimbangi penjualan emas oleh bank sentral Eropa, GFMS mengatakan dalam ketat mengawasi Emas Survei 2010 Update.
Oil off on U.S. data but OPEC eyed as $100 in sight
NEW YORK | Thu Jan 13, 2011 5:40 pm EST
NEW YORK (Reuters) - Minyak tergelincir pada hari Kamis karena pasar ditimbang mengecewakan AS data klaim pengangguran dan prospek OPEC akan meningkatkan output harus harga break diatas $ 100 per barel untuk jangka waktu yang panjang.
Sebuah delegasi dari negara anggota OPEC Teluk mengatakan OPEC hanya akan mengadakan pertemuan darurat jika minyak semburan ke angka tiga dan tinggal di sana, meskipun anggota kelompok Teluk informal dapat menambah pasokan jika diperlukan.
Minyak mentah Brent rally mendekati $ 99 per barel awal pekan ini, meningkatkan kekhawatiran itu bisa pecah $ terakhir 100, yang mendorong biaya bahan bakar dan mengancam pemulihan ekonomi yang rapuh.
Klaim pengangguran AS mingguan manfaat awal menunjukkan peningkatan terbesar mereka dalam enam bulan, menunjukkan bahwa, bahkan dengan tanda-tanda baru dari perbaikan ekonomi, pasar tenaga kerja cat gambaran suram untuk permintaan.
Data membantu menyeret turun pasar saham, bahkan sebagai Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan dia berharap tentang perbaikan terbaru dalam pandangan, mengatakan ia sekarang berharap ekonomi untuk memperluas antara 3 persen dan 4 persen tahun ini.
In London, ICE Brent crude for February berakhir turun 46 sen pada $ 91,40, jatuh sebagai Wall Street melemah pada laporan pekerjaan, setelah mencapai sesi tinggi $ 92,37.
Dalam perdagangan pasca-penyelesaian akhir, minyak mentah Brent naik 36 sen menjadi $ 98,48 per barel sementara minyak mentah AS anjlok US $ 1,00 sampai $ 90,86.
Penyebaran antara dua nilai pelebaran sebanyak, 7,66 $ premi terluas kelas London telah diadakan untuk minyak AS sejak Februari 2009. Premi Bahwa melebar minggu ini di tengah kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah terikat Brent, patokan untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika crudes.
Trading volatile, setelah permukiman mencapai tertinggi 27 bulan di kedua sisi Atlantik pada hari Rabu, menjelang berakhirnya Februari Brent berakhir dan pelepasan kebanyakan indikator ekonomi AS dijadwalkan pada hari Jumat.
"Kompleks (energi) menyerah pada beberapa kelemahan dalam ekuitas hari ini dan angka pengangguran yang berhubungan kurang baik saat mengangkat bahu dari dukungan lain pop kuat di euro," kata Jim Ritterbusch, presiden di Ritterbusch & Associates, di Galena, Illinois.
EYES ON OPEC EYES ON OPEC
Sebuah delegasi dari negara anggota OPEC Teluk mengatakan OPEC hanya akan mengadakan pertemuan darurat jika minyak naik diatas $ 100 dan tinggal di sana, meskipun anggota kelompok Teluk informal dapat menambah pasokan jika diperlukan.
"OPEC hanya akan memiliki rapat luar biasa jika harga minyak melebihi $ 100 dan tinggal di sana. Kami tidak ingin pasar panik," kata delegasi Reuters.
Prospek minyak melanggar $ 100 per barrel, yang terakhir menyentuh pada Oktober 2008 setelah Lehman Brothers runtuh, telah meningkatkan lonceng alarm tentang dampak biaya bahan bakar pada pemulihan ekonomi.
Top eksportir Arab Saudi telah mengatakan itu nikmat harga minyak antara $ 70 sampai $ 80 per barel, tetapi atas minyak Libya resmi pada hari Kamis mengatakan, harga minyak di $ 100 per barrel tidak akan merugikan ekonomi dunia dan tidak perlu bagi OPEC untuk mengadakan pertemuan darurat atau menambah pasokan.
DATA EKONOMI
Laporan ekonomi menunjukkan kesenjangan perdagangan AS menyempit pada bulan November dan harga produsen meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember.
Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke mengatakan ekonomi bangsa harus tumbuh sekitar 3 persen sampai 4 persen tahun ini, klip sehat daripada 2010, tapi tidak cukup untuk menurunkan pengangguran sebanyak pembuat kebijakan inginkan.
Kekhawatiran pasokan dari awal pekan ini berkurang karena produksi minyak Alaska mulai bangkit sebagai pipa minyak mentah negara dilanjutkan arus minyak pada 400.000 bpd, tingkat normal sekitar dua-pertiga, setelah itu ditutup karena adanya kebocoran pada hari Sabtu.
Jalur ini akan menutup kembali selama 36 jam pada akhir pekan sehingga bypass bisa dibangun untuk memungkinkan arus untuk meningkatkan ke tingkat normal.
NEW YORK (Reuters) - Minyak tergelincir pada hari Kamis karena pasar ditimbang mengecewakan AS data klaim pengangguran dan prospek OPEC akan meningkatkan output harus harga break diatas $ 100 per barel untuk jangka waktu yang panjang.
Sebuah delegasi dari negara anggota OPEC Teluk mengatakan OPEC hanya akan mengadakan pertemuan darurat jika minyak semburan ke angka tiga dan tinggal di sana, meskipun anggota kelompok Teluk informal dapat menambah pasokan jika diperlukan.
Minyak mentah Brent rally mendekati $ 99 per barel awal pekan ini, meningkatkan kekhawatiran itu bisa pecah $ terakhir 100, yang mendorong biaya bahan bakar dan mengancam pemulihan ekonomi yang rapuh.
Klaim pengangguran AS mingguan manfaat awal menunjukkan peningkatan terbesar mereka dalam enam bulan, menunjukkan bahwa, bahkan dengan tanda-tanda baru dari perbaikan ekonomi, pasar tenaga kerja cat gambaran suram untuk permintaan.
Data membantu menyeret turun pasar saham, bahkan sebagai Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan dia berharap tentang perbaikan terbaru dalam pandangan, mengatakan ia sekarang berharap ekonomi untuk memperluas antara 3 persen dan 4 persen tahun ini.
In London, ICE Brent crude for February berakhir turun 46 sen pada $ 91,40, jatuh sebagai Wall Street melemah pada laporan pekerjaan, setelah mencapai sesi tinggi $ 92,37.
Dalam perdagangan pasca-penyelesaian akhir, minyak mentah Brent naik 36 sen menjadi $ 98,48 per barel sementara minyak mentah AS anjlok US $ 1,00 sampai $ 90,86.
Penyebaran antara dua nilai pelebaran sebanyak, 7,66 $ premi terluas kelas London telah diadakan untuk minyak AS sejak Februari 2009. Premi Bahwa melebar minggu ini di tengah kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah terikat Brent, patokan untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika crudes.
Trading volatile, setelah permukiman mencapai tertinggi 27 bulan di kedua sisi Atlantik pada hari Rabu, menjelang berakhirnya Februari Brent berakhir dan pelepasan kebanyakan indikator ekonomi AS dijadwalkan pada hari Jumat.
"Kompleks (energi) menyerah pada beberapa kelemahan dalam ekuitas hari ini dan angka pengangguran yang berhubungan kurang baik saat mengangkat bahu dari dukungan lain pop kuat di euro," kata Jim Ritterbusch, presiden di Ritterbusch & Associates, di Galena, Illinois.
EYES ON OPEC EYES ON OPEC
Sebuah delegasi dari negara anggota OPEC Teluk mengatakan OPEC hanya akan mengadakan pertemuan darurat jika minyak naik diatas $ 100 dan tinggal di sana, meskipun anggota kelompok Teluk informal dapat menambah pasokan jika diperlukan.
"OPEC hanya akan memiliki rapat luar biasa jika harga minyak melebihi $ 100 dan tinggal di sana. Kami tidak ingin pasar panik," kata delegasi Reuters.
Prospek minyak melanggar $ 100 per barrel, yang terakhir menyentuh pada Oktober 2008 setelah Lehman Brothers runtuh, telah meningkatkan lonceng alarm tentang dampak biaya bahan bakar pada pemulihan ekonomi.
