title cover

title cover

Friday, January 21, 2011

Headline News 21.01.11

US & GLOBAL
 

• Bursa saham AS melemah seiring rilis earning sektor teknologi dan material yang kurang memenuhi ekspektasi. Morgan Stanley membukukan
pendapatan yang lebih baik dari perkiraan, mendongkrak kinerja saham‐saham sektor perbankan. Sementara Google Inc melaporkan earning untuk
kuartal keempat yang lebih baik dari perkiraan. Sementara disisi lain Freeport‐McMoRan Copper & Gold Inc, memangkas target penjualan dan
memperkirakan kenaikan biaya produksi. Indeks Dow Jones <. DJI> turun 2,49 poin atau 0,02% ke 11,822.80, S&P500 <. SPX> turun 1,66 poin atau
0,13% ke 1,280.26 dan Nasdaq <. IXIC> turun 21,07 poin atau 0,77% ke 2,704.29.
 

• Dollar AS berhasil menguat terhadap mata uang utama dunia lainnya seiring membaiknya rilis data sektor perumahan dan ketenagakerjaan,
sementara menguatnya ekspektasi pada pemulihan krisis utang Eropa meredam maraknya aksi jual euro. Turut menopang kinerja dollar AS adalah
mencuatnya kekhawatiran bahwa Cina akan menaikkan suku bunga untuk menahan laju pertumbuhan ekonomi yang terlampau kuat. Namun disisi
lain kondisi tersebut menekan mata uang ber imbal hasil tinggi seperti Aussie dan New Zealand dollar, Australia merupakan eksportir sumber daya
alam ke China, yang membuat mata uangnya sensitif terhadap prospek ekonomi China. Kenaikan tajam penjualan rumah AS (existing home sales)
dan penurunan dalam jobless claims memperkuat ekspektasi harapan pada pemulihan ekonomi AS yang lebih stabil.
 

• Tanda‐tanda menguatnya pertumbuhan ekonomi juga mendorong naiknya imbal hasil obligasi AS, membantu dollar AS naik 1,2% terhadap yen ke
83,03 <JPY=> dan naik 1,3% terhadap Swiss franc ke 0,9677 <CHF=>. Euro sempat turun kelevel 1.3396 namun ditutup stagnan di kisaran level
1.3470. Aussie dollar <AUD=D4> turun 1,3% ke 0,9870.
 

• Emas turun hampir 2% ke posisi terendah dua bulan terakhir menyusul maraknya aksi ambil untung pelaku pasar yang ditingkahi kekhawatiran
pada pengetatan moneter lebih lanjut dari Cina yang memicu koreksi pada harga‐harga komoditas. Perak, turun hampir 4% mencatat penurunan
harian terbesar sejak 1‐1/2 bulan bulan terakhir. Harga spot emas <XAU=> turun 1.4% kelevel 1.350,90 USD per troy ounce.
 

• Harga minyak dunia merosot sekitar 2% akibat maraknya aksi jual yang dipicu oleh kenaikan tak terduga stok minyak mentah AS dan kekhawatiran
bahwa Cina mungkin akan memperketat kebijakan moneter untuk melawan inflasi. Penurunan drastis setelah investor melikuidasi posisi kontrak
bulan Februari. Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Februari ditutup 2.1% lebih rendah ke 88,86 USD per barel. Sedangkan minyak mentah
AS untuk pengiriman Maret <CLH1> ditutup dilevel 89,59 USD per barel.
 

• Outlook (Jumat, 21/Jan./2011): Bursa saham Asia kemungkinan akan dibuka melemah mengikuti sentimen rilis earning korporasi AS yang kurang
memuaskan dan turunnya harga komoditas dunia serta kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut Cina.

Oil dips 2 percent on China fears, U.S. stockpiles


NEW YORK | Thu Jan 20, 2011 4:16pm EST
NEW YORK (Reuters) - Oil prices slumped about 2 percent on Thursday on a sell-off sparked by an unexpected rise in U.S. crude stockpiles and worries that China might tighten monetary policy to fight inflation.

The steep drop in prices came as investors liquidated positions on the front-month U.S. February crude contract, which expired at the close, overshadowng upbeat U.S. economic data on jobs and housing.
Crude oil fell along with a sell-off in a broad array of commodities and equities. The slide followed a report by China that its economy grew 9.8 percent in the fourth quarter, even faster than expected, while inflation barely slowed.

This raised fears the government will tighten monetary policy to choke off excessive demand.
Crude oil and other commodities also came under pressure from a rising dollar after U.S. economic data fueled hope that the country's economic recovery was on track.
In late trading the dollar edged up 0.22 percent against a basket of currencies, a drag on commodities priced in the greenback.

U.S. February crude settled $2 lower at $88.86 a barrel, down for a third day in a row, after having hit a session low of $88 earlier, the lowest since January 7. U.S. March crude closed down $2.22 at $89.59.
In London, March Brent crude ended down $1.58 at $96.58 a barrel, falling for the first time in three days, with the session low hitting $95.43, the lowest since January 11.
Brent's premium against U.S. benchmark crude West Texas Intermediate rose to $6.99 at the close, from $6.35 on Wednesday. The premium widened to $7.39 on Thursday, moving toward $8.24 hit on January 14, which was the widest since February 2009.

UNEXPECTED RISE IN U.S. STOCKPILES

U.S. crude oil stockpiles rose 2.62 million barrels in the week to January 14, defying forecasts for a 400,000 barrel drawdown, data from the U.S. Energy Information Administration showed.
The first stock build in seven weeks jolted investors who had expected inventories to be down significantly due to the disruption of domestic production after the shutdown of the Trans Alaska Pipeline that moves oil from Alaska to the West Coast.

"The Alaska pipeline was not down long enough to have a drastic impact on the crude supplies," said Bill O'Grady, chief investment strategist at Confluence Investment Management in St. Louis, Missouri.
The pipeline, which normally moves 12 percent of U.S. crude production, was back in operation on Monday as producers also restarted, after a bypass repair to circumvent a leak discovered January 8. It was expected to ramp up to normal rates of about 630,000 barrels per day by early next week.

CHINA'S GROWTH MAY SPAWN CURBS

China's fourth quarter gross domestic product rose above forecasts, raising worries that booming growth may lead to inflation. Investors are worried that any steps by China to slow growth may result in a hard landing for markets in 2011.

But not everyone is convinced Chinese attempts to curb inflation will result in lower oil prices.
"We wonder if the increasing inflationary pressure in China can be curbed. At present, China is the world's fastest growing economy and even if the government is trying to curb the inflation, we doubt that it will succeed fully," said the research team at Global Risk Management in a report.
U.S. initial jobless claims fell more than expected last week and showed their biggest decline since February, erasing a holiday-related spike to show a trend toward a healthier labor market remained intact.
U.S. homes resales jumped more than expected in December, offering some hope of further recovery in the housing sector.

Thursday, January 20, 2011

Headline News 20.01.11

US & GLOBAL 
• Indeks S&P500 mengalami penurunan terbesar dalam hampir dua bulan terakhir menyusul laporan keuangan yang mengecewakan dari Goldman Sachs dan
Wells Fargo yang meredam berlanjutnya rally. Saham‐saham keuangan dan saham teknologi telah mendorong lonjakan kenaikan bursa hingga 10% sejak
Desember silam. Indeks Dow Jones <. DJI> turun 12,64 poin atau 0,11% ke 11,825.29, S&P500 <. SPX> turun 13,10 poin atau 1,01% ke 1,281.92 dan Nasdaq
<. IXIC> turun 40,49 poin atau 1,46% ke 2,725.36.
 

• Euro tercatat menguat 0.7% terhadap dollar AS kelevel 1.3466 setelah berhasil membukukan rekor tertinggi dalam 8‐pekan terakhir di 1.3538. Performa
euro ditunjang oleh meningkatnya kepercayaan investor pada otoritas Uni‐Eropa untuk mengatasi krisis utang dan lemahnya data sektor perumahan AS.
Dilaporkan juga maraknya pembelian euro dari pemerintah‐pemerintah negara di kawasan Asia yang turut mendongkrak performa mata uang tunggal Uni‐
Eropa tersebut. Sebelumnya, Cina telah mengatakan ingin menjauh dari sistem keuangan global yang didominasi oleh dolar, dan akhir‐akhir ini memang
bereda rumor bahwa pemerintah Cina tengah menyeimbangkan cadangan devisanya dengan berfokus ke euro. Sementara itu dollar AS turun 0,7% kelevel
82,04 yen <JPY=>, dimana BNY Mellon melaporkan bahwa bergairahnya bursa saham lokal Jepang turut membantu kinerja mata uang tersebut. Dollar AS
anjlok 0,9% ke level 0,9553 Swiss franc <CHF=>.
 

