title cover

title cover

Wednesday, December 22, 2010

Arms treaty with Russia nears Senate approval

WASHINGTON | Tue Dec 21, 2010 6:56pm EST

 
WASHINGTON (Reuters) - President Barack Obama's strategic nuclear arms treaty with Russia secured enough votes to clear a Republican procedural hurdle on Tuesday and headed toward approval in the Senate this week.

A motion to limit further debate on the treaty passed with 67 votes, the same number needed to secure Senate approval. A final vote on the accord was set for Wednesday after lawmakers debate a rash of last-minute amendments.

"This treaty will make America safer and restore our leadership in global efforts to stop nuclear proliferation," Senate Democratic Leader Harry Reid said.
But Senator John Kerry, who led the floor debate as chairman of the Foreign Relations Committee, cautioned: "This is not over. We have to count every vote."
At least 12 Republicans have said that they will vote with Democrats to approve the pact, which would give Obama his third major victory on Capitol Hill in less than a week.
He earlier won repeal of the U.S. ban on gays serving openly in the military and passage of an $858 billion deal with Republicans to extend expiring tax cuts and spur economic growth.
The treaty, which would cut strategic atomic weapons deployed by each country to no more than 1,550 within seven years, was signed by Obama and Russian President Dmitry Medvedev in April.
It is a centerpiece of Obama's bid to "re-set" relations with Russia, which has been increasingly cooperative on issues related to U.S. national security, from curbing Iran's nuclear program to the war in Afghanistan.
Republican opponents of the accord, angered by the their inability to stop the march toward passage, charged the Obama administration had negotiated a bad treaty that let Russia limit U.S. missile defense options when the real strategic threat was not Moscow but states like North Korea and Iran.
"Nothing that he has done has convinced me that he is committed to missile defense," Senator Lindsey Graham told a news conference, saying Obama was effectively "giving the Russians a veto" over its missile defense plans.

The Senate's top two Republicans -- Minority Leader Mitch McConnell and Minority Whip Jon Kyl -- have announced they will vote against START, saying lawmakers haven't had enough time to fully consider the treaty.
But the chamber's third-ranking Republican, Lamar Alexander, joined Democrats on Tuesday in agreeing to end debate and move to approval of the pact.
"I will vote to ratify the New Start Treaty ... because it leaves our country with enough nuclear warheads to blow any attacker to kingdom come, and because the president has committed to an $85 billion, 10-year plan to make sure that those weapons work," Alexander declared in a Senate speech.
Alexander's state of Tennessee is home to one of the nuclear facilities that will receive billions of dollars in modernization funding under an agreement worked out between lawmakers and the White House.
Political analysts say Senate rejection of the treaty would be a major setback to warming ties between the Russia and the United States, giving ammunition to Russian hawks who oppose the thaw in relations with Washington.

Collapse of the pact would also inflict political damage on Medvedev, who has embraced Obama's efforts to improve relations and stepped up Russian support for U.S. efforts to rein in Iran's nuclear program.
There has been far less public or political debate over the treaty in Russia. The Russian State Duma has yet to approve the accord and Medvedev has made clear that parliament should not ratify the treaty until U.S. Senate approval is certain.
Konstantin Kosachyov, the pro-Kremlin chairman of the international affairs committee, said Russian lawmakers would carefully examine the U.S. Senate's resolution of ratification and other declarations before proceeding with their own vote, which could conceivably be held this year.

Tuesday, December 21, 2010

Headline News 21.12.10

AS & GLOBAL :
 

• Bursa saham AS berhasil melanjutkan penguatan akhir tahunnya dimana kemudian mendorong S&P500 mencapai level tertinggi dalam
kurun 2‐tahun terakhir, menguatkan optimisme investor bahwa indeks masih akan berlanjut menguat hingga awal 2011 mendatang. Volume
perdagangan masih tipis, seperti yang telah diperkirakan sebelumnya akan terjadi secara tradisional menjelang akhir tahun. Investor
cenderung mengambil posisi aman dengan bertahan pada saham‐saham sektor‐sektor yang telah memimpin rally tajam selama Desember,
diantaranya termasuk sektor keuangan, energi dan material. Indeks S&P500 tercatat telah menguat 5,7% selama Desember dan menguat
11,8% selama 2010. Indeks Dow Jones <. DJI> justru turun 13,78 poin atau 0,12% ke 11,478.13, indeks S&P500 <. SPX> naik 3,17 poin atau
0,25% ke 1,247.08 dan Nasdaq <. IXIC> naik 6,59 poin atau 0,25% ke 2,649.56.
 

• Euro melemah kelevel terendahnya dalam kurun 2‐pekan terakhir terhadap dollar AS, anjlok kelevel terendah sepanjang sejarah terhadap
Swiss franc dan Aussie dollar dimana para pelaku pasar masih menyimpan kekhawatiran mendalam mengenai kondisi krisis finansial
kawasan Uni‐Eropa setelah pertemuan petinggi Uni‐Eropa pekan lalu gagal menghasilkan langkah yang lebih agresif guna menanggulangi
krisis obligasi yang melanda kawasan tersebut, yang kemudian ditambah dengan downgrade Moody’s terhadap peringkat kredit Irlandia.
Pada Senin 20 Desember, Moody’s Ratings bahkan menyatakan kemungkinan pihaknya akan menurunkan peringkat kredit beberapa
perbankan di Spanyol, kondisi mana semakin menurunkan minat investor pada euro.
 

• Euro melemah hingga level 1.2636 terhadap Swiss franc yang merupakan level terendah sejak mata uang tunggal Uni‐Eropa tersebut
diluncurkan pada 1999 silam, sementara kinerja Swiss franc justru ditopang maraknya aksi safe haven buying yang mendominasi
perdagangan akhir tahun dimana investor cenderung mengambil posisi aman. Euro anjlok 0.5% terhadap dollar AS ke level 1.3119 setelah
sempat anjlok kelevel 1.3096 yang merupakan level terendah sejak 02 Desember. Sementara itu dollar AS turun 02% terhadap yen kelevel
83.75 yen.
 

• Harga emas dunia menguat ditengah kembali naiknya minat investor terhadap aset berstatus safe haven terdorong berita dari ECB yang
mengeluarkan peringatan tentang kondisi keuangan kawasan Uni‐Eropa dan lembaga pemeringkat Moody's yang mengatakan kemungkinan
akan memangkas peringkat utang beberapa bank di Spanyol. Ketegangan di semenanjung Korea juga memberi dukungan pada kinerja emas
sehubungan latihan perang yang diselenggarakan pihak Korea Selatan di pulau yang menjadi sengketa dengan Korea Utara. Harga spot emas
<XAU=> naik 0,6% kelevel 1,384.10 USD per troy ounce.
 

• Harga minyak naik dalam dua sesi berturut‐turut, terangkat naiknya harga gasoline futures menjelang liburan dan tingginya permintaan yang
disebabkan oleh cuaca dingin, yang juga turut mendukung kenaikan harga heating oil futures. Volume perdagangan masih tipis dan
perdagangan diwarnai aksi choppy trading investor. Kontrak minyak mentah AS untuk Januari yang telah berakhir pada sesi Senin 20
Desember ini tidak berhasil menembus diatas level 90 USD per barel, setelah sebelumnya sempat mencapai level tertinggi 26‐bulan di 90,76
USD per barel pada tanggal 7 Desember silam. Investor cenderung mengesampingkan penguatan dollar AS terhadap mata uang utama dunia
lainnya ditengah berlanjutnya kekhawatiran pada kondisi utang zona euro. Minyak mentah AS untuk pengiriman Februari <CLG1> naik 77
sen menjadi 89,37 USD per barel. Salju dan suhu dingin yang ekstrim menyebabkan gangguan di seluruh Eropa utara selama 3‐hari terakhir,
cuaca buruk tersebut diperkirakan akan berlanjut hingga sepekan mendatang.
 

• Outlook (Selasa, 21/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka menguat pada sesi Selasa 21 Desember, seiring tren penguatan
bursa saham global menjelang akhir tahun yang didukung penguatan harga saham‐saham logam dan sektor keuangan di bursa Wall Street.
“Ancaman” lembaga pemeringkat Moody’s untuk memangkas peringkat hutang beberapa perbankan di Spanyol diperkirakan masih akan
menekan performa euro pada sesi ini.

SEC probing Hurd inside-info claims: report


SAN FRANCISCO | Mon Dec 20, 2010 7:37pm EST
 
SAN FRANCISCO (Reuters) - The Securities and Exchange Commission is investigating claims that former Hewlett Packard CEO Mark Hurd shared inside information about the company's then-pending acquisition of EDS Corp, the Wall Street Journal reported on Monday.
 
HP bought Electronic Data Systems for more than $13 billion in 2008. The SEC is looking into the claims as part of a broader inquiry into the circumstances surrounding Hurd's resignation, the Journal cited people familiar with the matter as saying. Hurd's exit in August stunned Wall Street and walloped the company's stock.
Now an Oracle co-president, HP's former chief left abruptly under a cloud of sexual harassment accusations, which were later declared without merit by the company's board.
HP and Hurd declined immediate comment. The SEC was not immediately available for comment.

Monday, December 20, 2010

Headline News 20.12.10

AS & GLOBAL :
 

• Sampai dengan akhir pekan lalu, bursa saham AS ditutup mendekati level tertinggi multi‐tahunannya. Meskipun demikian diperkirakan
kenaikan lebih lanjut dalam dua pekan mendatang nampaknya akan lebih berat dimana pasar secara tradisional sangat sepi. Indeks Dow
Jones <. DJI> turun 7,34 poin atau 0,06% ke 11,491.91, indeks S&P <. SPX> naik 1,03 poin atau 0,08% ke 1,243.90 dan Nasdaq <. IXIC> naik
5,66 poin atau 0,21% ke 2,642.97.
 