Top eksportir Arab Saudi telah mengatakan itu nikmat harga minyak antara $ 70 sampai $ 80 per barel, tetapi atas minyak Libya resmi pada hari Kamis mengatakan, harga minyak di $ 100 per barrel tidak akan merugikan ekonomi dunia dan tidak perlu bagi OPEC untuk mengadakan pertemuan darurat atau menambah pasokan.
DATA EKONOMI
Laporan ekonomi menunjukkan kesenjangan perdagangan AS menyempit pada bulan November dan harga produsen meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember.
Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke mengatakan ekonomi bangsa harus tumbuh sekitar 3 persen sampai 4 persen tahun ini, klip sehat daripada 2010, tapi tidak cukup untuk menurunkan pengangguran sebanyak pembuat kebijakan inginkan.
Kekhawatiran pasokan dari awal pekan ini berkurang karena produksi minyak Alaska mulai bangkit sebagai pipa minyak mentah negara dilanjutkan arus minyak pada 400.000 bpd, tingkat normal sekitar dua-pertiga, setelah itu ditutup karena adanya kebocoran pada hari Sabtu.
Jalur ini akan menutup kembali selama 36 jam pada akhir pekan sehingga bypass bisa dibangun untuk memungkinkan arus untuk meningkatkan ke tingkat normal.
Thursday, January 13, 2011
Headline News 13.01.11
US & GLOBAL
• Bursa saham AS ditutup menguat menyusul mengendurnya kekhawatiran pada kondisi utang Eropa yang meningkatkan minat pada aset beresiko, kenaikan
saham‐saham di Wall Street juga ditopang menguatnya saham perbankan dan saham yang terkait dengan komoditas. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 83,48 poin
atau 0,72% ke 11,755.36, S&P500 <. SPX> naik 11,47 poin atau 0,90% ke 1,285.95 sementara Nasdaq <. IXIC> naik 20,50 poin atau 0,75% ke 2,737.33.
• Euro kembali menguat terhadap dollar AS meskipun kenaikan tersebut diperkirakan hanya akan berlangsung semenrara karena penjualan obligasi Portugal
gagal untuk menuntaskan kekhawatiran atas prospek pendanaan dari negara‐negara kawasan Uni‐Eropa. Lelang obligasi Portugal berjalan cukup sukses,
namun para analis mengatakan hasil lelang tersebut belum mengubah pandangan bahwa pemerintah Lisbon akan terus mengalami kesulitan pendanaan dan
akan beralih untuk mendapatkan bailout dari Uni‐Eropa dan IMF.
• Euro <EUR=> tercatat menguat 1,2% kelevel 1,3133 setelah sempat menguat hingga 1,3138. Terhadap yen, euro naik 0,9% ke 108,93 yen <EURJPY=>.
Sementara itu dollar AS turun 0,3% ke 82,96 <JPY=> yen. Euro juga tercatat menguat 0.45% ke level 1.2689 terhadap Swiss franc setelah anggota SNB Thomas
Jordan menyatakan terdapat prospek perlambatan ekonomi Swiss pada 2011, meskipun pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada
dikisaran 1,5%.
• Harga emas dunia naik kelevel tertinggi dalam kurun 1‐pekan terakhir menyusul anjloknya dollar AS terhadap euro. Ekspektasi akan tercapainya kesepakatan
untuk sebuah paket komprehensif penanganan krisis Uni‐Eropa dalam dua bulan mendatang meredam permintaan pada aset‐aset safe haven. Harga spot
emas <XAU=> naik 0,5% ke 1,386.95 USD per troy ounce, setelah sempat mencapai harga tertinggi di 1,388.90 USD per troy ounce.
• Sementara itu harga minyak dunia melonjak akibat penghentian produksi, anjloknya cadangan minyak AS dan naiknya permintaan yang mendorong penguatan
minyak mentah Brent mendekati 100 USD per barel untuk pertama kalinya sejak 2008. Harga minyak Brent London <LCOc1>, yang merupakan patokan untuk
harga minyak Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, naik 51 sen menjadi 98,12 USD per barel, setelah sempat menyentuh level 98,85 USD per barel. Harga minyak
Brent crude merupakan patokan yang kuat untuk minyak mentah AS <CLc1> yang tercatat menguat 75 sen kelevel tertinggi dalam 27‐bulan terakhir di 91,86
USD per barel.
• Outlook (Kamis, 13/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka menguat seiring suksesnya lelang obligasi Portugal yang sedikit meredakan
kekhawatiran tentang krisis utang zona euro. Kenaikan saham‐saham komoditas juga akan mendukung kinerja saham global.
• Sentimen terhadap mata uang tunggal zona euro masih cukup suram di tengah bertahannya kekhawatiran bahwa masalah pembiayaan utang Portugal dan
Spanyol dapat menyebar ke negara lain dimana Belgia menjadi kandidat selanjutnya ditengah ketidakstabilan politik negara tersebut. Perhatian pelaku pasar
saat ini beralih ke lelang obligasi Spanyol dan Italia yang akan berlangsung pada sesi Kamis 13 Januari ini. Para analis memperkirakan penjualan obligasi kedua
negara tersebut tidak akan mengalami rintangan berarti, meskipun diperkirakan akan dijual dengan harga yang tinggi. Pelaku pasar juga akan mengamati
sidang ECB untuk melihat upaya lanjutan dari bank sentral guna membantu mengurangi tekanan terhadap obligasi Uni‐Eropa.
• Bursa saham AS ditutup menguat menyusul mengendurnya kekhawatiran pada kondisi utang Eropa yang meningkatkan minat pada aset beresiko, kenaikan
saham‐saham di Wall Street juga ditopang menguatnya saham perbankan dan saham yang terkait dengan komoditas. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 83,48 poin
atau 0,72% ke 11,755.36, S&P500 <. SPX> naik 11,47 poin atau 0,90% ke 1,285.95 sementara Nasdaq <. IXIC> naik 20,50 poin atau 0,75% ke 2,737.33.
• Euro kembali menguat terhadap dollar AS meskipun kenaikan tersebut diperkirakan hanya akan berlangsung semenrara karena penjualan obligasi Portugal
gagal untuk menuntaskan kekhawatiran atas prospek pendanaan dari negara‐negara kawasan Uni‐Eropa. Lelang obligasi Portugal berjalan cukup sukses,
namun para analis mengatakan hasil lelang tersebut belum mengubah pandangan bahwa pemerintah Lisbon akan terus mengalami kesulitan pendanaan dan
akan beralih untuk mendapatkan bailout dari Uni‐Eropa dan IMF.
• Euro <EUR=> tercatat menguat 1,2% kelevel 1,3133 setelah sempat menguat hingga 1,3138. Terhadap yen, euro naik 0,9% ke 108,93 yen <EURJPY=>.
Sementara itu dollar AS turun 0,3% ke 82,96 <JPY=> yen. Euro juga tercatat menguat 0.45% ke level 1.2689 terhadap Swiss franc setelah anggota SNB Thomas
Jordan menyatakan terdapat prospek perlambatan ekonomi Swiss pada 2011, meskipun pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada
dikisaran 1,5%.
• Harga emas dunia naik kelevel tertinggi dalam kurun 1‐pekan terakhir menyusul anjloknya dollar AS terhadap euro. Ekspektasi akan tercapainya kesepakatan
untuk sebuah paket komprehensif penanganan krisis Uni‐Eropa dalam dua bulan mendatang meredam permintaan pada aset‐aset safe haven. Harga spot
emas <XAU=> naik 0,5% ke 1,386.95 USD per troy ounce, setelah sempat mencapai harga tertinggi di 1,388.90 USD per troy ounce.
• Sementara itu harga minyak dunia melonjak akibat penghentian produksi, anjloknya cadangan minyak AS dan naiknya permintaan yang mendorong penguatan
minyak mentah Brent mendekati 100 USD per barel untuk pertama kalinya sejak 2008. Harga minyak Brent London <LCOc1>, yang merupakan patokan untuk
harga minyak Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, naik 51 sen menjadi 98,12 USD per barel, setelah sempat menyentuh level 98,85 USD per barel. Harga minyak
Brent crude merupakan patokan yang kuat untuk minyak mentah AS <CLc1> yang tercatat menguat 75 sen kelevel tertinggi dalam 27‐bulan terakhir di 91,86
USD per barel.