• Namun laporan dari IFR bahwa penasehat pemerintah Jerman menyatakan Yunani mungkin tidak akan mampu membayar utang luar negerinya menekan
euro pada akhir sesi Eropa. Euro juga mendapat tekanan dari pernyataan Economic and Monetary Affairs Commissioner ‐ Ollie Rehn bahwa peningkatan
batas dana penyelamatan zona euro bukan merupakan prioritas.
 

• Harga emas dunia menguat seiring pelemahan nilai tukar dollar AS dan naiknya permintaan fisik emas dari Asia, sedangkan membaiknya prospek ekonomi
global mengangkat platinum dan paladium ke level tertinggi multi‐tahunan. Harga spot emas <XAU=> naik 0,2% ke 1,370.77 USD per troy ounce. Platinum
dan paladium memang diproyeksikan menguat karena meningkatnya ekspektasi kenaikan permintaan seiring pesatnya permintaan dari industri otomotif
Eropa. Harga spot platinum <XPT=> naik menjadi 1,845.50 USD per ounce, tertinggi sejak Juli 2008.
 

• Sementara itu harga minyak Brent berjangka naik di atas level 98 USD per barel pada hari Rabu 19 Januari di tengah kekhawatiran pasokan di Laut Utara ‐
Eropa. Minyak crude AS untuk pengiriman Februari <CLc1> turun 52 sen dilevel 90,86 USD per barel, satu hari menjelang berakhirnya kontrak dalam sesi
perdagangan yang relatif tipis. Sedangkan kontrak crude untuk pengiriman Maret <CLH1> diperdagangkan turun 50 sen dilevel 91,81 USD per barel.
 

• Outlook (Kamis, 20/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka melemah pada sesi Kamis tertekan pelemahan saham‐saham di bursa Wall
Street menyusul laporan keuangan perusahaan sektor keuangan dan teknologi yang mengecewakan.
 

• Fokus pelaku pasar masih dominan tertuju pada perkembangan krisis utang kawasan Uni‐Eropa, dimana perkembangan terakhir memperlihatkan bahwa
solidnya penjualan obligasi Spanyol dan Portugal dan rencana Jerman untuk meredam krisis utang berlanjut cukup menopang laju euro diatas 1.3 dalam
sepekan terakhir.

Brent above $98 on N.Sea supplies, U.S. crude down


NEW YORK | Wed Jan 19, 2011 5:38pm EST

NEW YORK (Reuters) - Brent oil futures rose above $98 a barrel on Wednesday on supply concerns in the North Sea, but a stuttering economic recovery in the United States kept prices off the key $100 level and saw U.S. crude ease for a second day.

Trading sources said Hetco, a trading firm partly owned and backed by U.S. energy giant Hess Corp (HES.N), has taken control of ten North Sea crude oil cargoes, which traders said give it more influence over the spot market.
Tighter supplies in the North Sea and soaring emerging market demand for oil has pushed Brent crude oil futures close to $100 a barrel for the first time since October 2008.

By contrast, U.S. crude futures have traded at an uncommon discount to Brent since August, with bulging inventories around the delivery point for the NYMEX contract in Cushing, Oklahoma weighing on prices.
"It's a story of relative supply," said Andy Lebow, a trader at MF Global in New York.
"Brent has seen tight supplies and good demand from Asia, while the expectations are supplies will remain at high levels around Cushing."
Late on Tuesday, the American Petroleum Institute said U.S. crude stocks rose by 3.53 million barrels in the week to January 14, while distillate and gasoline stocks also rose by 940,000 and 1.86 million barrels respectively, despite a drop in refinery output. Stocks at Cushing fell by 571,000 barrels, according to the API.

U.S. crude oil inventories were forecast to have fallen by 600,000 barrels last week while gasoline and distillate stocks were expected to be higher, according to a Reuters poll. Weekly fuel stock data from the U.S. government is out on Thursday at 11:00 EST, delayed by one day because of a public holiday on Monday.
In London, ICE Brent crude for March rose 36 cents, to settle at $98.16 a barrel, just over a dollar below the 27-month high of $99.20 hit last Friday. It slipped in post-settlement trade to $97.95 after the API
numbers.

Volumes on Brent were 16 percent above the 30-day average with over 4.26 million barrels changing hands.
U.S. crude futures for February delivery fell 52 cents to settle at $90.86 a barrel, one day ahead of the contract's expiry, in relatively thin trade. Prices slipped another 22 cents in post-settlement trade.
U.S. oil product futures were stronger, with both RBOB gasoline futures and heating oil futures hitting the highest since October 2008.

Tim Evans, an analyst at Citigroup Futures Perspective in New York, said a dip in U.S. equity markets was, "shifting the immediate focus from a weaker U.S. dollar to worries over the strength of the U.S. recovery".
Goldman, arguably the world's most powerful bank and one of the biggest financial players in commodities, posted a 53 percent decline in fourth-quarter profits on Wednesday, as revenue from fixed income, commodity and currency trading fell.

In the broader economy, groundbreaking on new U.S. home construction fell to its lowest level in over a year in December, suggesting the battered housing sector remains a major roadblock to the recovery.
Commodity prices were supported as the euro rallied to an eight-week high above $1.35 against the dollar. Analysts said there is rising confidence European policymakers will stop the debt crisis that has engulfed Greece and Ireland from spreading.
A weaker dollar increases the purchasing power of holders of other currencies, a bullish factor for commodities like oil that are priced in the U.S. currency.

DEMAND IS UP, IS OPEC OUTPUT?

The International Energy agency has revised its 2011 global oil demand forecast higher to 89.13 million barrels per day (bpd), an all-time record, but said OPEC leader Saudi Arabia was quietly boosting output to cool the oil price rally.

Analysts and traders, however, including some of the Kingdom's big customers, were skeptical and said that Saudi output was flat in December. Rising demand with no clear increase in supply from the producer group has been one of the factors pushing Brent toward $100.
For now, technical analysts saw oil as neutral and said Brent was unlikely to breach the 27-month high of $99.20 reached last week.
I
n the United States, oil supplies looked set to improve, with Alaska's main oil pipeline about to restore shipments to its normal rate of 630,000 barrels bpd in the coming days from around 510,000 bpd, after its recent shutdown due to a leak.

Wednesday, January 19, 2011

Headline News 19.01.11

US & GLOBAL 
• Bursa saham AS menguat pada sesi Selasa 18 Januari meskipun rilis laporan keuangan Citigroup yang lemah dan kekhawatiran mengenai CEO Apple ‐ Steve Jobs yang
menderita sakit cukup serius. Investor terfokus pada target kenaikan saham Google, yang akan merilis laporan keuangan akhir pekan ini, dan juga Caterpillar yang baru
akan merilis laporan earning pekan depan. Optimisme pada positifnya rilis earning korporasi telah mengangkat kinerja bursa dalam beberapa minggu terakhir, dimana
S&P500 membukukan kenaikan mingguan beruntun dalam 7‐pekan berturut‐turut. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 50,55 poin atau 0,43% ke 11,837.93, indeks S&P500
<. SPX> menguat 1,78 poin atau 0,14% ke 1,295.02 dan Nasdaq <. IXIC> naik 10,55 poin atau 0,38% ke 2,765.85.
 

• Euro naik ke level tertinggi dalam satu bulan terakhir terhadap dollar AS terdongkrak maraknya pembelian dari bank‐bank sentral Asia dan ditopang sentimen investor
di Jerman. Euro mencapai puncaknya di 1,3467 <EUR=>, meskipun dengan minimnya proyeksi kemajuan pada pertemuan dwi‐harian mengenai krisis hutang Eropa
yang kemudian membebani mata uang tersebut pada akhir sesi New York dan hanya mencatat penguatan 0,66% ke 1,3380.
 

• Sementara itu nilai tukar yuan Cina di pasar spot mencapai level terkuat sejak 2005 silam <CNY=CFXS> menyusul kunjungan tiga hari Presiden Cina Hu Jintao ke AS.
Sementara itu, dollar AS turun 0,1% kelevel 82,62 yen <JPY=> sementara sterling mencapai level tertinggi dalam kurun 8‐pekan terakhir di 1,6060 <GBP=D4> ditopang
naiknya data inflasi Inggris yang melebihi perkiraaan dimana kemudian menaikkan ekspektasi kenaikan suku bunga setidaknya pada sidang BoE Mei mendatang.
 