• Euro kemungkinan masih akan mengalami tekanan dalam sepekan mendatang seiring masih berlanjutnya kekhawatiran pelaku pasar pada
krisis hutang dikawasan Uni‐Eropa. Oleh beberapa institusi keuangan terkemuka, investor disarankan untuk melepas kepemilikannya
terhadap euro hingga awal 2011. Lembaga pemeringkat Moody's memangkas peringkat kredit Irlandia hingga 5‐derajat (menjadi hanya 3
level diatas “junk”), kondisi tersebut ditambah dengan adanya peringatan perihal anggaran oleh Dana Moneter Internasional pada Irlandia
yang turut membebani kinerja mata uang tunggal Uni‐Eropa tersebut. Kesepakatan antara pemimpin Uni Eropa untuk mendirikan sebuah
mekanisme penyelesaian permanen mulai pertengahan 2013 tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran pelaku pasar. Investor berharap
adanya solusi yang lebih agresif untuk mengatasi krisis fiskal di kawasan Uni‐Eropa seperti dengan meningkatkan jumlah dana dalam the
European Financial Stability Facility atau menerbitkan obligasi bersama Eropa.
 

• Pada sesi Jumat 17 Desember, euro turun kelevel terendah dalam kurun 2‐pekan terakhir terhadap dollar AS di 1,3133 <EUR=EBS> dan
tercatat melemah 0.4% ke 1,3181. Selama sepekan terakhir, euro tercatat melemah 0.1%, dan sepanjang Desember telah merosot 1.5%.
Didukung oleh lemahnya euro, dolar AS menguat 0.26 terhadap mata uang utama dunia <DXY.> ke 80,392. Sementara terhadap yen Jepang,
dolar AS <JPY=> turun 0,1% ke 83,96 yen.
 

• Harga emas berbalik menguat pada Jumat akhir pekan lalu terdorong kembalinya minat investor pada aset berstatus safe haven dipengaruhi
downgrade lembaga pemeringkat Moody's pada peringkat kredit Irlandia yang menekan aset beresiko. Harga spot emas <XAU=> berakhir di
kisaran 1,376.40 USD per troy ounce.
 

• Harga minyak dunia menguat pada akhir pekan lalu, ditengah sesi perdagangan yang sepi. Penguatan minyak ditopang membaiknya data
ekonomi AS dan menguatnya harga gasoline futures yang berkombinasi dengan anjloknya dollar AS di tengah kekhawatiran baru tentang
masalah utang zona euro. Minyak mentah AS untuk pengiriman Januari <CLc1> naik 32 sen ke 88,02 USD per barel. Dalam sepekan terakhir,
harga minyak tercatat naik 23 sen atau 0,26%, menjelang berakhirnya kontrak bulan Januari pada hari Senin 20 Desember dan setelah
membukukan kerugian 1,57% pada pekan sebelumnya.


• Outlook (Senin, 20/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan masih akan dibuka menguat seiring sesi perdagangan Wall Street yang
ditutup beragam pada akhir pekan lalu, namun masih menyiratkan optimisme akan pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Dari Amerika,
terdapat beberapa rilis data pada sepekan kedepan dimana secara umum data‐data tersebut masih akan menguatkan pandangan mengenai
keberlangsungan pertumbuhan ekonomi AS meskipun dalam percepatan yang sedang. Data durable goods orders dan personal
income/consumption untuk November akan membantu investor memperkirakan seberapa besar pertumbuhan ekonomi selama kuartal
keempat. CIBC World Markets akhir‐akhir ini menaikkan estimasi GDP Q4 AS menjadi 3%.

Seoul to go ahead with drills despite threats of war

YEONPYEONG, South Korea | Sun Dec 19, 2010 8:30pm EST
 
(Reuters) - Korea Selatan akan melanjutkan dengan latihan menembak langsung dari sebuah pulau yang disengketakan pada hari Senin, media lokal mengatakan, walaupun ancaman serangan oleh Pyongyang dan tekanan dari Rusia dan Cina untuk membatalkan latihan.

Para latihan ditunda dari akhir pekan oleh cuaca buruk, memberikan waktu untuk melakukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk mencoba menenangkan ketegangan. Tetapi pertemuan berakhir tanpa kesepakatan setelah lebih dari delapan jam pembicaraan, dengan lima kekuatan besar split pada apakah untuk publik menyalahkan Korea Utara untuk krisis.


Pertemuan dapat melanjutkan pada hari Senin tetapi Susan Rice, Duta Besar AS untuk PBB, mengatakan perbedaan pendapat antara negara-negara besar itu "tidak mungkin dijembatani."
Terakhir kali dilakukan latihan menembak Seoul hidup dari Yeonpyeong dekat perbatasan maritim yang disengketakan di lepas pantai barat semenanjung, Pyongyang dikupas pulau itu, menewaskan dua warga sipil dan dua marinir dalam serangan terburuk di wilayah Korea Selatan sejak perang Korea berakhir pada tahun 1953 .
Korea Utara memperingatkan pekan lalu bahwa ia akan menyerang lebih keras lagi jika latihan terbaru terus berjalan. Cina dan Rusia telah mengatakan latihan ini tidak boleh pergi ke depan, sementara Amerika Serikat telah mendukung hak Korea Selatan untuk terus latihan.


Ketegangan memukul pasar Korea ketika mereka dibuka pada hari Senin, dengan memenangkan jatuh lebih dari satu persen menjadi empat minggu rendah terhadap dolar dan saham juga turun satu persen.
Pyongyang telah meningkatkan peringatan untuk unit artileri di sepanjang pantai barat, kantor berita Yonhap mengatakan, mengutip sumber pemerintah Korea Selatan.
Marinir pada Yeonpyeong memerintahkan penduduk ke bunker serangan udara menjelang awal diharapkan bor. Korea TV mengatakan penduduk pulau-pulau terdekat juga diperintahkan untuk berlindung.


Kedua belah pihak mengatakan mereka akan menggunakan kekerasan untuk membela apa yang mereka katakan adalah wilayah mereka di lepas pantai barat, meningkatkan keprihatinan internasional bahwa kebuntuan itu bisa cepat lepas kendali.
Ke-15 Dewan Keamanan telah bertemu di balik pintu tertutup untuk mencoba menyepakati pernyataan bahwa Rusia Duta Besar PBB Vitaly Churkin mengatakan ia berharap akan mengirim "sinyal menahan" baik Utara dan Selatan.
utusan Barat dalam pertemuan tersebut mengatakan lima anggota pemegang hak veto permanen terbagi atas apakah akan menyalahkan Korea Utara untuk krisis, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis - bersama dengan Jepang - permintaan, atau untuk mendesak kedua belah pihak untuk menghindari tindakan yang dapat memperdalam krisis, seperti Rusia dan Cina inginkan.
Cina, Korea Utara pendukung setia di dewan, dan Rusia menolak gagasan penempatan menyalahkan ke Pyongyang, para utusan kepada Reuters pada kondisi anonimitas.
AS, Inggris dan delegasi Prancis menolak rancangan Rusia yang menyerukan PBB moon Sekretaris Jenderal Ban Ki-untuk mengirim utusan ke Seoul dan Pyongyang dan mendesak kedua pihak untuk latihan "menahan diri maksimum."
Rusia dan Cina kemudian merevisi teks untuk membuatnya lebih bisa diterima oleh kekuatan Barat, tapi ini tidak cukup untuk memenangkan kesepakatan.


AS dan para pejabat China telah menggambarkan situasi di semenanjung itu sebagai "sangat berbahaya" dan "mudah terbakar."Sekretariat PBB dibagikan kepada anggota dewan dokumen pada suatu penelitian dari November 23 penembakan oleh Komando PBB yang disebut, pasukan militer pimpinan Amerika di Korea Selatan yang memantau sesuai dengan Perjanjian Gencatan Senjata 1953 yang mengakhiri Perang Korea.
probe itu menyimpulkan Selatan tidak melanggar gencatan senjata dengan 23 perusahaan latihan November militer di perairan yang disengketakan, sedangkan Utara melakukan "serangan sengaja dan direncanakan" itu adalah "pelanggaran serius" terhadap gencatan senjata, menurut dokumen, yang diperoleh oleh Reuters.


Korea Utara menyebut latihan kebakaran artileri oleh Selatan langkah perang bunuh diri yang akan memicu konflik habis-habisan di semenanjung itu dan mengatakan akan menyerang kembali membela diri.
Selatan mengatakan jika diserang dalam cara yang sama seperti bulan lalu, akan memukul kembali keras dengan kekuatan udara dan pengeboman.


Para analis yang skeptis Utara akan melaksanakan dengan ancaman tersebut. Utara kemungkinan akan merespon dengan mengadakan latihan live-api pada sisinya dari perbatasan laut yang dijaga tegang jika Selatan berjalan maju dengan eksekusinya, kata mereka.
Seoul muncul bertekad untuk pergi ke depan, ingin menghindari mengulangi kritik domestik pada bulan November untuk dirasakan lemah respon terhadap penembakan terhadap Yeonpyeong.
marinir Korea Selatan merencanakan untuk menguji penembakan artileri dari pulau menargetkan perairan teritorial menjadi barat daya yang, sama jenis latihan yang menyebabkan pertukaran bulan lalu api.


Kepedulian dipasang di pulau antara beberapa warga yang tetap.
"Saya melihat mereka harus melakukan apa yang harus mereka lakukan, tapi orang di sini ingin damai dan tenang," kata Dan Choon-nam setelah kebaktian menangis pada hari Minggu. "Kami ingin semuanya kembali ke bagaimana mereka."