• Outlook (Kamis, 13/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka menguat seiring suksesnya lelang obligasi Portugal yang sedikit meredakan
kekhawatiran tentang krisis utang zona euro. Kenaikan saham‐saham komoditas juga akan mendukung kinerja saham global.
• Sentimen terhadap mata uang tunggal zona euro masih cukup suram di tengah bertahannya kekhawatiran bahwa masalah pembiayaan utang Portugal dan
Spanyol dapat menyebar ke negara lain dimana Belgia menjadi kandidat selanjutnya ditengah ketidakstabilan politik negara tersebut. Perhatian pelaku pasar
saat ini beralih ke lelang obligasi Spanyol dan Italia yang akan berlangsung pada sesi Kamis 13 Januari ini. Para analis memperkirakan penjualan obligasi kedua
negara tersebut tidak akan mengalami rintangan berarti, meskipun diperkirakan akan dijual dengan harga yang tinggi. Pelaku pasar juga akan mengamati
sidang ECB untuk melihat upaya lanjutan dari bank sentral guna membantu mengurangi tekanan terhadap obligasi Uni‐Eropa.
Fed says economy, jobs outlook improving
WASHINGTON (Reuters) - The U.S. economy strengthened as the year drew to a close, according to a report from the Federal Reserve on Wednesday that cited rising employment levels across the country.
The Fed's Beige Book report, based on anecdotal reports collected from the business contacts of the central bank's regional branches, painted an increasingly bright, if cautious, picture.
While real estate markets, at the heart of the deepest recession in generations, remained predictably weak, manufacturing contacts sounded more upbeat.
The Fed reported better conditions across all 12 of its districts, though banking and financial services showed results that varied by region.
"Economic activity continued to expand moderately from November through December," the central bank said in a statement.
The findings were consistent with a recent pick-up in U.S. economic data that has prompted some economists to beef up their forecasts for growth in the first half of 2011.
The U.S. economy grew 2.6 percent in the third quarter, a level considered too meek to put a significant dent in the nation's 9.4 percent jobless rate.
Against that backdrop, the Fed announced in November it would buy an additional $600 billion in bonds over an eight month period in order to support the recovery by keeping long-term borrowing costs low.
Market interest rates have risen sharply since then despite the purchases, though policymakers have argued they might have risen even further without Fed action.
The improvement in conditions in the Beige Book report strengthens the case, made both by some top Fed officials and outside economists, that the latest round of bond-buying might not be necessary.
Fed Chairman Ben Bernanke, however, has argued that the economy is running so far beneath its full potential that it continues to need help from the monetary authorities.
The central bank has cited both weak employment conditions and very low inflation readings to justify its actions.
The Fed's Beige Book report, based on anecdotal reports collected from the business contacts of the central bank's regional branches, painted an increasingly bright, if cautious, picture.
While real estate markets, at the heart of the deepest recession in generations, remained predictably weak, manufacturing contacts sounded more upbeat.
The Fed reported better conditions across all 12 of its districts, though banking and financial services showed results that varied by region.
"Economic activity continued to expand moderately from November through December," the central bank said in a statement.
The findings were consistent with a recent pick-up in U.S. economic data that has prompted some economists to beef up their forecasts for growth in the first half of 2011.
The U.S. economy grew 2.6 percent in the third quarter, a level considered too meek to put a significant dent in the nation's 9.4 percent jobless rate.
Against that backdrop, the Fed announced in November it would buy an additional $600 billion in bonds over an eight month period in order to support the recovery by keeping long-term borrowing costs low.
Market interest rates have risen sharply since then despite the purchases, though policymakers have argued they might have risen even further without Fed action.
The improvement in conditions in the Beige Book report strengthens the case, made both by some top Fed officials and outside economists, that the latest round of bond-buying might not be necessary.
Fed Chairman Ben Bernanke, however, has argued that the economy is running so far beneath its full potential that it continues to need help from the monetary authorities.
The central bank has cited both weak employment conditions and very low inflation readings to justify its actions.
Wednesday, January 12, 2011
Headline News 12.01.11
AS & GLOBAL :
. Saham]saham energi menyokong kinerja Dow Jones dan S&P500 untuk mengakhiri pelemahan beruntun dalam 3]sesi terakhir, meskipun investor
mengalami kekhawatiran akan ancaman kenaikan bahan bakar yang potensial melemahkan pertumbuhan ekonomi. Laporan earning dari perusahaanperusahaan
kecil termasuk Lennar homebuilder dan Sears Holdings, turut mendukung kinerja bursa namun volume perdagangan masih rendah dan
memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan rally bursa untuk jangka panjang. Alcoa Inc membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi
meskipun saham produsen aluminium tersebut turun 1% pada sesi Selasa 11 Januari. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 34,43 poin atau 0,30% ke
11,671.88, indeks S&P500 <. SPX> naik 4,73 poin atau 0,37% ke 1,274.48 dan Nasdaq <. IXIC> naik 9,03 poin atau 0,33% ke 2,716.83.
. Pekan depan menteri]menteri keuangan Eropa dijadwalkan akan membahas peningkatan kapasitas pinjaman efektif untuk dana penyelamatan
keuangan Uni]Eropa, menyusul penolakan bailout dari pemerintah Portugal. Sementara itu Jepang, mengikuti jejak Cina, berjanji akan membeli
obligasi zona euro bulan ini untuk membantu stabil mata uang tunggal eropa tersebut.
. Euro berhasil menguat dari pelemahan tajamnya yang telah berlangsung dalam 5]sesi terakhir, seiring adanya spekulasi pejabat zona euro dapat
meningkatkan kapasitas kredit efektif dana penyelamatan blok dan adanya peningkatan pembelian obligasi Portugal oleh Bank Sentral Eropa ] ECB.
Euro naik mendekati level 1,30 pada akhir sesi New York meskipun analis memperingatkan euro masih potensial tren penurunan akibat besarnya
kekhawatiran atas jadwal penerbitan obligasi oleh negara]negara Eropa pekan ini. Euro tercatat naik 0,2% ke 1,2980 <EUR=>. Kinerja euro akan
mendapat sebuah tes penting pada sesi Rabu 12 Januari dimana Portugal dijadwalkan akan melelang obligasi senilai 1,25 miliar euro yang akan
memberikan sinyal apakah negara tersebut akan mampu menggalang dana di pasar obligasi atau akan terpaksa mendapatkan bailout.
. Dollar AS naik 0,6% ke 83,22 yen <JPY=> seiring optimisme akan ekonomi AS akhir]akhir ini yang membantu mengangkat imbal hasil obligasi.
Sementara itu Swiss franc berlanjut melemah terhadap dollar AS akibat meningkatnya kekhawatiran tentang dampak dari penguatan nilai tukar franc
pada perekonomian domestik. Dollar tercatat naik 0.57% terhadap Swiss franc kelevel tertinggi dalam satu bulan terakhir di 0,9785 franc.
. Harga emas dunia naik mengiringi kenaikan harga minyak dunia seiring semakin besarnya kekhawatiran atas krisis utang Uni]Eropa yang menaikkan
minat beli pada aset safe haven. Harga spot emas <XAU=> naik 0,6% ke 1,382.90 USD per troy ounce. Harga perak <XAG=> naik 1,7% ke 29,54 USD per
ounce. Penurunan harga emas akhir]akhir ini telah mendorong permintaan fisik di India dan Cina, dimana konsumen mulai memborong emas
menjelang Tahun Baru Imlek awal Februari, mendorong naiknya premi untuk emas batangan ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir.
. Harga minyak AS melonjak 2% diatas 91.33 USD per barel menyusul ditutupnya dua ladang minyak di Laut Utara memicu kekhawatiran akan pasokan
minyak setelah adanya penutupan pipa utama minyak mentah di Alaska. Dukungan bagi kinerja minyak lebih lanjut berasal dari perkiraan naiknya
heating oil dari the Northeast AS yang merupakan pasar heating oil terbesar dunia yang mulai mempersiapkan adanya badai salju. Harga minyak
mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> naik 1,86 USD di 91,11 USD per barel.