• Media memberitakan dukungan dari pembelian obligasi Uni‐Eropa oleh institusi asal Timur Tengah telah membantu mengangkat kinerja euro yang tercatat anjlok ke
level terendah dalam kurun 4‐bulan terakhir dilevel 1,29 pada pekan lalu. Sementara itu Menteri Keuangan Rusia Alexei Kudrin mengatakan bahwa negara tersebut
mendukung upaya zona euro untuk mengakhiri krisis utang dan menyatakan kemungkinan akan membeli obligasi baru European Financial Stability Facility (EFSF).
Pemerintah Jepang juga telah menyatakan minatnya untuk obligasi baru dari EFSF tersebut, sementara Cina mengatakan akan membeli utang pemerintah zona euro
seperti Yunani, Portugal dan Spanyol.
 

• Harga emas berhasil menguat menyusul naiknya permintaan fisik dari Asia dan melemahnya dollar AS. Pedangan emas asal Cina dilaporkan marak melakukan
pembelian emas batangan menjelang libur Tahun Baru Imlek pada awal Februari. Emas juga mendapat sokongan dari melemahnya nilai tukar dollar AS terhadap euro
meskipun mata uang tunggal Uni‐Eropa tersebut masih memiliki banyak faktor yang membebani kinerjanya kedepan. Harga spot emas <XAU=> naik 0,2% kelevel
1,367.80 USD per troy ounce, sementara harga spot perak <XAG=> naik 1,7% ke 28,75 USD per ounce.
 

• Harga minyak AS <CLc1> turun 0,27% kelevel 91,29 USD per barel setelah adanya pernyataan dari petinggi IEA bahwa sebenarnya beberapa anggota OPEC diam‐diam
menaikkan produksi minyaknya meskipun disisi lain tetap meyakinkan bahwa suplai ke pasar masih tercukupi. Sementara itu pengiriman minyak melalui rute pasokan
utama Amerika Utara, yaitu jalur pipa Trans‐Alaska, telah kembali dimulai.
 

• Outlook (Rabu, 19/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka menguat terinspirasi kenaikan bursa saham Wall Street yang kembali menorehkan rekor
tertinggi tahunannya. Saham‐saham Asia juga akan terdongkrak kenaikan harga komoditas dunia, membaiknya sentimen pada kondisi hutang Uni‐Eropa dan rilis
earning korporasi AS yang meningkat.
 

• Pada sesi ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis earning dari perusahaan‐perusahaan ternama asal AS yang didominasi perusahaan sektor keuangan, dimana
diantaranya adalah laporan earning Q4 untuk Goldman Sachs, Northern Trust, US Bancorp dan Weels Fargo. Investor juga akan mengamati hasil dari pertemuan
Presiden Cina Hu Jintao dan Presiden AS yang diharapkan akan membahas masalah‐masalah yang berkaitan dengan perkembangan nilai kurs dan perdagangan antara
kedua negara.

Gold firm on physical demand, platinum at 30-month high

SINGAPORE | Tue Jan 18, 2011 9:22pm EST

SINGAPORE (Reuters) - Spot gold prices firmed a touch on Wednesday, supported by steady physical demand in Asia and strength in the euro currency, while platinum hit a 30-month high on the improved economic outlook.

FUNDAMENTALS

* Spot gold rose by 0.4 percent to $1,372.6 an ounce by 0056 GMT.
* U.S. gold futures gained 0.3 percent to $1,372.
* Spot platinum rose to $1,832 an ounce, its highest since July 2008, before easing to $1,830.74.
* Strong data from Germany sent the euro to a one-month high on Tuesday, and the single currency stood on a firm footing. The dollar index .DXY edged lower.
* German investors are increasingly optimistic about the economy and half expect higher interest rates by July, a survey showed, highlighting the two-speed euro zone recovery and the dilemma it creates for the ECB.
* Holdings in the SPDR Gold Trust, the world's largest gold-backed exchange-traded fund, fell 2.428 tonnes to 1,256.897 tonnes by Jan 18.
* Holdings in the iShares Silver Trust, the world's largest silver-backed exchange-traded fund, fell more than one percent to 10,585.95 tonnes by Jan 18, lowest since early November.
* Spot silver rose by nearly one percent to $29.11.

MARKET NEWS

* U.S. stocks gained on Tuesday, overcoming weak Citigroup results and concerns circling Apple after news of Chief Executive Steve Jobs' medical leave. .

Tuesday, January 18, 2011

Headline News 18.01.11

US & GLOBAL
 

• Euro melemah terhadap mata uang utama dunia lainnya menyusul pudarnya harapan akan peningkatan pendanaan untuk bailout kawasan Uni‐
Eropa. Ketidakpastian tentang apakah Jerman akan mendukung peningkatan kapasitas pinjaman efektif dana penyelamatan, yang dikenal sebagai
the European Financial Stability Facility (EFSF), memberikan tekanan pada euro menjelang pertemuan para menteri keuangan zona euro di Brussels
‐ Belgia. Euro terakhir diperdagangkan pada level 1,3290 <EUR=>, turun 0,65% setelah sempat mencetak harga terendah di 1.3243.
 

• Sementara itu pemerintah Spanyol pada hari Senin membatalkan lelang obligasi pada akhir pekan ini dan lebih memilih untuk menerbitkan obligasi
sindikasi, hal tersebut menambah kekhawatiran pada pelaku pasar dan membebani kinerja euro.
 

• Dollar AS tercatat menguat terhadap mata uang utama dunia di level 79,32 <DXY.>, dalam sesi perdagangan dengan volume tipis seiring libur
nasional AS. Dollar AS tercatat turun terhadap yen kelevel 82,60 yen <JPY=>. Yen juga menguat 0.94% terhadap euro ke 109,91 yen <EURJPY=R>.
Sementara itu sterling tercatat menguat kelevel tertinggi selam 8‐pekan terakhir terhadap dollar AS didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga
menjelang Juni 2011 mendatang.
 

• Harga emas dunia terakhir diperdagangkan di kisaran level 1360 USD per troy ounce, bertahan secara stabil dilevel tersebut setelah anjlok lebih
dari 4% setelah penguatan tajamnya menjelang awal tahun 2011. Pelemahan mana sebelumnya dimotori oleh menguatnya optmisme akan outlook
ekonomi AS dan menguatnya nilai tukar dollar AS yang kemudian berdampak pada penurunan minat terhadap aset berstatus safe‐haven termasuk
emas.
 

• Harga minyak dunia melemah pada perdagangan awal pekan ini setelah adanya jaminan dari petinggi OPEC bahwa suplai minyak dunia cukup dan
cadangan minyak dunia akan meningkat pada semester pertama tahun 2011 ini. Harga minyak ICE Brent London untuk pengiriman Maret <LCOc1>
tercatat melemah 50 sen kelevel 97.88 USD per barel, sementara US Crude untuk pengiriman Februari <CLc1> turun 36 sen kelevel 91.18 USD per
barel. Sekretaris Jenderal OPEC – Abdullah al‐Badri pada surat kabar Austria menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya semestinya dalam
menanggulangi kekurangan suplai minyak di pasaran, namun sebaliknya tidak akan melakukan intervensi jika kenaikan harga merupakan akibat
dari spekulasi para investor belaka.
 

• Outlook (Selasa, 18/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka melemah dengan mengikuti pelemahan perdagangan bursa pada sesi
Asia akibat langkah pemerintah Cina melakukan langkah‐langkah mengendalikan tekanan inflasi. Dengan minimnya inspirasi dari bursa Wall Street
yang tutup seiring libur nasional Martin Luther King, Jr. day.
 

• Pada sesi ini pelaku pasar akan mengamati sejumlah rilis earning dari perusahaan‐perusahaan ternama asal AS dimana diantaranya adalah laporan
earning Q1 untuk Apple Inc. yang diperkirakan akan semakin meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kemudian rilis
earning Citigroup untuk Q4 yang juga diperkirakan mengalami peningkatan, namun disisi lain Western Digital diperkirakan merilis earning yang
lebih muram dibandingkan data sebelumnya.

Oil down as dollar rises, Alaska pipeline restarts

LONDON/NEW YORK | Mon Jan 17, 2011 3:38pm EST
 

(Reuters) - Minyak tergelincir pada hari Senin setelah dolar menguat dan minyak pipa Alaska utama kembali beroperasi penuh setelah lebih dari seminggu, sedangkan laporan OPEC mengatakan pasar tetap baik disediakan.
 