Friday, December 17, 2010

Headline News 17.12.10

AS & GLOBAL :

• Bursa saham AS ditutup menguat terdongkrak outlook positif dari FedEx mengenai proyeksi laba perusahaan tersebut yang kemudian berdampak
positif pada kinerja saham lainnya. Saham‐saham yang berperforma baik dalam kurun 2010 menjadi top gainers pada perdagangan Kamis 16
Desember seiring ekspektasi investor bahwa saham‐saham tersebut akan melanjutkan penguatannya ditahun mendatang. Indeks Dow Jones <. DJI>
naik 41,78 poin atau 0,36% ke 11,499.25, indeks S&P500 <. SPX> naik 7,64 poin atau 0,62% ke 1,242.87, sementara Nasdaq <. IXIC> naik 20,09 poin
atau 0,77% ke 2,637.31. Data ekonomi AS semakin menambah sentimen positif, dimana aktifitas pabrik di wilayah mid‐Atlantik secara tidak terduga
meningkat di bulan Desember, sementara klaim pengangguran kembali turun. Harga perumahan mulai naik pada November, tapi izin untuk
konstruksi rumah di masa yang akan datang turun ke level terendah dalam kurun 1‐1/2 tahun terakhir.
 

• Harga emas dunia sempat turun lebih dari 1% akibat aksi ambil untung investor dan ara pergerakan euro yang masih belum jelas dalam jangka
pendek mendatang seiring masih kuatnya kekhawatiran pada krisis utang zona euro. Harga spot emas <XAU=> ditutup melemah 0.6% 1,370.99 USD
per troy ounce. Di India dilaporkan bahwa aksi beli emas menjelang akhir musim pernikahan tradisional mulai menurun, pembeli juga mengabaikan
dampak dari penguatan rupee yang membuat harga emas dalam dolar lebih murah di India.
 

• Harga minyak turun lebih dari 1% karena aksi penyesuaian pembukuan yang dilakukan investor menjelang akhir tahun yang didukung masih adanya
kekhawatiran pada prospek ekonomi meskipun data ekonomi AS dirilis menguat. Minyak mentah AS untuk pengiriman Januari <CLc1> melemah 92
sen di 87,70 USD per barel. Kontrak tersebut akan berakhir pada hari Senin 20 Desember, faktor yang turut memberikan tekanan jual.
 

• Euro sempat menguat terhadap dollar AS meskipun masih rentan terhadap tekanan jual setelah kesepakatan antara para pemimpin Uni‐Eropa dalam
mekanisme manajemen krisis tetap gagal untuk menenangkan kekhawatiran pelaku pasar akan menyebarnya krisis utang di kawasan tersebut. Para
pemimpin Uni Eropa sepakat untuk membuat perubahan kecil terhadap perjanjian kelompok yang mengatur untuk membentuk suatu mekanisme
permanen mulai dari pertengahan 2013 untuk menyelesaikan masalah utang. Draf pernyataan tersebut akan dirilis pada akhir pertemuan puncak dua
hari, pemimpin zona euro akan menyatakan kesiapan mereka untuk memastikan dana yang memadai tersedia untuk dana penyelamatan zona euro,
European Financial Stabilitas Facility (EFSF).


• Namun analis memperkirakan euro akan tetap berada di bawah tekanan dimana pemangku kebijakan Eropa masih terlihat terpecah untuk
menjalankan langkah‐langkah konkrit lebih lanjut, contohnya dalam menyediakan dana tambahan bagi operasional the European Financial Stability
Facility atau menerbitkan obligasi bersama Eropa "E‐bonds." Euro naik 0,2% ke 1,3236 setelah jatuh ke level terendah di 1,3181. Imbal hasil obligasi
Spanyol, Portugis dan Italia beringsut menguat, bahkan setelah Spanyol menjual 24 miliar euro obligasi bertenor 10 hingga 15 tahun yang berjalan
secara lancar. Terhadap yen, euro turun di 111,17 <EURJPY=>, sementara dollar turun 0,3% terhadap yen ke 84,02 <JPY=EBS>.


• Outlook (Jumat, 17/Des./2010): Bursa saham Asia cenderung dibuka menguat pada sesi Jumat 17 Desember menyusul naiknya outlook positif atas
ekonomi AS yang menimbulkan kepercayaan bahwa pada 2011 pasar saham akan lebih bergairah. Pelaku pasar akan menantikan rilis kesepakatan
pemimpin Uni‐Eropa dalam hal penyelesaian krisis hutang yang melanda kawasan tersebut.

Gold slides on profit-taking as euro retreats

NEW YORK/LONDON | Thu Dec 16, 2010 3:43pm EST
 
NEW YORK/LONDON (Reuters) - Gold fell more than 1 percent on Thursday as investors took profits and pondered the euro's near-term direction and remained concerned about the euro zone debt crisis.
Gold futures fell to a near three-week low while the spot price of the shiny metal dipped below the 50-day moving average, indicating it could be headed for a bear market.
Gold's slump came as the dollar recovered against the euro after data showed positive business conditions in the U.S. Mid-Atlantic region.
Other commodity markets generally drifted in thin trade, with the combined energy, metals and agricultural complex showing volumes at least 30 percent lower from the 30-day average by midday.
Aside from the euro, investors said few other factors influenced trading. They said the market shrugged off news about the Commodity Futures Trading Commission's proposed rules to regulate trading.
The euro often provides direction for gold as it is another trade against the dollar.
The euro rose early on Thursday as a European Union summit to discuss the debt crisis got underway. But investors had already cautioned the currency was vulnerable to a sell-off on lingering euro zone peripheral debt concerns.
European leaders sought to paper over deep divisions on how best to resolve the debt crisis ahead of the summit, while Spain and Portugal came under renewed pressure to get their finances in order.
Attractive yields on U.S. Treasuries were also luring some gold investors to diversify into U.S. government debt.
"The Treasury yield is certainly pressuring gold prices," said Bruce Dunn, vice-president at Auramet Trading in Fort Lee, New Jersey. "It's also near month-end, quarter-end and year-end and people are looking to take profit as the euro continues to weaken and the debt crisis drags on."

WEAK INDIAN BUYING

New York's benchmark February gold futures settled down $15.20 at $1,371 an ounce after dipping to $1,362 -- its lowest level since November 29.
Bids for spot gold, which reflect trades in bullion, fell to $1,361.65, below the 50-day moving average of $1,368.86. It recovered to above $1,366 an ounce by 2:30 p.m. EST.
Late Wednesday in New York, bids for gold stood at around $1,380.45.
Some were confident about the longer-term outlook for gold, saying the futures market was likely to rewrite the December 7 record high of above $1,432.50.
They said that although the euro zone crisis was weighing on the euro -- and, in turn, gold -- the phenomenon will ultimately favor the precious metal, as other sovereign debt crises have done in boosting demand for the safe-haven.
"I don't think we will see a sharp decline in gold prices," said Daniel Briesemann, a commodities strategist for Frankfurt-based Commerzbank. "The fundamental data and especially the debt crisis in the euro zone and its peripheral countries is too severe to be too optimistic."
Andrey Kryuchenkov, analyst at VTB Capital in Moscow, made a similar point.
"Overall, economic uncertainties are gold-positive with the currency markets still jittery while fiat currency yields are set to remain low for a prolonged period of time," Kryuchenkov said. "Safe haven buying will limit the downside on gold in the short run."
Holdings of the world's largest gold-backed exchange-traded fund, New York's SPDR Gold Trust, eased by 0.6 tonnes on Wednesday, bringing total inflows in December to 0.4 tonnes versus inflows of just over 7 tonnes in the same period of 2009.
In India, the world's largest gold consumer, buying of jewelry slowed as the wedding season neared its end. Buyers there also shrugged off the impact of a firmer rupee, which made dollar-priced gold cheaper in India.
Buyers "would hardly come...until mid-January," said a Mumbai-based dealer.

Thursday, December 16, 2010

Headline News 16.12.10

AS & GLOBAL :

• Bursa saham AS mengalami aksi jual pada akhir sesi secara berturut dalam 3‐sesi terakhir. Setelah sempat naik kelevel tertinggi dalam kurun 2‐tahun terakhir
pada pekan ini, kenaikan imbal hasil Treasury AS telah memicu kekhawatiran bahwa kenaikan biaya pinjaman akan menahan pemulihan ekonomi lebih lanjut.
Indeks Dow Jones <. DJI> turun 19,07 poin atau 0,17% ke 11,457.47, S&P <. SPX> turun 6,36 poin atau 0,51% ke 1,235.23 dan Nasdaq <. IXIC> melemah 10,50
poin atau 0,40% ke 2,617.22. Sebelumnya, Dow Jones sempat mencetak level tertinggi dalam kurun 52‐minggu terakhir di 11,519.04.


• Euro turun tajam pada sesi Rabu setelah lembaga pemeringkat Moody's mengatakan kemungkinan downgrade peringkat hutang Spanyol dan investor
menunggu langkah lebih lanjut dari pembuat kebijakan Uni‐Eropa untuk menyelesaikan krisis fiskal zona euro. Laporan Moody's menjadi sebuah peringatan
bahwa masalah fiskal di Eropa masih belum terselesaikan. Berita tersebut menekan euro hingga mencatat performa harian terburuk sejak akhir November
silam. Dollar AS berhasil menguat, didukung oleh data yang menunjukkan kenaikan produksi industri pada bulan November. Inflasi harga konsumen yang tetap
terjaga juga mendukung kebijakan pelonggaran moneter kuantitatif The Fed. Euro tercatat turun 1,29% terhadap dolar pada 1,3227 <EUR=>.