. Outlook (Rabu, 12/Jan./2011): Bursa saham Asia kemungkinan akan dibuka positif ditopang menguatnya bursa saham global ditopang laporan earning
yang solid dan didukung juga oleh komentar positif dari brokerage, sementara investor masih menunggu hasil dari penerbitan obligasi di zona euro.
Sinyal bahwa Eropa masih berjuang untuk mengatasi masalah fiskal diperkirakan masih akan mendasari minat investor pada emas sebagai alternatif
investasi, setelah logam mulia tersebut sempat anjlok pekan lalu dalam performa mingguan terburuk sejak Mei seiring peningkatan data ekonomi AS.
. Saham]saham energi menyokong kinerja Dow Jones dan S&P500 untuk mengakhiri pelemahan beruntun dalam 3]sesi terakhir, meskipun investor
mengalami kekhawatiran akan ancaman kenaikan bahan bakar yang potensial melemahkan pertumbuhan ekonomi. Laporan earning dari perusahaanperusahaan
kecil termasuk Lennar homebuilder dan Sears Holdings, turut mendukung kinerja bursa namun volume perdagangan masih rendah dan
memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan rally bursa untuk jangka panjang. Alcoa Inc membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi
meskipun saham produsen aluminium tersebut turun 1% pada sesi Selasa 11 Januari. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 34,43 poin atau 0,30% ke
11,671.88, indeks S&P500 <. SPX> naik 4,73 poin atau 0,37% ke 1,274.48 dan Nasdaq <. IXIC> naik 9,03 poin atau 0,33% ke 2,716.83.
. Pekan depan menteri]menteri keuangan Eropa dijadwalkan akan membahas peningkatan kapasitas pinjaman efektif untuk dana penyelamatan
keuangan Uni]Eropa, menyusul penolakan bailout dari pemerintah Portugal. Sementara itu Jepang, mengikuti jejak Cina, berjanji akan membeli
obligasi zona euro bulan ini untuk membantu stabil mata uang tunggal eropa tersebut.
. Euro berhasil menguat dari pelemahan tajamnya yang telah berlangsung dalam 5]sesi terakhir, seiring adanya spekulasi pejabat zona euro dapat
meningkatkan kapasitas kredit efektif dana penyelamatan blok dan adanya peningkatan pembelian obligasi Portugal oleh Bank Sentral Eropa ] ECB.
Euro naik mendekati level 1,30 pada akhir sesi New York meskipun analis memperingatkan euro masih potensial tren penurunan akibat besarnya
kekhawatiran atas jadwal penerbitan obligasi oleh negara]negara Eropa pekan ini. Euro tercatat naik 0,2% ke 1,2980 <EUR=>. Kinerja euro akan
mendapat sebuah tes penting pada sesi Rabu 12 Januari dimana Portugal dijadwalkan akan melelang obligasi senilai 1,25 miliar euro yang akan
memberikan sinyal apakah negara tersebut akan mampu menggalang dana di pasar obligasi atau akan terpaksa mendapatkan bailout.
. Dollar AS naik 0,6% ke 83,22 yen <JPY=> seiring optimisme akan ekonomi AS akhir]akhir ini yang membantu mengangkat imbal hasil obligasi.
Sementara itu Swiss franc berlanjut melemah terhadap dollar AS akibat meningkatnya kekhawatiran tentang dampak dari penguatan nilai tukar franc
pada perekonomian domestik. Dollar tercatat naik 0.57% terhadap Swiss franc kelevel tertinggi dalam satu bulan terakhir di 0,9785 franc.
. Harga emas dunia naik mengiringi kenaikan harga minyak dunia seiring semakin besarnya kekhawatiran atas krisis utang Uni]Eropa yang menaikkan
minat beli pada aset safe haven. Harga spot emas <XAU=> naik 0,6% ke 1,382.90 USD per troy ounce. Harga perak <XAG=> naik 1,7% ke 29,54 USD per
ounce. Penurunan harga emas akhir]akhir ini telah mendorong permintaan fisik di India dan Cina, dimana konsumen mulai memborong emas
menjelang Tahun Baru Imlek awal Februari, mendorong naiknya premi untuk emas batangan ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir.
. Harga minyak AS melonjak 2% diatas 91.33 USD per barel menyusul ditutupnya dua ladang minyak di Laut Utara memicu kekhawatiran akan pasokan
minyak setelah adanya penutupan pipa utama minyak mentah di Alaska. Dukungan bagi kinerja minyak lebih lanjut berasal dari perkiraan naiknya
heating oil dari the Northeast AS yang merupakan pasar heating oil terbesar dunia yang mulai mempersiapkan adanya badai salju. Harga minyak
mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> naik 1,86 USD di 91,11 USD per barel.
. Outlook (Rabu, 12/Jan./2011): Bursa saham Asia kemungkinan akan dibuka positif ditopang menguatnya bursa saham global ditopang laporan earning
yang solid dan didukung juga oleh komentar positif dari brokerage, sementara investor masih menunggu hasil dari penerbitan obligasi di zona euro.
Sinyal bahwa Eropa masih berjuang untuk mengatasi masalah fiskal diperkirakan masih akan mendasari minat investor pada emas sebagai alternatif
investasi, setelah logam mulia tersebut sempat anjlok pekan lalu dalam performa mingguan terburuk sejak Mei seiring peningkatan data ekonomi AS.
Gold rises on euro debt worries, oil gains
NEW YORK (Reuters) - Gold prices rose for a second day on Tuesday on a rally in oil and as deepening worries over the severity of the European debt crisis prompted safe-haven buying.
Signs that Europe is still struggling to overcome its fiscal problems highlighted gold's appeal as an alternative investment, after the metal notched its biggest weekly decline since May last week on improving U.S. economic data.
European finance ministers will discuss increasing the effective lending capacity of their financial rescue fund next week, as Portugal defied pressure to seek a bailout. Japan, following in the footsteps of China, promised to buy euro zone bonds this month to help steady the single currency.
"Even though Japan is getting in the fray, the euro really hasn't been able to manage a recovery. It highlights the fact that there is a crisis and there will be further problems," said Bill O'Neill, managing partner at commodities firm LOGIC Advisors.
O'Neill also cited oil's surge as a factor behind the rise in gold. U.S. crude futures rallied 2 percent to settle above $91 a barrel on output disruptions and colder weather. Gold is often viewed as a hedge against inflation.
Spot gold rose 0.6 percent to $1,382.90 by 3:12 p.m. EST, while U.S. gold futures for February delivery settled up $10.20 at $1,384.30. The metal is about 4 percent off December's record high of $1,430.95.
Silver rose for a second session, up 1.7 percent on the day at $29.54 an ounce.
COMEX gold futures volume rose more than 5 percent above its 30-day average, but silver was about 25 percent lower, preliminary Reuters data showed.
Gold's recent price decline has spurred demand in India and China, a top bullion consumer ahead of the Lunar New Year in early February, pushing premiums for gold bars to their highest in two years.
China's inflation raced to a 28-month high of 5.1 percent in November, and it is unclear whether policy steps the government is taking will calm prices, benefiting gold.
After several weeks of almost unrelenting outflows, some of the larger exchange-traded funds backed by physical gold have also seen a pick-up in investor demand, despite the decline in the euro, which would normally erode appetite for gold.
The world's largest gold-backed exchange-traded fund, SPDR Gold Trust, said its holdings rose for the first time since mid-December to 1,272.682 tonnes by January 10.
EURO ZONE DEBT CRISIS
Gold rose as the euro climbed on talk of increased Portuguese bond buying by the European Central Bank, but it struggled to hold session peaks given nervousness over a heavy schedule of debt issuance by southern European countries this week.
Concerns in the fixed-income markets over the likelihood of an international bailout for Portugal, which would be the third in a year after the rescues of Greece and Ireland, have undermined investor confidence and given gold a boost.
The focus this week is on whether Lisbon will be able to raise funds in the debt market on Wednesday, or be forced to turn to the European Union and International Monetary Fund for financial aid.
Gold, which rose 30 percent last year, has been a key beneficiary of investor concern over the fallout from the euro zone debt crisis.
"Where you have governments that are overindebted and need to get themselves out of that problem ... they can try to inflate their way out of difficulty, which is where you'd want to be holding gold instead, or can go down a route of fiscal retrenchment," Natixis commodities analyst Nic Brown said.