Harga turun lebih dari 0,5 persen, terbesar drop mereka satu hari sejak sebelum kebocoran memaksa penutupan sementara laras 640.000 per hari Alaska (bpd) Trans Pipeline System pada tanggal 8 Januari membantu mendorong minyak mentah Brent untuk hampir $ 100 per barrel untuk pertama kalinya sejak bulan Oktober 2008 di tengah-tengah krisis keuangan.
 
Operator dari (km 1.280-) 800-mil garis ulang garis pada Senin dan mengatakan itu harus mencapai 500.000 barel per hari dalam waktu 24 jam.
"Kami melihat akhir dukungan luar biasa karena pasokan gangguan pada pipa ini, dan juga cuaca menjadi jauh lebih hangat daripada biasanya baik di Eropa maupun di Amerika Serikat bagian tengah dan timur Jadi kita kehilangan beberapa dukungan dari suhu dingin., "kata Christophe Barret, analis minyak di bank Perancis Credit Agricole.
 
Minyak mentah AS untuk Februari, yang hanya yang diperdagangkan secara elektronik karena hari libur Martin Luther King publik AS, diperdalam kerugian sebelumnya turun sebesar 52 sen menjadi $ 91,02 per barel pada 03:05 EST. ICE Brent untuk Maret turun 92 sen menjadi $ 97,46, meskipun volume perdagangan hanya setengah norma tersebut.

Penyebaran antara dua kontrak berjangka telah menyempit sejak kontrak ICE Brent untuk Februari berakhir pada hari Jumat. Pada satu titik pada hari Jumat, spread antara dua kontrak Februari mencapai lebih dari 8,00 $ per barel, terluas dalam 23 bulan.
 
OPEC UNFAZED 
 
Dalam laporan bulanan pada kondisi pasar, OPEC mempertahankan pandangannya bahwa konsumen memiliki cukup minyak, menyalahkan jangka-up harga di awal awal cuaca musim dingin dan peningkatan arus investasi ke komoditas.
 
Organisasi Negara Pengekspor Minyak meningkatkan minyak dunia proyeksi permintaan pertumbuhan dengan 50.000 barel per hari (bpd) menjadi 1,23 juta bph pada tahun 2011, dan mengatakan pasar minyak dunia masih juga disediakan dan persediaan harus membangun pada semester pertama tahun ini.
 
Menteri Minyak UEA mengatakan fluktuasi harga tidak khawatir: "Harganya terus naik turun dan aku bisa mengatakan untuk saat ini adalah bahwa kita bahagia," kata Mohammed al-Hamli kepada wartawan.
Al Hamli mengatakan pasar dengan baik dan harga yang diberikan mencerminkan kondisi pasar.
Namun kepala Badan Energi Internasional, Nobua Tanaka, mengatakan pada hari Senin harga minyak mengkhawatirkan pada level saat ini dan akan berdampak negatif.
 
Sekjen OPEC Abdullah al-Badri mengatakan kepada sebuah koran Austria yang, sementara organisasi ini siap untuk bertindak untuk mengatasi kekurangan pasokan di pasar minyak, tidak akan campur tangan jika harga didorong oleh spekulasi.
Pada tahap ini, output yang lebih tinggi tidak akan batang kenaikan harga minyak, sebagai menaiki didorong oleh permintaan meningkat di negara-negara berkembang, chief executive minyak utama Perancis Total (TOTF.PA) Christophe de Margerie kepada Reuters pada hari Minggu.
 
Harga minyak juga dirusak pada hari Senin oleh keuntungan sederhana dalam dolar AS dan kelemahan di pasar ekuitas, terutama Cina, di mana Shanghai Composite Index SSEC. ditutup turun lebih dari 3 persen.

Monday, January 17, 2011

Headline News 17.01.11

US & GLOBAL
 

• Penguatan saham‐saham perbankan berhasil mengangkat kinerja indeks S&P500 yang mencatat kenaikan 7‐pekan berturut‐turut menyusul laporan keuangan
JPMorgan yang menggembirakan. Kenaikan saham‐saham keuangan berhasil menutupi laporan data retail sales AS untuk bulan Desember yang dirilis dibawah
perkiraan dan turunnya sentimen konsumen akibat lonjakan harga energi. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 0,47% ke 11,787.38, indeks S&P500 <. SPX> naik 0,74% ke
1,293.24 sementara Nasdaq <. IXIC> naik 0,73% ke 2,755.30. Dalam sepekan terakhir, Dow Jones tercatat naik 1%, S&P500 menguat 1,7% dan Nasdaq naik 1,9%.
 

• Euro mencatat performa mingguan terbaik dalam kurun 1‐1/2 tahun terakhir, dan diperkirakan akan melanjutkan penguatannya dalam sepekan berikutnya sebagai
dampak positif dari kesuksesan lelang obligasi Uni‐Eropa yang meredakan kekhawatiran akan krisis kredit di kawasan tersebut. Euro tercatat menguat 3,8% dalam
sepekan terakhir ke 1,3374, mendekati level key resistance di 1,35. Turut mendukung kinerja euro adalah naiknya jumlah cadangan devisa Cina sebesar 199 miliar USD,
dimana diperkirakan minimal 15 miliar USD akan ditempatkan pada aset‐aset di Eropa untuk menjaga stabilitas alokasi portofolio Beijing.
 

• Harga emas turun 1% pada Jumat akhir pekan lalu mencetak performa dwi‐mingguan terburuk dalam 1‐tahun terakhir setelah langkah pemerintah Cina yang
memperketat rasio modal perbankan sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi. Emas juga terdesak memudarnya permintaan pada aset safe‐haven seiring
menguatnya outlook ekonomi global. Emas biasa digunakan sebagai piranti lindung nilai terhadap inflasi, performa emas mendapat dukungan dari tingkat suku bunga
rendah bank sentral global. Harga spot emas <XAU=> turun % ke 1,359.50 USD per troy ounce. Dalam dua minggu pertama 2011, emas mencatat pelemahan sebesar
4,3%.
 

• Sementara itu harga minyak mentah Brent London naik di atas 99 USD per barel pada Jumat 14 Januari, kenaikan tersebut turut mengangkat harga minyak AS
meskipun China memperketat kredit. Harga minyak ICE Brent crude untuk Februari <LCG1> naik 62 sen kelevel 98,68 USD per barel, penutupan tertinggi sejak 26
September 2008. Sedangkan harga minyak mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> naik 14 sen atau 0,05% kelevel 91,54 USD per barel.
 

• Outlook (Senin ‐ Jumat, 17‐21/Jan./2011) : Dalam sepekan kedepan pelaku pasar akan mengamati serangkaian rilis data dari Cina dan AS yang diperkirakan akan
melengkapi optimisme pelaku pasar pada pemulihan ekonomi global. Namun patut diamati apakah pemulihan ekonomi AS masih terjaga, investor akan memastikan
kondisi tersebut pada rilis data laporan manufaktur dan leading indicator AS, meskipun terdapat ancaman pada masih lemahnya data‐data sektor perumahan.
Sementara itu Cina akan merilis data GDP kuartal keempat 2010, industrial production dan tingkat inflasi.
 

• Sementara itu akan disoroti juga pertemuan menteri‐menteri keuangan Uni‐Eropa untuk meningkatkan besaran dana yang dapat digunakan dalam mekanisme
bantuan bailout. Jika akhirnya tercapai konsensus pada ekspansi the European Financial Stability Facility ataupun disetujuinya paket pembelian kembali obligasi
pemerintahan kawasan Uni‐Eropa dari pasar sekunder, maka faktor‐faktor tersebut akan menambah optimisme pelaku pasar.
 

• Dalam sepekan ini pelaku pasar akan mengamati laporan earning dari perusahaan AS dan Eropa, seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup,
General Electric, Wells Fargo dan Google. Jika laporan keuangan perusahaan‐perusahaan tersebut membaik maka akan meningkatkan minat investor pada aset
beresiko. Pasar keuangan AS akan ditutup pada hari Senin sehubungan libur nasional Martin Luther King Jr Day.

Gold rebounds from sharp fall after China move

SINGAPORE | Sun Jan 16, 2011 7:47 pm EST
 
SINGAPURA (Reuters) - Emas rebound sedikit pada hari Senin dari jatuh satu persen pada sesi sebelumnya, setelah Cina lebih memperketat kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi, dan kepemilikan di-diperdagangkan-didukung dana pertukaran emas terus jatuh.
 