• Euro melemah 0,3% terhadap Swiss franc ke 1,2802 franc <EURCHF=EBS>, setelah mencapai rekor rendah di 1,2758 menyusul laporan Moody's tentang
Spanyol. Franc cenderung menguat seiring kekhawatiran masalah utang di beberapa negara Eropa yang kemudian mendorong investor untuk mengurangi
eksposur ke aset berisiko dan mencari alternatif yang lebih aman. Pemimipin negara‐negara Uni‐Eropa dijadwalkan akan menggelar pertemuan dua harian
yang dimulai Kamis 16 Desember untuk membicarakan krisis utang Uni‐Eropa, meskipun terdapat pesimisme akan hasil dari pertemuan tersebut. Dollar AS juga
menguat 0,7% terhadap yen Jepang ke 84,25 <JPY=EBS>, sementara Sterling turun 1.5% terhadap dolar ke 1.5541 yang merupakan performa harian terburuk
sejak awal Mei silam.


• Harga emas dunia melemah untuk pertama kalinya dalam 3‐sesi terakhir menyusul rally tajam dolar seiring data inflasi yang stabil dan aksi year‐end booksquaring
meredakan minat investor membeli aset berstatus safe haven termasuk emas setelah lembaga pemeringkat Moody's mengatakan kemungkinan
downgrade peringkat hutang Spanyol. Harga spot emas <XAU=> turun 0,7% ke 1,385.60 USD per troy ounce.


• Harga minyak dunia menguat di atas 88 USD per barel setelah data menunjukkan penurunan mingguan terbesar dalam persediaan minyak mentah AS dalam
delapan tahun terakhir. Optimisme dari data aktivitas industri AS juga membantu mengangkat sentimen investor, yang sebelumnya dipengaruhi oleh
kekhawatiran utang zona euro setelah peringatan pada peringkat kredit Spanyol. Minyak mentah AS untuk pengiriman Januari <CLc1> naik 15 sen menjadi
88,43 USD per barel.


• Outlook (Kamis, 16/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka beragam pada sesi Kamis 16 Desember, karena kekhawatiran zona euro utang
yang kembali, menekan minat investor pada aset berisiko. Sementara bursa Jepang diperkirakan akan dibuka menguat seiring nilai tukar yen yang melemah.

Wall St slips in another late sell-off, dollar gains

NEW YORK | Wed Dec 15, 2010 4:33pm EST
NEW YORK (Reuters) - U.S. stocks suffered a third straight late-day sell-off on Wednesday, suggesting it may be difficult to chalk further gains as the year comes to a close.After hitting two-year highs this week, a sustained rise in Treasury yields has sparked worry that rising borrowing costs could stifle the recovery. Banks, heavily dependent on loan demand, faded and ended lower for a third straight day. The sense among investors is that the market, after rising almost 11 percent so far in 2010, has run its course for the year.
"There are signs that the market is making a top at these levels, and people are starting to take profits," said King Lip, chief investment officer at Baker Avenue Asset Management in San Francisco. "Because the trading volume is low, I think this is temporary; the rally probably still has room to go."
Major averages and stocks that have led the rally have exhibited a familiar pattern in recent days, spiking early and succumbing to selling late as investors see stocks hitting resistance.
Apple Inc (AAPL.O) ended the day flat at $320.36, up just 0.02 percent after rising as high as $323 earlier in the day. Netflix Inc (NFLX.O) closed nearly flat, up just 0.03 percent at $178.50 -- off its high of $181.42.
Judy Moses, a San Francisco-based portfolio manager at Evercore Wealth Management, which has about $2.3 billion in assets under management, said that seasonal issues related to the end of the year could be affecting traders.
"Managers don't want to show high cash balances after such a strong year, but at this point, they also want to lock in gains," she said.
The Dow Jones industrial average .DJI slipped 19.07 points, or 0.17 percent, to 11,457.47. The Standard & Poor's 500 Index .SPX shed 6.36 points, or 0.51 percent, to 1,235.23. The Nasdaq Composite Index .IXIC dropped 10.50 points, or 0.40 percent, to close at 2,617.22.
Earlier, the Dow hit a fresh 52-week high intraday at 11,519.04.
Sentiment on the volatile day started lower after Moody's warned Spain its debt rating could be downgraded, bringing concerns about the euro-zone debt crisis back to the forefront and lifting the dollar, which has had a strong inverse relationship with equities of late.
However, those concerns were later offset by positive U.S. data on industrial production and regional manufacturing. The data boosted stocks going into the afternoon, but markets were unable to hold those gains.
Industrial production rose in November at its fastest pace in four months, implying that a self-sustaining recovery is now entrenched. An index of manufacturing activity in New York rebounded strongly, adding to the brighter picture.
"We're going into the end of the year and just hit a two-year high, so even though macro data has been better, things haven't perked up so much to lift us farther from here," said Adrian Cronje, chief investment officer at the Atlanta-based Balentine, which has about $800 million in assets under management.
Honeywell International Inc (HON.N) fell 1.9 percent to $51.54 after it gave a 2011 profit growth outlook that analysts described as conservative.
Caterpillar Inc (CAT.N) rose 1.1 percent to $93.08 after RBC raised its price target to $108 from $98.
A deal that President Barack Obama struck with Republicans to extend the Bush-era tax rates sailed through the U.S. Senate on Wednesday and will soon head to the House of Representatives, where it could face steeper opposition, though it is still expected to pass.
About 7.82 billion shares traded on the New York Stock Exchange, the American Stock Exchange and the Nasdaq, well below the year's daily average of 8.62 billion.
Almost two stocks fell for every one that rose on the New York Stock Exchange, while on the Nasdaq, about 16 stocks fell for every 11 that rose.

Euro falls 1 percent vs dollar to session low

NEW YORK | Wed Dec 15, 2010 2:45pm EST
NEW YORK (Reuters) - The euro extended declines against the dollar on Wednesday to trade more than 1 percent lower, weighed by persistent worries about the euro zone's financial woes.The euro slid as low as $1.3223 on trading platform EBS, breaking below support at around $1.3235, or a 61.8 percent Fibonacci retracement of the euro's rise from August to November.
It was last down 1.2 percent at $1.3226. The next downside target is in the $1.3164 to $1.3182 area, which represents the euro's lows from December 8-13.
The weakness in the euro came after Moody's said it may downgrade Spain's debt rating and as traders waited for a summit of European Union leaders later this week.
The dollar also hit a session peak against the yen at 84.48 on EBS, and was last up nearly 1 percent at 84.45 yen.

Wednesday, December 15, 2010

Headline News 15.12.10

AS & GLOBAL :
 

• Bursa saham AS ditutup relatif stagnan setelah sempat menguat pada awal sesi ditengah aksi jual investor berkaitan dengan pernyataan dari The Fed mengenai
kondisi ekonomi AS yang kemudian menutupi data retail sales untuk November yang dirilis menguat. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 47,98 poin atau 0,42%
kelevel 11,476.62, S&P500 <SPX.> naik 1,13 poin atau 0,09% ke 1,241.59 dan indeks Nasdaq <. IXIC> naik 2,81 poin atau 0,11% ke 2,627.72.
 

• The Fed, dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa pemulihan ekonomi AS masih belum cukup untuk menurunkan tingkat pengangguran, dan
menegaskan kembali komitmennya untuk membeli obligasi pemerintah senilai 600 miliar USD. Langkah ini mendorong naiknya imbal hasil obligasi AS dan
secara bersamaan menekan saham‐saham keuangan dibursa Wall Street. Sebelumnya, dilaporkan bahwa penjualan ritel AS untuk November naik secara
beruntun dalam kurun 5‐bulan terakhir, menguatkan ekspektasi pada naiknya spending konsumen AS yang menyumbang sekitar dua pertiga dari ekonomi AS.


• Dollar AS naik terhadap euro dan yen pasca rilis pernyataan The Fed. Sementara itu produk‐produk Treasury AS melemah setelah pernyataan Fed tidak
menunjukkan tanda‐tanda bank sentral akan membatasi langkah‐langkah stimulus ekonomi, meningkatkan prospek percepatan pemulihan ekonomi dan inflasi.
Euro sempat membukukan rekor tertinggi selama 3‐pekan terakhir di 1.35 USD, untuk kemudian ditutup melemah 0,1% di 1,3379 <EUR=>. Sementara itu dollar
AS naik 0,3% terhadap yen ke 83,63 <JPY=> sedangkan Aussie dollar <AUD=> berhasil mencapai level paritas terhadap USD terdorong kenaikan harga minyak.


• Euro tercatat mengalami kenaikan tertinggi sepanjang 3‐pekan terakhir terhadap yen <EURJPY=R> menafikan rilis data ZEW Jerman yang dibawah perkiraan.
Namun euro kemudian beringsut melemah setelah lembaga pemeringkat S&P rating mengatakan peringkat obligasi Belgia berpeluang mengalami downgrade
dalam 6‐bulan kedepan, kondisi mana kembali mencuatkan kekhawatiran pada kondisi krisis finansial kawasan Uni‐Eropa. Dollar AS dan euro anjlok kelevel
terendah terhadap Swiss franc menjelang pengumuman sidang The Fed. Sebelumnya, pemerintah Swiss menaikkan estimasi pertumbuhan ekonomi untuk 2011
dengan mengatakan pertumbuhan konsumsi yang solid dan construction spending yang kuat akan membantu mengatasi perlambatan ekspor.


• Harga emas dunia ditutup dilevel tertinggi dalam kurun sepekan terakhir menyusul pelemahan dollar AS sebelum keputusan kebijakan Federal Reserve. Harga
spot emas <XAU=> sempat menguat hingga 1.407,70 USD per troy ounce untuk kemudian ditutup dikisaran level 1.395,39 USD per tory ounce. Meskipun sinyal
dari The Fed cukup positif, namun investor cenderung enggan mengambil posisi besar besar menjelang sesi akhir tahun.