Improved U.S. auto sales and ongoing supply worries lifted platinum group metals, which are largely consumed in autocatalysts.
Platinum rose for a fourth consecutive day, up 1.6 percent at $1,765.50 an ounce, while palladium gained 4 percent, up for a second day, at $780.
Signs that Europe is still struggling to overcome its fiscal problems highlighted gold's appeal as an alternative investment, after the metal notched its biggest weekly decline since May last week on improving U.S. economic data.
European finance ministers will discuss increasing the effective lending capacity of their financial rescue fund next week, as Portugal defied pressure to seek a bailout. Japan, following in the footsteps of China, promised to buy euro zone bonds this month to help steady the single currency.
"Even though Japan is getting in the fray, the euro really hasn't been able to manage a recovery. It highlights the fact that there is a crisis and there will be further problems," said Bill O'Neill, managing partner at commodities firm LOGIC Advisors.
O'Neill also cited oil's surge as a factor behind the rise in gold. U.S. crude futures rallied 2 percent to settle above $91 a barrel on output disruptions and colder weather. Gold is often viewed as a hedge against inflation.
Spot gold rose 0.6 percent to $1,382.90 by 3:12 p.m. EST, while U.S. gold futures for February delivery settled up $10.20 at $1,384.30. The metal is about 4 percent off December's record high of $1,430.95.
Silver rose for a second session, up 1.7 percent on the day at $29.54 an ounce.
COMEX gold futures volume rose more than 5 percent above its 30-day average, but silver was about 25 percent lower, preliminary Reuters data showed.
Gold's recent price decline has spurred demand in India and China, a top bullion consumer ahead of the Lunar New Year in early February, pushing premiums for gold bars to their highest in two years.
China's inflation raced to a 28-month high of 5.1 percent in November, and it is unclear whether policy steps the government is taking will calm prices, benefiting gold.
After several weeks of almost unrelenting outflows, some of the larger exchange-traded funds backed by physical gold have also seen a pick-up in investor demand, despite the decline in the euro, which would normally erode appetite for gold.
The world's largest gold-backed exchange-traded fund, SPDR Gold Trust, said its holdings rose for the first time since mid-December to 1,272.682 tonnes by January 10.
EURO ZONE DEBT CRISIS
Gold rose as the euro climbed on talk of increased Portuguese bond buying by the European Central Bank, but it struggled to hold session peaks given nervousness over a heavy schedule of debt issuance by southern European countries this week.
Concerns in the fixed-income markets over the likelihood of an international bailout for Portugal, which would be the third in a year after the rescues of Greece and Ireland, have undermined investor confidence and given gold a boost.
The focus this week is on whether Lisbon will be able to raise funds in the debt market on Wednesday, or be forced to turn to the European Union and International Monetary Fund for financial aid.
Gold, which rose 30 percent last year, has been a key beneficiary of investor concern over the fallout from the euro zone debt crisis.
"Where you have governments that are overindebted and need to get themselves out of that problem ... they can try to inflate their way out of difficulty, which is where you'd want to be holding gold instead, or can go down a route of fiscal retrenchment," Natixis commodities analyst Nic Brown said.
Improved U.S. auto sales and ongoing supply worries lifted platinum group metals, which are largely consumed in autocatalysts.
Platinum rose for a fourth consecutive day, up 1.6 percent at $1,765.50 an ounce, while palladium gained 4 percent, up for a second day, at $780.
Tuesday, January 11, 2011
Headline News 11.01.11
AS & GLOBAL :
• Bursa saham AS berhasil menutup pelemahannya diawal sesi seiring volume perdagangan yang cukup sepi, rebound ditopang oleh kuatnya prospek
earning korporasi yang sedikit meredakan kekhawatiran mengenai kondisi hutang Portugal. Investor beranggapan tren naik bursa masih bertahan,
meskipun penurunan indeks S&P dalam 3‐sesi berturut‐turut mulai menandakan momentum tersebut mulai tertahan. Analis memperkirakan
optimisme akan earning akan menjadi pemicu berlanjutnya rebound bursa. Indeks Dow Jones <. DJI> turun 37,31 poin atau 0,32% ke 11,637.45,
S&P500 <SPX.> anjlok 1,75 0,14% ke 1,269.75 sementara Nasdaq <. IXIC> justru naik 4,63 poin atau 0,17% ke 2,707.80.
• Euro berhasil bangkit dari penurunan kelevel terendah dalam kurun 4‐bulan terakhir terhadap dolar, meskipun kenaikan tersebut diperkirakan tidak
akan bertahan lama seiring kekhawatiran pada kondisi hutang Uni‐Eropa dan ekspektasi bailout Portugal. Euro sempat anjlok dibawah level 1,2900
terhadap dollar AS <EUR=> untuk pertama kalinya sejak September. Namun kemudian euro tercatat menguat 0.4% terhadap dollar AS ke level 1.2952,
penguatan mana sebagian ditopang kenaikan euro terhadap Swiss Franc akibat adanya spekulasi bahwa pemerintah Swiss akan melakukan intervensi
guna menahan penguatan nilai kurs franc. Portugal, Italia dan Spanyol dijadwalkan akan merilis obligasinya pekan ini, dan investor masih khawatir
apakah semua negara‐negara dengan tingkat hutang yang besar tersebut akan mampu mengumpulkan dana secara berkelanjutan pada 2011 ini.
• Terhadap Swiss franc, euro naik 0,3% ke 1,2530 franc <EURCHF=>. Swiss franc melemah setelah dilaporkan bahwa pemerintah Swiss akan bertemu
para pemimpin bisnis dan serikat perdagangan pekan depan guna membahas implikasi dari penguatan Swiss franc.Terhadap yen, dollar AS turun 0,5%
kelevel 82,72 yen <JPY=EBS>.
• Harga emas dunia menguat awal pekan ini seiring mengerucutnya kekhawatiran atas utang Portugal yang mendorong permintaan safe haven. Naiknya
permintaan emas dalam bentuk fisik dari India ‐ menyusul anjlok tajamnya harga emas pekan lalu ‐ juga turut menyokong rebound. Emas
membukukan performa mingguan terbesar dalam kurun lebih dari 7‐bulan terakhir pada pekan lalu menyusul penguatan dollar AS seiring data
ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan, yang meningkatkan ekspektasi diberlakukannya kembali kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.
Harga spot emas <XAU=> ditutup menguat 0.4% kelevel 1.375 USD per troy ounce.
• Harga minyak AS naik lebih dari 1% setelah kebocoran jaringan pipa Trans Alaska Pipeline yang memaksa produsen minyak tersebut untuk memangkas
5% output dari rata‐rata produksi harian sebesar 630.000 barrel. Sementara itu harga heating oil melonjak setelah adanya perkiraan dari pemerintah
tentang peningkatan permintaan untuk heating oil pekan ini. Harga minyak mentah AS untuk penguiriman Februari <CLc1> naik 1,22 USD, atau 1,39%
dilevel 89,25 USD per barel.
• Outlook (Selasa, 11/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka beragam seiring harapan membaiknya rilis earning korporasi cukup
membantu mengatasi kekhawatiran pada krisis hutang Portugal yang diperkirakan memerlukan bailout dari IMF dan Uni‐Eropa.
• Aksi ambil untung pelaku pasar pasca penurunan tajam euro sejak beberapa sesi terakhir antara lain terbantu ekspektasi bahwa ECB membeli obligasi
Uni‐Eropa yang menyokong kinerja euro pada awal sesi Asia. Namun demikian kekhawatiran sebenarnya pada kondisi hutang kawasan Uni‐Eropa,
terlebih pada kemungkinan Portugal harus mendapatkan bailout dan kemungkinan menularnya krisis ke Spanyol dan Italia masih akan membebani
kinerja euro terhadap mata uang utama dunia lainnya.
• Bursa saham AS berhasil menutup pelemahannya diawal sesi seiring volume perdagangan yang cukup sepi, rebound ditopang oleh kuatnya prospek
earning korporasi yang sedikit meredakan kekhawatiran mengenai kondisi hutang Portugal. Investor beranggapan tren naik bursa masih bertahan,
meskipun penurunan indeks S&P dalam 3‐sesi berturut‐turut mulai menandakan momentum tersebut mulai tertahan. Analis memperkirakan
optimisme akan earning akan menjadi pemicu berlanjutnya rebound bursa. Indeks Dow Jones <. DJI> turun 37,31 poin atau 0,32% ke 11,637.45,
S&P500 <SPX.> anjlok 1,75 0,14% ke 1,269.75 sementara Nasdaq <. IXIC> justru naik 4,63 poin atau 0,17% ke 2,707.80.