FUNDAMENTAL
 
* Spot gold gained 0.2 percent at $1,363.05 an ounce by 0022 GMT, after falling to a one-week low of $1,354.99 in the previous session. 
* Emas berjangka AS turun 1,8 persen menjadi $ 1,362.3.
* Bank sentral China menaikkan cadangan pemberi pinjaman yang diperlukan pada hari Jumat untuk keempat kalinya hanya dalam waktu dua bulan, meningkatkan memerangi inflasi telah berjanji akan menjadi prioritas utama untuk tahun yang bersangkutan.
* Zona euro menghadapi tekanan harga jangka pendek yang dapat berlama-lama, Bank Sentral Eropa mengatakan pada hari Kamis, menunjukkan hal itu bisa menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi bahkan ketika blok ini dicekam krisis utang.
* Ekonomi AS masih memerlukan dukungan dari Federal Reserve, bahkan jika prospek pertumbuhan muncul lebih kencang, atas Fed pejabat mengatakan Jumat.
* Holdings di SPDR Gold Trust, dana terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung, jatuh ke 1,259.325 nada oleh Jan 14 dari 1,265.093 ton pada 13 Jan. Mereka telah jatuh sekitar satu persen selama seminggu terakhir.
 
MARKET NEWS BERITA PASAR
 
* S & P 500 berakhir satu minggu langsung ketujuh keuntungan dengan dipimpin rally bank-tengah volume sehat setelah hasil yang menggembirakan keuangan dari JPMorgan.
* Indeks dolar. DXY mantap pada hari Senin, setelah jatuh ke dua minggu rendah pada hari Jumat pada data mengecewakan sentimen konsumen AS.
 
DATA/EVENTS DATA / KEJADIAN
Jepang Konsumen confid.  indeks
Laporan Bulanan OPEC pasar AS libur
 
RELATED NEWS BERITA TERKAIT
 
US retail sales rise modestly, core prices tame
Bank memimpin S & P 500 untuk 7 minggu keuntungan Wall St.
Pejabat Fed mengatakan belum waktunya untuk menghapus stimulus.
Naiknya harga bensin asam mood konsumen AS.
Zona Euro terbagi atas rencana krisis sebelum pertemuan.
AS-China KTT harus memberikan hasil yang nyata-Clinton.
Cina meningkatkan cadangan bank; lebih pengetatan terlihat.
Inflasi zona Euro dikonfirmasi atas target ECB.
Brent skala $ 99 sebelum kadaluwarsa, minyak US naik .
Jerman untuk kenaikan 2011 kertas ramalan-pertumbuhan.
UK factory gate inflation speeds up. 
 

Friday, January 14, 2011

Headline News 14.01.11

US & GLOBAL
 

. Bursa saham AS ditutup melemah terdesak penurunan saham produsen obat]obatan Merck dan penurunan harga komoditas dunia yang menekan saham]saham
perusahaan sumber daya alam. Namun, indeks S&P500 berhasil membukukan kenaikan kelevel tertinggi dalam kurun 28]bulan terakhir karena investor melihat tren
penguatan indeks masih berlanjut ditingkahi ekspektasi pada earning korporasi yang semakin membaik.
 

. Data jobless claims AS pekan lalu tercatat naik kelevel tertinggi sejak Oktober 2010 silam dan naiknya harga energi dan makanan mengangkat harga di tataran produsen
pada bulan Desember. Sementara itu ekspor naik ke level tertinggi dalam 2]tahun terakhir yang membantu mempersempit defisit perdagangan AS pada bulan
November. Indeks Dow Jones <.DJI> turun 23,54 poin atau 0,20% ke 11,731.90, indeks S&P500 <SPX.> anjlok 2,20 poin atau 0,17% ke 1,283.76 dan Nasdaq <. IXIC> turun
2,04 poin atau 0,07% ke 2,735.29.
 

. Euro mencatat performa harian terbaik dalam 6]bulan terakhir terhadap dollar AS dan kenaikan euro diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek kedepan
menyusul suksesnya lelang obligasi Spanyol dan Portugis dan pernyataan kepala ECB tentang keprihatinan pada tekanan inflasi. Euro <EUR=> naik 1.68% kelevel setinggi
1.3350 setelah sempat naik ke 1,3383. Terdapat rumor yang berkembang bahwa kenaikan euro antata lain ditopang maraknya pembelian dari bank sentral kawasan Asia.
Euro naik ke tertinggi satu bulan terhadap Swiss franc ke 1,2885 <EURCHF=> menjelang pertemuan darurat pemerintah dan perwakilan industri Swiss yang diharapkan
akan membahas dampak dari penguatan nilai tukar franc terhadap industri.
 

. Permintaan yang tinggi pada lelang obligasi Spanyol membantu mengurangi tekanan terhadap kekhawatiran pasar obligasi Uni]Eropa. Dollar AS turun 0,3% ke 82,80 yen
<JPY=> setelah klaim pengangguran AS melonjak ke level tertinggi sejak Oktober mennekan optimisme investor pada ekonomi AS. Dollar Australia kembali naik kelevel
paritas terhadap dollar AS menyusul pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.
 

. Harga emas dunia jatuh menyusul turunnya minat beli pada aset safe]haven akibat suksesnya penjualan obligasi Eropa dan outlook ekonomi AS yang lebih positif
berdasarkan pandangan dari Ketua Federal Reserve Ben Bernanke. Harga perak <XAG=> turun 3,1% menjadi 28,74 USD per ounce, mengikuti penurunan emas,
sementara harga spot emas. <XAU=> turun 0,8% ke 1,376.19 USD per ounce.
 

. Harga minyak dunia melemah terdesak laporan jobless claims yang mengecewakan dan adanya prospek bahwa OPEC akan menaikkan output produksi jika harga minyak
melebihi level 100 USD per barel. Di London, ICE minyak mentah Brent untuk Februari <LCOc1> turun 6 sen ke 98,06 USD per barel, sedangkan harga minyak mentah AS
pengiriman Februari <CLc1> turun 46 sen ke 91,40 USD per barel.
 

. Outlook (Jumat, 14/Jan./2011): Bursa saham Asia kemungkinan akan dibuka beragam dengan kemungkinan tertekan penurunan harga komoditas dunia dan kembalinya
kehati]hatian investor pada kondisi ekonomi AS. Perhatian investor akan tertuju pada serangkaian rilis data ekonomi dari Eropa dan AS serta rilis data inflasi dari Inggris.

Gold bounces higher, euro loses strength

SINGAPORE | Thu Jan 13, 2011 10:46 pm EST
SINGAPURA (Reuters) - Emas rebound pada hari Jumat karena euro meskipun kehilangan kekuatan dari-perkiraan utang lelang-yang lebih baik oleh Spanyol dan Italia, sedangkan pembelian dari toko perhiasan dan investor, yang dikirim premi untuk batang emas tertinggi tahun ke-2, menawarkan dukungan tambahan.
 
Silver juga terpental setelah jatuh lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya, sementara platinum dan paladium diadakan di dekat tertinggi mereka multi-tahun pada prospek permintaan yang lebih dari investor dan sektor industri.
 
Spot gold rose $3.41 to $1,376.16 an ounce by 0312 GMT after trading in a choppy $23 range on Thursday. Bullion struck a lifetime high around $1,430 an ounce in December on fears the euro debt crisis would spread. 
"Kami telah melihat membeli fisik yang kuat di Asia. Itu masih berlangsung," kata Dick Poon, manajer logam mulia pada Heraeus di Hong Kong. "Saya pikir emas mengkonsolidasi sekarang saya masih bullish pada emas dan perak.."
 
US gold futures for February fell $12.2 to $1,374.8 an ounce to track weaker oil prices, but the decline was ignored by players in the cash market. 
Gold bars were offered at premiums of $3 an ounce to spot London prices in Hong Kong, and at $1.5 in Singapore.
Wang Tao, Reuters analis pasar komoditas dan technicals energi, kata emas diperkirakan turun menjadi $ 1,352.30 per ounce, sebagai rebound dari tingkat ini bisa selesai, dan target bullish pada $ 1.407 yang dibatalkan.
 