• Harga minyak mentah AS melemah tertekan rilis pengumuman The Fed yang menyatakan pemulihan ekonomi masih lambat dan menegaskan kembali
komitmen bank sentral dalam pembelian obligasi pemerintah guna menstimulasi perekonomian. Minyak mentah AS untuk pengiriman Januari <CLc1> turun 33
sen dilevel 88,28 USD per barel.


• Outlook (Rabu, 15/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka menguat terinspirasi bursa Wall Street yang naik terdorong rilis data retail sales
untuk November yang melebihi perkiraan.

Fed cautious on recovery, sticks to bond plan

WASHINGTON | Tue Dec 14, 2010 7:05pm EST
 
WASHINGTON (Reuters) - The Federal Reserve on Tuesday
offered only a cautious nod to the economy's improving prospects as it put a spotlight on lofty unemployment and reaffirmed its commitment to buy $600 billion in bonds.
In a statement that emphasized job market weakness and low inflation, the Fed characterized the U.S. expansion as "continuing," a modest upgrade from its November description of the recovery as "slow."
"The economic recovery is continuing, though at a rate that has been insufficient to bring down unemployment," the Fed said in a statement at the conclusion of a one-day meeting.
The sober assessment stood in contrast to increasingly optimistic forecasts on Wall Street, where analysts have been revising economic projections based on a slew of stronger-than-expected data and a new government tax cut plan.
As widely expected, the Fed offered no policy shift. It held overnight interest rates near zero, repeated a vow to keep rates exceptionally low for an extended period and renewed its pledge to buy about $75 billion worth of bonds a month to hold down long-term interest rates.
"What I think the Fed is trying to do is kick the can, so to speak, until their January 2011 meeting," said Joe Kinahan, chief derivatives strategist at TD Ameritrade in Chicago.
The dollar edged up against the euro and the yen as the Fed offered no sign of expanding its bond buying, but Treasury bonds extended losses on the central bank's dovish remarks.
On Wall Street, stocks were little changed after the statement and ended the day modestly higher.

GLOOMY OUTLOOK, DEFLATION CONCERNS

While offering a tempered acknowledgment of the apparent strengthening in the economy, the Fed maintained its focus on the two principle areas it is trying address: high unemployment and a slowing in already low inflation.
"The Fed continues to say that the outlook for employment and spending isn't as strong as the market perceives it," said Andrew Wilkinson, a senior market analyst for Interactive Brokers in Greenwich, Connecticut.
Analysts also noted the omission of any mention of a sharp spike in bond yields that threatens to thwart the Fed's campaign to lower borrowing costs. Yields on the benchmark 10-year Treasury are at highs not seen since May.
"Playing ostrich?" wondered UBS economist Maury Harris.
The Fed launched its program to buy longer-term Treasury securities early last month to support a weak economic recovery that was failing to generate jobs.
The Fed had already bought $1.7 trillion in longer-term assets from late 2008 through the beginning of this year in a bid to boost the economy after it had cut short-term interest rates to near zero.
The most recent bond-buying plan was assailed by critics, including foreign governments, who were concerned it could trigger inflation or set off a round of competitive currency devaluations by weakening the dollar.
Kansas City Federal Reserve Bank President Thomas Hoenig on Tuesday again expressed concerns that the program could destabilize the economy, the Fed's statement showed. He has dissented at every Fed policy meeting this year.
Consumer and business demand appears to be picking up, with a report on Tuesday showing a solid gain in retail sales in November. But the U.S. jobless rate jumped to 9.8 percent last month from 9.6 percent in October and core inflation is at record lows.
The economy looks set to get an additional boost from a deal between the White House and congressional Republicans to extend Bush-era income tax cuts that included a surprise reduction in payroll taxes. Some forecasters said the plan could lift growth next year by up to a full percentage point.
In a Reuters poll on Tuesday, 14 of 16 primary dealers who answered the survey said they increased their growth outlook as a result of the tax deal. The median of forecasts by the primary dealers, banks that deal directly with the Fed, for U.S. gross domestic product for 2011 rose to 3.05 percent from 2.70 percent in the poll earlier this month.
(Reporting by Mark Felsenthal and Pedro da Costa, editing by Chizu Nomiyama, Gary Crosse, Leslie Adler)

Tuesday, December 14, 2010

Headline News 14.12.10

AS & GLOBAL :
 

• Indeks saham AS ditutup beragam setelah berhasil membukukan rekor tertinggi tahunannya, menyusul menurunnya optimisme atas langkah
Cina untuk menahan laju pertumbuhan ekonominya. Investor menyimpan kekhawatiran bahwa Cina akan menaikkan suku bunga untuk
memperlambat pertumbuhan ekonomi, meskipun kemudian ternyata pemerintah Cina hanya meningkatkan rasio kecukupan modal
perbankan, langkah yang dinilai pelaku pasar masih kurang agresif. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 18,24 poin atau 0,16% ditutup dilevel
11,428.56, setelah membukukan rekor tertinggi di 11,480.03. Indeks S&P <SPX.> ditutup stagnan di 1,240.46, sementara disisi lain indeks
Nasdaq <IXIC.> turun 12,63 poin atau 0,48% kelevel 2,624.91.
 

• Pada awal pekan ini pelaku pasar terfokus pada kekhawatiran akan prospek defisit AS yang menekan dollar AS setelah lembaga pemeringkat
Moody's mengatakan kesepakatan pemotongan pajak yang berhasil dicapai pekan lalu antara Gedung Putih dan kubu Republik bisa
menggeser pandangan terhadap peringkat kredit atas Amerika Serikat. Kesepakatan pemotongan pajak AS dapat membengkakkan defisit
anggaran. Kondisi perdagangan AS dan defisit anggaran secara tradisional merupakan fokus investor dalam beberapa tahun terakhir, namun
hal tersebut ditutupi oleh runtuhnya pasar perumahan, memburuknya hipotek dan krisis perbankan serta sistem keuangan AS dalam 2‐
tahun terakhir. Dan saat ini ketika ekonomi mulai pulih, fokus investor kembali bergeser kepada defisit anggaran. Euro tercatat naik 1,2%
kelevel 1,3390 <EUR=>, sementara dollar turun 1,3% terhadap Swiss franc ke 0,9679 franc <CHF=>. Dollar AS juga mencatat pelemahan
terhadap yen, turun 0,6% menjadi 83,41 yen <JPY=>. The Fed akan mengadakan sidang terakhirnya pada 2010 ini pada hari Selasa 14
Desember dan KTT Uni Eropa yang berlangsung selama dua hari akan dimulai pada Kamis 16 Desember, dimana para pemimpin Uni‐Eropa
diharapkan akan menghasilkan perjanjian khusus yang akan membuka jalan untuk menciptakan European Stability Mechanisme di tahun
2013, ketika mekanisme yang sementara akan berakhir.
 

• Harga emas dunia naik ke 1.400 USD per troy ounce setelah pada 2‐pekan terakhir tercatat mengalami penurunan sebesar 2%, investor
memborong logam mulia tersebut seiring pelemahan dollar AS, langkah Cina yang mempertahankan suku bunga dan masih belum jelasnya
kebijakan pemangkasan pajak AS. Harga spot emas <XAU=> naik 1% menjadi 1,396.87 USD per troy ounce.


• Sementara itu harga minyak dunia berhasil menguat pada sesi awal pekan ini, terangkat performa komoditas lainnya terpengaruh rilis data
ekonomi China yang menguat melebihi perkiraan meskipun pada akhirnya minyak terbentur level resistance kuat di 89.45 USD per barel
ditambah mencuatnya kekhawatiran investor bahwa Cina dapat mengambil langkah lebih jauh guna menahan laju inflasi. Sementara itu
pemerintah Arab Saudi mengatakan pihaknya masih cukup nyaman dengan kondisi dimana harga minyak berada dikisaran level 70 USD
hingga 80 USD per barel, komentar mana kemudian memicu kehati‐hatian investor hati‐hati bahkan ketika OPEC pada hari Sabtu terus
kebijakan produksi tidak berubah seperti yang diharapkan, meskipun baru‐baru ini minyak naik di atas 90 USD per barel. Harga minyak
mentah AS untuk pengiriman Januari <CLc1> naik 82 sen kelevel 88,61 USD per barel, setelah sempat membukukan level tertinggi di 89,49
USD per barel.


• Outlook (Selasa, 14/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka menguat pada sesi Selasa 14 Desember, menyusul kuatnya data
ekonomi Cina yang tidak diimbangi dengan langkah pengetatan moneter yang cukup signifikan guna menahan laju pertumbuhan ekonomi
yang dominan. Hal tersebut masih menguatkan keyakinan investor bahwa ekonomi terbesar kedua dunia tersebut masih akan terus menjadi
mesin penggerak pertumbuhan global.