• Euro berhasil bangkit dari penurunan kelevel terendah dalam kurun 4‐bulan terakhir terhadap dolar, meskipun kenaikan tersebut diperkirakan tidak
akan bertahan lama seiring kekhawatiran pada kondisi hutang Uni‐Eropa dan ekspektasi bailout Portugal. Euro sempat anjlok dibawah level 1,2900
terhadap dollar AS <EUR=> untuk pertama kalinya sejak September. Namun kemudian euro tercatat menguat 0.4% terhadap dollar AS ke level 1.2952,
penguatan mana sebagian ditopang kenaikan euro terhadap Swiss Franc akibat adanya spekulasi bahwa pemerintah Swiss akan melakukan intervensi
guna menahan penguatan nilai kurs franc. Portugal, Italia dan Spanyol dijadwalkan akan merilis obligasinya pekan ini, dan investor masih khawatir
apakah semua negara‐negara dengan tingkat hutang yang besar tersebut akan mampu mengumpulkan dana secara berkelanjutan pada 2011 ini.
• Terhadap Swiss franc, euro naik 0,3% ke 1,2530 franc <EURCHF=>. Swiss franc melemah setelah dilaporkan bahwa pemerintah Swiss akan bertemu
para pemimpin bisnis dan serikat perdagangan pekan depan guna membahas implikasi dari penguatan Swiss franc.Terhadap yen, dollar AS turun 0,5%
kelevel 82,72 yen <JPY=EBS>.
• Harga emas dunia menguat awal pekan ini seiring mengerucutnya kekhawatiran atas utang Portugal yang mendorong permintaan safe haven. Naiknya
permintaan emas dalam bentuk fisik dari India ‐ menyusul anjlok tajamnya harga emas pekan lalu ‐ juga turut menyokong rebound. Emas
membukukan performa mingguan terbesar dalam kurun lebih dari 7‐bulan terakhir pada pekan lalu menyusul penguatan dollar AS seiring data
ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan, yang meningkatkan ekspektasi diberlakukannya kembali kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.
Harga spot emas <XAU=> ditutup menguat 0.4% kelevel 1.375 USD per troy ounce.
• Harga minyak AS naik lebih dari 1% setelah kebocoran jaringan pipa Trans Alaska Pipeline yang memaksa produsen minyak tersebut untuk memangkas
5% output dari rata‐rata produksi harian sebesar 630.000 barrel. Sementara itu harga heating oil melonjak setelah adanya perkiraan dari pemerintah
tentang peningkatan permintaan untuk heating oil pekan ini. Harga minyak mentah AS untuk penguiriman Februari <CLc1> naik 1,22 USD, atau 1,39%
dilevel 89,25 USD per barel.
• Outlook (Selasa, 11/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka beragam seiring harapan membaiknya rilis earning korporasi cukup
membantu mengatasi kekhawatiran pada krisis hutang Portugal yang diperkirakan memerlukan bailout dari IMF dan Uni‐Eropa.
• Aksi ambil untung pelaku pasar pasca penurunan tajam euro sejak beberapa sesi terakhir antara lain terbantu ekspektasi bahwa ECB membeli obligasi
Uni‐Eropa yang menyokong kinerja euro pada awal sesi Asia. Namun demikian kekhawatiran sebenarnya pada kondisi hutang kawasan Uni‐Eropa,
terlebih pada kemungkinan Portugal harus mendapatkan bailout dan kemungkinan menularnya krisis ke Spanyol dan Italia masih akan membebani
kinerja euro terhadap mata uang utama dunia lainnya.
Euro jumps after Japan finmin says to buy euro bonds
TOKYO (Reuters) - The euro jumped higher after Japan's finance minister, Yoshihiko Noda, said the nation will buy about 20 percent of bonds the euro zone plans to jointly issue later this month.
The euro rose as far as $1.2992 on trading platform EBS from around $1.2925. It now stands at $1.2961.
Against the yen, the euro rose as high as 107.86 yen.
The euro rose as far as $1.2992 on trading platform EBS from around $1.2925. It now stands at $1.2961.
Against the yen, the euro rose as high as 107.86 yen.
Euro zone debt fears dent world stocks; euro recovers
NEW YORK (Reuters) - World stocks fell on Monday on fears Portugal may be the next euro-zone member forced to seek a bailout, and the euro was seen remaining under pressure even as it managed to recover after hitting a four-month low against the dollar.
Prices of U.S. Treasury debt and gold rose as investors sought safety on a resurgence in worries about European debt ahead of key bond auctions by Portugal, Italy and Spain this week.
The euro's rebound was partially fueled by gains against the Swiss franc, on speculation the Swiss government may act to rein in currency gains. Talk of further bond purchases by the European Central Bank also took some pressure off the market.
Stocks fell in the United States, Europe and most emerging markets as the fears about European debt levels overshadowed news of multibillion-dollar mergers and acquisitions. Asian stocks were also poised to open lower, with front-month Nikkei 225 futures traded in Chicago falling 25 points to 10,480.
"We see a further escalation in the European debt crisis, and a substantially weaker euro," said Stephen Jen, managing director of macroeconomics and currencies at BlueGold Capital Management LLP in London.
"There is no silver bullet because the underlying problems are 'knotted.'"
The euro fell as low as $1.2860 on trading platform EBS, a level not seen since mid-September, but recovered later to trade at $1.2949, up 0.26 percent on the day. It remains down more than 3 percent against the dollar so far this year.
European debt concerns rose again during the weekend after Reuters quoted a senior euro zone official as saying Germany and France were increasing pressure on Portugal to seek financial help from the European Union and International Monetary Fund.
The report sent yields on Portuguese 10-year debt soaring above 7 percent to their highest levels since the euro's creation in 1999. Portuguese yields recovered some ground later on Monday on talk of ECB bond buying, but remained above 7 percent, which is seen as an unsustainable cost of borrowing.
Portugal denied it was under pressure from Berlin and Paris to seek a bailout.
"It highlights the problems of whether the bailout fund will be sufficient to meet everybody's expectations," said Mark Bon, fund manager at Canada Life in London, said of the reports on Portugal.
WORLD STOCKS WEAKER
On equity markets, the debt worries offset expectations of strong corporate earnings at the beginning of the U.S. quarterly earnings season. Wall Street, however, managed to shake off most of the worries about Europe as the trading day progressed.
Merger and acquisition deals provided a strong positive note and helped cap losses. Duke Energy Corp (DUK.N) agreed to buy Progress Energy Inc for $13.7 billion in stock, while DuPont (PGN.N) planned to buy Danisco, a Danish food ingredient firm, for $5.8 billion.
The Dow Jones industrial average .DJI lost 37.31 points, or 0.32 percent, to 11,637.45, while The Standard & Poor's 500 Index .SPX edged down 1.75 points, or 0.14 percent, to 1,269.75. The Nasdaq Composite Index .IXIC gained 4.63 points, or 0.17 percent, to 2,707.80.
World stocks declined 0.52 percent according to the benchmark MSCI All-Country World Index.
In Europe, the FTSEurofirst 300 index of top shares closed down 0.97 percent, after rising 2 percent last week.
The heavyweight banking sector, which has exposure to sovereign debt in peripheral euro zone countries, was a major loser. BNP Paribas (BNPP.PA), Banco Santander(SAN.MC), Intesa SanPaolo (ISP.MI), Societe Generale (SOGN.PA) and UniCredit (CRDI.MI) fell between 2.7 and 5.7 percent. Greek banks .FTATBNK fell 6.6 percent.
Shares in Portugal's largest listed bank Millennium bcp (BCP.LS) fell 3.15 percent while other Portuguese banks also fell.
Euro zone credit concerns benefited government bonds, sending U.S. Treasury debt prices higher.
The benchmark 10-year U.S. Treasury note rose 9/32 in price, sending its yield down to 3.289 percent. The 30-year bond gained 12/32 in price, with the yield at 4.4621 percent.