Euro mengambil nafas pada hari Jumat, tetapi masih di jalur untuk posting performa terbaik mingguan terhadap dolar dalam 20 bulan, sementara pasar ekuitas yang bersemangat dengan Jepang Nikkei mundur dari puncak 8 bulan. <MKTS/GLOB> <MKTS/GLOB>
 
Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet baru panggilan bagi pemerintah zona euro untuk meningkatkan ukuran dan ruang lingkup € 440.000.000.000 mereka ($ 578.200.000.000) dana penyelamatan dan memperingatkan tekanan inflasi jangka pendek di kawasan euro. [nECBNEWS] [NECBNEWS]
Minyak mereda pada hari Jumat, tertekan oleh data AS mengecewakan ekonomi dan prospek OPEC akan meningkatkan output harus harga break diatas $ 100 per barel untuk jangka waktu yang panjang.
 
Dealer Fisik mencatat pembelian dari toko perhiasan di Cina menjelang Tahun Baru Imlek di bulan Februari, di mana sebagian besar pulang ke rumah Cina untuk liburan dan permintaan meningkat perhiasan. Meskipun permintaan dari China dan India konsumen juga atas, emas berjuang untuk meninjau kembali tingkat $ 1.400.
  "Saya pikir semacam likuidasi pada ETF memiliki sedikit dampak pada emas Tapi bargain hunting mendukung harga meskipun beberapa kekecewaan bahwa harga tidak bisa menembus $ 1,400.," Kata seorang dealer di Hong Kong.
 
Dana terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa emas yang didukung, SPDR Gold Trust, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh ke 1,265.093 ton oleh Jan 13 dari 1,271.467 ton pada 11 Jan.
Tapi logam konsultasi GFMS Ltd mengatakan pada hari Kamis emas rally ke rekor tertinggi di atas $ 1.600 per ons akhir tahun ini atau awal 2012 sebagai permintaan bahan bakar kekhawatiran safe haven investasi.
 
Sektor resmi, yang meliputi bank sentral dan otoritas moneter, mengayunkan ke pembelian bersih tahun lalu untuk pertama kalinya sejak tahun 1988, sebagai tambahan membeli di pasar negara berkembang lebih dari diimbangi penjualan emas oleh bank sentral Eropa, GFMS mengatakan dalam ketat mengawasi Emas Survei 2010 Update.

Oil off on U.S. data but OPEC eyed as $100 in sight

NEW YORK | Thu Jan 13, 2011 5:40 pm EST  
NEW YORK (Reuters) - Minyak tergelincir pada hari Kamis karena pasar ditimbang mengecewakan AS data klaim pengangguran dan prospek OPEC akan meningkatkan output harus harga break diatas $ 100 per barel untuk jangka waktu yang panjang.

Sebuah delegasi dari negara anggota OPEC Teluk mengatakan OPEC hanya akan mengadakan pertemuan darurat jika minyak semburan ke angka tiga dan tinggal di sana, meskipun anggota kelompok Teluk informal dapat menambah pasokan jika diperlukan.
 
Minyak mentah Brent rally mendekati $ 99 per barel awal pekan ini, meningkatkan kekhawatiran itu bisa pecah $ terakhir 100, yang mendorong biaya bahan bakar dan mengancam pemulihan ekonomi yang rapuh.
Klaim pengangguran AS mingguan manfaat awal menunjukkan peningkatan terbesar mereka dalam enam bulan, menunjukkan bahwa, bahkan dengan tanda-tanda baru dari perbaikan ekonomi, pasar tenaga kerja cat gambaran suram untuk permintaan.
 
Data membantu menyeret turun pasar saham, bahkan sebagai Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan dia berharap tentang perbaikan terbaru dalam pandangan, mengatakan ia sekarang berharap ekonomi untuk memperluas antara 3 persen dan 4 persen tahun ini.
 
In London, ICE Brent crude for February berakhir turun 46 sen pada $ 91,40, jatuh sebagai Wall Street melemah pada laporan pekerjaan, setelah mencapai sesi tinggi $ 92,37.
Dalam perdagangan pasca-penyelesaian akhir, minyak mentah Brent naik 36 sen menjadi $ 98,48 per barel sementara minyak mentah AS anjlok US $ 1,00 sampai $ 90,86.
 
Penyebaran antara dua nilai pelebaran sebanyak, 7,66 $ premi terluas kelas London telah diadakan untuk minyak AS sejak Februari 2009. Premi Bahwa melebar minggu ini di tengah kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah terikat Brent, patokan untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika crudes.
Trading volatile, setelah permukiman mencapai tertinggi 27 bulan di kedua sisi Atlantik pada hari Rabu, menjelang berakhirnya Februari Brent berakhir dan pelepasan kebanyakan indikator ekonomi AS dijadwalkan pada hari Jumat.

"Kompleks (energi) menyerah pada beberapa kelemahan dalam ekuitas hari ini dan angka pengangguran yang berhubungan kurang baik saat mengangkat bahu dari dukungan lain pop kuat di euro," kata Jim Ritterbusch, presiden di Ritterbusch & Associates, di Galena, Illinois.

 
EYES ON OPEC EYES ON OPEC
   
Sebuah delegasi dari negara anggota OPEC Teluk mengatakan OPEC hanya akan mengadakan pertemuan darurat jika minyak naik diatas $ 100 dan tinggal di sana, meskipun anggota kelompok Teluk informal dapat menambah pasokan jika diperlukan.
 
"OPEC hanya akan memiliki rapat luar biasa jika harga minyak melebihi $ 100 dan tinggal di sana. Kami tidak ingin pasar panik," kata delegasi Reuters.
Prospek minyak melanggar $ 100 per barrel, yang terakhir menyentuh pada Oktober 2008 setelah Lehman Brothers runtuh, telah meningkatkan lonceng alarm tentang dampak biaya bahan bakar pada pemulihan ekonomi.
 
Top eksportir Arab Saudi telah mengatakan itu nikmat harga minyak antara $ 70 sampai $ 80 per barel, tetapi atas minyak Libya resmi pada hari Kamis mengatakan, harga minyak di $ 100 per barrel tidak akan merugikan ekonomi dunia dan tidak perlu bagi OPEC untuk mengadakan pertemuan darurat atau menambah pasokan.

DATA EKONOMI
 
Laporan ekonomi menunjukkan kesenjangan perdagangan AS menyempit pada bulan November dan harga produsen meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember.
Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke mengatakan ekonomi bangsa harus tumbuh sekitar 3 persen sampai 4 persen tahun ini, klip sehat daripada 2010, tapi tidak cukup untuk menurunkan pengangguran sebanyak pembuat kebijakan inginkan.
 
Kekhawatiran pasokan dari awal pekan ini berkurang karena produksi minyak Alaska mulai bangkit sebagai pipa minyak mentah negara dilanjutkan arus minyak pada 400.000 bpd, tingkat normal sekitar dua-pertiga, setelah itu ditutup karena adanya kebocoran pada hari Sabtu.
Jalur ini akan menutup kembali selama 36 jam pada akhir pekan sehingga bypass bisa dibangun untuk memungkinkan arus untuk meningkatkan ke tingkat normal.
 

Thursday, January 13, 2011

Headline News 13.01.11

US & GLOBAL
 

• Bursa saham AS ditutup menguat menyusul mengendurnya kekhawatiran pada kondisi utang Eropa yang meningkatkan minat pada aset beresiko, kenaikan
saham‐saham di Wall Street juga ditopang menguatnya saham perbankan dan saham yang terkait dengan komoditas. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 83,48 poin
atau 0,72% ke 11,755.36, S&P500 <. SPX> naik 11,47 poin atau 0,90% ke 1,285.95 sementara Nasdaq <. IXIC> naik 20,50 poin atau 0,75% ke 2,737.33.
 

• Euro kembali menguat terhadap dollar AS meskipun kenaikan tersebut diperkirakan hanya akan berlangsung semenrara karena penjualan obligasi Portugal
gagal untuk menuntaskan kekhawatiran atas prospek pendanaan dari negara‐negara kawasan Uni‐Eropa. Lelang obligasi Portugal berjalan cukup sukses,
namun para analis mengatakan hasil lelang tersebut belum mengubah pandangan bahwa pemerintah Lisbon akan terus mengalami kesulitan pendanaan dan
akan beralih untuk mendapatkan bailout dari Uni‐Eropa dan IMF.
 

• Euro <EUR=> tercatat menguat 1,2% kelevel 1,3133 setelah sempat menguat hingga 1,3138. Terhadap yen, euro naik 0,9% ke 108,93 yen <EURJPY=>.
Sementara itu dollar AS turun 0,3% ke 82,96 <JPY=> yen. Euro juga tercatat menguat 0.45% ke level 1.2689 terhadap Swiss franc setelah anggota SNB Thomas
Jordan menyatakan terdapat prospek perlambatan ekonomi Swiss pada 2011, meskipun pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada
dikisaran 1,5%.
 