Nasdaq slips after rally as Dow trims gain on China


NEW YORK | Mon Dec 13, 2010 5:40pm EST
 
NEW YORK (Reuters) - The Nasdaq closed lower to end eight straight days of gains on Monday as some large-cap tech stocks slid in a late-day sell-off.
The Dow cut its gains and the S&P 500 ended a thinly traded session flat as optimism faded over China's move to tame its growth, and as some technical indicators suggested a near-term pullback could be in the cards.
About 7.32 billion shares traded on the New York Stock Exchange, the American Stock Exchange and the Nasdaq, well below the year's daily average of 8.62 billion.
Stocks earlier had risen as optimism China would not aggressively head off growth boosted energy and materials stocks.
Companies that sell oil, like Chevron Corp (CVX.N), and those that make mining equipment, like Caterpillar Inc (CAT.N), drove the Dow higher. At the close, both Caterpillar and Chevron were up 1.5 percent or more. The PHLX oil service index .OSX rose 1.3 percent.
Investors had feared China would raise interest rates to slow growth, but instead it merely increased the amount of extra capital top banks must hold, a less severe move by the world's second-largest economy.
"Even though China isn't fueling us 100 percent, if it was to tighten, that would mean less strength in a weak recovery here," said Jeffrey Friedman, senior market strategist at Lind-Waldock in Chicago.
The Dow Jones industrial average .DJI gained 18.24 points, or 0.16 percent, to end at 11,428.56, well off its intraday high of 11,480.03. The Standard & Poor's 500 Index .SPX inched up a mere 0.06 of a point, or 0.00 percent, to finish at 1,240.46. But the Nasdaq Composite Index .IXIC fell 12.63 points, or 0.48 percent, to close at 2,624.91.
The S&P 500 reached another high for the year on Monday, advancing to an intraday peak at 1,246.73. The index's steady climb since breaching 1,228 -- a key retracement of the 2007-2009 bear market losses -- has been judged a sign of further gains, even as the relative strength index suggests stocks are nearing an overbought condition.

APPLE PARES GAIN, DELl DROPS

The Nasdaq ended the day solidly lower as some tech names, including Apple Inc (AAPL.O) and EMC Corp (EMC.N), traded off highs reached earlier in the session. Apple rose more than 1 percent in afternoon trading, but at the close, it was up just 0.4 percent at $321.67. The stock is up 53 percent so far this year.
"We've definitely seen a lot of strength in large-cap tech recently, and they took a bit of a pause in the afternoon with people winding down at the end of the day," said Timothy Harder, chief investment officer at Peak Capital Investment Services in Denver. "There wasn't much to spur trading, and in the absence of any real news and light volume, there wasn't much to keep us up."
Healthcare stocks had jumped briefly on news that a Virginia judge invalidated a key part of the March healthcare overhaul championed by President Obama, but these shares quickly fell back. After rising as much as 1.6 percent, the Morgan Stanley Healthcare Payor Index .HMO slipped 0.3 percent. Shares of health insurer Aetna (AET.N) rose 1 percent to $30.92.
In deal news, General Electric Co (GE.N) said it would buy British oilfield services company Wellstream Holdings Plc (WSML.L) while Dell Inc (DELL.O) agreed to buy data storage company Compellent Technologies Inc (CML.N).
GE's stock shed 0.6 percent to $17.62 after reaching a deal to buy Wellstream by raising its bid for the British oil drilling pipe maker by 6 percent to $1.3 billion.
Dell fell 3.9 percent to $13.36 and was one of the biggest percentage losers in both the S&P and Nasdaq 100 .NDX after it sweetened its cash offer for Compellent to $27.75 a share. Compellent fell 2.5 percent to $27.98 after trading above $34 last week.
Private equity firm Bain Capital agreed to buy IMCD, valuing the Dutch chemicals firm at around $857.5 million, while scientific instruments maker Thermo Fisher Scientific Inc (TMO.N) is set to acquire Dionex Corp (DNEX.O) for $2.1 billion.
Thermo Fisher shares rose 4.8 percent to $55.56 and Dionex jumped 20 percent to $117.83.
U.S. President Barack Obama's tax deal with Republicans will likely win grudging passage in the U.S. Congress, backers and critics agreed, after Obama clashed with liberals in his own party who branded it a giveaway to the rich.
Declining stocks outnumbered advancing ones on the NYSE by a ratio of about 8 to 7, while on the Nasdaq, about eight stocks fell for every five that rose.

Monday, December 13, 2010

Headline News 13.12.10

AS & GLOBAL :

• Bursa saham AS menguat akhir pekan lalu, dimana indeks S&P500 mencapai level tertinggi sejak 2008 silam, dan Nasdaq mengalami kenaikan
beruntun dalam 8‐sesi terakhir dan mencetak level tertinggi sejak Desember 2007 silam. Indeks Dow Jones <. DJI> naik 40,26 poin atau 0,35% ke
11,410.32, indeks S&P500 <. SPX> naik 7,40 poin atau 0,60% ke 1,240.40 dan indeks Nasdaq <. IXIC> naik 20,87 poin atau 0,80% ke 2,637.54. Dalam
sepekan terakhir, indeks membukukan keuntungan, dimana Dow naik 0,2%, S&P500 naik 1,3% dan Nasdaq menguat 1,8%.


• Rilis data ekonomi AS akhir pekan lalu menguatkan sinyalemen pemulihan ekonomi AS dimana data menunjukkan sentimen konsumen naik lebih dari
yang diharapkan pada awal Desember ‐ menurut survei Thomson Reuters/University of Michigan, sedangkan harga impor pada bulan November naik
dengan percepatan tertinggi dalam setahun. Sinyal positif lainnya datang dari Departemen Perdagangan, yang memperlihatkan defisit perdagangan
AS untuk Oktober menyempit lebih dari yang diperkirakan. Sementara itu berita‐berita dari negara lain turut membantu mengangkat kinerja ekuitas,
setelah data menunjukkan impor dan ekspor Cina melonjak pada bulan November dan pinjaman perbankan melampaui proyeksi dan investasi
properti meningkat. Cina meningkatkan rasio kecukupan modal bagi perbankan, namun mempertahankan suku bunga.


• Euro diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya terhadap dollar AS dalam sepekan kedepan terpengaruh pertemuan para pemimpin Uni Eropa
yang akan meningkatkan kekhawatiran tentang perpecahan dalam blok Uni‐Eropa dalam menyelesaikan krisis utang. Euro anjlok ke 1,3150 pada
akhir pekan lalu dan mencatat penurunan 1,3% dalam sepekan terakhir terhadap dollar AS. Sementara itu terhadap yen, dollar AS naik 0,3% ke 83,94
<JPY=EBS> dan tercatat menguat 1,6% dalam sepekan terakhir.


• Harga emas dunia melemah pada akhir pekan lalu menyusul langkah pemerintah China yang menaikkan rasio kecukupan modal perbankan dan
diikuti aksi ambil untung investor menyusul data AS yang menunjukkan kepercayaan konsumen meningkat dan defisit perdagangan yang menyusut.
Dalam sepekan terakhir, emas turun lebih dari 2% yang merupakan penurunan mingguan terbesar dalam hampir 2‐bulan terakhir. Harga spot emas
<XAU=> turun 0,1% ke 1,385.92 USD per troy ounce. Sementara itu harga minyak melemah pada akhir pekan lalu dalam sesi yang cukup volatile
dimana terdapat kekhawatiran bahwa langkah pemerintah China untuk menahan laju inflasi akan menghambat permintaan energi. Minyak mentah
AS untuk pengiriman Januari <CLc1> turun 58 sen ke 87,79 USD per barel. Meskipun sempat mencapai level tertinggi 26‐bulan di 90,76 USD per barel
pada Selasa 07 Desember lalu, namun dalam sepekan terakhir harga minyak mentah AS turun 1,57%.


• Outlook (Senin ‐ Jumat, 13‐17/Des./2010): Pekan ini perhatian pelaku pasar akan tertuju pada beberapa figur penting, diantaranya sidang The Fed
pada Selasa 14 Desember yang diperkirakan akan membahas rencana penggelontoran dana senilai 600 miliar USD untuk mempertahankan likuiditas
pada sistem keuangan AS. The Fed diperkirakan tidak akan mengubah rencananya tersebut, namun dengan adanya program pemangkasan pajak
yang diperkirakan akan menurunkan kemungkinan bahwa The Fed akan melakukan ekspansi terhadap program QE2 lanjutannya.


• Selanjutnya adalah pertemuan EU summit akhir tahun yang akan digelar pada Kamis‐Jumat 16‐17 Desember mendatang di Brussel dengan agenda
utama mengenai krisis obligasi Uni‐Eropa yang telah melanda sejak awal tahun dimana Yunani akhirnya mendapat bailout dan pada November
akhirnya Irlandia juga memperoleh bailout. Paket bantuan taktis senilai 750 miliar euro (1 trilliun USD) telah disepakati EU/International Monetary
Fund, namun pelaku pasar masih mempertanyakan apakah jumlah tersebut cukup untuk menalangi krisis yang dapat menyebar ke Portugis, Spanyol
dan bahkan Italia. Pasar bahkan cenderung skeptis pada hasil pertemuan tersebut karena Jerman dan Perancis menolak menaikkan besaran program
diatas 750 miliar euro, dan belum akan ada mekanisme permanen guna menangani krisis obligasi Uni‐Eropa, yang potensial menurunkan minat
investor pada aset beresiko.


• Pekan depan pemerintah Irlandia akan meminta persetujuan parlemen untuk paket penyelamatan Uni‐Eropa/IMF senilai 85 miliar euro Uni Eropa,
dimana terdapat kekhawatiran oposisi‐Partai Buruh diperkirakan akan menentang langkah tersebut. Selain itu, pelaku pasar juga akan menantikan
sejumlah data ekonomi untuk menangkap seberapa kuat sinyal pemulihan ekonom Amerika, diantara data retail sales, industrial production and
laporan inflasi.