Gold prices rose 0.44 percent to $1,374.60 on a renewed safe-haven bid.
U.S. crude oil prices settled $1.22 higher, or 1.39 percent, to $89.25 a barrel, after a leak shut an Alaskan pipeline that carries 12 percent of U.S. crude output.
Monday, January 10, 2011
Headline News 10.01.11
AS & GLOBAL :
. Saham]saham di bursa AS jatuh pada Jumat akhir pekan lalu setelah putusan pengadilan dalam kasus penyitaan memicu aksi jual investor dari saham
perbankan, setelah sebelumnya laporan sektor ketenagakerjaan dirilis dibawah perkiraan. Meski demikian indeks S&P500 dan Dow Jones mencatat
penguatan beruntun dalam 6]pekan berturut. Pada sesi akhir pekan lalu indeks Dow Jones <DJI.> turun 22,55 poin atau 0,19% ke 11,674.76, S&P500 <.
SPX> melemah 2,35 poin atau 0,18% ke 1,271.50 dan Nasdaq <. IXIC> turun 6,72 poin atau 0,25% ke 2,703.17. Dalam sepekan terakhir S&P500
mencatat kenaikan 1,1%, Dow Jones naik 0,8% dan Nasdaq naik 1,9%.
. Laporan dari Departemen Ketenagakerjaan AS memperlihatkan adanya kenaikan penambahan tenaga kerja diluar sektor pertanian sebesar 103.000,
dibawah perkiraan 175.000. Sementara sektor swasta memperlihatkan kenaikan sebesar 113.000 tenaga kerja. Data tersebut masih akan memberikan
dasar bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan program pembelian aset sebesar 600 miliar USD. Tingkat pengangguran mencapai penurunan
9,4%, prosentase terendah sejak Mei 2009 dan merupakan penurunan bulanan terbesar sejak April 1998.
. Belanja konsumen yang menguat, meningkatnya perdagangan dan aktifitas manufaktur telah menambah penguatan ekonomi AS, hal tersebut
mendasari pernyataan optimis Ben Bernanke saat tampil dihadapan anggota parlemen pada Jumat 07 Januari. Bernanke tidak memberikan sinyal jelas
pada arahan kebijakan moneter The Fed kedepan dan menambahkan bahwa penurunan tingkat pengangguran belum berjalan dalam akselerasi yang
signifikan.
. Tahun 2011 cukup berat bagi kinerja euro dengan prospek perjalanan sepekan kedepan yang juga masih suram untuk kinerja mata uang Uni]Eropa ini
dimana penjualan obligasi zona euro berpotensi akan kembali membebani performa euro. Euro tercatat melemah 3,3% terhadap dollar AS dalam
sepekan terakhir, merupakan level mingguan terburuk sejak pertengahan Agustus 2010. Dollar AS sempat melemah terhadap euro pasca laporan Non]
Farm Payrolls dirilis dibawah perkiraan, meskipun kemudian mendapat dukungan dari tingkat unemployment yang kembali mendukung kinerja dollar
AS. Dollar AS naik 2,2% terhadap yen dalam sepekan terakhir ke 83.01, mencatat penguatan mingguan terbesar sejak April 2010.
. Harga emas dunia melemah akhir pekan lalu menyusul rilis data sektor ketenagakerjaan AS yang gagal memicu kembalinya minat investor pada asetaset
safe haven seiring masih kuatnya proyeksi pemulihan ekonomi AS. Harga spot emas <XAU=> turun 0,1% kelevel 1,369.85 USD per troy ounce,
setelah menyentuh level terendah sejak 26 November 2010 di 1,352.30 USD per troy ounce.
. Harga minyak mentah AS merosot akhir pekan lalu dalam sesi perdagangan yang cukup volatile dimana penguatan nilai tukar dollar AS dan pelemahan
bursa saham menghapus penguatan minyak hingga 89,45 dollar pada awal sesi AS. Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> turun
35 sen di 88,03 USD per barel. Pelemahan akhir pekan lalu hingga 87,25 USD merupakan level terendah sejak 17 Desember 2010, dan tercatat
melemah 3,7% dalam sepekan terakhir, presentase penurunan terbesar sejak November 2010 silam.
. Outlook (Senin ] Jumat, 10 ] 14/Jan./2011): Pekan ini akan dirilis sekitar 20]22 miliar euro obligasi oleh pemerintah Jerman, Belanda, Italia, Spanyol
dan Portugis. Penerbitan obligasi pemerintah Uni]Eropa tersebut akan mengungkapkan kemampuan pendanaan Portugis di pasar modal, dan akan
menjadi debut 2011 bagi Spanyol dan Italia di pasar obligasi. Tingkat imbal hasil yang ditawarkan pada penjualan obligasi pekan ini akan memainkan
peran penting pada kinerja euro. Dengan biaya pendanaan yang lebih tinggi akan berpotensi menambah tekanan pada mata uang Uni]Eropa tersebut
seiring pertumbuhan ekonomi yang lemah dan masih menguatnya kekhawatiran pada kemampuan beberapa negara untuk membayar hutang. Pelaku
pasar juga akan mencermati hasil sidang ECB dan BoE dalam pertengahan pekan ini.
. Di Amerika Serikat, dalam sepekan kedepan akan dirilis sejumlah indikator penting bagi ekonomi, dimana diantaranya data penjualan ritel pada Jumat
14 Januari. Optimisme pelaku pasar terhadap serangkaian data ekonomi yang positif diperkirakan masih akan mendukung sentimen bullish dollar AS
seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir dimana momentum pemulihan ekonomi semakin menguat.
. Saham]saham di bursa AS jatuh pada Jumat akhir pekan lalu setelah putusan pengadilan dalam kasus penyitaan memicu aksi jual investor dari saham
perbankan, setelah sebelumnya laporan sektor ketenagakerjaan dirilis dibawah perkiraan. Meski demikian indeks S&P500 dan Dow Jones mencatat
penguatan beruntun dalam 6]pekan berturut. Pada sesi akhir pekan lalu indeks Dow Jones <DJI.> turun 22,55 poin atau 0,19% ke 11,674.76, S&P500 <.
SPX> melemah 2,35 poin atau 0,18% ke 1,271.50 dan Nasdaq <. IXIC> turun 6,72 poin atau 0,25% ke 2,703.17. Dalam sepekan terakhir S&P500
mencatat kenaikan 1,1%, Dow Jones naik 0,8% dan Nasdaq naik 1,9%.
. Laporan dari Departemen Ketenagakerjaan AS memperlihatkan adanya kenaikan penambahan tenaga kerja diluar sektor pertanian sebesar 103.000,
dibawah perkiraan 175.000. Sementara sektor swasta memperlihatkan kenaikan sebesar 113.000 tenaga kerja. Data tersebut masih akan memberikan
dasar bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan program pembelian aset sebesar 600 miliar USD. Tingkat pengangguran mencapai penurunan
9,4%, prosentase terendah sejak Mei 2009 dan merupakan penurunan bulanan terbesar sejak April 1998.
. Belanja konsumen yang menguat, meningkatnya perdagangan dan aktifitas manufaktur telah menambah penguatan ekonomi AS, hal tersebut
mendasari pernyataan optimis Ben Bernanke saat tampil dihadapan anggota parlemen pada Jumat 07 Januari. Bernanke tidak memberikan sinyal jelas
pada arahan kebijakan moneter The Fed kedepan dan menambahkan bahwa penurunan tingkat pengangguran belum berjalan dalam akselerasi yang
signifikan.
. Tahun 2011 cukup berat bagi kinerja euro dengan prospek perjalanan sepekan kedepan yang juga masih suram untuk kinerja mata uang Uni]Eropa ini
dimana penjualan obligasi zona euro berpotensi akan kembali membebani performa euro. Euro tercatat melemah 3,3% terhadap dollar AS dalam
sepekan terakhir, merupakan level mingguan terburuk sejak pertengahan Agustus 2010. Dollar AS sempat melemah terhadap euro pasca laporan Non]
Farm Payrolls dirilis dibawah perkiraan, meskipun kemudian mendapat dukungan dari tingkat unemployment yang kembali mendukung kinerja dollar
AS. Dollar AS naik 2,2% terhadap yen dalam sepekan terakhir ke 83.01, mencatat penguatan mingguan terbesar sejak April 2010.