• Harga emas dunia naik kelevel tertinggi dalam kurun 1‐pekan terakhir menyusul anjloknya dollar AS terhadap euro. Ekspektasi akan tercapainya kesepakatan
untuk sebuah paket komprehensif penanganan krisis Uni‐Eropa dalam dua bulan mendatang meredam permintaan pada aset‐aset safe haven. Harga spot
emas <XAU=> naik 0,5% ke 1,386.95 USD per troy ounce, setelah sempat mencapai harga tertinggi di 1,388.90 USD per troy ounce.
 

• Sementara itu harga minyak dunia melonjak akibat penghentian produksi, anjloknya cadangan minyak AS dan naiknya permintaan yang mendorong penguatan
minyak mentah Brent mendekati 100 USD per barel untuk pertama kalinya sejak 2008. Harga minyak Brent London <LCOc1>, yang merupakan patokan untuk
harga minyak Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, naik 51 sen menjadi 98,12 USD per barel, setelah sempat menyentuh level 98,85 USD per barel. Harga minyak
Brent crude merupakan patokan yang kuat untuk minyak mentah AS <CLc1> yang tercatat menguat 75 sen kelevel tertinggi dalam 27‐bulan terakhir di 91,86
USD per barel.
 

• Outlook (Kamis, 13/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka menguat seiring suksesnya lelang obligasi Portugal yang sedikit meredakan
kekhawatiran tentang krisis utang zona euro. Kenaikan saham‐saham komoditas juga akan mendukung kinerja saham global.
 

• Sentimen terhadap mata uang tunggal zona euro masih cukup suram di tengah bertahannya kekhawatiran bahwa masalah pembiayaan utang Portugal dan
Spanyol dapat menyebar ke negara lain dimana Belgia menjadi kandidat selanjutnya ditengah ketidakstabilan politik negara tersebut. Perhatian pelaku pasar
saat ini beralih ke lelang obligasi Spanyol dan Italia yang akan berlangsung pada sesi Kamis 13 Januari ini. Para analis memperkirakan penjualan obligasi kedua
negara tersebut tidak akan mengalami rintangan berarti, meskipun diperkirakan akan dijual dengan harga yang tinggi. Pelaku pasar juga akan mengamati
sidang ECB untuk melihat upaya lanjutan dari bank sentral guna membantu mengurangi tekanan terhadap obligasi Uni‐Eropa.

Fed says economy, jobs outlook improving

WASHINGTON | Wed Jan 12, 2011 3:02pm EST
WASHINGTON (Reuters) - The U.S. economy strengthened as the year drew to a close, according to a report from the Federal Reserve on Wednesday that cited rising employment levels across the country.

The Fed's Beige Book report, based on anecdotal reports collected from the business contacts of the central bank's regional branches, painted an increasingly bright, if cautious, picture.
 While real estate markets, at the heart of the deepest recession in generations, remained predictably weak, manufacturing contacts sounded more upbeat.

The Fed reported better conditions across all 12 of its districts, though banking and financial services showed results that varied by region.
"Economic activity continued to expand moderately from November through December," the central bank said in a statement.

The findings were consistent with a recent pick-up in U.S. economic data that has prompted some economists to beef up their forecasts for growth in the first half of 2011.
The U.S. economy grew 2.6 percent in the third quarter, a level considered too meek to put a significant dent in the nation's 9.4 percent jobless rate.

Against that backdrop, the Fed announced in November it would buy an additional $600 billion in bonds over an eight month period in order to support the recovery by keeping long-term borrowing costs low.
Market interest rates have risen sharply since then despite the purchases, though policymakers have argued they might have risen even further without Fed action.
The improvement in conditions in the Beige Book report strengthens the case, made both by some top Fed officials and outside economists, that the latest round of bond-buying might not be necessary.

Fed Chairman Ben Bernanke, however, has argued that the economy is running so far beneath its full potential that it continues to need help from the monetary authorities.
The central bank has cited both weak employment conditions and very low inflation readings to justify its actions.

Wednesday, January 12, 2011

Headline News 12.01.11

AS & GLOBAL :
 

. Saham]saham energi menyokong kinerja Dow Jones dan S&P500 untuk mengakhiri pelemahan beruntun dalam 3]sesi terakhir, meskipun investor
mengalami kekhawatiran akan ancaman kenaikan bahan bakar yang potensial melemahkan pertumbuhan ekonomi. Laporan earning dari perusahaanperusahaan
kecil termasuk Lennar homebuilder dan Sears Holdings, turut mendukung kinerja bursa namun volume perdagangan masih rendah dan
memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan rally bursa untuk jangka panjang. Alcoa Inc membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi
meskipun saham produsen aluminium tersebut turun 1% pada sesi Selasa 11 Januari. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 34,43 poin atau 0,30% ke
11,671.88, indeks S&P500 <. SPX> naik 4,73 poin atau 0,37% ke 1,274.48 dan Nasdaq <. IXIC> naik 9,03 poin atau 0,33% ke 2,716.83.
 

. Pekan depan menteri]menteri keuangan Eropa dijadwalkan akan membahas peningkatan kapasitas pinjaman efektif untuk dana penyelamatan
keuangan Uni]Eropa, menyusul penolakan bailout dari pemerintah Portugal. Sementara itu Jepang, mengikuti jejak Cina, berjanji akan membeli
obligasi zona euro bulan ini untuk membantu stabil mata uang tunggal eropa tersebut.
 

. Euro berhasil menguat dari pelemahan tajamnya yang telah berlangsung dalam 5]sesi terakhir, seiring adanya spekulasi pejabat zona euro dapat
meningkatkan kapasitas kredit efektif dana penyelamatan blok dan adanya peningkatan pembelian obligasi Portugal oleh Bank Sentral Eropa ] ECB.
Euro naik mendekati level 1,30 pada akhir sesi New York meskipun analis memperingatkan euro masih potensial tren penurunan akibat besarnya
kekhawatiran atas jadwal penerbitan obligasi oleh negara]negara Eropa pekan ini. Euro tercatat naik 0,2% ke 1,2980 <EUR=>. Kinerja euro akan
mendapat sebuah tes penting pada sesi Rabu 12 Januari dimana Portugal dijadwalkan akan melelang obligasi senilai 1,25 miliar euro yang akan
memberikan sinyal apakah negara tersebut akan mampu menggalang dana di pasar obligasi atau akan terpaksa mendapatkan bailout.
 

. Dollar AS naik 0,6% ke 83,22 yen <JPY=> seiring optimisme akan ekonomi AS akhir]akhir ini yang membantu mengangkat imbal hasil obligasi.
Sementara itu Swiss franc berlanjut melemah terhadap dollar AS akibat meningkatnya kekhawatiran tentang dampak dari penguatan nilai tukar franc
pada perekonomian domestik. Dollar tercatat naik 0.57% terhadap Swiss franc kelevel tertinggi dalam satu bulan terakhir di 0,9785 franc.
 

. Harga emas dunia naik mengiringi kenaikan harga minyak dunia seiring semakin besarnya kekhawatiran atas krisis utang Uni]Eropa yang menaikkan
minat beli pada aset safe haven. Harga spot emas <XAU=> naik 0,6% ke 1,382.90 USD per troy ounce. Harga perak <XAG=> naik 1,7% ke 29,54 USD per
ounce. Penurunan harga emas akhir]akhir ini telah mendorong permintaan fisik di India dan Cina, dimana konsumen mulai memborong emas
menjelang Tahun Baru Imlek awal Februari, mendorong naiknya premi untuk emas batangan ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir.
 

. Harga minyak AS melonjak 2% diatas 91.33 USD per barel menyusul ditutupnya dua ladang minyak di Laut Utara memicu kekhawatiran akan pasokan
minyak setelah adanya penutupan pipa utama minyak mentah di Alaska. Dukungan bagi kinerja minyak lebih lanjut berasal dari perkiraan naiknya
heating oil dari the Northeast AS yang merupakan pasar heating oil terbesar dunia yang mulai mempersiapkan adanya badai salju. Harga minyak
mentah AS untuk pengiriman Februari <CLc1> naik 1,86 USD di 91,11 USD per barel.
 