Backers and critics see passage of Obama tax deal

WASHINGTON | Sun Dec 12, 2010 6:18pm EST
 
WASHINGTON (Reuters) - President Barack Obama's tax deal with Republicans will likely win grudging passage in the Congress, backers and critics agreed on Sunday, after Obama clashed with liberals in his own party who branded it a giveaway to the rich.
White House adviser David Axelrod said he believed the House of Representatives would approve the sweeping package without significant changes, despite loud complaints from liberal Democrats that Obama conceded too much to Republicans.
The Senate is expected to pass it early this week, then send it to the House for consideration.
"We believe that when it comes back to the House that we will get a vote and it will prevail there," Axelrod said on CNN's "State of the Union."
Obama's $856 billion tax deal, struck after Republicans made major gains in November congressional elections, extends all tax cuts passed under the Republican administration of President George W. Bush, including those for wealthier Americans, that are set to expire on January 1.
Democrats had hoped to allow tax rates to rise for the wealthiest 2 percent of U.S. households to avoid increasing the country's record-high deficit, and were particularly angered by what they see as an excessively generous tax rate for wealthy estates.
But proponents note that the package also includes an extension of jobless benefits and other tax breaks aimed at lower-income families and would renew a wide array of subsidies and breaks for businesses and renewable energy.
"It's quite possible the tax cut extension will be passed, but not with my vote," said Democratic Representative Elijah Cummings.
"The president is going to be depending largely on Republicans to do this. They love this deal," he said on CNN.
In a caucus last week, House Democrats rejected the tax deal and chanted, "Just say no!"

'BITTER PILL'
Despite the opposition from Democrats, Axelrod said he did not expect significant changes to the deal.
"We can't change it in major ways and expect that it is going to pass. ... I expect that the framework that was agreed to will be largely what is voted on," he said.
White House economic adviser Austan Goolsbee also predicted the package would pass.
"I understand the feeling that it is a bitter pill to swallow, the high-income tax cuts," Goolsbee told NBC's "Meet the Press."
 "But what the president was able to get that is substantially bigger than that and important for the economy -- whether it's incentives for investment for firms, whether it's a payroll tax cut for 155 million workers ... is really important and we can't let that go away," he said.
Economists say the package, especially the payroll tax cut, could boost the sluggish economy at a time when Congress has no appetite for stimulus spending. Its cost would exceed the $814 billion stimulus package passed in 2009 to fight the worst recession since the 1930s.
Axelrod said Obama will continue talking to individual lawmakers.
"What he's going to say to them is there is an enormous amount of good in this package that will help their constituents, that will help the broader public and that will move the economy forward," Axelrod said.
Assistant Senate Democratic leader Dick Durbin said Democrats should "eat their spinach" and accept a deal because their influence will plummet when the new Congress convenes next month.
Republicans won control of the House and made gains in the Senate in November 2 congressional elections.
"We have to accept the reality. In three weeks, the world is going to change dramatically in favor of the Republicans," Durbin told CNN. "It is the only stimulus we can bring to this economy."
Representative Chris Van Hollen, appearing on "Fox News Sunday," said the House will vote on the tax deal but "people are looking at various alternatives."
But Republican Representative Paul Ryan, also on Fox, said Republicans would not dilute tax breaks Obama agreed to.
"No, we are not interested in changing this deal," said Ryan, who will chair the Budget Committee when the new Republican-majority Congress convenes.

Friday, December 10, 2010

Headline News 10.12.10

AS & GLOBAL :

• Bursa saham AS naik tipis pada sesi Kamis 09 Desember, diwarnai penguatan indeks S&P500 kelevel tertinggi 2‐tahun terakhir,
sebuah tren kenaikan yang diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun. Indeks Dow Jones <. DJI> turun 2,42 poin atau 0,02% ke
11,370.06, indeks S&P500 <. SPX> naik 4,72 poin atau 0,38% ke 1,233.00 dan Nasdaq <. IXIC> naik 7,51 poin atau 0,29% ke 2,616.67.
Perjanjian sementara antara pemerintah Obama dengan anggota kongres dari partai Republik untuk memperpanjang potongan
pajak oleh Presiden Barack Obama menunjukkan oposisi sekarang memiliki taji oposisi dari kubu Demokrat yang selama ini
menonjol. Investor Wall Street menginginkan keringanan pajak tersebut untuk meningkatkan dan memacu pertumbuhan ekonomi.
Sebuah laporan dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan jobless claims mengalami penurunan 421K lebih dari yang diperkirakan
analis 425K, investor melihat hal ini sebagai poin positif setelah data non‐farm payrolls pekan lalu yang mengecewakan.


• Euro kembali melemah terhadap dolar diperkirakan akan mencoba tes level 1,3 setelah lembaga pemeringkat terkemuka Fitch
Ratings menurunkan peringkat utang Irlandia serta investor menunggu voting ditingkat parlemen Irlandia untuk paket penyelamatan
bagi negara tersebut. Dolar melemah terhadap yen menyusul turunnya imbal hasil Treasury AS setelah suksesnya penjualan obligasi
dengan tenor 30‐tahun. Partai Buruh Irlandia sebelumnya mengatakan akan menolak program paket bailout EU/IMF senilai 85 miliar
euro, tapi dua anggota parlemen independen mengatakan mereka akan mendukung paket tersebut ‐ sebuah faktor yang nampaknya
akan meluluskan paket bailout di parlemen. Sementara itu Fitch menjadi lembaga pemeringkat pertama yang menurunkan status
kredit Irlandia menjadi tiga derajat ke BBB+, sehubungan besarnya biaya fiskal yang dibutuhkan untuk restrukturisasi ekonomi
negara tersebut. Euro tercatat melemah 0,1% ke 1,3241 <EUR=EBS>, setelah mencapai level terendah di 1,3164, dengan target
berikutnya adalah level 1,3150. Dollar AS turun 0,5% kelevel 83,63 yen <JPY=>.


• Harga emas naik dalam sesi perdagangan yang cukup volatile, seiring naiknya harga produk Treasury AS dan tertahannya rally dolar
memicu investor mengalihkan fokus mereka kembali ke risiko obligasi Uni‐Eropa dan ketidakpastian ekonomi yang mendasarinya.
Efek gabungan dari naiknya imbal hasil obligasi AS dan penguatan dollar AS memicu aksi ambil untung pelaku pasar terhadap emas
dan komoditas lainnya dalam dua hari terakhir. Harga spot emas <XAU=> naik 0,2% menjadi 1,384.75 USD per troy ounce.


• Sementara itu harga minyak dunia mengalami kenaikan yang menutupi penurunan dalam 2‐sesi yang lalu terdorong positifnya
jobless claims yang memberikan akan pertumbuhan ekonomi, sementara harga minyak mentah juga mendapat sokongan seiring
naiknya harga gasoline futures setelah adanya berita penghentian operasional kilang minyak di St. Croix, U.S Virgin Islands. Minyak
mentah AS untuk pengiriman Januari <CLF1> naik 9 sen ke 88,37 USD per barel.


• Outlook (Jumat, 10/Des./2010): Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka stagnan ditengah bursa global yang terus menguat yang
ditopang stabilisasi pasar obligasi AS, namun downgrade lembaga pemeringkat Fitch terhadap Irlandia masih membayangi investor
akan krisis finansial di kawasan Uni‐Eropa.

Japan stocks slip but set to outperform Asia in

HONG KONG | Thu Desember 9, 2010 9:59 pm EST
HONG KONG (Reuters) - Saham Jepang tergelincir dari posisi tertinggi tujuh bulan pada hari Jumat pada profit taking, meskipun telah siap untuk mengungguli negara Asia lainnya minggu ini, sementara Treasury AS tetap stabil pada tampilan hasil telah meningkat terlalu tinggi, terlalu cepat.
Dengan tiga minggu untuk pergi pada tahun 2010, investor enggan untuk melemparkan banyak uang ke dalam setiap perdagangan tunggal sekarang bahwa selloff besar dalam Treasury mereda dan memilih untuk mengambil keuntungan pada posisi kecil di volume perdagangan tipis.
Apakah China akan menaikkan suku bunga tahun ini, bahkan mungkin akhir pekan ini, masih pertanyaan pada layar radar investor sehubungan dengan pengambilan risiko, terutama setelah sebuah surat kabar yang dikelola negara mengatakan inflasi mungkin telah mencapai 5,1 persen pada November.
kebijakan ketat di Cina dan pasar negara berkembang lainnya meskipun sudah faktor dalam prakiraan ekonomi dan pasar untuk 2011, tahun di mana beberapa strategi mendukung aset berisiko seperti saham, komoditi dan kredit tetapi tidak obligasi pemerintah.
"Lingkungan terlihat cukup menguntungkan bagi saham sekarang, tapi saat kita melanjutkan sampai dengan 2011 investor perlu waspada terhadap perubahan," kata Larry Kantor, kepala penelitian di Barclays Capital, dalam sebuah pernyataan.
"Valuasi berlebihan dapat menyediakan sinyal bahwa, seperti mungkin bank sentral di negara emerging market saat mereka menarik diri dari kebijakan yang sangat mendukung selama tahun 2011."
Jepang rata-rata saham Nikkei turun 0,4 persen. N225 setelah sempat menyentuh tertinggi sejak 14 Mei dengan investor yang bersangkutan untuk hari kedua bahwa harga saham telah mendorong terlalu cepat tanpa ada berita fundamental untuk mendukung pindah.
"Di atas profit taking dan overheating pasar, beberapa investor asing bongkar dan lindung nilai posisi menjelang liburan Natal," kata Hiroaki Kuramochi, ekuitas kepala pejabat pemasaran di Tokai Tokyo Securities di Tokyo.
Indeks Topix yang lebih luas naik 1,2 persen TOPX sejauh minggu ini,. Melebihi pembacaan datar indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang. MIAPJ0000PUS.
Indeks MSCI juga relatif tidak berubah pada hari Jumat, dengan keuntungan pada keuangan diimbangi dengan penurunan bahan dan sektor konsumen.
Pasar Keuangan AS didinginkan setelah investor global menjual pertengahan hingga jatuh tempo obligasi lagi-awal pekan ini setelah berita Gedung Putih mengusulkan liburan penggajian pajak yang beberapa analis dan fund manager memperhitungkan bisa meningkatkan pertumbuhan tahun depan sebanyak satu persen penuh.
Maret 10 tahun US Treasury masa depan naik sekitar 4 / 32, sedangkan hasil catatan kas 10 tahun relatif tidak berubah pada hari di 3.21 persen. Hasil panen sampai 41 basis poin sejauh ini pada bulan Desember, pada jalur untuk peningkatan bulanan terbesar sejak Desember 2009 ketika hasil panen naik 64 basis poin.
Pacific Investment Management Co, yang menjalankan dana obligasi terbesar di dunia, yang merevisi proyeksi pertumbuhan AS untuk tahun depan dalam terang dari kompromi pemotongan pajak. Pimco melihat pertumbuhan ekonomi 3 persen menjadi 3,5 persen pada kuartal keempat tahun 2011 dari periode yang sama tahun ini. Yang dibandingkan dengan estimasi sebelumnya untuk 2 persen menjadi 2,5 persen pertumbuhan.
Euro berada di $ 1,3234 datar dengan berita semalam bahwa Fitch Ratings menurunkan rating utang negara Irlandia menjaga dealer dari membeli di dips.
"Euro juga bereaksi terhadap berita Fitch di Irlandia dan yang benar-benar memberitahu Anda bahwa mungkin cerita ini terlalu dikenal dan pedagang tidak benar-benar ingin menjualnya," kata Robert Rennie, kepala strategi mata uang di Westpac Bank di Sydney.
Euro masih dalam kecenderungan untuk menurun setelah mencapai 7,5 persen 9 bulan tinggi di awal November dan turun sejauh tahun ini. Namun, untuk semua kekhawatiran atas krisis fiskal zona euro, mata uang terlihat turun hanya sekitar dua sen dalam 12 bulan sampai $ 1,3050, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan analis.