. Harga emas dunia melemah akhir pekan lalu menyusul rilis data sektor ketenagakerjaan AS yang gagal memicu kembalinya minat investor pada asetaset
safe haven seiring masih kuatnya proyeksi pemulihan ekonomi AS. Harga spot emas <XAU=> turun 0,1% kelevel 1,369.85 USD per troy ounce,
setelah menyentuh level terendah sejak 26 November 2010 di 1,352.30 USD per troy ounce.
. Harga minyak mentah AS merosot akhir pekan lalu dalam sesi perdagangan yang cukup volatile dimana penguatan nilai tukar dollar AS dan pelemahan
bursa saham menghapus penguatan minyak hingga 89,45 dollar pada awal sesi AS. Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> turun
35 sen di 88,03 USD per barel. Pelemahan akhir pekan lalu hingga 87,25 USD merupakan level terendah sejak 17 Desember 2010, dan tercatat
melemah 3,7% dalam sepekan terakhir, presentase penurunan terbesar sejak November 2010 silam.
. Outlook (Senin ] Jumat, 10 ] 14/Jan./2011): Pekan ini akan dirilis sekitar 20]22 miliar euro obligasi oleh pemerintah Jerman, Belanda, Italia, Spanyol
dan Portugis. Penerbitan obligasi pemerintah Uni]Eropa tersebut akan mengungkapkan kemampuan pendanaan Portugis di pasar modal, dan akan
menjadi debut 2011 bagi Spanyol dan Italia di pasar obligasi. Tingkat imbal hasil yang ditawarkan pada penjualan obligasi pekan ini akan memainkan
peran penting pada kinerja euro. Dengan biaya pendanaan yang lebih tinggi akan berpotensi menambah tekanan pada mata uang Uni]Eropa tersebut
seiring pertumbuhan ekonomi yang lemah dan masih menguatnya kekhawatiran pada kemampuan beberapa negara untuk membayar hutang. Pelaku
pasar juga akan mencermati hasil sidang ECB dan BoE dalam pertengahan pekan ini.
. Di Amerika Serikat, dalam sepekan kedepan akan dirilis sejumlah indikator penting bagi ekonomi, dimana diantaranya data penjualan ritel pada Jumat
14 Januari. Optimisme pelaku pasar terhadap serangkaian data ekonomi yang positif diperkirakan masih akan mendukung sentimen bullish dollar AS
seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir dimana momentum pemulihan ekonomi semakin menguat.
Gold steady on euro zone concerns
SINGAPORE | Sun Jan 9, 2011 7:54pm EST
SINGAPORE (Reuters) - Gold held steady on Monday, supported by renewed worries about the euro zone's financial stability, but a stronger dollar weighed on sentiment, while holdings in the top exchange-traded fund continued to decline.
FUNDAMENTALS
* Spot gold gained $1.05 at $1,369.85 an ounce by 0041 GMT, after finishing the first week of 2011 with a 3.6 percent decline.
* U.S. gold futures was little changed at $1,370.3.
* U.S. employers hired fewer workers than expected in December and a surprisingly large number of people gave up searching for work, tempering the positive news of a big drop in the unemployment rate.
* The dollar index .DXY rose to its highest since Dec 1, as the euro plumbed four-month lows versus the greenback early in Asia after stops were triggered in thin trade as worries about Europe's debt crisis mounted.
* Pressure is growing on Portugal from Germany, France and other euro zone countries to seek financial help from the EU and IMF to stop the bloc's debt crisis from spreading, a senior euro zone source said on Sunday.
* Holdings in the world's largest gold-backed exchange-traded fund, SPDR Gold Trust, continued to decline. It fell to a seven-month low of 1,271.164 tonnes by Jan 7.
* Holdings in the iShares Silver Trust, the world's largest silver-backed exchange-traded fund, fell to a one-month low of 10,839.69 tonnes.
PRICES
Precious metals prices 0041 GMT
Metal Last Change Pct chg YTD pct chg Turnover
Spot Gold 1369.85 1.05 +0.08 -3.49
Spot Silver 28.84 0.15 +0.52 -6.55
Spot Platinum 1737.00 6.00 +0.35 -1.73
Spot Palladium 756.50 8.00 +1.07 -5.38
TOCOM Gold 3668.00 -14.00 -0.38 -1.64 32096
TOCOM Platinum 4679.00 -6.00 -0.13 -0.36 2932
TOCOM Silver 77.20 -0.10 -0.13 -4.69 805
TOCOM Palladium 2028.00 -8.00 -0.39 -3.29 391
Euro/Dollar 1.2898
Dollar/Yen 82.95
TOCOM prices in yen per gram. Spot prices in $ per ounce.
Commodities show ties that bind
WASHINGTON (Reuters) - If there was any doubt that the global economy remains tightly intertwined, rising commodity prices should put it to rest.
Both the U.S. unemployment rate and the amount of idle factory space are abnormally high, stark evidence that the economy is still well below its full potential.
But price pressures are building in commodities despite the ample U.S. economic slack, thanks in large part to demand from emerging markets. The Reuters Jefferies CRB index .CRB of commodities is up 28 percent since July.
The pressures are concentrated in food and energy, the two categories the Federal Reserve prefers to ignore when it examines current data to get a sense of future U.S. inflation trends. The central bank's reasoning is that those items are too volatile to provide a reliable guide.
That doesn't help businesses faced with the margin-bruising prospect of paying more for raw materials while customers expect discounts in a still-weak economy.
Figures this week are expected to show U.S. businesses absorbing the higher costs. Economists polled by Reuters think Thursday's producer price index will show a 0.8 percent gain, but consumer prices, due a day later, probably rose just 0.4 percent.
The gap looks even wider on a year-over-year basis, with PPI expected to show an increase of 3.8 percent while CPI is up just 1.3 percent.
Companies may not be willing to eat the higher costs forever, particularly with the economy showing some signs of picking up speed and consumer spending strengthening.
"My sense is manufacturers (will) try to be aggressive on pricing in the first half of the year," said Norbert Ore, chairman of the ISM manufacturing business survey committee, which produces a monthly poll on factory activity.
The latest ISM installment, released earlier in January, showed a big spike in prices paid for materials.
THANKS FOR SHARING
This is not the front edge of a U.S. inflationary storm. That would require a much stronger labor market capable of generating intense wage pressures.
But it does have Fed Chairman Ben Bernanke's attention. He told lawmakers on Friday that the central bank was watching fuel prices in particular to ensure they don't put a strain on consumers' spending power.
"I think the main reason oil prices are up is the strength of emerging markets, the demand for energy from
China and other fast-growing emerging market economies," Bernanke said.
Many of those emerging markets are having a very difficult time containing inflation -- and unlike the Fed they cannot overlook food and energy costs when setting policy.
Food tends to take up a larger share of household budgets in emerging markets than it does in the United States, so it often carries a bigger weight in consumer price indexes.
Barclays Capital economist Julian Callow said the surge in commodity prices was leading investors to question how much longer the world's central banks can keep interest rates ultra-low.
For the Fed, inflation is nowhere near levels that would spark tightening talk.
"Currently we do not expect that the surge in commodity prices is sufficient to generate downside risks to our private consumption forecasts, though this will be a point to watch if it continues," Callow said.
Emerging markets are in a very different situation. China, India and a host of others have taken steps to try to keep prices in check and Callow expects more to come.
For Bernanke and his Fed cohorts, one concern is that emerging market pressures could eventually feed back into U.S. prices. Specifically, China's manufacturers must contend with not only rising commodity prices, but rising labor costs too.
Credit Suisse economists think China is nearing a point where its seemingly inexhaustible labor supply struggles to keep up with demand.
The one-child policy launched in the late 1970s thinned the pool of young workers, and factories are already finding they must offer huge wage increases to lure rural migrants.
"This is the beginning of the end of an era -- China as the anchor of global disinflation," Credit Suisse analyst Dong Tao wrote in a recent note to clients.
"The sharp turning of China's labor market will not only redefine China's own growth model, production, consumption and income distribution, but will also have a major impact on inflation, financial prices and the manufacturing outsourcing model for the rest of the world."
Subscribe to:
Posts (Atom)