. Outlook (Rabu, 12/Jan./2011): Bursa saham Asia kemungkinan akan dibuka positif ditopang menguatnya bursa saham global ditopang laporan earning
yang solid dan didukung juga oleh komentar positif dari brokerage, sementara investor masih menunggu hasil dari penerbitan obligasi di zona euro.
Sinyal bahwa Eropa masih berjuang untuk mengatasi masalah fiskal diperkirakan masih akan mendasari minat investor pada emas sebagai alternatif
investasi, setelah logam mulia tersebut sempat anjlok pekan lalu dalam performa mingguan terburuk sejak Mei seiring peningkatan data ekonomi AS.

Gold rises on euro debt worries, oil gains

NEW YORK | Tue Jan 11, 2011 4:28pm EST
NEW YORK (Reuters) - Gold prices rose for a second day on Tuesday on a rally in oil and as deepening worries over the severity of the European debt crisis prompted safe-haven buying.

Signs that Europe is still struggling to overcome its fiscal problems highlighted gold's appeal as an alternative investment, after the metal notched its biggest weekly decline since May last week on improving U.S. economic data.

European finance ministers will discuss increasing the effective lending capacity of their financial rescue fund next week, as Portugal defied pressure to seek a bailout. Japan, following in the footsteps of China, promised to buy euro zone bonds this month to help steady the single currency.

"Even though Japan is getting in the fray, the euro really hasn't been able to manage a recovery. It highlights the fact that there is a crisis and there will be further problems," said Bill O'Neill, managing partner at commodities firm LOGIC Advisors.
O'Neill also cited oil's surge as a factor behind the rise in gold. U.S. crude futures rallied 2 percent to settle above $91 a barrel on output disruptions and colder weather. Gold is often viewed as a hedge against inflation.

Spot gold rose 0.6 percent to $1,382.90 by 3:12 p.m. EST, while U.S. gold futures for February delivery settled up $10.20 at $1,384.30. The metal is about 4 percent off December's record high of $1,430.95.
Silver rose for a second session, up 1.7 percent on the day at $29.54 an ounce.
COMEX gold futures volume rose more than 5 percent above its 30-day average, but silver was about 25 percent lower, preliminary Reuters data showed.

Gold's recent price decline has spurred demand in India and China, a top bullion consumer ahead of the Lunar New Year in early February, pushing premiums for gold bars to their highest in two years.
China's inflation raced to a 28-month high of 5.1 percent in November, and it is unclear whether policy steps the government is taking will calm prices, benefiting gold.

After several weeks of almost unrelenting outflows, some of the larger exchange-traded funds backed by physical gold have also seen a pick-up in investor demand, despite the decline in the euro, which would normally erode appetite for gold.
The world's largest gold-backed exchange-traded fund, SPDR Gold Trust, said its holdings rose for the first time since mid-December to 1,272.682 tonnes by January 10.

EURO ZONE DEBT CRISIS

Gold rose as the euro climbed on talk of increased Portuguese bond buying by the European Central Bank, but it struggled to hold session peaks given nervousness over a heavy schedule of debt issuance by southern European countries this week.

Concerns in the fixed-income markets over the likelihood of an international bailout for Portugal, which would be the third in a year after the rescues of Greece and Ireland, have undermined investor confidence and given gold a boost.

The focus this week is on whether Lisbon will be able to raise funds in the debt market on Wednesday, or be forced to turn to the European Union and International Monetary Fund for financial aid.
Gold, which rose 30 percent last year, has been a key beneficiary of investor concern over the fallout from the euro zone debt crisis.

"Where you have governments that are overindebted and need to get themselves out of that problem ... they can try to inflate their way out of difficulty, which is where you'd want to be holding gold instead, or can go down a route of fiscal retrenchment," Natixis commodities analyst Nic Brown said.
Improved U.S. auto sales and ongoing supply worries lifted platinum group metals, which are largely consumed in autocatalysts.

Platinum rose for a fourth consecutive day, up 1.6 percent at $1,765.50 an ounce, while palladium gained 4 percent, up for a second day, at $780.

Tuesday, January 11, 2011

Headline News 11.01.11

AS & GLOBAL :
 

• Bursa saham AS berhasil menutup pelemahannya diawal sesi seiring volume perdagangan yang cukup sepi, rebound ditopang oleh kuatnya prospek
earning korporasi yang sedikit meredakan kekhawatiran mengenai kondisi hutang Portugal. Investor beranggapan tren naik bursa masih bertahan,
meskipun penurunan indeks S&P dalam 3‐sesi berturut‐turut mulai menandakan momentum tersebut mulai tertahan. Analis memperkirakan
optimisme akan earning akan menjadi pemicu berlanjutnya rebound bursa. Indeks Dow Jones <. DJI> turun 37,31 poin atau 0,32% ke 11,637.45,
S&P500 <SPX.> anjlok 1,75 0,14% ke 1,269.75 sementara Nasdaq <. IXIC> justru naik 4,63 poin atau 0,17% ke 2,707.80.
 

• Euro berhasil bangkit dari penurunan kelevel terendah dalam kurun 4‐bulan terakhir terhadap dolar, meskipun kenaikan tersebut diperkirakan tidak
akan bertahan lama seiring kekhawatiran pada kondisi hutang Uni‐Eropa dan ekspektasi bailout Portugal. Euro sempat anjlok dibawah level 1,2900
terhadap dollar AS <EUR=> untuk pertama kalinya sejak September. Namun kemudian euro tercatat menguat 0.4% terhadap dollar AS ke level 1.2952,
penguatan mana sebagian ditopang kenaikan euro terhadap Swiss Franc akibat adanya spekulasi bahwa pemerintah Swiss akan melakukan intervensi
guna menahan penguatan nilai kurs franc. Portugal, Italia dan Spanyol dijadwalkan akan merilis obligasinya pekan ini, dan investor masih khawatir
apakah semua negara‐negara dengan tingkat hutang yang besar tersebut akan mampu mengumpulkan dana secara berkelanjutan pada 2011 ini.
 

• Terhadap Swiss franc, euro naik 0,3% ke 1,2530 franc <EURCHF=>. Swiss franc melemah setelah dilaporkan bahwa pemerintah Swiss akan bertemu
para pemimpin bisnis dan serikat perdagangan pekan depan guna membahas implikasi dari penguatan Swiss franc.Terhadap yen, dollar AS turun 0,5%
kelevel 82,72 yen <JPY=EBS>.
 

• Harga emas dunia menguat awal pekan ini seiring mengerucutnya kekhawatiran atas utang Portugal yang mendorong permintaan safe haven. Naiknya
permintaan emas dalam bentuk fisik dari India ‐ menyusul anjlok tajamnya harga emas pekan lalu ‐ juga turut menyokong rebound. Emas
membukukan performa mingguan terbesar dalam kurun lebih dari 7‐bulan terakhir pada pekan lalu menyusul penguatan dollar AS seiring data
ekonomi AS yang dirilis lebih baik dari perkiraan, yang meningkatkan ekspektasi diberlakukannya kembali kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.
Harga spot emas <XAU=> ditutup menguat 0.4% kelevel 1.375 USD per troy ounce.
 

• Harga minyak AS naik lebih dari 1% setelah kebocoran jaringan pipa Trans Alaska Pipeline yang memaksa produsen minyak tersebut untuk memangkas
5% output dari rata‐rata produksi harian sebesar 630.000 barrel. Sementara itu harga heating oil melonjak setelah adanya perkiraan dari pemerintah
tentang peningkatan permintaan untuk heating oil pekan ini. Harga minyak mentah AS untuk penguiriman Februari <CLc1> naik 1,22 USD, atau 1,39%
dilevel 89,25 USD per barel.
 

• Outlook (Selasa, 11/Jan./2011): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka beragam seiring harapan membaiknya rilis earning korporasi cukup
membantu mengatasi kekhawatiran pada krisis hutang Portugal yang diperkirakan memerlukan bailout dari IMF dan Uni‐Eropa.
 

• Aksi ambil untung pelaku pasar pasca penurunan tajam euro sejak beberapa sesi terakhir antara lain terbantu ekspektasi bahwa ECB membeli obligasi
Uni‐Eropa yang menyokong kinerja euro pada awal sesi Asia. Namun demikian kekhawatiran sebenarnya pada kondisi hutang kawasan Uni‐Eropa,
terlebih pada kemungkinan Portugal harus mendapatkan bailout dan kemungkinan menularnya krisis ke Spanyol dan Italia masih akan membebani
kinerja euro terhadap mata uang utama dunia lainnya.