(Additional reporting by Ian Chua in SYDNEY and Antoni Slodkowski in TOKYO)

Democrats defy Obama on tax deal as Senate sets vote

Washington | Thu 9 Des 2010 09:41 pm EST
WASHINGTON (Reuters) - Angry Demokrat di DPR pada hari Kamis menolak rencana Presiden Barack Obama untuk memperpanjang tarif pajak yang rendah, sebagai Senat dijadwalkan pemungutan suara pada ukuran, yang memiliki dukungan Republik signifikan.
Pemberontakan Demokrat House 'memberikan Obama lain sakit kepala politik lebih dari sebulan setelah ia mengambil mengalahkan di pemilihan kongres, meskipun tidak selalu menggagalkan rencana pajak.
Dalam pertemuan, serak tertutup di Capitol Hill, Demokrat memberontak meneriakkan: "Hanya mengatakan tidak!" karena mereka bersumpah untuk merombak rencana Obama untuk memberikan tarif pajak yang lebih rendah untuk hampir semua orang Amerika, menurut anggota parlemen di dalam ruangan.
Namun di Senat, rencana mengambil langkah maju yang signifikan sebagai Demokrat meluncurkan undang-undang di akhir hari yang mencerminkan istilah Gedung Putih telah mencapai dengan Republik. RUU Senat menambahkan subsidi untuk etanol tetapi meninggalkan keluar Amerika Membangun program obligasi populer dengan Demokrat dan pemerintah daerah.
Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid menetapkan suara untuk hari Senin jam 3 sore (2000 GMT).
Obama rencana akan mempertahankan suku yang lebih rendah di tempat selama dua tahun, mengurangi pajak real, dan memperluas keringanan pajak dan tunjangan lainnya ditujukan Amerika berpenghasilan rendah.
Para ekonom mengatakan itu dapat meningkatkan perekonomian lesu pada saat Kongres tidak memiliki nafsu untuk upaya stimulus belanja berbasis.
Demokrat berpendapat bahwa pendapatan yang akan hilang dengan memperluas keringanan pajak untuk 2 terkaya persen rumah tangga AS dapat dimanfaatkan dengan lebih baik pada saat pengangguran hampir 10 persen.
tagihan pajak akan naik pada bulan Januari dengan rata-rata $ 3.000 per rumah tangga jika Kongres tidak bertindak.
administrasi adalah yakin "komponen utama" dari kesepakatan itu akan bertahan manuver kongres, juru bicara Gedung Putih Amy Brundage kata.
Setelah Demokrat mengalami kerugian besar dalam pemilu November, Obama enggan menerima kompromi langka di pajak dengan Partai Republik, yang akan mengambil alih DPR dan menggunakan pengaruh yang lebih besar di Senat pada bulan Januari.
Obama sekarang sekarang harus memadamkan sebuah pemberontakan dari sayap liberal dari partainya sendiri. Dalam resolusi yang disetujui oleh House Demokrat, rencananya bahkan tidak mau datang untuk memilih dalam ruang itu.
Rencananya akan biaya sekitar $ 850000000000 lebih dari 10 tahun, menurut perkiraan Kongres oleh Komite Bersama Pajak, memperdalam defisit anggaran yang sudah pada tingkat tertinggi relatif terhadap perekonomian sejak Perang Dunia II.
Pasar obligasi merosot minggu ini pada takut akan pemotongan pajak akan menempatkan beban terlalu berat pada anggaran, tapi harga naik Treasury AS pada hari Kamis karena investor diperhitungkan menjual-off itu berlebihan.
ESTATE TAX "GIVEAWAY"

Exclusive: JPMorgan eyes more corporate banking expansion

London | Thu Desember 9, 2010 9:22 pm EST
LONDON (Reuters) - JPMorgan Chase & Co (JPM.N) adalah mempekerjakan 100 bankir perusahaan di luar Amerika Serikat, dalam bertaruh bahwa permintaan kredit di seluruh dunia akan tumbuh lebih cepat daripada di home base bank.
Bank berencana untuk menambah 200 bankir internasional sudah memiliki lebih dari dua tahun ke depan, dengan tujuan untuk menjual lebih banyak produk JPMorgan kepada 3.000 perusahaan terbesar di seluruh dunia.
"Kami memiliki rencana yang cukup agresif untuk memperluas pada tahun 2011," kata Greg Guyett, chief executive bank korporasi global, Reuters dalam wawancara baru-baru ini di London.
Guyett bernama akhir tahun lalu untuk kepala bank korporasi global, yang merupakan perusahaan patungan antara bank investasi JPMorgan dan treasury dan efek unit pelayanan, yang proses pembayaran.
"Kami mencoba melakukan lebih banyak hal dengan klien yang sama - itu tugas No 1," kata Guyett.
Sementara JPMorgan selalu memiliki bisnis investasi perbankan global, secara historis belum pemberi pinjaman besar di luar Amerika Serikat, tidak seperti bank-bank komersial besar lain seperti Citigroup dan HSBC (HSBA.L).
Sekarang usaha yang ramping, dan juga berharap untuk menjual produk klien seperti trade finance dan deposito dasar di seluruh dunia.
Menjual lebih banyak produk untuk pelanggan, ide yang dikenal sebagai "cross selling-" di industri, telah menjadi kata kunci populer untuk bank-bank AS yang ingin menunjukkan bahwa mereka dapat meningkatkan pendapatan bahkan sebagai harapan untuk pertumbuhan ekonomi AS tetap rendah.
JPMorgan tidak sendirian adalah mencari untuk pasar berkembang untuk meningkatkan pendapatan - Citigroup (CN) juga mengatakan difokuskan untuk mengembangkan bisnisnya sudah besar di luar Amerika Serikat.
Amerika Latin akan menjadi salah satu daerah bank perusahaan global berfokus pada tahun 2011, Guyett mengatakan, mencatat bahwa daerah-daerah lain di mana JPMorgan berkembang termasuk India, Cina dan Asia Tenggara.
Untuk mendukung bank korporasi global, treasury dan efek usaha jasa terguling cabang baru di negara-negara seperti Arab Saudi tahun ini, dan itu membunuh membuka cabang di negara-negara Nordik dua tahun lalu.
"Ini adalah area dimana klien kami tumbuh dan dimana klien kami ingin kita tumbuh," kata Claudia Slacik, chief executive layanan treasury dan efek di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.
bank investasi besar JPMorgan adalah kemudian mampu menawarkan berbagai macam produk untuk klien di negara-negara, melalui jaringan bankir perusahaan, menjelaskan Daniel Pinto, ketua bersama dari bank investasi di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.


TURNING AROUND

Sejak JPMorgan mengakuisisi Bear Stearns Cos pada Maret 2008 dan penghematan Seattle Washington Mutual akhir tahun itu, bisnis AS telah dikerdilkan pendapatan di luar negeri.
JPMorgan hanya posting pendapatan oleh daerah untuk bank investasinya. Untuk sembilan bulan pertama tahun ini, investasi perbankan pendapatan untuk wilayah Asia Pasifik telah tumbuh 6 persen dari tahun sebelumnya, tetapi pendapatan telah jatuh 29 persen untuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika, dan turun 8 persen untuk Amerika .
Its treasury dan efek usaha jasa diposting pendapatan $ 5,5 miliar untuk sembilan bulan pertama tahun ini, turun sekitar 1 persen dari periode tahun sebelumnya.
JPMorgan eksekutif, bagaimanapun, adalah optimis bank mulai berbalik keberuntungan di luar Amerika Serikat.
"Kami telah banyak keberhasilan, kami berkembang bagian internasional pendapatan kami," kata Guyett. "Sulit untuk lihat ketika Anda melihat gambar keseluruhan JPMorgan karena skala dan ukuran perusahaan ... tapi kuartal selama kuartal kita melihat lebih banyak berasal dari pasar internasional dan berkembang."